Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Ayo Kita Guncang Dunia dengan Prestasi Arek-arek Suroboyo

Wali Kota Surabaya Rismaharini saat melaunching Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) mengajak semua pihak untuk mendukung arek-arek Suroboyo agar mampu berprestasi.

Eri Cahyadi Genggam Erat Pusara Bung Karno

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya berharap Eri Cahyadi dapat menyerap spirit Bung Karno, sehingga saat menjadi wali kota Surabaya mempraktikkan semangat kerakyatan membela wong cilik.

Relawan Ingin Eri-Armudji Menang Secara Elegan

Relawan Gus Eri Cahyadi berusaha memenangkan Eri Cahyadi sebagai wali kota Surabaya sangat rapi. Dalam artian tidak asal menang, tapi menang dengan akhlak yang baik dan cara yang santun.

BPJS Warga Bergaji di Bawah Rp 10 Juta, Akan Ditanggung Pemkot

Solusi Eri Cahyadi terhadap gaji pas-pasan untuk bayar BPJS, maka semua warga yang bergaji di bawah Rp 10 juta otomatis BPJS-nya akan dibayarkan Pemkot Surabaya.

Lagi, JPN Kejari Surabaya Selamatkan Aset Pemkot Rp 121 Miliar

Menurut walikota Surabaya, Risma, Kejaksaan sudah membantu banyak sekali. Jika dihitung selama masa jabatannya, aset yang berhasil diselamatkan bahkan mencapai triliunan rupiah.

Tampilkan postingan dengan label Metropolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metropolis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2021

Percepat Pelaksanaan Vaksinasi Nakes, Pemkot Surabaya Tambah Lokasi Fasyankes


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menambah jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. 

Awalnya, Fasyankes yang tersedia 109 dan kini bertambah dua rumah sakit tambahan itu adalah RS RKZ dan RS Adi Husada Undaan Wetan sehingga totalnya menjadi 111 lokasi vaksinasi.

“Jadi ada 63 puskesmas dan 48 RS,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Febria Rachmanita, Kamis (21/1).

Febria memastikan, penambahan dua lokasi itu tujuannya untuk mempercepat pelaksanaan agar semakin masif dan cepat diterima nakes. 

Apalagi, dia menjelaskan pada Rabu (20/1) kemarin, pihaknya kembali menerima vaksin Sinovac sebanyak 18.420 vial.

“Sebelumnya kami sudah dikirimi 15 ribu vial, terus kemarin 18.420 vial, jadi total 33.420 vial yang sudah diterima Surabaya. Artinya, untuk pengiriman vaksin, pertama, sudah komplet kami terima," tegasnya.

Feny sapaan Febria Rachmanita memastikan berdasarkan data terbaru per Rabu (20/1/2021) kemarin, jumlah total nakes yang telah divaksin sebanyak 3.327 orang atau 11,89 persen. 

Sementara itu, untuk jumlah nakes yang belum lolos tahap skrining sekitar 360 orang. Nantinya dia menyebut, mereka akan dijadwalkan kembali untuk disuntik Vaksin Covid-19.

“Kemudian untuk data terbaru, total sasaran tahap pertama ini adalah 31.011 orang. Rinciannya 26.802 nakes telah melakukan verifikasi atau registrasi ulang dan sisanya ada yang belum registrasi ada pula yang belum menerima SMS blast, ini bertahap ya," urainya.

Bahkan, Feny menambahkan proses vaksinasi yang diperuntukkan kepada nakes di Surabaya dinilai berjalan cukup lancar dan terkendali. 

Melihat kondisi itu, pelaksanaan vaksin tahap pertama diprediksi akan sesuai target yakni selama dua minggu. 

“Alhamdulillah lancar, semuanya bisa diselesaikan. Mudah-mudahan sesuai dengan target ya,” pungkasnya. (Ar)

Tekan Kerumunan, Mulai Akhir Pekan Ini Jalan Darmo dan Tunjungan Ditutup


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menutup kembali jalan tengah kota di malam akhir pekan mulai Jumat (22/1/2021) dan Sabtu (23/1/2021) mulai pukul 20.00 WIB - 08.00 WIB.

Jalan tengah tersebut yakni jalan Darmo dan Tunjungan. Kedua jalan itu dianggap Pemkot Surabaya sebagai kawasan physical distancing.

Penutupan ini terpaksa dilakukan untuk memasifkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Evaluasi minggu lalu di akhir pekan terjadi penambahan aktivitas masyarakat. Ini agar masyarakat tidak berbondong-bondong keluar. Karena kerumunan di malam hari lebih berbahaya, cuaca dingin. Virus ini akan lebih ganas kalau posisi dingin. Maka dari itu, akhir pekan nanti di tengah kota akan ditutup seperti malam tahun baru,” kata Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Rabu (20/1).

Rencananya lanjut Whisnu, penutupan dua jalan di Surabaya itu tak hanya di malam akhir pekan namun kemungkinan juga dilakukan di malam hari libur nasional atau tanggal merah.

“Berlaku mulai minggu ini, nanti kita siapkan edarannya. Jumat dan Sabtu malam. Tiap akhir pekan akan kita berlakukan. Kalau Jumat libur ya Kamis malam bisa dimulai,” tambahnya.

Terkait rencana pemerintah pusat memperpanjang PPKM di Jawa-Bali, menurutnya memang ada beberapa nilai positif dari pelaksanaan PPKM. 

Hanya saja pihaknya harus berkomunikasi dengan pengusaha, termasuk pusat perbelanjaan terkait dampak ekonomi. Jangan sampai terjadi PHK, merumahkan karyawannya, saat PPKM diperpanjang nanti.

“Ini yang harus kita jaga juga. Dampak ekonomi di bawah juga akan terasa. Nah ini akan kita komunikasikan kepada pengusaha-pengusaha, khususnya 34 pusat perbelanjaan di Surabaya yang harus tutup jam 20.00 WIB. Tapi kita sudah ada toleransi dari jam 19.00 WIB jadi jam 20.00 WIB. Kalau jam 20.00 WIB mereka masih bisa efektif ya ayo tidak apa-apa (diperpanjang)," pungkasnya. (Ar)

Rabu, 20 Januari 2021

Dikepung Pandemi, Investasi di Surabaya Malah Tembus Rp 64 Triliun


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kendati Kota Surabaya 'dikepung' pandemi covid-19, malah investasi tetap melonjak.

Bahkan, sepanjang tahun 2020 saja, capaian investasi di Kota Pahlawan tembus mencapai Rp 64 triliun. Capaian ini melebihi target Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yaitu Rp 63 triliun.

“Kalau prosentasenya, capaian investasi di tahun 2020 mencapai 100,70 persen,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya M Taswin di Balai Kota Surabaya, Rabu (20/1).

Selain itu, nilai investasi yang masuk ke Surabaya sudah melebihi pencapaian tahun 2019. 

Ia mencatat, target investasi tahun 2019 sebesar Rp 53 triliun dan realisasinya mencapai Rp 62 triliun. 

Kemudian target investasi 2020 dinaikkan menjadi Rp 63 triliun dan realisasinya mencapai Rp 64 triliun. 

“Itu artinya, jika dibanding tahun lalu, Surabaya masih ada peningkatan investasi, meskipun kita berada di tengah pandemi,” tegasnya.

Menurut Taswin, nilai investasi sebesar Rp 64 triliun itu berasal dari dua jenis. Pertama dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 1,5 triliun. 

Kedua dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang terdiri dari PMDN fasilitas sebesar Rp 20,63 triliun dan PMDN non-fasilitas sebesar Rp 41,92 triliun.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, memang PMA kita ada penurunan karena tahun 2019 mencapai Rp 2,44 triliun, dan tahun 2020 hanya Rp 1,5 triliun. Tapi yang naik tahun 2020 adalah PMDN-nya, terutama yang PMDN fasilitas sebesar Rp 20,63 triliun, dan tahun 2019 hanya 16,77 triliun. Jadi, yang PMDN fasilitas ini naiknya sangat tinggi,” tegasnya.

Taswin juga menjelaskan lima sektor yang mendominasi PMA tahun 2020. 

Pertama, transportasi, gudang dan telekomunikasi. Kedua, perdagangan dan reparasi. Ketiga industri makanan. Keempat konstruksi. Dan yang kelima kesehatan.

Sedangkan lima sektor yang mendominasi PMDN fasilitas tahun 2020 adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi. Industri makanan. Listrik, gas dan air. Perdagangan dan reparasi. Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Sementara lima sektor yang mendominasi PMDN non-fasilitas tahun 2020 adalah perdagangan dan reparasi. Konstruksi. Perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Transportasi, gudang dan telekomunikasi. Hotel dan restoran.

Di samping itu, ia juga memastikan bahwa investasi di Surabaya lebih banyak didorong oleh perkembangan UMKM yang terus meningkat hingga saat ini. 

Bahkan, ia juga memastikan bahwa UMKM ini tidak terlalu terpengaruh kondisi pandemi Covid-19. 

“UMKM ini malah  survive di Surabaya,” tegasnya.

Salah satu buktinya adalah terus meningkatnya pengurusan izin usaha yang dilakukan oleh UMKM. 

Bahkan, jumlahnya lebih tinggi dibanding tahun 2019 lalu. 

“Makanya, kami terus berkomitmen untuk mempermudah perizinan usaha perdagangan itu,” kata dia.

Selain itu, pemkot juga terus mempromosikan produk UMKM itu. Salah satunya dengan pameran virtual, promosi di berbagai media, termasuk brosur dan media promosi lainnya. 

“Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan pameran tatap muka, maka kami gelar dengan virtual. Kami terus promosikan produk UMKM itu,” pungkasnya. (Ar)

Indonesia Dilanda Musibah, 'Posko Surabaya Peduli Bencana' Kembali Dibuka


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kepedulian jajaran di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap korban bencana alam seperti sudah menjadi budaya sejak di era kepemimpinan Tri Rismaharini. 

Bahkan, hingga saat ini, budaya tanggap bencana melalui pendirian posko kemanusiaan kembali dibuka.

Posko peduli bencana ini merupakan bentuk kepedulian Pemkot Surabaya terhadap para korban yang sedang tertimpa musibah. Tujuannya untuk mengakomodir dan mendistribusikan semua bantuan kepada korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.

"Kita instruksikan membuka Posko Surabaya Peduli ini supaya kita turut membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana di Balai Kota Surabaya, Selasa (19/1).

Whisnu menyatakan, Posko Surabaya Peduli Bencana ini dibuka sejak Senin (18/1/2021) kemarin. Rencananya, posko ini akan terus dibuka sampai kebutuhan bantuan di lokasi bencana sudah terpenuhi. 

"Artinya kita tidak ada time limit (batas waktu) sampai kapan kita buka. Supaya bantuan itu terus mengalir ke sana," terang dia.

Sementara untuk mekanisme penyalurannya sendiri, pihaknya mengaku bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. 

Nantinya, apabila bantuan sudah terkumpul, pemkot langsung mengirimkannya ke lokasi bencana. 

"Kalau bantuannya sudah terkumpul untuk bisa dikirim, ya segera kita kirimkan. Tapi posko tetap kita akan terus buka," katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki rezeki lebih agar turut serta membantu saudara-saudara yang saat ini sedang membutuhkan. 

Berbagai jenis bantuan baik uang, makanan, masker, atau baju layak pakai dapat disalurkan langsung melalui posko peduli bencana di Balai Kota Surabaya. 

Di sisi lain, donasi berupa uang juga dapat ditransfer melalui rekening Bank Jatim dengan nomor 001-7739-140, atas nama 'Surabaya Peduli Bencana'.

"Kita sampaikan kepada seluruh warga Surabaya yang ikut peduli ingin membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah ini bisa menyampaikan bantuannya dalam bentuk apapun ke posko kita di Balai Kota Surabaya. Kita juga sudah kasihkan edaran ke semua ASN (Aparatur Sipil Negara) agar bisa menyalurkan bantuannya," pesan dia.

Di tempat yang sama, Sekretaris BPB dan Linmas Kota Surabaya, Yusuf Masruh menambahkan, berdasarkan informasi yang ia terima, saat ini bantuan yang mendesak di lokasi bencana adalah tenda dan makanan. 

"Di sana yang krusial saat ini makanan dan tenda yang dibutuhkan. Bagi warga surabaya kalau ada rezeki lebih bisa menyalurkan bantuan melalui Posko Surabaya Peduli Bencana," kata Yusuf.

Ia mengungkapkan, hingga hari kedua dibuka, pihaknya sudah menerima bantuan berupa barang dan uang. 

Bantuan yang diterima ini berasal dari warga dan pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya. 

"Nanti setelah ini terkumpul baik berupa uang ataupun barang bisa segera kita salurkan," pungkasnya. (Ar)

Ribuan Nakes di Surabaya Telah Divaksinasi Covid-19


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ribuan tenaga kesehatan (nakes) Surabaya telah disuntik vaksin Covid-19 pada gelombang pertama. 

Berdasarkan data yang tercatat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga Senin (18/1) kemarin, total nakes yang telah menerima vaksinasi sebanyak 2.301 orang.

Angka 2.301 orang penerima vaksin itu merupakan nakes yang lolos tahap skrining dan sudah divaksinasi. Ribuan nakes yang telah menerima vaksinasi itu bekerja di 109 Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang tersebar se-Surabaya.

“Ini masih terus bertambah setiap harinya. Karena pelaksanaannya secara bertahap. Terdiri dari puskesmas dan RS (rumah sakit). Namun ada pula nakes yang belum lolos skrining,” kata Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Selasa (19/1).

Feny sapaan akrab Febria Rachmanita mengungkapkan, untuk saat ini ada sekitar 203 nakes yang tidak lolos tahap skrining. 

Pasalnya, sebagian dari mereka memiliki komorbid seperti hipertensi, gastritis serta kelainan darah dan beberapa faktor lainnya.

Bahkan, ada beberapa nakes yang tengah menyusui maupun hamil.

