Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Kamis, 03 Mei 2018

Soal Berita Bocah Penderita Tumor Ganas, Pemkot Surabaya Kebakaran Jenggot


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Munculnya berita yang dilansir kabarprogresif.com dengan judul 'Bocah Kutisari Menderita Tumor Ganas, Pemkot Tutup Mata' membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Kelabakan.

Tak mau disalahkan, Pemkot Surabaya mengklaim telah cawe-cawe dalam memperhatikan bahkan memberi pertolongan pengobatan terhadap Elvira Agustina warga Kutisari, Surabaya.

Sikap kebakaran jenggot Pemkot Surabaya Ini dapat terlihat saat klarifikasi  yang disebarkan lewat grup WhatsApp wartawan Pemkot Surabaya oleh Kabag Humas, M. Fikser.

Dalam klarifikasi tersebut, tertulis Pemkot Surabaya kamis (3/5/2018) akan mengklarifikasi  ke media yang bersangkutan (kabarprogresif.com) sebagai hak jawab.

Tak hanya itu, di kalimat bawahnya juga dijelaskan bila Dinas Kesehatan telah membuat laporan dengan melakukan kunjungan dan memeriksakan kesehatan terhadap diri Elvira pada tanggal 30 April 2018 di RS Soewandi dan dilanjutkan pada 2 Mei 2018 para dokter  RS Soewandi membahas terapi yang akan dilakukan terhadap Elvira.

Gelagat ingin cuci tangan Pemkot Surabaya ini dengan menggelar tandingan denga jumpa pers di kantor bagian humas malah semakin menunjukkan ketidakmampuannya dalam melakukan pemantauan wilayah.

Bahkan juga bisa dikatakan tak malu-malu, dalam klarifikasi tersebut malah dijelaskan kronologi dari  awal hingga terdeteksi penyakit tumor ganas yang diderita Elvira, gadis berusia 7 tahun.

Awal penyakit Elvira muncul versi kunjungan dinas kesehatan Surabaya terjadi pada 12 November 2017, terdapat benjolan sebesar kelereng berwarna merah seperti digigit serangga tepat di pelipis sebelah kiri, oleh orang tua Elvira, benjolan tersebut kemudian diolesi minyak tawon.

Karena tak kunjung sembuh, pada 26 November 2017, Elvira oleh orang tuanya dibawa ke Rumah Sakit Gotong Royong dan ditangani oleh dr. Fellylantas di rujuk ke dokter spesialis anak, itu pun Elvira juga menjalani foto rontgen APlateral dan hasilnya TAA.

Namun pada desember 2017, Elvira diperiksakan oleh orang tuanya ke alternatif di Madura. Dalam pengobatan itu, Elvira di pijat dua kali dalam sebulan, bukannya sembuh, benjolan tersebut malah membesar, tapi juga sempat mengecil setelah mengkonsumsi obat kemudian membesar kembali hingga dua kali lipat dari awalnya.

Melihat benjolan semakin  membesar, Elvira di bawa kembali ke rumah sakit gotong royong dan ditangani oleh dr. fransiscus dan dilakukan pembedahan, sayangnya tidak ada darah yang keluar melainkan hanya nanah.

Penderitaan Elvira belum tuntas, akhir januari 2018, dilakukan operasi, hasilnya benjolan mengecil, tapi anehnya  dalam kurun waktu 5 hari benjolan kembali membesar. Elvira pun menjalani operasi kembali. Dalam operasi kedua ini hampir sma dengan yang pertama, pasca operasi benjolan mengecil namun kembali membesar hingga saat ini.

Bila kita amati hasil klarifikasi tersebut terungkap, bila selama kurun waktu tersebut, Pemkot Surabaya seolah tak terusik oleh jeritan hati dari seorang bocah berusia 7 tahun.

Padahal di lingkup warga Kutisari berita akan tumor ganas yang sudah 'merengut' hampir separuh wajah Elvira telah viral lewat media sosial.

Meski memderita tumor ganas namun hal tersebut tak mematahkan Elvira untuk tetap bersemangat menempuh pendidikan di SDN Kutisari II, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Teggilis Mejoyo, Surabaya. Semoga cepat sembuh ya Elvira. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar