Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

DEWAN KRITIK JABATAN MANTAN POLITISI

Komisi B DPRD Surabaya mengkritik perusahaan plat merah milik Pemkot Surabaya yang dijabat mantan politisi, karena dikhawatirkan akan kental dengan unsur politik.

BAGI-BAGI STIKER ANTI KORUPSI

Puluhan jaksa Kejari Surabaya membagi ribuan stiker berisi pesan moral dampak negatif korupsi yang telah merampas hak-hak rakyat.

HAKIM DISEBUT LEGALKAN PROFESI GANDA

Hakim Jihad Arkhaudin menganulir putusan Hakim Agung dan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagai wanprestasi bukan perbuatan melawan hukum.

JAKSA BELUM PASTIKAN STATUS EKS DIRUT PT DOK

Karena masih tahap pendalaman status mantan Dirut PT DPS dalam kasus pengadaan kapal masih brlum bisa dipastikan.

KEJARI SURABAYA BEBAS KORUPSI

KemenPan-RB menobatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), penganugrahan tersebut diterima Kajari Surabaya di Jakarta (10/11).

PERDA SANKSI MEROKOK RP. 250 RIBU DIREVISI

DPRD Surabaya terus mempertajam Perda Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KT) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) di Kota Surabaya.

POLRESTABES SURABAYA BIROKRASI BERSIH

Setelah dinobatkan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi, Polrestabes Surabaya kembali dinobatkan sebagai Wilayah Birokasi Bersih dan Melayani oleh KemenPan-RB.

SURABAYA RAIH GUANGZHOU INT AWARD 2018

Kota Surabaya resmi memenangkan penghargaan kota terpopuler secara online dalam ajang The Guangzhou International Award 2018.

Jumat, 28 Februari 2014

Pembangunan Smoking Area Kecamatan Tandes diduga Menyimpang, Kejari Perak Terjunkan Tim


KABARPROGRESIF.COM : Pembangunan smoking area (area merokok) dikantor Kecamatan Tandes bersumber dari dana hibah hasil cukai tahun 2013 Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jatim  mulai di sorot Kejari Tanjung Perak. Pasalnya, Kejari menduga fisik  pembangunan ruang perokok aktif itu penyerapan biayanya tidak sesuai dengan nilai-nilai  anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 69 Juta.

Saat ini pihak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjung Perak telah menerjunkan tim  untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan penyimpangan pembanguan area smoking di Kecamatan Tandes. Bahkan pihak Kejari  telah melakukan pemanggilan terhadap Sri Ayu, Kasi Pembangunan Kecamatan Tandes, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek itu.

Jaksa Penyidik, Ferdi Ferdinan membenarkan pemanggilan itu, bahkan pihaknya berjanji akan melakukan pengembangan penyelidikan lebih dalam lagi."Iya kita sudah panggil KPA nya dan kita masih lakukan pengembangan,"ungkap Ferdi saat di konfirmasi di PN Surabaya.

Saat di singgung apakah, pihaknya akan menyentuh Pembangunan smoking area di Kantor Kecamatan lainnya, Jaksa Ferdi hanya tersenyum kecil."Pokoknya kita kembangkan dulu,"ujarnya.

Dugaan penyimpangan pada bangunan smoking area di Kantor Kecamatan Tandes ini sangat  terlihat jelas dari fisik bangunannya yang hanya berukuran 2X3 m2, yang bangunannya  berada dibagian samping kanan Kantor Kecamatan Tandes.

Diruangan smoking area itu tidak terlihat fasilitas elektronik, seperti Televisi maupun AC, dalam ruangan itu hanya ada kursi santai dan alat hisap udara atau hexos. Bila diasumsikan, penyerapan dana pembangunannya berkisar 40 jutaan.

Seperti diketahui, dana hibah hasil cukai itu kucurkan Pemprop Jatim ke 31 Kantor Kecamatan di Surabaya, Hanya saja Kantor Kecamatan Sawahan yang tidak menerima, lantaran saat ini sedang dalam proses renovasi total. (Komang)

Wawali Ajak Mahasiswa Cerdas Memilih Caleg dan Capres


KABARPROGRESIF.COM : Bersamaan akan dilangsungkannya Pemilu Legeslatif serta Presiden. Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana memberikan kuliah umum, Kamis (27/2), di Gedung Aula Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya. Mengangkat tema Menjadi Pemilu yang Cerdas. Acara ini diselenggarakan oleh program studi Sosiologi.

