Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Ayo Kita Guncang Dunia dengan Prestasi Arek-arek Suroboyo

Wali Kota Surabaya Rismaharini saat melaunching Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) mengajak semua pihak untuk mendukung arek-arek Suroboyo agar mampu berprestasi.

Eri Cahyadi Genggam Erat Pusara Bung Karno

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya berharap Eri Cahyadi dapat menyerap spirit Bung Karno, sehingga saat menjadi wali kota Surabaya mempraktikkan semangat kerakyatan membela wong cilik.

Relawan Ingin Eri-Armudji Menang Secara Elegan

Relawan Gus Eri Cahyadi berusaha memenangkan Eri Cahyadi sebagai wali kota Surabaya sangat rapi. Dalam artian tidak asal menang, tapi menang dengan akhlak yang baik dan cara yang santun.

BPJS Warga Bergaji di Bawah Rp 10 Juta, Akan Ditanggung Pemkot

Solusi Eri Cahyadi terhadap gaji pas-pasan untuk bayar BPJS, maka semua warga yang bergaji di bawah Rp 10 juta otomatis BPJS-nya akan dibayarkan Pemkot Surabaya.

Lagi, JPN Kejari Surabaya Selamatkan Aset Pemkot Rp 121 Miliar

Menurut walikota Surabaya, Risma, Kejaksaan sudah membantu banyak sekali. Jika dihitung selama masa jabatannya, aset yang berhasil diselamatkan bahkan mencapai triliunan rupiah.

Selasa, 24 November 2020

Soliditas Terus Digoyang, Pengamat: Voters PDIP di Surabaya Sulit Ambyar



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) PDI Perjuangan Surabaya akan memasuki zona dan tantangan paling krusial menjelang akhir kampanye Pilkada Surabaya 2020. 

Jika melihat dinamikan yang ada, sepertinya PDI Perjuangan akan terus digoyang dan diganggu soliditas internalnya agar votersnya bisa ambyar.

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, untuk mengambyarkan kesolidan PDI Perjuangan tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. 

Sebab berdasarkan perjalanan sejarahnya, partai berlambang kepala banteng moncong putih ini tak mudah untuk digoyang kesolidannya.

“Jika dilihat dari perjalanan sejarah PDI Perjuangan, partai ini memang masuk kategori partai yang sudah teruji dan tangguh dengan strong voters yang fanatis. Tentu tidak mudah bisa menggoyangnya karena ada banyak variabel berkelindan yang membuat votersnya fanatis,” ujar Surokim, saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020).

Surokim mengatakan, melihat kekuatan simbol Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, manajemen dan pengalaman PDI Perjuangan mengelola konflik internal, upaya membuat voters PDI Perjuangan terpecah akan sulit terwujud. 

“Partai ini sangat kuat komandonya, sehingga soliditasnya selalu di atas rata-rata partai lain. Malah saya pikir situasi itu justru akan kian menguatkan PDI Perjuangan karena partai akan kian jelas bisa mengidentifikasi lawan di internal secara jelas dan kasat mata,” pungkasnya. (Ar)

Meski Pandemi, Korem Bhaskasra Jaya Tetap Asah Kemampuan Tembak



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Puluhan prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya, kali ini memasuki tahap asah kemampuan menembak akhir tahun yang digelar di Lapangan Tembak Praka Marinir Handoyo, Selasa (24/11).

Pelaksanaan latihan itu, dipantau langsung oleh Kasi Ops Korem, Kolonel Inf Ryan Hanandi beserta beberapa Perwira di lingkungan Makorem.

Ditemui di sela-sela memantau pelaksanaan latihan tembak, ia mengatakan

jika latihan tersebut, merupakan program rutin TNI-AD, terlebih dalam upaya pembinaan personel.

Tak tanggung-tanggung, hasil latihan menembak itu juga nantinya bakal langsung dilaporkan ke Komando Atas sebagai upaya mengukur tingkat kemampuan seorang prajurit.

“Itu sudah pasti. Nanti penilaiannya langsung dari pusat,” bebernya.

Untuk diketahui, meski melibatkan puluhan prajurit. Namun, pelaksanaan latihan menembak itu tak terlepas dari adanya protokol kesehatan.

Pasalnya, sebelumnya, pihak TNI-AD telah berkomitmen menjadi garda terdepan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. 

“Kita juga harus bisa menjadi contoh di masyarakat,” pungkasnya. (Pendam V/Brw/Ar)

Ini Cara Pemkot Surabaya Berdayakan UMKM di Tengah Pandemi



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Selain kesehatan, sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi Covid-19. 

Pembatasan aktivitas masyarakat karena pandemi, berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. 

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya agar pelaku usaha tetap berdaya di masa pandemi ini.

Untuk melakukan berbagai upaya agar pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu bertahan dan tetap bergeliat di tengah pandemi. 

Salah satunya adalah memberdayakan UMKM dalam pemenuhan kebutuhan di masa pandemi.

"Misalnya untuk pemenuhan alat pelindung diri, pembuatan masker kain, baju hazmat maupun kebutuhan lainnya kita memberdayakan UMKM," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, Selasa (24/11).

Tak hanya memberdayakan UMKM melalui pemenuhan kebutuhan di masa pandemi. 

Namun, pemkot juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka. 

Tentunya ruang atau fasilitas yang disiapkan ini dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. 

"Kami juga menyediakan ruang atau memberikan pelatihan bagi UMKM dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," jelasnya.

Sementara untuk sarana promosi dan penjualan, kata Wiwiek, pemkot membuka aksesibilitas untuk pemanfaatan marketplace bagi UMKM. 

Bahkan, pihaknya juga mendorong dan memperkuat UMKM untuk membidik pasar ekspor. 

"Kami juga memfasilitasi dan mengoptimalkan penyediaan sentra atau stand untuk tempat penjualan dan display produk UMKM," ungkapnya.

Meski demikian, pelaku usaha tak bisa lepas dari dampak pandemi itu sendiri. 

Tentunya hal ini berimbas pula pada omzet penjualan produk mereka. Karenanya, Disdag memfasilitasi UMKM untuk berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dalam mengusulkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Pemerintah Pusat.

"Kita juga berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya untuk mengusulkan UMKM dalam program BPUM dari Pemerintah Pusat," pungkasnya. (Ar)

Penyuluhan Kesehatan, Cegah Degeneratif di Masa Pandemi



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Penyuluhan kesehatan yang digelar di Makodim 0830/Surabaya Utara saat ini,  diwarnai dengan adanya pencegahan degeneratif di masa pandemi Covid-19.

Beberapa pakar kesehatan, sengaja didatangkan di Makodim, termasuk salah satunya dr. Melisa dari Rumkit TK III Brawijaya, Surabaya.

Kepala Staf Kodim, Letkol Arh Drs. Adnan mengatakan, penyuluhan tersebut diharapkan membawa beragam dampak positif bagi personelnya, terutama di tengah adanya pandemi saat ini. 

“Agar lebih waspada. Dan memahami secara betul pentingnya hidup sehat,” ujarnya, Selasa (24/11).

Sementara itu, Melisa mengungkapkan jika degeneratif merupakan salah satu penyakit yang disebabkan faktor usia atau penuaan. Penyakit itu, sangat berdampak pada sel maupun organ tubuh yang nantinya bisa mengalami penurunan fungsi.

“Penyakit itu, bisa diakibatkan adanya gaya hidup sampai pola makan. Sebagai contoh, diabetes hingga jantung koroner,” jelasnya.

Beberapa langkah, kata dia, mampu mencegah terjadinya degeneratif. Selain memperbanyak mengkonsumsi air putih, pola makan pun harus menjadi titik fokus guna mencegah timbulnya penyakit itu.

“Jadi, pola makan dan gaya hidup harus teratur. Itu bisa dijadikan langkah antisipasi,” pungkasnya. (Ar)

Meski Covid-19 Melandai, Pemkot Surabaya Tetap Gencar Lakukan Testing di Mal se-Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Meskipun jumlah pasien Covid-19 semakin landai namun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya malah semakin gencar mendatangi tempat keramaian untuk mendeteksi dini dengan tes swab secara masif.

Kali ini tes swab massal dilakukan di kawasan perbatasan kota Surabaya. Sasaran testing saat ini untuk digelar tes swab di lingkungan industri, hotel dan mall.

“Kemarin kita sudah lakukan di warga perbatasan kota. Sekarang kita fokus ke hotel, pertokoan dan mal. Jadi bukan berhenti, kita terus lakukan testing yang jumlahnya ribuan. Satu hari mencapai tiga ribu,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Selasa (24/11).

Risma menjelaskan, untuk mekanisme pelaksanaan tes swab di mal yakni, jika jumlah karyawan yang di swab kurang dari seratus orang.

Maka, karyawan tersebut diwajibkan harus datang ke puskesmas terdekat dari mall tersebut.

Sedangkan apabila karyawan yang akan di swab jumlahnya lebih dari seratus orang, maka petugas lah yang akan mendatangi mal tersebut dan menggelar swab di lokasi.

“Kita tidak menunggu pasien. Tapi kita masih dan terus melakukan swab,” pungkasnya. (Ar)

Tinjau Perusahaan Pakan Ternak, Danrem 082/CPYJ Ingatkan Ketahanan Pangan



KABARPROGRESIF.COM: (Mojokerto) Salah satu perusahaan pakan ternak yang berada di Kecamatan Magersari, Kelurahan Kedundung, Kota Mojokerto, Jawa Timur, ditinjau oleh Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf M. Dariyanto. Senin (23/11).

Di lokasi itu, kedatangan Danrem disambut oleh beberapa pihak perusahaan PT Bumi Indo, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuat makanan ternak.

Beberapa proses pembuatan pakan ternak di lokasi itu, tak luput dalam peninjauan yang dilakukan oleh pejabat nomor satu di tubuh Korem 082/CPYJ tersebut.

“Kami juga sedikit berbicara dan membahas soal ketahanan pangan dan ternak. Kebetulan, perusahaan ini sangat mendukung adanya program Pemerintah tersebut,” ujarnya.

Selain membahas persoalan ketahanan pangan, Kolonel Dariyanto juga membahas adanya penerapan protokol kesehatan pada perusahaan tersebut. (Pendam V/Brw/Ar)

Dr Lala CantiQ Sumbang Proem-1 dan Masker ke RSDL Kogabwilhan Indrapura



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pasien di RSLKI yang awal bulan sempat stabil di rerata 50-60 pasien, kini melonjak sampai 205 pasien (sabtu) Naik hampir 400% dari awal bulan. 

Prihatin terhadap kenaikan pasien covid-19 hingga 205 pasien atau hampir 400 persen di Rumah Sakit Darurat Lapangan Kogabwilhan Indrapura (RSLKI) jl Indrapura Surabaya membuat Dr Lala Cantiq iba.

Maka dari itu, Dr Lala Cantiq dengan senang hati menyumbangkan 500 Proem-1 dan 1000 masker N95 untuk tenaga kesehatan di RSLKI tersebut.

Kehadiran Promotion healt internasional asal Solo ini sekaligus mengapresiasi kinerja Tenaga Kesehatan (Nakes) yang dipimpin Laksma Dr dr Nalendra SpB Sp BTKV dalam merawat pasien nol kematian.

"Jujur saya sedih, prihatin sekaligus bangga. Kenapa," kata Dr Lala usai menyerahkan bantuan, Selasa (24/11).

Dr Lala menambahkan kendati ada perasaan sedih bercampur dengan prihatin lantaran masih terjadi angka kenaikan pasien covid sangat tinggi di Jatim.

Namun Dr Lala merasa bangga masih menemui adanya rumah sakit yang berusaha merawat pasien covid-19 dengan tidak ada kematian. 

"Itu kan luar biasa. Pasti ada kiat khusus yang dilakukan pak jendral dalam memimpin rumah sakit lapangan ini," kata tenaga medis yang juga dosen di beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah itu.

Terpisah dr Nalendra mengakui, jika kenaikan pasien Covid tidak hanya terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya. 

Melainkan hampir di semua rumah sakit rujukan di Jawa Timur.

Tercatat menurut data di awal bulan Nopember, RSLKI yang dipimpinnya, kata dr Nalendra, pasien covid sempat stabil tercatat rata-rata antara 50 - 60 pasien. 

Tetapi saat ini, terhitung sejak sabtu (21/11) mengalami kenaikan menjadi 205 pasien. 

Kenaikan jumlah pasien ini dipicu karena masyarakat kurang menjalankan protokol kesehatan.

"Kenaikan hampir 400 persen ini, munculnya kluster keluarga dipicu liburan panjang serta abai dalam menjalankan protokol kesehatan," pungkas dr Nalendra seraya mereka-reka sebab kenaikan pasien akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Perlu diketahui, total pasien saat ini per 1 - 22 Nopember sebanyak 469 orang. 

Sementara itu data relawan terdapat 37 kluster keluarga dengan jumlah 2-5 orang. 

Juga terdapat 9 institusi maupun lembaga. Termasuk pesantren, Diklat, Poltek berjumlah 2-38 orang. 

Sebelum penyerahan bantuan, RSLKI berciri khas tenda menerima pasien sebanyak 3525 orang itu, telah melakukan wisuda ke 154 terhadap 26 orang pasien yang dinyatakan sehat.

Saat ini pasien sembuh sebanyak 3298 sedangkan masih dalam perawatan sebanyak 198. Bahkan yang menggembirakan angka kematian nol kasus. (Ar)

Satgas Yonif Mekanis 516/CY Gencarkan Mass Blood Survey



KABARPROGRESIF.COM: (Boven Digoel, Papua) Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516/CY terus melakukan aksi pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Selain melibatkan pihak kesehatan dari Yonif setempat, pelayanan kesehatan itu juga melibatkan pihak Dinkes hingga Puskesmas yang berada di Boven Digoe, Papua.

Dansatgas Pamtas, Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin mengatakan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kesehatan itu, menyasar adanya malaria. 

Pasalnya, Papua berada di tingkat teratas endemic malaria.

“Sebelum terjadi dan menyerang masyarakat, kita lakukan beberapa langkah antisipasi,” ujarnya, Selasa (24/11).

Dijelaskannya, terdapat beberapa wilayah di Kabupaten Boven Digoel yang menduduki peringkat tertinggi endemic itu. 

Selain Kampung Osso, Dansatgas menyebut jika Kampung Wanggatkibi dan Kakuna, juga berada di posisi endemic tersebut.

“Kurang lebih, ada 150 warga yang kita periksa. Kita juga mengarahkan masyarakat untuk rutin melakukan bersih-bersih lingkungan,” pungkas Letkol Muhammad Radhi. (Pendam V/Brw/Ar)

Unggul di Survei, Eri Cahyadi Pilih Senyum dan Ucap Alhamdulillah



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi santai hasil survei yang kembali mengunggulkan mantan kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya tersebut. Eri tersenyum dan mengucap syukur.

“Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah,” ujar Eri seraya tersenyum saat ditemui seusai bertemu dengan warga di kawasan Surabaya Barat, Selasa (25/11/2020).

Eri menambahkan, hasil survei tersebut adalah buah kerja keras dan ketulusan seluruh komponen pendukung.

“Terima kasih seluruh elemen pendukung, teman-teman partai, relawan, dan seluruh warga. Kita jaga kekompakan, terus bergerak di masyarakat. Semoga Allah SWT ridho dengan ikhtiar kita,” ujar Eri.

Eri juga mengajak seluruh warga berdoa agar kelak ketika ditakdirkan Allah SWT menjadi pemimpin, Eri-Armudji bisa menjadi pemimpin yang amanah dan bisa membahagiakan masyarakat Kota Pahlawan.

“Karena buat saya akan sia-sia ketika menjadi pemimpin tetapi tidak amanah. Kalau tidak amanah, itu akan membawa saya ke jalan menuju neraka dalam kehidupan kekal berikutnya. Naudzubillah min dzalik,” kata Eri.

“Kalau tidak amanah, maka akan rugi dunia dan akhirat karena niatan kita bukan hanya berkuasa dan menang saja,” imbuhnya.

Tak lupa Eri mengajak seluruh pendukung untuk tetap santun. Tidak boleh menjelekkan kandidat lain. Juga tidak boleh melakukan intimidasi serta melakukan politik uang.

“Tetap senyum, sapa, santun. Tidak boleh jumawa. Tidak boleh sombong, seperti pesan Ibu Tri Rismaharini,” ujarnya.

Seperti diketahui, survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 11-18 November menyebutkan, Eri-Armudji meraih elektabilitas (tingkat keterpilihan) 48,5 persen, sedangkan kompetitornya, Machfud Arifin-Mujiaman, meraih 37,3 persen. Artinya, ada selisih dua digit di antaranya kedua kandidat, tepatnya sekitar 11,2 persen.

Geliat Ekonomi Terus Bergerak, INAPRO 2020 Jadi Bukti Pandemi di Surabaya Dapat Dikendalikan



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kota Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah penyelengaraan Indonesian Product Expo 2020 (INAPRO 2020). 

Pameran produk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Timur itu skses digelar mulai tanggal 19-22 November 2020 di Convention Hall Grand City Surabaya. 

Tentunya, ini menjadi bukti geliat ekonomi di Kota Pahlawan terus bergerak dan pandemi dapat dikendalikan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan acara tersebut. 

Menurut dia, meski di tengah pandemi, ekonomi tidak boleh sampai turun. Karena itu, penanganan maupun pencegahan Covid-19 harus tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat.

"Saya percaya dengan protokol yang baik, maka kita bisa atasi (masalah ekonomi) itu. Kenapa kita harus berani (buka)? Karena kalau tidak, maka kalau ekonomi sudah jatuh akan jauh lebih berat dari pandemi itu sendiri. Jadi karena itu kenapa saya apresiasi buka (gelaran) ini," kata Risma dalam closing ceremony INAPRO 2020 di Convention Hall Grand City Surabaya, Minggu (22/11).

Sebagai Presiden Belt Road Local Cooperation (BRLC), Wali Kota Risma mengaku banyak sekali belajar dari perekonomian di seluruh dunia. Menurutnya, yang harus dilakukan pelaku usaha adalah bagaimana membuat produk itu murah dan efisien sehingga mampu bersaing dengan kota-kota lain di dunia. 

"Karena itu saya ingin menyampaikan kepada panjenengan (anda) semuanya, ayo kita gerak terus. Memang kita harus lebih cepat, lebih efisien dan tentunya menjadi efektif," terang dia.

Menurut dia, peluang usaha itu ada dan telah dibuka, tinggal masyarakat mau atau tidak untuk mengambil peluang tersebut. 

Apalagi dalam setiap hari, perputaran uang di Kota Surabaya mencapai sekitar Rp 11 triliun. Jika peluang itu tidak diambil, maka orang lain yang akan mengambil peluang itu.

"Masalahnya adalah sanggupkah kita kemudian bersaing. Jadi, (produk) bagus saja tidak cukup. Tapi bagaimana efisien itu akan menentukan kita akan berhasil di pasaran atau tidak," papar dia.

Karena itu, ia berharap kepada masyarakat agar bisa survive dalam kondisi apapun. Pandemi ini harus dijadikan sebuah pembelajaran. 

Ia mencontohkan, saat awal pandemi, industri, hotel maupun restoran sempat menurun. Nah, berkaca dari pengalaman itu, maka pelaku usaha harus dapat survive bagaimana mengubah kondisi itu agar ke depan jangan sampai kembali turun.

"Kita harus bisa survive pada kondisi apapun. Jadi kita harus segera merubah mental kita dan apapun. Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Namun kita tidak boleh pasrah pada keadaan," pesan dia.

Kepada para pelaku usaha, Wali Kota Risma juga berpesan agar mereka dapat terus belajar. 

Sebab, tidak ada yang langgeng di dunia ini kecuali perubahan. Jika pelaku usaha dapat men-switch dan mengatisipasi segala kemungkinan terburuk, maka mereka tidak akan sampai terpuruk.

"Jadi karena itu tidak ada yang salah kita belajar terus dan belajar terus. Mari kita bersama-sama belajar. Tidak ada kata tua, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kita tidak boleh puas dan berhenti sampai di sini," tuturnya.

Bagi Risma, gelaran INAPRO 2020 telah menunjukkan bahwa kondisi pandemi di Surabaya dapat dikendalikan dengan protokol ketat. 

Tentunya capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, baik pemerintah, stakeholder maupun masyarakatnya.

"Artinya bahwa sebetulnya kita bisa mulai berjalan. Karena kalau ini tidak kita digaungkan, tidak digerakkan, maka ekonomi kita akan turun. Ini waktu yang tepat untuk Surabaya bisa curi start. Karena kalau kita bisa curi start, maka kita akan ada insentif," jelas dia.

Bahkan, Risma menyebut, saat ini hampir semua sektor industri di Surabaya sudah mulai bergerak. Walaupun seperti industri konsumtif sebelumnya sempat mengalami penurunan, namun saat ini sudah mulai naik.

"Memang ada yang konsumtif itu (turun), tapi relatif sudah mulai naik yang bukan kebutuhan pokok. Sekarang jangan dilihat kebutuhan pokok itu hanya sandang, papan, dan pangan. Kayak gadget itu juga menjadi salah satu kebutuhan pokok sekarang ini," pungkasnya. (Ar)

Komandan Kodiklatal Buka Dikmaba TNI AL Angkatan ke-40 Gelombang 1 TA 2020



KABARPROGRESIF.COM: (Sidoarjo) Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) Laksda TNI Nurhidayat membuka program pendidikan Dasar Keprajuritan Siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AL Angkatan ke-40 Gelombang 1 Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan di Lapangan Samudera Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) Kodiklatal yang berlokasi di Juanda Sidoarjo, Senin, (23/11/2020).

Pendidikan dasar keprajuritan bagi prajurit strata Bintara yang sebelumnya berasal dari masyarakat sipil tersebut diikuti 779 prajurit terbaik dari seluruh wilayah Indonesia setelah sebelumnya dinyatakan lolos dalam sidang Pantukhir di Malang.

Komandan Kodiklatal Laksda TNI Nurhidayat dalam sambutanya menyampaikan selaku Komandan kodiklatal, dirinya mengucapkan selamat atas keberhasilan para siswa dalam mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus untuk mengikuti Pendidikan Pertama Bintara TNI Angkatan Laut  angkatan ke-40 gelombang satu Tahun Anggaran  2020.

Menurutnya adanya validasi organisasi dan pembentukan organisasi baru dilingkungan TNI AL berdampak kepada kegiatan penyediaan personel yang cukup besar. Oleh karena itu alokasi penerimaan bintara tahun 2020 mencapai 1.630 orang dimana 1.530 orang merupakan program reguler yang terbagi 2 gelombang dan 100 orang program khusus yang saat ini sedang dididik di sorong

Tentunya penyediaan personel ini tidak hanya berkaitan dengan kuantitas tetapi juga kualitas, oleh sebab itu Kodiklatal memiliki tanggung jawab yang besar untuk mencetak prajurit TNI AL yang unggul, maju, profesional dan modern serta memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak sesuai dengan postur seorang prajurit bintara TNI AL, sehingga memenuhi tuntutan kebutuhan operasional satuan pengguna baik di KRI dan batalyon maupun satuan pendirat lainnya

Sesuai kebijakan pimpinan, pendidikan bintara prajurit karier saat ini akan dilaksanakan selama 10 sampai dengan 12 bulan yang terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, pendidikan dasar keprajuritan selama 3 bulan, tahap kedua pendidikan dasar golongan selama 2 bulan. Semuanya dilaksanakan di Puslatdiksarmil. Sedangkan tahap ketiga pendidikan dasar golongan lanjutan dilaksanakan dipusdik-pusdik terkait, yaitu kejuruan non marinir 5 bulan dan kejuruan marinir selama 7 bulan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan tahap dasar keprajuritan ini, sangat membutuhkan fisik dan mental yang prima. Tetapi dirinya percaya dengan syarat kelulusan pada tahap seleksi para siswa dapat mengikuti penggemblengan di kawah candradimuka Puslatdiksarmil dengan baik dan akan menjadi prajurit matra laut yang tanggap, tanggon dan trengginas serta mempunyai kultur keangkatan lautan yang ditampilkan dalam wujud naluri tempur, keteladanan, kualitas mental dan integritas pribadi yang dilandasi oleh nilai-nilai kejuangan yang tinggi

Hadir dalam pembukaan pendidikan tersebut  para pejabat Utama Kodiklatal diantaranya para Direktur Kodiklatal,  Komandan  Kodikopsla, Inspektur Kodiklatal, Komandan Puspenerbal, serta para Komandan  Kodik, Komandan Puslat dan Komandan Pusdik jajaran Kodiklatal. (Pen Kodiklatal/Ar)

Jelang Pilkada Serentak 2020, Pemkot Surabaya Terima Kunker Komisi II DPR RI



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Dalam rangka Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima Kunjungan Kerja (kunker) Spesifik Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo, diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu, hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jatim dan Surabaya, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jatim dan Surabaya.

Pada kesempatan itu, Risma mengatakan sesuai dengan permintaaan KPU beberapa waktu lalu, pihaknya akan melakukan tes swab secara serentak pada seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Surabaya. 

Selain itu, pelaksanaan tes swab tersebut akan dilaksanakan secara serentak tujuh hari menjelang pencoblosan, 9 Desember 2020 mendatang.

“Ini kan untuk keamanan bersama, jadi ya tidak apa-apa. Supaya warga atau pemilih yang datang tidak ragu untuk melakukan pencoblosan,” kata Risma di Ruang Sidang Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Senin (23/11).

Ia menjelaskan, saat ini puskesmas se-Surabaya sudah bisa melakukan swab secara mandiri. 

Oleh sebab itu, nantinya pelaksanaan tes swab itu rencananya akan dilakukan di puskesmas. 

Bahkan, jika memang petugas KPPS harus mengenakan baju hazmat, maka dia akan memberikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat sesuai kebutuhan.

“Monggo bagaimana baiknya. Pagi ini kita dapat baju hazmat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lalu jika dibutuhkan tatanan (nampan) untuk menerima e-KTP pemilih, maka akan kami bantu juga tidak apa-apa,” urainya.

Di samping itu, Presiden UCLG ASPAC ini pun mengimbau kepada seluruh warga Surabaya untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember mendatang. 

Menurutnya, pemilih tidak perlu khawatir akan protokol kesehatan (prokes). Sebab, di TPS tersebut dipastikan akan memperketat prokes.

“Tadi juga disebutkan bahwa diundangan akan disertakan jam setiap pemilih. Diharapkan dari situ tidak terjadi penumpukan masyarakat. Tapi jika ada yang tidak sesuai jamnya, maka tetap akan dilayani. Kami juga berikan sarung tangan saat di lokasi dan juga pulpen yang sudah disiapkan,” tegas dia.

Tetapi jika masyarakat masih ragu, Wali Kota Risma mempersilahkan warga untuk membawa peralatan pelindung dari rumah. Misalnya sarung tangan, hand sanitizer atau mungkin pulpen. 

Ia pun berharap saat pelaksanaan pilkada serentak tidak ada satu pun warga yang tidak menggunakan hak pilihnya.

“Karena akan menentukan bagaimana Surabaya lima tahun ke depan. Kalau sampai tidak memilih (golput) maka warga juga akan rugi. Jadi ayo datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Risma menambahkan, terkait permasalahan data kependudukan, ia memastikan besok, Selasa (24/11) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan menggelar pertemuan virtual dengan seluruh Kepala Dispendukcapil. 

“Jadi untuk membahas persoalan data kependudukan besok akan ditindaklanjuti,” urainya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo, menjelaskan sebenarnya secara umum berdasarkan laporan penyelenggara yaitu KPU, Bawaslu, kejaksaan hingga ke kepolisian dinilai tidak banyak persoalan. 

Hanya saja, Arif menyebut yang menjadi diskusi terkait daftar pemilih. 

“Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah ditetapkan. Nah ini yang segera dikoordinasikan,” urainya.

Berikutnya, ia menyebut, kemungkinan potensi partisipasi atau pemilih akan mengalami penurunan drastis. 

Ia juga memastikan, partisipasi pemilih di masa pandemi Covid-19 ini secara umum memang mengalami kemerosotan. 

“Dari 69 negara saja di wilayah luar Indonesia, hanya dua negara yang meningkat itu pun kurang lebih hanya lima persen. Namun begitu secara umum cenderung menurun,” papar dia.

Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen penyelenggara sama-sama bekerja lebih giat lagi dalam memberikan soalisasi kepada warga agar menggunakan hak pilihnya. 

“Maka perlu kerja ekstra keras pada penyelenggara untuk bisa mensosialisasikan dan mendorong pemilih supaya datang ke TPS pada 9 Desember mendatang,” pungkasnya. (Ar)

Senin, 23 November 2020

Pengamat Ungkap Alasan Survei Unggulkan Eri: Dia Santun, Machfud Terkesan Arogan



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Semakin mendekati hari pencoblosan pada Pilkada Kota Surabaya 9 Desember mendatang, elektabilitas pasangan calon Eri Cahyadi dan Armudji terus meninggalkan pesaingnya, Machfud Arifin dan Mujiaman. 

Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 11-18 November menyebutkan, Eri-Armudji meraih elektabilitas (tingkat keterpilihan) 48,5 persen, sedangkan Machfud-Mujiaman 37,3 persen. Artinya, ada selisih dua digit, tepatnya sekitar 11,2 persen.

Pengamat politik UIN Sunan Ampel Andri Arianto mengatakan, wajar jika elektabilitas Eri Cahyadi melesat melebihi Macfud Arifin. 

Hal ini karena secara kualitas personal Eri lebih disukai warga ketimbang Machfud. Buktinya, meski secara popularitas Eri dan Machfud relatif seimbang, yaitu masing-masing 81 persen dan 80 persen, tingkat kedisukaan Eri lebih besar yaitu 71 persen. Sedangkan Machfud hanya 66 persen.

“Sikap santun Eri menjadi daya tarik bagi warga. Positioning Eri sudah tepat, yaitu santun. Sedangkan positioning Machfud cenderung agresif, rupanya itu malah tidak disukai warga,” ujar Andri ketika dihubungi, Minggu (22/11/2020).

Menurut Andri, rentang waktu survei SMRC pada 11-18 November digelar seusai debat perdana pada 4 November, sehingga memberi preferensi kepada warga tentang kualitas calon selama debat.

"Artinya, usai debat orang lebih menyukai Eri karena beberapa alasan," lanjutnya.

Pertama, lanjut dia, masyarakat yang melihat debat publik lebih memilih Eri-Armudji. Sebab, dalam memaparkan visi dan misinya, Eri-Armudji lebih detail menyampaikan gagasan dan mudah dipahami. 

Sementara Macfud Arifin dan Mujiaman lebih banyak menyerang secara emosional.

"Jadi kesannya arogan," ujar Andri.

Kedua, faktor dugaan money politics. Saat ini di media sosial dan media ramai adanya dugaan penyalahgunaan paket bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang digunakan untuk kampanye Machfud-Mujiaman.

"Ini justru merugikan si paslon. Persoalannya, masyakat Surabaya sudah cerdas. Masyakat justru akan mengganggap bahwa Paslon yang melakukan money politics telah melakukan kecurangan dan tidak layak menjadi pemimpin, karena belum memimpin saja sudah mau curang. Masyarakat pasti akan tetap menerima bantuan dari money politica, tetapi belum tentu memilihnya. Ini akan menjadi bumerang bagi si paslon,” pungkasnya.

Tuduhan Ke PCNU Berpolitik Tak Berdasar, Malah Sebaliknya PWNU Berpolitik Hadir di Acara MA-Mujiaman



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pekan lalu sejumlah tokoh dan Ulama PW Nahdlatul Ulama menuduh Pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya melakukan pelanggaran etik dan disiplin organisasi terkait dengan dinamika Kontestasi Pilwali Surabaya.

Namun kenyataannya hal itu dibantah oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Qodli Syafi’i Al Hasby. 

Bahkan, beliau justru menyebut jika pengurus PWNU yang telah berpolitik memanfaatkan NU untuk berpolitik dengan mendukung calon Walikota Mahfudz Arifin.

“Mereka salah paham. Belum Tabayyun, tiba-tiba menuduh PCNU Surabaya melakukan pelanggaran etik dan disiplin organisasi terkiait pilkada Surabaya. Nyatanya, malah beliau yang salah, melakukan silahturohim dan Halaqah Aswaja di Mercure yang dihadiri Paslon Machfud Arifin.” kata Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Qodli Syafi’i Al Hasby, saat dikonfirmasi Minggu (22/1).

Lebih lanjut menurut KH. Qodli Syafi’i Al Hasby, acara yang  dihadiri calon Wali Kota Mahfudz Arifin sebagai calon Wali Kota itu, juga ada agenda breefing kepada yang hadir, yang  berisi narasi-narasi kampanye paslon nomor 2.

Hadir untuk memberikan pengarahan dalam acara tersebut, KH. Anwar Iskandar dan KH. Ali Maschan Musa. 

Keduanya adalah Wakil Rais PWNU Jawa Timur. Selain kedua kiai tersebut, acara tersebut juga diklaim didukung oleh KH. Miftachul Akhyar, Rais Am PBNU yang sebelumnya dikenal merupakan pendukung MA.

“Jangan karena perbedaan aspirasi politik lalu menimbulkan rusaknya organisasi. Adalah hak setiap warga termasuk pengurus NU mengekspresikan pilihan politiknya, yang penting jangan bawa simbol organisasi dan jangan menimbulkan kerusakan. Mari dewasa dalam berpolitik”, demikian pungkas KH. Qodli Syafi’i Al Hasby.

Oleh sebab itu, lanjutnya, PCNU akan meluruskan dengan PWNU agar tidak terjadi salah paham. Yang jelas, lanjut KH. Qodli Syafi’i Al Hasby, Nahdlatul Ulama tidak berpolitik untuk mendukung paslon pilkada Surabaya. 

"Alhamdullilah, ini tidak sampai terjadi konlfik internal. Ini masalah kecil. Kita akan akan meluruskan untuk mencari win-win solution," pungkasnya 

Seperti diketahui, muncul pemberitaan  bahwa PWNU Jawa Timur sempat melaporkan politisasi organisasi oleh PCNU Surabaya kepada PBNU disertai permohonan Caretaker. (Ar)

Bedol Desa, Pengurus dan Kader NasDem Surabaya Kini Dukung Eri Cahyadi



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Para pengurus dan kader Partai NasDem Surabaya berbondong-bondong alias “bedol desa” mendeklarasikan diri mendukung Calon Wali Kota Eri Cahyadi - Calon Wakil Wali Kota Armudji. 

Suherman, mantan Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Tandes Surabaya menjelaskan, terdapat 14 DPC (kepengurusan setingkat kecamatan) yang menyatakan mendukung Eri-Armudji.

"Dari 14 kecamatan, kami yakin bisa menyumbangkan sekitar 15 ribu suara, seperti saat perolehan suara NasDem ketika Pemilu 2019 lalu di 14 kecamatan,” kata dia setelah acara deklarasi di posko pemenangan ErJi di Jalan Kutai Surabaya, Minggu (22/11/2020).

Dia menjelaskan, para pengurus dan kader NasDem di akar rumput kecewa dalam proses penentuan dukungan Partai NasDem ke Calon Wali Kota Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman. “Tidak sesuai dengan hati nurani DPC,” ujarnya.

"Sekarang kita menatap ke depan bagaimana dukungan kita ini bisa menambah suara paslon nomor 1, sehingga bisa memenangkan paslon nomor 1, yaitu Mas Eri dan Cak Armudji," terang Suherman.

Menurut Suherman, Eri sangat layak memimpin Surabaya karena memiliki pengalaman dan rekam jejak yang teruji. 

Eri mengawali karir dari bawah hingga menjadi kepala dinas, serta kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) yang mengelola berbagai perencanaan program sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur Kota Pahlawan.

“Kami menjatuhkan pilihan ke Eri Cahyadi karena kami ingin memberikan kesempatan kepada anak muda yang cerdas, smart, visioner, dan berpengalaman sebagai arsitek pembangunan Kota Surabaya,” kata Suherman.

Sementara itu, Eri Cahyadi berterima kasih mendapat dukungan dari para mantan pengurus dan kader NasDem di tingkat akar rumput di 14 kecamatan.

"Teman-teman tadi menyatakan akan melakukan kegiatan masyarakat ke bawah untuk mensosialisasikan dan sekaligus door to door ke masyarakat, sehingga menambah suara kita," pungkas Eri. (Ar)

Minggu, 22 November 2020

Risma Keluarkan SE, Mulai Besok Guru SD dan SMP di Surabaya Masuk Sekolah



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menginstruksikan tenaga pendidik maupun non pendidik di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai masuk ke sekolah pada Senin, (23/11) besok. 

Ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka. Hal tersebut juga berdasarkan surat edaran Wali Kota Surabaya nomor: 800/10371/436.7.1/2020 tentang Pengaturan Kerja di Kantor.

"Apalagi kemarin juga ada keputusan SKB (Surat Keputusan Bersama) menteri yang menyatakan bahwa kewenangan terhadap pelaksanaan sekolah tatap muka itu dikembalikan kepada daerah masing-masing. Itu sebagai langkah awal yaitu dengan memasukkan seluruh guru baik negeri maupun swasta SD dan SMP untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara di kantornya, Minggu (22/11).

Febri menjelaskan, jika sebelumnya tenaga pendidik melakukan work from home (WFH), yakni kegiatan belajar mengajar secara daring dari rumah. 

Nah, dengan mulai masuknya guru SD dan SMP ini menjadi langkah awal persiapan melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Terhadap para guru ketika nantinya setelah sekolah-sekolah yang akan diverifikasi maupun di assessment oleh tim satgas Covid-19, juga Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan mana-mana yang bisa untuk pelaksanaan sekolah tatap muka maka akan segera dilaksanakan pelaksanaan sekolah tatap muka," ungkapnya.

Meski begitu, bagi para guru SD - SMP atau karyawan di sekolah yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, pemkot mengimbau untuk tetap melakukan WFH atau kerja dari rumah.

"Di dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya terkait untuk guru masuk semua, itu ada batasan-batasan. Tentunya para guru yang memiliki penyakit bawaan ataupun komorbid itu untuk sementara tetap melaksanakan WFH," katanya.

Sementara untuk pengawasan, Febri mengaku, jika Dinas Pendidikan sudah menyediakan laman aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS).

Di aplikasi tersebut, semua aktivitas baik absen maupun kegiatan belajar mengajar guru di Surabaya tercatat.

"Jadi terpantau semua, seandainya dia ada sakit apa, kemarin sudah di swab terus kemudian hasilnya negatif atau positif di situ juga mereka melakukan input. Jadi memang kesadaran dari guru ini yang sangat dipentingkan untuk bisa tercapainya sekolah tatap muka yang ada di Kota Surabaya," jelasnya..

Febri juga menambahkan, dalam surat edaran wali kota tersebut yang akan masuk ke sekolah mulai besok tidak hanya tenaga pendidik. 

Tapi, bagi pegawai non guru atau karyawan di sekolah yang tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta juga mulai masuk.

"Tentunya seperti itu. Jadi semua yang berkaitan terhadap kegiatan sekolah kecuali muridnya akan dilakukan adaptasi kebiasaan baru sebelum muridnya nanti yang akan dimasukkan di sekolah," pungkasnya. (Ar)

SMRC: Kalah Start Tapi Unggul Konten Kampanye, Elektabilitas Eri Tinggalkan Machfud



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Gaya dan model kampanye Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji, dinilai lebih efektif dalam mendongkrak elektabilitas.

Hal itu dapat dilihat dari hasil survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Pasangan Eri-Armudji unggul meyakinkan dari lawannya Machfud Arifin-Mujiaman. Angkanya, 48,5 persen untuk Eri-Armudji dan 37,3 untuk Machfud Arifin-Mujiaman. Artinya, ada selisih dua digit, tepatnya sekitar 11,2 persen.

Menurut Direktur Riset SMRC Deni Irvani, ada beberapa faktor Eri-Armudji unggul dari Machfud Arifin-Mujiaman. 

Diantaranya adalah konten alat peraga kampanye (APK) dan kampanye Eri-Armudji lebih menarik dan membuat warga mudah mengingatnya.

“Memiliki kuantitas yang baik tak menjamin akan mampu menarik simpati pemilih. Tapi kualitas juga sangat penting. Hal ini terbukti di Pilkada Surabaya. Seperti yang diketahui, Pak Machfud lebih dulu startnya dibanding Mas Eri. Itu artinya secara kuantitas Pak Machfud lebih dulu bisa melakukan sosialisasi. Tapi secara kualitas, Pak Machfud kalah dibanding Mas Eri,” ungkap Deni, saat acara forum diskusi virtual bertema "Peluang Calon-Calon Wali Kota dalam Pilkada Surabaya", Minggu (22/11/2020).

Deni mengatakan, tim kampanye Eri-Armudji lebih bisa memanfaatkan sarana dan prasana serta waktu untuk menyosialisasikan. Contohnya adalah, tingginya akses internet di Surabaya bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi program Eri-Armudji melalui dunia maya.

“Cara menawarkan program tim Eri-Armudji tidak monoton. Melalui konten-konten yang menarik dan lebih bervariasi bisa memikat hati pemilih. Hasil, popularitas dan elektabilitas Eri-Armudji mampu menyalip Machfud Arifin-Mujiaman meski paslon nomor 2 ini start lebih dulu,” ujarnya.

Faktor lain yang juga sangat mempengaruhi adalah sosok Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Saya melakukan analisis lebih dalam, dan ternyata memang ada pengaruh. Ada hubungan antara elektabilitas calon (Eri Cahyadi), dengan penilaian kinerja Bu Risma. Artinya, warga yang puas kinerja Bu Risma cenderung memilih Eri, dan sebaliknya, yang kurang puas cenderung memilih Machfud Arifin," katanya.

Karena yang merasa puas dengan kinerja Risma lebih tinggi, lanjut Deni, maka sangat menguntungkan pasangan Eri Cahyadi-Armudji.

Hasil survei SMRC juga mencatat sebanyak 97 persen warga Surabaya puas terhadap kinerja Wali Kota Risma yang sudah dua periode memimpin.

"Tentu catatan ini sangat tinggi dan luar biasa karena warga puas dengan kinerja wali kota," pungkas Deni.

Survei SMRC ini digelar pada 11-18 November 2020 dengan sampel sebanyak 820 responden yang diwawancara secara tatap muka. 

Responden dipilih melalui metode multistage random sampling. 

Toleransi kesalahan (margin of error) survei ini diperkirakan ±3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Ar)

Unggul 11 Persen di Survei SMRC, Bukti Rakyat Surabaya Lebih Percaya Eri-Armudji



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Respon rilis survei Saiful Mujani Reasearch and Consulting (SMRC), PDI Perjuangan Surabaya semakin yakin Calon Wali Kota Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji, nomor 1, akan memenangkan Pilkada 9 Desember 2020. 

Dalam rilis SMRC, Eri-Armudji diunggulkan dengan 48,5 persen atau unggul telak sekitar 11 persen. Sedang Machfud Arifin-Mujiaman mendapat hanya 37,3 persen.

Pergerakan total dan massif oleh kader PDI Perjuangan dari atas hingga akar rumput, bersama seluruh relawan, partai-partai politik pendukung seperti PSI, PBB, Hanura, Partai Berkarya, PKPI, Partai Garuda, dan elemen-elemen masyarakat Surabaya, menjadi kunci keunggulan Eri-Armudji. 

“Pergerakan total dari semua pihak, di semua tingkatan, di semua lini, itu kunci keunggulan pergerakan darat dan udara Eri-Armudji,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Minggu (22/11/2020).

Menurut Adi, PDIP semakin yakin di jalan kerakyatan, jalan gotong royong, holopis kuntul baris antar berbagai pihak, yang ingin merawat dan menjaga Surabaya dengan spirit kebaikan yang diwariskan Walikota Risma. 

“Kita semua sadar, rakyat Surabaya sadar, jangan sampai Surabaya jatuh ke tangan yang salah, yang tidak punya rekam jejak mengelola Kota Surabaya, dan akan membawa kota ini ke arah lain, dari yang telah dikerjakan Bu Risma selama 10 tahun ini,” kata Adi, yang juga Ketua Tim Pemenangan Eri Cahyadi-Armudji.

PDIP telah mendapat laporan dari berbagai pihak, area-area yang selama ini sulit bagi Eri-Armudji, sekarang telah berbalik menjadi pendukung setia Eri-Armudji. 

Posko-posko pemenangan Eri-Armudji terus bermunculan dan menjamur di kampung-kampung, di rumah-rumah penduduk. 

“Eri-Armudji kampanye dengan gagasan-gagasan cemerlang, menebar kebaikan, dengan narasi yang cerdas jika kelak memimpin Surabaya, pasca Bu Risma. Kami tidak memakai sembako, tidak menebar uang, tapi Eri-Armudji kampanye dengan spirit kebaikan,” kata Adi.

Itu ditunjukkan dengan kemampuan debat Eri-Armudji  yang memukau beberapa waktu lalu, yang mengekplorasi gagasan-gagasan cemerlang membangun Surabaya. 

“Eri-Armudji bisa memaparkan Surabaya “the next Risma”, yang membawa optimisme. Publik tahu dengan kasat mata dan bisa membedakan: siapa paslon yang cerdas dan cekatan, sebaliknya siapa paslon yang tidak punya narasi, yang bingung menghadapi pertanyaan. Publik tahu paslon mana yang memandang kemajuan Surabaya dari persepsi kejelekan. Dan, itu tidak pada Eri-Armudji,” kata Adi.

Seluruh jajaran PDIP, seluruh relawan dan elemen masyarakat Surabaya yang mendukung Eri Cahyadi-Armuji, menjadikan seluruh survei sebagai cermin sekaligus pelecut untuk semakin bekerja keras. 

“Kita akan terus bergerak, memastikan setiap suara datang ke TPS pada 9 Desember nanti, dan memilih Eri-Armudji,” pungkas Adi. (Ar)

Survei SMRC: Eri-Armudji 48,5 Persen, Unggul 11,2 Persen



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Jelang pelaksanaan Pilkada Kota Surabaya, elektabilitas Calon Wali Kota Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji kembali diunggulkan. 

Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, elektabilitas Eri-Armudji mencapai 48,5 persen, unggul dengan selisih 11,2 persen dibanding Calon Wali Kota Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman yang meraih elektabilitas 37,3 persen. 

Adapun yang masih belum menentukan sebesar 14,2 persen.

Demikian publikasi hasil survei yang dilakukan Direktur Riset SMR Deni Irvani melalui forum diskusi melalui virtual dengan tema “Peluang Calon-Calon Wali Kota dalam Pilkada Surabaya”, Minggu (22/11/2020).

Deni merinci, tingkat kedikenalan (awareness) alias popularitas Eri Cahyadi 81%, hampir sama dengan Machfud Arifin 80%. 

Tapi di antara yang mengenal kedua sosok calon wali kota itu, yang suka kepada Eri Cahyadi 71 persen, sedangkan yang suka Machfud Arifin hanya 66 persen.

Adapun tingkat popularitas Armudji mencapai 68 persen, dengan tingkat kedisukaan 60 persen. 

Indikator itu juga melebihi Mujiaman yang punya popularitas 55 persen dengan tingkat kedisukaan 54 persen.

Deni menambahkan, kualitas personal Eri Cahyadi dinilai lebih positif dibanding Machfud Arifin. 

“Ini menjelaskan mengapa Eri Cahyadi sementara unggul atas Machfud Arifin,” ujar Deni.

Survei SMRC juga menanyakan penilaian warga Surabaya terhadap kinerja Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Hasilnya tingkat kepuasan terhadap kinerja Walikota Surabaya Tri Rismaharini 97 persen. 

“Ini tergolong sangat tinggi,” ujarnya.

Survei ini digelar pada 11-18 November 2020 dengan sampel sebanyak 820 responden yang diwawancara secara tatap muka. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling.

Toleransi kesalahan (margin of error) survei ini diperkirakan ±3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Ar)

Sabtu, 21 November 2020

Smartfren dan IESPA Jatim Kembangkan Talenta Esport Lewat Kompetisi “Arek Suroboyo Cup”



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Indonesia Esports Asociation (IESPA) Jawa Timur menggandeng Smartfren akan menyelenggarakan kompetisi esports untuk cabang permainan Mobile Legends di Surabaya atau “Arek Suroboyo Cup”. 

Penyelenggaraan kompetisi ini diharapkan mendorong lahirnya talenta-talenta esports terbaik di Surabaya, yang di masa depan bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia.

Pendaftaran kompetisi telah dibuka mulai 15-21 November 2020 dengan melibatkan partisipan dari 154 Kelurahan di Surabaya. 

Selanjutnya akan diselenggarakan babak kualifikasi online tingkat kelurahan, semi final online di tingkat kecamatan, serta grand final offline, tentunya dengan protokol kesehatan. 

Dari babak kualifikasi di tingkat kelurahan, akan diambil satu tim pemenang sebagai perwakilan kelurahan tersebut.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang turut hadir dalam pembukaan acara ini menyampaikan terima kasih kepada Smartfren dan IESPA Jawa Timur yang bersedia mengadakan “Arek Suroboyo Cup”. 

Menurut Wali Kota Risma, kompetisi esports ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mengembangkan industri kreatif. 

“Semoga melalui penyelenggaraan yang menjangkau tingkat kelurahan, kita bisa sama-sama membuka peluang bagi lahirnya talenta-talenta baru yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia esports,” ungkap Risma, Sabtu(21/11).

Sementara itu, Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren mengungkapkan, bahwa kompetisi ini  akan memberikan kita lebih dari sekadar keseruan. 

Lewat Arek Suroboyo Cup ini, kita bisa sama-sama berkompetisi secara sportif, menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi untuk masuk ke dunia esports profesional. 

“Memakai jaringan Smartfren yang sudah 100% 4G LTE Advance, kami yakin para talenta-talenta muda ini dapat menggali potensinya menjadi atlet esports profesional dan menyumbangkan prestasinya untuk Indonesia di masa depan,” katanya.

Smartfren sejak awal telah aktif mendukung pengembangan esports di Indonesia. 

Sebelumnya, Smartfren bersama dengan IESPA juga telah menyelenggarakan kompetisi esports terbesar tanah air, IES Smartfren Championship 2020 yang dimenangkan oleh pemain terbaik dari Jakarta, Kalimantan, Sumatera, dan Yogyakarta. 

“Smartfren juga mendukung pengembangan tim esports Tanah Air dan menerapkan fitur Direct Carrier Billing yang memudahkan gamers melakukan pembelian fitur tambahan dalam game. Menggunakan fitur ini, gamers bisa memakai pulsa Smartfren untuk membeli item atau fitur tambahan dalam game. Pengguna Smartfren yang gemar bermain PUBG, Mobile Legends dan DOTA 2 dapat membeli fitur tambahan dengan mengakses aplikasi My Smartfren,” pungkas Djoko. (Ar)

Terintegrasi dengan Pengadilan Negeri, Ini Inovasi Pelayanan Terbaru Dispendukcapil Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ide serta komitmen Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam memberi pelayanan yang mudah dan cepat, secara konsisten dilakukan selama hampir 10 tahun memimpin. 

Inovasi yang tak pernah ada habisnya itu menjadi bukti bahwa ia bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus bekerja keras untuk mensejahterakan warga.

Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Risma membuat terobosan baru yakni pelayanan perubahan dokumen yang terintegrasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk).

Program terbaru ini adalah inovasi dari Risma beberapa waktu lalu. Dia menyebut, pelayanan yang terintergrasi dengan PN ini adalah salah satu cita-cita Wali Kota Risma untuk memberikan pelayanan yang mudah dan cepat kepada masyarakat.

“Jadi pelayanan ini sebenarnya bentuk dari tindak lanjut MoU antara Bu Wali dengan PN,” kata Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, Sabtu (21/11).

Ia menjelaskan, ada sekitar 17 pelayanan yang terintegrasi dengan PN. Diantaranya adalah perubahan biodata karena data NIK ganda, perubahan nama pada akta kelahiran, perubahan jenis kelamin pada akta kelahiran, perubahan tempat tinggal lahir pada akta kelahiran, perubahan nama orang tua pada akta kelahiran, perubahan nama pada akta kematian, perubahan nama pada akta perkawinan, perubahan nama pada akta penceraian, pengangkatan, pengesahan maupun pengakuan anak.

“Kemudian perkawinan antar umat beragama yang berbeda, akta kematian bagi seseorang yang meninggal tapi jenazahnya tidak ditemukan, dan pencatatan kematian bagi warga yang tidak punya dokumen kependudukan,” urainya.

Selain itu, Agus menjelaskan, pada Jumat (20/11) kemarin, telah berlangsung sidang perdana di Mal Pelayanan Publik, SIola. 

Di momen itu, ada empat pelayanan pengajuan dokumen yang telah disidangkan. 

Diantaranya yaitu, perubahan nama orang tua, dokumen perkawinan antar umat beragama yang berbeda, perubahan nama dan perubahan tempat tanggal lahir.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Prosesnya singkat, jadi majelis hakimnya datang ke Siola lalu membacakan dokumen dan memeriksa saksi yang pada waktu itu datang. Lalu setelah itu disahkan,” paparnya.

Setelah sidang perdana sukses dilaksanakan, dia menyebut pelayanan ini secara  khusus akan dilaunching oleh Wali Kota Risma. Ia pun menegaskan bahwa pelayanan perdana kemarin merupakan soft opening. 

“Nanti grand openingnya tentunya oleh Bu Wali. Kami memastikan dulu bahwa secara teknis lancar tanpa hambatan,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, untuk dapat menggunakan layanan yang terintegrasi PN tersebut, pemohon hanya perlu memasukkan data melalui website https://www.klampid.disdukcapilsurabaya.id itu, pemohon mengisi identitas diri. 

“Dan menyampaikan jenis adminduk yang diperlukan. Di website sudah ada tulisannya. Kemudian kita proses,” tegas dia.

Setelah diproses sesuai data yang ada pada aplikasi, maka pemohon menunggu jadwal untuk jadwal sidang yang ditentukan. 

Apalagi, hakim yang datang ke Siola bukan lagi pemohon yang datang ke Kantor PN seperti sebelum-sebelumnya. 

“Seperti yang dicita-citakan Bu Wali, tujuannya pelayanan ini mempercepat dan memudahkan. Terakhir membahagiakan,” pungkasnya. (Ar)

Brigjen Yoyok Bagus Akhiri Latihan Gladi Posko 1 Korem Baladhika Jaya



KABARPROGRESIF.COM: (Malang) Kapok Sahli Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Yoyok Bagus Budianto mengakhiri pelaksanaan latihan gladi posko 1 yang digelar di wilayah teritorial Korem 083/Baladhika Jaya.

Dijelaskannya, latihan gladi posko merupakan salah satu upaya Satuan dalam meningkatkan kemampuan antara pimpinan dengan para staf, terlebih memadukan kerjasama, koordinasi hingga pengambilan suatu keputusan tekait taktik maupun teknik olah yudha.

“Termasuk upaya perbantuan pada Pemda dalam rangka penanggulangan bencana alam yang terjadi,” ujar Brigjen Yoyok dalam amanat penutupan latihan di Aula Makorem, Sabtu (21/11).

Sementara itu, Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Irwan Subekti menambahkan jika sebelumnya, beberapa latihan sudah digelar oleh Satuan di bawah kendalinya.

Ia berharap, materi-materi latihan yang sudah dilakukan saat itu, nantinya bisa dijadikan suatu pedoman ketika menghadapi setiap tantangan maupun tugas mendatang.

“Latihan ini, harus bisa dijadikan bekal pengetahuan serta pedoman ketika dibutuhkan,” pintanya. (Pendam V/Brw/Ar)

Kuasai Isu Teknokratis, Paslon Eri-Armuji Unggul Telak dalam Agenda Debat Publik II Pilkada Surabaya



KABARPROGRRSIF.COM: (Surabaya) Debat Publik ke-II di Pilkada Surabaya yang dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat Rabu (18/11/2020) lalu, memang penampilan pasangan calon (Paslon) Cawali-Cawawali nomer urut 1, Eri Cahyadi – Armuji nampak masih sangat berkesan bagi sebagian besar masyarakat 

Dibanding Machfud-Mujiaman, Paslon Eri Cahyadi -Armuji terlihat lebih menguasai materi permasalahan, saat adu narasi dalam Debat Publik ke-II yang mengambil tema 'Peningkatan Layanan dan Kesejahteraan Masyarakat Surabaya'. 

Hadir 5 panelis dari unsur akademisi universitas negeri terbaik di Kota Surabaya, pada debat yang disiarkan live streaming di televisi dan media social.

“Atmosfer debat Pilkada Surabaya kali ini sungguh sangat menarik karena membawa kualitas sebagaimana mestinya dalam konteks sebuah topik,” ungkap Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gigih Prihantono S.E., M.S.E, usai debat berlangsung.

Gigih menganggap paslon Eri-Armudji sangat menguasai betul apa yang seharusnya diperlukan Kota Surabaya terkait isu teknokratis dalam efisiensi perekonomian serta pengaruhnya terhadap serapan tenaga kerja. 

“Debat pilkada Surabaya kedua kemarin sungguh menarik dan saya pikir kualitas debat seperti ini-lah yang perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan kedepannnya. Apa yang menarik? Bahwa pasangan Eri-Armuji berani melontarkan isu teknokratis terkait dengan ICOR (incremental output ratio) dan ILOR (incremental labor output ratio). ICOR menunjukkan seberapa efisienkah perekonomian kita mampu menghasilkan PDRB. Sedangkan ILOR menunjukkan seberapa inklusif-kah perekonomian kita mampu menyerap tenaga kerja,” terangnya. 

Sayangnya, Gigih menganggap paslon penantang hanya sedikit memahami isu tersebut yang mestinya dapat menjadi tamparan telak paslon Machfud Arifi-Mujiaman dimana argumen realitas lapangan mereka tak cukup kuat tanpa didasari pemahaman masalah teknokratis yang ada.

“Isu seperti ini-lah yang harusnya dijawab oleh pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman. Namun sayang, ternyata Machfud Arifin dan Mujiaman tidak memahami masalah teknokratis yang ada. Machfud Arifin dan Mujiaman mungkin sedikit paham tentang isu kekurangan pemkot dilapangan dan ini sangat bagus sebagai calon walikota penantang,” tandas Gigih.

Ia kemudian menerangkan, bahwa penguasaan isu tersebut sangatlah penting bagi kedua paslon, karena segala program yang berjalan ketika nantinya salah satu dari mereka terpilih otomatis menggunakan indikator-indikator capaian teknokratis yang ada.

“Namun, tidak tahu sama sekali tentang isu teknokratis ini-lah yang berbahaya bisa-bisa kota Surabaya nantinya tidak malah membaik kualitas bahkan bisa jadi kota medioker. Karena bagaimanapun nanti kedua calon Walikota siapapun yang terpilih pasti harus menggunakan saluran teknokratis untuk menjalankan programnya termasuk juga harus mengerti indikator-indikator capaian teknokratis seperti ICOR (incremental capital-output ratio) dan ILOR (Incremental Labour Output Ratio) ,” papar Gigih.  

Sementara itu dalam debat publik Pilkada Surabaya kali ini, Gigih kembali menegaskan bahwa wawasan mengenai isu teknokratis tersebut sangatlah penting demi masa depan Kota Surabaya. 

Dalam hal ini, ia menyimpulkan pasangan Eri-Armudji kali ini menang telak atas saingan tunggalnya Machfud Arifin-Mujiaman. 

“Kedepan saya pikir isu teknokratis ini akan semakin mengemuka, karena ini adalah kunci agar kota Surabaya menjadi sejajar dengan kota kelas dunia lainnya. Dan dalam debat ini saya berpikir Eri-Armuji menang telak dari pasangan Machfud Arifin-Mujiaman terkait isu teknokratis,” pungkasnya. (Ar)

Komunitas Mobil dan Motor Diberi Pemahaman Tentara



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ada yang berbeda pada pelaksanaan komunikasi sosial yang digelar oleh pihak Kodim 0830/Surabaya Utara. Bagaimana tidak, komsos itu melibatkan para komunitas mobil dan motor.

Alhasil, komsos yang dipimpin langsung oleh Dandim, Kolonel Inf Sriyono itu mendapat respon positif dari kalangan komunitas tersebut.

“Komsos ini, tidak memandang semua golongan. Elemen masyarakat kita rangkul agar bisa saling menjaga Persatuan dan Kesatuan,” ujar Dandim dalam acara yang berlangsung di Aula Makodim setempat, Sabtu (21/11).

Selain melibatkan komunitas mobil dan motor, komsos itu juga melibatkan para Danramil di wilayah teritorial Kodim. 

“TNI, harus bisa menjadi penggugah semangat nasionalisme dan patriotisme bagi masyarakat,” tegasnya. (Pendam V/Brw/Ar)

Barisan Soekarnois deklarasi kawal dan menangkan Eri Cahyadi-Armudji



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pecinta atau pengagum Soekarno atau dikenal dengan “Barisan Soekarnois” melakukan deklarasi mendukung pasangan Eri Cahyadi - Armudji pada Pilwali Surabaya, 9 Desember mendatang.

Deklarasi yang dipimpin tokoh Barisan Soekarnois sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, diikuti oleh ratusan relawan beserta pejabat fungsionaris partai di tingkat provinsi maupun kota.

“Acara malam ini membuktikan bahwa pengikut Bung Karno terus tumbuh dan berkembang,” kata Basarah di sela deklarasi di Hotel Elmi Surabaya, Jumat (20/11) malam.

Menurut dia, relawan dan tokoh yang hadir juga membuktikan bahwa generasi Soekarnois-Soekarnois baru tumbuh bukan hanya di dalam PDI Perjuangan, tapi juga di tengah masyarakat. 

“Hari ini juga membuktikan bahwa ikatan ideologis antara PDI Perjuangan yang tujuan politiknya adalah memperjuangkan pemikiran dan ajaran Bung Karno dalam aksi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, itu mendapatkan dukungan dari kompenen barisan Soekarnois di luar partai,” tukas Wakil Ketua MPR RI tersebut.

“Ini membuktikan sinergitas antara partai dengan barisan Soekarnois di luar partai,” tambahnya.

Total ada 26 organisasi barisan Soekarnois mendeklarasikan dukungan kepada Eri Cahyadi sebagai wali kota dan Armudji sebagai calon dan wakil wali Kota yang diusung oleh partai PDI Perjuangan. 

Penandatanganan deklarasi dukungan barisan Soekarnois ini, kata Basarah, tentu akan ditindaklanjuti untuk melakukan koordinasi keseluruhan jaringan dan jajaran serta anggota, kerabat dari seluruh eksponen yang tergabung.

“Saya percaya apa yang telah dilakukan oleh teman-teman barisan Soekarnois ini akan menambah dan memastikan kemenangan pasangan nomor urut 1, Eri Cahyadi dan Armudji menjadi pemenang pada Pilkada Surabaya, 9 Desember nanti,” terangnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwiyono menyatakan dengan adanya dukungan dari Barisan Soekarnois ini maka semakin menambah keyakinan dan keoptimistisan untuk menang.

“Ini akan semakin mempertebal kemenangan dalam Pilkada Surabaya, yang berlangsung head to head,” kata Ketua DPRD Surabaya itu.

Ia menegaskan bahwa 26 komponen elemen yang mendukung Eri Cahyadi dan Armudji adalah basis massa konkret, serta diharapkan semakin meningkatkan elektoral menambah kemenangan di Pilwali Surabaya.

Di tempat sama, calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku bangga dengan dukungan dari Barisan Soekarnois dan menyatakan komitmennya untuk membuat Surabaya menjadi bagian dari sejarah perjuangan Bung Karno.

“Ke depan, semua harus tahu bahwa Surabaya adalah tanah kelahiran Sang Proklamator. Publik juga harus mengerti bahwa di kawasan Peneleh itu lahir seorang Bung Karno dan tokoh-tokoh perjuangan bangsa lainnya,” kata Eri.

Sementara itu, juga hadir pada deklarasi tersebut Ketua DPD PDI Perjuangan Kusnadi beserta Sekretaris Sri Untari, tokoh senior Saleh Ismail Mukadar, beserta tokoh-tokoh Barisan Soekarnois lainnya. (Ar)

KPK Pelototi Pengembang Perumahan yang Belum Serahkan PSU Ke Pemkot Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pelototi para pengembang perumahan di Kota Pahlawan yang belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Hari ini (20/11), yang menyerahkan ada dua (pengembang). Kita berharap nantinya semakin tumbuh kesadaran mereka untuk bagaimana menyerahkan dan Pemda juga tidak sampai mempersulit itu sehingga semuanya berjalan dengan baik," kata Kepala Koordinator Wilayah (Kakorwil) 6 KPK, Didik Agung Widjanarko di Ruang Sidang Wali Kota dalam rangka kegiatan percepatan penyerahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Kota Surabaya, Jum'at (20/11). 

Menurut Didik Penyerahan PSU ini telah diatur dalam Perda Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2010 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Pada Kawasan Industri, Perdagangan, Perumahan dan Pemukiman.

Oleh sebab itu, KPK berusaha memberikan bantuan untuk memfasilitasi bagaimana antara kedua pihak, baik pemkot maupun pengembang perumahan bisa saling bersinergi. 

Dari pengembang dengan kesadaran menyerahkan, sedangkan pemda juga akan bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan terhadap aset-aset tersebut.

"Karena kalau PSU tidak (diserahkan) kasihan masyarakat di situ. Fasum tersebut yang seharusnya milik pemda disalahfungsikan (pengembang), atau malah dijual atau tidak terpelihara dengan baik. Nah, itu hal-hal yang bisa merugikan masyarakat," paparnya.

Namun begitu, mantan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) ini mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut dia, meski PSU belum diserahkan, namun Pemkot Surabaya sudah memberikan perhatian. 

Contohnya, pemkot melakukan perbaikan jalan atau pengerukan saluran untuk mencegah banjir saat musim hujan.

"Kita punya kewajiban moril untuk bagaimana memberikan jaminan kepada warga yang ada di situ, itu hal yang baik. Walaupun belum kewajiban (melakukan pemeliharaan), tapi sebagai Kepala Daerah, beliau (Wali Kota Risma) memberikan perhatian itu," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Hendro Gunawan menjelaskan, agenda pertemuan antara pemkot bersama KPK dan pengembang ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka percepatan penyerahan fasum dan fasos di Kota Surabaya. Percepatan ini juga berjalan di seluruh wilayah Indonesia. 

“Bagaimana upaya percepatan bisa dilakukan, baik lewat KPK, lembaga terkait kemudian juga dengan pengembang,” kata Hendro.

Dengan demikian, kata Hendro, jika semua pihak sudah bersinergi maka tidak ada lagi perbedaan persepsi ketentuan dan kendala-kendala di lapangan. 

“Sehingga diharapkan begitu ini selesai dan pengembang bisa segera menyerahkan fasum dan fasosnya sesuai ketentuan,” papar dia.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang menyebabkan fasum maupun fasos di Surabaya belum diserahkan oleh pengembang. 

Misalnya, saat penyerahan fasum fasos, pengembangnya sudah bubar. Kedua ada hal terkait dengan kepemilikan lahan yang belum dikuasai. Kemudian ada kendala terkait perbedaan luasan lahan.

“Ada taman, ada sekolah, puskesmas, sentra PKL, nah itu semua dari fasum. Sedangkan kita dari pemerintah kota wajib melakukan pemeliharaan,” pungkasnya.

Sebagai diketahui, dalam agenda pertemuan itu juga dilakukan penyerahan fasum dari dua pengembang kepada Pemkot Surabaya yang disaksikan langsung oleh KPK. 

Dengan penyerahan baru itu, maka hingga saat ini ada 96 pengembang yang sudah menyerahkan fasum, dari total 240 jumlah pengembang yang ada di Surabaya. (Ar)

Saat Pentas Jula-Juli Kesenggol Campursari, Risma Terima Kejutan Ulang Tahun Hingga Malam Hari



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya terus membangkitkan semangat para pekerja seni untuk tetap tampil dalam setiap pekan sejak Bulan September lalu.

Demi meramaikan pertunjukkan yang disaksikan secara virtual itu, Risma kembali tampil keempat kalinya untuk menghibur masyarakat.

Pada saat pertunjukan berjudul Jula-Juli Kesenggol Campursari (Rukunesia), wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu memerankan lakon sebagai Bu RT.

Dalam cerita tersebut, mengisahkan Surabaya yang merupakan kota pelabuhan. Dari situlah menjadi bukti bertemunya berbagai keberagaman budaya. 

Pasalnya, gending sakti jula-juli adalah representasi budaya arek bertemu dengan aneka kesenian yang berlabuh dalam keluarga besar Kota Pahlawan.

Pertunjukkan yang di sutradarai oleh Heri Lentho itu, Risma berperan sebagai Bu RT, Cak Kartolo sebagai Kartolo, Lupus Arboyo sebagai Cak Lupus, Kastini sebagai Ning Tini, Noniati sebagai Ning Noni, Dewi Triyanti sebagai Dewi, Agung Yuni Sasmito sebagai Agung, Okvalica Herlis Natasa sebagai Remo dan Novinda sebagai Penyanyi Campursari.

“Wes podo apik e. Campursari opo Jula-Juli,” kata Risma, Jumat (20/11) malam.

Ia menjelaskan, perpaduan dua kesenian itu dinilai sama-sama bagusnya. Bahkan, ia menyebut lebih bagus lagi jika keduanya saling berkolaborasi menjadi satu pertunjukkan. 

“Zaman saiki kudu rukun gak oleh gegeran. Sijine seneng campursari, sijine jula juli. Jaman saiki iku jaman e kolaborasi. Kesenian podo apik e,” urainya

Di akhir dialog Risma bersama pemeran lainnya, tiba-tiba terdengar suara lagu selamat ulang tahun dari pengiring musik. Rasa terkejut dan tawa Risma menjadi petanda bahwa dirinya mendapat kejutan di malam ini.

Bahkan, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya yang saat itu tengah menonton, sontak berdiri dan bertepuk tangan mengikuti alunan lagu.

“Terima kasih semuanya, matur nuwun,” ucap Wali Kota Risma sembari memotong tumpeng. (Ar)

Aksi Cegah Covid, Danrem 082/CPYJ Kembali Sebar Ribuan Masker



KABARPROGRESIF.COM: (Mojokerto) Aksi cegah penyebaran pandemi Covid-19, kali ini kembali digencarkan aparat Korem 082/CPYJ. Aksi itu, dipimpin langsung oleh Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf M. Dariyanto.

Beberapa lokasi, dijadikan sasaran pembagian ribuan masker, salah satunya pengunjung di Pasar Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Jumat  (21/11).

Selain itu, peringatan hingga sosialisasi pun tak luput dalam kegiatan tersebut.

“Pasar ini, tempat potensial sebagai tempat penyebaran Covid-19. Sebab, semua masyarakat dari berbagai kalangan ataupun usia, berkumpul melakukan aktifitas jual beli disini,” ujar Kolonel Dariyanto.

Ironisnya, menurut Danrem, pasar tersebut diketahui tak menerapkan protokol kesehatan. 

“Disinilah peran kita untuk memberikan kesadaran pada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, upaya yang dilakukannya tersebut merupakan tindak lanjut adanya Inpres nomor 06 tahun 2020. 

Inpres itu, berisi tentang berbagai adanya peraturan kesehatan yang mengacu pada peningkatan kedisiplinan dan penegakkan hukum protokol kesehatan.

“Kalau bisa, masyarakat harus mengurangi adanya kegiatan tatap muka. Mungkin bisa berbelanja lewat aplikasi daring. Itu lebih baik,” jelasnya. (Pendam V/Btw/Ar)

Jumat, 20 November 2020

Ultah Ke-59, Wartawan Gagal Kerjain Risma, Malah Balik Diprank Datangkan Dua Petugas Swab



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Di hari ulang tahunnya yang ke-59, rencananya para awak media yang bisa ngepos di Pemkot Surabaya ingin memberikan kejutan dengan cara ngeprank Kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Namun rencana itu gagal lantaran Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini sudah siaga, sebab tahun sebelumnya ia sempat terkecoh dengan ngeprank para wartawan.

Parahnya lagi, kini Risma yang malah ngeprank para awak media.

Kejadian yang berlangsung singkat dam cukup menegangkan itu ketika para awak media berkumpul di rumah dinas Wali Kota, jalan Sedap Malam.

Usai mendengarkan Risma mengucapkan terima kasih kepada para wartawan yang selama ini membantu mempublikasikan kegiatannya.

Tiba-tiba, datang dua orang petugas berpakaian hazmat yang ingin melakukan sebab test.

"Saya punya kejutan buat teman-teman wartawan. Saya akan lakukan Swab pada awak media di sini," ujar Risma sambil tersenyum, Jum'at (20/11).

Tak ayal, suasana saat itu mencekang. Terdengar salah satu wartawan berseloroh terkejut.

"Lho-lho, waduh," kata wartawan saat melihat dua orang memakai pakaian Hazmat dengan peralatan untuk melakukan Swab. 

Sayangnya melihat kepanikan atau raut wajah para wartawan yang terlihat ketakutan, akhirnya Risma memberitahukan bila aksi itu hanya guyonan.

"Ta prank awakmu kabeh. Kapok, biasane aku sing mbok prank. (Aku kerjain kalian semua. Syukurin, biasanya aku kalian kerjain)," ungkap Risma sambil tertawa. 

Sementara itu, salah satu wartawan dari media cetak yang bernama Ibad, sempat ketakutan, bahkan mengeluarkan kata-kata tak percaya bila telah di prank.

"Lho temenan ta iki?" (Lho, beneran ini?)," jelasnya.

"Horor prank nya Bu Risma. Saya sampai ketakutan," sambungnya. 

Sementara itu, awak media lainnya, Robby Juliarto sempat menolak bila di Swab.

"Jangan bu, saya punya anak banyak," pungkasnya. (Ar)

Beragam Kejutan di Hari Ulang Tahun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Hari ini, Jumat (20/11), menjadi hari yang spesial bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Pasalnya, pada hari ini Risma tengah berulang tahun yang ke-59. Di hari ulang tahunnya ini, ia banyak mendapatkan kejutan.

Sejak dini hari tadi, lini masa media sosial banjir ucapan selamat ulang kepada wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu. 

Ada yang melayangkan pantun, curhatan hingga iringan doa supaya Wali Kota Risma selalu diberi kesehatan dan umur yang barokah.

Bahkan, pagi harinya ketika Risma tiba di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, ia mendapatkan kejutan dari keluarga besarnya. 

Ia mendapatkan kue dan ucapan selamat dari suami, dua anak dan menantunya, serta dua cucunya. Risma pun kaget karena dia tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.

“Terus terang saya lupa kalau hari ini ulang tahun saya. Soalnya tadi pagi-pagi banget saya ke Banyuurip dulu baru ke sini. Tiba di sini saya heran kok ada kue-kue, dan tadi juga dapat ucapan selamat ulang tahun dari suami saya,” kata Risma di rumah dinasnya, Jum'at (20/11).

Setelah potong tumpeng dan potong kue, ia mendapatkan kado istimewa dari IT Telkom. Kampus yang selalu konsisten membantu Pemkot Surabaya selama masa pandemi ini, memberikan tiga temuan barunya berupa IT Telkom Portable Masker, Ventilator Command Center, dan Crane Pemulasaran Jenazah versi 3.0. 

Ia terlihat gembira mendapatkan bantuan rencananya langsung diberikan kepada jajarannya.

Usai menerima bantuan, tiba-tiba dua wartawan membawa tumpeng sembari mengucapkan selamat ulang tahun kepada Wali Kota Risma. 

Ia pun terlihat kaget dan tertawa lepas karena pada saat itu dia baru saja diwawancarai oleh awak media.

Tak lama kemudian, datang sekelompok anak muda membawa kue ulang tahun beserta lilinnya yang sudah nyala. 

Ternyata, mereka adalah pegiat startup yang berkantor di Koridor Co-Working Space milik Pemkot Surabaya. Wali Kota Risma pun memperkenalkan beberapa startup itu, sembari menyampaikan terimakasih karena sudah datang untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun.   

Setelah acara di balai kota, Risma kembali lagi ke rumah dinasnya. Ia pun kembali terkejut setelah menonton sebuah video yang berisi ucapan selamat ulang tahun dari ratusan warga Surabaya dengan berbagai model dan kreasi mereka masing-masing. 

Ia pun terharu melihat kecintaan warga kepada dirinya. Air matanya pun tak terbendung.

Pada kesempatan itu, Risma mengucapkan terimakasih banyak kepada warga yang telah memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada dirinya. 

Ia mengaku di usianya yang ke-59 itu memang tua, tapi semangatnya tidak boleh tua. 

“Saya terimakasih banyak. Alhamdulillah sampai hari ini diberikan kesehatan oleh Tuhan. Semoga teman-teman, sahabat dan warga Surabaya juga selalu diberi kesehatan. Karena sehat sekarang mahal harganya,” katanya.

Ia juga memohon maaf apabila selama jadi Wali Kota Surabaya, ada kesalahan yang disengaja atau tidak. 

Ia juga menyampaikan terimakasih banyak kepada awak media yang telah bekerjasama dengan sangat luar biasa selama 10 tahun jadi Wali Kota Surabaya. 

“Saya terimakasih banyak, karena ini mungkin ulang tahun terakhir saya sebagai Wali Kota Surabaya bersama teman-teman, tapi tahun depan insyallah aku ya ulang tahun rek, tapi mungkin bukan wali kota lagi,” kata dia sambil tertawa.

Dia juga mengaku bangga dan bersyukur dengan awak media yang telah mendampinginya selama ini. 

Menurutnya, ia bisa melakukan tugas sebagai wali kota karena ada support dan diberi ruang oleh media. 

“Tanpa teman-teman, mungkin saya tidak bisa berkiprah seperti sekarang ini dan tidak bisa menjalankan tugas dengan optimal,” ujarnya.

Menurutnya, insyallah selama ini tidak ada yang ditutup-tutupi. Sebab, yang dia kerjakan dan dia katakan adalah apa yang sebenarnya. 

“Saya percaya bahwa suatu saat, saya akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, sekali lagi saya matur nuwun, teman-teman luas biasa,” pungkasnya. (Ar)