Strategi Packaging Dosen UPN Veteran Jatim Bikin UMKM Kenjeran Siap Tembus Pasar Modern


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Program Pendampingan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kecamatan Kenjeran 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM lokal. 

Kali ini, program tersebut menghadirkan Mohammad Syarrafah, praktisi media yang sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur sebagai narasumber utama. 

Pada kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kemasan bukan sekadar pelindung produk, melainkan bagian penting dari strategi komunikasi visual yang menentukan persepsi konsumen. 

“Packaging berbicara lebih dulu sebelum penjual menjelaskan produknya. Kemasan yang tepat mampu menyampaikan nilai, menarik perhatian, sekaligus membangun kepercayaan. Jika ingin produk naik kelas, perbaikan harus dimulai dari kemasan,” ujar Syarrafah dalam pemaparannya, Kamis 30 April 2026.

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada tiga fungsi utama kemasan, yakni sebagai pelindung, media komunikasi, dan alat pemasaran. 

Ia menekankan pentingnya desain yang mampu merepresentasikan identitas produk secara cepat dan efektif. 

Penggunaan warna, tipografi, serta elemen visual khas dinilai menjadi kunci agar produk mudah dikenali di pasaran.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung, di mana para pelaku UMKM diajak mendesain ulang kemasan produk mereka menggunakan bahan sederhana seperti kertas kraft, label stiker, hingga plastik ramah lingkungan. 

Hasilnya, berbagai produk lokal tampil lebih menarik mulai dari kemasan sambal rumahan dengan desain modern hingga jajanan tradisional yang kini memiliki sentuhan estetika dan cerita produk yang lebih kuat.

Tak hanya menyoroti aspek visual, Syarrafah juga mengingatkan pentingnya penggunaan bahan ramah lingkungan dalam kemasan. 

Menurutnya, kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan semakin meningkat dan dapat menjadi nilai tambah bagi produk UMKM.

“Konsumen saat ini lebih selektif dan peduli terhadap dampak lingkungan. Kemasan yang ramah lingkungan bukan hanya tren, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial yang dapat meningkatkan daya saing produk,” jelasnya.

Program pendampingan UPPKA Kecamatan Kenjeran 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Surabaya dan UPN Veteran Jawa Timur dalam kerangka Kampus Berdampak. 

Pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan identitas produk dan keberlanjutan usaha.

Dengan integrasi materi mulai dari pemasaran digital, branding, hingga packaging, pelaku UMKM di Kenjeran kini memiliki bekal yang lebih komprehensif untuk mengembangkan usahanya. 

Produk-produk yang sebelumnya sederhana mulai bertransformasi menjadi lebih profesional dan siap bersaing di pasar modern.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. 

Banyak pelaku UMKM yang mulai menyadari pentingnya kemasan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen.

“Sebelumnya saya hanya menggunakan plastik polos. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi paham pentingnya desain label dan tampilan produk. Ternyata kemasan yang menarik bisa membuat konsumen lebih tertarik membeli,” ujar Nurul, salah satu pelaku usaha kue kering di Kecamatan Kenjeran. (Penulis: Mohammad Syarrafah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengadilan Bebaskan Promotor EO Konser Artis DJ Dimitri Vegas dan Like Mike Dari Tudingan Penipuan

Sahroni Minta Polri Ungkap Upaya Serangan Balik terhadap Kejagung

Begini Respon Dewan Pers Terkait Penetapan Tersangka Direktur Pemberitaan Jak TV