Kaprodi Sosiologi UNESA Martinus Legowo mengatakan dengan diselenggarakannya kuliah umum ini, mahasiswa sosiologi UNESA bisa menggunakan suaranya pada saat pemilu mendatang. Mengingat, kata Martinus golput pada pemilu tahun 2009 lalu jumlahnya sangat tinggi. "Sebagai pemilih yang cerdas wajib memilih caleg dan capres yang cerdas pula,"ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial, UNESA Ketut Prasetyo kuliah umum ini merupakan tradisi Fakultas Ilmu Sosial untuk memberikan penyegaran kepada mahasiswa tentang ilmu politik. Sebab, selama mahasiswa hanya menerima hanya sebatas bergelut dengan buku-buku literatur saja. Jadi, mereka perlu rangsangan dan pengetahuan di luar bangku kuliah.

"Ilmu bisa dapat dari siapa saja, saya barharap mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini bisa menyerap ilmu yang disampaikan Wawali Surabaya yang merupakan seorang politisi," pungkasnya.

Disamping itu, Ketut menuturkan sebagai seorang mahasiswa yang punya hak memilih hendaknya menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Sebagai warga negara kita mempunyai tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa Indonesia."Berkaitan pemilu yang akan berlangsung tahun ini. Saya berharap mahasiswa UNESA bisa turut berpartisipasi dalam mensukseskan pemilu," imbuhnya.

Dalam kuliah umum tersebut, Wisnu mengatakan menjadi pemilih yang cerdas merupakan kebutuhan dasar. Sebagai pemilih cerdas harus tahun latar belakang caleg dan capres. Apakah mereka mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat atau tidak. “Kita sebagai pemilih harus banyak membaca dan mencari informasi seputar caleg dan capres. Supaya ketika kita memilih tidak sampai salah pilih calon yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya dihadapan para mahasiswa.

Sebagai mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Semakin cerdas pemilih pasti caleg dan capres yang dipilih juga cerdas dan mampu membangun bangsa Indonesia semakin baik kedepannya. “Beberapa kali pemilu jumlah golput selalu tinggi. Nah, hal itu menjadi tugas kalian sebagai mahasiswa supaya menyadarkan masyarakat. Masak sebagai mahasiswa Ilmu Sosial tidak bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” ajaknya. (*/arf)

PANGDAM V/BRW KUNJUNGI DAERAH-DAERAH YANG TERKENA DAMPAK ERUPSI GUNUNG KELUD


KABARPROGRESIF.COM : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP melaksanakan kunjungan ke daerah yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud antara lain Blitar, Malang dan Kediri yang dilaksanakan pada hari Kamis (27/2).

Kunjungan Pangdam V/Brawijaya diawali di Kab. Biltar tepatnya di Desa Kampung Baru Kec. Garum. Dalam perhatiannya kepada warga, Pangdam menyampaikan agar tetap sabar dan menganggap bencana ini adalah cobaan. Dalam kesempatan ini Panglima memberikan bantuan berupa Sembako dan obat-obatan kepada warga di daerah tersebut.

Setelah dari Desa Kampung Baru, Pangdam melanjutkan kunjungannya ke Desa Kali Bladak Kec Legok. Dalam sambutannya Panglima menyampaikan bahwa renovasi rumah pasca erupsi Gunung Kelud di Kab Blitar merupakan kerjasama antara Kodam V/Brawijaya, Polri dan pemerintah dengan dibantu oleh masyarakat setempat.

Dalam wawancara dengan sejumlah wartawan, Pangdam menghimbau seharusnya di daerah bencana tidak ada slogan-slogan partai apapun karena dikhawatirkan dijadikan alat politik tertentu, tambahnya.

Setelah itu Pangdam meninjau Posko yang terletak di Ngantang Malang dan mengunjungi warga yang terkena erupsi Gunung Kelud.

Kunjungan dilanjutkan dengan meninjau Posko di Korem 082/CPYJ yang terletak di Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri dan disambut oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Agus Yuniarto beserta staf. Di Posko ini Pangdam menerima paparan dari Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Hariyadi tentang situasi wilayah Gunung Kelud serta hasil yang di peroleh prajurit Kodam V /Brw selama melaksanakan rekonstruksi perbaikan rumah penduduk di dua Kecamatan  yaitu Kecamatan Kepung dan Kecamatan Puncu.

Dalam sambutannya Pangdam menyampaikan agar prajurit yang bertugas serta masyarakat sekitar Gunung Kelud senantiasa menjaga kesehatan dari bahaya abu vulkanik dengan tetap menggunakan masker dalam setiap kegiatan dan Pangdam V/Brw akan membantu masker apabila kurang karena cadangan masker masih banyak.

Pangdam juga menyampaikan agar prajurit dan masyarakat tetap berhati-hati apabila memperbaiki rumah terutama atap/genteng sehingga tidak terjadi kecelakaan. Dan apabila masyarakat merasa kurang dan membutuhkan bantuan personil, dari TNI khusunya prajurit Kodam V/Brawijaya akan berusaha untuk memenuhinya, tegas Pangdam.

Selanjutnya Pangdam menuju Desa Kebonrejo Kec. Kepung Kab Kediri guna bertemu dengan perwakilan masyarakat dari tiga desa yaitu Desa Besowo, Desa Kampung Baru dan Desa Kebonrejo. Di lapangan Desa Kebonrejo ini Pangdam berbincang dengan masyarakat yang hadir serta meminta maaf karena keterlambatannya,  karena masih mengunjungi tempat lain yang juga terkena erupsi Gunung Kelud  serta menyampaikan pesan agar senantiasa menjaga kesehatan dan tetap berhati-hati dalam memperbaiki atap rumah yang rusak.

Selain itu, Pangdam juga memberikan bantuan kurang lebih 2.500 bingkisan berupa bahan pokok dan kebutuhan lainnya kepada masyarakat dan juga memberikan bingkisan kepada prajurit yang bertugas serta menyerahkan bantuan dari perwakilan mahasiswa Universitas Brawijaya yang bertugas di daerah itu berupa uang sebesar sebelas juta rupiah yang diterima perwakilan masyarakat. Pangdam juga menyempatkan diri untuk mengecek keberadaan dapur umum yang di kelola oleh prajurit Kodam V/Brw. (*/arf)

Lokalisasi Dolly-Jarak Ditutup Sebelum Puasa


KABARPROGRESIF.COM: Setelah melakukan berbagai upaya persiapan penutupan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan siap untuk menutup lokalisasi Dolly dan Jarak sebelum bulan puasa Ramadan tahun ini.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di acara sosialisasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak yang digelar di gedung Bharawira Polrestabes Surabaya, Kamis (27/2).

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya, PWNU Jatim, serta warga yang tinggal di sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak.

"Kita punya target sebelum puasa. Maka kita adakan sosialisasi seperti ini. Kita sudah persiapkan semuanya," tegas Walikota Risma seusai acara sosialisasi.

Walikota menegaskan, Pemkot siap bertanggung jawab kepada warga di sekitar lokalisasi yang terimbas oleh penutupan. Pemkot akan memberikan bantuan modal, termasuk juga bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah propinsi. "Saya tidak akan lari dari tanggungjawab. Panjenengan adalah bagian pertanggungjawaban saya di hadapan Tuhan. Kita Insya Allah tidak biarkan panjenengan terlantar," tegas Walikota Risma.

Walikota mengatakan, paska penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, Pemkot berencana menjadikan kawasan lokalisasi tersebut sebagai sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) dan juga sentra usaha.

Walikota lantas mencontohkan bagaimana sukses warga Dupak setelah penutupan lokalisasi Dupak Bangunsari. Untuk menyulap kawasan di sana menjadi lebih hidup, Pemkot telah menginvestasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Begitu juga untuk di Sememi.

Sekarang, kawasan bekas lokalisasi tersebut telah berubah menjadi daerah sentra industri dan juga dibangun pasar dan taman. Bahkan, produk seperti keset, kini bisa diekspor ke Singapura."Saya yakin panjenengan juga bisa. Sesuai perencanaan kota, kawasan panjenengan itu strategis dan bisa jadi sentra usaha. Memang tidak ada yang mudah. Tetapi mumpung ada peluang, mari kita diambil. Asal kita ikhlas dan tulus, Tuhan akan membukakan jalan," jelas walikota.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo mengatakan, Pemkot sudah siap melakukan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak sebelum puasa. Selama ini, Dinsos sudah menggelar serangkaian pelatihan kepada warga di sana untuk bersiap ketika lokalisasi penutupan. "Kalau Anda bertanya pastinya sebelum puasa kapan, Insya Allah sebulan atau seminggu sebelum puasa," tegas Supomo.

Supomo menegaskan, pihaknya menyadari bahwa tidak sepenuhnya warga di sekitar lokalisasi yang mendukung rencana penutupan ini. Ada beberapa warga yang menolak. "Tetapi kebanyakan warga dari luar kota yang tinggal di situ dan kita sudah menyiapkan langkah antisipasinya," ujarnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Setija Junianta, mengatakan, selama ini keberadaan lokalisasi di Surabaya menyebabkan berbagai dampak. Seperti terjadi tindak pidana sehingga meningkatkan angka kriminalitas, perkelahian akibat minuman keras, perampasan/jambret, pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) serta kenakalan remaja.

Polrestabes, jelas Setija, selama ini sudah melakukan beberapa upaya. Diantaranya pre-emtif dengan menghimbau dan pembinaan berupa lisan atau tulisan kepada pemilik wisma atau pemilik karaoke dan juga warga. Lalu upaya preventif dengan melakukan upaya preventif di lingkungan lokalisasi. Serta fungsi represif berupa penindakan terhadap tindak pidana yang sudah terjadi.

"Saran kami, sebelum penutupan, perlu dipersiapkan solusi alternatif pemberdayaan SDM, yakni warga dan pemilik usaha. Para pemangku kepentingan juga harus antisipasi supaya tidak timbul lagi," jelas Setija Junianta.

Sementara Wakil Ketua PWNU Jatim, Doktor KH Ali Mas'ud Kolqillah menegaskan bahwa PWNU mendukung sepenuhnya rencana Pemkot Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly dan Jarak. "Namun harus ada pertimbangan yang matang. Dan saya yakin, Pemkot Surabaya sudah memikirkannya," ujarnya.(*/arf)

Kamis, 27 Februari 2014

Berkas Korupsi Bambang DH Dilimpahkan Ke Kejati


KABARPROGRESIF.COM : Tim Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya melimpahkan kembali berkas kasus dugaan korupsi dana jasa pungut dengan tersangka Bambang DH ke jaksa penuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Rabu (26/2/2014).

Dipimpin AKBP Sumaryono, Kasubdit III Tipikor Direskrimsus Polda Jatim, delapan penyidik tiba di Kejati sekitar pukul 09.00 padi. Dua bandel tebal berkas ditenteng dan diserahkan kepada jaksa penuntut.

Tim penyidik ditemui Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) pidana khusus Kejati Suryo Prianto dan tim. Di ruangan pertemuan di lantai 5, tim penyidik dan jaksa penuntut menggelar pertemuan dan ekspose singkat.

Sedikit keterangan dijelaskan penyidik Polda. AKBP Sumaryono mengatakan pelimpahan berkas tersebut atas nama Bambang DH, mantan Wali Kota Surabaya, dalam kasus dana japung Rp 720 juta. Dia mengaku semua petunjuk jaksa sudah dilengkapi, termasuk melengkapi dokumen yang kurang. "Jelasnya tanya ke Kabid Humas Polda," ujarnya.

Kasitut pidsus Kejati Suryo Prianto enggan berkomentar banyak. "Intinya tadi pelimpahan berkas Pak Bambang DH kedua," kata pria yang biasa disapa Pak Pipit itu.

Seperti diketahui, menyusul mantan Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf dan tiga pejabat pemkot yang sudah menjalani bui, mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim beberapa bulan lalu. Dia disangka ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana japung Rp 720 juta pada 2010 lalu. (Komang)

Nyaru Jadi Dokter Kandungan, Pasutri Dihukum 18 Bulan


KABARPROGRESIF.COM : Drama kepalsuan yang dilakukan pasangan suami isteri (Pasutri) Djuhari Prajogo (56), dan isterinya Lucia Sudiarti (48) sebagai dokter kandungan gadungan akhirnya berakhir. Oleh majelis hakim yang diketuai Sri Purnamawati , dihukum, Pasutri yang membuka praktek kerja dikawasan Wonokromo Surabaya ini di vonis 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan, dalam persidangan yang digelar di PN Surabaya, Rabu (26/2/2014).

Dalam pertimbangan hakim disebutkan jika pasutri ini sesuai fakta persidangan yakni keterangan saksi yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arief Faturachman maka keduanya terbukti menggunakan alat dan metode untuk memberikan pelayanan pada masyarakat seolah-olah keduanya adalah dokter yang terlah memiliki ijin praktik.

" Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan pada kedua terdakwa," ujar hakim Sri dalam persidangan di ruang Tirta 1 PN Surabaya.

Atas vonis tersebut, JPU Arief menyatakan banding, sementara kedua terdakwa belum menentukan sikap.

Perlu diketahui, pasutri yang berpraktik di Jl Pulo Wonokromo Surabaya ini sudah memiliki
ratusan pasien langganan. Semula, keduanya hanya membuka praktik medis khusus bagi perempuan yang ingin memiliki anak sejak 2011.

Praktik itu terbongkar sejak DS (36), pasien terdakwa yang sudah sembilan tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, curiga dengan
praktik terdakwa. Pengobatannya tak berhasil, justru berat badannya meningkat, padahal sudah
habis banyak biaya. Korban pun memeriksakan kandungannya ke
rumah sakit, dan hasilnya tak ada perubahan di dalam kandungannya.

DS lantas melaporkan suami-isteri itu ke Polsek Wonokromo. Atas perbuatannya, keduanya dijerat pasal 77 UU NO 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Komang)

Cabuli Bocah , Wanita Penjaga Rental Kaset Divonis Tiga Tahun

KABARPROGRESIF.COM : Maslichah (34) warga Jl Wonocolo, tak henti-hentinya menangis saat menjalani sidang lanjutan yang digelar tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ibu rumah tangga yang tega mencabuli sejumlah bocah SD dan SMP itu divonis tiga tahun penjara akibat mengajak bersetubuh anak-anak. Meski tak terima, Ia mengaku menyesali perbuatannya.

Sidang terhadap Ibu dua anak tersebut berlangsung sangat cepat di ruang sidang Kartika II PN Surabaya. Sidang Rabu (26/2) sore, sejatinya beragendakan keterangan saksi korban. Namun kemarin, Majelis Hakim Ketua Bambang Hermanto melanjutkan agenda sidang hingga ke pembacaan putusan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Sugiharta mendatangkan dua korban AN (14) dan RV (13) yang merupakan bocah SMP di kawasan Jl Gembili, Surabaya, sebagai saksi. Salah seorang saksi lain yakni guru kedua korban. Ketiganya kompak membenarkan jika terdakwa telah melakukan tindakan kekerasan, serangkaian ancaman, kebohongan, tipu muslihat dan membujuk anak-anak untuk melakukan perbuatan cabul.

“intinya saksi membenarkan dan menjelaskan telah menjadi korban tindakan asusila sebagaimana yang didakwakan terhadap terdakwa,” ujar Nyoman ketika ditemui usai sidang.

Adapun usai mendengarkan keterangan para saksi, terdakwa lantas mengakui perbuatannya dan menyatakan menyesal. Dalam keterangannya di muka sidang, Maslichah yang merupakan penjaga rental kaset ‘Juragan Game’ mengaku bila terpaksa melakukan perbuatan cabul karena kerap berselisih paham dengan sang suami.

“Kami sekaligus menuntut terdakwa selama empat tahun penjara denda Rp 60 juta subsidair 2 bulan kurungan. Terdakwa menyalahi pasal 82 UU RI No. 28/2002 tentang perlindungan anak,” urai I Nyoman.

Tak butuh waktu lama, Hakim Bambang Hermanto juga menjatuhkan vonisnya usai Maslichah melakukan pembelaan secara lisan. Melalui beberapa pertimbangan, penjaga rental kaset permainan itu lalu divonis tiga tahun penjara serta denda Rp 60 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Sementara itu, Frendika, penasihat hukum terdakwa menyatakan menerima putusan majelis hakim terhadap kliennya. Hal itu pula yang disampaikan terdakawa usai pembacaan vonis dan menandatangani berkas berita acara persidangan.

“Terdakwa mengakui dan menyesal, jadi langsung menerima. Jaksa juga menerima,” jelas Frendika.

Sebagai pertimbangan, masih kata Freandika, majelis berpendapat jika perbuatan terdakwa telah memenuhi unsure pidana lantaran menyalahi undnag-undang perlindungan anak. Terlebih, perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang dan bahkan salah seorang korban, RV telah disetubuhi sebanyak dua kali.

“Karena ada yang sampai dicabuli sebanyak dua kali,” tegasnya.

Perbuatan Maslichah mulai tercium petugas pada Juli 2013 lalu saat keluarga korban melaporkan perbuatannya ke Polrestabes Surabaya. Dalam keterangannya di hadapan penyidik, Maslichah mengaku jika suaminya kerap marah-marah dan tidak sering bercengkerama dengannya, sampai sampai Ia harus melampiaskan gairah seks nya kepada anak anak yang bermain di tempatnya bekerja sebagai penjaga rental kaset. (Komang)

Cabuli Anak Sahabat, Warga Kandangan Terancam Hukuman 15 Tahun


KABARPROGRESIF.COM : Bejat, itulah kata yang tepat ditujukan ke Djaroh (43) warga Kandangan 1 RT 1 RW 1 Kandangan Benowo Surabaya. Demi melampiaskan nafsu bejatnya, pria yang sudah beristri ini ,tega mencabuli anak sahabatnya sendiri hingga hamil.

Hal itu terungkap dalam persidangan yang digelar secara tertutup di ruang sidang Tirta 2 PN Surabaya, Rabu (26/2/2013).

Dijelaskan dalam surat dakwaan, yang dibacakan oleh   JPU Eko Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, Perbuatan Djaroh dilakukan pada Jumat 29 Nopember 2013 di jalan raya Kandangan no 21 Rt 01 Rw 01 kelurahan Kandangan Benowo Surabaya.

Djaroh  membujuk korban DK (15 tahun) untuk berhubungan suami isteri. Djaroh  diketahui memacari  korban selama dua tahun namun tanpa sepengetahuan orangtua korban yang berteman akrab dengan terdakwa.

Diketahui juga, terdakwa mencabuli korban sejak Juli 2013 di rumah terdakwa. Terdakwa berjanji pada korban tidak akan mempermainkan dan meninggalkan korban.

Hingga pada 28 Nopember 2013, korban diketahui hamil. Mengetahui korban hamil, terdakwa berjanji akan menikahi. Terdakwa lalu mengajak jalan-jalan korban ke Malang selama 10 hari dengan janji akan dinikahi.

" Atas perbuatannya, terdakwa diancam pasal 81 ayat (2) UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 332 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara," ujar JPU Eko usai sidang.  (Komang)

Rabu, 26 Februari 2014

KODAM V/BRAWIJAYA GELAR RAPIM TAHUN 2014


KABARPROGRESIF.COM : Kegiatan Rapim (Rapat Pimpinan) Kodam V/Brawijaya merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI AD yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.  Tujuannya adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas selama TA 2013 dan menyampaikan arah Kebijakan Pimpinan TNI AD serta penyampaian transformasi TNI AD, sehingga diperoleh kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan tugas ke depan.

Rapim Kodam V/Brawijaya diikuti seluruh pejabat jajaran Kodam V/Brawijaya yang berjumlah 131 orang ini  dibuka oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP pada hari Selasa (25/2) pukul 07.00 di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya.

Tema di dalam Rapim Kodam V/Brawijaya Tahun 2014 kali ini, yaitu : “Melalui Rapim Kodam V/Brawijaya, kita Mantapkan Moralitas, Militansi Tugas dan Profesionalitas Prajurit Menuju Transformasi Kodam V/Brawijaya dalam Pelaksanaan Tugas Pokok”. Berkaitan dengan tema tersebut, diharapkan konsep transformasi TNI Angkatan Darat yang sedang dirumuskan saat ini, agar ke depan Kodam V/Brawijaya semakin profesional dan mampu menjawab tuntutan perkembangan jaman yang semakin komplek.

Dalam amanatnya Pangdam V/Brawijaya mengharapkan agar kebijakan di TA 2014 dapat dijabarkan lebih lanjut melalui Rapim Kodam V/Brawijaya kali ini. Sehingga berbagai kebijakan pimpinan, termasuk program kerja dan anggaran TA 2014 dapat mewujudkan sasaran yang kita harapkan bersama, khususnya untuk mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh penilaian BPK RI.

Selain itu, Kodam V/Brawijaya harus konsisten dengan upaya Pemerintah untuk terus melanjutkan Kebijakan Reformasi Birokrasi yang berbasis peningkatan kinerja. Salah satu reformasi birokrasi yang sedang dikembangkan oleh TNI Angkatan Darat adalah pemutakhiran doktrin dan bujuk TNI Angkatan Darat. Melalui pembenahan berbagai peranti lunak, sistem dan metode, serta penataan organisasi dan validasi orgas agar lebih efektif dan efisien sesuai tuntutan jaman yang akan kita hadapi ke depan. Termasuk diantaranya peningkatan profesionalitas Prajurit dan PNS TNI AD dalam setiap pelaksanaan tugas.

Disamping itu Jenderal bintang dua ini juga meminta agar sasaran Rapim bisa tercapai yaitu tercapainya pelaksanaan program dan anggaran TA 2014 secara maksimal, tertib administrasi, transparan dan akuntabel. Sehingga ke depan akan terwujud kesamaan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam pelaksanaan tugas pada TA 2014. Selain itu diharapkan pula tercapainya pelaksanaan pembinaan kekuatan, kemampuan dan gelar kekuatan Kodam V/Brawijaya TA 2014 secara optimal.

