Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Ayo Kita Guncang Dunia dengan Prestasi Arek-arek Suroboyo

Wali Kota Surabaya Rismaharini saat melaunching Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) mengajak semua pihak untuk mendukung arek-arek Suroboyo agar mampu berprestasi.

Eri Cahyadi Genggam Erat Pusara Bung Karno

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya berharap Eri Cahyadi dapat menyerap spirit Bung Karno, sehingga saat menjadi wali kota Surabaya mempraktikkan semangat kerakyatan membela wong cilik.

Relawan Ingin Eri-Armudji Menang Secara Elegan

Relawan Gus Eri Cahyadi berusaha memenangkan Eri Cahyadi sebagai wali kota Surabaya sangat rapi. Dalam artian tidak asal menang, tapi menang dengan akhlak yang baik dan cara yang santun.

BPJS Warga Bergaji di Bawah Rp 10 Juta, Akan Ditanggung Pemkot

Solusi Eri Cahyadi terhadap gaji pas-pasan untuk bayar BPJS, maka semua warga yang bergaji di bawah Rp 10 juta otomatis BPJS-nya akan dibayarkan Pemkot Surabaya.

Lagi, JPN Kejari Surabaya Selamatkan Aset Pemkot Rp 121 Miliar

Menurut walikota Surabaya, Risma, Kejaksaan sudah membantu banyak sekali. Jika dihitung selama masa jabatannya, aset yang berhasil diselamatkan bahkan mencapai triliunan rupiah.

Minggu, 30 Agustus 2020

Sampaikan Bela Sungkawa, Pemkot Surabaya juga Pastikan Sudah Bertindak Sesuai Prosedur



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban kebakaran di salah satu toko elektronik di Jalan Kranggan, Sawahan, Surabaya, Minggu (30/8). 

Pemkot juga memastikan bahwa proses pemadaman itu sudah sesuai dengan prosedur pemadaman kebakaran.

Risma mengatakan jika dilihat dari analisa kebakaran, personil Pemadam Kebakaran (PMK) sudah datang tepat waktu, karena hanya dalam waktu 5 menit mereka sudah tiba di lokasi kebakaran. 

Artinya, mereka tidak sampai melebihi batas waktu maksimal 7 menit yang telah ditetapkan. Bahkan, pada saat itu mereka sudah membawa peralatan lengkap, termasuk unit bronto skylife yang dapat menjangkau gedung tinggi.

“Kita juga sudah kerahkan 22 unit mobil pemadam kebakaran, proses pemadamannya pun tidak sampai 2 jam. Jadi, sebenarnya ini bukan masuk dalam kategori kebakaran berat, tapi karena asapnya yang tebal dan tidak ada sirkulasi udaranya, sehingga asapnya tidak bisa keluar,” kata Risma, Senin (31/8).

Oleh karena itu, Risma mengatakan bahwa ini pengalaman dan pelajaran bagi semuanya. 

Menurutnya, mungkin selama ini selalu mengandalkan AC untuk mendinginkan rumah, dan terkadang lupa akan pentingnya sirkulasi udara itu. 

“Makanya, saya mengingatkan diri saya sendiri, para arsitek dan kontraktor bangunan untuk selalu memperhatikan sirkulasi udara, karena kalau kejadiannya seperti ini sulit sekali,” kata dia.

Risma juga memastikan bahwa Senin besok akan menugaskan Dinas Perumahan Rakyat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) untuk mengevaluasi penggunaan bangunan di sekitar kebakaran itu. 

Tentunya, evaluasi itu akan dilakukan setelah toko-toko di jalan itu buka. 

“Nanti kita akan evaluasi dan kita control bangunan-bangunan yang lainnya,” ujarnya.

Terlepas dari itu semua, Risma mewakili Pemkot Surabaya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban. 

Menurutnya, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban. 

“Namun, karena kondisi medan yang membuat kami kesulitan, sehingga kami tidak mengetahui kalau ada korban dan ada penghuninya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran Surabaya Dedik Irianto menjelaskan proses penanganan pemadam kebakaran itu. Menurutnya, begitu mendapatkan informasi dari Command Center 112 kalau ada kebakaran, pihaknya langsung berangkat dan dalam waktu 5 menit sudah tiba di lokasi beserta peralatan lengkapnya.

“Nah, ketika kami tiba di lokasi, asapnya memang sudah tebal. Akhirnya kami menjebol ruko di sebelahnya untuk mengurangi asap dan mencari titik apinya,” kata Dedik.

Setelah berhasil menjebol ruko di sampingnya itu, langkah pertama yang dilakukan adalah menyisir korban. Jadi, dengan kondisi asap yang tebal dan sulit keluar itu, pihaknya menggunakan peralatan lengkap untuk masuk ke dalam toko yang kebakaran dan demi menyisir korban. 

“Saat penyisiran itu teman-teman sudah perhatikan betul hingga ke lantai 2 dan tidak ditemukan korban atau penghuni satu pun, karena sudah tidak ditemukan korban, akhirnya teman-teman saat itu fokus untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Namun, setelah dilakukan pembasahan dan asapnya sudah tidak ada dan kondisinya sudah terang, ternyata pihaknya menemukan mayat yang tertindih sepeda motor. 

Setelah dilakukan pencarian lagi, ternyata masih ada korban lain dan ternyata korbannya 5 orang. 

“Hampir semua jenazah itu ditemukan tidak sampai hangus, hanya kulitnya yang kayaknya melepuh, sehingga besar kemungkinan mereka menghirup asap dan kekurangan oksigen,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia juga memohon maaf dan menyampaikan bela sungkawa atas meninggalkan para korban. 

Menurutnya, proses pemadaman itu sudah sesuai dengan SOP kebakaran dan sudah menyisir korban dan ternyata tidak ditemukan. 

“Jadi, kami mohon maaf dan mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya,” pungkasnya. (Ar)

Membuka Bazaar Online, Risma Minta Pelaku Usaha Selalu Berpikir Cerdas dan Kreatif



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Nampaknya inovasi Wali kota Surabaya Tri Rismaharini dalam membangun Kota Surabaya tidak pernah ada habisnya.

Meski dalam situasi pandemi Covid-19, Wali Kota Risma tidak pernah kehabisan ide untuk terus meningkatkan perekonomian warganya.

Kali ini, dalam rilisnya yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Risma membuka kegiatan Bazar Urban Farming, Pahlawan Ekonomi, Pejuang Muda dalam Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dan HUT PT HM Sampoerna ke-107.

Acara yang digelar melalui video conference (vidcon) itu diikuti oleh sekitar 300 calon pembeli. 

Mereka menyaksikan berbagai produk yang dipasarkan melalui online itu.

Menariknya, acara itu dibuka dengan bazaar online yang memasarkan produk pertanian hingga hasil ikan segar dari para nelayan, termasuk pula jenis makanan dari hasil olahan tersebut. 

Bahkan, satu per satu pelaku usaha itu diberi kesempatan untuk memaparkan produk masing-masing beserta keunggulannya.

Seorang ibu rumah tangga bernama Aliwati Ashari, warga Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang dengan lincahnya memaparkan produk-produk yang dijualnya. Diantaranya aneka sayur-sayuran hidroponik. 

Kemudian, Kelompok Nelayan ibu-ibu yang berasal dari Kecamatan Bulak Kenjeran juga tak kalah lincahnya dalam memasarkan dagangannya itu.

“Bapak-Ibu ini kami menjual kripik Baby Crab Rp 10 ribu per pack, Teripang Rp 35 ribu. Monggo Bapak-Ibu yang minat bisa hubungi saya Ibu Sutatik. Jangan lupa kontak saya di nomor 083856217356,” papar Sutatik, Minggu (30/8).

Risma pun mendengarkan secara seksama pemaparan produk dari para pelaku usaha itu. 

Tak jarang dia pun meminta jajarannya untuk mengambil foto produk-produk yang telah dipaparkan itu. 

Melihat antusias para pedagang yang berjualan secara virtual itu, Wali Kota Risma mengapresiasi hal-hal baru yang dilakukan pedagang. 

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 warga dituntut untuk berpikir cerdas dan kreatif. Sebab, jika biasa-bisa saja maka akan tertinggal dengan yang lain.

“Tuhan mengajarkan kita untuk berpikir lebih maju lagi. Jangan pernah menyampaikan tidak bisa. Kita tidak boleh begitu saja menyerah dan pasrah. Karena tidak mungkin Tuhan menurunkan sesuatu tanpa alasan,” papar Risma di sela-sela acara tersebut.
 
Nah, salah satu alasannya mungkin supaya kita lebih pintar, sehingga lahirlah pemasaran via daring. 

Padahal sebelumnya, tidak mungkin ada pemasaran via daring itu,  terutama yang hasil-hasil pertanian, tentu sangat jarang. 

"Jadi, memang kita harus banyak belajar bahwa kita harus bisa semuanya dan berpikir untuk melangkah ke depan, bukan hanya hari ini," tegasnya.

Di samping itu, ia juga meminta kepada para pedagang, petani, nelayan serta Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda untuk tidak pernah puas dan tidak pernah berhenti untuk berinovasi. 

Menurutnya, dalam usaha harus selalu kurang, karena kalau sudah merasa cukup, berarti sudah menjadi orang sombong.

"Orang sombong adalah orang yang paling dibenci Tuhan, karena orang sombong itu merasa unggul. Padahal, tidak mungkin ada keunggulan istimewa bagi satu orang, di atas langit masih ada langit. Di bawah bumi, masih ada bumi lagi, dan lapisan bumi di bawahnya lagi," kata dia.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh Pahlawan Ekonomi, Pejuang Muda, nelayan, dan petani untuk terus berkreasi tanpa henti. 

Bahkan, ia juga meminta mereka untuk terus berpikir dan berpikir untuk menciptakan inovasi. 

"Katanya juga kalau kita berpikir terus, nanti tidak gampang pikun. Makanya, ayo kita berpikir terus dan ayo kita jaga. Saya juga nitip pesan kepada semuanya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, supaya pandemi ini bisa segera berakhir," pungkasnya. (Ar)

Akhir Pekan, Risma Blusukan ke Pasar dan Gang Sempit hingga Pantau Perbaikan GBT



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus mengetuk hati warga Kota Surabaya untuk selalu patuh dan disiplin dalam mentaati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Salah satu strategi Wali Kota Risma dalam mengetuk hati warga itu, dilakukan dengan cara blusuk ke pasar-pasar dan gang-gang sempit untuk sosialisasi patuh menggunakan masker dan selalu jaga jarak.

Blusukan semacam ini sudah sering dilakukan Wali Kota Risma selama masa pandemi ini. Bahkan, setiap akhir pekan, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu rutin blusukan ke perkampungan dan gang-gang kecil di berbagai penjuru kota. 

Akhir pekan ini, Minggu (30/8), Risma didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), petugas Linmas, Satpol PP hingga jajaran kepolisian keliling pasar-pasar dan gang sempit di wilayah Surabaya Barat.

Dengan berbekal megaphone sambil dibonceng sepeda motor oleh ajudannya, ia bersama rombongannya ini memulai blusukannya dari rumah dinas Wali Kota Surabaya menuju Tugu Pahlawan yang sedang ramai pengunjung karena ada pasar dadakan. 

Kemudian menuju arah Jalan Krembangan Baru dan dilanjutkan ke Pasar Gresik PPI hingga ke Pasar Tambak Mayor Baru yang juga ramai pengunjung pasar.

“Ayo dipakai maskernya, yang jualan itu harus pakai masker supaya tidak nulari. Masih ribuan yang dirawat di rumah sakit, tolong jangan ditambah lagi,” kata Risma berkali-kali ketika melintas dan membagikan masker di pasar-pasar itu.

Rombongan ini juga melanjutkan sosialisasinya di Jalan Sukomanunggal Baru hingga Tanjungsari, Tandes. 

Termasuk pula ke Perumahan Pondok Benowo Indah dan Griya Benowo Indah. Selama di perumahan itu, dia seakan menyusuri hampir semua gang sempit, tak heran jika beberapa kali rombongan ini bertemu dengan jalan buntu. 

Selama berada di gang-gang sempit itu, suaranya terus mengalun mensosialisasikan patuh pakai masker.

“Saya Risma, Wali Kota Surabaya. Tolong dipakai maskernya Bu, saya tidak ingin panjenengan semua sakit. Masih banyak yang dirawat di rumah sakit, ayo pakai maskernya dan jaga jaraknya,” kata dia tanpa henti.

Selanjutnya, rombongan ini menuju Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Tiba di stadion yang nantinya akan dipakai Piala Dunia U-20 itu, ia langsung mengecek perbaikan beberapa ruangan dan beberapa bagian yang terus dikebut. 

Risma juga terus memberikan berbagai arahan demi penyempurnaan perbaikan GBT itu.

Ia kemudian meninjau akses jalan ke GBT yang sampai saat ini terus dibangun. Di jalan berdebu dan di bawah terik matahari itu, Risma menjelaskan bahwa nantinya ada lima akses masuk ke GBT yang sampai saat ini terus dibangun. 

Lima akses tersebut adalah dua akses jalan dari sisi barat yang selama ini sudah ada dan tiga akses lainnya dari sisi timur GBT.

“Jadi, nanti ada lima akses masuk ke GBT. Dua yang sudah ada dan nanti di viaduk itu akan kita lebarkan 4 meter. Kemudian dari Tol Pelindo bisa turun ke sini dan dari Fly Over Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang nantinya juga akan dibantu oleh Kementerian PUPR, dan terakhir dari Simpang Susun Romokalisari,” kata dia.

Selain itu, ia juga menjelaskan beberapa perbaikan di Stadion GBT. Berdasarkan permintaan FIFA, maka ke depannya GBT tinggal ditambah lampu dan lift. Sebenarnya, selama ini sudah ada empat lift dan semuanya akan diganti baru. 

“Kemudian nanti akan dibangun lift satu lagi, jadi nanti ada lima lift,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu lift itu akan digunakan untuk lift barang demi kebutuhan media penyiarannya. Bahkan, untuk kebutuhan media, FIFA juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menyediakan 60 lahan parkir untuk motor, 8 parkir mobil dan 4 bus untuk pemain. 

“Jadi, nanti akan terpisah antara pemain, media, dan penonton, sehingga gate 20 dan 21 harus kita bikin untuk pemain dan media, karena medianya cukup banyak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, karena ada permintaan parkir khusus media dan pemain ini, maka semua landscapenya harus ditata kembali supaya media benar-benar ekslusif dan tidak bercampur dengan penonton. 

Bahkan, khusus media ini sudah dibuatkan jembatan penyeberangan khusus dicat merah. 

“Jadi, kita buatkan baru khusus untuk media,” ujarnya.

Di samping itu, Risma juga menjelaskan bahwa beberapa bangunan yang dulunya dibuat jual tiket di lantai 1, diubah fungsinya menjadi toilet karena di lantai 1 itu tidak ada toiletnya sama sekali. 

Bahkan, di bangunan tersebut juga diberi fasilitas untuk penyandang disabilitas, sehingga nanti akan mempermudah mereka.

“Selama ini tidak ada fasilitas untuk disabilitas dan toiletnya di lantai 1 juga tidak ada, makanya saya ubah untuk toilet. Kami juga sudah perbaiki semuanya toilet-toilet, baik untuk penonton, pemain dan toilet VIP. Kita bikin krannya otomatis,” pungkasnya. (Ar)

Sabtu, 29 Agustus 2020

Gerindra Keluarkan Rekom di Pilwali Surabaya, Prabowo Instruksikan Kadernya Menangkan MA-Mujiaman



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Partai Gerindra mengeluarkan surat rekomendasi kepada pasangan calon (paslon) Machfud Arifin (MA)- Mujiaman Sukirno untuk maju pada Pilkada Surabaya 2020.

Surat rekomendasi tersebut tertuang dalam
SK Nomor : 08-991/Rekom/DPP-GERINDRA/2020  tentang Rekomendasi Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Periode 2020-2025. Surat tertanggal 5 Agustus 2020 itu  ditandatangani Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum H Prabowo Subianto dan Sekjen H Ahmad Muzani.

"DPP Partai Gerindra menyetujui dan merekomendasikan saudara  Drs Machfud Arifin SH sebagai bacawali dan Ir Mujiaman Sukirno sebagai bacawawali," ujar Prabowo dalam surat rekomnya, Jumat (28/8) malam.

Bahkan, Prabowo menginstruksikan kepada DPC Partai Gerindra Kota Surabaya untuk mengamankan dan memenangkan paslon MA-Mujiaman dengan mengerahkan  semua potensi yang ada serta melibatkan anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kota serta pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra di daerah pemilihan Kota Surabaya.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, BF Sutadi membenarkan surat rekomendasi untuk paslon MA-Mujiaman sudah turun.

"Ini  (surat rekom) saya terima kemarin lusa dari DPD Partai Gerindra Jatim," kata Sutadi.

Lantas apa langkah Partai Gerindra Surabaya menindaklanjuti instruksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sutadi yang juga mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 menyatakan, yang pasti akan memperkuat struktur dan mesin politik partai untuk kerja sama dan saling bahu membahu dengan partai koalisi lainnya untuk memenangkan MA-Mujiaman.

"Ya, nanti anggota DPRD Surabaya juga akan terjun membantu Pak MA-Mujiaman di dapil masing-masing, "pungkasnya. (Ar)

Risma Ungkap Strategi Keberhasilan Membangun Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membangun Kota Pahlawan tak lepas dari sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Di bawah kepemimpinannya, kini Surabaya telah berkembang cukup pesat. 

Berbagai program yang diinisiasi Wali Kota Risma itupun sudah dirancang sedemikian rupa bahkan ketika masih sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Bahkan, beberapa program yang telah berjalan di Kota Surabaya sudah diaplikasikan di tingkat Nasional.

Wali Kota Risma menceritakan kembali berbagai upaya dalam membangun kota. Di antaranya, yakni menciptakan program berbasis online bernama e-procurement dan e-budgeting.

Dua program besar tersebut, telah dirancang Wali Kota Risma sejak tahun 2003 atau ketika ia masih menjadi ASN.

“E-program itu saya buat ketika tahun 2003 dan digunakan Nasional tahun 2010, melalui Keputusan Presiden (Kepres) saat Ibu Megawati masih menjadi Presiden. Ibu Mega jadi Presiden ada keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dimana menyarankan e-budgeting itu,” kata Risma saat menggelar Pers Konference di Rumah Dinasnya, Jalan Sedap Malam, Jum'at (28/8).

Lantas mengapa Surabaya dapat efektif melakukan pembangunan? Risma menjelaskan, bahwa program yang berjalan itu bisa efektif dan efisien di tingkat perencanaan dimana dapat mengatur anggaran berbasis kinerja. 

Menurut dia, jika pada nominal tertentu dengan output yang sudah ditentukan, maka output tersebut harus direalisasikan. Sehingga tidak diperbolehkan berhenti pada perencanaan saja.

“Harganya segini kemudian outputnya harus segini. Bukan misalnya uang Rp 100 kemudian terserah buat apa pokoknya output-nya jalan. Bukan begitu, kalau di e-budgeting tidak bisa berbicara seperti itu,” jelasnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan, di dalam program tersebut sudah ada standarnya. Bahkan ia menyebut, untuk biaya perencanaan, biaya umum, dan biaya pengerjaan sudah dianggarkan sekian persen. 

Sehingga ketika programnya di sektor pembangunan jalan, maka dipastikan outputnya ialah jalan.

“Nah, jadi itu yang bikin kemudian Surabaya sangat efisien dan itu kami pegang sampai sekarang. Makanya kenapa kita bisa membangun banyak sekali. Di antaranya ada kita bangun Box Culvert, Frontage Jalan A Yani, kemudian Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). Kemudian kita juga bisa bangun sekolah dengan fasilitas yang lengkap,” papar dia.

Sementara itu, di kesempatan yang berbeda, Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengapresiasi dan mencontohkan kinerja Wali Kota Risma. Bahkan, ia berharap, seluruh Calon Kepala Daerah (Cakada) dari PDI P bisa seperti sosok Wali Kota Risma.

"Saya mikir, mbok saya ini ketum yang memberikan rekomendasi ke begitu banyak orang, mbok ya 80 persennya, atau 100 persennya, itu semuanya kayak Mbak Risma," kata Megawati saat menggelar Konferensi Pers melalui streaming, Jum'at (28/8/2020).

Presiden kelima RI itu pun menilai, bahwa sosok Wali Kota Risma merupakan pemimpin yang “mencari pekerjaan”. Sebab suatu hari, Megawati pernah menayakan apa isi mobil Wali Kota Risma. Namun, rupanya isinya adalah sekop, toa (alat pengeras suara), sapu dan berbagai peralatan lainnya.

"Dia (Wali Kota Risma) kalau saya bilang apa sih isi mobilmu itu, saya pernah dikasih lihat. (Saya lalu berpikir, red), Ini bukan wali kota, ini orang jenenge arep golek gawean (seperti orang yang mau cari kerjaan, red). Ada sepatu lars. Beliau kalau saya tanyai tidak sempat mengenakan lipstick padahal perempuan biasanya suka dandan," ungkap Megawati.

Apalagi, Megawati menyebut, selama ini Wali Kota Risma mendapat banyak penghargaan, baik itu di tingkat nasional maupun internasional. 

Terlebih, Wali Kota Risma juga didapuk sebagai Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac). Karena itu, Megawati mengaku sangat bangga memiliki kader seperti wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Bahkan, Megawati menyatakan, akan lebih bahagia jika mendapat kader seorang pekerja keras dari pada mendapat hadiah emas, perhiasan, ataupun berlian. 

“Hatiku senang banget karena apa? kebanggaan buat saya. Dari pada aku dikasih emas, berlian. Aku punya kader seperti beliau (Wali Kota Risma) senang sekali hatiku,” pungkasnya. (Ar)

KPU Surabaya Ajak Komunitas Netizen Tangkal Hoax di Pilkada 2020



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mengajak kaum milenial untuk berperan aktif menangkal kabar hoax atau berita palsu).

Terutama, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kali ini, sosialisasi digelar dengan menggandeng Komunitas Netizen Surabaya (KNS).

Meski berlangsung secara tatap muka, namun sosialisasi yang berlangsung di kawasan Jalan Raya Dharmawangsa Surabaya itu berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonokromo Surabaya, Samsul Arifin mengajak seluruh peserta yang hadir agar smart dalam mengkonsumsi berita atau informasi terkait politik. 

Terutama, informasi yang bertujuan untuk menyudutkan orang lain atau lawan politik.

"Perlu kita filter berita-berita tersebut yang sekiranya berita itu menyudutkan orang lain atau lawan politiknya. Kalau berita-berita itu sudah sifatnya menjatuhkan lawan politik, sebaiknya dihindari," kata Samsul, Jum'at (28/8) malam. 

Samsul menyatakan, bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah ber KTP, berhak untuk memilih siapapun calon kepala daerah. 

Namun sebelum menentukan pilihan, Samsul mengimbau kepada kaum milenial agar dapat mengetahui informasi terkait track record atau rekam jejak calon pilihannya itu. 

Sebab, kaum milenial memiliki peran besar dalam menentukan masa depan Kota Surabaya mendatang.

"Kita ini negara demokrasi, mau dukung siapa saja boleh. Tapi kalau sudah menjatuhkan orang lain, silahkan dihindari. Sebaiknya kita menghindari cemohan atau yang sifatnya menjatuhkan orang lain," katanya.

Menurutnya, memilih sosok yang akan menjadi pemimpin Kota Surabaya itu ibarat seperti makan kue. Jika kue itu dimakan, tentunya setiap rasa di lidah orang itu berbeda atau mungkin sama. 

Ini sama halnya dengan menentukan calon pilihan.

"Kita yang merasakan tidak sama dengan orang lain. Kalau cocok silahkan dipilih, tapi jangan menjelekkan lawan politik kita. Naiklah setinggi langit tapi jangan menjatuhkan," pesan dia.

Sementara itu, Ketua Surabaya Creative Network (SCN), Hafshoh Mubarok menyatakan, bahwa anak muda memiliki peran besar dalam mensukseskan Pilkada Surabaya 2020. 

Kaum milenial dapat berpartisipasi dalam mensukseskan hajatan besar itu.

"Anak muda berpartisipasi dari mana? Teknologi yang ada saat ini ada twitter, facebook, instagram itu kita bisa manfaatkan untuk memberikan informasi ke masyarakat," kata Hafshoh. 

Akan tetapi, Hafshoh juga mengimbau kepada seluruh anak muda yang hadir agar bijak dalam memanfaatkan media sosial tersebut. 

Caranya, yakni dengan melakukan cek dan ricek ketika mendapat informasi atau berita sebelum menshare ulang.

"Kita harus bisa memilih, berita mana yang harus kita sebar, berita mana yang harus share atau berita harus yang ditonton banyak orang," pungkasnya. (Ar)

Disebut Ketua MPR Masuk 10 Besar Calon Presiden RI 2024, Begini Kata Risma



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya buka suara terkait pernyataan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang menyatakan bila Wali Kota Risma masih terus berada dalam 10 besar Calon Presiden Republik Indonesia (RI) tahun 2024.

"Saya tahu siapa saya, dan saya tidak mungkin kuat buat bayarin untuk membuat survei dan sebagainya, tidak mungkin. Saya tidak punya kapasitas keuangan untuk aku melakukan survei atau niatan apa itu, yang jelas jauh dijangkauan saya dan saya sadar siapa saya," kata Risma saat jumpa pers di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, Jum'at (28/8).

Risma menegaskan, bahwa apabila ada surveyor yang menyatakan elektabilitas dia masuk dalam 10 besar Calon Presiden RI 2024, maka itu bukan keinginan atau kemauannya. 

"Karena itu, kalau ada yang melakukan survei itu bukan saya yang minta dan bukan kemauan saya. Saya juga tahu kapasitas kemampuan saya seperti apa," katanya.

Bahkan, Risma menyatakan tak pernah bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang Presiden RI. 

Sebab menurutnya, menjadi wali kota tanggung jawabnya sangat berat apalagi seorang Presiden yang memimpin seluruh Nusantara. 

Karena, seorang pemimpin tidak hanya bertanggungjawab terhadap rakyatnya tapi juga Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya tidak pernah bermimpi, bahkan ketika jadi Wali Kota Surabaya tak pernah berani membayangkan. Karena tanggungjawabnya berat, bukan hanya di dunia ini. Karena saya harus pertanggungjawabkan itu dihadapan Tuhan," tuturnya.

Untuk itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali menegaskan, bahwa selama ini ia tak pernah membayangkan ingin maju sebagai Presiden, apalagi menginisiasi survei elektabilitas Calon Presiden RI. 

Menurut dia, daripada menyuruh orang membuat survei, lebih baik uang tersebut dimanfaatkan untuk membantu keluarga atau anak-anak kurang mampu.

"Dari pada saya buat survei mending saya kasihkan ke anak-anak yang lain, yang banyak ditinggalkan orang tua kena Covid-19 dan sebagainya. Jadi saya tidak tahu siapa yang melakukan survei itu," pungkasnya.

Seperti diberitakan, saat menghadiri acara sosialisasi 4 pilar bersama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Gunung Anyar Surabaya, Kamis (27/8).

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menyatakan, Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini dinilai telah berkembang pesat, baik itu dari segi ekonomi maupun infrastruktur pembangunannya. 

Bahkan, ketika pandemi melanda, beberapa usaha properti di Indonesia mengalami penurunan, namun hal itu berbeda dengan kondisi Surabaya yang dinilai tetap stabil.

"Banyak kemajuan pesat yang kami monitor di Jakarta bahwa Surabaya luar biasa. Ketika pandemi menyerang harga properti di seluruh Indonesia jatuh, Kota Surabaya secara ekonomi masih tetap bertahan," kata Bamsoet sapaan lekatnya kala itu.

Menariknya, dalam momen itu Bamsoet juga mengungkapkan, bahwa dalam survei elektabilitas yang terdiri dari beberapa Kepala Daerah, Risma masih terus berada dalam 10 besar Calon Presiden Republik Indonesia (RI) tahun 2024. 

"(Wali Kota Risma, red) Sampai hari ini masih terus bertengger di 10 besar Calon Presiden 2024," katanya. (Ar)

Risma Resmikan Dua Tempat Instagramable di Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan dua tempat instagramable sekaligus di Kota Pahlawan, Sabtu (29/8).

Dua tempat tersebut adalah Taman Mozaik dan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Wiyung. Kedua tempat tersebut tidak berjauhan karena terletak di Jalan Wiyung Kecamatan Wiyung, Surabaya. 

Makanya, peresmiannya digelar satu tempat di Taman Mozaik.

Pada kesempatan itu, hadir pula jajaran Forkopimda Kota Surabaya yakni Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, Danrem 084/Bhaskara Jaya. Kemudian jajaran dari lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yakni Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan, para asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga camat dan lurah setempat.

Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan dengan potong tumpeng tersebut juga disaksikan secara virtual oleh tamu undangan yang digelar di tempat berbeda, yakni di Sentra Wisata Kuliner Wiyung.

Dalam sambutannya, Risma menuturkan peresmian ini sebenarnya Taman Mozaik ini dibangun untuk menjadi taman kota. 

Dimana masyarakat dapat berkumpul beraktivitas, olahraga, atau bermain di spot yang instagramable itu. Sehingga ia memastikan taman tersebut harus selalu bersih dan indah.

“Agar semua warga dari berbagai lapisan masyarakat dapat bertemu dalam satu tempat. Kemudian terjadilah komunikasi yang baik antar warga,” kata Risma.

Selain itu, nantinya akses taman yang baru saja diresmikan tidak hanya satu akses pintu masuk saja. 

Melainkan akan membongkar tembok yang menjadi sekat. Nantinya ada beberapa akses jalan untuk masuk ke Taman Mozaik. 

“Kalau sekarang kan keliatannya eksklusif. Tapi sebenarnya tidak. Kita akan buat jalan di situ,” lanjut dia.

Tidak hanya itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan, luas lahan sebesar 5.150 meter persegi itu belum digunakan semuanya. 

Oleh karena itu, lahan-lahan yang kosong tersebut akan dipergunakan juga, tapi untuk menjaga ketahanan pangan, sehingga nanti akan ditanami berbagai tanaman.

“Ini tidak sampai 2000 meter persegi. Sementara yang masih kosong itu kita gunakan untuk menanam. Karena Covid-19, maka kami tanam tanaman untuk ketahanan pangan,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Risma menceritakan filosofi mengapa diberi nama Mozaik. Awalnya ia memiliki ide ingin membuat taman yang ada pantulan sinar yang warnanya bermacam-macam. 

“Jadi berawal dari itu, sekarang di mal-mal menggunakan seperti itu juga kan dengan teknologi modern,” jelas dia.

Berbeda dengan SWK Wiyung, Wali Kota Risma menceritakan berawal saat dirinya melihat banyak penjual makanan yang tak memiliki lahan. 

Kemudian, ia melihat bangunan yang kala itu adalah rumah dinas lurah yang sudah tidak lagi digunakan.

“Dulu ada rumah dinas lurah, terus sayang tidak ditempati. Sementara pedagang kaki lima ada di luar kan kasihan. Kita masukan akhirnya, kalau SWK pertama sebenarnya ya Wiyung itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Taman Mozaik dan SWK Wiyung merupakan tempat yang saat ini dinilai cukup instagramable di Kota Surabaya. 

Buktinya, saat belum diresmikan untuk Taman Mozaik ini sudah banyak didatangi oleh masyarakat untuk berswa foto.

“Banyak masuk instagram taman ini. Bahkan ada yang menyebutkan ini adalah salah satu tempat foto terbaik di Surabaya,” kata Eri Cahyadi.

Ia juga menjelaskan untuk SWK Wiyung, akan digunakan sebagai SWK percontohan di Kota Pahlawan. 

Sebab dibandingkan dengan model SWK yang lain, tempat tersebut dinilai lebih instagramable, meskipun masing-masing SWK memiliki bentuk dan model yang  berbeda. 

“Yang bentuknya seperti ini kan pertama kali. Jadi kan di SWK nanti tidak hanya sebagai tempat makan. Tetapi juga tempat untuk foto, itu aja sebenarnya. Insya Allah kita akan tata dan percantik lagi,” pungkasnya. (Ar)

Gowes Pagi-pagi, Wali Kota Risma Ajak Warga Lihat Keindahan Surabaya Sembari Berolahraga


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam bekerja dan membangun Kota Surabaya nampaknya tidak perlu diragukan lagi.

Nyaris 24 jam nonstop tenaga dan pikirannya tercurahkan untuk membangun Surabaya. Sungguh seorang pemimpin yang layak diteladani.

Meskipun sudah memimpin Surabaya hampir 10 tahun, kinerjanya seakan tak pernah berubah.

Hampir setiap hari, dia berangkat dari rumah pribadinya sekitar pukul 05.00 WIB dan pulang dari kantornya saat larut malam atau bahkan hingga pagi lagi. Hal itu juga terlihat pada Sabtu (29/8/2020), sekitar pukul 05.00 WIB, Wali Kota Risma sudah keluar rumah untuk berkeliling guna memantau Kota Pahlawan bersama para jajarannya.

Meski matahari masih menyembunyikan sinarnya, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini sudah mulai mengayuh sepeda.

Sembari berolahraga, saat gowes ia tampak tertib berlalu lintas dengan mengenakan helm dan melewati lajur sepeda di beberapa titik. Dimulai dari kediamannya hingga tiba di Jalan Lidah Kulon, Surabaya.

Tepat di depan Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Wali Kota Risma turun dari sepedanya dan berpindah menggunakan moda transportasi Suroboyo Bus.

Di sana, Wali Kota yang menjabat sebagai Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac) ini melihat berbagai keindahan kota.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah melihat mekarnya pohon Tabebuya di berbagai sudut kota, di tengah-tengah perjalannya, tak lupa ia pun tetap memberikan arahan kepada jajarannya.

Sesekali ia tampak menggambar langsung melalui secarik kertas.

Setiba di halte Jalan Gubernur Suryo, Wali Kota Risma turun dan kembali mengayuh sepedah lipatnya itu.

Tak disangka, saat memulai mengendarai sepedanya kembali, sontak dari kejauhan terdengar suara orang memanggil-manggil nama Wali Kota Risma.

Ternyata mereka adalah para pesepeda yang hendak ingin berfoto bersama.

“Ibu kita foto di depan Tabebuya ya,” ungkap beberapa orang mengajak Wali Kota Risma berfoto.

Setelah melanjutkan perjalanan, tepat di depan Alun-alun Suroboyo Wali Kota Risma turun. Di sana ia membersihkan dan mencabuti rumput yang berada di pintu masuk alun-alun.

Tidak hanya itu, ia juga memberikan beberapa arahan terkait penyempurnaan alun-alun yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu.

“Nanti ini di kasih lampu di atasnya ya. Terus itu ada lubangnya diisi air disinfektan,” ungkapnya kepada jajarannya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Risma mengungkapkan hari ini Tabebuya di Kota Surabaya sudah mulai bermekaran.

Warna-warninya bunganya sudah mulai tampak hingga pertengahan bulan September. 

Oleh karena itu, Wali Kota Risma mengajak seluruh warga untuk datang menyaksikan keindahannya secara langsung.

“Jadi silahkan datang ke Surabaya. Sekarang kota ini sudah semakin cantik dan makin indah. Selain Tabebuya juga ada Bunga Sepatu Dea, dan bunga-bunga cantik lainnya,” urainya.

Tidak hanya itu, ia pun mengajak kepada seluruh warga Surabaya untuk semakin giat lagi dalam berolahraga.

Sebab menurutnya, salah satu penderita Covid-19  yang membutuhkan waktu cukup lama untuk sembuh adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

“Karena saya melihat data waktu Covid-19 itu yang sakit yang sembuhnya lama. Kalau dengan rajin dan rutin olahraga salah satunya dengan bersepeda. Atau jalan kaki, apalagi pedestrian kita sudah mulai bagus,” urainya.

Menariknya, untuk memasifkan warga agar bersepeda, nantinya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memfasilitasi penyewaan sepeda.

Penyewaan sepeda itu sengaja diinisiasi  oleh Wali Kota Risma dengan harapan agar warga kemana-mana warga mulai membiasakan menggunakan sepeda.

“Awalnya diletakkan di titik yang kita tentukan. Nanti kita lihat animo masyarakat seperti aapa. Ini penting dilakukan supaya kita berkeringat. Berolahraga agar kita tidak sakit. Kalau mau bersepeda sekarang kita bisa melihat Tabebuya yang mulai bermekaran.

“Yuk datang ke sini. Surabaya sudah semakin cantik dan makin indah,” pungkasnya. (Ar)

Jumat, 28 Agustus 2020

Rekom Paslon PDIP di Pilwali Surabaya Dikabarkan Keluar Jelang Pendaftaran?



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Rekomendasi Pasangan Calon (Paslon) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Pilwali Surabaya 2020 dipastikan untuk keempat kalinya di tunda lagi.

Santer terdengar rekom Calon Wali kota dan Wakil Wali Kota Surabaya untuk Pilwali Surabaya baru akan diberikan menjelang pendaftaran calon paslon di KPU, 4 - 6 September 2020.

“Jatim tidak ada. Info ke DPD PDIP Jatim sampai pagi ini tidak ada dari DPP. Tapi kalau diumumkan langsung di DPP ya tidak tahu lagi,” kata Wakabid Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksana saat dikonfirmasi, Jum'at (28/8).

Sementara Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Surabaya Anas Karno mengatakan hal yang sama.

"Saya belum ada info. Kami selalu patuh dan tegak lurus dengan Ketua Umum Ibu Mega," pungkasnya.

Seperti diketahui DPP PDIP akan mengumumkan pasangan calon yang diusung di Pilkada 2020 pada hari ini, Jumat (28/8).

Pengumuman gelombang IV ini akan mengurai total 62 nama paslon di Pilkada 2020. 

Mereka terbagi dari empat paslon di tingkat provinsi dan 58 paslon untuk tingkat kabupaten/kota. 

Empat paslon tingkat provinsi yang akan diumumkan, yaitu Jambi, Kepri, Kaltara dan Sulawesi Tengah. 

Sedang Pilkada Kota Surabaya masuk dalam salah satu paslon tingkat kota yang akan diumumkan. 

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa pengumuman akan disampaikan langsung oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani. 

Pengumuman akan dilakukan secara virtual mulai pukul 09.00 ini dari kantor DPP PDI-P di Jalan Diponegoro, Jakarta. 

Sementara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan memberikan pengarahan kepada paslon usai pengumuman. Arahan Megawati berkaitan dengan kedaulatan pangan dan politik lingkungan. (Ar)

Kamis, 27 Agustus 2020

Jelang Rekom Turun, Marak Bermunculan Spanduk Kampung Relawan Dukung Eri Cahyadi Jadi Wali Kota Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Menjelang munculnya rekomendasi DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, marak bermunculan spanduk dukungan warga dari kampung-kampung ke Eri Cahyadi.

Spanduk berukuran 4x6 meter itu memuat gambar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Eri Cahyadi yang sekarang masih menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

Tulisan spanduk itu berisi pesan dari warga, yaitu: "Dengan Restu Bu Risma Kampungku Dukung Eri Cahyadi Menjadi Wali Kota Surabaya... BUKAN YANG LAIN".

Dari pantauan, spanduk-spanduk itu dipasang di kampung-kampung kawasan Tanah Kali Kedinding, Tambahrejo, Simokerto, Gading, Kembang Kuning, Semampir, Perak Utara, Bongkaran, Krembangan Utara, Tambak Wedi, Rusun Penjaringan, Kali Rungkut, Raya Kedung Asem, Medayu Utara, Gununganyar Tengah, Sambiroto, Lontar, Sememi, Pakal dan Ngemplak.

"Kalau Pak Eri saya yakin bisa meneruskan program-programnya bu Risma. Jadi warga sangat berharap Pak Eri bisa jadi penerusnya memimpin Surabaya," ungkap Sinyo satu warga kampung Sambiroto, Sambikerep, Surabaya, Kamis (27/8) malam.

Menurut Sinyo, spanduk dukungan warga untuk Eri Cahyadi penerus Wali Kota Risma, di pasang serentak mulai hari ini, Kamis (27/8).

Hal ini menunjukkan sebagai gerakan Kampung Relawan pendukung Eri Cahyadi meneruskan kepemimpinan Wali Kota Risma.

Dengan pemasangan spanduk dukungan tersebut, kata Sinyo, Eri Cahyadi bisa mengikuti kompetisi Pilkada Surabaya, 9 Desember 2020 mendatang.

Alasan mendukung Eri Cahyadi memimpin Surabaya, karena program-program Wali Kota Risma selama menjabat sudah banyak dinikmati oleh warga.

"Banyak program Bu Risma yang sudah dinikmati, diantaranya kampung lingkungan bersih, Surabaya Smart City sampai kampung literasi. Kebetulan kampung di Sambiroto menjadi nominasi lomba program kegiatan itu. Nah yang bisa meneruskannya, ya Pak Eri," tandasnya.

Sementara itu, pemasangan spanduk dukungan kepada Eri Cahyadi menjadi Wali Kota Surabaya, merupakan salah satu program gerakan Kampung Relawan yang dikomandani Fuad Benardi, putra sulung Wali Kota Tri Rismaharini.

"Banyak warga yang mendesak saya untuk membuat aksi dukungan ke Eri Cahyadi sebagai penerus ibu saya (Tri Rismaharini) memimpin Surabaya kedepan. Sehingga kami bentuk "Kampung Relawan" dengan gebrakan pertama memasang spanduk dukung serentak," jelas Fuad saat dihubungi.

Fuad menyatakan, aksi dukungan akan berlanjut sampai Eri Cahyadi terpilih sebagai Wali Kota Surabaya.

"Kalau kampung relawan yang sudah berkomitmen jumlahnya sudah ribuan. Mereka (warga) sudah siap menjadi relawan untuk memenangkan Eri Cahyadi di Pilkada nanti," pungkasnya. (Ar)

Rekom PAN di Pilkada Surabaya Diserahkan ke Pasangan MA - Mujiaman



KABARPROGRESIF.COM; (Surabaya) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) mengeluarkan surat rekomendasi kepada pasangan calon (paslon) Machfud Arifin (MA) - Mujiaman Sukirno untuk maju sebagai bacawali dan bacawawali pada Pilkada Surabaya 2020.

Surat rekom itu tertuang dalam SK DPP PAN  Nomor: PAN/A/Kota/KU-SJ/260/VIII/2020 tentang Persetujuan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. 

Surat model B.1-KWK Parpol tertanggal 19 Agustus 2020 itu ditandatangani Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.

"Sebenarnya surat rekom itu sudah diserahkan langsung ke Pak MA di Kantor DPP PAN, Rabu (19/8/2020) dan baru diterima DPD PAN Surabaya hari ini," kata Sekretaris DPD PAN Surabaya, Endras Heru Sulistyono, Kamis (27/8) malam.

Dengan turunnya surat rekomendasi itu, lanjut dia, PAN akan all out untuk  memenangkan pasangan MA - Mujiaman pada Pilkada Surabaya 2020.

Bahkan, lanjutnya, mesin politik dari tingkat kelurahan (DPRt), kecamatan (DPC) dan tingkat Kota (DPD) akan dipanasi untuk   bahu-membahu dalam pemenangan kontestasi itu.

"Khusus untuk calon wakil wali kota Cak Mujiaman nanti akan kami undang secara khusus dalam rangka silaturahmi dan  perkenalan semua kader PAN, sayap partai (PuAn dan Barisan Muda (BM) atau Milenial PAN), dan simpatisan PAN. Dalam peribahasa disebutkan tak kenal maka tak sayang," ungkapnya.

Endras Heru meyakini di tangan MA - Mujiaman Sukirno, Kota Surabaya bakal maju dan warganya makmur.

"Cak MA - Mujiaman akan membenahi Kota Surabaya  karena masih banyak yang belum tersentuh tangan-tangan profesional," pungkasnya. (Ar)

DPC Gerindra Tunggu Keputusan DPP Untuk Usung Pasangan MA - Mujiaman di Pilwali Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) DPC Partai Gerindra belum berani menentukan sikapnya untuk mengusung pasangan Machfud Arifin (MA) - Mujiaman Sukirno dalam Pilwali Surabaya yang helat pada 9 Desember mendatang.

Pasalnya saat ini DPC Gerindra masih  mengajukan ke DPP untuk segera mendapatkan rekomendasi menjelang pendaftaran bacawali dan bacawawali pada Pilkada Surabaya.

Rekomendasi itu cukup penting untuk melengkapi berkas pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), 4 - 6 September 2020.

“Kami sudah mengajukan surat rekomendasi Pak MA - Mujiaman ke DPP. Insya Allah akan selesai 1 - 2 hari ke depan,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, BF Sutadi, Kamis (27/8).

Menurut mantan Legislator Yos Sudarso periode 2014 -2019, Partai Gerindra sudah melakukan komunikasi politik dengan partai-partai pengusung dari MA. Mereka sudah sepakat bila pendamping MA adalah seorang profesional, Mujiaman Sukirno.

Menurut Sutadi penunjukan Mujiaman sebagai Cawawali Kota Surabaya sudah tepat dan yang terbaik.

Alasannya, Mujiaman merupakan seorang profesional murni dan tidak memiliki afiliasi dengan partai-partai pengusung sehingga tidak menimbulkan resistensi.

“Pemilihan Pak Mujiaman sudah tepat. Karena back groundnya profesional sehingga tidak ada sentimen kepartaian yang memungkinkan win-win solution tidak berafiliasi dengan partai politik manapun,” pungkasnya. (Ar)

Tanpa Dihadiri Reni Astuti, PKS Solid Dukung MA - Mujiaman di Pilwali Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kendati kadernya yakni Reni Astuti tak dilirik oleh Machfud Arifin (MA) sebagai pasangannya di Pilwali Surabaya 2020.

Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku berbesar hati bahkan solid mengusung MA sebagai calon Wali Kota Surabaya. 

"Insyaallah Bu Reni tidak sakit hati, PKS dalam koalisi besar, koalisi pelangi, super tim akan dukung MA dan Mujiaman," kata Ketua DPD PKS Kota Surabaya Akhmad Suyanto dalam konferensi pers di kantor DPD PKS Kota Surabaya, Kamis (27/8). 

Menurut Ahmad Suyanto, ke tidak hadiran Reni Astuti dalam penentuan dukungan dalam Pilwali Surabaya bukanlah sesuatu hal yang berdampak.

Dalam Pilwali yang digelar 9 Desember mendatang figur Mujiaman dianggap cocok menjadi pendamping MA lantaran dianggap teruji.

Apalagi di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi di masa pandemi dibutuhkan figur profesional. 

"Tidak perlu calon yang punya elektabilitas. Di masa pandemi ini butuh profesional. Pak Mujiaman sudah membuktikan kalau PDAM yang dia pimpin tidak terimbas resesi pandemi. PDAM perusahaan daerah dengan profit paling tinggi. Teknokrat itu gajinya berdasarkan kinerja. Tidak seperti birokrat atau politisi," jelasnya.

Lebih lanjut Akhmad Suyanto mengatakan, kalau Surat Keputusan Rekomendasi terhadap MA sebagai calon Walikota Surabaya akan di serahkan DPP PKS pada Sabtu (29/8). 

Politisi yang sudah 4 periode menjadi legislator DPRD Surabaya itu mengaku kalau mesin partai sudah siap. 

"Kami sudah melakukan pembekalan kepada para saksi. Hampir semua saksi hadir dalam setiap pembekalan. Kami modal sendiri dalam setiap acara pembekalan itu," pungkasnya. (Ar)

BRI Serahkan Bantuan Mobil PCR ke Pemkot, Sehari Bisa Tes 400 Sampel



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) berupa Mobil PCR yang lengkap dengan peralatan di dalamnya senilai Rp 3,2 miliar ditambah bantuan berbagai alat kesehatan (alkes) senilai Rp 247,5 juta.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih kepada karyawan Bank BRI yang telah rela menyisihkan penghasilannya untuk membantu penanganan Covid-19. 

Bantuan dari karyawan tersebut akhirnya berbuah mobil PCR yang pastinya akan sangat berguna bagi warga Kota Surabaya.

“Atas nama pemerintah dan warga Surabaya saya mengucapkan terima kasih sekali pada karyawan BRI seluruh Indonesia yang tergabung dalam program BRILLian Fight Covid-19,” kata Risma seusai menerima bantuan, Kamis (27/8).

Wali kota perempuan di Kota Surabaya ini juga berharap sumbangsih dan berbagai bantuan dari BRILLian Fight Covid-19 tersebut, dapat memberikan kemudahan Pemkot Surabaya serta warga supaya cepat terbebas dari pandemi Covid-19. 

“Mudah-mudahan sumbangsih ini dapat membantu kami semua. Matur nuwun (terima kasih) BRI. sekali lagi terima kasih,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BRI Surabaya Triswahju Herlina mengatakan bantuan yang diserahkan kali ini adalah satu unit mobil PCR, alat rapid test 250 buah, botol hand sanitizer sebanyak 200 buah, baju hazmat 300 buah, masker medis 12.500 buah, masker medis N95 berjumlah 250 buah. 

Kemudian 25 ribu sarung tangan (non steril), 2 ribu sarung tangan karet, kacamata goggle 300 buah serta 250 pasang sepatu boots.

Ia memastikan, mobil PCR itu merupakan hasil dari sumbangan pekerja BRI dari seluruh Indonesia. 

Mereka para karyawan menyisihkan sebagian pendapatannya untuk program BRILLian Fight Covid-19. 

Bantuan itu akhirnya terkumpul dengan total Rp 130 Miliar dari seluruh Indonesia.

“Kami mengumpulkannya selama kurang lebih dua bulan dan kami belikan mobil PCR ini. Jadi, Mobil PCR ini bukan CSR, tapi murni dari karyawan BRI,” kata Triswahju Herlina.

Menurutnya, mobil PCR pemberiannya ini dapat melakukan tes hingga 400 sampel dalam sehari. Tidak hanya itu, mobil PCR pemberiannya ini juga dipastikan sudah sesuai dengan standar. 

“Ini mobil PCR lengkap. Dalam sehari bisa 400 tes sampel,” lanjutnya.

Ia berharap, dengan bantuan ini dapat membantu pemerintah serta warga dalam mengatasi persoalan Covid-19. 

“Kita berupaya mengusulkan ke kantor pusat supaya bisa membantu warga Surabaya,” pungkasnya. (Ar)


Bawa Surabaya Maju Pesat, Ketua MPR RI Apresiasi Kinerja Risma



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lantaran telah berhasil membawa Kota Surabaya maju pesat. 

Menurutnya, banyak kemajuan pesat yang terjadi di Kota Surabaya dan sudah dimonitor dari Jakarta. 

“Surabaya luar biasa,” kata Bamsoet sapaan Bambang Soesatyo dalam sambutannya pada acara sosialisasi 4 pilar di Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Kamis (27/8).

Bahkan, lanjut Bamsoet, ketika pandemi Covid-19 menyerang, property di seluruh Indonesia jatuh bertumbangan. 

Namun, di Kota Surabaya secara ekonomi masih tetap bertahan. 

“Itu artinya ekonomi di Kota Surabaya masih tetap sangat bagus,” kata dia.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan 4 pilar kebangsaan secara detail. Satu persatu dia ulas dengan detail dan lugas. 

Mulai dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, hingga UUD 1945. Selain itu, ia juga memastikan bahwa pemerintah pusat terus berjuang mati-matian untuk menyelamatkan seluruh rakyat Indonesia. 

“Makanya, saat ini pemerintah sedang mengupayakan vaksin yang nantinya akan diberikan secara gratis kepada seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Bahkan, ia juga memastikan bahwa Presiden Jokowi sudah mengutus dua orang menterinya ke Cina untuk negosiasi pembelian vaksin ini. 

Jika semuanya lancar, kemungkinan akhir tahun ini vaksin tersebut akan tiba di Indonesia dan akan langsung diberikan kepada rakyat. 

“Tentunya, sambil berjalan sambil menunggu hasil yang sedang dikerjakan oleh Biofarma. Mudah-mudahan dengan terbantunya vaksin ini, kita semua bisa hidup normal kembali,” imbuhnya.

Di samping itu, ia juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu mengambil hikmat di balik pandemi Covid-19 ini. 

Bagi dia, karena adanya pandemi ini, maka semua lebih sadar akan pentingnya kesehatan. 

“Jadi, sangat banyak manfaat atau faedah yang bisa kita ambil di masa pandemi ini, supaya kita bisa hidup lebih sehat lagi,” pungkasnya.

Apresiasi Bamsoet ini usai Risma memberikan di lokasi acara tepatnya Gunung Anyar Tambak RW 7 itu merupakan wilayah pinggiran Kota Surabaya, karena langsung berbatasan dengan Sidoarjo dan laut. 

Namun, ia memastikan bahwa wilayah ini nanti bukan lagi wilayah pinggiran, karena sebentar lagi akan dibangun Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) yang akan tembus ke Jalan Kenjeran akses Jalan Suramadu.

“Dan kami membangun ini semuanya sendiri, pakai APBD kami. Bahkan, jalan Merr itu kami juga bangun sendiri sampai selesai,” kata Risma.

Ia juga memastikan bahwa indeks property di Kota Surabaya lebih tinggi dibanding daerah lainnya. 

Sebab, di Kota Surabaya sudah relative tidak banjir dan kalau macet, sudah ada jalan alternative lain, sehingga bisa melewati jalur lainnya dengan mudah.

“Jadi, kami juga pastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Surabaya sampai saat ini masih positif, bukan negative. Mudah-mudahan kami bisa menjaganya hingga akhir tahun,” ujarnya.

Makanya, beberapa waktu lalu ketika pandemi Covid-19 sudah mulai bisa dikendalikan, ia memutuskan untuk menggerakkan kembali perekonomian Surabaya. 

Alhasil, saat ini Covid-19 bisa dikendalikan dan perekonomian warga terus berjalan. 

“Meskipun tidak seperti dulu, tapi minimal bisa tumbuh dengan baik,” tegasnya. (Ar)

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya Capai 77,53 Persen



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Pahlawan terus bertambah. Bahkan, hingga tanggal 26 Agustus 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat, angka kesembuhan mencapai 9.083 orang atau 77,53 persen.

Hal ini dikarenakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meningkatkan Tracing, Testing dan Treatment (3T) dalam penanganan Covid-19 secara masif, serta terus mempertahankan trend kesembuhan.

"Kami juga mengoptimalkan fungsi dan peran Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dalam upaya pengendalian penularan Covid-19 di masyarakat," kata Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita di Balai Kota Surabaya, Kamis (27/8).

Di samping itu pula, penguatan upaya promotif dan preventif melalui sosialisasi protokol kesehatan juga rutin dilakukan. 

Terlebih, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memfasilitasi tempat isolasi mandiri bagi pasien rapid reaktif dan pasien konfirm tanpa gejala juga dilakukan pemkot.

Feny sapaan lekat Febria menyatakan, bahwa pihaknya terus mempertahankan dan mengoptimalkan upaya-upaya yang telah dilakukan itu. 

Ini tentunya dengan melibatkan peran seluruh masyarakat untuk merubah perilaku menuju kebiasaan baru. 

Yakni, menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dalam setiap berkegiatan, yaitu 3M (Menggunakan Masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) serta meningkatkan imunitas personal dengan mengkonsumsi makanan yang sehat serta bergizi.

"Kesembuhan per 26 Agustus 2020 adalah 77,53 persen. Setiap hari kurang lebih 100 (kesembuhan). Sudah dua mingguan hampir segitu, setiap hari sekitar 115 - 130 sembuh," katanya.

Sedangkan pasien yang sedang menjalani perawatan hingga 26 Agustus 2020 tercatat sekitar 1.700. 

Menurut Feny, akhir-akhir ini warga yang dinyatakan confirm kebanyakan mereka yang tidak bergejala. 

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya untuk mempercepat kesembuhan bagi warga confirm yang tidak bergejala itu.

"Upayanya ya mereka menerapkan protokol kesehatan ketat, kita juga berikan makanan bergizi dan vitamin. Baik itu kepada pasien rawat jalan, semuanya difasilitasi itu. Bagi yang memiliki komorbid kita berikan oksigen (pulse oximeter), supaya tidak terjadi penurunan, dan bisa cepat langsung komunikasi dengan dokter," jelasnya.

Namun demikian, Feny memastikan, bahwa pemkot terus berupaya mengedukasi masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Salah satunya yakni melakukan sosialisasi langsung sembari bagi-bagi masker ke masyarakat.

"Kita bergerak setiap hari tidak berhenti dan terus dilakukan. Masih banyak mereka yang belum punya masker. Karena itu bagi-bagi masker terus kita tingkatkan," pungkasnya. (Ar)

Pentas Seni di Alun-Alun Surabaya Dilarang, Pemkot Siapkan Formula Baru Agar Pekerja Seni Dapat Berkarya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kendati pertunjukan seni di Akun-Alun Surabaya dilarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah kembali menyiapkan formula baru agar pekerja seni di Kota Pahlawan tetap bisa berkarya dan berkreasi meski di tengah pandemi Covid-19.

Tentunya formula yang disiapkan ini dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat, serta tidak menimbulkan kerumunan.

“Dari hasil analisa kajian dan masukan dari Persakmi bahwa untuk tampilan seni di tempat terbuka, di ruang terbuka ini memiliki peluang yang cukup besar di dalam penyebaran dan penularan covid-19. Sehingga dari sarannya, untuk tidak dilakukan saat ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti usai menggelar rapat bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait serta Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesian (Persakmi), Kamis (27/8)

Meski demikian, pihaknya menyatakan bahwa Pemkot Surabaya tetap berkomitmen ingin memberikan ruang gerak bagi seniman, budayawan, atau pekerja seni untuk bisa tetap berkarya dan berkreasi. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sehingga kita mencari pola baru bagaimana pekerja seni tetap bisa berproduksi, berkarya dan bisa mendapatkan penghasilan, tetapi tetap memperhatikan bagaimana pengamanan supaya tidak terjadi klaster baru di dalam Covid-19 ini,” katanya.

Makanya, saat ini Disbudpar Surabaya sedang menyiapkan formula baru bagaimana untuk konsep ke depannya. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya bakal menggelar rapat bersama seniman, budayawan, serta media. 

Ini dilakukan untuk mendapat masukan-masukan dari berbagai pihak sebelum konsep itu diterapkan.

“Dimana produksinya nanti akan kita buat, kemudian konsep produksinya seperti apa, yang tampil modelnya seperti apa. Kita memiliki beberapa pola alternatif yang akan kita tayangkan, di antaranya menggunakan media yang interaktif dan non interaktif,” ungkap dia.

Bahkan, tidak memungkinkan nantinya Disbudpar bakal menggandeng media, maupun industri pariwisata untuk bisa berkolaborasi bersama memberikan ruang gerak yang lebih bagi para seniman dan budayawan. 

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah menyiapkan dua pola, yakni interaktif dan non interaktif.

“Interaktif itu bisa melalui misalnya, zoom, streaming dalam bentuk misalnya lewat Instagram dan Youtube. Sedangkan non interaktif, itu bisa melalui taping (siaran) di media televisi,” terangnya.

Menariknya, perempuan yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya ini juga menyatakan, bahwa nantinya lokasi untuk pengambilan taping itu bisa memanfaatkan beberapa tempat tematik yang ada di Surabaya. Mulai destinasi sejarah, hingga wisata.

“Tadi kita sudah mengidentifikasi tempat-tempat yang mungkin bisa dipakai produksi mengangkat berbagai kolaborasi sejarah atau destinasi wisata yang terkenal. Ini sedang kita jajaki dan mungkin kita akan melakukan beberapa kali pertemuan dengan berbagai pihak,” pungkasnya.

Demi Menyejahterakan Warga, Pemkot Semakin Masif Fasilitasi Pemasaran UMKM di Kota Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen untuk menyejahterakan warganya melalui berbagai program yang dilakukan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satunya pemkot akan semakin masif memberikan fasilitas pemasaran UMKM ke depannya.

Bentuk intervensi atau bantuan dalam memasarkan produk UMKM adalah menyediakan display yang representatif dan penjualan produk UMKM di hotel-hotel yang ada di Surabaya. 

Termasuk pula terus memberikan fasilitas pemasaran melalui pameran dagang yang diharapkan mampu membuka pasar potensial bagi produk UMKM.

“Kami juga terus fasilitasi pendampingan produk UMKM dengan tenaga pendamping yang berpengalaman dalam aspek legalitas, manajemen pengelolaan usaha, manajemen produksi, kemitraan dan peningkatan jangkauan pemasaran,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (27/8).

Menurutnya, kegiatan sertifikasi sebagai bagian terpenting dalam peningkatan daya saing produk di pasaran serta dalam upaya menjamin keamanan produk, maka pemkot terus memberikan fasilitas dalam pengajuan Sertifikasi Kekayaan Intelektual, Sertifikasi Halal dan Sertifikasi Ijin Edar BPOM. 

“Demi mempermudah pengajuannya, kami membuka konter di Mal Pelayanan Publi, sehingga ini akan sangat membantu para pelaku UMKM,” tegasnya.

Selain itu, ia memastikan bahwa Pemkot Surabaya terus menyediakan sarana pemasaran di enam lokasi sentra UMKM. Keenam sarana itu adalah Sentra Usaha Mikro Jahit Bukit Barisan, Sentra Usaha Alas Kaki dan Slipper eks Lokalisasi Dolly, Sentra Usaha Design dan Fashion Batik eks lokalisasi Dolly, Sentra Usaha Mikro MERR, Stand Usaha Mikro Park N Ride, dan Sentra Usaha Mikro Tunjungan.

“Nah, keenam lokasi Sentara UMKM itu merupakan gedung aset Pemkot Surabaya yang dimanfaatkan sebagai sarana penunjang kegiatan pemasaran produk UMKM di Kota Surabaya,” ujarnya.

Bahkan kedepannya, akan terus dikembangkan pemasaran melalui sistem aplikasi dan platform di media sosial, sehingga apabila ada masyarakat Kota Surabaya maupun dari luar Kota Surabaya yang mau membeli produk hasil UMKM, bisa mengakses sistem aplikasi tersebut dan mendapatkan informasi terkait produk yang dijual.

“Dengan intervensi-intervensi tersebut, harapannya UMKM yang dibina oleh Pemkot Surabaya bisa lebih berdaya dan mampu mengembangkan usahanya masing-masing,” harapnya.

Selain itu, ia memastikan bahwa kedepannya pemkot tidak hanya mengkampanyekan ekonomi kerakyatan saja, namun lebih dari itu, pemkot akan terus memberikan contoh bagaimana membiasakan dan memberdayakan ekonomi kerakyatan itu. 

Salah satunya ketika rapat-rapat di berbagai OPD, akan diharuskan untuk mengambil barang atau kue konsumsi rapat dari produk UMKM, sehingga produk mereka bisa terus laku.

“Jadi, Disperindag itu sudah punya data UMKM yang membuat kue dan sebagainya, sehingga ketika itu sudah tercatat dan bahkan dalam sebuah aplikasi, maka dinas-dinas harus mengambil barang dari UMKM tersebut. Ketika sudah membuat pasar kecil via aplikasi, maka akan ketahuan dinas mana saja yang telah mengambil barang dari UMKM dan dinas mana saja yang belum mengambil barang UMKM. Melalui cara ini kita harapkan nanti ada pemerataan penjualan, sehingga mereka semua terus tumbuh,” pungkasnya. (Ar)

Rabu, 26 Agustus 2020

Hasil Swab 4 Pedagang dan 9 Pengunjung Negatif, PIOS Kembali Ramai



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) mengukuhkan sebagai pasar sehat di Kota Pahlawan.

Hal Ini setelah hasil rapid test dan swab yang dilakukan terhadap pedagang dan pengunjung dinyatakan negatif dari persebaran Virus Corona atau Covid-19. 

Kini, para pedagang, pengunjung maupun pemasok komoditi di PIOS kembali melakukan aktivitas secara normal.

Kepala pembina PIOS, Saridjo mengatakan pasca dilakukan rapid test, aktivitas pasar induk yang berada di Kecamatan Benowo Surabaya sempat mengalami penurunan. 

Terutama tiga hari setelah digelar rapid test massal bagi pedagang dan pengunjung PIOS yang digelar oleh Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya pada 4 Agustus lalu.

"Habis ada rapid test massal, pasar sempat sepi selama tiga hari. Namun setelah itu kondisi berangsur normal. Hal ini wajar, pasar lain juga mengalaminya. Setelah rapid test massal kondisinya juga sepi, tapi setelah itu kembali ramai," kata Saridjo, Rabu (27/8).

Ia menjelaskan, PIOS kembali pulih setelah 4 pedagang dan 9 pengunjung PIOS yang di swab hasilnya dinyatakan negatif, Sabtu (8/8) lalu. Kondisi PIOS yang ramai kini membuat pedagang kembali bergairah dan bersemangat. 

Para pelanggan kembali datang ke PIOS untuk berbelanja berbagai macam komoditi segar dan berkualitas karena pasokan komoditi dikirim langsung dari petani.

"Setelah ada kabar bahwa hasil swab pedagang dan pengunjung negatif, pasar kembali normal. Bahkan seminggu terakhir pasar sangat ramai," terang Suwarno, pedagang cabai yang mangkal di Blok F PIOS.

Sementara Mulyadi Adit salah seorang pelanggan tetap PIOS juga mengaku lebih tenang saat berbelanja karena di PIOS penegakan protokol kesehatan di PIOS sangat ketat.

"Sebelum masuk PIOS, di pos jaga sudah di cek masker dan suhu tubuh. Setelah dapat tiket masuk, kami diarahkan petugas ke area wastafel untuk wajib cuci tangan. Di area lapak juga tersedia sarung plastik dan hand sanitizer gratis yang disediakan manajemen PIOS. Jadi ya aman dan nyaman," pungkas Mulyadi. (Ar)

Kembangan Urban Farming, Eri Cahyadi Juga Fasilitasi Pemasaran Produknya di Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pelaksanaan kegiatan pertanian kota (urban farming) merupakan salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pemberdayaan masyarakat pada sektor pertanian.

Program urban farming yang telah dicanangkan, turut berperan serta dalam pengurangan angka kemiskinan serta peningkatan pemberdayaan ekonomi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) di Kota Pahlawan.

Untuk meningkatkan pelaksanaan program Urban Farming, Pemkot Surabaya membantu memfasilitasi masyarakat dalam pemasaran produk urban farming. 

"Di antaranya adalah memfasilitasi pemasaran di Citraland Fresh Market," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya, Eri Cahyadi dikantornya, Selasa (25/8).

Selain pengembangan urban farming, Eri menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga melaksanakan berbagai pelatihan untuk pengembangan diversifikasi pangan Kota Surabaya.

"Diharapkan, sumber pangan warga Kota Surabaya tidak hanya terfokus pada beras, tetapi juga dapat berasal dari jagung, singkong, maupun sumber karbohidrat lainnya," katanya.

Di samping itu pula, pria asli kelahiran Surabaya ini mengungkapkan, bahwa DKPP juga berupaya untuk meningkatkan pemanfaatan tanah BTKD yang kosong atau tidak terpakai. 

Pemanfaatan tanah kosong itu untuk ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) dan urban farming. 

"Selain bertujuan untuk memenuhi ketahanan pangan, adanya urban farming juga mendukung penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)," pungkas Eri.

Saat ini, Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya telah tersedia lebih dari 20 persen. 

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang mengamanatkan penyediaan 20 persen Ruang Terbuka Hijau. (Ar)

Tak Ingin Bedakan Sekolah Negeri dan Swasta, Ini Strategi Eri Cahyadi ke Depannya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk menghilangkan kesan dan anggapan bahwa ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta.

Stigma semacam itu ke depannya akan terus dihilangkan di tengah-tengah masyarakat. Pemkot pun telah menyiapkan berbagai strateginya.

Sebab, kalau hanya mengandalkan negeri saja tidak cukup.

“Nah, ketika masuk swasta, maka infrastrukturnya juga harus sama, termasuk laboratorium dan sebagainya harus sama, sehingga kita akan support betul ke depannya, dengan catatan sekolah swasta itu harus menaikkan gradenya,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi dikantornya, Selasa (25/8).

Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara sekolah swasta menaikkan gradenya? 

Eri menjelaskan harus disepakat bahwa rombongan belajar (rombel) setiap sekolah negeri dan swasta sebanyak 32 siswa, dengan maksimal masing-masing kelas 11 kelas. 

Artinya, kelas 1 ada 11 kelas, kelas 2 ada 11 kelas dan kelas 3 ada 11 kelas juga.

Oleh karena itu, bagi sekolah yang rombelnya diatas 32 siswa, maka pemkot pun terus mencarikan solusinya. 

Salah satunya dengan menambah kelas lagi. Penambahan kelas itu bukan untuk menerima siswa baru, melainkan untuk menampung siswa yang lebih dari rombel tersebut. 

Misalnya sudah ada sekolah yang menerima rombel 40 siswa, maka 8 siswa di rombel tersebut harus pindah ke kelas yang baru dibangun.

“Kemarinnya kita sudah hitung-hitungan dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dan pihak guru, jika siswanya sampai 40 orang, guru merasa agak kesulitan untuk menguasai muridnya, sehingga rombel 32 itu sudah cukup,” kata dia.

Selain itu, mulai tahun 2019, Pemkot Surabaya sudah menghitung Bopda itu berdasarkan rombel, bukan per kepala lagi. 

Makanya, dia berharap kebijakan ini akan bisa menyelesaikan masalah dan nantinya tidak ada perbedaan lagi antara sekolah negeri dan swasta.

Di samping itu, Eri juga menjelaskan bahwa harus ada keterbukaan antara pemerintah dan pihak sekolah. 

Terbuka dalam hal jumlah siswa yang akan masuk ke sekolah masing-masing, baik negeri maupun swasta. 

Apalagi, saat ini Dispendukcapil Surabaya sudah menyiapkan data berapa anak SD yang lulus dan akan masuk ke jenjang SMP, sehingga sejak awal sudah bisa dihitung apakah sekolah di suatu daerah atau kecamatan itu kurang atau sudah cukup.

“Jadi, tahun 2021 Bulan Juli nanti, aka nada data dari Dispendukcapil tentang berapa anak yang lulus SD dan akan masuk ke SMP. Insyallah dengan data itu kita akan tahu sebaran siswa itu, sehingga posisinya nanti akan menerima jumlah siswa sama,” ujarnya.

Kemudian, begitu ada sekolah di salah satu kecamatan yang kurang, nanti akan kita bangunkan sekolah atau hanya menambah kelas baru. 

Tapi sekali lagi, dengan catatan tidak mengurangi jumlah siswa di sekolah swasta. 

“Melalui berbagai cara itu, mungkin kita akan bisa menyelesaikan wajib sekolah 9 tahun,” imbuhnya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga terus mengembangkan kerjasama dengan pihak pengusaha dalam hal membantu siswa. 

Bentuknya, para pengusaha itu memegang anak asuh, sehingga pengusaha itu membantu anak asuhnya dalam biaya pendidikannya. 

“Ini sudah berlaku dan akan terus kami kembangkan, sehingga semua pihak berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan di Kota Surabaya,” pungkasnya. (Ar)