Dirjen Imigrasi Tancap Gas Reformasi Layanan, Prestige Immigration Services Jadi Wajah Baru Pelayanan Modern
Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan komitmen besar dalam membenahi wajah layanan keimigrasian dengan meresmikan Prestige Immigration Services (PIS) sekaligus mendorong penguatan integritas aparatur. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pelayanan Imigrasi tak lagi bisa ditawar.
Hal itu dikatakan Hendarsam Marantoko pada jajaran strategis Imigrasi dari seluruh Indonesia dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Kamis 2 Juli 2026.
Forum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi “alarm keras” bagi penguatan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Integritas bukan pilihan, tapi keharusan. Masyarakat hari ini tidak hanya menilai hasil, tapi juga proses pelayanan yang kita berikan,” tegas Hendarsam.
Penguatan ini diperkuat dengan keterlibatan lembaga pengawas seperti KPK, BPKP, dan Ombudsman RI, yang memberikan pembekalan langsung terkait pengendalian gratifikasi, manajemen risiko, hingga kepatuhan terhadap SOP.
Tak berhenti pada internal, gebrakan nyata ditunjukkan melalui peresmian Prestige Immigration Services (PIS) di BG Junction Surabaya.
Transformasi dari Unit Layanan Paspor ini menjadi simbol perubahan wajah Imigrasi lebih modern, nyaman, cepat, dan berorientasi pada pengalaman masyarakat.
PIS hadir dengan konsep layanan berbasis teknologi, fasilitas ramah publik, dan standar pelayanan yang lebih tinggi.
Hal ini menjadi model baru yang diproyeksikan sebagai benchmark pelayanan keimigrasian di Indonesia.
Di sektor layanan publik strategis, Imigrasi juga menunjukkan inovasi dalam pelayanan Haji 2026.
Melalui implementasi Makkah Route, proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sebelum keberangkatan, memangkas antrean dan mempercepat layanan.
Sementara saat kepulangan, sistem Corridor Gate di Asrama Haji Surabaya memastikan proses lebih cepat tanpa mengurangi pengawasan.
Tak kalah penting, pengawasan juga diperketat untuk menekan praktik keberangkatan haji nonprosedural, sebagai bentuk perlindungan nyata kepada masyarakat.
Rangkaian agenda di Surabaya ini menegaskan satu arah besar Imigrasi tengah bergerak cepat membangun sistem yang tidak hanya modern, tetapi juga berintegritas.
Mulai dari reformasi internal, inovasi layanan, hingga penguatan pengawasan, semuanya diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, adaptif, dan benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Komentar
Posting Komentar