“Kami juga akan melakukan evaluasi tentang kegiatan di tahun 2013 agar di tahun 2014 ini sedikitnya harus lebih baik dari tahun sebelumnya” ujar Pangdam usai melaksanakan foto bersama dengan seluruh peserta Rapim. (*/arf)

Jumat, 21 Februari 2014

PDTS KBS telah mengantongi ijin prinsip pengelolaan KBS


KABARPROGRESIF.COM : Per tanggal 17 Februari 2014 lalu, Pemkot Surabaya melalui Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS telah mengantongi ijin prinsip pengelolaan KBS.  Ijin prinsip ini diberikan sesuai Peraturan Kementrian Kehutanan RI nomor 31 tahun 2012 tentang lembaga konservasi. Namun, turunnya ijin prinsip ini belum membuat PDTS KBS bisa mengelola KBS secara penuh.

Kepala PDTS KBS, Ratna Achjuningrum mengatakan, kewenangan ijin prinsip tidak sebesar ijind definitif. Menurutnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar ijin kelola Lembaga Konservasi (LK) definitif bisa segera turun. Syarat-syarat yang harus dipenuhi diantaranya harus memiliki sarana pemeliharaan dan perawatan satwa, fasilitas kesehatan, fasilitas pelayanan pengunjung, fasilitas kantor pengelola, serta harus melakukan studi lingkungan.

“Untuk memenuhi itu semua kita akan segera melakukan perbaikan. Sarana yang disebutkan tadi hampir semuanya sudah ada. Tinggal studi lingkungan yang harus kita lakukan,” tegas Ratna dalam jumpa pers di Bagian Humas Pemkot Surabaya .

Dikatakan Ratna, sebelum ijin prinsip turun, PDTS KBS sudah melakukan koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup Surabaya dan ITS untuk melakukan studi lingkungan. “Semua sedang dalam proses, diharapkan satu dua bulan ke depan studi lingkungan bisa selesai,” sambung Ratna dalam jumpa pers, Rabu (19/2), di kantor Humas Pemkot Surabaya.

Lalu, apa saja yang masih bisa dilakukan oleh PDTS dengan ijin prinsip tersebut? Ratna mengatakan, PDTS tetap bisa mengelola satwa, tetapi masih harus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim. Ini karena, dalam ijin prinsip tidak diatur mengenai perawatan hewan yang sakit. Menurutnya PDTS KBS bisa memperoleh ijin konservasi selama apa yang telah disyratkan telah dilakukan.

“Selama dua tahun, PDTS KBS akan dievaluasi oleh Kementrian Kehutanan. Hal ini terkait proses turunnya ijin kelola Lembaga Konservasi yang akan diberikan pada kita. Setelah dirasa memenuhi persyaratan tersebut, kemungkinan besar ijin definitive akan segera terbit,” terang perempuan berjilbab ini.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu yang mendampingi Ratna Achjuningrum, membenarkan bahwa PDTS KBS telah menerima ijin prinsip untuk mengelola KBS. Yayuk—panggilan MT Ekawati Rahayu--mengatakan ijin prinsip ini merupakan salah satu proses untuk bisa mendapatkan ijin definitive.

“Ijin prinsip ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan ijin konservasi. Kita bersama-sama terus berkoordinasi untuk melakukan pembenahan. Diharapkan secepatnya ijin definitive segera turun,” ujar Yayuk.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Sigit menegaskan bahwa turunnya ijin prinsip yang dikantongi PDTS KBS merupakan salah satu langkah keseriusan Pemkot Surabaya untuk segera mengelola KBS menjadi lebih baik.  Menurutnya, persyaratan dan tahapan proses kepemilikan ijin kelola harus dilalui KBS.

“Tidak ada proses ijin LK yang turun langsung. Meskipun KBS sudah ada sejak lama, tetapi tetap diharuskan untuk mengurus ijin prinsip,” ujar Sigit.

Ia menambahkan, PDTS KBS diberi waktu maksimal dua tahun untuk memenuhi persyaratan turunnya ijin definitif. “Tetapi kalau tiga buloan kami sudah bisa memenuhi, ijin definitive bisa turun,” sambung mantan Kepala Dispora Kota Surabaya ini.

Diberitakan sebelumnya, Kementrian Kehutanan belum memberikan ijin pengelolaan konservasi untuk Kebun Binatang Surabaya. Ini karena masih ada sejumlah syarat yang masih harus dipenuhi oleh Pemkot Surabaya.(*/arf)

Kamis, 20 Februari 2014

Presiden Minta Kepastian Terkait Letusan Susulan Gunung Kelud Dari Kepala Badan Geologi ESDM


KABARPROGRESIF.COM : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di posko pengungsi kedua yang dikunjunginya di Kediri Jawa Timur yaitu Posko Badan SAR Nasional, Wates Kediri pukul 14.20 WIB. Di Posko ini Presiden berdialog dan mendengarkan pemaparan mengenai letusan Gunung kelud langsung dari Kepala Badan geologi ESDM Surono.

