Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

DEWAN KRITIK JABATAN MANTAN POLITISI

Komisi B DPRD Surabaya mengkritik perusahaan plat merah milik Pemkot Surabaya yang dijabat mantan politisi, karena dikhawatirkan akan kental dengan unsur politik.

BAGI-BAGI STIKER ANTI KORUPSI

Puluhan jaksa Kejari Surabaya membagi ribuan stiker berisi pesan moral dampak negatif korupsi yang telah merampas hak-hak rakyat.

HAKIM DISEBUT LEGALKAN PROFESI GANDA

Hakim Jihad Arkhaudin menganulir putusan Hakim Agung dan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagai wanprestasi bukan perbuatan melawan hukum.

JAKSA BELUM PASTIKAN STATUS EKS DIRUT PT DOK

Karena masih tahap pendalaman status mantan Dirut PT DPS dalam kasus pengadaan kapal masih brlum bisa dipastikan.

KEJARI SURABAYA BEBAS KORUPSI

KemenPan-RB menobatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), penganugrahan tersebut diterima Kajari Surabaya di Jakarta (10/11).

PERDA SANKSI MEROKOK RP. 250 RIBU DIREVISI

DPRD Surabaya terus mempertajam Perda Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KT) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) di Kota Surabaya.

POLRESTABES SURABAYA BIROKRASI BERSIH

Setelah dinobatkan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi, Polrestabes Surabaya kembali dinobatkan sebagai Wilayah Birokasi Bersih dan Melayani oleh KemenPan-RB.

SURABAYA RAIH GUANGZHOU INT AWARD 2018

Kota Surabaya resmi memenangkan penghargaan kota terpopuler secara online dalam ajang The Guangzhou International Award 2018.

Jumat, 29 November 2013

Rektor Untag Digugat ke PTUN

KABARPROGRESIF.COM : Dianggap apriori dan otoriter dalam membuat suatu aturan dan kebijakan, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya digugat oleh Nono Soepriyadi yg saat ini menjadi Dekan di fakultas Ekonomi Untag.

Nono mendaftarkan gugatannya, Jum'at (28/11/2013)ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya dengan nomor perkara 225/G/2013/PTUN.SBY. Tertanggal 29 Nop 2013, melalui kuasa hukumnya,Fahmi Bachmid, SH. " Tujuannya  untuk memperjuangakan hak dan kebenaran serta mencari keadilan atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Rektor," ujar Fachmi, Jumat (29/11/2013).

Diungkapkan Fachmi, gugatan ini bermula terpilihnya Nono Soepriyadi sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Untag periode 2013 - 2017 dengan proses pemilihan secara demokratis pada tanggal 8 November 2013. Namun setelah Nono Soepriyadi terpilih dengan mendapatkan 84 suara justru Rektor menunjuk dan mengngakat Dr. Sigit Sardjono sebagai Dekan, padahal pada saat proses pemilihan Sigit menyatakan mundur. " Akibat perbuatan Rektor yg mengingkari proses demokrasi dan hak pemegang suara, maka pak Nono menunjuk saya selaku kuasa hukumnya untuk mencari Keadilan dan Kebenaran serta memperjuangkan hak hak nya selaku Dekan terpilih yg dipilih secara Demokratis," ungkap Fachmi.

Semestinya, lanjut Fahmi, Rektor harusnya menghormati pilihan pemegang suara dan pilihan yg dilakukan secara demokratis, bukan jamannya lagi bertindak sewenang wenang karena merasa berkuasa.

"Karena itu saya bersedia membela dekan terpilih demi tegakknya demokrasi di untag serta kedaulatan pemegang suara," tegasnya. (Komang)

Kejati Tunjuk 4 Jaksa Tangani Bambang DH

KABARPROGRESIF.COM : Penetapan Bambang DH sebagai tersangka kasus dugaan korupsi jasa pungut (japung) ternyata sudah pertengahan November lalu. Itu dibuktikan dari Surat Dimulainya Perintah Penyidikan (SPDP) yang dikirim penyidik Polda ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) Pidana Khusus (Pidsus) Kejati, Pipiet Suryo, kemarin (29/11) menuturkan, pihaknya menerima SPDP kasus Bambang DH dari Polda pada tanggal Selasa, 26 November 2013 lalu. "Di SPDPnya tertanggal 14 November 2013," ujarnya.

Pipiet menjelaskan, di SPDP yang diterimanya tertulis Bambang DH sebagai tersangka. "Hanya satu tersangka," katanya. Memang, lanjut Pipiet, biasanya untuk kasus yang ditangani kepolisian, setiap kasus apabila dinaikkan ke level penyidikan, tersangka sudah ditetapkan.

Menindaklanjuti SPDP yang diterima Kejati tersebut, Pipiet mengaku sudah menunjuk empat jaksa pilihan untuk meneliti dan menangani kasus yang sudah menjebloskan satu anggota DPRD dan dua pejabat Pemkot Surabaya ini. "Kita sudah tunjuk empat jaksa peneliti. Sudah kita usulkan cuma suratnya belum keluar," tandasnya.

Seperti diketahui, Rabu (27/11) lalu Polda Jatim mengumumkan mantan Walikota Surabaya Bambang DH sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana jasa pungut 2007 lalu sebesar Rp 270 juta.

Ahli Hukum Pidana Unair I Wayan Titib Sulaksana menuturkan, ada pihak lain yang semestinya juga diusut terlibat kasus ini. Menurutnya, pengembalian dana japung tidak menghapus perbuatan pidana dalam kasus ini. "Makanya penyidik Polda Jatim tidak berhenti. Mereka harus melakukan pendalaman sampai ada tersangka baru," katanya, Kamis (28/11). (Komang)

Kamis, 28 November 2013

Pedagang Pasar Keputran Mulai di Data

KABARPROGRESIF.COM : Satpol PP Surabaya bersama dengan instansi terkait akan melakukan pendataan dan verifikasi jenis dagangan para pedagang Pasar Keputran, Kamis (28/11/2013). “Pendataan dan verifikasi jenis dagangan memang kami lakukan bersamaan agar memudahkan kami melakukan pengelompokan berdasar kan jenis dagangan yang dijual oleh para pedagang di Pasar Keputran,” kata Irvan Widyanto, Kepala Satpol PP Kota Surabaya.

Pendataan ini dilakukan untuk mengelompokkan pedagang pada saat relokasi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian masing-masing lokasi. Alasan lainnya adalah berkumpulnya pedagang dengan jenis dagangan yang sama dengan jumlah yang cukup besar justru akan merugikan pedagang.“Kami lakukan bertahap dan mudah-mudahan sebelum pembangunan lantai dua Pasar Keputran rampung, seluruh pendataan sudah selesai, supaya pedagang dapat segera menempati kios-kios yang sudah ada,” tambah Irvan. (*/arf)

Curi Dolar Di BRI, WNA Tunisia Divonis 4 Bulan Penjara

KABARPROGRESIF : Sungguh tindakan yang tak terpuji dilakukan Khalid Hadad (27), WNA asal Tunisia. Akibat mencuri uang dolar  di Bank BRI gedung BRI Tower Jl Basuki Rahmat, pebisnis karpet yang berdomisili di 2171 Sebelta Tonace Blok 9 harus berurusan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Aksi pencuriannya itupun berbuah hukuman. Oleh majelis hakim, Ia diganjar 4 bulan penjara, Kamis (28/11/2013). Hukuman 120 hari itu lebih ringan dari tuntutan jaksa Hanafi dari Kejari Surabaya yang sebelumnya meminta agar WNA Tunisia ini dihukum 6 bulan penjara.

Persidangan yang digelar di ruang Garuda PN Surabaya itu berlangsung kilat atau hanya sekali saja. Setelah mendakwa dan menghadirkan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hanafi pun membeberkan tuntutan pada terdakwa yang didampingi penerjemah itu. "Terdakwa dituntut pidana enam bulan penjara dikurangi masa tahanan. Terdakwa dijerat pasal 365 atau pencurian dengan pemberatan KUHP," jelasnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Imam Hanafi.

Tak lama, hakim Imam Hanafi kemudian meminta tanggapan pada terdakwa atas tuntutan itu. Setelah diterangkan penerjemahnya, Khalid dengan muka tertunduk mengaku bersalah karena melanggar hukum di Indonesia. Dia lalu memohon pada majelis hakim untuk meringankan hukuman. "Saya ingin segera pulang ke rumah," jelasnya dengan Bahasa Inggris.

Setelah berdiskusi sejenak dengan anggota majelis, hakim Imam Hanafi kemudian langsung membacakan amar putusan pada Khalid. Majelis hakim menilai bahwa pasal 365 atau pencurian dengan pemberatan telah terbukti. Adapun hal yang memberatkan putusan adalah meresahkan masyarakat, dan yang meringankan adalah bersikap sopan dan belum menikmati hasil. "Kami memvonis empat bulan penjara potong masa tahanan. Dengan demikian, sisa masa tahanan terdakwa adalah dua bulan," katanya.

Usai sidang, JPU Hanafi menerangkan kalau proses sidang ini tergolong cepat, karena dia harus berhitung dengan biaya untuk membayar penerjemah yang mendampingi terdakwa. Hitungan biaya untuk penerjemah berdasarkan durasi waktu. "Ini saya membayar dari kantong sendiri, sekitar Rp 1 juta. Durasi waktunya adalah sejak penerjemah itu datang ke PN Surabaya. Makanya, kami minta dipercepat biar biaya tak makin membengkak," tuturnya.

Untuk diketahui, terdakwa mencuri uang itu pada Selasa (1/10) lalu. Selain Khalid, ada seorang lagi rekannya bernama Usman yang masih DPO. Mereka beraksi berdua di BRI Tower dengan mengambil uang dolar sebanyak 3800 dolar AS, yang terdiri atas pecahan dolar sebanyak 38 lembar, masing-masing 100 dolar AS. Satu pelaku berhasil kabur dan masih dalam pengejaran petugas. Sedangkan Khalid Hadad ini ditangkap Polsek Tegalsari.

Dalam aksinya, dua warga asing ini datang ke bank BRI dengan berdalih menukarkan uang rupiah ke dolar. Saat dilayani oleh petugas teller BRI, mereka minta dibukakan banyak uang dolar dengan dalih mau memilih. Alasannya, tidak mau uang yang kusut.Khalid berbincang dengan petugas teler dengan berbagai macam hal. Termasuk mengaku akan menghubungi rekannya yang bisa berbahasa Indonesia terlebih dulu dan sebagainya.Di sela itu, Usman tiba-tiba mengambil 38 lembar uang dolar itu. Pelaku menggunakan aksi kecepatan tangannya, seperti sulap. Sehingga, petugas teler tidak tahu kalau ada uang yang diambil.

Dalam pemeriksaan polisi, Khalid mengaku kedatangannya bersama rekannya ke Indonesia untuk berlibur. Hal ini dibuktikan dengan paspor yang dibawanya juga merupakan paspor untuk turis. (Komang)

Tekan Angka Kriminalitas, Kapolda Jatim Pimpin Apel Operasi Zebra Semeru 2013

KABARPROGRESIF.COM : Direktorat Lalu lintas Polda Jatim, Kamis (28/11/2013) pukul 08.00 WIB, melaksanakan apel giat Operasi Zebra Semeru 2013 di lapangan Mapolda bersama jajaran TNI, Dishub dan Satpol PP.

Apel yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Unggung Cahyono, dalam rangka cipta kondisi menjelang pengamanan Natal dan Tahun Baru itu akan berlangsung selama 14 hari dimulai hari ini 28 November sampai 11 Desember 2013.

Banyaknya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, merupakan efek dari ketidak disiplinan pengemudi kendaraan. Selain itu, cipta kondisi ini juga untuk menekan angka kriminalitas dijalan serta mempersempit ruang gerak teroris. "Operasi Zebra Semeru ini merupakan agenda tetap Polda Jatim untuk menunjang Operasi Lilin Semeru 2013 menjelang Natal dan pengamanan Tahun Baru 2014,” terang Kapolda Jatim Irjen Unggung Cahyono.

Saat ditanya kendaraan yang jadi target operasi, Irjen Pol Unggung Cahyono menjelaskan polisi akan menindak pengemudi dibawah umur, balap liar, geng motor, angkutan umum tidak layak, kendaraan bak terbuka, melawan arus lalu lintas dan kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya,” pungkasnya. (Iko)

Serah Terima Jabatan di Jajaran Resimen Kaveleri-1 Marinir

KABARPROGRESIF.COM : Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Sarjito memimpin serah terima jabatan komandan batalyon di jajaran Menkav-1 Mar di lapangan apel Mako Menkav-1 Mar Semarung, Ujung, Surabaya, Kamis, (28/11/2013).

Dalam upacara tersebut diserahterimakan jabatan Komandan Batalyon Tank Amfibi-1 Marinir dari Letkol Mar Arif Handono kepada Mayor Marinir Yasri Sani Pulungan, Komandan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi-1 Marinir dari Letkol Mar Achmad Sochfan kepada Mayor Marinir Umar Hidayat dan Komandan Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri-1 Marinir dari Letkol Mar Kusyuwono kepada Mayor Marinir Tommy Dwiyanto.

Ketiga pejabat komandan batalyon yang baru tersebut merupakan lulusan Seskoal Angkatan 51, sedangkan untuk pejabat lama, Letkol Marinir Arif Handono akan menempati jabatan baru sebagai Paspers Menkav-1 Mar, Letkol Mar Achmad Sochfan akan menempati jabatan Paslog Menkav-1 Mar, sedangkan Letkol Mar Kusyuwono akan menempati jabatan baru sebagai Pasops Menkav-1 Mar.

Dalam amanatnya, orang nomor satu di Menkav-1 Mar tersebut mengatakan pergantian jabatan di dalam organisasi TNI AL khususnya Korps Marinir akan selalu dilaksanakan sejalan dengan proses kaderisasi pimpinan. Hal tersebut bertujuan agar ada suatu perubahan situasi, selain itu juga untuk meningkatkan dinamika dan prestasi kesatuan serta pembinaan personel susai dengan tuntutan tugas.

Penempatan jabatan kepada perwira, lanjutnya, merupakan suatu kepercayaan dari pemimpin, sedangkan kepercayaan merupakan suatu kehormatan sekaligus sebagai kebanggaan, sehingga harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.“Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan taktik yang semakin maju dan modern, maka seorang komandan dituntut sikap antisipatif yang tinggi, sehingga dapat mengikuti perkembangan situasi, yang akhirnya dapat memberikan kontribusi positif dalam membina satuannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama pribadi dan seluruh prajurit, Komandan Menkav-1 Marinir mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Letkol Mar Arif Handono, Letkol Mar Achmad Sochfan dan Letkol Mar Kusyuwono atas pengabdiannya dalam membina satuannya selama ini, sehingga batalyon-batalyon dijajaran Menkav-1 Mar mempunyai warna tersendiri dan menjadi suatu satuan kavaleri amfibi yang siap setiap saat untuk melaksanakan tugas. Ucapan selamat datang juga disampaikan kepada Mayor Marinir Yasri Sani Pulungan, Mayor Marinir Umar Hidayat dan Mayor Marinir Tommy Dwiyanto dengan harapan mampu meneruskan pembinaan serta meningkatkan satuan dengan sebaik-baiknya. (*/arf)

Jelang hari Armada, TNI AL Bersih-bersih Kali Mas

KABARPROGRESIF.COM : Dalam rangka memperingati hari Armada RI tahun 2013, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya mengadakan gerakan bersih-bersih kali atau yang sering disebut prokasih ( program kali bersih). Kali ini yang mendapat kesempatan untuk dibersihkan adalah Kalimas di sekitar tempat bersejarah di Surabaya, bekas peninggalan Belanda “ Jembatan Petekan”.

Program kali bersih ini untuk mendukung program yang telah dicanangkan oleh Pangarmatim yaitu “Program Pantai Bersih” beberapa hari lalu. Selain itu,  Pragram kali bersih ini digelar dalam rangka mengantisipasi datangnya musim hujan. Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh warga khususnya yang berada di bantaran sungai, tumbuh kesadaran untuk turut serta mendukung suksesnya program ini dengan cara  menjaga lingkungannya tetap bersih dan tidak membuang sampah ke sungai. Bila sungainya bersih dari sampah maka akan memperlancar aliran air hujan dan diharapkan tidak akan terjadi banjir. Adapun tema dari prokasih ini adalah “Yen kaline apik, wonge pasti apik”

Kegiatan yang rencananya akan dibuka oleh Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Sumadi, S.Sos. melibatkan sekitar 500 personel yang terdiri dari 300 personel Lantamal V dan 200 personel warga dan Instansi terkait. Acara Prokasih juga dihadiri oleh Wadan Lantamal V Kolonel Marinir Bambang Sutrisno, para Asisten Danlantamal V, para Kadis/kasatker Mako Lantamal V.

Ketua panitia Prokasih dalam rangka memperingati hari Armada RI tahun 2013 ini adalah Asisten Operasi (Asops) Danlantamal V Kolonel Laut (P) Irvansyah dan wakil ketua Kadispotmar Lantamal V Letkol Laut (P) Didik Dhuwijantoko. Adapun yang menjadi sasaran dalam prokasih kali ini yaitu sampah-sampah disekitar atau dipinggir sungai yang ada disekitar Jembatan Petekan dan tumbuhan liar yang ada di areal sungai, sehingga dapat memperlancar aliran air dari hulu menuju ke muara. (*/arf)

Bambang DH Tuding Polda Jatim Tebang Pilih


KABARPROGRESIF.COM : Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bambang DH pun uring-uringan. Mantan Walikota Surabaya ini ngotot bila dirinya tak bersalah. Kontestan Calon Wakil Gubernur ini malah menganggap penyidik Polda Jatim tebang pilih dalam menerapkan hukum atas kasus jasa pungut (japung) yang terjadi di Pemkot Surabaya.

Hal tersebut disampaikan Bambang DH usai menjalani pemeriksaan selama delapan jam di Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus (ditreskrimsus) Polda Jatim, Rabu (27/11/2013).

Menurut Bambang, bentuk tebang pilih yang dilakukan penyidik karena tidak memproses kasus Japung ini yang berlaku di DPRD Propinsi Jawa Timur. Padahal, payung hukum yang digunakan sama yakni Permendagri dan UU No 17 tahun 2003."Kalau di Propinsi japung tersebut diperbolehkan, kenapa di Surabaya tidak diperbolehkan? Payung hukum yang kita gunakan sama, di Indonesia hanya di Surabaya kasus Japung diproses secara hukum," ujar Bambang.

Sebagai Kepala Daerah, Bambang mengaku sudah berhati-hati dalam mengambil kebijakan, termasuk adanya payung hukum yang jelas sehingga adanya kepastian dan tidak multi tafsir. " Saat saya diperiksa menjadi saksi di pengadilan, saya sudah sampaikan pada majelis hakim bahwa sebagai pimpinan daerah, saya memerlukan aturan hukum yang jelas dan tidak multi tafsir sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan," tegasnya.

Oleh karenanya, Bambang meminta agar dibuat payung hukum yang pasti sehingga sebagai Kepala Daerah tidak salah dalam membuat kebijakan. "Kalau aturan yang sudah jelas dijadikan pedoman dalam membuat kebijakan tetap dipersalahkan, kita memakai aturan yang mana?," tukasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono membantah jika penyidik tebang pilih dalam mengungkap kasus Japung, menurutnya dengan adanya kasus ini maka penyidik lainnya bisa menjadikan yuris prodensi untuk mengungkap kasus yang sama yang terjadi di tempat lain. (Iko)

Korupsi Dana Japung, Bambang DH Diperiksa 8 Jam

KABARPROGRESIF.COM : Bambang Dwi hartono (DH) akhirnya kooperatif datang ke Mapolda jatim untuk menjalani pemeriksaan terkait dana jasa pungut yang telah menelan empat 'korban' diantaranya tiga pejabat Pemkot Surabaya antara lain, Sukamto Hadi, Muklas Udin serta Purwito dan satu anggota DPRD Surabaya, Musyafak Rouf.

Mantan Walikota Surabaya itu menjalani pemeriksaan di ruang Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus (ditreskrimsus) Polda Jatim. Oleh penyidik Bambang diperiksa secara maraton selama delapan jam yakni mulai pukul 09.30-16.15 Wib, Selasa (27/11/2013).

Usai diperiksa di ruang Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Subdit III Korupsi, Bambang mengaku mendapat lebih dari 80 pertanyaan terkait prosedur jasa pungut sebesar Rp 720 juta untuk para anggota DPRD Surabaya."Ditanyai seputar Japung, saya jelaskan apa adanya bagaimana japung tersebut bisa keluar," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, proses adanya Japung sendiri berawal dari permintaan pimpinan DPRD Surabaya saat itu Musyafak Rouf pada Sukamto Hadi (Sekkota Surabaya), Muhlas Udin (Asisten I Pemkot), dan Purwito (Kabag Keuangan Pemkot). "Permintaan ketua DPRD Surabaya saat itu karena mengacu pada adanya Japung di DPRD Propinsi," ujar Bambang.

Dengan adanya permintaan ketua DPRD Surabaya tersebut, oleh Sekkota permintaan tersebut diteruskan pada Bambang DH. "Saat permintaan tersebut disampaikan kepada saya, saya utarakan asalkan aturannya jelas dan uangnya ada maka silahkan saja," terang Bambang.

Setelah uang sebesar Rp 720 juta tersebut dicairkan, kemudian terjadi konflik internal PKB yang berbuntut dilaporkannya Musyafak yang kemudian oleh Bambang DH diinstruksikan agar menarik uang tersebut dan kemudian berhasil diselamatkan uang sebesar Rp 720 juta. (Iko)

Rabu, 27 November 2013

Minggu Depan, Ery Cahyadi Kembali Diperiksa Kejati

KABARPROGRESIF.COM : Pasca memeriksa Agus Imam Sonhaji selaku Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko), penyidik Kejati Jatim mengagendakan  memeriksa Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DKCTR) Pemkot  Surabaya Eri Cahyadi guna menyelidiki temuan kas sebesar Rp 8 miliar di rekening Pemkot Surabaya dari pos DPPKD.

Kasi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim, Rohmadi mengatakan, pemeriksaan Eri akan dilakukan pada pekan ini. “ Kemarin kita meminta dokumen-dokumen terkait pendirian reklame pada saksi yang kita kemarin (Sonhaji), namun yang bersangkutan menyatakan semua dokumen ada pada Kepala Dinas CKTR yang baru. Makanya kita undang yang bersangkutan," ujar Rohmadi, Selasa (26/11/2013).

Jaksa Kejati Jatim itu menambahkan, saat pemeriksaan nantinya pihaknya akan memfokuskan pemeriksaan terkait kasus ini dan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini. Penyidik pidana khusus Kejati Jatim sebelumnya melakukan pemeriksaan saksi terkait dugaan korupsi dana jasa bongkar (Jambong) reklame. Ketika memeriksa Andarwati, bendahara DPPKD, terungkap di brankas dinas ada dana siluman sebesar Rp 8 miliar yang tak jelas pemiliknya.

Sebelumnya, Kepala DPPKD Justamadji membenarkan jika uang Rp 8 miliar itu merupakan dana Jambong, dan uang itu masih ada di kas kantor dinasnya. Menurut Justamadji, uang itu tidak ada yang berani mengotak-atik. “Uang itu masih utuh jumlahnya Rp 8 miliar dan tidak ada yang bisa mengotak-atik uang tersebut dari kas kantor kami,” ungkap Justamadji saat itu.

Namun mengacu laporan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jatim beberapa waktu lalu, ada
kemungkinan dana jasa bongkar bisa lebih dari itu. Belum lagi dugaan menguapnya dana titipan pajak dari pengusaha reklame di DPPKD.

Namun stelah melalui proses pemeriksaan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), Kejati tidak menemukan adanya indikasi korupsi. Namun muncul persoalan lain, yakni adanya dana Rp 8 miliar yang sempat tidak diketahui berasal darimana. (Komang)

Jaksa Masih Sulit Hadirkan Saksi Kunci Korupsi Bank Jatim


KABARPROGRESIF.COM : Proses sidang perkara kredit fiktif Bank Jatim cabang HR Muhammad Surabaya, dengan terdakwa Carolina Gunadi, terus menemuhi kendala dalam menghadirkan saksi kunci Yudi Setiawan. Sebelumnya, dalam persidangan Bank Jatim,

Ketua Majelis Hakim M Yapi meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, agar menghadirkan bos PT Cipta Inti Parmindo (CIP) dalam persidangan berikutnya.

Majelis Hakim M Yapi mengatakan, pada persidangan perkara Bank Jatim, pihaknya meminta Jaksa supaya
menghadirkan Yudi Setiawan. Menurutnya, kehadiran Yudi diperlukan sebagai saksi kunci mengenai aliran dana dari kredit fiktif yang dilakukannya. “Saya tetap minta Jaksanya untuk menghadirkan Yudi dipersidangan Carolina,” ujarnya.

“Tidak ada alasan lagi bagi Jaksa, untuk tak menghadirkan Yudi. Sebab, urusan KPK dengan Yudi sudah selesai, maka mau tak mau Jaksa harus menghadirkannya,”urai Majelis Hakim, M Yapi, Rabu (27/11/2013).

Yapi menjelaskan, Yudi sudah tidak dibutuhkan lagi oleh KPK. Namun, kasusnya di Kalimantan masih kasasi. Sambungnya, maka dirinya menganjurkan agar Kejari Surabaya mengirim surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung), meminta izin ke Mahkamah Agung (MA) untuk menghadirkan Yudi dalam sidang Bank Jatim di Surabaya.

Selain itu, Yapi menguraikan, pihaknya masih bermusyawarah dengan anggota Majelis Hakim, untuk melakukan penetapan rencana pemanggilan Yudi Setiawan. Menurutnya, dalam persidangan Bagus Prayogo (Kacab Bank Jatim HR Muhammad) dan Tony Bahrawan, keduanya tidak terima dan meminta agar Jaksa menghadirkan Yudi dalam persidangannya. Dari hal ini, maka kehadiran Yudi dibutuhkan untuk mengkonflointer kebenaran kasus kredif fiktif tersebut.“Saya dan anggota Majelis Hakim perkara ini, bertukar pikiran untuk penetapan pemanggilan Yudi. Kalaupun ini tidak berhasil, kami akan lakukan pemanggilan paksa,” tegas Yapi.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, Nurcahyo Jungkung Madyo menerangkan, pihaknya sudah mengupayakan kehadiran Yudi Setiawan dalam sidang mantan istrinya, Carolina Gunadi. Tak hanya itu, Nurcahyo mengaku kalau pihaknya sudah mengajukan permohonan pemanggilan Yudi lewat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, supaya disampaikan ke Kejagung.“Kami sudah mengupayakan kehadiran Yudi, dengan mengajukan permohonan lewat Kejati. Dan permohonan itu sudah disampaikan ke Kejagung,” pungkasnya.

Nurcahyo menambahakan, karena Yudi sekarang mengajukan kasasi atas kasusnya di Kalimantan Selatan, maka kami menunggu jawaban permohonan pindah tempat dari MA. Sambungnya, kewenangan penahanan sepenuhnya ada di MA, dan pihaknya tinggal menunggu jawaban dari MA.

Disinggung mengenai pemindahan penahanan, Nurcahyo menegaskan bahwa hal ini sangat dimungkinkan, mengingat Yudi tak hanya terlibat kasus 6 CV fiktif miliknya, tetapi terlibat kasus Bank Jatim juga. “Tidak menutup kemungkinan untuk Yudi dipindah tempatkan,” singkatnya. (Komang)

84 Mahasiswa dari 6 Negara Kunjungi Surabaya

KABARPROGRESIF.COM : Ruang sidang Walikota Surabaya yang biasanya digunakan untuk rapat mendadak berubah menjadi tempat perkuliahan. Puluhan mahasiswa lintas negara serius memperhatikan paparan Asisten II Sekkota M. Taswin serta Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Chalid Buhari. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan delegasi AEON Asia Eco Leader dalam rangka pembelajaran mengenai pengelolaan sampah.

Sebanyak 84 mahasiswa dari enam negara mendapat kesempatan untuk belajar tentang pengelolaan lingkungan di Kota Pahlawan. Mereka datang dari China, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan tentu saja Indonesia selaku tuan rumah. Rombongan mahasiswa dipimpin oleh Moto Tomomura, Sekjen AEON 1% Club.

Tomomura mengatakan, AEON merupakan korporasi perusahaan bermarkas di Jepang yang memiliki jaringan di beberapa negara. Dan 1% memiliki arti tertentu. Yakni, lanjutnya, perusahaan-perusahaan yang termasuk jaringan AEON wajib menyisihkan 1% dari total revenue untuk kegiatan-kegiatan di bidang sosial, kultur dan lingkungan.

Di sisi lain, kebersihan Kota Surabaya mendapat pujian dari Tomomura. Dia secara blak-blakan menyatakan bahwa kondisi jalan di Surabaya jauh lebih bersih dibandingkan Jakarta. “Untuk ukuran kota besar, kota ini sangat bersih dan nyaman,” ungkapnya saat ditemui di balai kota, Rabu (27/11).

Tomomura juga menyebut, Kota Surabaya sangat terkenal di Jepang. Utamanya dalam bidang lingkungan. Oleh karenanya, dia langsung memutuskan menjadikan Surabaya sebagai salah satu kota yang dikunjungi delegasi AEON Asia Eco Leader. “Tujuan kunjungan ini adalah fokus mendalami tentang pengelolaan lingkungan. Dan saat ini kami akan menaruh fokus pada manajemen sampah serta kebijakan pemerintah kota dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat,” paparnya.

Sementara, Asisten II Sekkota M. Taswin serta Kepala DKP Chalid Buhari, yang didaulat menyampaikan materi lebih banyak mengupas upaya-upaya pemkot menjadikan Surabaya kota berwawasan lingkungan. Chalid mengatakan, cerita sukses perubahan Surabaya tidak lepas dari tiga hal utama. Yakni, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan sampah menjadi energi alternatif.

Dijelaskan Chalid, Surabaya memulai langkahnya di bidang lingkungan dengan meminimalisir sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Caranya dengan menerapkan semboyan 3R (reduce, reuse, recycle) atau bisa diartikan mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Perlahan tapi pasti, upaya-upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Hal ini bisa dilihat dari grafik volume sampah yang
masuk ke TPA dari tahun ke tahun selalu menurun. Tampaknya, kata Chalid, masyarakat juga mulai sadar akan pentingnya mengelola sampah secara benar. Bahkan, melalui sejumlah pelatihan, warga mulai bisa mandiri dan kreatif menghasilkan produk-produk hasil daur ulang. “Hasil penjualan produk bisa mencapai Rp 72 juta per bulan,” beber mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

M.Taswin menambahkan, banyak program berwawasan lingkungan yang sudah dijalankan pemkot di antaranya rumah kompos dan pembangunan IPAL. Di samping itu, kesadaran lingkungan juga mulai ditanamkan sejak dini. Yakni melalui program eco-school. Saat ini, jelas Taswin, sudah ada 1.560 sekolah yang berkomitmen dalam gerakan eco-school.

Selain mendengarkan paparan, para mahasiswa juga terlibat dalam sesi tanya jawab. Di luar dugaan, mahasiswa dari berbagai negara ini antusias memberondong dua pejabat pemkot dengan sejumlah pertanyaan. Bahkan, lantaran banyaknya mahasiswa yang ingin bertanya, Kabag Kerjasama Ifron Hady selaku moderator harus menambah sesi.

Pertanyaan yang diajukan pun terbilang kritis dan cerdas. Seperti salah seorang peserta dari Jepang yang ingin tahu bagaimana cara pemkot bersinergi dengan masyarakat maupun perusahaan. Menjawab hal itu, Chalid mengatakan, sinergitas semua pihak tidak dibentuk secara instan. Artinya, perlu proses. Dan yang terpenting, pemkot harus memberi contoh terlebih dahulu. “Komitmen kuat itulah yang bisa mengajak masyarakat dan perusahaan untuk berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan. Serta peran kader lingkungan juga patut diapresiasi. Pasalnya, merekalah yang menjadi motivator warga untuk bergerak. Saat ini jumlah kader lingkungan di Surabaya ada 4 ribu orang,” tuturnya.

Secara keseluruhan, M. Taswin yang mewakili Walikota Surabaya menyambut baik kunjungan tersebut.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan untuk lingkungan berdampak pada kehidupan anak-cucu kita di masa mendatang,” pungkasnya. Sebagai informasi, setelah balai kota, rombongan AEON Asia Eco Leader bergerak mengunjungi Superdepo Sutorejo, Rumah Kompos Wonorejo, dan kampung lingkungan Jambangan. (*/arf)

Polisi Bekuk Oknum Pengacara Saat Pesta Sabu

KABARPROGRESIF.COM: Gunadi warga Jl Kartini Surabaya yang berprofesi sebagai seorang pengacara, dibekuk petugas Sat Reskoba Polrestabes Surabaya bersama teman wanitanya di area parkir Hotel High Point, dalam dugaan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Selain pasangan selingkuh itu, petugas juga mengamankan seorang pengusaha besi tua yakni, Son Haji alias H Mohammad Son. Saat ditangkap, ketiganya ditengarai bakal menggelar pesta Narkoba.

Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Leonard Sinambela membenarkan telah melakukan penangkapan ketiga orang di area parkir Hotel High point Jl Siwalan Kerto depan kampus Petra tersebut.

Menurutnya, saat ditangkap Gunadi sedang bersama teman wanitanya dan janjian dengan H Mohammad Son untuk pesta sabu. Sebelumnya polisi memperoleh informasi bahwa Gunadi telah menyewa sebuah kamar  itu yang diduga bakal digunakan untuk pesta sabu. “Begitu melihat Gunadi turun ke area parkir untuk mendatangi Son Haji, anggota langsung melakukan penyergapan dan mendapat barang bukti sepoket sabu di tangan tersangka Son Haji,” papar Leonard.

Dalam pemeriksaan, ketiganya langsung dijadikan tersangka setelah hasil tes urine mereka positif mengandung sabu. “Tapi Gunadi dan teman perempuannya kami tangguhkan penahanannya. Khusus kedua tersangka ini kami kenai pasal 127 dan 131 UU no 35 tahun 2009 dimana ancaman hukumannya di bawah empat tahun sehingga bisa tidak ditahan,” lanjut Leonard. (*/arf)

Marinir Juara Umum Tinju Amatir Walikota Surabaya Cup 2013

KABARPROGRESIF.COM : Petinju-petinju Korps Marinir yang bernaung di Sasana Amphibi Boxing Camp Sidoarjo berhasil keluar sebagai Juara Umum kejuaraan tinju amatir memperebutkan piala bergilir Walikota Surabaya yang digelar di Markas Yonif-1 Marinir Tanjung Perak, Surabaya, Minggu, (24/11/2013).

Kegiatan yang disaksikan Ketua Harian Pertina Surabaya RM. Arif Wibowo, Wadan Brigif-1 Marinir Letkol Marinir Suliono, Danyonif-1 Mar Letkol Mar Sulistiyo Tri dan perwira dijajaran Brigif-1 Marinir tersebut diikuti delapan sasana yang berada di wilayah Jawa Timur yaitu Amphibi Boxing Camp, Alang-alang BC, Narotama BC, Husada Regency, Rajawali BC, Sarif BC Sidoarjo, Kopaska Armatim BC dan Probolinggo BC.

Kejuaraan Ttinju Amatir tersebut diikuti 26 petinju yang turun di kelas 45 kg, 48 kg, 50 kg, 53 kg, 55 kg, 56 kg, 58 kg, 59 kg, 60 kg,  63 kg dan 90 kg. Sasana Amphibi Boxing Camp menurunkan lima petinjunya yaitu Kintoko kelas 55 kg, Endik kelas 56 kg, Aseh kelas 58 kg, Sugiyono kelas 63 kg dan Herman kelas 60 kg. Tiga dari lima petinju sasana Amphibi Boxing Camp berhasil memenangkan pertandingan yaitu Kintoko, Aseh dan Sugiyono. Dengan hasil tersebut, Sasana Amphibi Boxing Camp dengan Ketua Yanus Letkol Marinir Sulistiyo Tri yang petinju-petinjunya merupakan prajurit Korps Marinir berhasil keluar sebagai juara umum dan berhak atas Piala Bergilir Walikota Surabaya.

Sementara itu, Ketua Harian Pertina Surabaya Rm. Arif Wibowo didampingi Letkol Marinir Suliono mengatakan bahwa tujuan diadakannya kejuaraan tinju amatir tersebut yaitu untuk mencari bibit-bibit petinju yang berpotensial dari daerah untuk perkembangan tinju Jawa Timur khususnya dan nasional pada umumnya. (*/arf)

Ketua PN Baru Janji Perketat Pengawasan Ruang Hakim

KABARPROGRESIF.COM : Resmi sudah, Pucuk pimpinan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya berganti, dari  Ketua PN Surabaya Heru Pramono kini digantikan oleh Hery Supriyono. Serah terima jabatan (sertijab) jabatan Ketua PN tersebut digelar  di pelataran PN Surabaya, Jalan Raya Arjuno 16-18, Rabu (27/11/2013).

Usai pelantikan, Ketua PN Surabaya yang baru, Hery Supriyono, berujar  akan melakukan beberapa perbaikan dari sejumlah kekurangan yang ada di masa Heru Pramono. Salah satunya terkait bebasnya pihak beperkara menemui hakim di ruangannya. ”Ke depan kami akan perketat bagaimana pihak beperkara tidak bebas keluar-masuk ruang hakim. Tentu ini bertahap karena memerlukan biaya,” ujarnya.

Kendati sering mendapat soroton media, di PN Surabaya sering terlihat pihak beperkara, baik pihak terdakwa maupun pelapor atau penggugat-tergugat, masuk ke ruangan hakim yang menyidangkan perkara mereka. Bahkan, beberapa bulan lalu seorang hakim berinisial HM diindikasikan menerima sejumlah uang dari terdakwa melalui jaksa S. Baik HM maupun S kemudian sama-sama menerima sanksi dari institusinya masing-masing.

Sejak kasus itu, Ketua PN Surabaya yang lama, Heru Pramono, mengaku akan menambah fasilitas teknologi pengawasan, yakni pemasangan kamera pemantau (CCTV) yang menyorot pintu seluruh ruangan hakim. Sebelumnya, antisipasi keluar-masuknya pihak beperkara juga dilakukan dengan pemasangan kunci elektronik di pintu masuk utama menuju ruangan hakim. Namun itu tidak berjalan efektif karena mudahnya penjaga pintu membukakan pintu untuk pihak beperkara yang ingin menemui hakim.”Sudah ada contohnya di MA. Di sana ada kartu khusus untuk bisa masuk ke ruang utama. Kita mungkin akan meniru
itu untuk menjaga bagaimana tidak ada akses pihak beperkara menemui hakim,” kata Hery. (Komang)

Gelar Jalan Sehat Untuk Mempersatu Lapisan Masyarakat

 
KABARPROGRESIF.COM : Untuk memperingati Hari Pahlawan, warga yang berada di wilayah Kelurahan Kutisari memeriahkannya dengan menggelar berbagai kegiatan, diantaranya demo memasak, musik religius dan jalan sehat. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kalender kegiatan tahunan.

Yang menarik perhatian dalam kegiatan itu yakni jalan sehat, ini terlihat dari banyaknya animo masyarakat, sedikitnya 25 ribu lembar kupon yang telah disediahkan oleh panitya ludes terjual, anehnya lagi dari banyaknya kupon yang terjual pada kegiatan itu hanya dihadiri sekitar 10.000 peserta.

Jalan Sehat yang digelar pada hari minggu (24/11), dilepas pada pukul 07.00 pagi dengan menempuh jarak
sekitar 3 Km. Dengan mengawali jl. Kendangsari, Kutisari gang X, Kutisari Selatan gang VII dan berakhir di Jl. raya Kutisari tepatnya di depan kantor Kelurahan Kutisari.

Kegiatan bertajuk “ Sosialisasi BKM Peduli Warga” itu terselenggara berkat kepedulian dari BKM Peduli Kutisari yang  bekerja sama dengan kelurahan setempat.
 .
Menurut Sri Sukariati, SH. Lurah Kutisari menuturkan, Kegiatan jalan sehat ini adalah bertujuan untuk memberikan ajang bersilahturahmi antar  warga disekitar wilayah setempat,” Kegiatan jalan sehat ini adalah mengakrabkan kedekatan warganya,supaya hubungan jalinan persaudaraan warganya tetap guyub.” katanya pada KABARPROGRESIF.COM

 Hal senada juga diungkapkan oleh Drs. Chaerul Anwar, M.Si Camat Tenggilis Mejoyo, menurutnya dengan jalan Sehat ini diharapkan  semua lapisan ikut serta, sehingga bisa menciptakanpersaudaraan yang kuat,” Kegiatan jalan sehat ini tidak sebatas warga saja , namun untuk menciptakan suasana keguyuban peran serta warga perumahan ini juga turut serta.” inginnya.

Hadi Wahyono Azhar Ketua LKMK Kutisari juga menuturkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa
mempersatukan dari semua warga tidak hanya melihat dari golongan tertentu,” Kegiatan jalan sehat yang digelar tersebut untuk menjaga kesolidan dan persatuan warganya dengan tidak melihat dari suku agama, sehingga bisa kedepan bisa menjaga kebaikan warga.” katanya.

Adapun hadiah yang telah disediahkan diantaranya sepeda motor matic, tv, lemari es, sepeda gunung, kipas angin, setrika, kompor gas, handphone, dispenser, magic coom serta hadiah hiburan. (ADJI)

       

              

Rakortas Intelijen Koarmatim Resmi dibuka

KABARPROGRESIF : Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Intelijen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Tahun 2013 dibuka Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Siwi Sukma Adji hari ini, Rabu (27/11/2013) di Gedung Pulau Gundul Kolatarmatim Ujung Surabaya. Kegiatan tersebut, dihadiri para Asisten Pangarmatim, Kasatker Mako Koarmatim dan seluruh peserta rakor.

Peserta Rakortas  yaitu, para Asintel,Komandan Denintel, Komandan Timintel   dan Kasatpam di jajaran Koarmatim serta Kasatpam Kotama TNI AL di wilayah Surabaya. Tujuan diadakannya Rakortas ini sebagai forum penyampaian Rakornis Intelijen Tahun 2013. Juga untuk menyamakan persepsi tentang tugas-tugas serta direkif komando atas serta pemimpin kepada sintel Koarmatim beserta jajaranya. Disamping itu,  juga sebagai wahana untuk silaturahmi dan komunikasi dua arah antara satuan atas  beserta Staf dengan peserta Rakortas.

Dalam sambutan Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum yang dibacakan Kasarmatim mengatakan, dilaksanakan rakortas ini selain untuk menyamakan persepsi tentang tugas-tugas yang diemban sintel Koarmatim beserta jajaran juga untuk mendapatkan masukan dari peserta rakortas berupa kegiatan dan kendala yang dihadapi serta saran masukan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dihadapkan pada keterbatasan yang ada.“Oleh karena itu, perlu diambil langkah-langkah kebijakan yang komprehensif dan integral agar tujuan dan sasaran pembinaan di masa mendatang dapat diwujudkan secara optimal,”kata Pangarmatim. (*/arf)

Ketum gabungan Jalasenastri Kobandikal Kunjungi Prajurit Sakit


KABARPROGRESIF.COM : Kewajiban seorang pemimpin adalah memberi Kepedulian dan mengayomi prajurit di bawahnya terutama bagi yang tertimpa musibah, hal tersebut dibuktikan Ketua Gabungan Jalasenastri Kobangdikal Ny. Ir. Lusiana Widodo dengan mengunjungi prajurit siswa Kobangdikal yang sedang sakit di Satuan Kesehatan (Satkes) Kobangdikal, Rabu (27/11/2013).

Dalam kunjungan tersebut, Istri Komandan Kobangdikal Laksda TNI Widodo, S.E. ini didampingi Wakil Ketua Gabungan Jalasenastri Kobangdikal Ny. Tini Sturman Panjaitan, para Ketua Cabang dan pengurus Gabungan Jalasenastri di lingkungan Kobangdikal.

Menurutnya, maksud kedatangan dirinya beserta Pengurus Gabungan Jalasenastri Kobangdikal ke Satkes ini, selain bersilaturahmi dengan para prajurit siswa yang sedang sakit juga melihat sarana dan prasarana yang di punyai Satuan Kesehatan Kobangdikal .“Semoga dengan kedatangan saya bisa memberikan manfaat berupa motivasi bagi prajurit siswa yang sakit agar cepat sembuh dan berkumpul kembali dengan siswa yang lain untuk melanjutkan program pendidikan,” jelasnya.

Adapun siswa dan prajurit antap yang mendapat kunjungan orang petama di jajaran PG Jalasenastri Kobangdikal ini adalah Kelasi Dua (KLD) Darmansyah dan KLD Aria, siswa Pusdikpel Kodikopsla, Lettu Laut (S) M. Munawar, KLD Karona S siswa Pusdikbanmin dan dr. Aprilia Jati dari siswa Pusdikes Kodikdukum.

Ketua Gabungan Jalasenastri Kobangdikal berpesan agar selalu tabah dan bersemangat dalam menerima ujian tersebut, karena Ia berkeyakinan bahwa bila ujian dalam hidup seperti sakit dan musibah lainnya dihadapi dengan tawakal dan Ikhlas, maka akan mendatangkan buah yang manis yaitu ridhonya Allah SWT.

Selain itu, Ia pun berharap, kunjungannya beserta para pengurus Gabungan Jalasenastri Kobangdikal dan bingkisan alakadarnya itu, jangan dilihat dari jumlah dan besarannya, namun hal itu bisa pahami sebagai rasa kebersamaan dan kekeluargaan dari keluarga besar Kobangdika yang harus saling menyayangi dan saling membantu. (*/arf)

Pangdam Dampingi Ketua Tim Irjenad Tinjau lokasi Juang Kartika


KABARPROGRESIF.COM : Seusai menutup taklimat akhir, Pangdam V/Brawijaya menunjukkan lokasi tempat sentral kegiatan yang akan diselenggarakan untuk memperingati Hari Juang Kartika dan Pameran Alutsista TNI Angkatan Darat, Rabu (27/11).

Lokasi yang pertama disinggahi adalah Balai Prajurit dan sekitarnya sebagai tempat Pameran Alutsista TNI Angkatan Darat. Baik gedung maupun lingkungan sekitar tidak luput dari pantauan. Pangdam V/Brawijaya didampingi oleh Asisten Operasi Kasdam V/Brawijaya dan Kasidam V/Brawijaya.   

Selepas dari Balai Prajurit menuju ke lapangan hitam tempat upacara Peringatan Hari Juang Kartika yang akan digabungkan dengan peringatan Hari Jadi Kodam V/Brawijaya. Selanjutnya, sempat meninjau Rumah Pintar (*/arf)

Taklimat Akhir Irjenad


KABARPROGRESIF : Pangdam V/Brawijaya menutup taklimat akhir di Bina Yudha pada pengawasan dan pemeriksaan Tim Irjenad setelah beberapa hari berada di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya, Rabu (27/11).
 
Dalam taklimat akhir disampaikan temuan-temuan Tim Wasrik Irjenad di setiap satuan yang dikunjunginya. Disampaikan bahwa hasil temuan sebagai kekurangan dari setiap satuan untuk diperbaiki dan sebagai bahan masukan untuk menjadikan satuan tersebut menjadi lebih baik kedepannya.

Pada taklimat akhir dihadiri oleh para pimpinan satuan yang dikunjungi dan para Asisten Kasdam V/Brawijaya dan para Kabalakdam V/Brawijaya (*/arf))

Polrestabes Surabaya Tangkap Tiga Lagi Pelaku Pembunuhan

KABARPROGRESIF.COM: Tiga otak pelaku pembunuhan mahasiswa asal Timor Leste akhirnya dibekuk satuan reserse kriminal Kejahatan umum (Jatanum) Polrestabes Surabaya, setelah lama kabur ke daerah Palembang. Dengan ini maka polisi sudah mengamankan ketujuh tersangka setelah sebelumnya seperti punya hutang kewajiban karena cuma berhasil meringkus empat dari tujuh pelaku masing-masing Alberto (21) warga Aldeia Moris Foun C Suco Dili, Mateus Rangel (26) warga Bidau Toko Baru Dili
dan Adino Viera (25) warga Komplek Rutan RT 001/01 Kel Fatukboot Atambua Selatan NTT.

Seperti diberitakan, peristiwa pembunuhan bermula pada Selasa (8/10/2013) lalu ketika mereka terlibat pertikaian dengan kedua korban tewas, Ismenio Boy Alegria Da Silva dan Uvaldo jos Anjos dekat kos mereka di Jl Klampis Semalang I. Namun perkelahian dapat diredakan warga setempat.

Tapi diam-diam, ketujuh tersangka masih memendam dendam. Rabu (9/11/2013) dinihari, mereka kembali datang dengan membawa senjata tajam. Kedua korban yang sedang begadang di Jl Klampis Semalang II, langsung diserang menggunakan senjata tajam.“Ketiga tersangka ini salah satunya merupakan otak dari pengeroyokan, mereka berhasil ditangkap di Palembang, di salah satu rumah kerabatnya,” terang Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti.

“Motif dari pembunuhan tersebut, merupakan salah paham dari kelompok masing masing. Puncaknya terjadi pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa kedua korban,” lanjut Suparti.(Iko)

Kursus Pakorbantem Korps Marinir Resmi Dibuka

KABARPROGRESIF.COM : Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar) Kolonel Marinir Budi Purnama, S.Pi yang diwakili Komandan Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Danpuslatpurmar)-3 Grati Mayor Marinir Bakri, S.Pd bertindak selaku Irup pada upacara pembukaan Kursus Perwira Kordinasi Bantuan Tembakan (Pakorbantem) Korps Marinir tahun 2013 di Lapangan Puslatpasrat Kolatmar Surabaya, Senin (25/11/2013).

Kursus Pakorbantem yang diikuti oleh 30 orang peserta dari seluruh anggota Pusalatpasrat Kolatmar Surabaya ini akan berlangsung kurang lebih selama 1 bulan yang dilaksanakan di Pusat Latihan Pasukan Pendarat (Puslatpasrat) Kolatmar Surabaya.

Dalam amanat Dankolatmar yang dibacakan oleh Irup mengatakan bahwa untuk memenuhi dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan prajurit dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidangnya, maka perlu adanya pembinaan personel di jajaran Korps Marinir, seperti Kursus Perwira Kordinasi Bantuan Tembakan ini.

Lebih lanjut Dankolatmar menyampaikan, tujuan diselenggarakannya kursus tersebut diharapkan dapat berguna dan menambah bekal wawasan ilmu pengetahuan serta dapat melaksanakan tugas sebagai perwira yang mampu mengordinasikan seluruh kesenjataan untuk memberikan bantuan tembakan dalam Operasi Amfibi. Kursus ini adalah program pembinaan personel di jajaran Korps Marinir serta merupakan Kaderisasi bertahap dan berlanjut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Aspers Pasmar-1, Para Perwira Staf Kolatmar, dan Paspers di jajaran kolak Pasmar-1.  (*/arf)

Jalasenastri Kobangdikal Dukung Pecahkan Rekor Muri Joget Caesar

KABARPROGRESIF.COM : Ketua Umum PG Jalasenastri Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Ny Ir. Lusiana Widodo memimpin 350 personil Jalasenastri Kobangdikal untuk turut serta dalam pemecahan Museum Rekor Indonesia (Muri) Lomba Joget Caesar dalam rangka memperingati hari Armada tahun 2013, Rabu (27/11/2013).

Pemecahan rekor Muri Joget Caesar yang merupakan joget terheboh tahun 2013 itu, rencanannya akan digelar di Dermaga Madura Ujung Koarmatim Minggu (1/12) mendatang.

Selain personil Kobangdikal dalam pemecahan Rekor Muri tersebut juga melibatkan tujuh Kotama TNI AL Wilayah Surabaya, selain itu juga direncanakan akan melibatkan beberapa Instansi perintah, Polisi maupun Militer yang ada di wilayah Surabaya.

Adapun tujuh Kotama TNI AL wilayah Surabaya tersebut antara lain Komando Pengembangan dan Pendididkan Angkatan Laut (Kobangdikal), Akademi Angkatan Laut (AAL), Lantamal V Surabaya, Unit Pelaksana Timur (UPT) Mabesal, Pamar 1 Surabaya, Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial,) Pusnerbal dan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) sebagai tuan rumah.

Disela sela-sela acara, orang nomor satu di jajaran Jalasenastri Kobangdikal tersebut mengungkapkan untuk
kesuksesan jalannya pemecahan Rekor Muri Joget Caesar personel Jalasenastri Gabungan Kobangdikal akan memaksimalkan personel yang terlibat kegiatan.“Pemecahan Rekor Muri Joget Caesar dilaksanakan hari Minggu. Insya Allah personil kobangdikal yang terlibat bisa di atas 350, kegiatan ini selain olahraga juga sebagai sarana rekreasi keluarga dengan melihat Alutsista yang dipunyai TNI AL.” terangnya. (*/arf)

Jelang Peringatan Hari Juang Kartika



KABARPROGRESIF.COM : Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Ediwan Prabowo, S.IP kembali memimpin rapat kesiapan Peringatan Hari Juang Kartika yang digabungkan dengan HUT Kodam V/Brawijaya di Aula Makodam hari ini, Selasa (26/11).

Rapat ini digelar sebagai keseriusan mempersiapkan Peringatan Hari Juang Kartika yang rencananya terpusat di Surabaya. Rencana peringatan tersebut menjadi spesial karena penyelenggaraannya digabungkan dengan peringatan hari jadi Kodam V/Brawijaya. Bentuk kesungguhan itu ditunjukkan dengan rapat yang dilaksanakan ini dihadiri pula oleh beberapa pejabat dari Mabes TNI. Rapat yang dipimpin langsung Pangdam dihadiri pula oleh Kasdam beserta para asistennya dan para Kabalakdam serta perwira yang terlibat dalam kepanitiaan.

Selain itu, dihadiri pula oleh para pengurus Persit Kodam yang turut dilibatkan berkaitan dengan moment besar yang akan dihelat. Turut dilibatkan “Event Organiser” yang telah dipandang mumpuni menyelenggarakan dalam kegiatan serupa. Pada awal rapat dipaparkan oleh koordinator kegiatan Aspers Kasdam V/Brawijaya dan dilanjutkan dengan para koordinator tiap-tiap bidang untuk melaporkan kesiapannya (*/arf)

Pangdam V/Brawijaya Pimpin Rapat Hari Juang Kartika

KABARPROGRESIF.COM : Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Ediwan Prabowo, S.IP memimpin rapat di Bina Yudha (22/11) dalam rangka kesiapan memperingati Hari Juang Kartika dan Pameran Alutsista TNI AD.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Kasdam V/Brawijaya, Staf Ahli Pangdam, para Asisten Kasdam dan para
Kabalakdam serta para Perwira yang terlibat dalam kepanitiaan. Hadir pula Pengurus Persit dalam keterlibatan kegiatan tersebut. Acara awalan disampaikan paparan dari Aspers Kasdam V/Brawijaya sebagai koordinator kegiatan

Peringatan Hari Juang Kartika yang sedianya sekaligus Peringatan HUT Kodam yang waktunya bersamaan. Untuk pemapar kedua sebagai koordinator pameran alutsista TNI Ad adalah Asops Kasdam V/Brawijaya.

Untuk mempertegas dan memperjelas kegiatan, para koordinator kegiatan memaparkan secara rinci tentang
kegiatan yang dibidanginya. Rencananya kegiatan pameran akan dilaksanakan pada tanggal 13 sampai dengan 17 Desember 2013 dan peringatan Hari Juang Kartika akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2013. Pada pameran nantinya akan ditampilkan untuk khalayak tentang alutsista TNI Ad yang digunakan oleh semua jajaran atau satuan kecabangan yang ada. Selain itu, rencananya terdapat pula panggung hiburan yang menampilkan kesenian daerah. Sedangkan dalam peringatan Hari Juang Kartika yang menjadi satu dengan peringatan HUT Kodam V/Brawijaya selain upacara, akan ditampilkan parade dan defile serta demonstrasi.

Sebelum kegiatan tersebut berlangsung, akan diselenggarakan kegiatan pendahuluan sebagai bakti kepada
masyarakat dalam bentuk kegiatan donor darah, karya bakti, anjangsana dan ziarah ke taman makam pahlawan (*/arf)

Selasa, 26 November 2013

PT Waskita Karya Keterlaluan, Ganti Rugi Rumah Roboh Karang Poh Rp. 500 Ribu/bulan


KABARPROGRESIF.COM : Harapan warga Kelurahan Karangpoh, Tandes, Surabaya, untuk mendapat ganti rugi layak, atas rumahnya yang roboh karena pembangunan box culvert, ternyata hanya impian belaka. Mereka hanya mendapat 500 ribu rupiah perbulan sebagai kompensasi, selama pembanguna tersebut berlangsung.

Padahal, untuk menyewa tempat kos yang layak, uang tersebut tidak cukup.“Sebelumnya malah cuma 200 ribu rupiah per bulan. Lalu saya berinisiatif rapat dengan warga untuk menaikkan kompensasi dari PT Waskita Karya sebagai penanggung jawab proyek,” ungkap Suharno Ketua RW 01 Kelurahan Karangpoh Kecamatan Tandes.

Dirinya menerangkan, sampai saat ini uang tersebut memang sudah diterima pemilik empat rumah sejak bulan Oktober 2013. Namun, sebagai perwakilan warga, dirinya tetap mempertanyakan tanggung jawab kontraktor terkait pembangunan rumah warga yang roboh.

Pasalnya, meski sudah dijanjikan akan dibangun kembali setelah proyek tersebut selesai, namun warga belum mendapat kejelasan tentang batasan waktu pembangunan.“Kalau nunggu proyeknya selesai, ya selesai yang bagaimana. Harus jelas, apalagi proyek box culvert ini kan panjang dan bertahun-tahun,” katanya.

Hal senada juga dilontarkan, Hadi Purnomo warga Karangpoh Gang 2 nomor 18, yang mengatakan sampai saat ini dirinya belum mendapat kepastian kapan rumahnya akan dibangun kembali. “Kita hanya menerima janji saja sampai sekarang. Kalau nunggu semua proyek selesai ya lama,” katanya.

Terkait hal ini, Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Agus Sudarsono mengatakan, seharusnya PT Waskita Karya sebagai kontraktor penanggung jawab, memberikan kejelasan kepada warga.“Selesai yang bagaimana? Apakah harus selesai proyek sampai wilayah Gresik, kan lama. Kalau yang untuk kompensasi sebesar 500 ribu rupiah per bulan itu, saya usul untuk ditinjau kembali,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Sachiroel Alim yang memberikan rekomendasi kepada PT Waskita Karya, untuk memberikan rumah sewa yang lebih layak kepada warga senyaman rumah mereka yang rusak. “Kita beri waktu 7 kali 24 jam,” ancamnya.

Tak hanya itu, politisi Partai Demokrat ini menyebut, musibah ini murni kesalahan kontraktor, karena diduga tidak melakukan pengerjaan proyek sesuai prosedur. “Dalam kasus ini sudah terjadi tiga kali. Untung tidak ada korban jiwa. Kalau memang nantinya terbukti ada kesalahan, bisa saja kita proses kepada yang berwajib,” ungkapnya.(*/arf)

Kejari Perak Lamban Tetapkan Tersangka Korupsi Disnaker Surabaya

KABARPROGRESIF.COM : Kejari Tanjung Perak Surabaya seolah lamban dalam menetapkan tersangka dugaan kasus korupsi dana pelatihan di lingkungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkot Surabaya. Padahal, penyidik telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan serta mengumpulkan data dan bukti (Pul data dan baket) guna mengungkap adanya pelanggaran dalam kasus tersebut.

Kepala Kejari Tanjung Perak Tatang Agus Volleyantoro mengatakan, telah memanggil puluhan saksi. Yang paling banyak berasal dari peserta yang ada dalam daftar pelatihan. Mereka dikonfirmasi kedatangan, administrasi, dan beberapa persoalan lainnya. “Kesimpulan sementara, mereka tidak tahu dan hanya dicatut nama untuk pencairan dana,” ucapnya.

Penyimpangan di Disnaker Surabaya ini bermula dari diselenggarakannya pelatihan bertema pembekalan keterampilan otomotif dengan biaya mencapai Rp 840 juta yang diselenggarakan mulai Juni hingga September 2013.

Pelatihan itu dilaksanakan berkelompok secara bertahap dari 280 peserta yang tercatat dalam absen, 60 orang di antaranya mengaku tidak hadir. Mereka hanya tercatat tanpa mengikuti pelatihan tersebut sehingga pelatihan yang digelar Disnaker Surabaya ini diduga menggunakan daftar peserta fiktif.

Diduga ada penyimpangan korupsi lantaran setiap peserta mendapat uang saku setiap hari Rp 15 ribu dengan masa pelatihan satu tahap mencapai 20 hari. Itu artinya ada dana Rp 300 ribu untuk setiap peserta yang tercatat namun tak hadir dalam pelatihan Disnaker Surabaya ini.

Meski bukti dugaan korupsi kuat, entah kenapa Kejari Perak belum juga menetapkan tersangka. Menanggapi ini Tatang Agus cuma bisa menjawab singkat. “Semua demi kelancaran. Jika sudah mantap akan kami informasikan secara transparan,” kelitnya.(Komang

KPP Jatim Tuduh Pemkot Surabaya Tipu 30 Warga pagesangan

KABARPROGRESIF.COM: Komisi Pelayan Publik (KPP) Jatim menduga pemerintah kota Surabaya telah melakukan penipuan publik. Ini terkait dengan sengketa tanah antara Pemkot Surabaya dengan 30 KK di Jalan Pagesangan.

Pasalnya,  surat putusan MA nomor 2063K/PDT/2011, telah menyatakan tanah sengketa tersebut sudah sah milik warga. Namun ketika warga hendak mengurus sertifikat ternyata tidak bisa karena proses hukum masih belum selesai.“Aneh, kenapa baru sekarang mereka mengajukan peninjauan kembali (PK), kenapa tidak dua tahun yang lalu,” ungkap Ketua KPP Jatim Hardly Stefano.

Sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membantah dikatakan telah melakukan penipuan terhadap 30 kepala keluarga (KK) yang membeli tanah di kawasan Kecamatan Pagesangan.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya, Maria Theresia Tahayu menandaskan, bahwa status tanah tersebut masih sengketa karena Pemkot telah mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 2063K/PDT/2011.“Kita baru menerima putusan itu tanggal 17 Januari 2013. Baru kita ajukan PK bulan September 2013,” katanya melalui pesan singkat. (*/arf)

Kejati Periksa Kepala Bappeko Surabaya

KABARPROGRESIF.COM : Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) memeriksa Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Agus Imam Sonhaji (26/11/2013) terkait kasus dugaan korupsi dana titipan pajak reklame. Ia Diperiksa sejak pagi hingga sore tadi, tak banyak komentar disampaikannya kepada wartawan usai keluar dari ruang pemeriksaan.

Sonhaji diperiksa waktu posisinya sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya sejak 2012-2013. Dia kemudian dimutasi menjadi Kepala Bappeko setelah kasus ini mencuat pertengahan 2013 lalu. Keterangannya dibutuhkan penyelidik dalam kasus ini karena segala urusan terkait reklame berikut pajaknya melalui DCKTR. Adapun pembayaran administrasi dan pajaknya melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA). ”Saya memang di situ (Kepala DCKTR) dulu,” katanya kepada wartawan.

Sonhaji menolak membeberkan pertanyaan penyelidik yang diajukan berikut keterangan yang disampaikannya. Dia berdalih kasus ini tidak bersentuhan dengan DCKTR, tapi dia juga mengiyakan selaku Kepala DCKTR dirinya juga sekaligus menjadi ketua tim reklame. ”Tapi kan masih ada kepalanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati, Rohmadi, mengungkapkan, keterangan Sonhaji dibutuhkan karena, saat menjadi Kepala DCKTR, ia secara ex officio juga menjadi Ketua Tim Reklame. ”Kita tanyakan terkait mekanisme penentuan titik reklame sekaligus hal-hal lain pengajuan titik reklame itu,” ujarnya.

lanjut Rohmadi, sementara ini, Sonhaji  masih memberikan jawaban-jawaban normatif, yakni terkait aturan-aturan reklame yang tertuang di dalam Peraturan Wali Kota (Perwali). Penyidik kemudian meminta data atau dokumen terkait itu. ”Tapi karena beliau sudah tidak menjabat Kepalq DCKTR, makanya beliau bilang sudah tidak memegang data yang diminta penyelidik. Rencananya akan memanggil pihak Cipta Karya lagi minggu depan untuk meminta data dan dokumen dibutuhkan,” kata Rohmadi.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari ditemukannya dana tak bertuan Rp 8 miliar yang ngendon di DPPKA Surabaya. Dari keterangan saksi DPPKA sebelumnya, dana tersebut disetor oleh pengusaha reklame tanpa memberitahukan peruntukannya apa. Dari keterangan pengusaha reklame, dana tersebut disetor untuk pengurusan izin reklame berikut pajaknya.

Dari keterangan Sonhaji, jelas Rohmadi, uang pengurusan reklame dan pajaknya memang disetor langsung ke DPPKA. ”Beliau bilangnya ke kas,” paparnya. Menurut aturan, lanjut Rohmadi, seharusnya uang reklame disetor setelah izin dan syarat-syarat administrasi lainnya diselesaikan. ”Tapi ini tidak. Pengusaha reklame menyetor uang duluan, izin dan administrasinya diurus belakangan,” katanya. (Komang)

Tetapkan Tiga Tersangka, Polisi Juga Amankan Pelaku Bentrok Pesilat VS Warga Jl Tambak Langon


KABARPROGRESIF.COM : Polrestabes Surabaya telah menetapkan tiga tersangka kerusuhan antara warga Jl Tambak Langon dan perguruan silat dari SH Teratai, yang terjadi Selasa(26/11/2013) dinihari, ketiganya berinisial S dan Tw dari SH teratai dan CR, dari warga setempat.

Kejadian ini bermula dari adanya rombongan perguruan pencak silat SH Teratai yang baru saja pulang melakukan kegiatan di daerah Gresik. Mereka mengendarai motor beriringan. Namun di kawasan Jl Tambak Langon, portal jalan tertutup sehingga oknum SH teratai ada yang memprovokasi dengan `memblayer` gas motornya.

Karena suara berisik, ada warga yang naik pitam dan memukul salah satu oknum pesilat. Akibatnya terjadi perkelahian dan berujung dua pesilat diamankan warga lalu diserahkan ke polisi.

Tindakan itu terdengar anggota perguruan silat SH Teratai lainnya dan langsung melakukan penyerbuan. Pertikaian tak dapat dihindarkan. Bentrokan disertai saling lempar batu itu akhirnya dibubarkan polisi yang kemudian datang melakukan pengamanan.

Kami imbau kedua belah pihak agar saling menahan diri. Berikan kepercayaan pada Polrestabes Surabaya untuk proses hukumnya agar kasus tak mengembang semakin luas. “Kami tidak memungkiri bahwa anggota perguruan kami terlibat pertikaian dengan warga Tambak Langon.

Namun anggota kami malakukan perlawalanan karena mereka memicu terlebih dahulu,” dalih Maksum Rosiadin juru bicara dari SH Teratai Maksum Rosiadin.“Kami telah melakukan pemeriksaan secara marathon, 27 orang dari perguruan silat dan 10 orang dari warga setempat. Dari hasil pemeriksaan, telah mengerucut ketiga nama yang telah menguatkan unsur penahanan,” Terang Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta.(Iko)

Tersangka Koruptor BJB Tidak di Tahan


KABARPROGRESIF.COM : Meski penyidik Kejagung RI meyakini Elda Adiningrat melakukan tindak pidana korupsi di Bank Jabar (BJB) cabang Surabaya sebesar Rp 58,2 miliar, Namun  Komisaris PT Radina Niaga Mulia tidak perlu merasakan pengapnya jeruji besi tahanan. Elda hanya berstatus tahanan Kota sejak Ia disidik Kejagung RI

Hal serupa juga dilakukan Kejari Surabaya, usai menerima pelimpahan  berkas dan tersangka Elda dari Kejagung RI, Selasa (26/11/2013), Korps Adhyaksa yang berkantor di Jalan Sukomanunggal No 1 Surabaya ini langsung menetapkan Elda sebagai tahanan kota. Ia dilarang bepergian ke luar dari Kota Surabaya.”Sekarang tersangka tahanan kota di wilayah Surabaya,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Surabaya Nur Cahyo Jungkung Madyo.

Ia menambahkan, Elda tidak ditahan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, setelah mempelajari pengajuan tahanan kota dengan jaminan kuasa hukum dan keluarganya. ”Kami pertimbangkan juga kesehatan tersangka,” imbuhnya.

Perkara  ini berkaitan dengan Dirut PT Cipta Inti Parmindo Yudi Setiawan, tersangka utama korupsi (kredit fiktif) BJB cabang Surabaya Rp 58,2 miliar dan Bank Jatim cabang HR Muhammad Surabaya Rp 52,3 miliar. Yudi juga terkait dengan kasus yang membelit Ahmad Fatanah dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isqah (LHI).

Dalam kasus Bank Jatim, berkas Yudi masih di tangan Mabes Polri (P-19). Sementara untuk kasus BJB kasusnya ditangani Kejagung. Kasus ini bermula ketika BJB Surabaya memberikan kredit Rp 58,2 miliar ke PT CIP milik Yudi Setiawan 2011 lalu. Yudi beralasan memerlukan dana untuk proyek pengadaan bahan baku ikan, padahal PT CIP miliknya bergerak di bidang produsen dan distributor alat pendidikan. Untuk memperlancar proyeknya, CIP menggandeng sejumlah perusahaan, salah satunya PT e-Farm Bisnis Indonesia, anak perusahaan sebuah BUMN, juga bersekongkol dengan perusahaan milik Elda Adiningrat, PT Radina Niaga Mulia PT Radina.

Sebelumnya Kejari juga sudah menerima limpahan berkas dan tersangka selain Elda dalam kasus ini. yakni Dedi Yamin (Dirut PT e-Farm Bisnis Surabaya), Deni Pasha Satari (Direktur Komersial PT e-Farm Bisnis Surabaya), Ahmad Faqih (mantan Dirut BJB Surabaya), dan Eri Sudewa Dullah (Manager Komersial BJBSurabaya). Mereka semua langsung ditahan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.  (Komang)

Kejagung Limpahkan TSK Korupsi BJB Ke Kejari Surabaya

KABARPROGRESIF.COM : Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melimpahkan Elda Adiningrat, Komisaris PT Radina Niaga Mulia yang turut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi PT Bank Jabar dan Banteng (BJB) cabang Surabaya, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Selasa (26/11/2013).

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya, Nurcahyo Jungkung Madyo menjelaskan, kasus Elda sebelumnya disidik di Kejagung. Namun, karena locus delictinya berada di Surabaya, ia kemudian diserahkan ke Kejari Surabaya."Setelah berkas perkaranya dinyatakan sempurna, Kejari Surabayalah nantinya yang akan menyidangkan Elda di Pengadilan Tipikor Surabaya,"terang Nurchyo, Selasa (26/11/2013)
 
Perlu diketahui, Kasus yang menjerat  Elda ini berhubungan dengan Dirut PT Cipta Inti Parmindo Yudi Setiawan, tersangka utama korupsi (kredit fiktif) BJB cabang Surabaya Rp 58,2 miliar dan Bank Jatim cabang HR Muhammad Surabaya Rp 52,3 miliar. Yudi juga terkait dengan kasus yang membelit Ahmad Fatanah dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isqah (LHI). Dalam kasus Bank Jatim, berkas Yudi masih di tangan Mabes Polri (P-19). Sementara untuk kasus BJB kasusnya ditangani Kejagung.

Kasus ini bermula ketika BJB Surabaya memberikan kredit Rp 58,2 miliar ke PT CIP milik Yudi Setiawan 2011 lalu. Yudi beralasan memerlukan dana untuk proyek pengadaan bahan baku ikan, padahal PT CIP miliknya bergerak di bidang produsen dan distributor alat pendidikan. Untuk memperlancar proyeknya, CIP menggandeng sejumlah perusahaan, salah satunya PT e-Farm Bisnis Indonesia, anak perusahaan sebuah BUMN, juga bersekongkol dengan perusahaan milik Elda Adiningrat, PT Radina Niaga Mulia PT Radina.

Selain Elda, sebelumnya Kejari sudah menerima limpahan berkas dan tersangka kasus ini. yakni Dedi Yamin (Dirut PT e-Farm Bisnis Surabaya), Deni Pasha Satari (Direktur Komersial PT e-Farm Bisnis Surabaya), Ahmad Faqih (mantan Dirut BJB Surabaya), dan Eri Sudewa Dullah (Manager Komersial BJBSurabaya). Mereka semua langsung ditahan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. (Komang)

Mengurus Perizinan, Warga Dihimbau Datang Langsung

KABARPROGRESIF.COM : Warga Kota Surabaya yang hendak mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) non rumah tinggal ataupun rumah tinggal, diimbau untuk datang langsung ke kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya.Sebab, dengan datang langsung, akan bisa diketahui apakah ada berkas yang belum lengkap. Berkas yang kurang lengkap akan segera dikembalikan sehingga ada kepastian kekurangan apa yang harus dilengkapi. Dengan begitu, perijinan bisa segera diproses. Imbauan tersebut disampaikan Kepala DCKTR, Eri Cahyadi di acara media gathering yang digagas Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Senin (25/11). "Kalau pakai tenaga ahli datang sendiri, kita konsultasi pakai ilmu bukan karena kenal atau tidak," tegas Eri Cahyadi.

Dijelaskan Eri, Pemkot Surabaya memberikan kemudahan bagi warganya untuk mendapatkan ijin. Dia mengatakan, agar siapapun yang hendak berinvestasi di Surabaya, tidak merasa susah. "Kita diskusikan hal itu sebelum urus perijinan," sambung Eri.

Terkait perijinan rumah tinggal, Eri menjelaskan, untuk rumah tinggal satu lantai dengan luas berapapun, cukup dengan denah dan tampakannya. Lalu untuk rumah tinggal dua lantai dengan luas 400 meter persegi, denah dan tampak. Sementara di atas dua lantai dan luas di atas 400 meter persegi, harus ada semuanya. Eri bahkan menyebut DCKTR siap menggambarkan denahnya."Kalau ijin rumah tinggal mbok yah datang sendiri. Bahkan, untuk denah rumah bentuk kap, saya minta teman-teman untuk menggambarkan karena itu kewajiban Pemkot," tegas Eri Cahyadi
.
Untuk pengurusan ijin rumah tinggal, Eri menyebut butuh waktu 14 hari untuk selesai. Rinciannya, empat hari di DCKTR, kemudian empat hari di pemetaan dan kemudian menggambar peta. "Saya sampaikan jangan pernah memperlambat ijin. Kasihan warga kalau ijin rumit. Kalau ada yang lebih dari itu silahkan kritik saya karena saya ingin perbaiki," sambung dia.

Eri juga menyampaikan bahwa di tahun 2014 mendatang, pihaknya akan menyampaikan ke kelurahan-kelurahan tentang data ijin dari rumah tinggal di kelurahan atau bangunan di kelurahan yang berijin. "Saya berharap ada masukan dari lurah," sebut Eri.

Dalam kesempatan tersebut, Eri juga menyampaikan peringatan agar tidak ada warga ataupun pengembang yang nekad membangun bangunan ketika Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) nya belum turun."Kalau ada yang bangun duluan dan IMB belakangan, dendanya ndak karu-karuan. Bisa empat kali lipat. Tentu kita akan kontrol terus agar jangan ada yang seperti itu," jelas mantan Kabag Bina Program ini.

 Sejauh ini, Eri Cahyadi menyebut ada peningkatan investasi 20 persen dibanding sebelumnya. Menurutnya prospek perdagangan di Surabaya sangat besar. "Dan untuk mendukung investor masuk, serta untuk mempermudah perijinan, investor jangan lewat siapa-siapa, langsung ke Pemkot," jelasnya. (*/arf)

Polda Jatim musnahkan Narkoba senilai Rp 3 miliar


KABARPROGRESIF.COM : Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jatim memusnahkan  narkoba jenis sabu seberat 2.042 gram dan ganja 10 kg, dari tiga tersangka yang dibekuk, yakni Sujarwo, Yang Ling dan Mohammad Fakih.

Tersangka Sujarwo ditangkap di Bandara Juanda 7 Oktober 2013 dengan barang bukti sabu seberat 1037 gram. Yang Ling merupakan kurir asal Taipei dengan barang bukti 1005 gram barang asal Nigeria, sedang Mohammad Fakih ditangkap depan pasar DTC Surabaya dengan barang bukti ganja 10 kg.

Pemusnahan Narkoba itu sendiri dilakukan dengan alat pemusnah milik BNNP Jatim, di lapangan depan Dit Reskoba Polda Jatim dengan disaksikan instansi terkait, diantaranya BNNP Jatim, Kejati Jatim, Pengadilan Negeri Surabaya, BPPOM, Bea Cukai Juanda, dan Labfor Jatim.

Direktur Reskoba Polda Jatim, Kombes Pol Andi Loedianto menjelaskan total barang bukti Narkoba yang
dimusnahkan senilai Rp 3 miliar. “Itu berarti kami sudah menyelamatkan 50 ribu jiwa dari korban penggunaan narkotika,” tegasnya.

Sementara langkah untuk mengantisipasi masuknya narkotika dari luar negeri, Polda Jatim mengaku sudah kerjasama dengan Interpol antar negara. Daerah yang selama ini diketahui sebagai pemasok Narkoba ke Indonesia terus dipantau para agen Interpol. Sedangkan untuk mengatasia Narkoba di wilayah sendiri, koordinasi dengan BNNP Jatim, Bea Cukai dan lain-lain terus kami lakukan,” lanjut Andi. (Iko)

Catut Nama Ibu Negara, Micky Tidak Ijin Sebarkan Brosur Museum The Topeng

KABARPROGRESIF.COM : Sidang Pidana Hak intelektual  Museum The Topeng yang mencatut nama ibu negara, Ani Yudhoyono dalam brosur dengan terdakwa  Micky kembali disidangkan di PN Surabaya, Selasa  (26/11/2013) dengan agenda kesaksian dari pelapor yakni Reno.

Dalam persidangan yang digelar diruang sidang sari 2, Reno menjelaskan , dirinya tidak pernah melakukan kerjasama dengan terdakwa Micky untuk mempromosikan The Museum Topeng, seperti dalam brosur yang disebar oleh  PT Karya Bersama Abadi, dimana terdakwa Micky menjabat sebagai Direktur di PT tersebut." Saya tidak pernah melakukan kerjasama dengan Micky tapi dengan haris,"ungkap Reno dihadapan majelis hakim yang diketuai Musthofa.

Dijelaskan Reno, 15 des 2011, pelapor memang pernah bertemu dengan  terdakwa Micky  di salah satu Resturant di Bali, Namun Reno membantah ada pembicaraan kerjasama. " Saya memang pernah bertemu  Micky di restauran John Bali, tapi hanya sebatas bertemu tidak ada kaitan dengan ini, saya membicarakan kerjasama ini dengan Mira yang belakangan saya ketahui rekannya Micky,"ujar Reno

Tapi Reno membenarkan Mengenai masalah rekaman yang dimiliki terdakwa Micky terkait  suara Reno yang menyepakati untuk menjalin kerjasama dan memindahkan museum The Topeng yang berlokasi di Jalan Setiabudi Denpasar Bali.

Sementara Pieter Talaway, selaku kuasa hukum terdakwa Micky memandang janggal tentang kasus ini, pasalnya jika ada tidak ada kerjasama, mengapa saksi pelapor memberikan buku dan CD perencanaan marketing untuk promosi kepada terdakwa."Awalnya memang ada rencana kerjasama tapi tidak jadi, pemberian buku dan CD museum  the topeng itu  sebagai bukti keberhasilan museum the topeng yang di berikan ke travel travel."jelas Reno menjawab pertanyaan Pieter Talaway.

Selain itu, Pieter menyoal persetujuan Reno  terkait pemasangan Billboard museum The Topeng yang dilakukan kliennya."Kenapa brosur yang dimasalahkan tapi pemasangan Billboard nya kok  tidak dimasalahkan,"kata Pieter.

Diakui Reno, brosur Museum itu ditemukannya di Era Galaksi dikemas dalam MAP yang tertulis PT Karya Bersama Abadi."Karena itu saya melaporkan PT KBA ke Polisi,"jelas Reno.

Permasalahan ini sendiri sempat didamaikan oleh pihak Polisi, namun sayangnya mediasi yang dihadiri para kuasa hukum berperkara tidak menemukan kesepakatan hingga berujung ke meja hijau."Sudah pernah didamaikan tapi tidak ada hasil,"ujar Reno.

Sementara mengenai pencatutan nama ibu negara, Ani Yudhoyono dan Menteri ESDM, Jero Wacik yang tertera dalam brosur yang disebar oleh terdakwa Micky, menurut Ronald Talaway belum dapat dibuktikan keugiannya."Hingga saat ini beluma ada nilai kerugian yang terjadi dan belum ada keterangan keberatan dari Ibu Ani dan Pak Jero Wacik,"ujar Ronald selaku pengacara terdakwa Micky saat di konfirmasi usai persidangan.

Terkait  motif rekaman yang dilakukan kliennya, Ronald tidak mengetahui secara pasti."Namanya juga pengusaha, segala tindakannya harus perlu kehati-hatian,"tandasnya.

Motif rekaman itu pun di pertanyakan saksi Reno, pasalnya jika ingin menjalin kerjasama yang baik untuk apa harus ada rekaman."Tidak menduga ada hal seperti ini, sudah ada rekaman sebelum pertemuan,"keluh Reno saat dikonfirmasi usai persidangan.

Perlu diketahui, permasalahan bermula ketika saksi pelapor. Reno menemukan brosur museum The Topeng  di Era Galaksi, Padahal desain dan gambar yang ada dalam brosur tersebut telah memiliki ijin Hak Kekayaan dan Intelektual yang pemegang ijinnya di miliki oleh Reno.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata brosur itu dibuat dan disebarkan oleh PT Karya Bersama Abadi dimana terdakwa Micky  menjabat sebagai Direktur. Atas perbuatannya, terdakwa Micky didakwa Jaksa Diah dari Kejati Jatim melanggar pasal  72 ayat 1 dan atau pasal 72 ayat 2 UU no 19 tahun 2002 tentang hak cipta. (Komang)

Audisi Miss Indonesia 2014 Sukses Digelar di Bandung

KABARPROGRESIF.COM : Tak kalah dengan semangat peserta audisi di hari pertama, audisi hari kedua Miss Indonesia 2014 di Bandung yang dibuka pukul 08.00 WIB tadi kembali diikuti sejumlah peserta yang telah mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan para juri audisi. Dengan memiliki kriteria seorang MISS (Manner, Impressive, Smart dan Social), para peserta harus dapat meyakinkan para juri bahwa mereka memang layak untuk dijadikan calon Miss Indonesia selanjutnya.                           

Beberapa tahapan audisi seperti pengukuran tinggi badan (minimum 167 cm) dan berat badan, registrasi, tes tertulis dan interview dengan juri harus dilalui setiap peserta. Peserta yang lolos tahapan awal ini berhak memasuki tahapan video booth untuk melakukan sesi foto dan catwalk, yang akan kembali dinilai oleh penjurian pusat di Jakarta.

Menjadi calon Miss Indonesia 2014, tak cukup sekedar berparas cantik dan berkaki jenjang saja, namun diperlukan bakat dan kemampuan khusus yang menunjang peserta untuk dapat meyakinkan para juri. Hal inilah yang coba ditunjukkan dari seorang Dhea. Bernama lengkap Siti Anida Dhea, Mahasiswi Unpad asli Bandung ini adalah seorang atlet bulu tangkis yang pernah beberapa kali menjuarai pertandingan bulu tangkis junior yang diselenggarakan di Filipina dan Kuba beberapa tahun lalu. Tak disangka, kemampuannya di dunia olah raga ini menjadi salah satu faktor penilaian yang membawanya lolos hingga tahap video booth, “Saya senang sekali, karena ngga nyangka bisa lolos juga. Awalnya saya sedikit gugup harus berhadapan dengan para juri audisi,” ungkap Dhea bahagia.

Sementara itu, seorang peserta lainnya bernama Fania Ramielda Hisa pun punya kemampuan yang dapat dibanggakan, salah satunya kemampuan berbahasa Inggris dan Korea yang dikuasainya dengan baik. Tak heran, pada ajang pertukaran pelajar tahun lalu, Fani berkesempatan mewakili kampusnya untuk membawa budaya Kalimantan Barat ke Korea. Bahkan Fani juga sempat bekerja sebagai translator Inggris-Indonesia untuk sebuah perusahaan di Korea. Menurut Fani, mengikuti audisi Miss Indonesia 2014 di Bandung ini merupakan jembatan untuk mengekspresikan talenta dan kemampuan yang dimilikinya.

Audisi Miss Indonesia 2014 Bandung yang digelar di Hotel The Papandayan, Jl. Gatot Soebroto 83, 40262 Bandung ini ditutup dengan jumlah peserta sebanyak 36 orang di hari kedua. “Setiap peserta yang mengikuti audisi Miss Indonesia 2014 harus memiliki bakat khusus yang dapat menjadi kelebihan dan kemampuan bersaing dengan peserta lainnya” ujar Dada Soenardhi, Juri Audisi dan Producer Miss Indonesia 2014 RCTI.

Setelah menggelar audisinya di Bandung, terakhir audisi Miss Indonesia 2014 akan kembali digelar di kota Jakarta untuk audisi tahap kedua, yakni pada tanggal 14-15 Desember 2013 di Ruang Serbaguna, RCTI, mulai pukul 08.00 WIB. Pastikan anda ikut audisi Miss Indonesia 2014 di Jakarta! (cindi@rcti.tv)

Senin, 25 November 2013

Hari Pertama Peserta Audisi Miss Indonesia 2014

KABARPROGRESIF.COM : Hari yang cerah mendukung suasana hari pertama audisi Miss Indonesia 2014 di Bandung hari ini, Sabtu, 23 November 2013. Terhitung sejak pukul 08.00 pagi, Hotel The Papandayan, Jl. Gatot Soebroto 83, 40262 Bandung, telah diisi oleh antrian para mojang Bandung yang melakukan registrasi. Selain berbekal semangat dan kepercayaan diri, para wanita cantik ini juga memiliki beragam talenta dan potensi yang siap ditunjukkan di depan juri audisi. Audisi ini terbuka bagi setiap wanita Indonesia berusia 17-23 tahun yang memiliki kriteria MISS (Manner, Impressive, Smart dan Social).

Tercatat 37 peserta yang mendaftar di hari pertama untuk mengikuti beberapa tahapan audisi yang dimulai dengan pengukuran tinggi badan (minimum 167 cm) dan berat badan, registrasi, tes tertulis dan interview dengan juri. Peserta yang berhasil lolos akan berlanjut ke tahap video booth untuk melakukan sesi foto dan catwalk.

Keseluruhan peserta audisi Bandung kali ini ternyata tak hanya diikuti oleh wanita asal Bandung saja saja, tapi juga ada Pevi Pebriani, seorang peserta yang berasal dari Purwakarta yang rela berangkat sejak subuh demi mengikuti audisi Miss Indonesia 2014 di Bandung. Pevi adalah sosok seorang wanita yang mandiri dan tangguh ditengah masalah keluarga yang sedang dihadapinya. Berawal dari keinginan menyenangkan kedua orang tuanya, Pevi optimis mengikuti ajang Miss Indonesia 2014 untuk dapat menggapai cita-cita. “Melalui Miss Indonesia, saya ingin bisa menginspirasi kaum wanita untuk selalu peduli terhadap anak-anak, khususnya anak-anak yang terlantar,” ujar Pevi yang berhasil lolos tahap video booth.

Rupanya semangat yang dimiliki oleh Pevi, juga dimiliki oleh Dhelia. Model asal Bandung yang bernama lengkap Dhelia Andea Putri ini sangat berprestasi di bidang akademis. Selama menempuh pendidikan, ia selalu mendapatkan juara 1 di kelasnya. Mojang cantik yang akrab disapa Adel ini juga rupanya tidak sendirian datang ke lokasi audisi. Ia datang bersama seorang teman yang juga berniat mendaftarkan dirinya menjadi peserta audisi Miss Indonesia 2014. “Ngga muluk-muluk, harapan saya mengikuti ajang Miss Indonesia 2014 ini untuk bisa mendapatkan pengalaman yang berguna kelak. Tapi jika ada kesempatan menjadi pemenangnya, saya mau mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

“Audisi di Bandung hari pertama ini sangat menarik karena diikuti oleh nojang-mojang cantik dengan kualitas
kecerdasan di atas rata-rata dan memiliki skill yang dan beragam. Kami berharap, audisi di hari kedua bisa menjaring wanita unggulan lebih banyak lagi,”  jelas Dada Soenardhi, Juri Audisi dan Produser Miss Indonesia 2014 RCTI (cindi@rcti.tv).

Jaksa Limpahkan Berkas Kerusuhan Jember Ke PN Surabaya


KABARPROGRESIF.COM : Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah melimpahkan berkas 17 tersangka pelaku Kasus bentrokan yang diduga dilakukan dua kelompok aliran Suni dan Syiah yang berujung  perusakan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

Kasipidum Kejari Surabaya, Judhy Ismono memastikan, Ke 17 tersangka tersebut segera diadili dalam waktu dekat namun Ia belum bisa mengetahui kapan perkara itu akan disidangkan.   ‪"Hari ini, Senin (25/11/2013) kami sudah limpahkan ke Pengadilan, mengenai kapan disidang, PN Surabaya yang menentukan," terang Judhy kepada KABARPROGRESIF.COM saat  ditemui dikantornya.

Seperti diketahui, Pelimpahan perkara ini oleh  kejari Jember ke Kejari Surabaya dilakukan pada (13/11/2013) lalu. Ada 17 terdakwa yang dilimpahkan oleh Kejari Jember. Judhy mengungkapkan, alasan perkara ini dilimpahkan ke Kejari Surabaya lantaran untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan jika perkara ini disidang di Pengadilan Setempat." Berdasar pasal 85 KUHAP, akhirnya dipindahkan ke PN Surabaya, untuk mengantisipasai bentrokan karena banyaknya simpatisan Syiah maupun Suni diwilayah Puger atau Jember pada umumnya," jelasnya.

Dari pelimpahan 17 tersangka ini, lanjut Judhi, perkaranya di split (pisah) menjadi lima berkas. "Dari lima berkas ini nantinya setiap berkas ditangani lima jaksa, tiga dari kejaksaan Jember dua jaksa dari kejari surabaya. Jadi total ada 25 jaksa yang akan menyidangkan 17 tersangka ini," ujarnya.

Seperti diberitakan, bentrok berdarah dipicu rencana Pawai Karnaval 17 Agustus yang akan diselenggarakan oleh Ponpes Darus Sholihin pimpinan Habib Ali al Habsy. Menurut NU dan MUI Jember, Ponpes sejak lama ditengarai menganut paham Syiah. Namun warga sekitar rupanya menolak pawai yang digelar oleh ponpes Darus Sholihin itu . Sebab, sebelumnya telah ada perjanjian dengan warga agar acara-acara serupa tidak dilakukan secara terbuka di luar pondok pesantren.

Acara ini juga tidak mendapat izin aparat kepolisian karena dikhawatirkan terjadi hal-hal tidak diinginkan. Sayangnya, Penolakan warga rupanya tidak digubris, pihak Ponpes Darus Sholihin tetap melakukan kegiatan di luar kompleks pesantren.

Menghindari hal-hal tak diinginkan, polisi melakukan blockade di beberapa tempat. Massa kelompok pengajian Nurul Mustofa pimpinan Ustadz Fauzi (NU) menyerbu lokasi Ponpes Darus Sholihin guna membubarkan paksa acara karnaval sambil membawa pentungan kayu dengan berakhir bentrok dan rusaknya beberapa bangunan.Muncullah aksi balasan, di mana sekitar 20 orang yang diduga pendukung Habib Ali al Habsy menyerang Eko Mardianto. Eko adalah saksi kunci pada bentrok serupa tahun 2012. Eko dilaporkan terluka dan meninggal saat di rumah sakit."Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 sub 406 ayat 1  ayat 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," tandas Judhy. (Komang)

Kurir Narkoba Internasional Diganjar 18 Tahun

 KABARPROGRESIF.COM : Stella Elisabeth Oktavian KABARPROGRESIF.COM : Latumeten (34) dipastikan menjalani kehidupan di penjara lebih lama lagi, Pasalnya terdakwa wanita yang menjadi kurir narkoba antar negara ini telah divonis 18 tahun penjara oleh hakim PN Surabaya yang diketuai Ni Made Sudani.

Stella dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar hukum dengan sengaja mengimpor narkoba. "Memberikan hukuman 18 tahun penjara dikurangi masa tahanan, denda 1 miliar rupiah subsidar 2 bulan penjara," ujar  Made saat membacakan amar putusannya diruang  sidang di ruang Sari 1, Senin (25/11/2013) .

Vonis tersebut  lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim Setiyati  yang sebelumnya   menuntut 16 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidar 3 bulan penjara.

Seperti diketahui, terdakwa asal Jl Kramat 7 Jakarta Pusat ini didakwa membawa dan mengedarkan narkoba jenis sabu dan menjeratnya , dengan pasal berlapis. Dia dijerat Pasal 113 ayat 1 dan 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika Golongan I dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar rupiah.

Selain itu, Karena berat narkoba yang dibawa melebihi 5 gram, pelaku diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup dan minimal 20 tahun penjara dan denda maksimum Rp 10 miliar.

Tak hanya itu, Stella juga dijerat dengan pasal 112 dan 114 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Stella ditangkap 16 Mei 2013 oleh BNNP Jatim, di Bandara Juanda sekitar pukul 17.50 WIB. Ia diamankan saat
mendarat dengan pesawat Silk Air, MI 226 dari Malaysia. Dari hasil pemeriksaan x-ray dan anjing pelacak narkotika diketahui, Stella yang sedang hamil tujuh bulan itu, membawa 3.300 gram sabu, yang disimpan di dinding tas koper warna coklat merek Samsonite.

Bungkusan berisi kristal putih kusam itu, dikemas dalam bentuk lempengan. Dari hasil tim penyidik diketahui, bahwa barang terlarang itu akan dibawa ke Jakarta untuk dipasarkan.

Dia merupakan kurir jaringan internasional,bersuami pria Nigeria. Suami Stella adalah bandar internasional
dengan modus memperistri perempuan dari beberapa negara. Setelah punya keterunan anaknya kemudian dijadikan sandra, agar istrinya mau menjadi pengedar.

Stella menikah dengan pria Nigeria ini sejak tahun 2008. Dia mengaku hanya datang dari Malaysia untuk tujuan bepergian biasa dan baru sekali ini jadi pengedar. Bisnis ini memang menggiurkan. Harga bandar dan kurir, berkisar 900 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Sedang harga pasar 1 juta 350 ribu rupiah. (Komang)

Kerusuhan Lamongan : Faruq Bantah Menggunakan Nama FPI

KABARPROGRESIF.COM : Usai mendengarkan kesaksian korban kerusuhan Lamongan 12 Agustus 2013, Hamzah, Majelis hakim yang beranggotakan Musthofa (ketua), Achmad Fauzi (anggota) dan Burhanudin  (anggota) langsung melakukan pemeriksaan terhadap dua terdakwa adik-kakak ini, yakni  Muhammad Faruq dan Muhammad Anshori dalam persidangan yang digelar diruang cakra PN Surabaya, Senin (25/11/2013).

Saat diperiksa, terdakwa Faruq menyangkal bila kerusuhan yang terjadi di desa Gua Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan itu dilakukan oleh massa dari Ormas Front Pembela Islam (FPI). Pelaku kerusuhan itu adalah simpatisan dan rekan dari terdakwa Faruq."Mereka bukan dari FPI tapi dari teman-teman saya dan  warga yang simpati terhadap saya,"ujar Faruq saat ditanya ketua hakim Musthofa dalam persidangan

Dijelaskan  terdakwa Faruk, kejadian kerusuhan itu terjadi pada hari  senin (12/8/2013) sekitar pukul 21.30 WIB (malam). Saat itu Iabersama Kusairi Sedang duduk duduk membicarakan jua beli tanah didesa gua kecamatan paciran. Tiba tiba, Ada sekelompok warga  yang menyerang rumah Pak Zein, dan melukai istri Zein."Usai menyerang rumah Zein, Ada massa 50 orang yang hendak menyerang rumah saya . Ada kata kata dari lawannya dengan mengatakan pateni pisan wae, sambil mengulang ulang, saya pun melarikan diri ke atas gunung, lalu menghubungi terdakwa  Anshori dan teman-temannya untuk menyelamatkan anak semata wayang saya yang berusia 3 tahun,"terangnya

Saat ditanya hakim Burhanudin apa motif dibalik penyerangan rumah Zein, Diakui terdakwa Faruq ,  warga menyerbu rumah Zein lantaran  ada yang dibacok oleh zein yakni Ifen."Saya  di kira menjadi pimpinan zein yang dianggap tidak bertanggung jawab terhadap kejadian itu,"ungkapnya

Sementara Terdakwa Anshori, menerangkan, dirinya dihubungi oleh terdakwa  Faruk untuk  dimintai tolong
menyelamatkan anaknya Namun Ditengah perjalanan, terdakwa bertemu dengan kelompok korban."Karena banyak massa terpaksa saya mundur sambil mencari sesuatu untuk bela diri untuk menyelamatkan keponakan saya,"terangnya.

Diakhir keteranganya, terdakwa yang merupakan adik-kakak ini mengaku menyesal. Bukti penyesalan itu telah dituangkan dalam surat perdamaian."Kami sudah damai di Polda dan suratnya sudah kami tanda tangani,"ungkap kedua terdakwa.

Seperti diketahui, dalam kejadian kerusuhan tersebut menjerat 42 terdakwa, 19 orang diantaranya kini telah
mendekam didaam rutan medaeng, sedangkan 23 terdakwa lainnya berada diluar karena mendapatkan penanguhan penahanan. (Komang)