Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya, Fokus Penguatan Layanan Kegawatdaruratan 112 dan TGC dalam Satu Data
Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan forum koordinasi digelar bertujuan untuk memperkuat sinergi antar rumah sakit sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Surabaya.
Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya yang diikuti perwakilan 69 rumah sakit di Graha Sawunggaling, Balai Kota Surabaya.
“Kolaborasi diperlukan untuk mengoptimalkan sistem rujukan, meningkatkan keselamatan pasien, serta menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan kesehatan secara bersama-sama,” kata dr. Billy, Sabtu 4 Juli 2026.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan layanan kegawatdaruratan melalui Command Center 112 dan TGC.
Berdasarkan evaluasi Dinkes Surabaya, laporan kesehatan menjadi panggilan terbanyak yang masuk ke layanan 112, mencapai sekitar 37 ribu kasus trauma per tahun, belum termasuk kasus kedaruratan non-trauma lainnya.
“Dengan jumlah kasus sebesar itu, layanan kegawatdaruratan tidak mungkin hanya ditangani tiga rumah sakit milik Pemkot Surabaya. Karena itu, keterlibatan seluruh rumah sakit menjadi sangat penting agar layanan bisa berjalan lebih cepat dan merata,” terangnya.
Ia menambahkan, sistem Satu Data Kesehatan Surabaya saat ini telah diterapkan di tiga rumah sakit milik Pemkot Surabaya, yakni RSUD dr. Soewandhie, RS Bhakti Dharma Husada (BDH), dan RSUD Eka Candrarini.
Ke depan, sistem tersebut akan diperluas dan diintegrasikan dengan seluruh rumah sakit di Surabaya.
Dari total 69 rumah sakit yang beroperasi, sebanyak 68 merupakan rumah sakit darat dan satu lainnya adalah rumah sakit terapung.
“Melalui sistem ini, petugas dapat mengetahui kapasitas dan ketersediaan layanan rumah sakit secara real time sehingga proses rujukan menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar