Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Kamis, 08 Desember 2022

Peringati HDI, Gubernur Khofifah Harapkan Disabilitas Peran Menuju Dunia yang Inklusif


KABARPROGRESIF.COM: (Malang) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengucapkan Selamat Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2022, dengan harapan penyandang disabilitas Provinsi Jawa Timur dapat menjadi salah satu pilar masyarakat yang mengambil peran aktif menuju tatanan dunia yang inklusif.

Hal itu dikatakan Gubernur perempuan pertama di Jatim ini saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Malang, Kamis, (8/12).

Dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga menginginkan agar dijadikan momentum kepedulian dan memperkuat solidaritas dalam meletakkan dasar yang kuat bagi perlindungan penyandang disabilitas. 

Dalam hal ini, dari paradigma karitatif dan charity based menjadi paradigma yang human right based. 

“Kita ingin secara terus-menerus meningkatkan kesetaraan, kesempatan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, menjamin akses pendidikan, akses kesehatan dan akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Dan membangun infrastruktur yang aksesibel untuk menciptakan lingkungan bebas hambatan bagi disabilitas," jelasnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, Semangat mewujudkan pembangunan yang inklusif itu sejalan dengan tema yang diusung dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini yaitu, ’Transformative Solutions for lnclusive Development the Role of lnnovation in Fuelling an Accessible and Equitable World’ atau Partisipasi Bermakna Menuju Pembangunan lnklusif yang Berkelanjutan. 

Selain itu, lanjutnya pembangunan dan renovasi infrastruktur di Jatim terus berfokus pada inklusi sosial dengan penyediaaan fasilitas ramah disabilitas. 

“Seperti tempat-tempat pelayanan publik yang bisa diakses oleh kursi roda serta tanda-tanda yang dapat dipahami oleh disabilitas sensorik,” tutur Gubernur perempuan pertama Jatim ini. 

Pembangunan bersifat inklusi ini, tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan ramah disabilitas, tetapi juga sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas. 

Dirinya menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menyeluruh, tak terkecuali bagi penyandang disabilitas. 

“Pemprov akan terus berupaya dan bertindak untuk menyeimbangkan relasi, mengurangi kesenjangan dan memastikan persamaan hak, peluang, habituasi dan aksesibilitas fasilitas umum baik pada aspek pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, dan layanan-layanan publik lainnya,” lanjut Gubernur Khofifah. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemprov Jatim, hingga penghujung tahun 2022, Pembangunan lnklusif yang Berkelanjutan di Jatim, diwujudkan melalui Program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) dengan total nilai bantuan sejumlah Rp 14,4 M dengan sasaran prioritas 4.000 Penyandang disabilitas berat. 

Bantuan sosial yang diberikan berupa pemenuhan tambahan nutrisi dan terapi sebagai upaya peningkatan taraf kesejahteraan sosial Penyandang Disabilitas yang derajat kedisabilitasannya tidak dapat direhabilitasi. 

Selanjutnya program bantuan sosial dampak inflasi dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah Rp 2,4 M dengan sasaran KPM (Kelompok Penerima Manfaat) Bantuan Sosial ASPD Plus sebanyak 4.000 orang. 

Adapun dalam upaya peningkatan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, Pemprov Jatim juga menyediakan Buffer Stock ABM (Alat Bantu Mobilitas) berupa 200 buah kursi roda, 205 buah Kursi roda multiguna, 175 buah Kursi Roda CP (Celebral Palsy) dan alat bantu dengar (Hearing Aid) sebanyak 50 buah. 

"Tidak hanya bantuan secara fisik, di bidang pemenuhan hak sipil, seluruh disabilitas Jatim telah menuju kepemilikan KTP elektronik dengan penjangkauan maksimal oleh Dispendukcapil ke rumah-rumah disabilitas berat yang kondisinya bed ridden. Kerja-kerja yang luar biasa ini akan terus digiatkan oleh Pemprov Jatim hingga hak-hak Penyandang Disabilitas dapat terpenuhi secara menyeluruh,” imbuhnya. 

Di akhir, tak lupa Gubernur Khofifah memberi motivasi bagi seluruh penyandang disabilitas, utamanya di wilayah Jatim untuk tidak lelah berkarya dan berprestasi sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. 

Keterbatasan disebutnya, tidak boleh kalah dengan semangat optimisme yang untuk terus bangkit memberi kontribusi kepada bangsa dan negara. 

“Kita bangga melihat berbagai  kesuksesan teman-teman disabilitas yang telah mampu sejajar di berbagai bidang, seperti musik, pegawai, pendidikan, olah raga, MTQ hingga IT baik di tingkat Nasional maupun Internasional. Semoga vibrasi prestasi ini dapat menyebar ke lebih banyak lagi disabilitas lainnya. Teruslah berkarya untuk bangsa walaupun dengan cara yang berbeda,” paparnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, H. M. Alwi mengatakan, momentum peringatan Hari Disabilitas ini, Gubernur Khofifah mengajak kepada semuanya untuk lebih peduli dengan penyandang disabilitas. 

"Maka tahun 2022 ini, ada bantuan alat bantu mobiltas, yakni kursi roda dan alat bantu dengar. Ini semua dalam rangka kita memberikan perlindungan sosial bagi saudara saudara kita," katanya. 

Tahun ini, Dinas Sosial menyerahkan 600 unit alat bantu yang penyalurannya disesuaikan dengan agenda Gubernur Khofifah. 

Sedangkan khusus untuk acara di Malang ini, sebanyak 75 alat bantu. 

"Alat bantunya itu alat bantu dengar dan kursi roda," ujarnmya. 

Di sisi lain, anggota Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafakih memuji penyelenggaraan peringatan Hari Disabilitas tersebut. 

"Acara ini keren, keren kemasannya, keren nilai nilai yang hendak di bangun, dan juga pesertanya," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar