Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Jumat, 08 Desember 2017

Belum Bayar Sekolah, Siswa SD Kharitas Dilarang Ikut UAS


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Sungguh malang nasib yang dialami Christian Sunaryo siswa klas 3 SD Kharitas III Surabaya.

Karena belum mampu melunasi tunggakan iuran sekolah sebesar Rp. 4 juta, Christian dilarang mengikuti ujian akhir semester (UAS) oleh Wali Kelasnya.

Mengetahui hal itu, Niki ayah Christian mencoba mendatangi gedung DPRD Surabaya.

Namun sayangnya, tak satu pun tampak anggota dewan sebab saat itu bertepatan dengan agenda kunjungan kerja (kunker).

Menurut Niki, niat meminta pertolongan menyelesaikan kemelut yang menimpa anaknya ini hanya di gedung dewan sebab pihak sekolah seakan tak mau tau persoalan itu, padahal ia berniat menitipkan  uang Rp500 ribu, sedangkan sisanya akan dilunasi secepatnya asalkan anaknya dapat mengikuti ujian.

"Tapi pihak sekolah mengatakan kalau mau membayar harus 50% dari jumlah tunggakan" ujar Niki dengan rasa kalut.

Kasus ini dilaporkan terpaksa oleh Niki yang dibantu staf DPRD Surabaya ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Agnes Kepala Bidang Sekolah Dasar Diknas Kota Surabaya mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sekolah yang berlokasi di Jl.Simpang Darmo Utara itu.

Diknas meminta agar pihak sekolah memberikan keringanan dengan pembayaran yang diangsur.

"Yang pasti Christian besok (5/11) bisa ikut UAS, kami akan datangi sekolah itu kalau mereka ingkar janji" tegas Agnes, senin (4/12).

Wanita setengah baya itu juga menyayangkan banyaknya sekolah swasta yang tidak mau mengambil Dana Bantuan Sekolah Daerah (BOSDA) dengan alasan khawatir urusan internal mereka akan dicampuri pemerintah.

"Padahal tidak seperti itu, dana BOS bisa digunakan untuk anak-anak miskin seperti ini" tegasnya.

Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga mendorong agar setiap sekolah swasta memberikan kuota bagi siswa miskin.

"Setidaknya kuota itu 1% atau 2%, agar ada pemerataan tidak seperti sekarang yang sekolah negeri banyak diserbu masyarakat karena berbiaya murah" tegas Agnes lagi. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar