Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Soft Launching Kota Lama, Gelar Sejumlah Paket Wisata

Sejumlah paket wisata digelar Pemkot Surabaya usai soft launching Kota Lama zona Eropa yang berada di kawasan Jalan Rajawali, Krembangan, Surabaya.

Cegah Narkoba di Kalangan ASN dan Pelajar, Pemkot Surabaya Gandeng BNN dan Polisi

Upaya Pemkot Surabaya memberantas Narkoba tak hanya di kalangan pelajar dan masyarakat, tetapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemkot.

Peluang Investasi untuk Pengembangan Eks THR-TRS

Pemkot Surabaya menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mempromosikan proyek peluang investasi di Kota Pahlawan. Diantaranya di kompleks eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Rutin Gelar Pangan Murah

Untuk menekan laju inflasi agar masyarakat bisa mendapatkan komoditas bahan pangan dengan lebih murah, Pemkot Surabaya rutin menggulirkan program Gerakan Pangan Murah setiap bulan.

Pemkot Surabaya Komitmen Amankan Aset yang Dikuasai Pihak Ketiga

Berbagai upaya strategis terus dilakukan Pemkot Surabaya untuk memastikan aset daerah dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan warga dan pemerintah.

Selasa, 31 Mei 2016

Dideportasi Imigrasi, La Nyalla Langsung Ditangkap Kejagung Saat Turun Dari Pesawat



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Maruli Hutagalung membenarkan penangkapan La Nyalla Matalitti oleh Kejagung.

Ketua PSSI itu ditangkap usai di deportasi pihak Imigrasi. "Begitu turun dari pesawat, La Nyalla ditangkap oleh tim gabungan dari Kejagung dan Kejati Jatim,"kata Maruli kepada media di Kantor Kejati Jatim Jalan A Yani 54-56 Surabaya, Selasa (31/5).

Setelah ditangkap, lanjut Maruli, La Nyalla langsung dibawa ke Kejagung untuk dilakukan pemeriksaan. "Setelah itu kita lakukan penahanan di Rutan Salemba cabang Kejagung,"terang Maruli.

Maruli memastikan, tersangka perkara dugaan korupsi dana hibah Kadin tersebut akan dibawa ke Surabaya. "Pasti kita bawa kembali ke Surabaya, sidangnya juga di Pengadilan Tipikor Surabaya,"ujarnya.

Maruli sempat menolak saat ditanya kapan La Nyalla akan menjalani proses tahap II di Kejati Jatim. "Itu teknis,  kan kita tahan samapi 20 hari kedepan, tunggu saja,"pungkasnya.

Mantan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung  ini sempat mengelak saat ditanya, apakah pihaknya memburu La Nyalla hingga Singapura. "Itu teknis, kalau kami tidak ada kerjasama dengan Atase Singapura dari mana kami tau La Nyalla sudah berhasil diamankan,"pungkasnya.

Maruli pun tak gentar, jika penangkapan dan penahanan tersebut nantinya akan disoal kembali melalui praperadilan. "Silahkan saja, kita siap menghadapinya,"ujarnya.

Terkait masalah DPO, Kata Maruli dengan sendirinya telah gugur."Dunia juga sudah tau kalau La Nyalla ditangkap,"terangnya.

Tertangkapnya La Nyalla dipastikan akan  mengungkap terjadinya korupsi Perkara yang berawal dari dana hibah Pemprov Jatim untuk Kadin Jatim senilai Rp 48 miliar. Aliran dana tersebut diduga diselewengkan dan merugikan negara sampai Rp 26 miliar.

Status tersangka La Nyalla baru di tetapkan pada hari Senin (30/05) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dengan Sprindik baru

Sebelumnya, pihak humas Dirjen Imigrasi mengirim kronologis penangkapan La Nyalla pada awak media. Dari pesan yang disampaikan pihak Dirjen tertulis membenarkan penangkapan La Nyala Mattaliti atau LN dalam posisi Over Stay di Singapura dan diserahkan kepada pejabat Imigrasi di KBRI Singapura untuk proses pemulangan ke Indonesia.

" Kepada yang bersangkutan telah diberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk sekali jalan ke Indonesia. Yang bersangkutan dengan pengawalan petugas imigrasi kita dari KBRI Singapura akan kembali ke Indonesia dengan pesawat GA 835 dgn rute penerbangan Singapura - Jakarta (soetta) jam 1735 dan tiba pukul 18.30. Dan yang bersangkutan akan langsung diserahkankepada pihak penyidik kejaksaaan,"  Humas Dirjen Imigrasi.

Terpisah kuasa hukum La Nyalla yakni Soemarso menolak dikatakan kliennya ditangkap di Singapura. Sebab menurut Soemarso, La Nyalla dipulangkan ke Indonesia karena over stay.

" Pak Nyalla tidak ditangkap karena pak Nyalla orang bebas. Pengadilan sudah memutuskan bahwa penyidikan terhadap pak Nyalla tidak sah, jadi pak Nyalla tidak pernah melakukan perbuatan melanggar hukum," ujar Soemarso, Selasa (31/5).

Terkait penahanan yang dilakukan pihak Kejaksaan, Soemarso menyatakan akan mempertanyakan hal itu sebab tidak ada dasar penangkapan terhadap kliennya.

" Sprindik baru keluar kemarin kok sekarang langsung menahan, pak Nyalla belum pernah dipanggil sebagai saksi, harusnya dipanggil dulu sebagai saksi, jangan asal menangkap," ujar Soemarso.(Komang)

Tanpa Surat Dokter Asli, Hakim Malah Bantarkan Lenny Silas Ke RS Medistra Jakarta



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Putusan mengejutkan kembali dibuat Efran Basuning selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara penipuan batu bara senilai Rp 3,2 miliar, dengan terdakwa Eunike Lenny Silas.

Pada persidangan yang digelar diruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Hakim Efran lagi-lagi mengambil langkah aneh, dengan membantarkan terdakwa Eunike Lenny Silas ke RS Medistra Jakarta meski  hanya berdasarkan surat keterangan dokter RS Mitra Keluarga berupa foto copy saja dan tanpa melakukan kroacek terhadap dokter RS Mitra Keluarga.

Di dalam copy surat dokter yang dibacakan  Jhon Mathias selaku tim penasehat hukum terdakwa Lenny Silas mengatakan, jika kliennya mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di dada bagian kanannya, akibat adanya pembengkokan selang pasca operasi kanker.

Tak hanya itu, pernyataan aneh juga dilontarkan Jhon Mathias dengan menyebut, pihak dokter RS Mitra Keluarga tidak berani mengambil tindakan operasi lantaran adanya pemberitaan yang miring.

Selain itu, Jhon mengungkapkan agar pembantaran terhadap kliennya dilakukan di RS Medistra Jakarta,  mengingat RS Mitra Keluarga tidak punya alat untuk operasi pet scan.

"Majelis mengabulkan permohonan pembantarannya bukan penangguhan penahanannya, penetapan pembantaran tidak bisa hari ini, penetapan akan di buat besok, dengan jaminan tim lawyer nya untuk bisa menghadirkan terdakwa ke persidangan berikutnya," ucap Efran pada tim kuasa hukum terdakwa Eunike pada persidangan, Selasa (31/5).

Selain itu, Efran meminta agar tim pemasehat hukum bisa menghadirkan terdakwa ke persidangan dalam dua pekan mendatang.

"Anda jaminannya, kalau memang tidak bisa hadir, anda yang harus hadir,"kata Efran.

Keberanian Efran untuk membuat keputusan melakukan pembantaran terhadap terdakwa Eunike, nampaknya juga sudah di restui Jaksa Putu Sudarsana, yang mengamini copy an diagnosa dokter RS Mitra Keluarga tersebut benar.

"Mau gimana lagi, hakim sudah melakukan pembantaran,"ucapnya saat dikonfirmasi usai persidangan.

Sementara terkait penangguhan penahanan yang diajukan Usman Wibisono, terdakwa lain dalam kasus ini masih belum diterima oleh majelia hakim.

"Setelah kami diskusikan, keputusan untuk permohonan saudara belum dapat kami lakukan, kita tunggu persidangan berikutnya,"ucap Hakim Efran pada terdakwa Usman dan tim kuasa hukumnya.

Terpisah, Jhon Mathias berkelit saat dikonfirmasi terkait keabsahan surat dokter tersebut. Dari fisik yang dilihatkan Jhon Mathias, ternyata surat tersebut bukanlah surat dokter melainkan keluhan pasien ketika pertama kali masuk ke RS Mitra Keluarga.

Surat pernyataan tersebut bukan ditanda tangani dr Ugroseno seperti yang diperintahkan Hakim Efran pada persidangan sebelumnya, melainkan hanya ditanda tangani dokter Yasin.

"Yang asli baru bisa didapat setelah pasien keluar dari RS, makanya kami foto,"kelit Jhon saat dikonfirmasi usai persidangan.

Terpisah, Alexander Arif selaku kuasa hukum Pauline Tan (Pelapor) menilai pembantaran yang dilakukan Hakim Efran sangat janggal, mengingat pembantaran tersebut hanya berdasarkan surat keterangan yang tidak jelas.

"Keterangan dokter yang jelas saja diabaikan, bayangkan sudah berapa rumah sakit yang menyatakan terdakwa  sehat, tapi Hakim malah membantarkan dengan keterangan yang gak jelas hanya berupa foto copy,"terang Alexander saat dikonfirmasi di PN Surabaya.

Alexander juga menyesalkan sikap jaksa sebagai penuntut yang akan membuktikan dakwaannya malah ikut terperdaya dalam siasat terdakwa.

"Jaksa lebih aneh lagi, kan selama ini jaksa juga mengetahui kalau yang harus menangani terdakwa adalah dokter Ugroseno, tapi malah diam ketika ada keterangan dokter lain,"jelasnya.

Saat ditanya, apakah ada dugaan aliran dana yang mengalir ke majelis hakim dalam pembataran ini, Alexander tak mau menangapinya.

"Saya kira wartawan yang bisa menilainya,"pungkas Alexander.

Seperti diketahui, dugaan rekayasa sakit terdakwa bukanlah sekali dilakukan, sebelumnya Lenny juga pernah mengaku sakit saat pertama kali majelis hakim melakukan penahanan.

Penahanan Lenny ditolak pihak Rutan Medaeng, sehingga jaksa melakukan second opinion dan memeriksakan terdakwa ke RS Onkologi Surabaya. Hasilnya, terdakwa dinyatakan sehat.

Hasil itu tak membuat jaksa mengembalikan Lenny ke penjara, Lenny malah dilepas. Dugaan skenario lanjutan pun kembali dilakukan, Dengan menggandeng RS Medistra Jakarta, Lenny dinyatakan sakit.

Hakim Efran pun tak percaya dan memerintahkan agar terdakwa diperiksakan ke RSAL Dr Ramelan Surabaya, Hasilnya Lenny dinyatakan sehat dan tidak perlu rawat inap.

Atas hasil itu, Jaksa Kembali menjebloskan Lenny ke Medaeng. Tiga hari ditahan, Lenny kembali berulah di dalam penjara, dengan pingsan dan muntah-muntah membuat pihak dokter Rutan merujuknya ke RS Bhayangkara.

Namun hingga sepekan, tak ada hasil medis yang dikeluarkan RS Bhayangkara. Selanjutnya Hakim Efran kembali melakukan second opinion ke RS Onkologi Surabaya. Hasilnya sama, terdakwa dinyatakan sehat dan tidak perlu perawatan.

Namun hasil pemeriksaan dokter RS Onkologi mendapat perlawanan, tim penasehat hukum Lenny merasa tidak puas dengan pemeriksaan medis RS Onkologi yang tidak melakukan Citi scan, dan meminta agar terdakwa Lenny diperiksakan di tempat praktek  dokter Ugroseno di RS Mitra Keluarga. (Komang)

Polisi Penyelundup Sabu Ke Tahanan Divonis 7 Tahun Penjara



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Briptu Rudolf David Borang hanya bisa tertunduk lesu, saat majelis hakim yang diketuai Efran Basuning menyatakannya terbukti bersalah  menjadi penyelundup sabu ke tahanan Polda Jatim.

Dalam amar putusan yang dibacakan diruang Candra, Selasa (31/5), Tindakan Borang dianggap tak membantu program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sebagai anggota Polri, semestinya Borang menjadi garda paling depan untuk memberantas narkoba.

Tak hanya itu, sikap berbelit-belit juga menjadi faktor pemberat vonis Borang. Dia dinyatakan terbukti melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009. "Karena itu, kamu dihukum 7 tahun penjara,"ucap Hakim Efran pada terdakwa Borang.

Hukuman subsidairpun juga dibebankan ke oknum Polisi yang bertugas dibagian Penjaga Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Jatim. Dia dihukum membayar denda sebesar Rp 800 juta, jika tidak dibayar, maka ada bonus hukuman badan yang harus dilaluinya selama dua bulan.

"Meski kamu ngeyel itu bukan barangmu, tapi hakim punya keyakinan lain, kalau kamu tidak puas dengan putusan kami, silahkan ambil upaya hukum,"pungkas Efran pada terdakwa Borang.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU Sri Arptini yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp 800 juta, subsidair 4 bulan penjara.

Atas vonis tersebut, terdakwa Borang mengaku pikir-pikir, setelah berdiskusi dengan penasehat hukumnya dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Jatim. "Pikir-Pikir Pak,"ucap Borang dengan nada penyesalan.

Seperti diketahui, terbongkarnya 'penyelundupan' SS ke tahanan Polda Jatim terungkap saat petugas Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Jatim menggeledah kamar Blok E Nomor 1.

Di kamar tersebut ditemukan 1 poket SS dari Saiful Anang Makrufin. Barang tersebut diakui dengan Sugiono. Barang tersebut dimasukkan ke bungkus rokok dan diakui dari Abdul Hamid (berkas sendiri).

Dari pemeriksaan Abdul Hamid akhirnya nyokot Rudolf. Rudolf pun ditangkap di depan Gedung Dharma Polda Jatim saat dinas malam untuk menjaga tahanan dan saat digeledah ditemukan rokok dan SS, 9 November 2015. Setelah diinterogasi,  mengaku  barang tersebut dari Siti Muntayannah. (Komang)

Pemkot Tak Mau Damai, PT GBP Merasa Iba Dengan Nasib Pedagang Pasar Turi



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Upaya perdamaian antara Pemkot Surabaya dengan PT Gala Bumi Perkasa (GBP) akhirnya mengalami deadclok atau jalan buntu.

Pemkot Surabaya selaku penggugat  tetap ngotot tak mau berdamai dengan PT Gala Bumi Perkasa (GBP), pengelola Pasar Turi. Akibatnya akan berdampak dengan nasib para pedagang pasar turi, yang  semakin terkatung-katung.

Proses mediasi digelar dengan dipimpin langsung oleh hakim I Made Ngurah Adyana. Melalui tim kuasa hukumnya, Pemkot Surabaya mengajukan resume perdamaian kepada hakim Made di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (31/5/2016).

Sementara itu, dalam persidangan, ketua majelis hakim Mangapul Girsang mengaku telah mendapat laporan dari hakim Made terkait hasil mediasi tersebut. "Majelis telah menerima laporan bahwa mediasi belum berhasil dilakukan. Maka selanjutnya sidang akan dilanjutkan ke agenda pembuktian," ujarnya.

Namun hakim Mengapul tetap berharap agar Pemkot Surabaya dan PT GBP menempuh jalan damai atas kisruh Pasar Turi. "Sewaktu-waktu para pihak bisa berdamai jika ada kata sepakat. Kami majelis hakim tetap mendorong agar para pihak (PT Pemkot dan PT GBP) melakukan upaya kongkrit untuk berdamai karena perdamaian itu indah," terangnya.

Usai sidang, Setijo Boesono, ketua tim kuasa hukum Pemkot Surabaya mengungkapkan bahwa inti resume yang diserahkan ke hakim masih sama dengan materi gugatan yang diajukannya. "Inti resume kami tetap seperti pada dalil-dalil gugatan yang kami ajukan," ungkapnya

Menurutnya, jika ingin berdamai, maka PT GBP harus mengikuti keinginan Pemkot Surabaya seperti yang tertuang dalam gugatannya. "Kami tidak keberatan dengan adanya perdamaian, jika konsep perdamaiannya sama dengan isi gugatan kami," terang Soetijo.

Menanggapi sikap ngotot Pemkot Surabaya tersebut, Tedhi Hermawan, kuasa hukum PT GBP menilai, Pemkot Surabaya tidak memiliki itikad baik untuk berdamai. "Saya lihat resume masih sama dengan isi gugatannya. Tidak ada solusi baru pada resume yang diajukan di proses mediasi," katanya.

Tedhi terlihat kecewa atas sikap Pemkot, Menurutnya percuma saja menjalani proses mediasi, jika tidak ada solusi yang bisa merangkul semua pihak. Terlebih, sejak awal dia sudah melihat gelagat  Pemkot tidak ada niat untuk berdamai. "Manuver Pemkot seperti ini justru akan semakin membuat para pedagang Pasar Turi terus merugi dan tak menentu nasibnya,"ujar Tedhi. (Komang)

Sidang Perkara Pelanggaran Hak Cipta Lagu Radja Berlangsung Ricuh, Ini Alasannya



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Ketidakhadiran Ian Kasela sebagai saksi pelapor dalam persidangan dugaan pelanggara hak cipta lagunya oleh dua bos rumah karaoke, Happy Puppy dan NAV menjadi pemicu adu mulut antara Jaksa dan Tim Kuasa Hukum terdakwa.

Awalnya disidang pertama, dengan terdakwa bos rumah karaoke Happy Puppy, Setyadi Santoso dengan agenda pemeriksaan saksi Kepala Outlet Happy Puppy Fatmawati, Jakarta berjalan lancar.

Kegaduhan mulai terjadi dipersidangan kedua, dengan terdakwa bos rumah karaoke NAV Achmad Budi Siswanto.

Saat itu, Hariyanto selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menyampaikan penundaan  sidang lantaran waktunya tidak cukup.
Hakim Hariyanto meminta Jaksa Ferry Rachman untuk menghadirkan tiga saksi sekaligus pada pekan depan. Nah, Di sela-sela itulah, pengacara terdakwa, Saiful Fachrudin, meminta agar Jaksa Feri Rahman menghadirkan saksi pelapor atau korban, Ian Kasela, terlebih dahulu.

"Mohon dicatatkan di berita acara, Pak Hakim," ujar Saiful.

Hakim Hariyanto langsung menyambar permintaan Saiful
dan mengatakan bahwa semua yang disampaikan kedua pihak pasti dicatat. Tapi Saiful terlihat tidak puas. Ia mengulang permintaannya agar Ian Kasela dihadirkan di persidangan terlebih dahulu, sebelum saksi-saksi lain. "Karena ini aturan, Pak Hakim," ucapnya.

Sontak suasan itu akhirnya memancing emosional Jaksa Ferry Rachman. Adu mulut pun terjadi antara Saiful dengan Jaksa Ferry. "Terserah jaksa mau hadirkan saksi yang mana," sergah dia.

Suasana gaduh itu sempat ditengahi Hakim Hariyanto, tapi tetap saja keduanya saling menyerang kata-kata. Kegaduhan mulai dingin ketika pihak terdakwa dan jaksa ke luar ruang sidang dari pintu berbeda.

Usai persidangan,  Saiful mengatakan, kehadiran Ian Kasela dalam perkara ini sangat diperlukan bagi pembelaan kliennya. Mengingat posisi Ian sebagai  sebagai saksi pelapor. "Sesuai Pasal 160 huruf B Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), saksi korban harus dihadirkan lebih dulu dari pada saksi-saksi lain, Karena dari pelapor bisa digali materi perkara yang dilaporkannya. Itu penting bagi kami," terang Saiful.

Sementara itu, Sahat Maralitua Sidabuke, mengatakan bahwa memang seharusnya jaksa menghadirkan Ian Kasela atau pihak Radja terlebih dahulu selaku korban. Sebab, Ian yang melapor karena itu harus diketahui dulu apa yang dilaporkannya.

"Tapi Ian tidak hadir alasannya katanya lagi show. Ini lebih penting mana hukum dengan uang," katanya.

Seperti diketahui,  perkara ini bermula ketika Ian Kasela melaporkan lima rumah karaoke ke Markas Besar Polri. Rumah karaoke itu ialah NAV, Inul Vizta, Charlie Family, Happy Puppy, dan DIVA. Ian sendiri dilaporkan balik oleh Happy Puppy ke Polda Jatim dengan tudingan pemerasan. Di Polda, Ian juga tak pernah hadir saat dipanggil.(Komang)

Saksi Kasus Narkoba Ini Mengaku Dianiaya Polisi



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Farid Herlambang, saksi perkara narkoba yang menjerat Maryadi sebagai terdakwa memberikan keterangan yang mengejutkan saat dihadirkan jaksa Anggraeni sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (30/5).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Mateus Samiaji, Farid mengaku kenal dengan terdakwa sejak satu bulan lalu sebelum ditangkap oleh petugas polisi Polsek Sukolilo. "Saya kenal terdakwa baru satu bulan," terangnya saat diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (30/5/2016).

Atas keterangan Farid, polisi lantas menuju kos terdakwa di Jalan Kebonsari LVK Barat. Menurut Farid, di kos itulah, polisi menggrebek dan menangkap terdakwa. Tapi keterangan Farid terbantahkan setelah Hopaldes Firman, kuasa hukum terdakwa bertanya soal adanya foto terdakwa. "Terkait foto, polisi menunjukkan foto apa kepada anda?" tanyanya Farid.

Mendapati pertanyaan itu, Farid mengaku saat itu dirinya tidak pernah dibawa polisi saat menggrebek kos terdakwa. "Tidak pernah menyaksikan (penggrebekan). Saya saat itu pingsan dan tiba-tiba polisi menunjukkan foto terdakwa kepada saya," beber Farid di hadapan majelis hakim yang diketuai Matheus Samiaji.

Bahkan saat ditangkap, Farid mengaku sempat dihajar hingga pingsan oleh anggota polisi Polsek Sukolilo. "Saya dihajar oleh anggota polisi hingga saya pingsan dan saat saya bangun tiba-tiba polisi menunjukkan foto terdakwa," terangnya.

Usai sidang, Firman mengatakan, kasus ini penuh kejanggalan. "Ada apa kok tiba-tiba sudah ada foto klien saya yang ditunjukkan kepada Farid," katanya.

Padahal kasus yang menjerat Mariyadi adalah kasus pengembangan dari Farid. "Seharusnya kalau kasus pengembangan, langsung tangkap saja. Tapi mengapa kok polisi menunjukkan foto klien saya," terang Firman

Seperti diketahui, terdakwa Mariyadi didakwa melanggar pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009.

Selain menjerat Mariyadi, saksi Farid Herlambang juga ditetapkan sebagai tersangka, Namun oleh penyidik berkasnya dipisahkan. (Komang)

Super Model Asia Paula Verhoeven Menjadi Ikon Terbaru Crown Group, Water Fall



KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Salah satu supermodel top Asia, Paula Verhoeven, berada di Australia minggu lalu untuk pengambilan gambar video dan foto untuk kampanye pemasaran Waterfall by Crown Group secara global.

Pemenang Next Face of Asia 2012 yang memiliki darah Indonesia dan Belanda, Paula Verhoeven, telah berada di Sydney untuk video shoot di lokasi utama kota Sydney dan sekitar area pengembangan terbaru yang bergaya resor dari pengembang properti yang berbasis di Australia, Crown Group; Waterfall by Crown Group.

Proyek yang terdiri dari empat tower di kawasan Waterloo ini akan menampilkan 331 unit apartemen, enam gerai ritel, restoran dan kafe ditambah fasilitas mewah termasuk kolam renang, gym, ruang serbaguna, ruang musik, area taman komunal, fasilitas barbekyu dan theater yang terletak di roof-top.

Project Director Sales and Global Capital Crown Group, Prisca Edwards, mengatakan bahwa adalah hal yang sangat menarik dapat menggaet Paula untuk terlibat dalam peluncuran Waterfall by Crown Group.

Model wanita Indonesia pertama yang berhasil menembus kompetisi internasional, Paula Verhoeven, telah muncul di sampul majalah fashion dan gaya hidup terkemuka dan menjadi model cat-walk untuk label mode papan atas di Milan dan di seluruh dunia.Pada tahun 2014, Paula membintangi film blockbuster; Supernova: Ksatria, Putri & Bintang Jatuh.

"Kami sangat senang bisa membawa Paula Verhoeven di Sydney pekan lalu ketika kita memulai produksi kampanye pemasaran untuk Waterfall by Crown Group," kata Prisca.

Karakter energik, dinamis, sikap professional dan value yang Paula miliki menyatu dengan merek Crown Group.Crown Group dikenal dengan modernitasnya, pendekatan inovatif dalam pengembangan properti di Australia.

“ Dan ini adalah kali pertamanya bagi Crown Group untuk mengajak model asal Indonesia terlibat dalam program kampanye global kami

" Waterfall by Crown Group diciptakan sebagai oase untuk melepaskan diri, berlindung dari hiruk pikuk perkotaan, kembali ke alam dengan kenyamanan fasilitas hidup di kota," katanya.

Pembangunan menara hunian bernilai triliunan Rupiah ini akan resmi diluncurkan dalam sebuah acara VIP pada bulan Agustus

" Kami telah menerima sejumlah besar ketertarikan dari konsumen, bahkan sebelum peluncuran resmi kampanye pemasaran kami," tambahnya.

Lahir di Semarang dari ayah yang memiliki darah Belanda dan Tionghoa serta ibu dengan etnis Jawa, Paula berbicara Bahasa Indonesia, Jawa serta bahasa Inggris dan bahkan dikenal sebagai model dengan postur tertinggi di Indonesia.

Supermodel dengan tinggi 183cm ini pertama kali memperoleh ketenaran internasional sebagai pemenang Indonesia Elite Model Look 2003. Paula mengatakan dia senang terlibat dalam peluncuran salah satu destinasi baru di Sydney yang paling menarik.

" Saya merasa terhormat untuk menjadi bagian dari kampanye pemasaran Waterfall by Crown Group dan saya sangat bersemangat untuk bekerja dengan Crown Group yang sudah menjelma sebagai merek internasional," kata Paula.

" Crown Group telah berhasil memenangkan sejumlah penghargaan untuk apartemen yang telah mereka bangun dan fasilitas –fasilitas resor bintang lima di Australia serta proyek-proyek yang dibangun dengan standar tertinggi," katanya.

Crown Group telah dikenal memiliki reputasi atas arsitektur yang unik, pembangunan hunian  bergaya resor dan telah diakui dengan sejumlah penghargaan tertinggi industri termasuk penghargaan UDIA NSW President’s Award , Master Builders Association Excellence in Construction Award, UDIA National High Density Development Award  dan UDIA NSW Award for Concept Design. (Dji)

Tandatangani Kerja Sama Lintas Kota, 17 Pemkab/Pemkot Ingin Maju Seperti Surabaya

Pemkot Kenalkan e-Wadul dan Nomor Emergency Call Center 112



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Semakin banyak saja pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang ingin mencontoh keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menerapkan sistem e-Government. Kemarin, Pemkot Surabaya menandatangani nota kesepakatan bersama kerja sama jaringan lintas perkotaan dengan 17 pemerintah kabupaten/kota. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan kepala daerah dari 17 pemerintah kabupaten/kota di Balai Kota seusai upacara Hari Jadi Kota Surabaya ke-723 tahun, Selasa (31/5/2016).

Tahun lalu, usai peringatan HJKS ke-722 tahun, Pemkot Surabaya juga menandatangani nota kesepakatan bersama kerja sama jaringan lintas perkotaan dengan 14 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia. Artinya, sudah ada lebih 30 pemerintah kota/kabupaten di Indonesia yang telah bekerja sama dengan Surabaya.
Untuk tahun ini, tujuh belas pemerintah kabupaten/kota itu yakni pemerintah kota (Pemkot) Medan, Pemkot, Pekanbaru, Pemkot Solok, Pemkot Bengkulu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Pemkab Rembang, Pemkot Mojokerto, Pemkot Banjarmasin, Pemkot Samarinda, Pemkot Singkawang, Pemkab Lamandau, Pemkab Lombok Utara, Pemkab Sumba Timur, Pemkab Ngada, Pemkab Pulau Morotai, Pemkot Tual dan Pemkot Jayapura.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tommi Mano mewakili 17 kepala daerah yang hadir di Balai Kota mengatakan, Surabaya merupakan kota maju yang penuh dengan inovasi. Karenanya, hampir semua kepala daerah di Indonesia, tertarik untuk mencontoh inovasi yang telah dikembangkan di Surabaya. “Kami ingin mengadopsi dan ingin belajar dari Pemkot Surabaya. Supaya kami bisa mengaplikasikan di kota masing-masing. Harapan kami, kota kami nantinya bisa sama dengan Surabaya yang maju dan penuh inovasi. Ibaratnya ibu wali ini bagi-bagi nasi tumpeng kepada kami,” ujar Benhur.

Dia juga mengapresiasi kinerja wali kota Risma. Menurutnya, wali kota Risma adalah pemimpin perempuan yang cerdas dan tidak kenal lelah dalam bekerja dan juga tidak pernah berhenti memunculkan inovasi-inovasi. “Bu Risma telah berhasil mengubah Surabaya jadi kota yang cerdas. Kami percaya, ibu kelak akan jadi orang nomor satu di negara ini. Kami berdoa ibu selal sehat,” sambung Benhur.

Dalam penandatanganan nota kesepakatan bersama kerja sama jaringan lintas perkotaan tersebut, wali kota Jayapura memberikan bibit matoa sebanyak 723 bibit, sama dengan ulang tahun kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, pengembangan inovasi di bidang teknologi informasi yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, bukan untuk mencari penghargaan. Menurut wali kota, Pemkot membuka pintu kepada kepala daerah yang ingin bekerja sama. “Hal yang paling utama adalah meayani warga untuk jadi lebih baik, untuk jadi lebih sejahtera. Karena itu, kami akan berikan. Sebab, kalau seluruh Indonesia maju, kita semua senang,” tegas wali kota.

Wali kota juga menyampaikan tentang sistem e-government di Surabaya. Juga tentang layanan perizinan Surabaya Single Windows (SSW) via aplikasi mobile. Layanan ini membuat warga bisa mengurus perizinan melalui handphone pintar (smart phone) nya. Bahkan, masyarakat bisa mencetak sendiri berkas/dokumen perzinan. “Saya selalu sampaikan ke teman-teman di Pemkot. Kita minimal bisa sejajar dengan kota-kota maju di dunia,” sambung wali kota Tri Rismaharini.

Dalam acara itu juga dilakukan peresmian sentra kuliner. Wali kota Risma sempat melakukan video call dengan pedagang di sentra kuliner Bratang Binangun, Tanah Merah dan Darahusada. Wali kota juga meresmikan Broadband Learning Center (BLC) dan aplikasi e-Wadul yang merupakan kepanjangan dari wadah untuk keluhan dan laporan. Serta uji coba nomor emergency call center 112.
“Nomor 112 ini mudah diingat. Misalnya ada bencana seperti ada kebakaran, pohon tumbang, banjir, kecelakaan atau ada anak tenggelam di sungai, bisa menghubungi nomor ini,” ujar wali kota.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaa, Antiek Sugiharti menambahkan, untuk e-Wadul, masyarakat bisa mengunduhnya di play store. Nantinya, masyarakat tinggal meng-upload foto terkait laporan semisal ada lampu penerangan jalan umum (PJU) mati, jalan berlubang atau pedestrian yang rusak. “e-wadul ini kami buat sendiri dan ini terintegrasi dengan SKPD. Bila ada laporan masuk ada operator yang menerima. SKPD yang memiliki kewenangan akan menindaklanjuti,” ujar Antiek.(arf)

Rayakan HJKS ke-723, Wali Kota Fokus Tingkatkan Kapasitas Warga Surabaya



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi fokus utama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di usia Kota Surabaya yang sudah memasuki 723 tahun. Wali Kota berharap, warga Surabaya mau dan mampu untuk meningkatkan kualitas hidupnya di bidang apa saja. Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Tri Rismaharini seusai upacara Hari Jadi Kota Surabaya ke-723 tahun di Taman Surya, Selasa (31/5) pagi.

“Fokus nya masih di SDM. Harapan saya, tahun ini kita bisa mulai dan harus bisa tingkatkan kapasitas kita. Kita mau dan mampu mengubah kehidupan kita di bidang apa saja. Saya tidak mau, kita menyerah, pasrah dan bilang ini sudah takdir Tuhan. Masyarakat bisa berupaya meningkatkan pendapatannya. Para siswa yang selama ini prestasinya biasa saja, harus berusaha untuk jadi juara kelas,” ujar wali kota.

Dikatakan wali kota, pembenahan SDM berbeda dengan misalnya pembenahan infrastruktur. Bila pembenahan infrastruktur, tiap tahun tetap menjadi concern dan bila ditender maka selesai. Namun, untuk pembenahan SDM, butuh momentum kebersamaan. “Infrastruktur itu tiap tahun ada. Tapi untuk pembenahan SDM, itu harus ada kebulatan tekad. Nggak bisa saya sendiri. Ini harus melibatkan semua” sambung wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini.

Fokus pembenahan pada SDm itu juga beberapa kali disebut wali kota dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-723. Disampaikan wali kota, SDM Surabaya haruslah lebih siap. Utamanya dalam menghadapi tantangan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Disampaikan wali kota, MEA merupakan ‘pertarungan’ sesungguhnya di bidang ekonomi dan jika kalah, maka warga Surabaya hanya akan mengalami “penjajahan” kembali. Hanya akan menjadi penonton atau bahkan pelayan di kota nya sendiri. Karenanya, kualitas pendidikan yang diiringi dengan kerja keras dan disiplin, diharapkan dapat menjadi jembatan emas peningkatan daya saing SDM dalam MEA.

“Kota Pahlawan mengembang misi bersejarah menjadi pemenang dalam MEA. Apakah makna kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pahlawan jika kita bukanlah tuan dan nyonya di kota sendiri?” tegas wali kota.

Disampaikan wali kota, dalam beberapa tahun terakhir, kualitas SDM di Surabaya terus meningkat. Peningkatan kualitas SDM itu dapat tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Mulai tahun 2010, Surabaya menjadi salah satu kota dengan shortfall (kecepatan perkembangan) IPM yang tertinggi di Indonesia. Bahkan, indeks pertumbuhan harapan hidup, melek huruf, rata-rata lama sekolah, daya beli makin menyebar di mana jumlah kecamatan dengan IPM di atas 78,43 semakin banyak.

Jumlah anak-anak berprestasi di Surabaya juga meningkat pesat. Jika pada 2012, sejumlah 1943 anak, maka di 2015 terdapat 5334 anak. Dan di tahun 2016, hingga bulan Mei ini, sudah ada 3494 siswa yang telah meraih prestasi di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional.

Pemkot Surabaya juga menyiapkan beasiswa untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa cepat bekerja melalui pendidikan vokasi/diploma keperawatan, perhotelan, pelayaran, perkapalan, pramugari dan pilot. Pemkot juga akan memulai memberikan beasiswa menjadi dokter. Diharapkan, dari setiap kelurahan Surabaya, akan muncul dokter-dokter baru yang akan melayani masyarakat Indonesia.

“Tahun ini juga sudah dimulai ikatan dinas teknisi pesawat terbang bekerja sama dengan Garuda Indonesia. Serta beasiswa dan sertifikasi internasional las dan teknisi minyak dan gas bekerja sama dengan kementrian ESDM,” jelas wali kota.  



Upacara Semarak dengan Nuansa Suroboyo-an

Sesi upacara HJKS ke-723 berlangsung semarak dengan nuansa khas Suroboyo-an. Mulai dari baju khas Suroboyo, yang dikenakan oleh jajaran SKPD Pemkot Surabaya mulai dari lurah. Mereka mengenakan kostum cak dan ning Suroboyo. Tak terkecuali wali kota Risma yang memakai kebaya putih dibalut kerudung putih dan bawahan merah muda. Dan, tiap pergantian sesi acara upacara, diiringi dengan gamelan khas ludruk Suroboyo.

Upacara dibuka dengan pembacaan sejarah singkat Kota Surabaya. Diakhir acara, ada pemotongan tumpeng berdiameter dua meter oleh wali kota. Potongan tumpeng itu diberikan kepada Ketua Legiun Veteran Surabaya Hartoyik atas jasa yang diberikan oleh para pahlawan. Berikutnya, wali kota memberikan penghargaan kepada masyarakat yang dianggap mendukung perkembangan Kota Surabaya. Juga media massa yang dipandang berkontribusi terhadap upaya memajukan Surabaya.

Semarak upacara HJKS diakhiri dengan penampilan tari remo sebanyak 723 siswa-siswi tingkat PAUD (pendidikan anak usia dini), TK (taman kanak-kanak), dan SD (sekolah dasar). Lantas, di akhir acara, wali kota melangkah menuju Taman Surya untuk ikut menikmati pesta rakyat. Berbagai makanan khas Surabaya tersaji dalam pesta rakyat itu. Ada Soto Ayam, Gado-gado dan beberapa makanan khas lainnya. Wali kota lalu menyajikan Soto Ayam kepada beberapa warga, termasuk wartawan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan Pemerintah Kota Surabaya menyediakan sebanyak 12.600 porsi makanan khas Surabaya. Semua makanan itu sengaja disuguhkan kepada warga Surabaya untuk dinikmati. “12.600 porsi dengan berbagai macam makanan khas Surabaya,” ujarnya.(arf)

Yonif Mekanis 202 Tajimalela Harumkan Nama Kodam Jaya



KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta Timur) Dengan diiringi lagu Pahlawan Muda seluruh Prajurit Yonif Mekanis 202/Tajimalela berjajar mulai gerbang masuk batalyon untuk  menyambut kedatangan rekan-rekan mereka yang menjadi perwakilan Tim Ton Tangkas, yang telah sukses meraih juara ke 4 dan membawa harum Kodam Jaya/Jayakarta ditingkat TNI AD.

Langkah tegap dan senyum mengembang diwajah, tidak tampak sedikitpun rasa lelah diwajah setiap prajurit. Mereka semua senang dan bangga, latihan keras yang selama ini mereka lakukan telah terbayarkan melalui prestasi yang membanggakan.

Danyonif Mekanis 202/TM Letkol Inf anan Nurakhman yang memimpin langsung Tim Ton Tangkas ini mengatakan bahwa “Tim Ton Tangkas ini telah menunjukkan kegigihan, keuletan dan semangat juang yang tinggi dalam berkompetisi secara sehat dan sportif, sehingga seluruh rangkaian lomba dapat diselesaikan dengan hasil yang terbaik dan memuaskan, serta membawa harum nama satuan dan Kodam Jaya”.

Kegiatan lomba Peleton Tangkas merupakan agenda rutin TNI AD setiap 6 (enam) bulan sekali dalam setahun. Perlombaan Peleton Tangkas periode I tahun ini diikuti oleh 15 kontingen yang terdiri dari 2 Divisi Kostrad dan 13 Kodam ini mempertandingkan 8 materi lomba yaitu kesegaran jasmani “A” (lari 3.200 m), renang militer, ilmu medan (teori dan aplikasi), How to find the fighter (HTF), menembak senapan, menembak pistol, lintas medan dan Bela Diri Militer Yong Moodo (berpasangan).

Selama 8 hari dari tanggal 23 Mei sampai dengan 30 Mei 2016 di wilayah kota Cimahi Jawa Barat, para prajurit laskar Jayakarta ini berjuang dengan maksimal mengerahkan seluruh kemampuan yang telah dipelajari dan dilatihkan. Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, ton tangkas pada tahun ini, selain diikuti oleh seluruh anggota peleton juga mengikutsertakan Komandan Batalyon, Komandan Kompi serta Komandan peleton itu sendiri dalam pelaksanaan setiap materi lomba.

Keberhasilan Tim Ton Tangkas Yonif Mekanis 202/Tajimalela ini merupakan cerminan perpaduan dari kemampuan perorangan prajurit yang tinggi serta kekompakan dan kerjasama satuan yang baik antara unsur pimpinan dan anak buah. Hal ini menunjukkan indikator keberhasilan Pembinaan Satuan (Binsat) yang telah dilakukan oleh Kodam Jaya/Jayakarta.

“Kami akan selalu Belajar dan berlatih dengan keras dan sungguh-sungguh, sehingga dalam mengikuti lomba serupa di masa yang akan datang, akan selalu mampu bersaing dan berprestasi dengan lebih baik lagi.” Ucap Danyonif Mekanis 202/Tajimalela.

Selamat atas keberhasilan dan meraih prestasi, Yonif Mekanis 202/Tajimalela, selamat kepada para prajurit pilihan karena telah menunjukkan prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kodam Jaya/Jayakarta. Semoga di perlombaan Ton Tangkas berikutnya prestasi Kodam Jaya akan semakin baik. (arf)

Kodam Jaya Ajarkan Pancasila Serentak Di Sekolah



KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta Timur) 1 Juni 2016 tepat hari lahirnya Pancasila, Kodam Jaya/Jayakarta mulai meriahkan dan memperingati dengan berbagai persiapan.

Menurut Asisten Teritorial Kasdam Jaya Kolonel Inf Arudji, Kodam Jaya memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2016 dengan menggelar pengajaran secara serentak di seluruh sekolah yang ada di Jakarta dan sekitarnya, dengan bekerja sama dengan Klinik Pancasila pimpinan Dr Dodik.Rabu (1/6) nanti.

Masih menurut Arudji, kegiatan ini merupakan perintah Panglima TNI untuk memperingati hari lahirnya Pancasila. Kodam Jaya akan bekerja sama dengan Polri, Pemda dan para guru untuk kegiatan mengajar Pancasila tersebut  selama 30 sampai 60 menit dan tetap mengedepankan guru di sekolah dengan materi pembahasan seperti sejarah Pancasila, mengapa Pancasila  menjadi  dasar negara, mengapa 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila dan 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila.

Kenapa sekolah sekolah yang menjadi sasaran pengajaran Pancasila. Arudji menjelaskan, saat ini masih banyak remaja-remaja yang kurang memahami Pancasila sebagai ideolgi negara. Banyak dijumpai pemakaian atribut, lambang atau tulisan bahkan kegiatan yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai Pancasila, misalnya tulisan atau lambang yang menunjukan faham komunis, mirisnya kebanyakan dilakulan oleh remaja usia sekolah. Lemahnya pemahaman mereka menjadi obyek empuk bagi pihak yang bertentangan dengan Pancasila untuk melancarkan aksinya.

Salah satu sekolah yang akan menjadi sasaran pengjaran Pancasila adalah SMAN 6 Bekasi. Di sana akan digelar Klinik Pancasila dengan agenda  awal yaitu "Guru Sosial Mengajar Pancasila Bakti TNI Untuk anak negeri" di SMA 6 Kota Bekasi tepatnya di Taman Galaksi pada hari lahir Pancasila, 1 Juni 2016. Akan ada 27 aparat TNI yang akan  mengajar di 27 kelas serentak jam 7 pagi.

Degan kegiatan ini, diharapkan generasi muda khususnya anak sekolah sebagai penerus kelangsungan hidup bernegara, akan memiliki pemahaman yang benar tentang Pancasila dan bisa menjadi benteng kokoh dari kelicikan para penghianat Pancasila. (arf)

Dandim 0506/Tangerang Kunjungan ke lokasi fisik TMMD di Desa Kandawati



KABARPROGRESIF.COM : (Tangerang) Komandan Kodim (Dandim) 0506/Tgr Letkol Inf Achirudin melakukan kunjungan mendadak di lokasi yang menjadi sasaran fisik TMMD ke-96. Di lokasi, tengah berlangsung tahap akhir pengecoran jalan Desa Kandawati Gunungkaler Tangerang oleh para prajurit Kodam Jaya dibantu warga setempat.

Saat kunjungan, Dandim cukup terkesan karena lokasi fisik TMMD jauh dipelosok desa, bahkan signal telepon juga lemah, namun antusias warga setempat sangat terlihat untuk lebih dekat dengan Dandim, tidak sedikit yang ingin berjabat tangan dengan orang nomor satu di Kodim 0506/Tgr tersebut. Hal ini mengisyaratkan keakraban antara Dandim dengan masyarakat setempat. Dandim 0506 sosok yang santun dan sangat dekat dengan masyarakat dan mudah bergaul , bisa di terima di semua lapisan masyarakat dan sangat dekat dengan anggota kodim.

Dari hasil kunjungan, Dandim 0506/Tgr tidak menemukan penyimpangan dari rencana, “Di lokasi TMMD ini, semuanya terlihat sesuai rencana“, terang lulusan Akmil tahun 1997 ini.

Usai dari lokasi pengecoran jalan, Dandim 0506 Letkol Inf Achirudin yang didampingi Pasiter Kapten Inf Waluyu singgah di rumah salah satu warga, di rumah warga kandawati bpk Sapiudin . Dihadapan warga yang turut hadir, Dandim 0506 letkol Inf Achirudin mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah membantu memasak bagi prajurit, juga kepada warga  yang ikut bekerja dan  berinteraksi selama TMMD.

“Di samping saya ingin melihat  interaksi TNI dan masyarakat, Alhamdulillah, di Desa Kadawati ini berjalan lancar. Atas segala dukungan masyarakat, pemerintah dan segala unsur lainnya, saya ucapkan terimakasih”, tegas Dandim 0506 Letkol Inf Achirudin.

Masih kata Dandim 0506 Letkol Inf  Achirudin, program pembangunan jalan akan berdampak besar bagi penghasilan warga yang umumnya petani, karena petani dapat melalui jalan lebih cepat dan tidak lagi memutar seperti sebelumnya saat ingin menjual hasil panennya.


“Dan tolong ke depannya, seluruh warga ikut menjaga jalan yang sudah diwujudkan tim TMMD”, pungkas Dandim 0506 Letkol Inf Achirudin. (arf)

Jelang Ramadhan dan Idulfitri, Danlanal Malang Hadiri Pertemuan Forpimda Kota Malang



KABARPROGRESIF.COM : (Malang) Menjelang Ranmadhan dan Idulfitri 1437 H, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Malang, Lantamal V Kolonel Laut (E) Gendut Sugiono, S.H beserta Perwira Staf menghadiri pertemuan Forum Pimpinan Daerah dan Organisasi Masyarakat di Ballroom Hotel Ijen Suites Resort & Convention Nirwana Jl. Ijen Nirwana Blok A No. 16, kemarin(31/5),---

Tampak hadir Walikota Malang, Wawali Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, Dandim, Kapolres, dan unsur pimpinan lainnya. Kegiatan yang diprakarsai oleh Ketua DPRD Kota Malang Moch. Arief Wicaksono, ST tersebut bertujuan untuk menyatukan visi dan misi dalam kegiatan Pengamanan menyambut bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H di Kota Malang dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Ketua DPRD Kota Malang dalam sambutan mengatakan bahwa sinergitas seluruh unsur Forpimda sangat dibutuhkan untuk mensukseskan kegiatan menyambut Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri 1437 H khususnya di Kota Malang bisa berjalan dengan baik, segala kerawanan yang ada di Malang Raya dan sekitarnya bisa dicegah lebih dini, TNI/Polri bersama masyarakat saling bekerjasama agar tercipta Malang yang kondusif “

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan dialog Interaktif antara Walikota, Wakil Walikota Malang Drs. Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang Moch. Arief Wicaksono, ST, Danlanud Abd. Saleh Malang, Danlanal Malang, Dandim 0833/ Kota Malang, Wakapolres Malang Kota, Perwakilan dari BIN di Malang dan Perwakilan dari Bakorwil dengan Moderator Direktur Malang Post.

Dalam kesempatan tersebut, Danlanal Malang menegaskan komitmen TNI AL khususnya Lanal Malang siap mendukung sesuai aturan dalam mensukseskan kegiatan pengamanan untuk memberikan rasa nyaman, aman bagi masyarakat Malang Raya dan sekitarnya dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H.

Masing-masing nara sumber menyampaikan misi dan visinya untuk secara bersama-sama mensukseskan kegiatan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H di Kota Malang dan sekitarnya bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar diselingi dengan tanya jawab dari para tamu undangan yang hadir. (arf)

Dandim Kediri : Mimpi Itu Menjadi Kenyataan



KABARPROGRESIF.COM : (Kediri) Untuk meyakinkan kondisi teraktual program renovasi Rumah Tidak Layah Huni (RTLH), yang tersebar di 29 Kecamatan se Kota dan Kabupaten Kediri, Kodim 0809/Kediri melakukan inspeksi pengawasan terpadu, secara serentak hari ini. Pengawasan tersebut terbagi 6 Tim yang terdiri dari Tim dari Staf Ter, Staf Ops, Staf Intel, Staf Pers dan Staf Log, selanjutnya tim tersebut langsung menuju lokasi objek RTLH dengan acak (sistem random sampling), selasa (31/05/2016).

Sebelumnya Dandim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi, bersama Pabung Kodim Kediri, Kapten Inf Puguh Jatmiko, Kapten Inf Tugas M.Ali (mewakili Para Danramil), Kapten Czi Muklasin, Kapten Arm Nur Solikin, Kapten Inf Yanis Prasetyo dan Kapten Inf Sutrisno, serta Peltu Darsono (mewakili Pasi Ter), melakukan rapat terbatas di Makodim Kediri, malam kemarin. Hasilnya, diputuskan untuk membagi tim pengawasan terpadu menjadi 6 kelompok, dan dilakukan secara spartan ,serta meninjau langsung lokasi objek RTLH.

“Kita harus memantau betul-betul lokasi objek RTLH, baik kebutuhan dasar bangunan, target pelaksanaan, dan kondisi infrastruktur, agar nantinya mimpi mereka memiliki rumah yang sesuai standard kesehatan maupun keluarga sejahtera, menjadi kenyataan,” kata Letkol Inf Purnomosidi, kemarin malam.

Sebaran dari tim pengawasan Kodim Kediri tersebut, Tim A meliputi Kecamatan Semen, Grogol, Banyakan, Tarokan dan Mojo, Tim B meliputi Kecamatan Kras, Ringinrejo, Kandat dan Ngadiluwih, Tim C meliputi Kecamatan Papar, Purwoasri, Pagu, Kayen Kidul, Ngasem, dan Gampengrejo, Tim D meliputi Kecamatan Pare, Badas ,Kunjang, Plemahan dan Gurah, Tim E meliputi Kecamatan Kandangan, Puncu, Kepung, Plosoklaten, Wates dan Ngancar, sedangkan Tim F meliputi Kecamatan Kota, Pesantren ,dan Mojoroto.

“Seluruh bahan dasar bangunan yang disediakan, sudah masuk kesemua lokasi objek RTLH, bahkan objek-objek tersebut justru melebihi dasar infrastruktur bangunan yang sudah ditetapkan sebelumnya,” ungkap Pelda Darsono, Ketua Tim E (pengawas), yang mengawasi langsung objek RTLH di Kecamatan Wates.

“Dari hasil random sampling pengawasan program renovasi RTLH siang ini, rata-rata tiap Koramil sudah mampu menyelesaikan target yang dibebankan, baik dari prosentase maupun jumlah alokasi objek RTLH,” jelas Peltu Sofyan, Ketua Tim D (pengawas), yang singgah salah satu lokasi objek RTLH di Kecamatan Gurah. (arf)

Tingkatkan kesadaran bela negara, Korem 084/BJ gelar Pelatihan Saka Wira Kartika



KABARPROGRESIF.COM : (Sidoarjo) Sebanyak 480 siswa dari SMA dan SMK binaan seluruh Kodim Jajaran Korem 084/BJ mengikuti kegiatan perkemahan Bakti Saka Wira Kartika tahun 2015 yang di laksanakan di lapangan Arhanudse-8 Sidoarjo, kegiatan perkemahan akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 28 s.d 29 Mei 2016. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Surabaya Bpk. Wisnu sakti buana.

Saka Wira Kartika adalah wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan dalam membentuk patriot bangsa yang setia, berbakti, dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan perkemahan Bakti Saka Wira Kartika ini untuk membangun karakter insan dalam mewujudkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kesadaran dalam membela kesatuan NKRI. Kemudian kondisi itu memiliki kepribadian Pancasila dan ber-Bhineka Tunggal Ika. Hal tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Walikota Surabaya yang dibacakan Wisnu Sakti Buana selaku wakil walikota.

Lebih lanjut pada sambutanya Beliau mengatakan pada hakekatnya pendidikan adalah sebuah transfer nilai dan sosialisasi nilai-nilai, melalui pendidikan karakter menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan siswa-siswi disiplin yang siap memiliki kemampuan yang menjadi pemimpin dan siap dipimpin serta cerdas, saya harapkan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar jelasnya.

Pelatihan dan Perkemahan Saka Wira Kartika yang diadakan Korem 084/BJ ini  adalah bentuk keterlibatan TNI AD dalam pembinaan kewilayahan dan teritorial, khususnya pada kalangan generasi muda untuk mendukung membangun kebersamaan antar generasi muda dan melatih kepekaan terhadap lingkungan.

Selain dihadiri Wakil Walikota Surabaya Bpk. Wisnu Sakti Buana Hadir pada acara pembukaan perkemahan Bhakti saka wira kartika yaitu Kasrem 084/BJLetkol Inf.Herry Suprapto, para Dandim jajaran Korem serta Kabalak  serta para tamu undangan lainnya.(arf)

PUTING BELIUNG MELANDA WILAYAH KEC. PONGGOK KAB. BLITAR



KABARPROGRESIF.COM : (Blitar) Angin puting beliung mengobrak-abrik rumah warga desa Ponggok dan desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar pada pukul  15.00 Wib.Senin Sore(30/5/16)

          Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditafsir hingga puluhan juta rupiah, Pada pukul 15.00 Wib Senin sore  terjadi hujan lebat disertai angin kencang sehingga merobohkan pohon. Pohon roboh menimpa rumah  warga masyarakat, Dari data yang dihimpun anggota koramil Ponggok rumah warga yang tertimpa pohon tersebut antara lain  rumah milik Suparno Rt. 8 RW 1 Dusun Ponggok Desa Ponggok. Kerusakaan rumah tertimpa pohon kenanga kerugian ditafsir sekitar 20 juta rupiah Rumah milik Ny. Alfiya yang beralamat di  Rt.9 RW 1 Desa. Ponggok kerusakan dapur tertimpa  pohon kenanga kerugian sekitar 1 juta. Rumah Yusuf  alamat Rt. 9/1 ds ponggok  teras Rumah tertimpa pohon waru kerugian seitar 1 juta rupiah,  Rumah milik Subira Rt. 9/1 Desa  Ponggok kerusakan Atap Rumah kerobohan pohon kenanga kerugian 5 juta rupiah. Rumah milik Adin Rt. 9/1 Desa Ponggok  kerusakan Atap Rumah tertimpa pohon kenanga Kerugian 1 juta rupiah. Rumah milik Pujut Rt. 8/1 Desa Ponggok kerusakan Atap Rumah tertimpa pohon kenanga Kerugian sekitar 1 juta rupiah. Rumah milik Yani Rt. 9/1 Desa Ponggok kerusakan Atap Rumah tertimpa pohon kenanga Kerugian sekitar 2 juta rupiah. Rumah Dwi Rt. 9/1 Desa  Ponggok kerusakan teras rumah tertimpa pohon kenanga kerugian sekitar 2 juta rupiah. Rumah milik Supriyanto Rt 9/1 Desa Ponggok  kerusakan Atap rumah tertimpa pohon kenanga kerugian 3 juta rupiah. Rumah milik Sugeng Rt. 9/2 Desa Ponggok kerusakan teras rumah tertimpa pohon kenanga kerugian sekitar2 juta. Rumah milik Kasiono Rt. 9/2 Desa  Ponggok kerusakan teras rumah tertimpa pohon kenanga kerugian sekitar 2 juta rupiah dan rumah milik Juki Rt. 3/5 Desa Kebonduren kerusakan dapur tertimpa pohon waru kerugian sekitar 3 juta rupiah.

Total kerugian materiil ditaksir mencapai 43 juta rupiah. Sementara listrik di Desa Ponggok dan Desa  kebonduren masih padam . Langkah-langkah yang diambil Aparat Keamanan dan Pemda, Anggota Koramil Ponggok bersama warga setempat kerja bhakti membersihkan puing-puing bangunan yang tertimpa pohon dan melaporkan listrik padam kepada PLN.(arf)

Senin, 30 Mei 2016

Ada Nuansa Beda di Upacara HJKS ke-723 Besok



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Selasa (31/5) besok, Kota Surabaya berulang tahun ke-723. Dan, sudah menjadi keharusan, Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ditandai dengan upacara. Nah, kali ini, ada nuansa beda dalam upacara peringatan HJKS. Bila di tahun-tahun sebelumnya, upacara HJKS berjalan seperti upacara pada umumnya, kali ini akan kental dengan nuansa Suroboyo-an. Rasa Suroboyo itu sangat terasa saat sesi gladi resik pada Senin (30/5/2016) pagi.

Salah satu yang paling menonjol adalah bunyi musik gamelan dan kendang ala ludruk Suroboyo-an. Ya, di setiap pergantian bagian sesi acara upacara, terdengar lebih akrab di telinga dengan alunan musik khas Suroboyo yang dimainkan siswa-siswi SMK Negeri 12 Surabaya. Semisal ketika sesi Wali Kota Surabaya selaku inspektur upacara (Irup) memasuki lokasi upacara, ketika penghormatan kepada Irup upacara, atau ketika sesi lambang Surabaya di bawa masuk ke arena upacara.

Untuk paduan suara, juga menyajikan rasa baru. Bila biasanya, para siswa-siswi sebagai “penyanyi” nya, ditempatkan di panggung sebelah Timur. Kali ini, mereka akan menyanyikan lagu-lagu kenangan Surabaya di tengah ‘arena upacara’. Yang menarik, siswa-siswi SD hingga SMA ini menyanyikan lagu-lagu seperti Semanggi Suroboyo dan Jembatan Merah, dengan iringan orkestra. Suara gitar atau saxophone dan piano yang dimainkan siswa-siswi Surabaya, akan bersahut-sahutan. 

Dan, satu lagi yang baru adalah adanya sesi potong tumpeng. Nantinya, di bagian akhir upacara, tumpeng setinggi 2,73 meter akan dibawa ke tengah lokasi upacara, lalu dipotong oleh wali kota. Pun di sesi ini, ketika tumpeng dibawa, akan diringi oleh musik karawitan plus vokal dari siswa-siswi SMK 12. 

“Pokok ‘e upacara HJKS kali ini nuansa nya Jawa Timuran, Suroboyo-an” ujar Kepala Bakesbang Linmas, Soemarno yang menjadi koordinator gladi resik upacara kemarin.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyebut upacara HJKS kali ini akan semarak dengan alunan musik khas Suroboyo. Karenanya, upacara HJKS kali ini tidak ubahnya seperti sebuah resepsi. Meski begitu, Eddy menyebut suasana upacara HJKS ke-723 ini akan tetap berlangsung formal karena tetap ada penghormatan bendera merah putih. “Ini bu wali langsung yang minta. Intinya kami ingin memunculkan suasana Surabaya tempo dulu melalui seni dan musik tradisional,” ujarnya.

Untuk sesi pemotongan tumpeng, Eddy menyebut potongan tumpeng tersebut akan diserahkan wali kota kepada tokoh masyarakat. “Pokoknya upacara nya akan sangat berbeda dari biasanya. Wartawan harus melihatnya. Rugi kalau tidak ikut menjadi saksi upacara besok,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas Kota Surabaya, Muhamad Fikser mengatakan, upacara HJKS ke-723 kali ini memang akan sangat kental dengan nuansa Surabaya. Selain alunan musik, para peserta upacara juga akan mengenakan pakaian khas Surabaya. Dan setelah selesai upacara, juga akan ada pesta rakyat untuk warga Surabaya. “Nantinya Pesta Rakyat akan menyajikan kuliner-kuliner khas Suroboyo. Pokoknya semua khas Suroboyo,” ujarnya.

Untuk lantunan musik ludruk khas Suroboyo, akan dimainkan oleh siswa-siswi SMK 12. Ada 30 anak yang terlibat. Sebanyak 25 anak memainkan alat musik seperti gamelan, gong, kendang, dan rebana (terbangan). Lalu, lima anak sebagai vokalisnya. Mereka tidak memainkan sembarang bunyi-bunyian. Tetapi, beberapa komposisi gending yang dicomot dari ludruk Suroboyo.

“Beberapa gending-gending yang kami ambil untuk komposisi memang mengambil dari ludruk. Ada jula juli, alap-alapan, krucilan brajakan. Itu jula-juli yang kenceng. Ada juga cokronegoro. Dan untuk alat musiknya, kami membawa gamelan larasendro lengkap plus rebana alat musiknya,” ujar Bambang Sukmo Pribadi, guru karawitan SMK 12 ditemui usai gladi resik upacara HJKS.

Menurut Bambang, mereka yang akan tampil di upacara HJKS ini merupakan murid-murid dari program studi seni karawitan dan seni pertunjukan. Dia menyebut, penampilan di upacara HJKS ini merupakan bagian dari goal nya para siswa-siswi selama latihan dan juga untuk penyesuaian diri dengan situasi pentas. Agar bisa tampil maksimal, mereka sudah berlatih empat kali. “Anak-anak senang luar biasa. Karena ini goal nya anak-anak bagaimana mendapatkan kesempatan juga aplikatif dari latihan. Pentas secara langsung juga agar kelak mereka lulus bisa adaptasi dengan masyarakat lingkungan dan seniman,” sambung Bambang.

Bambang menambahkan, upacara HJKS ke-723 yang dikemas dengan nuansa Suroboyo-an ini merupakan keinginan dari Wali Kota Tri Rismaharini. Menurutnya, itu sangat bagus untuk menunjukkan kekayaan seni budaya Surabaya kepada patra tamu yang hadir di upacara beosk. “Upacara ini keinginan bu wali. Biasanya upacara itu formal obade dengan diiiringi chord musik diagonis. Ini bagaimana mencoba tidak terlalu pakem dengan obade yang resmi. Tetapi dicoba dengan gamelan. Suasananya kalau upacara dengan obade itu terasa mencekam. Ini kelihatan nggak terlalu pakem. Jadi namanya resepsi peringatan Hari Jadi Kota Surabaya,” ujarnya. (arf)

Sakit Jiwa, Jagal Karah Bakal Lolos Tuntutan Hukum




KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memastikan tidak akan melanjutkan proses hukum kasus pembunuhan yang menjerat Sukisko sebagai tersangka.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi menjelaskan, alasan bakal dihentikannya kasus pembunuhan tersebut dikarenakan, Tersangka Sukisko mengalami gangguan jiwa atau gila. Hal itu dibuktikan dari keterangan dokter Rony Subagyo.

"Mengacu pasal 44 ayat 1 KUHP, kita tidak bisa melanjutkan perkara ini,"terang Didik Farkhan saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (30/5).

Dijelaskan Didik, penghentian perkara atau SP 3 kasus ini merupakan ranah penyidik, Kejaksaan hanya bersifat memberikan petunjuk.

"Memang ada keterangan ahli di dalam BAP yang memberikan keterangan agar Hakim lah yang akan memutus tersangka sakit jiwa, tapi bagi kami itu keliru, kalau sakit jiwa nya terungkap dalam sidang, baru itu kewenangan hakim,"terang Didik.

"Seperti kasus upal dengan tersangka Jimmy Kurniawan, Dia dibebaskan hakim PN Surabaya, karena terungkap alami kejiwaan ketika perkaranya disidangkan,"sambung Didik.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi Jum'at (11/3) lalu, sekira pukul 09.00 WIB (Pagi).

Jagal Karah itu membunuh Yanto Bel, penjual pentol yang tak lain tetangganya sendiri, dengan menggunakan Belencong (alat yang digubakan untuk menggali tanah dan membelah batu, digunakan seperti cangkul). Peristiwa itu terjadi dirumah pelaku di Jalan Karah II nomor 35, Surabaya. 

Usai membunuh korban,  tersangka Sukisko langsung bercerita ke tetangganya. Warga pun langsung bergegas ke rumah tersangka dan menemukan kondisi korban telah bersimbah darah dan belancong yang dipakai sebagai alat untuk membunuh  masih menancap dikepala korban.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Belum mengetahui apa motif dibalik  pembunuhan ini. Kasus ini ditangani oleh Polsek Jambangan.

Dari informasi yang dihimpun dilingkungan tempat tingal Suksiko, Dia mengalami gangguan jiwa. Pada kondisi tertentu, Sukisko terlihat normal dan membaur dengan masyarakat. Namun pada saat tertentu, tanpa sebab Sukisko kerap kumat dan melakukan kekerasan pada warga. (Komang)

La Nyalla Kembali Ditetapkan Tersangka




KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Kendati sudah tiga kali kalah, tapi tak membuat Kejati Jatim kapok dan malah kembali menetapkan La Nyalla Mattaliti sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian saham perdana (IPO) Bank Jatim dengan dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) provinsi setempat.

"Hari ini Sprindik dan Penetapan La Nyalla sebagai tersangka kita turunkan,"kata Kajati Jatim, Maruli Hutagalung di Kantor Kejati Jatim, Senin (30/5).

Namun saat ditanya nomor sprindik dan surat penetapan tersangkanya, Maruli enggan membeberkannya.

"Dia kita jadikan tersangka untuk TPK (tindak pidana korupsi)-nya. TPPU (tindak pidana pencucian uang)-nya menyusul," ujar mantan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada sejumlah awak media.

Maruli juga mengaku telah menetapkan La Nyalla sebagai buron, Bahkan juga kembali mengajukan cegah tangkal (cekal) yang baru untuk La Nyalla ke Kementerian Hukum dan HAM.

"Dengan begitu, La Nyalla tidak bisa ke luar dan masuk luar negeri,"ujar Maruli.
Maruli mengaku siap, jika penetapan tersangka ini kembali disoal dan dipraperadilankan, seperti tiga penetapan sebelumnya. "Gak masalah itu, kita akan hadapinya, kalau yang ini dipra lagi, berarti ini jilid ke empat,"pungkasnya.

Seperti diketahui, Penetapan La Nyalla sebagai tersangka lagi dikeluarkan Kejati Jatim sepekan setelah pengadilan mengabulkan praperadilan yang diajukan anak La Nyalla, yakni Muhammad Ali Affandi.

Sebelumnya, Ketua Kadin Jatim ini sempat ditetapkan tersangka dugaan korupsi hibah Kadin Jatim Rp5,3 miliar pada 2012 dan pencucian uang hibah di institusi sama Rp1,3 miliar pada 2011 oleh Kejati setempat. Sejak ditetapkan tersangka pada Maret 2016, La Nyalla lari, diduga ke Singapura. (Komang)

Lurah Sidosermo Segera Diadili

mantan lurah  dukuh setro


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Setelah dilakukan penahanan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Lurah Sidosermo, Joko Sutrisno bersiap-siap duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Juanda Sidoarjo.

Pasalnya, hari ini penyidik telah melimpahkan berkas perkara dugaan pungutan liar (Pungli) dalam Pengurusan sertifikasi Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) periode tahun 2013 hingga 2014.

"Hari ini perkaranya kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor, dan tidak lama lagi akan disidangkan,"terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (30/5).

Dijelaskan Didik, peristiwa pungli tersebut terjadi saat, Joko menjabat sebagai Lurah Dukuh Setro. "Semestinya pengurusannya gratis,  dan tidak dipungut biaya karena semua sudah dibiayai BPN, tapi ada sekitar 600 pemohon yang dipungut biaya, mulai Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta ,"sambung Didik.

Oleh Jaksa, Joko dijerat akan didakwa dengan pasal berlapis pun. Ancaman pemecatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun bakal menantinya.

"Tersangka akan kita dakwa melanggar Pasal 12 huruf b  pasal 12 huruf e pasal 11 pasal 5 ayat 2 Undang-Undang  No  20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,"terang Didik.

Seperti diketahui, peristiwa pungli tersebut terjadi dalam dua periode yakni tahun 2013 dan 2014. Total nilai pungli yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 885 juta.

Joko ditahan pada Kamis (19/5) lalu, saat jaksa penyidik Pidsus melimpahkan berkas perkaranya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jolvis Samboe akan bertindak sebagai JPU yang menangani perkara ini. (Komang)

Risma Buka Pameran Foto Denyut Kehidupan Surabaya



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri pameran foto denyut kehidupan Surabaya yang digelar Kantor Berita Antara Biro Jawa Timur bekerja sama dengan Pemkot Surabaya di gedung Galeri Museum Siola Surabaya, Senin (30/5).

     Ketua Kantor Berita Antara Biro Jatim Akhmad Munir dalam sambutannya mengatakan pameran foto yang digelar Antara setiap tahunnya biasanya digelar di mal-mal, namun tahun ini khusus di gelar di Galeri Museum Surabaya dalam rangka memperingati HUT ke 723 Surabaya.

     "Suatu kebanggaan dan kehormatan, bu Risma hadir membuka pameran foto. Ini Memandakan Surabaya milik bersama, khususnya para fotografer," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur ini.

     Ia mengatakan foto yang dipamerkan kali ini merupakan 30 foto nominasi lomba foto tema Denyut Kehidupan Surabaya. Peserta lomba sebanyak 400 orang dari kalangan jurnalis, komunitas foto, mahasia dan pelajar.

     "Peserta lomba foto ini juga diikuiti dari daerah lain di antaranya Madiun. Selebihnya 50 foto yang dipamerkan adalah karya fotografer Antara Jatim," ujarnya.

     Dari 30 nominasi tersebut akhirnya ditetapkan  6 foto sebagai pemenang lomba. "Harapan kami bisa kerja sama pemkot dengan antara untuk kegiatan positif seperti ini terus terjaga," katanya.

     Apalagi, lanjut dia, ada even bertaraf internasional UN Habitat yang akan digelar di Surabaya pada Juli mendatang. "Tentunya melalui kantor berita Antara, kegiatan tersebut bisa disiarkan melalui jaringan yang sudah ada ke penjuru dunia," ujarnya.

     Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan mengucapkan terima kasih kepada fotografer yang sudah memotret sisi kehidupan di Surabaya dengan baik. Melalui tangan-tangan para fotografer, Kota Surabaya menjadi indah dan terkenal di dunia.

     "Gara-gara fotografernya pinter, jembatan kenjeran menjadi foto terbaik 10 di dunia. Kalau yang ambil fotografer, fotonya bisa berbicara," katanya.

     Risma mengatakan pada saat dirinya diundang PBB di New York, ia menyampaikan bahwa Surabaya sudah punya website khusus tentang Surabaya yang bisa dikunjungi para peserta UN Habitat.

     "Website lebih update supaya orang lain bisa mengetahui," katanya.

     Sebetulnya, lanjut dia, saat itu pihaknya menyiapkan 4.000 peserta UN Habitat, namun pihak PBB mengatakan peserta bisa membludak sampai 6.000 hingga 7.000 peserta.

     Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga meminta pameran foto tidak hanya berakhir pada 5 Juni mendatang, melainkan sampai pelaksanaan sampai akhir Juli mendatang pada saat berlangsungnya UN Habitat. Foto-foto tersebut mau dipamerkan peserta UN Habitat.

     Adapun pemenang utama lomba foto adalah juara pertama Surya Bayu dengan judul Pahlawan Keluarga, juara kedua Ali Masduki judul Di Atas Danau Kebun Bibit, Juara ketiga Dhimas Maulana judul Angkutan Joyoboyo.

     Sedangkan juara harapan satu diraih Alan Darmawan judul Kebanggaan Fotografer, harapan 2 Teguh Prasetiyo judul memperbaiki perahu dan haraoan tiga Alexander Onyong judul Bermain di Kolam. (arf)

80 Wajah Surabaya Dalam Bingkai Disajikan Sambut HJKS ke 723



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dalam menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) tahun 2016, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Bagian Humas, bekerja sama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, mengadakan perhelatan pameran foto dengan tema “Denyut Kehidupan Surabaya”. Berlokasi di Galeri Museum Surabaya (ex Siola), siang tadi (30/5). Dalam gelaran tersebut hadir Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Biro Perum LKBN Antara Akhmad Munir, dan Jajaran kepala SKPD di lingkungan Pemkot Surabaya.

Sebanyak 80 foto yang diambil dari berbagai wilayah Kota Pahlawan, disajikan secara menarik di galeri yang bersebelahan dengan Museum Surabaya ini. Kepala Biro Perum LKBN Antara, Akhmad Munir menjelaskan, pameran yang digelar hari ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi seluruh fotografer di Surabaya. Sebanyak 400 peserta turut berpartisipasi memeriahkan gelaran ini.

“Sebelumnya pameran foto selalu diadakan di mal-mal besar, namun kali ini pameran foto diadakan di Galeri Museum Surabaya. Bangunan ini merupakan bangunan bersejarah, harapan saya kedepan semua komunitas fotografi bisa memamerkan karyanya di sini. Dengan bertumbuhnya fotografi di Surabaya, kita bisa menunjukan ke dunia bahwa Surabaya adalah kota yang tumbuh berkembang, dan salah satu kota masa depan Indonesia,” imbuh Ahmad Munir.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa terkejut dengan hasil foto yang dipamerkan, walikota perempuan pertama di Pemkot Surabaya ini selalu menanyakan lokasi pengambilan gambar kepada Ka. Biro LKBN Antara selama berkeliling meninjau hasil foto. Walikota juga merasa terbantukan dengan komunitas fotografi, selama di melakukan presentasi di PBB, ia juga memamerkan foto hasil jepretan komunitas.  

“Selama persiapan website Prepcom III Un Habitat, kami (pemkot) sudah banyak mengadalkan foto hasil jepretan berbagai komunitas fotografi di Surabaya. Agar fotografi tetap hidup, dan beregenerasi, pemkot bisa memfasilitasi melakukan couching dan pelatihan dengan mendatangkan fotografer berskala Internasional bagi fotografer muda kota surabaya,” tegas Walikota.

Dalam kesempatan tersebut, walikota juga secara simbolis memberikan penghargaan kepada enam fotografer yang ditetapkan sebagai juara utama dan juara harapan lomba foto. Selain itu, walikota juga meminta izin kepada komunitas yang hadir untuk meminjam hasil foto hingga bulan Juli saat PrepCom III UN Habitat digelar. Rencananya foto-foto tersebut akan terus ter-display di Galeri Museum Surabaya untuk mengenalkan Surabaya melalui fotografi bagi tamu-tamu yang berkunjung di Museum Surabaya. Secara simbolis, diberikan foto karya Ratih Ismiasih dengan Judul “Potensi Wisata Pantai Kenjeran” yang menggambarkan keindahan air mancur menari di Jembatan Kenjeran saat senja tiba. (arf)

Korem 084/Bhaskara Jaya Berkomitmen Bebas Narkoba




KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo kepada seluruh anggota TNI agar terbebas dari bahaya narkoba. Korem 084/Bhaskara Jaya secara bergiliran melaksanakan pemeriksaan urine. Pemeriksaan urin kali ini, bekerja sama dengan petugas BNNP Sidoarjo. Test urin digelar di Aula Makorem 084/Bhaskara Jaya yang diikuti oleh kurang lebih 60 orang Prajurit, Senin (30/5/2016).
 
Test Urin ini merupakan kelanjutan dari test-test urin yang telah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya. Dimana pelaksanaan dari test urin bukan hanya dilaksanakan oleh Makorem 084/Bhaskara Jaya saja tetapi dilaksanakan juga di seluruh Kodim jajaran.

“Ini merupakan langkah serius dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit TNI, khususnya di Korem 084/Bhaskara Jaya” Jelas Kasi Intel Korem 084/BJ Letkol Inf Fahrul Rozi.
“TNI berkomitmen memberantas penyalahgunaan dan peredaran Narkoba yang diawali dari dalam tubuh TNI sendiri, agar TNI bisa tetap solid dalam melaksanakan tugas pokoknya. Serta ikut berperan menyelamatkan bangsa dari ancaman bahaya Narkoba” Tegas Rozi.

Program tes urine dilaksanakan usai upacara bendera yang bertujuan mendeteksi pengguna narkoba, sekaligus mencegah berkembangnya zat terlarang tersebut di lingkungan Korem 084/Bhaskara Jaya. Untuk pelaksanaan tes diawali sesuai daftar absensi, pengambilan tempat urine dan penyerahan hasil urine sesuai nomor absensi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan urine oleh tim medis.(arf)