Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Dukung Kebijakan Pemerintah Pusat, Pemkot Surabaya Awasi Pembelian LPG 3 Kg

Agar pengguna LPG 3 Kg tepat sasaran seperti kebijakan yang dilakukan Pemerintah Pusat, maka mulai 1 Juni 2024 pembelian LPG 3 kilogram atau gas melon di Surabaya harus dilakukan dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk

Wali Kota Eri Segera Resmikan Kota Lama Surabaya, Berbarengan dengan Green Force Run

Peresmian Kota Lama Surabaya dilakukan bersamaan dengan Green Force Run, sekaligus untuk mengenalkan kawasan Kota Lama Surabaya kepada para peserta.

Peluang Investasi untuk Pengembangan Eks THR-TRS

Pemkot Surabaya menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mempromosikan proyek peluang investasi di Kota Pahlawan. Diantaranya di kompleks eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

KPU Surabaya Kenalkan "Si Mbois" Sebagai Maskot Pilkada 2024

Si Mboys akronim dari 'Siap Memilih dan Berdemokrasi Untuk Surabaya' diperkenalkan sebagai maskot untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Maskot tersebut dinilai mampu merepresentasikan makna Kota Surabaya.

Pemkot Surabaya Komitmen Amankan Aset yang Dikuasai Pihak Ketiga

Berbagai upaya strategis terus dilakukan Pemkot Surabaya untuk memastikan aset daerah dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan warga dan pemerintah.

Rabu, 19 Juni 2024

Pemkot Surabaya Sebut Pengadaan Kendaraan Listrik Sesuai Inpres No. 7 tahun 2022


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut pengadaan mobil listrik sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 7 tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dalam Inpres tersebut, lanjut Syamsul, pengadaan mobil tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara, yakni pembelian, sewa, dan konversi.

“Nah, yang sudah dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya saat ini yaitu meliputi konversi. Konversi itu, sementara ini sepeda motor, jadi beberapa sepeda motor kita yang lama itu dikonversi menjadi sepeda motor listrik,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa dan Administrasi Pembangunan, Syamsul Hariadi, Rabu (19/6).

Dalam waktu dekat, Syamsul menjelaskan, pemkot akan melakukan pengadaan kendaraan bermotor listrik dengan sistem sewa. 

Akan tetapi, saat ini pemkot masih melakukan survey harga sewa kendaraan bermotor listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan dinas operasional.

“Ini masih kita jajaki harganya dahulu. Termasuk kita koordinasikan juga untuk kelengkapannya, seperti tempat charger-nya, karena di kantor-kantor juga harus tersedia. Paling tidak, nanti akan kami minta untuk menyediakan di beberapa titik vendor sewanya ini, kalau nanti jadi sewa, tapi kita jajaki dulu harganya,” jelas Syamsul.

Dirinya menyampaikan, biaya sewa kendaraan bermotor listrik bisa lebih murah dari harga sewa kendaraan konvensional. 

“Kalau Innova kan harganya sekitar Rp15 - Rp16 juta per bulan. Nah ini (kendaraan listrik) harusnya bisa di bawah itu, kita nego. Karena persewaan mobil listrik belum pernah ada, kemarin (vendor) belum bisa menentukan harganya, maka dari itu masih dikaji dulu,” sampainya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya ini menyebutkan, pengadaan kendaraan bermotor listrik itu nantinya akan dilakukan sesuai dengan peraturan Inpres No. 7 tahun 2022. 

Yakni menggunakan cara lelang atau katalog lokal. 

Sejauh ini, ia masih belum bisa menjelaskan secara detail jenis dan merk kendaraan listrik apa yang akan digunakan sebagai kendaraan dinas operasional Pemkot Surabaya ke depannya.

“Yang murah, mungkin sekelas Avanza. Nanti kan kami juga test drive dahulu ya, kalau sudah ada gambaran harga kita test drive, biar nggak gelo (kecewa) lah nanti ketika memakainya,” pungkasnya. 

Sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera melakukan konversi kendaraan dinas operasional Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

Konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik nantinya akan dilakukan dengan cara sistem sewa.

Wali Kota Eri mengatakan, biaya sistem sewa kendaraan akan lebih murah ketimbang harus membeli kendaraan baru. 

“Kalau kita itu punya, beli mobil terus kita lakukan perawatan sendiri, itu lebih mahal. Makanya kita kemarin menyampaikan, wis didol kabeh ae (dijual saja semua) kita lakukan sewa mobil,” kata Wali Kota Eri, Selasa (18/6).

Setelah dilakukan penghitungan secara rinci, Wali Kota Eri mengungkapkan, pengadaan kendaraan dengan sistem sewa jauh lebih murah. 

Apalagi, lanjut dia, jika ternyata nanti ada yang menyewakan kendaraan bermotor listrik dengan harga murah, maka ia memutuskan akan menggunakan kendaraan listrik.

“Nah, ini saya masih melihat (harga) sewanya berapa. Itu kalau nanti insyaallah lebih murah atau sama, saya akan pakai mobil listrik nanti. Jadi mobil dinas kita ganti semuanya,” ungkap Wali Kota Eri.

Rencananya, kendaraan dinas operasional yang akan diganti adalah yang digunakan oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. 

Bahkan, ia mengaku, juga akan menggunakan kendaraan bermotor listrik untuk kebutuhan perjalanan dinasnya.

Dirinya menjelaskan, total kendaraan dinas yang akan diganti rencananya ada sekitar 70 unit. 

Sedangkan anggaran yang disiapkan oleh Pemkot Surabaya untuk pengadaan kendaraan di tahun ini, sekitar Rp6 miliar.

“Insyaallah 70 unit, anggarannya Rp6 miliaran. Karena kan kita menghitungnya dalam waktu lima tahun, nah dalam waktu lima tahun itu kita hitung, mengeluarkan untuk apa saja. Contohnya perawatan, karena mobil baru ini kan semakin lama akan semakin turun nilainya, nah nanti kita hitung dalam waktu lima tahun itu lebih untung atau rugi, makanya kita efisienkan anggarannya saja,” jelasnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya menyampaikan, selain untuk efisiensi anggaran, pengadaan kendaraan listrik ini juga untuk mendukung kelestarian lingkungan di Kota Surabaya. 

Selain itu, ia juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat untuk bersama-sama menggunakan kendaraan bermotor listrik.

Sebelum melakukan konversi kendaraan dinas konvensional ke kendaraan bermotor listrik, Wali Kota Eri menerangkan, pemkot bersama PLN akan menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terlebih dahulu. 

Selain itu, pemkot juga sedang melakukan lelang kendaraan dinas dan operasional yang usianya sudah lebih dari 7 tahun, melalui website Kantor Pelayanan Negara dan Lelang (KPKNL) di http://lelang.go.id.

“Nanti ada di Balai Kota, dan tempat-tempat tertentu yang sudah kita kerjasamakan dengan PLN. Kemarin sudah saya usulkan titik-titiknya,” pungkasnya.

Jadi Venue Piala AFF U-19, Pemkot Surabaya Tambah Daya Listrik hingga Perbaiki Tribun Stadion G10N


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Piala AFF U-19 bakal digelar pada 17-28 Juli 2024, di Kota Surabaya. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya telah melakukan berbagai perbaikan fasilitas venue untuk menyambut pertandingan sepak bola bergengsi di kelas Asia tersebut.

Rencananya, ada dua stadion ikonik di Kota Surabaya yang akan digunakan sebagai venue pertandingan Piala AFF U-19 2024. 

Yakni Stadion Gelora 10 November (G10N) di Tambaksari dan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Benowo. 

Kepala Disbudporapar Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, ada berbagai hal yang dipersiapkan oleh Pemkot Surabaya dalam menyambut Piala AFF U-19. 

Diantaranya adalah perbaikan tribun, pengecatan, penambahan daya listrik hingga penerangan di Stadion G10N. 

“Di Stadion G10N itu lagi perbaikan tribun, menaikkan daya listrik dari 850 kVa ke 1200 kVa, penambahan lampu untuk pertandingan saat malam, ada pengecatan, lalu juga harus ada penambahan keramik di pedestrian, dan pembenahan pada gate-gate-nya,” kata Hidayat, Rabu (19/6).

Selain itu, lanjut Hidayat, pemkot melalui Disbudporapar Surabaya juga sudah melakukan pembenahan di area ruang ganti pemain Stadion G10N. 

Bahkan, ia mengungkapkan, juga sudah menyiapkan ruang khusus untuk peliputan awak media. 

Hidayat menjelaskan, sejauh ini persiapan untuk menyambut Piala AFF U-19 sudah dilakukan sesuai dengan arahan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Federasi Sepak Bola Asia (AFF), serta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). 

“Semua sudah sesuai dengan sarannya mereka (FIFA dan PSSI), bahkan juga ada ruang konferensi pers di (G10N) lantai 2,” jelasnya. 

Ia menambahkan, pasca inspeksi yang dilakukan oleh Tournament Director PSSI, Ronny J. Suhatril dan Komisaris FIFA serta AFF, Mohd Saifuddin Abu Bakar pada akhir Juni lalu di Stadion GBT, mereka tak memberikan catatan khusus. 

Karena, pada saat itu PSSI dan FIFA menilai Stadion GBT sudah sesuai dengan standar yang ditentukan. 

Menurutnya, catatan yang paling mayor dalam inspeksi saat itu hanya ditujukan pada Stadion G10N Tambaksari. “Insyaallah (tidak ada catatan di Stadion GBT), kan rumputnya juga sudah bagus,” tandasnya. 

Revitalusasi THR dan TRS, Pemkot Surabaya Komitman Sediakan Tuang Pelaku Kesenian


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Pemkot Surabaya berkomitmen menyediakan ruang-ruang bagi para pelaku kesenian di Kota Pahlawan. 

Salah satu bentuk komitmen tersebut, dimanifestasikan dalam bentuk revitalisasi atau perbaikan di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

“Penyelenggaraan Sayembara eks THR-TRS ini adalah menjaring gagasan ide masterplan untuk pengembangan kawasan baru atau gagasan ide, dengan melibatkan publik untuk berpartisipasi dalam menghasilkan desain-desain yang inovatif,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, Rabu (19/6).

Menurut Lilik, kehadiran hasil rancangan THR dapat menjadi identitas dari pelaku kreatif, maka perlu adanya dukungan masyarakat untuk mengembangkan gagasan ide atau desain kawasan THR. 

Oleh sebab itu, desain-desain terbaik nantinya dapat mengkoneksikan antar kawasan sekitar. 

Dengan harapan, dapat mendukung perkembangan kreativitas bagi komunitas maupun warga Kota Pahlawan. 

“Sehingga menjadi tempat wisata baru bagi warga Kota Surabaya yang nyaman dan dapat dinikmati oleh wisatawan lokal dan nasional,” ujar dia.

Lilik melanjutkan, Sayembara Desain Kawasan Eks THR-TRS diharapkan bisa menciptakan kawasan wisata yang mampu menjadi tata ruang kota baru bagi masyarakat, dengan konsep yang lebih atraktif. 

“Dan mampu membangkitkan value perkembangan kreativitas untuk komunitas, serta warga Surabaya. Terutama koneksinya dengan Hi-Tech Mall,” lanjutnya.

Tujuan lainnya adalah menjadikan tempat wisata edukasi dan taman bermain, yang akan memperkenalkan ilmu pengetahuan maupaun teknologi kepada kalangan komunitas dan masyarakat umum. 

Sebab, gagasan masterplan yang kreatif, unik, adaptif, mampu menampung penyelenggaraan event-event kreatif maupun kebudayaan yang dinamis, berkelas dunia, dan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat.

“Sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Surabaya, dan mewujudkan fasilitas pendukung pariwisata yang handal. Serta, mampu meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Lilik menjelaskan bahwa sebagai salah satu lahan yang berada di pusat Kota Surabaya dengan perencanaan peta peruntukan K-5 (Skala Pelayanan Regional Kota), lahan eks THR-TRS ini direncanakan sebagai kawasan wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang berkorelasi dengan ruang publik untuk komunitas dan menampung kegiatan kreasi (creation), produksi (production), distribusi (distributor), konsumsi (consumption), hingga konservasi (archiving) masyarakat Surabaya. Baik secara indoor maupun outdoor.

“THR akan menjadi sarana peningkatan produktivitas dan kreativitas pegiat ekonomi kreatif dengan memberikan desain yang menganut prinsip fleksibel arsitektur. Ruang kreatif dibentuk dengan menghadirkan aktivitas-aktivitas kreatif yang tersebar di setiap sisi bangunan secara flexibel,” jelasnya.

Adapun persyaratan administrasi bagi peserta sayembara, di antaranya sayembara berskala nasional dan terbuka bagi peserta internasional, serta dapat diikuti oleh arsitek profesional, arsitek lanskap, perorangan, maupun mahasiswa. Ide atau gagasan harus berupa karya asli yang belum pernah dilombakan atau dipublikasi sebelumnya.

“Sayembara dapat diikuti sebagai perorangan dan dan tim, dengan anggota tim berjumlah maksimal tiga orang termasuk ketua. Tim dapat datang dari gabungan profesional, mahasiswa, perorangan, atau konsultan. Anggota kelompok diperbolehkan gabungan dari anggota disiplin non arsitektur, seperti sarjana seni, seniman, sejarah, lanskap, grafis, urban, branding, dan lain sebagianya,” ucapnya.

Selanjutnya, peserta wajib repost poster sayembara di akun Instagram, baik di feed dan story, selama periode pendaftaran berlangsung.

Setiap peserta perorangan maupun kelompok dapat memasukkan lebih dari satu karya dengan melakukan pendaftaran berbeda.

“Bagi peserta, proposal atau karya yang dikumpulkan atau dilombakan merupakan karya asli bukan plagiat, baik sebagian maupun keseluruhan,” tegasnya.

Sedangkan, mengenai proses pendaftaran peserta, adapun peserta tidak dibebankan biaya pendaftaran. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran melalui link https://linktr.ee/krearture2024. Peserta juga wajib mengunduh dokumen sayembara dalam bentuk softcopy yang terdiri dari Materi Kerangka Acuan Kerja (KAK)/Term of reference. Serta, data Penunjang Sayembara, yakni analis lahan dan peta lokasi, foto drone eksisting, file skp eksisting.

“Peserta yang telah terdaftar dan lulus tahap administrasi formulir akan mendapatkan pemberitahuan melalui email, berupa nomor peserta via email H+3 setelah registrasi dan dapat melanjutkan proses rencana desain,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka Sayembara Desain Kawasan Eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS). 

Sayembara ini dibuka mulai 18 Juni 2024, sedangkan pengumpulan karya akan dilakukan pada 8 Agustus 2024. Namun sebelumnya, para peserta akan mengikuti technical meeting dan webinar, selanjutnya akan dilakukan survei bersama hingga batas pengumpulan karya pada 8 Agustus 2024.

Sayembara ini berskala nasional dan terbuka bagi peserta internasional. Dapat diikuti oleh arsitek profesional, arsitek lanskap, perorangan, maupun mahasiswa. 

Nantinya, Juara I akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp50.000.000, Juara II sebesar Rp15.000.000, Juara III sebesar Rp10.000.000, serta Juara Favorite akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp5.000.000.

Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Program UHC, Ini Dampak Bagi Warga Surabaya


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Pemkot Surabaya memastikan jaminan kesehatan bagi seluruh warga Surabaya melalui program Universal Health Coverage (UHC) memiliki berbagai dampak manfaat.

"Dengan adanya program UHC, seluruh warga Kota Surabaya dapat memiliki akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dan adil tanpa harus mengalami kesulitan finansial atau keuangan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, Rabu (19/6).

Nanik juga menjelaskan bahwa skema pendaftaran program UHC, dilakukan oleh Pemkot Surabaya ke BPJS Kesehatan. 

Adapun sumber dana program, berasal dari APBD Surabaya, DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau), Pajak Rokok, dan Dana Alokasi Umum (DAU) Kesehatan.

"Dengan warga Kota Surabaya tercover dalam program UHC, akan mempermudah akses pelayanan kesehatan dan meningkatkan status kesehatan," ujarnya.

Menurut dia, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran lebih dari Rp500 miliar per tahun agar warga bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis. 

Ia memastikan, besaran anggaran tersebut, dapat mencukupi kebutuhan pembiayaan premi kepesertaan BPJS bagi seluruh warga Surabaya.

"Untuk anggaran UHC pada tahun 2024 ini sebesar Rp527,980 miliar. Sedangkan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 1.234.187 jiwa," ungkap dia.

Selain itu, Nanik juga menjelaskan jika program UHC ini mencakup semua fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. 

Yakni, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari Puskesmas dan Klinik Pratama.

Kemudian fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (KRTL), yang terdiri dari Rumah Sakit dan Klinik Utama. 

"Layanan kesehatan pada program UHC sesuai dengan program layanan yang ada di BPJS Kesehatan," jelas Nanik.

Sekarang ini, ada total 226 Fasyankes di Surabaya yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam program UHC. 

Ratusan Fasyankes tersebut, terdiri dari 45 rumah sakit, 14 klinik utama, 104 klinik pratama, 63 puskesmas.

Sementara dalam pelaksanaannya, Nanik menerangkan bahwa pemkot juga melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan efektivitas program UHC. 

Hal itu dilakukannya melalui rekonsiliasi data antara Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), dengan BPJS Kesehatan.

"Itu dilakukan dengan cara verifikasi dan validasi data secara rutin melalui sinkronisasi data dan survei lapangan oleh kelurahan," bebernya.

Selain monitoring, Nanik menyebut jika pemkot juga melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan hanya warga ber-KTP dan domisili Surabaya yang mendapatkan manfaat program UHC.

"Kita lakukan dengan pengecekan status kependudukan melalui DWH (Data Warehouse) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan status domisili warga," katanya.

Pihaknya berharap, program UHC ini dapat dilakukan pemberdayaan kepesertaan BPJS bagi warga Surabaya sesuai dengan segmentasi-nya. 

Menurut dia, warga yang tidak mampu dapat dioptimalkan masuk sebagai peserta PBI Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

"Sedangkan bagi warga yang mampu, dapat mendaftar sebagai peserta BPJS mandiri dan bagi warga pekerja dapat didaftarkan oleh pemberi kerja," pungkasnya.

Seperti diberitakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan anggaran lebih dari Rp500 miliar per tahun untuk program berobat gratis bagi seluruh warga ber-KTP Surabaya. 

Hal ini merupakan komitmen pemkot dalam memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warga Surabaya melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa program pelayanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP dan KK Surabaya itu sudah berjalan sejak April tahun 2021.

"Jadi mulai April 2021 seluruh warga KTP Surabaya di manapun rumah sakit yang bekerjasama dengan pemerintah kota, itu cukup dengan KTP sudah bisa dilayani kesehatannya," kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri berharap, program UHC ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Surabaya. 

Selain itu, program ini juga untuk memastikan warga Surabaya mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis tanpa harus menghadapi kesulitan finansial.

"Jadi jangan ragu untuk berobat jika sakit, karena Pemkot Surabaya hadir untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi warganya," pungkasnya.

Pemkot Surabaya Buka Sayembara Desain Kawasan Eks THR-TRS, Hadiah Capai Rp50 Juta


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka Sayembara Desain Kawasan Eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS). 

Sayembara ini dibuka mulai 18 Juni 2024, sedangkan pengumpulan karya akan dilakukan pada 8 Agustus 2024. 

Namun sebelumnya, para peserta akan mengikuti technical meeting dan webinar, selanjutnya akan dilakukan survei bersama hingga batas pengumpulan karya pada 8 Agustus 2024.

Sayembara ini berskala nasional dan terbuka bagi peserta internasional. Dapat diikuti oleh arsitek profesional, arsitek lanskap, perorangan, maupun mahasiswa. 

Nantinya, Juara I akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp50.000.000, Juara II sebesar Rp15.000.000, Juara III sebesar Rp10.000.000, serta Juara Favorite akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp5.000.000.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, telah menginstruksikan percepatan revitalisasi Eks THR-TRS. 

Ia juga meminta agar sayembara desain Eks THR-TRS dilakukan percepatan. 

"Saya ingin anak muda Surabaya itu mengonsep, mengkonsep ini mau seperti apa, tapi nanti ada kisi-kisinya. Hasil dari sayembara itu akan langsung kita kerjakan, dengan harapan pemuda Surabaya memang betul-betul nyata berkontribusi untuk pembangunan Surabaya,” kata Wali Kota Eri, Rabu (19/6).

Melalui sayembara desain, Wali Kota Eri ingin melibatkan peran pemuda dalam pembangunan Surabaya. Utamanya, terkait dengan konsep revitalisasi eks THR-TRS ke depannya.

"Di sayembara nanti mereka (peserta) juga harus turun untuk tahu anak-anak muda Surabaya inginnya apa, nanti dituangkan dalam gambar yang direncanakan," pungkasnya.

Selasa, 18 Juni 2024

Pemkot Surabaya Ganti Kendaraan Kepala OPD dengan Tenaga Listrik Sistem Sewa, Wali Kota Eri: Lebih Murah daripada Beli Baru


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera melakukan konversi kendaraan dinas operasional Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

Konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik nantinya akan dilakukan dengan cara sistem sewa.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, biaya sistem sewa kendaraan akan lebih murah ketimbang harus membeli kendaraan baru. 

“Kalau kita itu punya, beli mobil terus kita lakukan perawatan sendiri, itu lebih mahal. Makanya kita kemarin menyampaikan, wis didol kabeh ae (dijual saja semua) kita lakukan sewa mobil,” kata Wali Kota Eri, Selasa (18/6).

Setelah dilakukan penghitungan secara rinci, Wali Kota Eri mengungkapkan, pengadaan kendaraan dengan sistem sewa jauh lebih murah. 

Apalagi, lanjut dia, jika ternyata nanti ada yang menyewakan kendaraan bermotor listrik dengan harga murah, maka ia memutuskan akan menggunakan kendaraan listrik.

“Nah, ini saya masih melihat (harga) sewanya berapa. Itu kalau nanti insyaallah lebih murah atau sama, saya akan pakai mobil listrik nanti. Jadi mobil dinas kita ganti semuanya,” ungkap Wali Kota Eri.

Rencananya, kendaraan dinas operasional yang akan diganti adalah yang digunakan oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. 

Bahkan, ia mengaku, juga akan menggunakan kendaraan bermotor listrik untuk kebutuhan perjalanan dinasnya.

Dirinya menjelaskan, total kendaraan dinas yang akan diganti rencananya ada sekitar 70 unit. 

Sedangkan anggaran yang disiapkan oleh Pemkot Surabaya untuk pengadaan kendaraan di tahun ini, sekitar Rp6 miliar.

“Insyaallah 70 unit, anggarannya Rp6 miliaran. Karena kan kita menghitungnya dalam waktu lima tahun, nah dalam waktu lima tahun itu kita hitung, mengeluarkan untuk apa saja. Contohnya perawatan, karena mobil baru ini kan semakin lama akan semakin turun nilainya, nah nanti kita hitung dalam waktu lima tahun itu lebih untung atau rugi, makanya kita efisienkan anggarannya saja,” jelasnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya menyampaikan, selain untuk efisiensi anggaran, pengadaan kendaraan listrik ini juga untuk mendukung kelestarian lingkungan di Kota Surabaya. 

Selain itu, ia juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat untuk bersama-sama menggunakan kendaraan bermotor listrik.

Sebelum melakukan konversi kendaraan dinas konvensional ke kendaraan bermotor listrik, Wali Kota Eri menerangkan, pemkot bersama PLN akan menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terlebih dahulu. 

Selain itu, pemkot juga sedang melakukan lelang kendaraan dinas dan operasional yang usianya sudah lebih dari 7 tahun, melalui website Kantor Pelayanan Negara dan Lelang (KPKNL) di http://lelang.go.id.

“Nanti ada di Balai Kota, dan tempat-tempat tertentu yang sudah kita kerjasamakan dengan PLN. Kemarin sudah saya usulkan titik-titiknya,” pungkasnya.

Rayakan Idul Adha 1445 H, PDAM Surya Sembada Surabaya Potong 12 Ekor Sapi Kurban


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Dalam rangka merayakan Idul Adha 1445 H, PDAM Surya Sembada melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban sebanyak 12 ekor sapi. 

Dengan tambahan 1 ekor sapi dari Koperasi Prima Tirta PDAM. Total ada 13 ekor sapi.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya. 

"Idul Adha adalah momen penting untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Kami berharap kurban ini dapat membawa kebahagiaan dan berkah bagi masyarakat yang membutuhkan," kata Arief, Selasa (18/6).

Acara pemotongan hewan kurban ini dilakukan dengan mengikuti semua protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat dan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya. 

PDAM Surya Sembada juga membagikan 4 ekor sapi di masjid sekitar PDAM Surya Sembada.

PDAM Surya Sembada juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat Surabaya, tidak hanya pada momen Idul Adha, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya.

Bangunan Masjid Tak Sesuai IPT, Wali Kota Eri Marah: Dibongkar


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali uring-uringan ketika menggelar inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan Pasar Karah, Sabtu (15/6).

Ini lantaran mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini melihat bangunan masjid yang berada tak jauh dari proyek pembangunan Pasar Karah itu.

Pasalnya letak tangga masjid itu terlalu menjorok ke lahan yang akan digunakan untuk jalan Pasar Karah.

Wali Kota Eri pun mempertanyakan izin pemakaian tanah (IPT) masjid di Jalan Karah Lapangan Belakang tersebut.

Ia menilai proyek pembangunan Pasar Karah itu dinilai tidak sesuai dengan IPT yang ditentukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

“Masjid ini loh cuma sampai situ, kenapa kok sampai ke sini IPT-nya. Kalau enggak (dibongkar), tak tutup tonggone (saya tutup tangganya). Sing ngongkon ngadep rene sopo yoan (yang suruh menghadap ke sini siapa juga),” tandas Wali Kota Eri kepada jajarannya yang mengikuti sidak.

Wali Kota Eri pun meminta kepada Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian, dan Camat Jambangan, Ahmad Yardo Wifaqo, untuk mengingatkan takmir masjid tersebut. 

“Ngomong lah coba sama takmirnya. Masjid itu dibangun juga harus ada aturannya,” tegasnya.

Wali Kota Eri berharap, pembangunan rumah ibadah itu jangan sampai menyalahi aturan IPT yang telah ditentukan. 

Karena, setelah Pasar Karah yang baru itu selesai dibangun, sisi sampingnya akan digunakan untuk akses jalan. 

“Nggak apa menghadap ke sini sehingga dapat dibuat salat, tapi jangan makan (lahan) sampai ke sana. Kan iku digawe dalan soale (kan nanti itu mau dibuat jalan), jadi setelah pasar jadi mau saya buat jalan,” pungkasnya.

Launching 23 Juni 2024, Inilah Beberapa Aksesibilitas Menuju Wisata Kota Lama Surabaya


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Menjelang peresmian kawasan wisata Kota Lama Surabaya pada 23 Juni 2024 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan persiapannya. 

Terutama terhadap aksesibilitas transportasi publik guna memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Lama Surabaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, Pemkot Surabaya memiliki tiga moda transportasi publik yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan aktivitas sehari-hari. 

Transportasi publik tersebut adalah Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, dan Feeder Wira-Wira Suroboyo. 

“Untuk menuju ke zona Eropa di Kota Lama Surabaya, hanya Suroboyo bus yang melewati kawasan tersebut. Bus Trans Semanggi dan Wira-Wiri tidak melewatinya. Namun, kedua moda tersebut dapat menjadi opsi untuk dijadikan aksesibilitas dengan cara transit,” kata Irvan, Selasa (18/6)

Sehingga, dengan demikian, masyarakat dapat menggunakan Feeder Bus Wira-Wiri atau Trans Semanggi Suroboyo yang melewati kawasan rumah atau posisi mereka berada, dan melanjutkannya dengan menggunakan moda transportasi lainnya untuk menuju ke zona Eropa di Kota Lama Surabaya.

“Dengan adanya aksesibilitas ini para wisatawan yang berkunjung di Kota Lama Surabaya dapat dengan mudah untuk berkeliling menikmati bangunan bersejarah yang unik dan berkesan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan bahwa Pemkot Surabaya tengah mematangkan persiapannya sebelum meresmikan Kota Lama Surabaya.

"Kita akan mematangkan seluruh kebutuhan masyarakat yang akan berkunjung menikmati wisata Kota Lama. Sehingga pada saat di launching, masyarakat bisa langsung merasakan dan menikmati adanya kawasan wisata Kota Lama tersebut,” kata Hidayat Syah.

Ia menerangkan, Kota Lama Surabaya di bagian utara, membentang mulai dari jalan Kembang Jepun sisi timur, serta sisi barat di Jalan Rajawali dan hanya dipisahkan oleh Jembatan Merah di antara sungai Kalimas. 

Dimana Jembatan Merah adalah saksi peristiwa heroik arek-arek Suroboyo ketika melawan pendudukan tentara sekutu. 

“Kawasan utara Kota Lama ini, ibarat laboratorium arsitektur dunia, dimana kita bisa mempelajari khas arsitektur barat dengan nuansa Kolonial dan Eropa serta negara-negara timur,” terangnya.

Di sisi barat, terdapat arsitektur peninggalan kolonial yang menawan. Pada sisi barat kawasan ini, banyak menyimpan dokumen-dokumen peristiwa sejarah arsitektur dan peristiwa sejarah kemerdekaan yang berkaitan dengan peristiwa pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pendudukan tentara Sekutu dengan meninggalnya Komandan tentara sekutu, Jenderal AWS Mallaby. 

“Peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang membentang mulai  tanggal 19 Oktober 1945 sampai dengan 10 November 1945. Kawasan ini merangkai peristiwa aksi heroik kemerdekaan beserta dokumen bangunan arsitektur yang masih ada,” ujar dia.

Selanjutnya, di sisi timur dengan arsitektur khas negara timur, seperti Tiongkok, India dan Arab telah menjelma menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. 

Pada sisi timur telah ditetapkan menjadi kawasan wisata religi, terdapat masjid dan makam Sunan Ampel. 

Sunan Ampel merupakan salah satu Wali diantara Wali Sembilan yang menjadi penyebar agama Islam di Jawa.

Selain itu, ada Langgar Gipo yang kini berusia 300 tahun, dan terletak di Jalan kalimas Udik no 51 Surabaya. 

Dari langgar inilah para santri digembleng sebelum berangkat melawan penjajah, dan tempat ini juga menjadi markas para ulama memutuskan strategi perang melawan penjajah.

“Mushola dua lantai seluas 209 meter persegi ini juga menjadi saksi sejarah pergerakan ketua umum PBNU pertama, KH Hasan Basri Sagipoddin. Dan tentu masih banyak lagi peristiwa peristiwa sejarah yang bisa kita gali di kawasan wisata Kota Lama Surabaya,” tambahnya.

Terpisah, Pengamat Pendidikan dan Pemerhati Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Isa Anshori mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam mempersiapkan akses transportasi publik untuk menuju ke kawasan Kota Lama Surabaya.

“Ini akan menjadi angin segar bagi iklim belajar di Surabaya dan Jawa Timur. Para guru dan sekolah bisa menjadikan wahana ini menjadi tempat belajar bagi para siswa, sehingga akan memberi banyak pilihan bagi guru untuk memilih ruang belajar diluar sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan anak didiknya,” pungkas Isa.

Prudential Indonesia, Prudential Syariah Luncurkan PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah Produk Asuransi Kesehatan “Fairness”


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Sebagai wujud komitmen PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kepada para nasabah, perusahaan kembali menyelenggarakan Customer Gathering 2024 di Shangri-La Hotel, Surabaya, Jumat, (14/6) lalu. 

Pada acara ini, Prudential Indonesia ingin memperkenalkan inovasi produk proteksi kesehatan baru, yaitu PRUWell. 

Selain itu, ini merupakan momen yang tepat bagi Prudential Indonesia untuk mengajak para nasabah dalam menjalani gaya hidup aktif dan sehat demi wujudkan #SehatPangkalBisa. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peluncuran dan memperkenalkan PRUWell, yang sebelumnya sudah diadakan pada beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Makassar, Bandung, Medan, dan kota lainnya.

Peluncuran PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah ini sebagai inovasi produk asuransi kesehatan terkini yang menghadirkan manfaat proteksi kesehatan secara komprehensif. 

PRUWell dan PRUWell Medical Syariah menawarkan premi atau kontribusi yang terjangkau dan adil (fair pricing) secara berkala sebagai apresiasi terhadap para pemegang polis yang terus menjaga kesehatan. 

Lebih dari menghadirkan perlindungan finansial terdepan yang berorientasi pada nasabah (customer oriented), nasabah akan memperoleh manfaat premi atau kontribusi seoptimal mungkin sebagaimana profil risiko kesehatan yang dimilikinya.

Kehadiran PRUWell turut merespons peningkatan signifikan klaim kesehatan yang dibayarkan Prudential Indonesia di sepanjang tahun 2023 hingga Rp5,4 triliun atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Peningkatan klaim kesehatan ini disebabkan peningkatan yang signifikan dari beberapa komponen dalam klaim kesehatan, seperti klaim kesehatan inner limit, klaim kesehatan sesuai tagihan (as-charged), dan klaim kesehatan crisis cover. 

Khusus pada klaim kesehatan sesuai tagihan (as-charged), secara gabungan mengalami peningkatan sebesar 38 persen dari 2022 klaim penyakit kanker payudara, jantung koroner, infeksi saluran pencernaan, gastritis lambung dan pneumonia.

“Di tengah tantangan inflasi medis yang tinggi, Prudential Indonesia bersyukur atas pertumbuhan positif yang diraih tahun 2023 dan ini menjadi kesempatan baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Sebagai mitra dan pelindung yang paling terpercaya bagi generasi saat ini dan yang akan datang, kami selalu memperhatikan kebutuhan proteksi nasabah. Kami percaya bahwa menghadirkan perlindungan jangka panjang dan stabilitas keuangan dari berbagai risiko kehidupan adalah tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sepenuh hati, untuk itu kami meluncurkan PRUWell Medical yang dapat menjadi solusi dan menjawab tantangan yang ada saat ini,” ujar Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, Selasa (18/6).

Sisi lain, adanya inflasi kesehatan dan tingginya angka klaim asuransi kesehatan tersebut memberikan tantangan bagi industri asuransi untuk melakukan penyesuaian biaya premi atau kontribusi. 

Di Prudential Indonesia, mulai September 2024 akan melakukan penyesuaian premi atau biaya asuransi sebesar 39 persen untuk produk asuransi kesehatan Prudential yang sudah ada sebelum tahun 2024 ini. 

Upaya ini selaras dengan komitmen Prudential Indonesia agar tetap memberikan layanan proteksi yang optimal kepada nasabah. 

Untuk menjawab kebutuhan nasabah terhadap proteksi kesehatan di tengah inflasi medis ini, untuk itu Prudential Indonesia meluncurkan produk PRUWell yatu PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah yang menerapkan konsep adil (fairness), di mana PUWell memberikan reward berupa keringanan premi hingga 20 persen saat perpanjangan polis di tahun berikutnya ba untuk masa pertanggungan yang akan datang. 

Tidak hanya itu, Prudential Indonesia mendorong nasabah yang sudah memiliki produk kesehatan lainnya dari Prudential Indonesia untuk melakukan peralihan produk kesehatan ke PRUWell sehingga nasabah mendapat keuntungan tambahan berupa keringanan premi sebesar 10 persen+ 5 persen hingga 30 Juni 2024.

Paul Setio Kartono, Chief Financial Officer Prudential Syariah mengatakan, “Prudential Syariah terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik serta menjadi mitra amanah bagi keluarga Indonesia dalam mengelola perlindungan berbasis syariah. 

Hal ini mendorong kami untuk menghadirkan PRUWell Syariah sebagai upaya dalam menyediakan akses kesehatan yang semakin luas dan sesuai kebutuhan peserta. 

Produk asuransi kesehatan syariah ini pun sesuai dengan salah satu prinsip asuransi syariah, di mana produk ini mengedepankan praktik berkeadilan pada transparansi biaya kontribusi yang disesuaikan berdasarkan riwayat klaim masing-masing peserta, atau dengan kata lain fairness untuk peserta.

“Seraya berpegang teguh pada prinsip asuransi syariah, serta didukung oleh semangat #SehatPangkalBisa, PRUWell Medical Syariah diharapkan tidak hanya dapat membantu mengelola proteksi diri dan keluarga Indonesia, tetapi juga dapat membawa value yang akan didapat oleh peserta, yakni terus berkontribusi untuk saling tolong menolong terutama ketika terjadi klaim kesehatan. Sehingga nilai-nilai yang dapat dirasakan dalam asuransi kesehatan syariah membawa dampak keberkahan dalam hidup dan manfaat untuk sesama, serta dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjaga amanah-Nya dalam menjaga pola hidup sehat,” lanjut Paul optimis.

Junaedy Aries Wijaya, Head of Product Design Prudential Indonesia, turut menambahkan, rangkaian penawaran premi bagi nasabah PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah merupakan salah satu realisasi semangat #SehatPangkalBisa oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah, yang bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan. 

"Karena dengan tubuh yang sehat, kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan. Untuk itu, kami percaya bahwa asuransi kesehatan harus mampu merangkul kebutuhan proteksi semua kalangan, sehingga PRUWell Medical dirancang dengan fleksibilitas yang memberikan nilai lebih dan tetap menjaga keseimbangan finansial nasabah saat terjadi tantangan risiko kesehatan,”
papar Junaedy Aries Wijaya.

PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah menjadikan asuransi kesehatan lebih dekat merangkul masyarakat kini sudah tersedia dengan manfaat klaim yang dapat dinikmati di berbagai rumah sakit, baik secara cashless di 325 jaringan PRUPriority Hospitals maupun melalui reimbursement di pusat layanan kesehatan di seluruh Indonesia. 

Adapun jaringan PRUPriority Hospitals yang akan terus bertambah ini, bertujuan memberikan transparansi estimasi biaya medis kepada nasabah di awal proses perawatan sesuai standar pedoman penanganan klinis yang berlaku sehingga proses pemulangan setelah perawatan menjadi lebih cepat tanpa menunggu proses penjaminan akhir.

Dengan menggunakan produk PRUWell, nasabah dapat merasakan manfaat PRUPriority Hospitals dan layanan tambahan atau VAS (Value Added Service)dari rumah sakit rekanan Prudential Indonesia, berupa promo-promo yang menarik untuk dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk fasilitas pemeriksaan Obgyn, Mammography Scan, PapSmear Screening, Vitamin Infusion, Tyroid Screening, dan masih banyak lagi.

Tentunya seluruh manfaat dari produk ini dan produk asuransi lainnya dari Prudential Indonesia dapat dirasakan oleh seluruh nasabah yang memiliki polis berstatus aktif dengan melakukan pengecekan polis dapat menghubungi tenaga pemasar Prudential Indonesia yang telah tersertifikasi dan profesional maupun melalui Customer Care 1500085 atau PRUService yang tersedia di aplikasi Pulse by Prudential.

Lewat kehadiran produk asuransi kesehatan PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah masyarakat diharapkan bisa menjadi lebih peduli untuk menjaga kesehatannya. 

“Peluncuran produk ini juga menandai optimisme Prudential Indonesia dan Prudential Syariah untuk terus tumbuh dan menjadi mitra yang setia melindungi setiap langkah kehidupan masyarakat Indonesia bagi generasi kini dan nanti dalam setiap kehidupan, untuk masa depan,” pungkas Karin.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, yang menyediakan asuransi jiwa dan kesehatan serta manajemen aset, dengan berfokus di Asia dan Afrika. 

Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. 

Prudential Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi generasi saat ini dan generasi mendatang, dengan menyediakan solusi keuangan dan kesehatan yang sederhana dan mudah diakses.

Hingga 31 Desember 2023, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 6 kantor pemasaran di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam serta 345 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia, dan didukung oleh lebih dari 100.000 Tenaga Pemasar berlisensi.

Prudential Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mulai beroperasi sejak 2022 sebagai hasil dari proses pemekaran usaha melalui pemisahan Unit Usaha Syariah PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menjadi entitas yang terpisah. 

Prudential Syariah menawarkan rangkaian solusi perlindungan jiwa, Kesehatan dan finansial berbasis Syariah yang berdasarkan transparansi, gotong  royong  dan keadilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang. 

Sejak pertama kali didirikan sebagai Unit Usaha Syariah pada tahun 2007, hingga kini akhirnya menjadi entitas yang terpisah, Prudential Syariah senantiasa berkomitmen untuk memberikan solusi perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan mengusung nilai-nilai yang universal dan inklusif, sesuai dengan prinsip 'Syariah untuk Semua'. 

Didukung oleh nilai-nilai utama kami yaitu membahagiakan peserta (delighting customers), inovasi produk dan layanan serta digitalisasi yang terus dikembangkan, Prudential Syariah berkomitmen memperkuat posisinya untuk mewujudkan aspirasi menjadi salah satu kontributor  ekonomi Syariah terkemuka di Indonesia  dan membuat masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera. 

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Senin, 17 Juni 2024

Susuri Kalimas, Pemkot Surabaya Masih Temukan Warga Buang Kotoran Hewan Kurban di Sungai


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan giat pengawasan susur sungai di sepanjang Kalimas, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Senin (17/6). 

Pengawasan dilakukan untuk mencegah adanya warga membuang limbah rumen dan kotoran hewan kurban ke sungai.

Giat pengawasan ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Nomor 600.4/ 17055/ 436.7.10/2024 tentang Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban. 

Giat pengawasan susur sungai dilakukan mulai pukul 10.45 WIB, dari Dermaga Kalimas Ngagel Surabaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menyatakan, pemkot telah mengeluarkan surat edaran berupa imbauan agar warga tidak membuang limbah rumen hewan kurban ke sungai. 

Sebab, membuang limbah rumen sembarangan dapat mencemari lingkungan.

"Kami juga mengimbau agar rumen pada saat dibersihkan, ditaruh di glangsing dan silahkan dibuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah) terdekat. Atau biasanya ditimbun di tanah bisa jadi kompos juga," kata Dedik usai giat sisir sungai di Dermaga Ngagel Surabaya.

Selain itu, Dedik menerangkan bahwa Pemkot Surabaya juga mengharapkan warga tidak menggunakan plastik sekali pakai saat membagikan daging hewan kurban. 

Imbauan tersebut sebelumnya juga tercantum ke dalam surat edaran.

"Nanti kita tinjau juga di tempat-tempat pemotongan. Pembagiannya kami harapkan tidak menggunakan plastik sekali pakai atau tas kresek. Kalau bisa pembagiannya pakai besek," ujarnya.

Dalam giat susur sungai kali ini, Dedik mengungkapkan jika petugas menemukan beberapa titik lokasi warga yang mencuci daging hewan kurban di Sungai Kalimas. 

Petugas pun memberikan karung atau glangsing sekaligus imbauan agar warga tidak turut membuang kotoran dan limbah rumen ke sungai.

"Memang ada kegiatan-kegiatan masyarakat yang mencuci jeroan sapi hasil penyembelihan kurban. Kami lihat masyarakat ada yang patuh, jadi dia kotorannya ditaruh di glangsing, dibuang ke TPS, kemudian di sungai mencuci sisa-sisa kotoran," ungkap dia.

Namun demikian, di antara beberapa warga tersebut, masih saja ada yang turut membuang kotoran hewan kurban ke sungai. 

Petugas pun kembali mengingatkan mereka agar memisahkan kotoran hewan kurban dan ditaruh ke dalam glangsing.

"Di Sungai (Kalimas) Ngagel, kurang lebih ada sembilan titik yang kita temui. Tadi ada satu yang pada saat kita sidak itu mereka pas buang, tapi memang kayaknya itu babat, bukan isi perut, mereka pas cuci kotorannya juga ada di situ sekalian dibuang," katanya.

Karena terlanjur ikut terbuang ke Sungai Kalimas, Dedik menyatakan bahwa petugas DLH akan melakukan pembersihan kotoran hewan kurban tersebut. 

Setidaknya, DLH telah menyiagakan 200 petugas untuk melakukan pembersihan sungai se Surabaya.

"Jadi untuk pasukan Jogo Kali kita, ada kurang lebih 200 yang tersebar di seluruh sungai Surabaya. Yang di Sungai Ngagel, ada sekitar 20 pasukan, itu sekaligus sambil membersihkan gulma-gulma atau tanaman-tanaman liar di tepi sungai dan mengingatkan warga," pungkasnya.

Wali Kota Eri Serahkan Puluhan Hewan Kurban ke RPH Surabaya untuk Warga


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan puluhan hewan kurban ke Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, Senin (17/6). 

Hewan kurban itu dibagikan kepada masyarakat setelah disembelih di RPH Pegirian Surabaya.

Wali Kota Eri mengatakan, ada sebanyak 77 hewan kurban yang diserahkan dan disembelih oleh RPH. 

Hewan kurban tersebut merupakan sumbangan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMD dan Perangkat Daerah (PD) Kota Surabaya.

"Alhamdulilah ada 77 hewan kurban yang disembelih di RPH. Ada dari Forkopimda, Polres Tanjung Perak, hewan kurbannya juga dipotong di sini (RPH)," kata Wali Kota Eri.

Terkait pembagian daging pada momen Hari Raya Iduladha ini, Wali Kota Eri juga mengimbau, masyarakat untuk tidak menggunakan plastik. 

Ia berharap warga membagikan daging hewan kurban menggunakan wadah besek atau bahan pembungkus makanan yang ramah lingkungan.

Hal tersebut sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya. 

"Kita minta pembangian dagingnya menggunakan besek, tidak boleh pakai plastik," ujar Wali Kota Eri.

Di sisi lain, Wali Kota Eri juga menjamin penyembelihan hewan kurban di RPH Surabaya dilakukan dengan aman dan sehat. 

Setiap hewan kurban yang akan dipotong, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan.

"Pemeriksaan hewan kurban secara merata dilakukan oleh dokter hewan. Setiap yang akan disembelih dilakukan pemeriksaan, dan ada sertifikasi kalau hewannya sehat," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RPH Kota Surabaya, Fajar Arifianto mengungkapkan bahwa sapi-sapi kurban sumbangan untuk masyarakat memiliki bobot yang cukup besar. Yakni sekitar 750 kilogram hingga satu ton.

"Dari 77 hewan kurban yang diserahkan ke RPH oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, 45 di antaranya berasal dari Wali Kota Eri Cahyadi. Sapi-sapinya jumbo, beratnya mulai 750 kilogram sampai satu ton," terang Fajar.

Selain itu, di RPH, hewan kurban Pemkot Surabaya juga diserahkan ke beberapa masjid di Kota Pahlawan, seperti Masjid Kemayoran.Krembangan, Surabaya.

Fajar juga menjelaskan bahwa di tahun 2024, RPH Surabaya menjual sekitar 115 ekor dan menyembelih 120 ekor hewan kurban. 

Jumlah penyembelihan tersebut adalah akumulasi dari penyembelihan selama tiga hari ke depan.

"Kalau penjualan kita meningkat, tapi pemotongan menurun dari tahun lalu. Tahun 2023 lalu, RPH menyembelih 130 ekor hewan kurban. Kalau berkurang ini, menurut saya karena tidak banyak isu penyakit sapi yang mengkhawatirkan, sehingga masyarakat lebih percaya diri menyembelih sendiri," tambah Fajar.

Terakhir, Fajar memastikan bahwa kesehatan daging kurban di RPH Surabaya sangat terjaga, karena bebas penyakit dan parasit. 

"Jadi begitu sapi dipotong, akan dilakukan pengkulitan, memisahkan jeroan dan daging, lepas kepala. Setelah, jeroan dipisah dan dicuci bersih, lalu dagingnya dipotong dan dikemas," pungkasnya.