“Jumlahnya untuk hipertensi ada sekitar 23 orang. Lalu nakes menyusui ada 10 orang, kemudian gastritis ada lima, serta ada pula yang penyitas dan komorbid lain mengharuskan untuk tidak dilakukan vaksin,” paparnya.

Namun, kata Feny, hingga hari ini para nakes masih melakukan vaksinasi secara bertahap sesuai dengan jadwal. 

Sedangkan total sasaran nakes penerima vaksin di Surabaya sebanyak 33.993 orang. 

Sementara nakes yang sudah mendaftar ulang atau verifikasi sebanyak 26.801 orang. 

“Artinya masih ada yang menunggu SMS blast dan verifikasi data,” urainya.

Ia menambahkan, meskipun telah menerima vaksin, para nakes diminta untuk tetap disiplin ketat protokol kesehatan. 

Mulai dari menjaga jarak, mengenakan masker serta mencuci tangan. Pihaknya juga berharap dari vaksin dan disiplin prokes ini, Covid-19 dapat segera hilang dari Kota Surabaya.

“Semoga virus ini segera hilang dari kota kita tercinta. Tetap jaga kesehatan, dan jauhi kerumunan,” pungkasnya. (Ar)

Sesuai Norma, Satpol PP Provinsi Jatim Tak Miliki Kewenangan Lakukan Penertiban di Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sikap protes terhadap Satpol PP Provinsi Jatim yang melakukan penertiban di sejumlah cafe dan restoran di Kota Pahlawan tak hanya dilakukan oleh Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krisna.

Hal serupa juga dilakukan legislator Yos Sudarso lainnya. Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni menganggap sikap penegak perda Provinsi Jatim itu melampaui batas.

Maka dari itu agar tak terulang lagi politisi Partai Golkar ini berharap adanya koordinasi dalam upaya memutus sebaran Covid di wilayah Kota Surabaya karena Pergub Nomor 53 Tahun 2020 konsiderannya masih mencantumkan UU Pemda.

“Saya berharap kedepan, jika Satpol PP Jatim mau membantu tugas-tugas Satpol PP Kota Surabaya sebaiknya tetap berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya. Dalam UU Pemda sudah diatur mana kewenangan absolut, konkruen dan langsung,” kata Toni sapaan akab Arif Fathoni usai rapat dengar pendapat lewat daring dengan Kepala Satpol PP Provinsi Jatim, Kepala Satpol PP Surabaya, Kepala BPBD Linmas Kota Surabaya dan sejumlah pemilik cafe dan restoran, Senin (18/1).

Disamping itu, lanjut Toni, Pemprov Jatim mempunyai sarana komunikasi dengan Pemkot Surabaya, baik yang tertuang dalam Pergub maupun UU Pemda, sehingga tidak terjadi kekacauan norma hukum dalam bidang pemerintahan.

Sementara Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengaku Satpol PP Provinsi Jatim tak melakukan koordinasi saat melakukan penertiban di sejumlah cafe dan restoran.

Satpol PP Provinsi kata Eddy Jatim hanya mengirim surat permintaan bantuan personil penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

Namun hal itu tak bisa dituruti, sebab PPNS di Satpol PP Kota Surabaya hanya berjumlah 3 orang apalagi ketiganya sudah melakukan tugas rutin setiap hari bersama jajaran samping.

“Satpol Jatim buat surat, diterima tanggal 13 januari untuk bantuan personil PPNS. Satpol kita tidak bisa penuhi karena PPNS hanya 3 dan sudah digunakan untuk operasi giat dengan Polrestabes Surabaya dan Polres KP3 tiap malam mulai jam 19.00 hingga 23.00 wib,” pungkasnya. (Ar)

Sebelum Maret, Pagar Tiga Lapangan Pendukung GBT Bakal Terpasang



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kendati pelaksaan Piala Dunia U-20 yang seharusnya berlangsung pada tahun 2021 ditunda menjadi 2023 mendatang, namun pembangunan Gelora Bung Tomo (GBT) tak akan berhenti.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengebut pembangunan lapangan sepak bola yang berada di Surabaya Barat itu.

Selain membangun tiga lapangan latihan GBT, yakni blok A, B dan C serta fasilitas yang ada. Mulai dari tribun hingga toilet.

Pemkot juga berencana memasang pagar terhadap tiga lapangan tersebut sebelum memasuki bulan Maret 2021 mendatang.

“Kalau fasilitas utama sudah selesai. Termasuk pager untuk lapangan ini termasuk pendukung karena tidak masuk dalam pertandingan. Kita mulai lagi sebelum Maret karena saat ini masih ada pemeliharaan kontraktor selama tiga kurang lebih tiga bulan,” kata Kabid Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Pemkot Surabaya, Iman Krestian disela-sela mendapingi Plt Wali Kota berkunjung ke GBT, Senin (18/1)

Nah untuk ukuran lapangan latihan GBT itu, lanjut dia, masing-masing memiliki luas 60 x 120 meter persegi. 

Ia menyebut untuk pemasangan lampu di area itu sudah siap yakni dengan kecerahan 800 lux. 

Namun begitu Iman menegaskan untuk pemasangan lampu tidak boleh ada cahaya pantulan atau bayangan gelap. 

“Jadi harus kita setting berulang-ulang, sambil di coba,” pungkasnya. (Ar)

Selasa, 19 Januari 2021

Satpol PP Provinsi Jatim Obok-Obok Cafe di Surabaya, Komisi A Geram


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Penertiban terhadap cafe dan restoran saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya oleh Satpol PP Provinsi Jatim berbuntut panjang. 

Kali ini yang menyoal adalah Komisi A DPRD Surabaya. Komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini geram, pasalnya tindakan satpol PP Provinsi Jatim itu dianggap nyleneh sebab penertibannya tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah kota.

"Penertiban jangan dilakukan dengan pendekatan kekuasaan yang lebih tinggi tingkatannya. Harusnya melakukan komunikasi dengan pemerintah kota," tegas Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krisna usai rapat dengar pendapat lewat daring dengan Kepala Satpol PP Provinsi Jatim, Kepala Satpol PP Surabaya, Kepala BPBD Linmas Kota Surabaya dan sejumlah pemilik cafe dan restoran, Senin (18/1)

Kendati demikian Ayu tak menghalangi 'bringasnya' Satpol PP Provinsi Jatim melakukan penindakan, tetapi jangan seenaknya mengobok-obok 'rumah' orang lain tanpa berkoordinasi terlebih dahulu.

"Kita sepakat dengan penindakan di massa PPKM. Tapi jangan mentang-mentang punya kekuasaan yang levelnya lebih tinggi" tendasnya.

Tak hanya pihak penegak Perda Provinsi Jatim yang menjadi sorotan, namun Ayu juga menyayangkan sikap Satpol PP Kota Surabaya yang kurang responsif terhadap penegakan Perwali soal Covid-19 di massa PPKM. 

"Idealnya yang bertindak itu Satpol PP Kota Surabaya. Apalagi anggota mereka banyak yang perempuan yang lebih cocok menangani cafe dan restoran. Mereka lebih luwes," pungkasnya. (Ar)

Pembangunan Sesuai Target, Plt Wali Kota Surabaya Tinjau Tiga Lapangan Latihan GBT


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana bersama jajarannya meninjau Gelora Bung Tomo (GBT) untuk memantau progres pembangunan lapangan latihan atau lapangan pendukung yang hampir rampung itu. Tiga lapangan diantaranya yakni blok A, B dan C, Senin (18/1).

Tak hanya itu, Whisnu juga menyempatkan diri melihat berbagai fasilitas yang ada. Mulai dari tribun hingga toilet di lapangan pendukung.

“Selama ini kan sesuai dengan targetnya,” kata Whisnu disela-sela kunjungannya didampingi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) dan Dinas Kepemudaan Dan Olahraga (Dispora).

Ia menjelaskan, untuk tahap berikutnya yang akan dikerjakan adalah membangun lahan parkir tambahan di sebelah lapangan pendukung. 

Whisnu juga menegaskan untuk target penyelesaiannya disesuaikan dengan jadwal yang sudah ada. 

Mengingat pelaksanaan Piala Dunia U-20 yang seharusnya berlangsung pada tahun 2021 ditunda menjadi 2023 mendatang. 

“Kalau untuk targetnya sesuai dengan schedule,” urainya. 

Sedangkan untuk perawatan atau maintenance lanjut Whisnu juga disesuaikan dengan standar  Federation of International Football Association (FIFA). 

Oleh sebab itu, untuk biaya perawatan yang dinilai tidak sedikit itu akan didiskusikan. 

“Nah sekarang bagaimana merawat, karena perawatannya juga sesuai dengan standar FIFA yang tidak sedikit biayanya,” pungkasnya.(Ar)

Minggu, 17 Januari 2021

Vaksinasi di Surabaya Dimulai, Forpimda Beri Contoh Vaksin Aman dan Halal


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya akhirnya dimulai di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (15/1/2021). 

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya divaksin pertama kali. 

Hal ini untuk memberikan contoh dan menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan halal.

Dengan penuh semangat, sebanyak 16 orang penerima vaksin pertama di Surabaya itu hadir di Balai Kota Surabaya. 

Mereka adalah Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, istri Plt Wali Kota Surabaya Dini Syafariah Endah, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Surabaya, dan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya.

Kemudian, Ketua IDI Surabaya, Kepala Kemenag Kota Surabaya, Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr Soewandhie, Tim Penggerak PKK Tegalsari, Kepala Cabang Surabaya BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, dan Ketua PPNI Surabaya.

Proses vaksinasi itu dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap pertama atau di meja 1 proses registrasi, tahap kedua atau meja 2 proses skrining kesehatan, kemudian tahap ketiga atau meja 3 proses vaksinasi, khusus pria disuntik vaksin di panggung yang telah disediakan dan khusus perempuan disediakan tenda khusus yang tertutup. 

Lalu tahapan keempat atau meja 4 proses pencatatan dan diberikan kartu vaksinasi Covid-19, serta dilanjutkan dengan proses pemantauan.

Seusai disuntik vaksin, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengaku bersyukur karena pencananganan vaksinasi Covid-19 yang pertama kali di Surabaya ini berjalan lancar. 

Ia memastikan semua jajaran Forpimda dan tokoh masyarakat yang sudah didaftarkan hari ini, semuanya divaksin, dan berjalan dengan baik dan lancar.

“Bahkan, hasil observasi dalam 30 menit setelah divaksin juga aman. Makanya kita sampaikan kepada warga Kota Surabaya bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, tidak perlu khawatir dan takut apabila dapat bagian vaksin. Ini adalah upaya dan semangat kita bersama untuk terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Whisnu.

Ia juga mengaku tidak sakit sama sekali pada saat disuntik vaksin, apalagi jarumnya kecil, sehingga tidak ada masalah yang berarti baginya. 

Meskipun sudah divaksin, ia memastikan dirinya akan terus menerapkan 3 M, yaitu Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker. 

Ia juga meminta warga untuk terus disiplin menerapkan 3M meskipun sudah divaksin. 

“Jadi, itu harus terus didengungkan supaya kita bisa mengendalikan dan menuntaskan Covid-19 di Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pada tahap pertama kali ini, Pemkot Surabaya akan menerima vaksin Sinovac sebanyak 33.420 ribu vial. Ia memastikan, sebanyak 15 ribu vial vaksin itu sudah tiba di Surabaya, dan disimpan di cold room UPTD Gudang Farmasi, Jalan Rungkut Puskesmas No. 7 Surabaya. 

“Jadi, sebelum didistribusikan ke rumah sakit atau Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan), vaksin itu disimpan di cold room UPTD Gudang Farmasi, sehingga kondisinya aman,” tegas Feny-sapaan Febria Rachmanita.

Feny juga memastikan, untuk tahap awal ini, vaksinasi akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan SDM kesehatan non nakes yang bekerja di rumah sakit atau Fasyankes. 

Sekitar 33.023 orang sudah didaftarkan ke aplikasi vaksinasi Covid-19 (https://pedulilindungi.id/) milik pemerintah pusat.

“Jadi, setelah terdaftar ke aplikasi itu, calon penerima vaksin lalu melakukan registrasi ulang melalui sms blast yang dikirim oleh aplikasi. Pada saat registrasi ulang, ada pertanyaan komorbid apa yang dia punya, seperti hipertensi, diabetes, atau kanker. Kemudian dia akan mendapat balasan dari sistem bahwa saat ini anda mempunyai komorbid hipertensi, sehingga tidak dapat divaksin. Jadi seperti itu prosesnya," kata dia.

Meski begitu, apabila calon penerima vaksin dinyatakan lolos di tahap registrasi ulang, mereka selanjutnya dapat memilih jadwal maupun lokasi vaksinasi, baik itu di rumah sakit maupun puskesmas. 

Setelah ditentukan, selanjutnya data tersebut akan diteruskan oleh sistem ke puskesmas atau rumah sakit melalui aplikasi Primary Care (P-Care).

Selanjutnya, pada saat pelaksanaan vaksinasi, calon penerima vaksin harus mendatangi Fasyankes yang telah ditentukan dengan membawa nomor tiket elektronik (e-ticket) yang diterimanya. 

Di sana, petugas akan memverifikasi atau mencocokkan data calon penerima vaksin, apakah sudah sesuai dengan tanggal dan lokasi pelayanan vaksinasi, verifikasi ini menggunakan Aplikasi P-care.

"Pada saat datang, calon penerima vaksin harus menunjukkan SMS blast (e-ticket) itu dan selanjutnya bisa masuk ke meja 2. Dari meja 2 itu kemudian kita lakukan skrining lagi, baru kalau lolos bisa ke meja 3 atau dilakukan vaksin. Lalu menuju ke meja 4 untuk dilakukan pencatatan pelaporan," imbuhnya.

Feny memastikan, di Kota Surabaya ada sebanyak 1.950.000 masyarakat dengan umur 18-59 tahun yang bakal menjadi sasaran calon penerima vaksin. 

Sedangkan untuk tenaga vaksinator sendiri, saat ini di Surabaya berjumlah 839 orang.

"Kita kemarin menyiapkan 830, tapi kita ada cadangan 9 orang, jadi jumlah total ada 839 orang yang khusus menyuntik vaksin. Tapi total semuanya sekitar 2000-an, karena ada petugas di meja admin, meja penyuntikan atau meja ketiga, dan meja keempat,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang distribusi vaksin itu hingga ke tingkat rumah sakit atau Fasyankes. 

Nantinya, vaksin Sinovac itu akan dibawa menggunakan vaksin carrier. Box pembawa vaksin ini dapat digunakan untuk menyimpan vaksin dalam suhu dingin untuk sementara waktu, tepatnya ketika hendak dikirim ke rumah sakit atau Fasyankes. “Kami sudah menyiapkan 1.177 

vaksin carrier, insyallah cukup. Mari kita bersama-sama mensukseskan vaksinasi ini,” pungkasnya. (ADV)



Hadiri Pembukaan Drive Thru Swab PCR, Plt Wali Kota Surabaya Berharap Bisa Support Pemkot dalam Memperbanyak Testing


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menghadiri pembukaan layanan drive thru swab PCR/Antigen/antibodi di Kotakami komplek Jalan Mayjen Sungkono nomor 153, Surabaya, Minggu (17/1). 

Layanan drive thru tes itu dibuka oleh NeoClinic yang bekerjasama pula dengan Ralali.com.

Hadir dalam pembukaan itu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Chusnur Ismiati Hendro Gunawan, Ketua Dharma Wanita BPB Linmas dan Bakesbangpol Kota Surabaya Riza Sivania Irvan Widyanto, dan beberapa perusahaan yang mendukung pembukaan layanan tersebut. 

Pembukaan itu ditandai dengan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya layanan drive thru tes tersebut.

Pada kesempatan itu, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan layanan drive thru swab PCR/Antigen/Antibodi semacam ini sangat luar biasa. 

Bahkan, ia juga berharap banyak perusahaan-perusahaan swasta yang turut membuka tes-tes secamam ini. 

“Dari NeoClinic ini juga kita harapkan bisa mensupport apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya,” kata dia.

Selama ini, lanjut dia, Pemkot Surabaya terus memasifkan tracing dan testing. Bahkan, untuk tracing sendiri pemkot juga berkoodinasi dengan TNI-Polri, sehingga hasil tracingnya sangat masif. 

Sedangkan untuk testingnya, selama ini terus digenjot.

“Bahkan, sampai saat ini pemkot sudah melakukan tes swab PCR kepada 400 ribu orang. Namun, saat ini reagen kita sudah mulai berkurang, hanya tinggal 6 ribuan, makanya kemarin kita juga komunikasi dengan BNPB untuk meminta bantuan,” katanya.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa layanan drive thru swab PCR/Antigen/Antibodi semacam ini akan sangat membantu warga. 

Sebab, apabila hasil tracingnya ternyata diketahui berasal dari keluarga yang menengah ke atas, maka nanti ke depannya bisa juga diarahkan untuk swab mandiri, salah satunya di tempat ini. 

“Saya tadi juga sampaikan bahwa apabila di tempat ini ada jatah gratis, nanti kami bisa diinfo, supaya kami bisa arahkan bagi warga yang tidak mampu,” ujarnya.

Menurutnya, tracing dan testing itu sangat perlu dan penting untuk mengatasi pandemi ini. 

Sebab, jika sudah diketahui hasilnya, pasti bisa lebih mudah treatmentnya. 

“Kalau kita tahu lebih dini bahwa mereka terkonfirmasi positif, tidak sampai terasa sakit, maka mungkin bisa dikarantina dulu di HAH (Hotel Asrama Haji), sehingga tidak perlu masuk rumah sakit dulu. Jadi, bagaimana pun juga, kita harus bersama-sama melawan Covid-19 ini,” tegasnya.

Sementara itu, Co-Founder NeoClinic Margaret Srijaya mengatakan layanan drive thru tes ini menjadi salah satu solusi yang dibuat untuk meminimalisasi kontak fisik, dan ini dipercaya lebih nyaman karena dapat melakukan pengambilan sampel tanpa harus datang ke rumah sakit atau laboratorium. 

Sebab, peserta swab tes bisa menggunakan kendaraan pribadinya untuk melakukan tes swab.

“Jadi petugas kami yang akan menghampiri peserta tes di dalam mobil dan melakukan swab, sehingga peserta tidak perlu harus keluar atau turun dari kendaraannya. Kemudian untuk hasilnya, akan dikirimkan melalui surat elektronik atau email di hari yang sama atau maksimal H+1,” kata Margaret.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk dapat mendukung dan memenuhi jumlah permintaan swab test yang terus meningkat, maka NeoClinic juga bekerjasama dengan Ralali.com dalam membuka fasilitas drive thru test Covid-19 dan home service. Sedangkan waktu operasional pengujian dimulai dari pukul 08.00-15.00 WIB, setiap hari Senin-Sabtu. 

“Rencananya, kami akan membuka layanan semacam ini di 5 lokasi nanti,” pungkasnya. (Ar)

Sabtu, 16 Januari 2021

Ikut Salatkan Jenazah, Plt Wali Kota Whisnu Sebut Fadly Kebanggaan Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana takziah ke rumah duka almarhum Fadly Satrianto di Jalan Tanjung Pinang, Perak, Surabaya, Jumat (15/1). 

Tiba di rumah duka, Whisnu langsung menemui ayahanda korban bernama  Sumarzen Marzuki untuk menyampaikan berbela sungkawa secara langsung.

Setelah sekitar lima menit berbincang dengan orang tua korban, Whisnu bersama keluarga besar almarhum menuju Masjid Al Ikhlas yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. 

Saat itu, Whisnu bersama keluarga besar dan tetangga almarhum langsung menyolatkan almarhum sebelum dibawa ke pemakaman.

Seusai menyolatkan almarhum, Whisnu mengatakan proses pemakaman almarhum telah dibantu semaksimal mungkin oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sehingga tidak merepotkan pihak keluarga. Plt Wali Kota Surabaya itu pun memastikan akan membantu apapun yang dibutuhkan keluarga korban.

Bahkan, ia menyebut almarhum merupakan  kebanggaan warga Surabaya yang telah sukses menjadi kopilot maskapai penerbangan. 

"Sudah saya siapkan di Kompleks Pemakaman Keputih. Apa yang bisa kita bantu pasti kita lakukan, karena almarhum ini merupakan salah satu warga yang menjadi kebanggaan Surabaya," ungkap Whisnu.

Di kesempatan yang sama, ia meminta agar anak-anak Kota Pahlawan tidak patah semangat  dalam menggapai mimpinya, terutama yang ingin menjadi seorang pilot. 

Terlebih lagi, Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai beasiswa bagi mereka yang ingin mewujudkan mimpinya menjadi seorang pilot.

"Makanya kemarin saya dan Bu Risma sudah membuka bagi anak-anak yang ingin sekolah penerbangan bagi pelajar kita biayai," urainya.

Ia berharap semoga ke depan, Surabaya semakin banyak lagi mencetak anak muda yang dapat membuat harum nama Kota Surabaya. 

"Semoga arek-arek Surabaya semakin terpacu lagi ke depannya," papar dia.

Sementara itu, orang tua almarhum, Sumarzen Marzuki, mengatakan meski anaknya menjadi korban kecelakaan pesawat, namun dari lubuk hati yang paling dalam, almarhum adalah kebanggaan keluarga yang telah gugur dalam tugas. 

Ia mengaku banyak ucapan bela sungkawa yang datang dari berabgai pihak, itu berarti sosok Fadly ini adalah pria yang baik.

Selain itu, Fadly yang gugur dalam tugas tersebut diharapkan Sumarzen sebagai seseorang yang mati syahid. 

"Tolong maafkan kalau anak saya ada salah-salah. Mari kita doakan agar ananda Fadly diterima di sisi-Nya," pungkasnya. (Ar)

Jumat, 15 Januari 2021

Berangkat Vaksinasi Covid-19, Ketua DPRD Surabaya Berbekal Sarapan Nagasari


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima suntikan vaksin Covid-19 bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Surabaya dan beberapa perwakilan warga di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (15/1).

Saat disuntik, Adi tampak mengepalkan tangan ke atas. Raut wajahnya tersenyum, meski tertutup masker. Proses penyuntikan berlangsung singkat, tak sampai semenit. 

Ditanya tentang persiapan mengikuti vaksinasi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu menyebut tak ada hal khusus. Hanya saja, dia memang beristirahat lebih awal.

”Semalam istirahat pukul 22.00 WIB. Beberapa agenda organisasi saya ajukan, semalam rapat dengan para advokat dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Surabaya untuk menghadapi gugatan di MK terkait Pilkada sampai pukul 21.30 WIB. Ya setelah itu saya pulang, membersihkan diri, dan istirahat sekitar pukul 22.00 WIB,” cerita Adi, Jum'at (15/1).

Beristirahat sekitar delapan jam, Adi bangun pagi lalu olahraga kecil di depan rumah. 

”Saya hanya minum air putih hangat, jus buah naga, dan jajan pasar yaitu nagasari dan lemper. Setelah itu membersihkan diri, doa bersama anak dan istri, dan berangkat. Saya sampai di Balai Kota sekitar pukul 08.40 WIB,” ujarnya.

Begitu sampai di Balai Kota Surabaya, Adi pun mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

”Kemarin saya juga mempelajari semua prosedur vaksinasi, agar kami yang kebetulan diamanahi sebagai pejabat publik ini bisa memberi contoh ketaatan pada mekanisme atau SOP. Saya download dari situs Covid19.go.id, saya baca lewat ponsel, terkait keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19,” paparnya. 

”Dari aturan itu saya tahu mekanisme yang harus saya lalui sebagai penerima vaksin. Saya harap semua warga juga ikut membacanya, juga tentu membaca berbagai edukasi tentang vaksin. Vaksinasi ini kerja gotong royong bersama, butuh partisipasi semua pihak,” imbuhnya.

Di Balai Kota, Adi pun mengikuti mekanisme di sejumlah meja. Dimulai dengan pendaftaran dan verifikasi data. 

”Saya menunjukkan e-KTP, verifikasi data pribadi,” ujarnya. 

”Kemudian kita mengikuti anamnesa yang dilakukan petugas, dicek kondisi kesehatan kita, diukur tekanan darah, ya pemeriksaan fisik sederhana. Setelah itu, baru kita divaksin. Setelah divaksin, dilakukan pencatatan,” tambahnya.

Ketika tekanan darah Adi Sutarwijono tidak memenuhi syarat, dia dipersilahkan istirahat sementara. Menunggu 20 menit. 

“Kemudian saya, dicek lagi tekanan darah, dan dinyatakan bisa divaksin. Puji syukur, saya bisa divaksin. Seluruh pimpinan Kota Surabaya memberikan teladan. Tidak takut divaksin. Karena vaksin melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat,” kata Adi. 

Seusai divaksin, Adi menunggu 30 menit untuk melihat reaksi pasca-vaksinasi. ”Dicek dulu apakah ada KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Saya bersyukur, tidak ada reaksi apapun. Ini bukti bahwa vaksin aman dan halal. Jadi jangan takut,” pungkasnya. (Ar)

Ini Kata Plt Wali Kota Surabaya Usai Observasi Setengah Jam Pasca Disuntik Vaksin Sinovac


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kendati mengalami tekanan darah tak stabil sehingga harus beristirahat sejenak, namun Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengaku bersyukur karena vaksinasi Covid-19 yang pertama kali di Surabaya ini berjalan lancar. 

Sebab dalam vaksinasi Covid-19 yang pertama kali di Surabaya ini semua jajaran Forpimda dan tokoh masyarakat yang sudah didaftarkan hari ini telah divaksin, dan berjalan dengan baik dan lancar.

“Bahkan, hasil observasi dalam 30 menit setelah divaksin juga aman. Makanya kita sampaikan kepada warga Kota Surabaya bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, tidak perlu khawatir dan takut apabila dapat bagian vaksin. Ini adalah upaya dan semangat kita bersama untuk terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Whisnu, usai di vaksin sinovac di Balai Kota Surabaya, Jum'at (15/1).

Ia juga mengaku tidak sakit sama sekali pada saat disuntik vaksin, apalagi jarumnya kecil, sehingga tidak ada masalah yang berarti baginya. 

Meskipun sudah divaksin, ia memastikan dirinya akan terus menerapkan 3 M, yaitu Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker. 

Ia juga meminta warga untuk terus disiplin menerapkan 3M meskipun sudah divaksin. 

“Jadi, itu harus terus didengungkan supaya kita bisa mengendalikan dan menuntaskan Covid-19 di Surabaya,” ujarnya.

Plt Wali Kota Surabaya ini juga memastikan setelah vaksinasi pertama dilakukan di Balai Kota Surabaya, kemudian sasaran selanjutnya adalah nakes serta tenaga penunjang non nakes yang bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). 

"Nanti baru tanggal 16 - 17 Januari 2021, baru kita arahkan. Memang dari pusat diarahkan pada gelombang pertama ada tokoh-tokoh yang divaksin lebih dulu," tuturnya.

Whisnu menyebut, ada sebanyak 109 Fasyankes yang telah disiapkan untuk mendukung kegiatan vaksinasi di Surabaya. Terdiri dari 63 puskesmas dan 46 rumah sakit yang tersebar di beberapa wilayah Kota Pahlawan. 

Bahkan untuk mendukung lancarnya kegiatan vaksinasi ini, Fasyankes sudah melakukan simulasi.

"Khusus untuk gelombang pertama ini, kita dapat jatah 33.420 vial vaksin. Kita targetkan tiga minggu selesai, karena hitungan kita di awal, itu setiap Minggu bisa selesai sekitar 10 ribuan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono seusai divaksin memastikan seluruh pimpinan Kota Surabaya memberikan teladan. 

Tidak ada yang takut divaksin. “Karena vaksin melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat,” kata Adi.

Seusai divaksin, Adi menunggu 30 menit untuk melihat reaksi pasca-vaksinasi. 

”Dicek dulu apakah ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Saya bersyukur, tidak ada reaksi apapun. Ini bukti bahwa vaksin aman dan halal. Jadi jangan takut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Pemkot Surabaya menggelar Vaksinasi Covid-19 di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (15/1). 

Adapun yang disuntik pertama kali yakni Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana disuntik pertama kali dan disusul oleh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya juga disuntik vaksin Sinovac yang dipastikan aman dan halal. Total ada 16 orang yang disuntik vaksin.

Adapun 16 orang itu adalah Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, istri Plt Wali Kota Surabaya Dini Syafariah Endah, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Surabaya, dan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya.

Kemudian, Ketua IDI Surabaya, Kepala Kemenag Kota Surabaya, Kepala Bidang Keperawatan RSUd dr Soewandhie, Tim Penggerak PKK Tegalsari, Kepala Cabang Surabaya BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, dan Ketua PPNI Surabaya. (Ar)

Tekanan Darah Tak Normal, Plt Wali Kota dan Ketua DPRD Surabaya Terpaksa Harus Mengulang Agar Dapat Divaksin


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Surabaya ternyata tak berjalan mulus sesuai urutan.

Pasalnya pada meja kedua untuk tahapan skrining atau pemeriksaan kesehatan, Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono dinyatakan tak memenuhi syarat untuk di vaksin.

Ini lantaran tekanan darah kedua pejabat tersebut dinyatakan oleh dokter tak wajar.

"Karena tensi darah saya tak memenuhi syarat," Kata Adi Sutarwijono, Jum'at (15/1).

Namun ketika ditanya berapa tensi darahnya, Adi enggan menyebutkan.

"Karena diatas ambang normal, berapanya saya dan Tuhan yang tau," jelasnya.

Menurut Adi, agar dapat di vaksin, pihak dokter menyarankan agar istirahat sejenak.

"Saya dianjurkan untuk istirahat sebentar kemudian ditensi lagi," paparnya.

Sementara Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengaku tekanan darahnya meninggi usai mengkonsumsi kopi sebelum melakukan vaksinsi.

"Tensinya agak tinggi, Dari pagi ngopi dulu," ungkapnya.

Ia juga menyatakan saat disuntik vaksinasi Covid-19 tak merasakan kesakitan sama sekali.

"Jarumnya kecil kok. Mosok grogi, awak r gede ngene," pungkasnya.

Seperti diketahui Pemkot Surabaya menggelar pencanangan vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Surabaya, Jum'at (15/1).

Dari 12 orang yang direncanakan melakukan vaksinasi Covid-19, namun pada hari 'H' mengalami penambahan 4 orang. Sehingga total menjadi 16 orang.

Sebanyak 16 orang telah siap untuk di vaksin tersebut merupakan jajaran dari  Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya.

Ke 16 orang tersebut diantaranya Plt Wali Kota Surabaya beserta istri, Ketua DPRD Surabaya, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Tanjung Perak, Kajari Surabaya, Kajari Tanjung Perak.

Ada juga Ketua IDI Kota Surabaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Kepala Kanwil BPJS, Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr. M. Soewandhi, Ketua PPNI Kota Surabaya, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Tim Penggerak PKK dan Ketua PN Surabaya. (Ar)

Jajaran Forpimda Surabaya Lakukan Vaksinasi Covid-19 di Halaman Balai Kota Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akhirnya menggelar pencanangan vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Surabaya, Jum'at (15/1).

Dari 12 orang yang direncanakan melakukan vaksinasi Covid-19, namun pada hari 'H' mengalami penambahan 4 orang. Sehingga total menjadi 16 orang.

Sebanyak 16 orang telah siap untuk di vaksin tersebut merupakan jajaran dari  Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya.

Ke 16 orang tersebut diantaranya Plt Wali Kota Surabaya beserta istri, Ketua DPRD Surabaya, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Tanjung Perak, Kajari Surabaya, Kajari Tanjung Perak.

Ada juga Ketua IDI Kota Surabaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Kepala Kanwil BPJS, Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr. M. Soewandhi, Ketua PPNI Kota Surabaya, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Tim Penggerak PKK dan Ketua PN Surabaya

Usai mendengarkan sambutan mulai dari Sekda Prop Jatim, Plt Wali Kota Surabaya lalu Kapolrestabes Surabaya hingga Danrem 084/Bhaskara Jaya.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 mulai digelar, dimulai dari Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana memasuki meja pertama.

Dalam tahap proses pendaftaran ini terlihat Whisnu menunjukkan sms blast yang telah diterimanya dari pusat.

Setelah itu Whisnu beranjak ke meja dua untuk melakukan tahapan skrining atau pemeriksaan kesehatan. Sedangkan di meja satu diisi oleh istrinya, Dini Syafariah Endah.

Tahapan demi tahapan ini berakhir hingga menjelang sholat Jum'at yang ditutup oleh Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Mahfudz.

Usai melakukan vaksinasi Covid-19, ke 16 jajaran Forpimda Kota Surabaya melakukan foto bersama. (Ar)

Kamis, 14 Januari 2021

Jelang Vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya, Begini Kesiapan Puskesmas Ketabang


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Berbagai persiapan vaksinasi Covid-19 telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga di tingkat Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Bahkan, sebelum pelaksanaan, puluhan puskesmas yang tersebar di Kota Pahlawan sudah melakukan simulasi. Salah satunya ialah Puskesmas Ketabang.

Persiapan itu mulai dari pendataan para tenaga kesehatan (nakes) hingga persiapan peralatan. 

“Untuk jumlahnya ada 39 orang. Mereka semua telah melakukan pendaftaran (ulang) dan sudah pula melakukan verifikasi,” kata Kepala Puskesmas Ketabang Surabaya, Joyce Hestia Nugrahanti ditemui di Puskesmas Ketabang, Kamis (14/1).

Ia menjelaskan, untuk saat ini vaksin masih disimpan di UPTD Gudang Farmasi, Jalan Rungkut Puskesmas No. 7 Surabaya. 

Rencananya, vaksin akan diambil secara bertahap menggunakan vaksin carrier sesuai dengan data sasaran saat H-1 pelaksanaan. 

Selanjutnya vaksin disimpan di cold chain yang ada di puskesmas untuk menjaga suhu vaksin di kondisi ideal agar kualitasnya tetap terjaga.

“Hari ini semua (vaksin) masih di Gudang Farmasi. Setelah acara simbolis (pencanangan vaksin) di Balai Kota, selanjutnya diikuti oleh semua puskesmas,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, Hestia mengungkapkan, para nakes yang menerima vaksin itu dilakukan secara tidak serentak. 

Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar tidak mengganggu pelayanan puskesmas kepada masyarakat. 

Sehingga saat pelaksanaan vaksinasi pelayanan di puskesmas tetap berjalan seperti biasa.

“Kegiatan pelayanan tetap berjalan. Entah itu tracing maupun swab. Karena jadwalnya di Puskesmas Ketabang ini, Senin - Kamis pukul 09.00 - 11. 00 WIB. Untuk Jum'at - Sabtu pukul 08.00 - 10.00 WIB,” paparnya.

Namun demikian, Hestia menyebut, nakes yang telah menerima sms blast dari pusat bukan berarti dia dipastikan dapat mengikuti vaksinasi Covid-19. 

Sebab, calon penerima vaksin masih harus melewati beberapa tahapan saat hari H pelaksanaan. 

Pertama, mereka harus melakukan registrasi dan verifikasi di meja satu. Selanjutnya, sasaran diarahkan ke meja dua untuk tahapan skrining atau pemeriksaan kesehatan. 

"Jika tahapan skrining lolos, sasaran kemudian menuju ke meja ketiga untuk proses penyuntikan vaksin,” terang dia.

Seusai proses vaksinasi di meja tiga, penerima vaksin kemudian menuju ke meja empat. 

Di sana, penerima vaksin dilakukan pencatatan. Di meja ini pula petugas akan mempersilahkan sasaran untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Hestia mengungkapkan, dalam hitungan 30 menit itu, petugas akan memantau apakah penerima vaksin merasakan efek samping atau tidak. 

“Jika sudah tidak ada keluhan atau kendala maka penerima vaksin dapat dipersilahkan pulang dan menerima lembar bukti bahwa sudah melakukan vaksinasi Covid-19,” pungkasnya. (Ar)

Usai Forpimda Surabaya Divaksin Covid-19, Selanjutnya Giliran Nakes


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kegiatan pencanangan vaksin Covid-19 tak hanya diikuti oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya.

Namun untuk sasaran selanjutnya adalah para tenaga kesehatan (nakes) serta tenaga penunjang non nakes yang bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). 

"Nanti baru tanggal 16 - 17 Januari 2021, baru kita arahkan. Memang dari pusat diarahkan pada gelombang pertama ada tokoh-tokoh yang divaksin lebih dulu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Jum'at (14/1).

Whisnu menyebut, ada sebanyak 109 Fasyankes yang telah disiapkan untuk mendukung kegiatan vaksinasi di Surabaya. 

Terdiri dari 63 puskesmas dan 46 rumah sakit yang tersebar di beberapa wilayah Kota Pahlawan. 

Bahkan sebelumnya, Fasyankes sudah melakukan simulasi vaksinasi.

"Sejauh ini sudah siap semua. Dari gelombang pertama ini kita dapat jatah 33.420 (vial vaksin). Kita targetkan tiga minggu selesai, karena hitungan kita di awal itu setiap Minggu bisa selesai sekitar 10 ribuan," pungkasnya. (Ar)

Begini Tahapan Vaksinitasi Covid-19 Menurut Plt Wali Kota Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menegaskan bagi calon penerima vaksin yang telah mendapat sms blast dari pemerintah pusat masih harus melalui beberapa tahapan lagi sebelum dapat menerima vaksin. 

Mereka harus melalui beberapa meja yang telah disiapkan petugas saat hari pelaksanaan. Mulai dari meja pertama hingga keempat.

Pada meja pertama, calon penerima vaksin melalui tahap proses pendaftaran dengan menunjukkan sms blast yang telah diterimanya dari pusat. 

Apabila sudah menunjukkan sms blast, peserta bisa menuju ke tahapan skrining atau pemeriksaan kesehatan di meja 2.

"Karena ada aturan beberapa penyakit yang tidak boleh ikut vaksin. Contohnya seperti memiliki diabetes, hipertensi, riwayat jantung, kanker ataupun ISPA. Makanya nanti ada skrining di meja 2, kalau sudah lolos skrining, baru masuk ke meja 3 untuk penyuntikan vaksin," kata Whisnu, Jum'at (14/1).

Nah, pada meja 3, lanjut Whisnu, Pemkot Surabaya telah menyiapkan bilik khusus untuk penyuntikan vaksin. 

Bilik ini terbagi antara perempuan dan laki-laki. Apabila usai dilakukan penyuntikan vaksin, peserta kemudian diarahkan menuju meja 4 untuk pendataan atau observasi. 

"Insya allah besok saya dijadwalkan yang pertama dan diikuti Forkopimda. (Calon penerima vaksin) yang sudah fix ada 12 orang," jelasnya.

Sejauh ini, Whisnu menyatakan, bahwa seluruh persiapan untuk kegiatan pencanangan vaksinasi telah siap dilaksanakan. 

Bahkan, ketika waktu pelaksanaan, pihaknya juga menyiapkan mobil ambulance untuk mengantisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang tak diinginkan.

"Ada dua ambulance yang kita siapkan beserta peralatan, intinya semua persiapan sudah matang. Maupun ada kejadian KIPI nanti di meja 4 kita berikan sosialisasi, ke mana ke mana jalurnya sehingga bisa segera tertangani," pungkasnya. (Ar(

Besok, Forpimda Surabaya Awali Vaksinasi Covid-19 di Halaman Balai Kota Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menggelar pencanangan vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Surabaya, Jum'at (15/1).

Rencananya, vaksinasi yang dimulai pukul 08.30 WIB itu, akan diikuti jajaran dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya.

Jajaran Forpimda itu diantaranya Plt Wali Kota Surabaya, Komandan Resor Militer 084/Bhaskara Jaya, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Ada juga Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Kepala Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Kepala Kancab BPJS Surabaya, Deputi Direksi BPJS Kanwil Jatim, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua IDI Surabaya, Direktur RSUD dr. Moh Sowandhie, dan Ketua Tim Penggerak PKK.

Maka dari itu, Pemkot Surabaya tengah menyiapkan keperluan untuk giat vaksinasi tersebut mulai dari peralatan, meja dan kursi, hingga bilik untuk tempat penyuntikan vaksin.

"Sudah kita siapkan di Balai Kota Surabaya, kita beri tenda, ada 4 meja. Besok kita mulai Insya Allah pukul 08.30 WIB dari jajaran Forkopimda. Dari 16 nama yang kita sampaikan itu masih ada 4 yang belum terkonfirmasi apakah bisa dapat vaksin atau tidak," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Jum'at (14/1).

Whisnu sendiri mengakui sudah menerima sms blast (pemberitahuan) dari pemerintah pusat.

Artinya, ia dinyatakan lolos pada tahap pendaftaran ulang dan diperbolehkan untuk mengikuti tahapan vaksinasi selanjutnya.

"Kalau saya sendiri dari pagi sudah dapat sms blast. Jadi sudah bisa divaksin tanggal 15 Januari besok," ungkapnya.

Dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 ini, pihaknya menyiapkan 9 tenaga kesehatan (nakes).

Mereka terdiri dari para dokter dari RSUD Dr Soewadhie dan Puskesmas.

"Kita siapkan dan ada 9 tenaga medis, dokter dari RSUD Dr Soewandhie dan Puskesmas," pungkasnya. (Ar)