Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Ayo Kita Guncang Dunia dengan Prestasi Arek-arek Suroboyo

Wali Kota Surabaya Rismaharini saat melaunching Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) mengajak semua pihak untuk mendukung arek-arek Suroboyo agar mampu berprestasi.

Eri Cahyadi Genggam Erat Pusara Bung Karno

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya berharap Eri Cahyadi dapat menyerap spirit Bung Karno, sehingga saat menjadi wali kota Surabaya mempraktikkan semangat kerakyatan membela wong cilik.

Relawan Ingin Eri-Armudji Menang Secara Elegan

Relawan Gus Eri Cahyadi berusaha memenangkan Eri Cahyadi sebagai wali kota Surabaya sangat rapi. Dalam artian tidak asal menang, tapi menang dengan akhlak yang baik dan cara yang santun.

BPJS Warga Bergaji di Bawah Rp 10 Juta, Akan Ditanggung Pemkot

Solusi Eri Cahyadi terhadap gaji pas-pasan untuk bayar BPJS, maka semua warga yang bergaji di bawah Rp 10 juta otomatis BPJS-nya akan dibayarkan Pemkot Surabaya.

Lagi, JPN Kejari Surabaya Selamatkan Aset Pemkot Rp 121 Miliar

Menurut walikota Surabaya, Risma, Kejaksaan sudah membantu banyak sekali. Jika dihitung selama masa jabatannya, aset yang berhasil diselamatkan bahkan mencapai triliunan rupiah.

Selasa, 01 Desember 2020

Surat Risma Ajak Warga Surabaya Pilih Nomer Satu



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pasangan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji semakin optimistis akan meraih kemenangan pada Pilkada 9 Desember 2020. Setelah unggul berbagai survei, kali ini dukungan diberikan Tri Rismaharini selaku Ketua DPP PDI Perjuangan, yang mengajak warga Surabaya berbondong-bondong ke TPS-TPS dan mencoblos Eri-Cahyadi nomor 1.

Dukungan Bu Risma itu dinyatakan dalam surat kepada warga Surabaya yang mulai diantar ke rumah-rumah penduduk, Selasa (1/12/2020).

“Surat dari Bu Risma dikirimkan ke warga Surabaya, yang mengajak kita semua menjemput kemenangan. Menjemput masa depan bersama yang lebih baik, di tangan Eri Cahyadi-Armudji, paslon yang teruji, memiliki kompetensi dan amanah. Bu Risma mengajak masyarakat datang ke TPS-TPS, dan tidak golput!,” ujar Achmad Hidayat, Juru Bicara Tim Pemenangan Eri-Armudji, Selasa (1/12/2020).

Achmad mengatakan, surat tersebut sejatinya ditulis Risma dari permintaan warga. 

“Saking cintanya kepada Bu Risma, warga ingin mendapat kenang-kenangan berupa surat, ajakan menyukseskan Pilkada melalui surat dari Bu Risma. Akhirnya beliau menulis surat tersebut,” jelas Achmad.

Dalam suratnya, Risma mengajak warga untuk menjadikan 9 Desember 2020 sebagai momentum untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan di Kota Pahlawan.

“Hari Rabu, 9 Desember 2020, adalah hari yang sangat menentukan arah pembangunan Surabaya, dan masa depan anak-anak kita semua. Mari kita pilih Calon Wali Kota Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji.

Pasangan nomor 1 ini memiliki kompetensi, amanah, dan telah teruji sebagai birokrat dan sebagai anggota DPRD Surabaya,” demikian tulis Risma di suratnya.

“Eri-Armudji akan meneruskan

pembangunan Surabaya yang lebih baik lagi. Pembangunan yang membuka kesempatan bekerja, berkeadilan, dan menyejahterakan rakyat,” imbuh Risma.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu juga mengajak warga agar jangan golput.

“Ayo datang ke TPS-TPS. Pilih Eri - Armudji Nomor 1. Jangan Golput. Marilah kita lanjutkan kebersamaan selama 10 tahun ini, supaya pembangunan Surabaya lebih baik lagi, jangan menjadi sebaliknya,” tulis Risma.

Risma meyakinkan warga bahwa TPS (tempat pemungutan suara) sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik di tengah pandemi Covid-19.

“Insya Allah TPS sudah menerapkan protokol kesehatan, sehingga seluruh warga Surabaya dapat menyalurkan hak pilih dengan aman,” tulis Risma. (Ar)

Tak Patuh Keputusan DPP, PDIP Surabaya Usulkan Anugerah Ariyadi Dipecat



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengambil langkah tegas kepada para kader yang tak patuh terhadap keputusan DPP PDI Perjuangan, yang mengusung Eri Cahyadi dan Armudji dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwali) Surabaya 2020.

Setelah sebelumnya DPP PDI Perjuangan memecat kader senior Mat Mochtar, kali ini giliran Anugerah Ariyadi yang diusulkan DPC PDI Perjuangan Surabaya ke DPP untuk dipecat. 

Seperti Mat Mochtar, Anugerah Ariyadi juga memilih mendukung lawan Eri Cahyadi-Armudji yakni Machfud Arifin-Mujiaman.

“Sekarang surat usulan memecat Anugerah Ariyadi sedang DPC PDI Perjuangan Surabaya proses. Kami mengusulkan pemecatan ini bukan tanpa alasan kuat. Tapi sudah melalui berbagai pertimbangan,” ujar Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan Surabaya, H Sjukur Amaludin, saat dikonfirmasi, Selasa (1/12/2020).

Menurut Sjukur, apa yang dilakukan Anugerah termasuk pelanggaran berat di PDI Perjuangan. 

Sebab tidak patuh terhadap keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. 

Apalagi, dia juga telah membuat dan menyebarkan video dan suara yang isinya lebih memilih Machfud Arifin-Mujiaman.

Tak hanya itu, lanjut Sjukur, Anugerah juga telah terlibat aktif dalam kampanye untuk paslon nomor 2 dan mengajak untuk memilih paslon 2. 

“Kami juga dengar soal rencana Anugerah ingin keluar dari PDI Perjuangan dan bergabung kepada salah satu partai pengusung Machfud Arifin. Mungkin kalau tidak salah Anugerah gabung Partai Demokrat atau PKS,” tutur Sjukur.

Dengan banyaknya pelanggaran yang telah dilakukan Anugerah itu, kata Sjukur, DPC PDI Perjuangan mengusulkan ke DPP PDI Perjuangan agar Anguerah dipecat dari kader PDI Perjuangan. 

“Suratnya sedang kami proses dan akan segera kami kirim ke DPP,” pungkasnya. (Ar)