Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 04 Desember 2017

Anggaran Siluman Pembangunan Pintu Air Petekan Muncul di RAPBD Surabaya 2018


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya akhirnya menganggarkan pembangunan pintu air Petekan guna mengatasi masalah banjir di wilayahnya, setelah ada ketidakpastian bantuan dana APBN.

Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya, Syaifudin Zuhri, Kamis (30/11) mengatakan, pembangunan pintu air Petekan memang merupakan salah satu target guna menyelesaikan masalah banjir di Kota Surabaya.

Namun, pemerintah kota harus menggunakan dana APBD 2018, karena sebelumnya alokasi dana dari pemerintah pusat senilai Ro. 200 miliar batal diberikan.

“Tapi ternyata oleh BPWS anggaran itu digeser ke Mojokerto” katanya.

Syaifudin untuk membangun pintu air yang terletak di ujung Sungai Kalimas itu, Pemkot Surabaya mengalokasikan dana sebesar Rp. 43 milliar.

“ Itu untuk pengadaan pintu airnya saja. Sehingga nanti untuk memaksimalkan Petekan, kita anggarkan lagi di PAK,” tuturnya.

Ketua Komisi A, Herlina Harsono Njoto mengungkapkan, dana pembangunan pintu air Petekan diambil dari pemangkasan sejumlah usulan APBD yang diajukan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya.

Ia menyebutkan, beberapa SKPD yang menjadi mitra kerja Komisi A, total anggaran yang dipangkas sekitar Rp. 42 miliar.

“Berasal dari Dinas tanah adan Bangunan, Inspektorat, Sekretariat DPRD dan Kecamatan,” paparnya.

Herlina menambahkan, dana yang dipangkas dari  usulan anggaran beberapa SKPD dikembalikan ke kas daerah, kemudian diantaranya digunakan untuk pembangunan Pintu Air petekan.

Penganggaran dana Pintu Air Petekan dalam RAPBD 2018 sempat menjadi bahan perdebatan diantara kalangan dewan.

Pasalnya, meski sudah dialokasikan di RAPBD 2018 dan disahkan dalam rapat Paripurna, Kamis (30/11), ternyata sejumlah anggota dewan tak mengetahuinya.

Ironisnya, mereka yang tak mengetahui adalah salah seorang pimpinan dewan, beberapa anggota Badan Anggaran (Banggar) dan anggota Komisi yang membidangi  masalah pembangunan. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar