Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

DEWAN KRITIK JABATAN MANTAN POLITISI

Komisi B DPRD Surabaya mengkritik perusahaan plat merah milik Pemkot Surabaya yang dijabat mantan politisi, karena dikhawatirkan akan kental dengan unsur politik.

BAGI-BAGI STIKER ANTI KORUPSI

Puluhan jaksa Kejari Surabaya membagi ribuan stiker berisi pesan moral dampak negatif korupsi yang telah merampas hak-hak rakyat.

HAKIM DISEBUT LEGALKAN PROFESI GANDA

Hakim Jihad Arkhaudin menganulir putusan Hakim Agung dan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagai wanprestasi bukan perbuatan melawan hukum.

JAKSA BELUM PASTIKAN STATUS EKS DIRUT PT DOK

Karena masih tahap pendalaman status mantan Dirut PT DPS dalam kasus pengadaan kapal masih brlum bisa dipastikan.

KEJARI SURABAYA BEBAS KORUPSI

KemenPan-RB menobatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), penganugrahan tersebut diterima Kajari Surabaya di Jakarta (10/11).

PERDA SANKSI MEROKOK RP. 250 RIBU DIREVISI

DPRD Surabaya terus mempertajam Perda Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KT) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) di Kota Surabaya.

POLRESTABES SURABAYA BIROKRASI BERSIH

Setelah dinobatkan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi, Polrestabes Surabaya kembali dinobatkan sebagai Wilayah Birokasi Bersih dan Melayani oleh KemenPan-RB.

SURABAYA RAIH GUANGZHOU INT AWARD 2018

Kota Surabaya resmi memenangkan penghargaan kota terpopuler secara online dalam ajang The Guangzhou International Award 2018.

Minggu, 31 Mei 2015

Maju Lagi Jadi Walikota, Risma Salahkan Setan yang Terus Menggodanya

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Ternyata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, tak mau jadi pengangguran, Ia ingin memiliki pamor dan ditakuti banyak orang terutama dilingkungan birokrasi Pemkot Surabaya.

Untuk itu dalam Pilkada Surabaya 2015 nanti, Tri Rismaharini berusaha maju lagi dalam pertarungan memperebutkan kursi Surabaya 1.

Alasan Risma untuk bertarung dalam Pilkada 2015 nanti, dikarenakan adanya godaan “setan” yang selalu membuat hawa nafsunya terusik.

“Saya tetap manusia, kan ada setan yang nggoda saya (untuk menjadi wali kota lagi). Hawa nafsunya itu luar biasa. Saya tidak mau warga saya punya masalah karena nafsu saya. Tuhan yang akan ngatur,” kata Risma kepada wartawan seusai upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722 tahun di halaman Taman Surya, Minggu (30/5/2015).

Risma sempat berkai-kali mengatakan tak ingin maju kembali karena tak mau mengingkari pesan orang tua agar meneruskan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di sisi lain, Permendagri mengatur dalam Pilkada kali ini setiap calon dari PNS, TNI, dan Polri wajib mengundurkan disi sebelum mendaftar sebagai calon kepala daerah.

Tapi Risma menegaskan belum memutuskan apakah maju lewat jalur parpol atau independen. Dirinya berdalih saat ini masih memikirkan bagaimana melanjutkan program kerja membangun Surabaya.
Hal ini dikarenakan ketika dia maju kembali menjadi calon wali kota Surabaya, maka konsentrasinya sebagai kepala daerah akan terpecah. Sebab, dia akan disibukkan dengan agenda-agenda pemenangan dirinya.

“Saya khawatir konsentrasi saya terpecah karena saya ingin menang. Saya sekarang punya tanggung jawab hingga September mendatang (sebagai wali kota),” katanya. (arf)

HJKS ke-722, Wali Kota Ajak Warga Siap Jadi Tuan dan Nyonya di Kota Sendiri di era MEA

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Tepat di usia Kota Surabaya yang genap 722 tahun, warga Kota Surabaya perlu melakukan intropeksi atas kinerja kolektif yang telah dilakukan. Warga Kota Pahlawan juga diajak untuk meningkatkan kerja keras dan menghidupkan semangat gotong royong. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini seusai upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722 tahun di halaman Taman Surya, Minggu (31/5).

Dalam sambutannya, Wali Kota Tri Rismaharini yang bertindak sebagai inspektur upacara memapakan banyak hal tentang upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkot Surabaya dalam kaitan menyiapkan warga Kota Pahlawan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) per 31 Desember 2015 mendatang. Diantaranya melalui penyiapan sumber daya manusia (SDM). Pemkot Surabaya juga telah menggelar sertifikasi tenaga kerja dan membangun Rumah Bahasa di Balai Pemuda yang bisa dimanfaatkan warga tidak hanya untuk belajar bahasa asing, tetapi juga untuk konsultasi usaha.

Dikatakan wali kota, dimulainya era MEA tidak ubahnya seperti perjuangan kemerdekaan 1945. Meski beda nuansa, tetapi risikonya sama. Yakni bila kalah, warga Surabaya akan terjajah. “Kita akan dijajah di bidang ekonomi. Kita hanya akan jadi penonton di kota sendiri. Apalah arti perjuangan pahlawan dalam mengupayakan kemerdekaan bila kita tak mampu jadi tuan dan nyonya di kota sendiri,” tegas walikota.

Wali kota perempuan pertama dalam pemerintahan Kota Surabaya ini juga memaparkan upaya Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan warganya melalui pembangunan taman-taman kota juga penerapan green building. Juga mempermudah warga dalam mendapatkan pelayanan perizinan yang transparan dan akuntabel melalui Surabaya Single Windows (SSW). Serta, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dengan masyarakat yang semakin kreatif sehingga menurunkan angka pengangguran.

Dalam hal pembangunan infrastruktur, wali kota memaparkan keberhasilan Pemkot Surabaya dalam hal penanggulangan banjir yang terlihat dari semakin berkurangnya titik langganan banjir juga penurunan genangan air yang semakin cepat. Juga pembangunan jalan baru dan juga rencana realisasi Angkutan Massal Cepat (AMC)

“Surabaya tidak hanya menjadi kota metropolitan maju tapi juga berkonsep home yang nyaman bagi warga dan berwawasan ekologi. Surabaya kini diperhitungkan di pentas dunia. Untuk itu, warga Surabaya harus terus bekerja keras untuk menjadikan Surabaya lebih baik. Sehingga, warga Surabaya bisa menjadi tuan dan nyonya di kotanya sendiri,” jelas wali kota.

Walikota juga berpesan kepada anak-anak dan pelajar di Surabaya yang diantara mereka menjadi peserta upacara agar tidak mudah menyerah dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemkot Surabaya membuka akses pendidikan dan juga membuka ruang bagi para siswa-siswi untuk mengembangkan potensinya, tidak hanya di bidang akademis, tetapi juga di bidang seni dan olahraga.

“Anak-anakku tersayang, tidak ada yang tidak mungkin. Kalian bisa mengembangkan potensi apapun. Kalian bisa menjadi seperti Stephen Spielberg, Mozart atau David Beckham. Sudah banyak warga Surabaya yang berprestasi tingkat dunia seperti Rudy Hartono ataupun Evan Dimas,” sambung wali kota.

Yang menarik dari upacara HJKS ke-722 tersebut, para lurah, camat, kepala bagian, kepala dinas hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya bersama asistennya, ikut sebagai peserta upacara. Dengan mengenakan busana khas Surabaya, Cak dan Ning, mereka berdiri dengan peserta upacara lainnya. “Mereka berdiri sebagai tanda siap melayani masyarakat Surabaya,” ujar wali kota.

Seusai upacara, wali kota memberikan penghargaan kepada beberapa warga yang berprestasi dari mulai sekolah berprestasi, PNS yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun, juga fasilitator ekonomi. Salah satu yang menyita perhatian peserta upacara adalah penyerahan kuda poni dari warga kepada Pemkot Surabaya. Kuda poni berusia enam bulan tersebut rencananya akan ditaruh sebagai koleksi Kebun Binatang Surabaya. Begitu menerimanya dari warga bernama Santoso, Wali Kota Tri Rismaharini terlihat antusias “ngudang” kuda poni tersebut.

Acara seremoni HJKS ke-722 ditutup oleh penampilan tari remo dan tari jaranan oleh 722 anak-anak. Wali kota melakukan teleconference dengan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sentra PKL Deles MERR, Jajar Tunggal dan Kembang Kuning. Ketika melakukan “bincang’bincang” dengan PKL di Sentra Kembang Kuning, Walikota Tri Rismaharini berpesan agar mereka menjaga kebersihan. “Tolong dijaga kebersihan dan kerapian sentra nya ya. Karena lokasinya berdekatan dengan cagar budaya dan banyak turis yang sering ke sana,” imbau wali kota.

Upacara HJKS ke-722 bertemakan “Semarak Surabaya Dalam Keberagaman Budaya” tersebut juga dihadiri duta besar negara sahabat, beberapa kepala daerah kabupaten/kota, Forpimda Kota Surabaya, juga DPRD Surabaya. “Luar biasa meriah. Sesuai dengan tema pesta rakyat. Bagi kami, ini menjadi referensi ketika nanti menggelar upacara hari jadi di kota kami, tentunya disesuaikan dengan adat setempat,” kata Made Gege Budiarta, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jembrana, Bali.(arf)

Kodam Jaya dan Universitas Al Azhar Indonesia Komitmen Wujudkan Ciliwung Bersih Indah dan Sehat

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Bertempat dilapangan Parkir Carrefour MT Haryono yang berada di pinggiran kali Ciliwung, Minggu pagi (31/05) ratusan mahasiswa mahasiswi universitas Al Azhar Indonesia didampingi oleh para dosen dengan semangat berkumpul mengikuti kegiatan apel bersama dengan Kodam Jaya/Jayakarta.

Pada kegiatan apel bersama ini, dilakukan penandatanganan kerjasama antara Kodam Jaya/Jayakarta dengan Universitas Al Azhar untuk bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan kali Ciliwung yang bersih, indah dan sehat. Naskah kesepakatan ditandatangani oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Agus Sutomo, SE. dan dari pihak Al Azhar Indonesia ditandatangani oleh Rektor universitas yaitu Bapak  Prof. Dr. Ir.  Sardi Sar,  M.Eng.Sc.

“Antara Kodam Jaya dan Al Azhar selama ini telah terjalin kerjasama yang baik, terutama kerjasama untuk ciptakan Ciliwung yang Bersih Indah dan Sehat. Untuk menciptakan kali Ciliwung yang Bersih Indah dan Sehat itu tidak dapat tercipta dengan acara seremonial saja, maka pada hari ini setelah selesai apel bersama ini kita semua harus turun ke sungai tunjukkan karya nyata dari kita semua.” Ucap Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo.

“Setelah lebih dari 6 bulan Kodam Jaya/Jayakarta mengolah Kali Ciliwung dengan semangat, maka sekarang disepanjang kali Ciliwung kita akan banyak menjumpai para pemancing ikan. Dan mereka semua ketika ditanya apakah mendapatkan ikan, maka semua menjawab dapat ikan. Itu semua adalah bukti nyata dari semua yang telah kita lakukan selama 6 bulan ini.” Tambah Pangdam.

Sementara itu Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. DR. Ir. Sardi sar, M. Eng. Sc mengatakan “adanya tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat maka antara Universitas Al Azhar Indonesia dan Kodam Jaya/Jayakarta sama-sama memiliki potensi untuk bersama-sama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Perjanjian ini merupakan penghargaan kami kepada Kodam Jaya yang telah berkomitmen menciptakan ciliwung yang bersih, maka al azhar dengan sumber daya yang ada juga akan turut berpartisipasi untuk membantu program Ciliwung bersih, indah dan sehat.

“Diharapkan kerjasama ini tidak hanya dibidang ini saja, tetapi akan terus berkembang ke banyak bidang kerjasama yang dapat dilakukan antara Universitas Al Azhar Indonesia dengan pihak dari Kodam Jaya/Jayakarta” ucap Rektor.

Selesai pelaksanaan penandatangan komitmen kerjasama, kegiatan dilanjutkan dengan langsung turun pembersihan kesepanjang bantaran sungai ciliwung. Dengan penuh semangat adik-adik mahasiswa universitas Al Azhar Indonesia dengan di dampingi oleh para dosen dan anggota TNI AD Kodam Jaya melakukan pembersihan sampah yang ada. Diharapkan dengan karya nyata pembersihan yang dilakukan, cita-cita mewujudkan kali ciliwung sebagi ikon ibukota Jakarta dapat terwujud.

Acara ini turut dihadiri oleh Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI Ibnu Tri Widodo dan para pejabat jajaran Kodam Jaya/Jayakarta, pimpinan Universitas Al Azhar Indonesia, perwakilan undangan dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah. (arf)

Komisi III Desak Kajati Tindak Tegas Jaksa Nakal Sesuai Kewenagan

Sanksi Internal tak Membuat Efek Jera
 


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Komisi III DPR RI, dalam waktu dekat bakal sidak langsung ke Jawa Timur terkait banyaknya laporan ulah oknum jaksa nakal yang tersebar dibeberapa Kejaksaan Negeri (Kejari) di wilayah Jatim yang diterima. Salah satunya, adanya laporan oknum jaksa nakal di beberapa kejaksaan di Jawa Timur yang belakangan menyita perhatian masyarakat. Pasalnya, seorang jaksa yang diharapkan menegakkan hukum, justru mencederai hukum.






“Saya sudah konfirmsi langsung ke Pak Kajati, Pak Elvis, beliau berjanji akan menindak tegas jaksa-jaksa nakal yang mencoreng institusinya. Beliau sudah sampaikan, selama masih memimpin Kejaksaan Tinggi Jatim, berjanji akan memperbaiki,” ujar Ir. H.Adies Kadir, SH. M. Hum, anggota Komisi III DPR RI dalam kegiatan di Surabaya, Minggu (31/5).

Lanjut anggota DPR RI Dapil Surabaya-Sidoarjo ini, Kajati Jatim mempersilahkan tim Komisi III bisa langsung melakukan kunjungan ke Jawa Timur. Rupanya, tak hanya banyaknya persoalan ulah jaksa nakal yang tengah disoroti Komisi III dan juga Komisi Kejaksaan (Komjak). Diantaranya, banyaknya para jaksa yang tak profesional melakukan tugasnya sebagai aparat penegak hukum.

“Memang laporan yang masuk ke kita, tidak saja jaksa-jaksa dari Surabaya. Ada laporan dari Kejari Pasuruan juga. Memang sudah kita agendakan, kita akan turun ke Jatim menyangkut banyaknya pesoalan itu tadi. Bahkan Pak Elvis bilang ke kita, siap mengumpulkan jaksa-jaksa se Jawa Timur ketika kita melakukan kunjungan spesifik. Yang jelas, kami meminta kepada Pak Kajati bisa melakukan tindakan sesuai kewenangannya. Dan ini sudah menjadi atensi dari Komisi III,” sambung Adies.

Sekedar diketahui, aksi nakal oknum jaksa Rachmad Wirawan dari Kejari Tanjung Perak yang telah menghebohkan persidangan lantaran telah menguras rekening terdakwa melalui ATM yang sudah menjadi BB (barang bukti), sempat menjadi. Uniknya, oknum jaksa ini dengan mudah mengembalikan uang yang dicuri itu. Anehnya, kejaksaan seolah belum bereaksi atas ulah nakal oknum ini.

Tetapi, para pengamat hukum mendesak kepada kejaksaan professional dalam menangani kasus jaksa nakal. Artinya, kejaksaan tak hanya bisa menerapkankan sanksi secara internal tapi juga melihat pidana yang dilakukan. Jika jaksa nakal hanya disanksi secara internal, dipastikan tak akan membuat efek jera bagi para jaksa lain.

“Kalau hanya sanksi internal saja, ya percuma. Kejaksaan harus punya keberanian melaporkan ulah oknum jaksa nakal ini ke polisi. Jika tidak ada keberanian, bisa saja akan ada kasus-kasus serupa,” ujar pengamat hukum I Wayan Titib Sulaksana ini. (arf)

Kawasan Dolly Akan Jadi Pusat Akik Surabaya

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membangun kota, membuat Kota Pahlawan menjadi jujugan belajar bagi banyak kota/kabupaten di Indonesia. Yang terbaru, Pemkot Surabaya dan Pemkot Palu melakukan kerja sama jaringan lintas perkotaan. Penandantangan kesepakatan bersama antara kedua pemerintah kota tersebut digelar di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2015).

Hadir dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Wali Kota Palu Rusdi Mastura, juga Pemkab Banjarmasin dan Tual. Serta jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan kota-kota lain,” ujar Wali Kota Tri Rismaharini mengawali sambutannya.

Wali kota lantas menjelaskan tentang ‘wajah’ Surabaya dulu yang sempat terkenal dengan keberadaan enam lokalisasi. Karena kuatnya komitmen Pemkot Surabaya dan juga dukungan dari warga, keenam lokalisasi tersebut bisa ditutup. Kini, kehidupan warga di lokalisasi yang dulunya mendapat stigma buruk tersebut, kini telah berubah total.

“Di Dupak, warganya sudah bisa ekspor produk kerajinan. Sementara di Dolly, warganya juga sudah gerak. Sudah banyak warga yang berhasil dan ikut pameran UKM,” ujarnya.

Wali kota yang masuk dalam 50 besar tokoh paling berpengaruh di dunia tahun 2015 versi Majalah Fortune ini mengatakan, khusus untuk kawasan Dolly, Pemkot Surabaya berencana menjadikannya sebagai pusat akik Surabaya pada Agustus nanti, dengan harapan bisa meningkatkan ekonomi warga setempat. Kebetulan, bisnis akik tengah booming.

 “Rencananya Agustus nanti. Kami sudah mengirim beberapa warga di sana untuk belajar soal batu akik ke Pacitan dan Kalimantan,” jelas wali kota.

Sementara Wali Kota Palu, Rusdi Mastura menegaskan, pihaknya senang bisa belajar dari Surabaya. Dikatakan Rudi, dirinya tahu persis bagaimana perkembangan Surabaya dari dulu hingga sekarang. “Saya dulu kuliah di Jakarta dan seringkali mampir ke Surabaya sehingga saya tahu persis bagaimana dulunya Surabaya. Karena itu, kami senang bisa belajar dari Surabaya,” ujar Rudi.

Wali kota yang mengaku pernah aktif sebagai pemain bola di era kompetisi sepak bola Galatama ini memaparkan, kondisi Palu saat ini tengah berkembang cukup pesat. Indikatornya, angka pertumbuhan terus naik. Sementara angka pengangguran terus menurun dari tahun ke tahun. “Mudah-mudahan, Palu bisa mengikuti Surabaya menjadi kota yang maju dan nyaman ditinggali warganya,” sambung dia.

Di akhir penandatanganan kesepakatan bersama tersebut, kedua kepala daerah bertukar cindera mata. Menariknya, Wali Kota Palu memberikan kenang-kenangan batu mulia kepada Wali Kota Tri Rismaharini.(arf)

Kredit Fiktif, Puluhan Pegawai Bank Jatim Malang Diperiksa

Terkait Kredit Bermasalah,Tiga Staf Kebangpol selaku pemohon Kredit ditetapkan tersangka




KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dugaan penyimpangan kredit di Bank Jatim cabang Malang terus didalami oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Kasus yang mulai disidik sejak sebulan lalu oleh Penyidik Pidana Khusus Kejati Jatim ini masih seputar pemeriksaan saksi-saksi.


Menurut Kasipenkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, kasus tersebut terungkap ketika terjadi kredit macet yang diajukan tiga staf Kesbangpol Malang yakni AF, TM dan MM. Saat itu ke tiga orang yang saat ini telah dijadikan tersangka oleh penyidik telah mengajukan kredit untuk 23 PNS di Kesbangpol tahun 2014 dan telah cair Rp 12 milliar.

Namun setelah dicairkan, pada angsuran kedua, pihak pengaju kredit atau debitur sudah tidak lagi membayar cicilannya alias mampet. "Setelah dicek oleh pihak Bank, ternyata ketiga tersangka bukanlah seorang PNS dan 23 PNS yang diajukan sebagai pemohon kredit ternyata juga fiktif,"terang Romy, Sabtu (30/5/2015).

Ngerinya lagi, ketiga tersangka tersebut ternyata juga  berhasil membobol kredit di Bank Jatim cabang Kota Malang dua kali di tahun yang sama. Nah, bagaimana bisa dua kredit bermasalah yang diajukan tersangka lolos, itu yang dicari tahu penyidik. "Pekan kemarin puluhan pegawai Bank Jatim Malang dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan setiap hari," lanjut Pria asal jambi ini.

Dalam sepekan itu, lanjut Romy, semua saksi yang dimintai keterangan dalam kasus ini berasal dari Bank Jatim. Pemeriksaan dilakukan secara maraton sejak hari Selasa (26/5) hingga Kamis (29/5). "Semua saksinya berjumlah 29 orang," katanya.

Rinciannya, yang diperiksa hari Selasa dua analis Bank Jatim Kota Malang; hari Rabu diperiksa satu analis dan tiga penyelia kredit; selanjutnya 17 pegawai Bank Jatim diperiksa di hari Kamis; dan terakhir, Jumat, sebanyak delapan penyelia kredit dimintai keterangan.

Ditanya materi pemeriksaan yang dilakukan kepada puluhan pegawai Bank Jatim itu, Romy mengaku tidak tahu rinciannya. Alasannya, data pemeriksaan belum diterimanya dari penyidik. "Yang pasti semua saksi dimintai keterangan terkait kredit fiktif di Bank Jatim Kota Malang," kata Kasipenkum asal Jambi itu.

Untuk diketahui, selain di Kejati, tiga tersangka kasus ini kini juga tengah dibidik Ditreskrimsus Polda Jatim dalam kasus dugaan kredit fiktif ke dua, juga terjadi di Bank Jatim Kota Malang. Di Polda, kasus kedua masih tahap penyelidikan. Dalam menangani kasus ini, Polda berkoordinasi dengan Kejati karena kasus yang ditangani pelakunya sama.

"Kalau kasus yang ditangani Polda satu rangkaian, penanganannya kami serahkan ke Kejati. Kalau berdiri sendiri, tentu tetap akan ditangani di sini (polda, red)," kata Kombes Pol Idris Kadir beberapa hari lalu, yang saat mengomentari kasus ini, dia masih menjabat Direktur Reskrimsus Polda Jatim. (Komang)

Aset TNI AD Gunungsari Ditertibkan

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Kodam V/Brawijaya berkomitmen untuk menjaga dan menertibkan semua aset negara yang berada di bawah tanggung jawab Kodam V/Brawijaya. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah RI No 27 tahun 2014 tanggal 24 April 2014 tentang pengelolaan barang milik negara/daerah, Permenkeu RI No 33/PMK.06/2012 tanggal 24 Pebruari 2012 tentang tata cara pelaksanaan sewa barang milik negara, Permenkeu RI No 78/PMK.06/2014 tanggal  30 April 2014 tentang tata cara pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara, Kepmenkeu RI No 403/PMK.06/2013 tentang tindak lanjut hasil penertiban barang milik negara pada kementerian/lembaga.

Salah Satu lahan aset yang akan ditertibkan adalah lahan yang berada di kompleks Kesatrian Gunungsari Surabaya. Hal ini dilakukan karena aset tersebut telah disalahgunakan peruntukannya atau digunakan tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Adapun risalah Tanah Kesatrian Gunungsari adalah tanah peninggalan Belanda bekas Eigendom Verbonding 9837 atas nama Gouverment Van Nederland Indie dikuasai oleh TNI AD sejak tahun 1950 tanah Kesatrian Gunungsari dipergunakan untuk perkantoran dan rumah dinas serta sarana prasarana penunjang Kodam VIII/Brawijaya.

Pada tahun 1956 diajukan pengukuran tanah oleh Zeni Bangunan Terr. V. Brawijaya dan P.K.M. 5034 Malang Kepada Kantor Pendaftaran Tanah Kota Surabaya kemudian terbit Surat Ukur No 31/1956/A.W Tgl 19 Desember 1956 dengan Luas Tanah 1.060.860 M².

Sesuai Surat Edaran dari KMKB (Komando Militer Kota Besar) Surabaya No. Se.002/2/1962 Tgl 21 Pebruari 1962  bahwa rumah dinas di Jl. Gunungsari dibangun oleh Yayasan Sawunggaling KMKB yang diperuntukan anggota yang berpangkat Tamtama Angkatan 45.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam No 46/III/1979 tanggal 21 Maret 1979 tentang penghibahan dan pengukuhan status bangunan eks yayasan Sawunggaling sebagai pemilik perorangan sejumlah 38 KK dengan isi keputusan sebagai berikut :

a.            Eks yayasan Sawunggaling yang terletak di Jl. Gunungsari Surabaya dikukuhkan statusnya menjadi milik perorangan.

b.            Tanah tetap berstatus MILIK TNI AD dan kepada mereka diberikan hak sewa, luas dan ukurannya disesuaikan dengan batas yang telah ditentukan.

c.            Penyelesaian persewaannya ditentukan dan diatur dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku di lingkungan TNI AD dan disesuaikan dengan Kota Surabaya.

                   Pihak Kodam V/Brawijaya telah melakukan upaya-upaya penertiban aset-aset TNI AD Cq. Kodam V/Brawijaya berupa tanah yang terletak di Jl. Gunungsari antara lain :

a.           Kodam V/Brawijaya telah melaksanakan pendataan data/pemutahkiran data penghuni Jl. Gunungsari dengan dasar Sprin Pangdam V/Brawijaya Nomor Sprin/1003/VI/2014 tanggal 17 Juni 2014 dengan menunjuk Danrem 084/Bhaskara Jaya sebagai Ketua.

b.           Kodam V/Brawijaya telah menerbitkan Nomor Sprin/1043/VI/2014 tanggal 23 Juni 2014 kepada Danrem 084/Bhaskara Jaya agar segera merencanakan kegiatan pengamanan dan penertiban tanah dan bangunan TNI AD Cq. Kodam V/Brawijaya di Jl. Gunungsari Surabaya.
c.           Kodam V/Brawijaya telah mengundang pihak-pihak yang saat ini menempati tanah yang terletak di Jl. Gunungsari pada tanggal 20 Agustus2014 bertempat di Aula Makodam V/Brawijaya yang dihadiri oleh 71 KK dari 102 KK yang diundang.

d.           Danrem 084/Bhaskara Jaya selaku ketua pengamanan dan penertiban aset  tanah dan bangunan TNI AD Cq. Kodam V/Brawijaya di Jl. Gunungsari Surabaya dengan dasar Sprin Danrem 084/BJ Nomor Sprin/229/X/2014 tanggal 27 Oktober 2014 telah dilaksanakan pendataan pada tanggal 27 - 28 Oktober 2014.

e.           Kodam V/Brawijaya pada hari Senin 18 Mei 2015, dengan surat undangan pemanggilan Nomor : B/979/V/2015 tanggal 11 Mei 2015  telah memanggil  warga penghuni Jl. Gunungsari Surabaya, bertempat di Aula Makodam V/Brawijaya yang dihadiri oleh 49 KK dari 103 KK yang diundang, membicarakan tentang  sosialisasi  sewa menyewa, kerjasama dan penertiban lahan milik TNI AD Cq. Kodam V/Brawijaya yang terletak di Jl. Gunungsari Surabaya.

f.            Surat Kazidam V/Brawijaya Nomor B/1310/XII/2014 tanggal 4 Desember 2014 tentang Somasi I kepada para penghuni rumah 44 KK diatas tanah TNI AD secara illegal.

g.           Surat Kazidam V/Brawijaya Nomor B/1482/XII/2014 tanggal 31 Desember 2014  tentang Somasi II kepada para penghuni rumah 38 KK diatas tanah TNI AD Secara illegal.

h.         Surat Kazidam V/Brawijaya Nomor B/392/IV/2015 tanggal 15 April 2015 tentang Somasi III kepada para penghuni rumah 37 KK diatas tanah TNI AD secara illegal.

Bagi penghuni yang belum/tidak mengajukan surat permohonan kerjasama/sewa-menyewa lahan akan dijadikan sasaran penertiban. Sasaran penertiban pada tahap I (pertama) ada 4 (empat) rumah diantaranya : Jl. Gunungsari No. 29 Usaha Stel Peleg, Jl. Gunungsari No. 37 B Usaha Bengkel, Jl. Gunungsari No. 37 C Bengkel-Rental dan Jl. Gunungsari No. 122 Rumah Kosong. (asmo)

Sabtu, 30 Mei 2015

93 Panwas Dilantik Untuk Menyambut Pesta Demoktrasi 5 Tahunan.

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pestra demokrasi lima tahunan berupa Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Kota Surabaya tinggal menghitung bulan, persiapan demi persiapan mulai disusun oleh Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya dengan melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, pelantikan yang dilakukan kemarin (30/5) di Graha Sawunggaling, Gedung Pemerintah Kota, Jimerto, Surabaya.

Acara yang juga dihadiri Walikota Surabaya, jajaran Forpimda, beserta para Musipida dan juga seluruh Ketua Partai DPC/DPD Kota Surabaya, dibuka dengan terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan Panitia Pengawas Pemilihan Walikota oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Walikota, Wahyu Haryadi.

Wahyu mengharapkan kedepannya seluruh 93 anggotanya dapat bersikap secara independen tanpa memihak dan segera mengambil langkah sesuai instruksi secara tertulis. Wahyu menambahkan, “Surabaya kini menjadi pilot project dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berintegritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jangan sampai terjadi satu sen pun penyalahgunaan anggaran”.

Walikota mengucapkan terima kasih atas peran serta seluruh pihak, karena menurutnya peran Panwas sangat penting dan ditunggu oleh masyarakat. “Peran semua akan berpengaruh terhadap komisi lima tahun ke depan di Kota Surabaya, peran para Panwas semua sangat mulia. Sehingga nantinya karena pemilihan yang tepat akan melahirkan anak-anak yang memperoleh pendidikan yang baik, dan masyarakat akan mendapatkan akses yang lebih baik. Ini semua berkat saudara semua yang melakukan proses demokrasi yang baik dan benar,” tegas Walikota.

Walikota meyakini jika program ini dilakukan dengan benar, maka surabaya bisa menjadi salah satu kota terbaik di Dunia. Walikota juga merasa bangga ketika mendengar kabar jika Surabaya menjadi pilot project dari KPK. Usai memberi sambutan, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Ketua Panwas diikuti para jajaran Forpimda berjalan dan menyalami satu persatu panitia pengawas pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. (arf)

KORAMIL 01/MENTENG BERHASIL KEMBANGKAN METODE HIDROPONIK DI WILAYAHNYA

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Koramil 01/Menteng Dim 0501/Jakarta Pusat BS melaksanakan panen raya metode hidroponik yang berhasil dikembangkan di wilayahnya, bertempat di RT 07/RW01, Kel. Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Hadir dalam kegiatan panen raya tersebut antara lain Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Camat Menteng, Kapolsek Menteng, Lurah Cikini dan masyarakat di wilayah RT 07/RW01, Kel. Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Apa yang kami lakukan ini berawal dari ide salah satu warga yang kebetulan merupakan anggota Mitra Babinsa Koramil 01/Menteng, yang ingin memanfaatkan lahan terbatas bahkan dibilang sempit di wilayah tempat tinggalnya untuk di ubah menjadi lahan hijau yang produktif dan bermanfaat bagi warga, ungkap Danramil 01/Menteng Mayor Arh Ali Akbar.

“Selanjutnya kami sebagai Satkowil yang bertugas melaksanakan pembinaan di wilayah, merespon , menindaklanjuti dan memfasilitasi ide yang bagus tersebut dengan mencoba mengembangkan menanam sayur-sayuran dengan menggunakan metode hidroponik di wilayah tersebut dan alhamdulilah hasilnya dapat dilihat sekarang ini”, papar Danramil.

Untuk jenis sayur-sayuran yang kita tanam antara lain seperti kangkung, selada dan bayam. Selanjutnya keberhasilan ini, akan terus kami kembangkan di selurtuh wilayah Menteng, tutup Danramil.

“Terima kasih Bapak TNI atas bantuannya, sehingga lingkungan kami menjadi hijau dan kami bisa memenfaatkan sayur-sayuran yang ada di lingkungan kami untuk konsumsi makanan kami sehari-hari”, ungkap Hendra salah seorang warga. (arf)

PEMBEKALAN OLEH KASREM KEPADA CALON PESERTA DIKTUKPASUS 2015 KOREM 051/WIJAYAKARTA

KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Kepala Staf Korem 051/Wijayakarta Letkol Inf Moch Zamroni memberikan pembekalandan pengantar semangat kepada 145 orang Prajurit yang berpangkat Peda-Pelttu yaitucalon peserta Diktuk pasus TNI-AD 2015 Jumat,(29/5).Materi pembekalan itu disampaikan Kasrem menjelang pendaftaran peserta DiktupasusDalam  kesempatan  itu,  Letkol  Inf  Moch  Zamroni  mengemukakan,  selain  memiliki kebanggaan  dan  status  sosial  yang  lebih  dari  sebelumnya,  perubahan  status  daribintara menjadi perwira juga membawa konsekuensi dengan makin besarnya tugas dantanggung  jawab  yang  dipikul."Oleh  karena  itu,  para  calon  peserta  harus  mampumengubah pola pikir dan pola sikap dari seorang bintara ke perwira," katanya .Berbekal masa kedinasan yang cukup panjang, Kasrem yakin para pelda-pelttu ini akanmampu menjadi  andalan dan dapat  membawa angin perubahan organisasi  ke arahyang lebih baik.

Kasrem menjelaskan bahwa untuk persyaratan penerimaan menjadi calon DiktukpasusT.A. 2015 lulusan SMA, Pada saat pembukaan pendidikan pertama paling rendah usia45 tahun,  sehat  jasmani  dan rohani  serta  tidak berkacamata,  tidak memiliki  catatan pelanggaran satuan.

Acara Pengarahan ditujukan untuk menjelaskan mekanisme pelaksanaan pemeriksaan awal  kepada  para  Calon  Diktukpasus,  dengan  harapan  para  Calon  memperolehpemahaman  tentang  pelaksanaan  seleksi  oleh  Tim  Werving  yang  dilaksanakan dengan benar, jujur, transparan dan obyektif,  serta  tidak ada unsur manipulasi datamaupun KKN, sesuai ketentuan dan mekanisme yang telah ditentukan. (arf)

POS KORAMIL 03/GP DIHARAPKAN BERI PERUBAHAAN KONDISI KEAMANAN YANG KONDUSIF

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Barat) Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama (Wkr) Kolonel Kav Muhammad Zamroni didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0503/Jakarta Barat (JB) Letkol Inf M. Asmi meresmikan Pos Koramil 03/Grogol Petamburan, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (29/5).

Dalam peresmian Pos Koramil tersebut, ternyata disambut hangat oleh semua komponen Jakarta Barat, baik itu Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar), Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas), dan Organisasi Masyarakat (Ormas).  

Bahkan semua unsure Jakbar menyatakan terima kasih dengan kehadiran Pos Koramil 03/Grogol Petamburan yang bisa dijadikan masyarakat Jakbar untuk koordinasi Keamanan di wilayah Grogol dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian.

“Dengan adanya Pos Koramil 03/Grogol Petamburan ini, saya menyimpulkan trima kasih. Karena semua unsur menyatakan trima kasih.   Mudah-mudahann terima kasih ini dapat diwujudkan Kodim 0503/JB dengan adanya perubahan kondisi keamanan, jangan sampai, sudah berdiri Pos koramil ini, tapi perubahan kondisi keamanan podo wae (sama saja) alias tidak ada perubahan,” kata Danrem 052/Wkr Kolonel Kav Muhammad Zamroni.

Ia juga minta keberadaan pos Koramil tersebut, didukung oleh seluruh komponen masyarakat Jakbar, dan juga  berdampak positif pada perubahan situasi, seperti merubah daerah kumuh berantakan di wilayah tersebut menjadi daerah yang bersih, rapi dan tertib. 

Menurutnya, dengan adanya Pos Koramil ini, selain sebagai tempat konsolidasi personel, dan pelaksanaan kegiatan administrasi, juga untuk memobilisasi anggota TNI sebagai titik berkumpul, untuk menjangkau masyarakat Grogol, dengan harapan bisa lebih dekat dan berinteraksi dengan lingkungan, sehingga anggota TNI wilayah tersebut semakin faham situasi wilayah.

Dandim 0503/JB Letkol Inf  M Asmi mengatakan Pos Koramil 03/Grogol Petamburan, diharapkan bisa menjadi cikal bakal terbentuknya Koramil 08/Grogol, karena saat ini Koramil 03/Grogol Petamburan mempunyai teritorial dua kecamatan yaitu Kecamatan Grogol dan Petamburan dan markas Koramil 03/ Grogol Petamburan berada di Kecamatan Petamburan.

Sementara itu Wakil Walikota Jakbar M Yuliadi memuji Kodim 0503/JB dengan pembangunan Pos Koramil 03/Grogol Petamburan yang dinilainya pelaksanaanya sangat kilat, pasca Serah Terima Jabatan Dandim 0503/JB dari Letkol Arh Riksawan Ardhianto kepada Letkol Inf M Asmi awal Maret 2015 lalu.

“Walaupun memang ada sedikit kendala dalam pembangunan Pos Koramil tersebut, saya kaget Pak Dandim Asmi menyampaikan ke saya pada Jumat 29 Mei 2015 akan meresmikan Pos Koramil ini. Namun demikian kami berterima kasih dengan adanya Pos Koramil tersebut yang diharapkan bisa membantu kondisi keamanan di Jakbar, khususnya di Grogol,” ujar M Yuliadi.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Kapolres Jakbar Kombes Pol Rudy Heriyanto, Kapolsek Grogol, Camat Grogol, para Komandan Koramil (Danramil) Kodim 0503/JB dan tokoh masyarakat setempat. (arf)

Gelar Simulasi Kebakaran Lapas Kelas II B Tulungagung

KABARPROGRESIF.COM : (Tulungagung) Korem 081/DSJ, Sekitar pukul 09.00 WIB, Lapas Tulungagung dikagetkan dengan kepulan asap yang berasal dari halaman lapas akibat ulah para tahanan yang melakukan aksi pembakaran terhadap salah satu ruangan tahanan yang akan berusaha melarikan diri.(29/5).

Namun dengan kesiapsiagaan serta ketangkasan anggota TNI dari Kodim Tulungagung, dan Personel PHH Lapas Kelas II B Tulungagung serta dibantu oleh Sat Pol PP dan Polres Tulungagung, hanya dalam waktu singkat api penyebab kebakaran serta para tahanan yang berusaha kabur dapat segera diatasi. Itu semua hanya simulasi protap kegiatan latihan yang diperagakan Kodim 0807/Tulungagung bersama dengan personel lembaga pemasyarakatan Kelas II B Tulungagung, SatPol PP dan Polres  Tulungagung.

Kebakaran dan aksi melarikan diri dari tahanan yang diperagakan merupakan latihan uji Protap. Tujuan dari latihan uji protap ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan anggota Kodim 0807/Tulungagung bersama Personel PHH Lapas Kelas II B Tulungagung serta dibantu oleh Sat Pol PP dan Polres Tulungagung apabila terjadi kebakaran maupun aksi melarikan diri dari para tahanan, dan Latihan bersama ini juga mempunyai tujuan untuk mengantisipasi bila terjadi kerusuhan di LP Tulungagung akan dapat segera diatasi bersama sama dengan instansi terkait.

Dalam kesempatan itu, Dandim 0807/ Tulungagung Letkol Arm Brantas Suharyo G. menjelaskan bahwa  dengan kerja sama yang baik ini maka antara Kodim Tulungagung, Instansi LP, Sat Pol PP dan Polres Tulungagung akan terjalin semakin erat dalam mengatasi setiap kejadian yang ada di LP Tulungagung. Kegiatan latihan bersama ini merupakan kegiatan non program dalam mendukung tugas pokok TNI dalam mendukung tugas pemerintah Daerah guna menciptakan rasa aman dan nyaman. Latihan bersama ini melibatkan personel 60 orang TNI, 70 orang personel Polres Tulungagung dan 30 orang Sat Pol PP.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MOU Nota kesepahaman Pengendalian Gangguan Keamanan di LP Kelas II B Tulungagung anatara Dandim 0807/Tulungagung, Kapolres, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Dinas kesehatan, Satuan pemadam kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Tulungagung. (arf).

Jumat, 29 Mei 2015

Terkait diperas Jaksa Kito , Terdakwa Stanly Sudah Diperiksa Aswas Kejati Jatim

Istri terdakwa segera diperiksa

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jatim, Arief mengaku telah melakukan klarifikasi ke Go Kho Yuan alias Stanly terdakwa kasus narkoba yang mengaku  telah diperas oleh  Jaksa Kejari Surabaya , yakni Suwaskito Wibowo atau akrab dipanggil Kito sebesar Rp 450 juta dan baru dicairkan Rp 80 juta.

Klarifikasi tersebut dilakukan tim pengawasan di Rumah Tahanan Kelas 1 di Medaeng Sidoarjo, tempat terdakwa stanly menjalani penahanan. " Kamis kemarin kami sudah melakukan klarifikasi ke terdakwa di Rutan Medaeng,"Ungkap Arief saat dikonfirmasi di Kejati Jatim, Jum'at (28/5/2015).

Diterangkan Arief, saat diklarifikasi, terdakwa Stanly memberikan keterangan yang sama, sewaktu membongkar dugaan pemerasan tersebut.  "Tetap dia bilang sudah bayar ke Jaksa Kito, untuk bisa meringakan hukumannya,"terang Arief.

Meski belum mendapatkan laporan resmi dari pihak keluarga, Aswas mengaku juga akan melakukan klarifikasi ke Nelly, Istri terdakwa Stanly, yang sebelumnya juga turut 'bernyanyi'. "Istrinya juga akan kami mintai keterangan, kemungkinan kalau tidak senin ya selasa akan kami datangi,"pungkasnya.

Saat ditanya, sampai kapan pemeriksaan ini akan berakhir, Pria berpangkat Jaksa Muda Pratama ini mengaku akan secepatnya merampungkan pemeriksaan kasus ini. "Dua minggu lagi sudah kita buatkan kesimpulan hasilnya,"ujar Arief.

Jika nantinya, dugaan pemerasan itu terbukti, maka sanksi beratpun akan disodorkan ke Jaksa Kito. "Kalau terbukti, pejabat dilingkungan Kejari Surabaya juga akan kena, tapi kami belum bisa menentukan sanksinya,"jelasnya.

Hingga saat ini, sudah ada empat orang yang sudah diperiksa bidang pengawasan, namun pemeriksaan tersebut baru seputar administrasi perkara ini saat dilimpahkan Penyidik Kepolisan ke Kejari Surabaya. "Kalau pemeriksaan administrasinya sudah kita periksa, kami oeriksa empat orang, sedangkan ranah pemerasaannya baru kita mulai,"ungkapnya.

Aswas meminta, kasus ini agar dijadikan pelajaran bagi para jaksa dimanapun, khususnya di Jawa Timur. "Kami harap ini jadi pembelajaran bagi yang lain. Kami pun sudah sering kali mengingatkan, tapi masih juga ada yang nakal,"keluhnya.

Perkara ini mencuat setelah terdakwa Stenley bernyanyi dalam sidang di PN Surabaya, Senin lalu. Dia menyebut diminta uang sebesar Rp 450 juta oleh jaksa Kito untuk meringankan hukuman atas dirinya. Terdakwa kasus narkoba ini kemudian menawar, dan akhirnya disepakati dana Rp 150 juta.

Lenny, istri terdakwa lantas menemui Kito. Setelah berbincang, dia menyerahkan uang Rp 80 juta sebagai tanda jadi. Lenny mengaku uang itu diserahkan langsung ke Kito di dalam mobil Innova di dekat kantor Kejari Surabaya, Februari lalu. Ternyata, dalam perkembangannya, Stanley tetap dituntut tujuh tahun penjara dan akhirnya divonis hukuman penjara selama 5,5 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair empat bulan.

Kasus tersebut juga belum inkracht, sebab terdakwa dan jaksa sama-sama menyatakan banding usai mendengar hakim membacakan vonisnya. (Asmo/Komang)

'Kuras' Rekening Terdakwa, Apakah Jaksa RW Bersalah?

Putusan Akan Disimpulkan Tiga Hari Lagi

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Proses pemeriksaan kasus dugaan menguras rekening barang bukti milik Dermawan, terdakwa kasus penggelapan yang dilakukan Rahmat Wirawan (RW) , Jaksa Kejari Tanjung Perak akan memasuki babak akhir.

Dalam hitungan hari, Bidang Pengawasan Kejati Jatim akan menentukan nasib Jaksa RW, apakah bersalah atau tidak. "Sudah kelar, senin akan buatkan kesimpulannya,"terang  Arief,  Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jatim saat dikonfirmasi, Jum'at (29/5/2015).

Anehnya, diakhir proses pemeriksaan, Dua rekening berisi Rp 1,5 miliar dan Rp 180 juta yang sempat berkurang sampai Rp 450 juta itu belakangan diketahui sudah kembali.

Uang yang sempat dikuras tersebut,  dikembalikan lagi ke rekening milik terdakwa Dermawan, warga Bekasi. Namun siapa yang mengembalikan, Arief tau mau menjelaskannya.

"Memang ada pengembalian ke rekening terdakwa, tapi dikembalikan secara berangsur dan nilai uangnya sudah mendekati seperti semula,"terangnya.

Terungkapnya pengembalian uang tersebut diketahui setelah tim pengawasan melakukan pemerikaaan ke terdakwa Dermawan yang diajak ke Bank untuk melakukan print out atas buku rekeningnya.

"Dari situlah, tim mengetahui kalau jumlah uang didalam rekening sudah kembali seperti semula, sekitar Rp 1,5 milliar,"ungkap Arief.

Seperti diketahui, Rahmat Wirawan (RW) bertindak sebagai jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara penggelapan dengan terdakwa Dermawan (Dr), pria asal Bekasi.

Rekening dan ATM milik terdakwa disita sebagai barang bukti. Ternyata, uang Rp 1,5 miliar yang ada di dalamnya menyusut. RW diduga menguras isi ATM itu dengan tiga cara. Dipindah ke rekening pribadinya, dialihkan ke rekening atas nama seorang petugas honorer Kejari Sidoarjo (atas perintahnya), dan ada yang diambil secara tunai.

Sejak 1 April 2015, perkara ini mulai disidangkan. Sejak proses sidang, semua barang bukti dibawa oleh jaksa Wirawan selaku JPU. Sampai 7 Mei, baru dikembalikan ke petugas barang bukti.

Mencuatnya kasus ini berdasarkan  informasi dari  Edward selaku saksi pelapor. Pada 2 april 2015 dan  sekitar awal Mei 2015, Edward mengetahui  adanya  pergerakan uang keluar dari rekening terdakwa.

Kasus inipun dilaporkan Internal Kejari Tanjung Perak ke Asisten Pengawasan (Aswas). Aswas mengambil langkah cepat dan melakukan pemeriksaan terhadap Jaksa Rahmat Wirawan. Selain itu, Kasipidum Kejari Tanjung Perak, Fatoni dan jaksa Imron Mashudi selaku jaksa kedua dalam perkara ini juga turut diperiksa.

Terpisah, Terdakwa Dermawan dilaporkan oleh Edward selaku pemilik perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan bahan bangunan berupa seng gelombang.

Meski telah medapatkan gaji sebesar Rp 8 juta perbulan, Namun masih saja membuat Dermawan gelap mata, dia tak menyetorkan hasil penjulan seng gelombang tersebut.

Setelah dilakukan audit perusahaan, diketahui ada Rp 7 milliar uang hasil penjualan tidak disetorkan ke perusahaan, meski para pelanggannya sudah melakukan pembayaran lewat terdakwa.

Uang hasil penggelapan tersebut, oleh terdakwa digunakan untuk membeli dua rumah, dua unit truk tronton dan membeli mobil Honda Oddysey. Namun, uang hasil penggelapan itu tak dihabiskan semuanya, dia masih memiliki saldo yang tersimpan didua rekwning banknya, yakni sebesar Rp 1,5 milliar dan Rp 180 juta.

Lantaran tak ada niat baik dan tidak mau mengakui perbuatannya, Peristiwa itupun akhirnya dilaporkan ke Polsek Asemrowo. (Komang)

Empat Tahun 'Raib' , Kasus Jaksa Hamili Tahanan Berlanjut

Jaksa Hari Sutopo ditetapkan Tersangka Melanggar Pasal 330 KUHP, SPDP Sudah Dilimpahkan Ke Kejati Jatim

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Setelah empat tahun menghilang, kasus jaksa hamili tahanan ini sepertinya bakal menjadi bola panas bagi korps Adhyaksa Jatim.  Pasalnya pihak penyidik telah menetapkan Jaksa Hari Sutopo, Mantan Kasipidum Lamongan tersebut sebagai tersangka dalam dugaan melanggar pasal 330 KUHP.

Hari Sutopo yang saat ini tugas di Kejati Denpasar Bali ini dilaporkan telah membawa lari anak dari hasil hubungan gelapnya bersama Martha Indah Sapriani. Anak tersebut bernama Muhammad Akbar.

Kasus ini sempat mencoreng Korps Adhyaksa Jatim, saat itu Jaksa Hari Sutopo mendapat sanski berat yakni pencopotannya dari jabatan struktural sebagai Kasipidum Lamongan. Hari Sutopo terbukti telah menghamili Martha yang saat itu menjadi terdakwa kasus penggelapan di PN Surabaya.

Dalam penyidikan Pengawasan Kejati Jatim terungkap, jika Martha di bon oleh Hari Sutopo di penyidik Polrestabes Surabaya dengan maksud akan diperiksa dalam kasus lain, namun kenyataannya, Hari tidak membawa Martha ke Kejari Surabaya, melainkan ke Hotel Ibis Jalan Rajawali Surabaya.

Ironisnya, saat memboking kamar Hotel Ibis, Hari tak menggunakan identitas sendiri melainkan menggunakan KTP rekan sejawatnya yakni Henry Prabowo.

Didalam hotel itulah, Hari Sutopo melampiaskan nafsu birahinya hingga Martha Hamil. Bahkan Hari pun membiayai proses kelahiran Muhammad Akbar. Usai melahirkan, Martha tak bisa lagi melihat anak hasil hubungan gelapnya dengan Hari, Akbar ditipikan ke kakanya Martha.

Namun, selang beberapa hari ada orang yang mengaku disuruh Hari Sutopo untuk mengambil Akbar. Tapi Hari tak mengakui kalau telah mengambil Anaknya, hingga membuat Martha membongkar skandal cinta gelapnya dengan Hari Sutopo.

Karena tak berhasil menemukan keberadaan Muhammad Akbar, Martha pun melaporkan nya ke Polda Jatim, Tapi saat itu Penyidik belum bisa menemukan bukti-bukti dan saksi, hingga kasus ini terkatung-katung selama 4 tahun lamanya.

Dari berbagai sumber internal Kejari Surabaya menyebutkan, jika buah hasil hubungan gelap tersebut dilarikan ke Probolinggo. Banyak yang menyudutkan Jaksa Hendry terlibat dalam pelarian Akbar, mengingat Jaksa Hendry Prabowo berdomisili di Probolinggo.

Sementara, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Andi Muhammad Taufik membenarkan Kasus Jaksa Hari Sutopo berlanjut. Pada Jum'at (15/5/2015) lalu, pihak Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim telah  mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"SPDP nya sudah kita terima, Jaksnya Nining,"ujar Aspidum saat dikonfirmasi di Kejati Jatim (29/5/2015).

Namun, Andi mengaku tak akan terburu-buru menyimpulkan kasus ini, terlebih berkas perkara ini belum diterimanya."berkasnya saja belum tau, tunggu lah dan kami akan pelajari betul kasus ini,"tukasnya.

Sedangkan Aspidsus Kejati Jatim, Arief belum mendengar kasus ini berlanjut. Namun Arief tak mau mencampuri perkara Pidum ini. "Karena Hari Sutopo kan sudah dijatuhi sanksi pencopotan jabatan struktural, jadi kami tidak mungkin melakukan pemeriksaan lagi,"jelas Arief saat dikonfirmasi di Kejati Jatim, Jum'at (28/5/2015).

Namun Arief mengakui, jika Hari Sutopo bisa saja akan kembali diperiksa oleh bidang pengawasan, namun bukan pengawasan Kejati Jatim. " Untuk Kasus Pidum ini, Bisa saja Hari Sutopo kembali  diperiksa, tapi bukan kami , melainkan Pengawasan Kejati Bali yang melakukan, karena sekarang Hari Sutopo kan dinas di Kejati Bali,"urainya.

Saat ditanya mengapa Hari Sutopo bisa diperiksa lagi, Arief mengakui, kalau delik aduan yang dilaporkan berbeda dari pemeriksaan sebelumnya."kalau dulu kan laporannya Asusila hingga Hamil, tapi sekarang kan beda laporan, jadi bisa diperiksa lagi, dan itu tergantung Kejati Bali,"pungkasnya. (Komang)

Kodam Jaya dan BBWSCC Keruk Kali Ciliwung

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Normalisasi daerah aliran sungai Ciliwung memang tidak semudah yang dipikirkan. Perlu keseriusan, kerja keras, semangat dan kerja sama yang baik dari segala pihak tanpa terkecuali. Di samping itu, hal yang lebih mendasar adalah kesadaran dari masyarakat untuk menjadikan ciliwung lebih indah sebagai icon Ibukota Jakarta.

Sungai ciliwung yang salah satu permasalahannya adalah pendangkalan/sedimentasi aliran sungai, mengakibatkan jika terjadi hujan maka air tidak bisa ditampung seluruhnya disungai, sehingga terjadi luapan yang akibatkan banjir.

Kodam Jaya/Jayakarta bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah melakukan “serbuan” pada kali Ciliwung sejak akhir 2014, kali ini menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan pengerukan dasar sungai Ciliwung yang sudah mengalami pendangkalan dengan menggunakan satu unit excavator long arm.

Seperti yang terlihat pada pagi hari ini Jumat (29/05) sejak pagi dengan diawasi langsung anggota Kodim 0504/Jakarta Selatan, alat berat excavator long arm sudah bekerja melakukan pengerukan dasar sungai disamping jembatan Kalibata Jakarta Selatan.

Ini adalah salah satu bukti keseriusan Kodam Jaya dan Pemerintah untuk meminimalisir banjir Ibukota, dan mewujudkan kembali kali ciliwung menjadi indah dan bersih serta icon ibukota Jakarta. (arf)

KORAMIL 04/GAMBIR PEDULI WARGA YANG KURANG MAMPU

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Bertempat di RW 04 Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Jakarta Pusat, Koramil 04/Gambir bersama dengan Yayasan Budha Tzuchi membagikan bantuan kepada warga yang kurang mampu di wilayah Kel. Kebon Kelapa, Kamis (28/5/15).

Bantuan yang diberikan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak, gula, teh, kopi, mi instant, tepung, dan lain-lain.

Sebagai sesama manusia hendaknya kita harus senantiasa mempunyai kepedulian untuk saling membantu, terutama kepada warga yang membutuhkan bantuan dari kita, ungkap Wadanramil 04 Gambir Kapten Inf Suratno.

Semoga bantuan yang kita berikan ini dapat memberikan manfaat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dan dapat meringankan beban kebutuhan hidup yang semakin meningkat, tutup Suratno. (arf)

KESDAM JAYA MELAKSANAKAN LATIHAN MENEMBAK SENJATA RINGAN

KABARPROGRESIF.COM : (Depok) Kesdam Jaya melaksanakan latihan menembak senjata dalam 2 hari dari kamis 28 Mei sd 29 Mei 2015. bertempat di lapangan tembak Kesatrian Yonhubad Cimanggis Depok.

Prajurit TNI AD selalu berlatih dan terus berlatih untuk menjadikan dirinya prajurit yang profesional dan porposional. Dalam hal ini seluruh anggota Militer jajaran Kesdam Jaya melaksanakan latihan menembak dengan menggunakan senjata Pistol jenis FN untuk golongan Perwira dan M-16 untuk golongan Bintara dan Tamtama.

Latihan dasar menembak Pistol jenis FN-45 dan M-16 ini dimaksudkan untuk memelihara dan melatih kemampuan / ketangkasan menembak yang harus dimiliki oleh setiap Prajurit TNI AD dimanapun bertugas.

Kemampuan dan keterampilan menembak merupakan kemampuan dasar bagi seorang prajurit termasuk pengetahuan secara teknis, menembak dengan teknik benar (sesuai dengan prosedur penggunaan senjata).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja Bidang Latihan dan Pembinaan Satuan Prajurit TNI AD, agar keterampilan menembak para prajurit selalu terasah. Latihan ini dilaksanakan pada Semester 1 TA. 2015. (arf)

DANRAMIL O2/TB PIMPIN RAPAT KONSOLIDASI DENGAN PENGURUS MITRA JAYA

KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Komandan Koramil 02/TB Kapten Inf Sukma memimpin rapat konsolidasi Mitra Jaya Koramil 02/TB. Rapat bertempat di Makoramil 02/Tambora diikuti pengurus Mitra Jaya. Para ketua sub masing masing Kelurahan dan Para Babinsa.

Agenda yg dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengevaluasi kegiatan Mitra Jaya yang telah dilaksanakan dan rencana kegiatan kedepan. Danramil 02/TB menyampaikan kepada Mitra Jaya bahwa Mitra Jaya harus semakin kompak dan bersinergi dengan Babinsa diwilayahnya. Memberikan informasi sekecil apapun dan anggota mitra jaya harus bisa menjadi contoh dalam bertindak dan berbuat di masyarakat. (arf)

Danramil Cengkareng Terima Study Banding Mahasiswi Akademi Telkom Jakarta

KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Danramil 04/Cengkareng Kapten Inf Ober Purba menerima kunjungan Mahasiswi Akademi Telkom Jakarta Angkatan 13 yang melaksanakan study banding di Makoramil 04/Cengkareng, Jl. Cengkareng Indah, Kecamatan Cengkareng, Jakarta

Mahasiswi semester 2 ini melakukan observasi tentang wawasan kebangsaan di masa pemerintahan Presiden Jokowi ini. Kapten Inf Ober memberi tanggapan bahwa di masa pemerintahan sekarang ini sedang transisi menuju masyarakat sejahtera, maju dalam pendidikan dan kesehatan dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Ober juga menerangkan tentang 4 pilar sebagai tonggak/fondasi berdirinya Negara Indonesia, diantaranya Pancasila, UUD'45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. (arf)

DANDIM 0501/JAKARTA PUSAT BS PIMPIN PENGAMANANAN VIP/VVIP

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Dandim 0501/Jakarta BS Pusat Letkol Inf Martin S.M. Turnip, S.H. memimpin langsung apel dalam rangka pengamanan terhadap RI 1 (Presiden) dalam rangka menghadiri acara peresmian pembukaan Rakernas TIM Pengendalian Inflasi, bertempat  di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pengamanan tersebut melibatkan beberapa satuan selain dari Kodim 0501/Jakarta Pusat BS dan Paspampres, diantaranya adalah dari Yonkav 9/Bu, Intel Gab, Pomdam Jaya dan EOD.

Dandim menegaskan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan bukti komitmen tugas dan kesiapsiagaan prajurit dan satuan jajaran Kodim/Jakarta Pusat BS dalam rangka melaksanakan pengamanan VIP/VVIP.

Lebih jauh Dandim mengatakan, bahwa Presiden dan Wakil Presiden adalah lambang negara, di dalamnya terdapat kedaulatan negara, hal tersebut sangat berkaitan dengan tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Di dalam UU No 34 dengan tegas dinyatakan bahwa tugas TNI salah satunya adalah mengamankan Presiden, Wakil Presiden dan Kepala Pemerintahan. TNI akan bekerjasama dengan Kepolisian RI dalam pengamanan ini. “Untuk itu setiap rantai komando harus jelas dan tegas, sehingga seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya”, tegas Dandim. (arf)

PRAJURIT KOREM 052/WKR PERINGATI ISRA’MIRAJ NABI BESAR MUHAMMAD SAW 1436 H

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Timur) Segenap prajurit dan PNS Korem 052/Wijayakrama mengikuti acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1436H/2015 M, bertempat di Masjid Al Ikhlas Makorem 052/Wkr. Kamis (28/5)yang dipimpin oleh Danrem 052/Wkr Kolonel Kav Muhammad Zamroni.

 Pada kesempatan tersebut Komandan Korem 052/Wkr Kolonel Kav Muhammad Zamroni mengharapkan hikmah dari peringatan Isra’ Mi’raj supaya di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, karena peringatan Isra’ Mi’raj ini merupakan penyegaran kembali keimanan kita dapat mendukung tugaspokok TNI.

Sementara itu, Ustadz Drs. Fuad Rifai selaku penceramah mengatakan Isra Mi’raj merupakan dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Kejadian ini merupakan kejadian penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa itu Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menunaikan Shalat lima waktu.

Perintah Shalat dalam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad kemudian menjadi ibadah bagi setiap umat Islam. Perintah sholat mengajarkan kepada umat muslim pada kedisiplinan dan kebersamaan. Selain itu, sholat menebarkan kedamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

Acara peringatan Isra’ Mi’raj yang dihadiri para Kasi, Pasi dan Kabalak Korem 052/Wkr tersebut juga memberikan santunan berupa paket sembako dan santunan kepada warakawuri dan anak yatim. (arf)

MASYARAKAT BERSAMA KORAMIL PENJARINGAN BERSIHKAN CILIWUNG

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Utara) Koramil 02/Penjaringan Kodim 0502/Jakarta Utara bersama masyarakat setempat melaksanakan Kerja Bakti dibantaran sungai Ciliwung di sektor III Wilayah Kodim 0502/JU.

karya bakti yang kita laksanakan selama  ini hasilnya cukup baik, sehingga sudah dapat terlihat hasilnya. Namun demikian kebersihan dan kerapihan Sungai Ciliwung tidak terlepas dari peran serta seluruh komponen masyarakat sekitar Sungai Ciliwung untuk tidak membuang sampah lagi ke sungai.

Kerjabakti di Kel. Pejagalan. Kec. Penjaringan dengan mengerahkan anggota Babinsa serta masyarakat sekitar dipimpin Wadanramil 02/Pjr Kapten Inf Heru. Sementara alat peralatan yang digunakan berupa LCR 2 unit, Perahu Dinas PU Air 1 unit, Karung, cangkrang dan sabit. (arf)

KENAIKAN PANGKAT PRAJURIT DITENTUKAN MELALUI UJI KESEGARAN JASMANI

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Untuk membentuk sikap postur prajurit yang handal dan profesional TNI AD menerapkan untuk Uji Kenaikan Pangkat (UKP) melalui kelulusan penyegaran jasmani (Garjas) untuk kenaikan pangkat periode 1 Oktober (1-10). Jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya telah melaksanakan tes garjas sejak beberapa bulan yang lalu dengan metode kelulusan secara bertahap mulai dari tingkat kowil, hingga sampai dengan tes garjas terpusat yang diselenggarakan Kodam V/Brawijaya. Bertempat di lapangan Brawijaya.

Tes Garjas bagi setiap prajurit merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan karena merupakan sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam usul kenaikan pangkat dengan pencapaian nilai yang memenuhi kriteria menurut kategori umur prajurit. Tes Garjas pusat dilaksanakan selama 4 hari yang dibagi beberapa golongan Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS. Hasil tes kesegaran jasmani ini akan dibawa ke dalam sidang Pankar tingkat Kodam untuk bisa diusulkan Kenaikan Pangkat Periode 01 Oktober 2015. Adapun materi yang harus dilaksanakan dalam kegiatan garjas tersebut antara lain melaksanakan tes kesegaran A yaitu lari jarak 3.200 meter juga kemudian melaksanakan tes kesegaran B meliputi Pull Up, Sit Up, Push Up, Shutle Run dan postur serta tes kesegaran C kemampuan renang militer dengan jarak 50 meter.

Sebelum pelaksanaan garjas di mulai terlebih dahulu para anggota melaksanakan tensi yang dilaksanakan oleh tim medis dari Denkesyah Surabaya. Setelah di nyatakan memenuhi syarat dari tim medis anggota dapat mengikuti garjas selanjutnya. Dalam hal ini dari Dandenkesyah dan pihak penyelanggara tidak mau ambil resiko(Pen84/TI).

Kodim 0811/Tuban gelar Peringatan Isro’ Mi’roj bagi Masyarakat.

KABARPROGRESIF.COM : (Tuban) Komitmen Letkol Kav Rahyanto Edy Yunianto selaku Dandim 0811/Tuban untuk tidak mengenal istirahat dalam mengeksistensikan serbuan territorial di wilayahnya, yang didukung oleh kekompakkan seluruh prajurit yang dipimpinnya.            Hanya selang beberapa jam setelah ia dan perwira stafnya terlibat latihan Posko-I, langsung pada malam harinya geber acara berikutnya yang sudah dipersiapkan,  berupa penyelenggaraan acara peringatan Isra Mi'raj bersama masyarakat yang dipusatkan di halaman Makodim 0811/Tuban pada Kamis malam tanggal 28 Mei 2015 mulai pukul 20.00 hingga 22.00 wib.

Acara yang digelar untuk umum tersebut, juga dihadiri oleh Dankipan C Yonif 521/DY, Kapolsekta Tuban, para Kepala Kelurahan sekitar Makodim, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat , serta  ratusan masyarakat  muslimin dan muslimat, disamping seluruh prajurit Kodim 0811 dan keluarganya. Bertindak selaku penceramah dalam peringatan tersebut adalah Al-Ustad Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil,SH pimpinan Majlis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan, dimana dalam tausyiyahnya beliau mengupas peristiwa Isro’ dan Mi’roj nya Nabi Muhammad saw hingga turunnya perintah Sholat Fardhu bagi kaum muslim.

Selain memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad saw, kegiatan tersebut  juga dijadikan sarana silaturahmi antara prajurit TNI dengan komponen bangsa lainnya dan masyarakat di wilayah Tuban, sehingga diharapkan terwujud satu kesatuan yang mantap diantara sesama komponen bangsa di wilayah Tuban, terutama dalam menyongsong akan datangnya bulan suci Ramadhan.

Dalam sambutannya Dandim 0811/Tuban  menyampaikan ajakannya kepada segenap masyarakat , khususnya kaum muslimin dan muslimat yang hadir untuk senantiasa mengingat Allah dan Rasululloh Muhammad saw, serta senantiasa berharap baik pada diri pribadi maupun masyarakat serta wilayah Tuban selalu mendapat rahmat dan menjadi Kabupaten yang Rahmatan Lilalamin bagi seluruh masyarakat Kab. Tuban. (arf)

KOMANDAN KOMPI MARKAS KOREM 082/CPYJ PIMPIN KARYA BAKTI DI DAERAH PULOREJO

KABARPROGRESIF.COM : (Mojokerto) Bertempat di Jl. Raya Watu Dakon No.14 Pulorejo Kabupaten Mojokerto, Komandan Kompi Markas ( Dankima) Korem 082/CPYJ Kapten Inf Supriono memimpin pelaksanaan karya bakti pembersihan sampah dan pembabatan rumput  disepanjang tanggul sungai Brantas Ds. Pulorejo Kecamatan Magersai Kabupaten Mojokerto. Karya Bakti ini dilaksanakan pada Sabtu (14/2) oleh anggota Korem 082/CPYJ dengan masyarakat sekitar berjumlah 150 orang. Dalam hal ini Korem 082/CPYJ mendukung program Kota

Mojokerto yang Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral dalam “Jum’at Bersih”.
Manfaat ke dalam yang dapat diambil dari kegiatan karya bakti tersebut antara lain TNI berusaha berbuat baik dengan rakyat, murah senyum dan berkomunikasi dua arah sehingga dapat mengenal seluruh lapisan masyarakat di daerah sasaran.

Di samping manfaat tersebut, kegiatan karya bakti ini juga bermanfaat untuk dapat menghayati dan menarik simpati rakyat, serta aplikasi pelaksanaan sikap teritorial di tengah-tengah masyarakat, Jelas Kepala Seksi Teritorial (Kasiter)  Korem 082/CPYJ  Letkol Arh Muharto Cusuma dalam tempat terpisah.

Manfaat keluar yang dapat diambil dari kegiatan karya bakti tersebut antara lain dapat mengatasi sebagian kesulitan yang dialami masyarakat, memberikan ketauladanan kegotongroyongan kepada masyarakat dan secara keseluruhan masyarakat merasa antusias dan bersemangat dalam membersihkan lingkungannya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Ds.Pulorejo Kec. Magersari Kab. Mojokerto Bapak Achmad Ajib Mustofa usai kegiatan karya bakti mengatakan, kegiatan karya bakti dengan melakukan gotong-royong pembersihan di sepanjang tanggul sungai Brantas bersama TNI dilakukan untuk menumbuhkan tradisi gotong-royong yang selama ini mulai pudar, padahal banyak manfaatnya, selain ekonomis karna bersifat padat karya juga guna menjalin tali silaturahmi antara TNI dengan Masyarakat. Selama kegiatan semua berjalan dengan aman dan lancar.(arf).

Panglima TNI Beri Pengarahan Prajurit TNI di Jawa Timur

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko di dampingi Pangdam V/Brawijaya memberikan pengarahan kepada 1.381 Prajurit TNI Angkatan Darat, Laut, Udara, dan PNS serta Dharma Pertiwi se-wilayah Gartap III/Sby pada hari Jum’at (29/5/2015) di Balai Prajurit Surabaya.

 Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan kepada para prajurit agar dalam bekerja menghindarkan dan menghilangkan ego sektoral masing-masing dan tidak perlu memelihara ego sektoral, karena akan menimbulkan kerapuhan antar satuan.

 Panglima TNI juga menyampaikan tentang hal-hal mendasar supaya dilaksanakan dengan baik oleh Prajurit TNI dan PNS TNI, yaitu tentang Permildas (Peraturan Militer Dasar) yang diindikasikan mulai runtuh karena sebetulnya tidak ada toleransi dalam Permildas.

Untuk itu, Panglima TNI mengambil langkah untuk melaksanakan penataran Permildas secara terpusat, yang dijalankan oleh Kodiklat TNI AD. Diharapkan unsur-unsur komandan peduli dengan hal itu. Permildas tidak mengenal wilayah teritorial, wilayah tempur atau wilayah pendidikan. “Permildas adalah Peraturan Militer Dasar yang harus dimiliki semua Prajurit TNI”, ujar Jenderal TNI Moeldoko.

Penekanan dasar terkait kebijakan Panglima TNI yaitu masih adanya prajurit yang melakukan desersi dan Narkoba, sehingga dua hal ini tidak bisa diterima dan resikonya pasti di proses dan dikeluarkan dari TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prajurit TNI karena sesuai dengan hasil survey beberapa lembaga survey menyampaikan bahwa, satu-satunya lembaga yang memiliki kinerja dan performa bagus saat ini adalah Tentara Nasional Indonesia, ini semua bisa di dapatkan karena kerja seluruh Prajurit TNI dan PNS.

Terkait dengan peningkatan kesejahteraan prajurit, Presiden RI telah setuju akan menaikkan remunisasi, sampai 56 hingga 60 persen dari yang sekarang 37 persen. Pembangunan perumahan prajurit TNI berupa asrama dan rumah susun. Peningkatan pelayanan kesehatan melalui program BPJS dan menyelenggarakan pendidikan untuk prajurit. Upaya pemerintah memberikan peningkatan kesejahteraan, maka TNI harus lebih meningkatkan kinerjanya.

Selain itu, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa istri prajurit memiliki hak memilih dan dipilih, baik dalam Pemilu maupun Pilkada tetapi prajurit TNI tidak boleh terpengaruh dan tidak mempengaruhi istri dalam penggunaan hak memilih dan dipilihnya. Dan yang tak kalah penting, sebagai istri prajurit sekaligus sebagai seorang ibu diharapakan agar memperhatikan pendidikan dan kesehatan anak serta keluarga.

Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan penghargaan  berupa jam tangan kepada prajurit yang berprestasi baik dari AD, AL dan AU.

 Turut hadir dalam acara tersebut, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Wisnu Bawatenaya, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Aster Panglima TNI Mayjen TNI NG Sugiartha, Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Karsiyanti, Wakapuspen TNI Laksma TNI Petrus Parmardjo dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Koes Moeldoko. (asmo)

Dandim Lamongan : “Yong Mo Do untuk Lindungi Bangsa, bukan untuk Sok – Sokan “.

KABARPROGRESIF.COM : (Lamongan) Yong Moo Do sebagai beladiri khas Angkatan Darat merupakan keterampilan wajib  setiap prajurit dan telah menjadi bagian dari identitas TNI – AD dalam upayanya mendukung menjadi Patriot Sejati yang Profesional dan di cintai Rakyat.

Program latihan wajib beladiri Yong  Mo Do yang  diikuti oleh anggota militer Kodim 0812/Lamongan saat ini  memasuki tahap ujian kenaikan sabuk yang diselenggarakan di Gedung Kadet Soewoko Makodim Lamongan pada 28 dan 29 Mei 2015, yang diikuti oleh 524 Orang parajurit dan terbagi dalam dua gelombang. Gelombang satu pada 28 Mei 2015 diikuti oleh 269 Orang dari Makodim dan sebagian prajurit  Koramil jajaran, sedangkan  gelombang dua pada 29 Mei 2015 diikuti oleh 255 Orang prajurit Koramil jajaran Kodim Lamongan.

Sementara itu Lettu Inf Ali Mahmud Dan Unit Intel penyandang Dan-2 sabuk hitam Yong Moo Do sebagai ketua tim pelatih, dibantu Serma Sistono Bati Puanter Siterdim  Dan – 1 dan Serda Supriadi Babinsa 0812/20 yang juga Dan-1  mengatakan bahwa materi ujian untuk kenaikan sabuk dari sabuk hijau ke sabuk biru meliputi Ki Bon So Ghi ( sikap dasar ), Kodghi ( gerak langkah ), Jumok ( pukulan ), Balchagi ( tendangan ),  Nakbob ( jatuhan ), Son Kisul ( kuncian tangan ), dan Mom Kisul ( bantingan ).

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Jem Ratu Edo mengatakan bahwa ujian kenaikan sabuk tersebut sebagai ajang dalam menunjukkan prestasinya dibidang bela diri, sampai dimana mereka mampu menunjukkan penguasaan jurus yang sudah dilatihkan, sehingga pada saat yang telah diprogramkan oleh pimpinan bahwa pada semester II tahun 2015 ini para peserta harus mampu meraih Dan-1 sabuk hitam Yong  Moo Do benar – benar dapat terpenuhi sesuai prestasi.

Dan disamping sebagai bagian dari identitas TNI – AD, bela diri Yong Moo Do juga sebagai .pendukung utama kita dalam memenuhi tututan profesionalisme keprajuritan, dan bela diri Yong Mo Do  tersebut untuk lindungi bangsa, bukan untuk sok – sokan, tegas Pak Jem Ratu Edo.

Pasiopsdim 0812 Kapten Arh Putu mengatakan diakhir pelaksanaan ujian bahwa hendaknya  para prajurit pandai memotivasi diri sendiri  dalam berlatih, agar tidak cepat merasa bosan dan dapat menindaklanjuti petunjuk Dandim untuk menjadikan bela diri Yong Moo Do ini sebagai bagian dari identitas prajurit TNI – AD.

Sehingga dikemudian hari bela diri Yong Moo Do dapat berkembang dilingkungan masyarakat umum. (arf)

Kamis, 28 Mei 2015

Jaksa Kito Dilarang Sidang dan Tak diberi Perkara Baru.

Perkara yang lama akan diselesaikan dengan jaksa  Ke dua

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Joko Budi Darmawan memastikan tidak akan memberikan perkara baru bagi Jaksa Suwaskito Wibowo atau akrab dipanggil Kito. Selain itu, Kito juga dilarang menyidangkan beberapa perkara yang sedang ditanganinya dan akan disidangkan oleh jaksa ke 2.

Hal itu dilakukan agar Jaksa Kito lebih fokus untuk menyelesaikan perkaranya yang sedang ditangani Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jatim pasca dugaan pemerasan terhadap terdakwa kasus narkoba yakni Go Kho Yuan alias Stanly warga jalan Wonorejo Surabaya.

Dalam persidangan, terdakwa tervonis 5,6 tahun dan denda Rp 1 milliar subsidair 4 bulan kurungan bernyani telah diperas Rp 450 juta untuk meringankan hukumannya dan sudah dibayar Rp 80 juta.

"Sementara ini tidak dikasih perkara baru, karena dia (Kito) biar menyelesaikan persoalannya dulu. Sedangkan perkara yang lama supaya disidangkan oleh jaksa ke dua,"jelas Joko Budi Darmawan, Kamis (28/5/2015).

Terpisah,  Kasipenkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto mengatakan, saat ini Aswas Kejati Jatim masih terus berupaya mendalami perkara dugaan pemerasan oleh jaksa Kito. Sejauh ini, sudah ada empat orang jaksa yang dimintai keterangan oleh petugas pengawasan, termasuk Jaksa Kito.

"Selanjutnya, tim pengawasan juga bakal memintai keterangan Kasi Pidum dan Kepala Kejari Surabaya. Keduanya dimintai keterangan karena mereka adalah Waskat (pengawasan melekat)-nya," ungkapnya.

Selain itu, pihak pengawasan Kejati  Jatim juga aka  memeriksa terdakwa Stanley dan keluarganya yang mengaku telah diperas serta menyerahkan uang Rp 80 juta ke Jaksa Kito.  "Kalau memang ada rekaman pembicaraan seperti yang disampaikan, itu juga bakal kita mintai atau sekedar kita dengarkan sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan perkara ini," lanjut Romy.

Terkait rencana pemeriksaan ini, Kasi Pidum Kejari Surabaya mengaku sudah mendapat kabar dari Kejati Jatim. Dan jika dimintai keterangan, dia berjanji akan menyampaikan semua yang diketahuinya seputar sepak-terjang anak buahnya itu.
Tapi, Joko Budi Darmawan menyebut, dalam perkara ini dia tidak pernah tahu siapa terdakwanya. Dan tidak pernah mengenal atau bertemu dengan keluarga terdakwa.

"Tentang perkara (dugaan pemerasan) jaksanya, kami serahkan sepenuhnya ke Aswas Kejati Jatim," jawab Joko

Perkara ini mencuat setelah terdakwa Stenley bernyanyi dalam sidang di PN Surabaya, Senin lalu. Dia menyebut diminta uang sebesar Rp 450 juta oleh jaksa Kito untuk meringankan hukuman atas dirinya. Terdakwa kasus narkoba ini kemudian menawar, dan akhirnya disepakati dana Rp 150 juta.

Lenny, istri terdakwa lantas menemui Kito. Setelah berbincang, dia menyerahkan uang Rp 80 juta sebagai tanda jadi. Lenny mengaku uang itu diserahkan langsung ke Kito di dalam mobil Innova di dekat kantor Kejari Surabaya, Februari lalu. Ternyata, dalam perkembangannya, Stanley tetap dituntut tujuh tahun penjara dan akhirnya divonis hukuman penjara selama 5,5 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair empat bulan.

Kasus tersebut juga belum inkracht, sebab terdakwa dan jaksa sama-sama menyatakan banding usai mendengar hakim membacakan vonisnya.

ADA BUKTI REKAMAN

Sebelumnya, Ada bukti kuat seputar dugaan pemerasan yang dilakukan jaksa Suwaskito Utomo alias Kito seperti yang disampaikan terdakwa di persidangan. Bukti itu adalah rekaman percakapan antara Kito dengan istri terdakwa saat penyerahan uang Rp 80 juta.

Rekaman itu berisi tentang percakapan antara Kito dengan Nelly (istri terdakwa narkoba) tentang negoisasi untuk meringankan hukuman bagi terdakwa Go Ka Yuan alias Stanley warga Wonorejo yang terlibat perkara narkoba dan sedang ditangani oleh jaksa Kito.

Bukti rekaman ini, sekarang dikantongi oleh istri terdakwa. Dan jika dibutuhkan untuk keperluan pengungkapan perkara dugaan pemerasan oleh sang jaksa, rekaman itupun akan dibeber. Dan selain rekaman, keluarga terdakwa juga punya saksi yang melihat pertemuan antara Nelly dengan jaksa Kito.

“Bukti ini menegaskan bahwa apa yang diungkapkan terdakwa dalam sidang adalah benar adanya. Dengan bukti itu, sepertinya sulit mengelak,” ujar Abdul Rahman, kuasa hukum terdakwa Stenley. (Asmo/Komang)

DANREM 082/CPYJ DALAM LATPOSKO-I KODIM TUBAN : “ SEMUA UNSUR HARUS SINERGI, TERKOORDINASI DAN SOLID “

KABARPROGRESIF.COM : (Tuban) Bertempat di Makodim 0811/Tuban sejak 26 Mei 2015 pukul 08.00 wib hingga 28 Mei 2015 pukul 14.00 wib  telah digelar latihan Pos Komando-I ( Posko-I )  bagi Komandan dan Staf Kodim Tuban.       Latihan yang diselenggarakan oleh Korem 082/CPYJ bertujuan untuk melatihkan prosedur hubungan Komandan dan Staf dalam menghadapi masalah kewilayahan yang dihadapkan pada potensi ancaman yang paling mungkin di wilayah Kodim tersebut.

Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Irham Waroihan selaku penasehat latihan, memberikan arahan kepada Staf
Penyelenggara Latihan tentang beberapa hal yang harus dipedomani, diantaranya agar dalam pelaksanaan latihan para pengawas dan pengendali latihan melaksanakan tugasnya dengan berpedoman pada materi yang jelas payung hukumnya yang di korelasikan dengan berbagai pengalaman dilapangan dengan fakta nyata saat ini agar latihan berjalan realistis, yang telah disusun dalam naskah latihan oleh Staf Operasi Korem dan perlunya melaksanakan koordinasi antar bagian maupun instansi yang terlibat sesuai materi latihan, mengingat dalam materi latihan memerlukan pengerahan berbagai unsur potensi wilayah dengan berbagai peralatannya, sehingga diperoleh sinergitas, terkoordinasi dan solid dalam pelaksanaannya, serta menginstruksikan untuk menjaga dan prioritaskan faktor keamanan selama latihan, juga instruksi untuk melaksanakan proses pengawasan dan pengendalian latihan secara sungguh – sungguh sehingga pelaksanaan latihan benar – benar dapat dijadikan pedoman dalam menjawab permasalahan yang di hadapi di wilayah.
Sementara Kasiopsrem 082/CPYJ Mayor Inf Agus Sujiyanto menjelaskan bahwa latihan yang bermaterikan penanggulangan bencana banjir luapan bengawan solo yang menggenangi wilayah pertanian dan pemukiman warga Kec. Widang, Kec. Plumpang, Kec. Rengel  dan Kec. Sooko  yang berdampak pada keselamatan warga dan hasil panen masyarakat, khususnya petani sehingga diperlukan berbagai upaya dari Satuan Tugas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana ( PRCPB ), dan materi tersebut bersifat kewilayahan, sehingga sesuai hukum yang berlaku maka penyelesaiannya juga memerlukan pengerahan segenap potensi yang ada di wilayah, yang pelaksanaannya di pimpin oleh Dandim 0811/Tuban selaku Incident Commander yang ditunjuk oleh Kepala Daerah atas persetujuan DPRD setempat.      

Dan untuk itulah, Kasiopsrem melibatkan dan menghadirkan unsur non TNI dalam latihan tersebut, diantaranya  Polres Tuban, BPBD Kab. Tuban, Tim SAR Kab. Tuban, Dinas Pertanian Kab. Tuban, Dinas Pengairan Kab. Tuban, Dinas PU Kab. Tuban, Masyarakat dan LSM di wilayah Kab. Tuban, agar dapat diperoleh pemahaman yang sama tentang taktik dan strategi penanggulangan bencana, sehingga memunculkan sinergitas peran yang  terkoordinasi dengan baik, secara administrasi maupun tindakan nyata di lapangan.

Dandim 0811/Tuban Letkol Kav Rahyanto Edy Yunianto sebagai pelaku latihan menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya pelaksanaan latihan tersebut, meski sering melaksanakannya dilapangan secara insidentil, tetapi biasanya kita terkendala pada berbagai faktor karena pelibatan berbagai unsur.       

Koordinasi tidak semudah yang dinyatakan, namun diperlukan kesungguhan dan kesabaran, karena masing – masing unsur memiliki tugas yang berbeda, sehingga dengan latihan tersebut tentunya dapat membekali semua unsur  yang terlibat tentang prosedur penanggulangan bencana, dan berharap dapat memperlancar pelaksanaan penanggulangan bencana yang sebenarnya, meski kita berharap bencana itu tidak pernah terjadi. (arf)

Bos Suzuki Kalisari Laporkan Tiga Hakim PN Surabaya ke MA

Setahun disidangkan Kasus Perdata Tak Kunjung Usai 

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Tiga Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, yakni Lamsana Sipayung, Burhanudin dan Mustofa dilaporkan Pudjiono Sutikno, Bos Dealer Suzuki Kalisari Motor ke Mahkamah Agung (MA) , lantaran dianggap telah menelantarkan Kasus perdatanya yang kasusnya disidangkan sudah berjalan satu tahun ini.

Sutikno, warga Kalisari Genteng Surabaya mengaku sudah tak tahan lagi atas kinerja tiga hakim tersebut yang dianggap lelet dalam menyidangkan kasus gugatan tanah yang tengah melandanya,

 “Tanah saya ini digugat oleh orang. Sidang sudah satu tahun, tapi tidak juga jelas kemana arahnya. Padahal, saya ini hanya minta kepastian hukum segera ditegakkan, "ungkapnya di PN Surabaya,Kamis (28/5/2015)

Sutikno merasa ada kejanggalan yang terlihat sejak kasus nya ini disidangkan di PN Surabaya. Dimana, dalam persidangan perdata, hakim yang seharusnya pasif, malah terlihat aktif. Keaktifan hakim ini, malah dirasakannya lebih berpihak pada penggugat.

“Selain proses persidangan yang lama dan bertele-tele, hakim selalu aktif. Kalau sidang pidana sih boleh-boleh saja mereka aktif. Tapi dalam sidang perdata, harusnya mereka harus lebih pasif dan tidak memihak,”ujarnya.

Menurutnya, tiga  hakim yang dilaporkan ke MA tersebut  telah dianggap melanggar surat edaran MA, terkait dengan prinsip persidangan murah, cepat, dan sederhana, maka pihaknya terpaksa melaporkan ketiga hakim tersebut ke MA.

Untuk diketahui, kasus ini sendiri berawal dari adanya gugatan sengketa tanah antara Asifa sebagai penggugat dan Pudjiono sebagai tergugat. Tanah seluas 2000 meter2 seharga Rp 2 miliar milik Pudjiono, diklaim kepemilikannya secara sepihak. Kasus ini sendiri, hingga kini masih dalam proses sidang, meski sudah memakan waktu selama satu tahun. (Asmo/Komang).

Bantu PMI, Korem 084/Bhaskara Jaya Sumbangkan 21 Kantong Darah

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dalam rangka memperingati HUT yang Ke-49 Korem 084/Bhaskara Jaya bekerja sama dengan PMI Kota Surabaya menggelar Donor Darah yang diikuti oleh 230 orang yang terdiri dari personil Korem dan Persit beserta jajarannya, Pemuda Panca Marga (PPM). Bertempat di Aula Makorem, Kamis(28/05).

Minimnya stok darah pada Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya, menggugah warga Korem 084/Bhaskara Jaya beserta jajarannya untuk membantu mendo­norkan darah guna kebutuhan masyarakat kota Surabaya, Kegiatan donor darah ini merupakan partisipasi warga Korem dalam memperingati HUT Korem Ke-49. Tercatat sebanyak ±230 lebih prajurit yang mendo­norkan darahnya. Tetapi hanya 121 yang memenuhi syarat untuk bisa mengikuti donor darah, hal tersebut dikarenakan pendonor wajib mengisi Kuesioner Riwayat Kesehatan, melaksanakan Tensi, Cek darah terlebih dahulu untuk mendapatkan Darah yang sehat.

“Kita semua dari jajaran TNI Korem 084/Bhaskara Jaya melaksanakan donor darah tidak hanya memperingati HUT Korem saja tetapi kita rutin, bahkan setiap ada kegiatan tertentu ada kegiatan donor kita lakukan. Kita siap membantu menjadi bank darah dari wilayah Surabaya,” Hal tersebut disampaikan oleh Danrem 084/BJ Kolonel Inf M. Nur Rahmad di sela-sela waktunya saat menyempatkan diri melihat kegiatan Donor Darah.(asmo).

Imbas Perbuatan Suami Sirih, Janda Banyu Urip didakwa Pasal Berlapis.

Jaminkan BG Blong Untuk Bayar Gadai Dua Unit  Motor dan Jaminan Hutang Uang Rp 15 Juta

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Gara-gara mengikuti ulah suami sirihnya melakukan penipuan dan penggelapan, Arum Widyanti (43), Warga Jalan Banyu Urip Lor ini terkena imbas dan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/5/2015).

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kusbiyantoro yang dibacakan oleh JPU Atip diruamg sidamg candra, Janda berparas cantik dan beranak dua ini didakwa dengan pasal berlapis.

"Pada dakwaan pertama, terdakwa didakwa melanggar pasal 378 KUHP JoPasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP  atau dakwaan kedua melanggar  372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,"terang Jaksa Atip saat membacakan dakwaannya.

Dijelaskan dalam dakwaan, sekitar bulan Januari 2013, terdakwa dan suaminya yakni Moch Syarifudin (DPO) mendatangi rumah Tiung Budiono (Korban) dijalan Mastrip 178 Surabaya untuk  menggadaikan dua unit sepeda motor , masing-masing Rp 5 juta.

Beberapa hari kemudian, dua unit motor tersebut ditarik oleh leasing karena adanya tunggakan pembayaran. Korban akhirnya meminta pertanggung jawaban ke terdakwa dan suaminya."Kemudian terdakwa dan suaminya yang masih DPO itu menyerahkan Billyet Giro (BG) Bank Mandiri Nomor YI 888870 senilai 10 juta dengan jatuh tempo 7 oktober 2013,"jelas Jaksa Atip.

Belum sempat dicairkan, Pada September 2013 terdakwa dan suaminya kembali mendatangi korban untuk meminjam uang sebesar Rp 15 juta yang digunakan untuk modal usaha. Karena tertarik dengan janji akan mendapat fee sebesar 7 persen setiap bulannya dan memberikan jaminan BG Bank Mandiri no YI 888863 senilai Rp 15 juta  atas nama terdakwa dengan  jatuh tempo pencairan 14 oktober 2013, korban pun akhirnya mencairkan pinjamanya.

"Namun setelah dikliringkan ke Bank, ternyata dua BG tersebut tidak dapat dicairkan karena dananya tidak mencukupi,"sambung Atip.

Usai pembacaan dakwaan,  dihadapan majelis hakim yang diketuai Efran Basuning, terdakwa wanita berwajah sendu ini mengaku tak akan mengajukan banding. Majelis hakim pun meminta agar jaksa melanjutkan persidangan berikutnya dengan agenda pembuktian. "Siapkan saksinya ya pak jaksa, sidang ditunda satu minggu,"kata Hakim Efran diakhir persidangan.

Seperti diketahui, sebelumnya selama proses penyidikan, terdakwa tidak ditahan oleh  Penyidik Kepolisian, namun pada pelimpahan tahap II  di Kejari Surabaya, terdakwa langsung ditahan. Penahanan tersebut berlanjut hingga ke Persidangan. (Komang)