Turut hadir dalam pemaparan tersebut  Kapolda Jatim Irjenpol Unggung Cahyono, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI R.Ediwan Prabowo, Bupati Kediri Hariyanti Soetisno, Kepala Basarnas , Gubernur Jatim Soekarwo, Menkes Nafsiah Mboi, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, dan Kapolri Jenderal Sutarman.

Jumlah Pengungsi di Posko Badan SAR Nasional Wates, Kediri ini mencapai 400 Jiwa. Mereka menghuni 16 tenda pengungsian. Pada Kesempatan ini Presiden bersama sama dengan Relawan BNPB menikmati jamuan makan siang yang sangat sederhana, yaitu Makanan kaleng siap saji. Seusai makan siang Presiden mendekati dan menyapa para pengungsi  "titip salam buat keluarga. Baik baik ya" sapa Presiden SBY kepada pengungsi di posko ini.

Sebelum Kepala Badan geologi ESDM Surono menyampaikan paparannya, Presiden SBY menyampaikan sambutan kecil. Presiden beserta rombongan telah menempuh perjalanan darat selama lebih dari sebelas jam. Dengan rangkaian kunjungan dan istirahat di beberapa stasiun Kereta Api. Presiden juga telah mendengarkan laporan aparat Pemerintah Daerah setempat serta jajaran Polri mengenai penanganan bencana dan upaya tanggap darurat yang telah dilakukan. Baik di wilayah Kediri, Blitar maupun Malang. “Saya datang ingin lihat langsung kondisi. Kita utamakan dulu untuk mendengar laporan kepala BNPB dan kepala Geologi ESDM Mbah Rono, Mulai dari Cirebon dan Yogyakarta saya sudah lihat langsung dampaknya, Key question saya, apa pola dan perlilaku Gunung Kelud kedepannya ? Apakah akan ada letusan atau aktivitas susulan?” Tanya Presiden dalam sambutan kecilnya

Pertanyaan Presiden itu mendasari upaya mencari solusi atas berbagai masalah yang timbul akibat dampak letusan Gunung Kelud Kamis 13/2 lalu, Presiden beserta rombongan selalu berupaya merumuskan langkah penanganan yang lebih tepat sesuai dengan kondisi terkini di lapangan. (*/arf)

Rabu, 19 Februari 2014

KUNJUNGAN PRESIDEN SBY KE POSKO PENGUNGSIAN KORBAN BENCANA LETUSAN GUNUNG KELUD KEDIRI JATIM


KABARPROGRESIF.COM : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di Posko Pengungsian pertama pada hari Senin (17/2) pukul 13.20 WIB, setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih empat jam dari Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Magetan. Di Posko pengungsian Masjid An Nur wilayah Pare Kabupaten Kediri ini, Presiden beserta rombongan mengunjungi Balai Pengobatan. Cuaca di Kabupaten Kediri cukup panas, abu material vulkanik masih cukup pekat beterbangan.

Presiden menyapa pengungsi yang sedang sakit di Balai Pengobatan tersebut dan menyemangati dengan ucapan semoga lekas sembuh. Selain itu Presiden juga meninjau pos relawan dan dapur umum. Masyarakat pengungsi berdesak desakan ingin berjabat tangan langsung dengan Presiden. “Saya datang untuk memastikan agar semua berjalan baik, Terima kasih atas upaya tanggap darurat yang sudah dilaksanakan, mari kita bantu rakyat kita, Insya Allah pahalanya banyak”, ucap Presiden dalam sambutan singkatnya di salah satu posko kecil yang dipadati pengungsi.

Mewakili Bupati Kediri, Masykuri, menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran Presiden, yang menjadi penyemangat yang luar biasa baginya untuk melakukan aksi cepat tanggap darurat sebaik mungkin. Instruksi Presiden untuk menekan jumlah korban telah diupayakan dengan tindakan cepat mengevakuasi seluruh warga terdampak erupsi Kelud dalam tempo satu jam 45 menit.

Data dari Satuan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kediri, Jumlah pengungsi setempat mencapai 36.248 jiwa. Mereka menempati 96 titik lokasi pengungsian di delapan kecamatan. Dari tiga hari pasca erupsi Gunung Kelud, lokasi pengungsian tersebut bertambah dua kecamatan yakni di Kayen Kidul dan Plemahan. Di Kecamatan Kepung, ada sekitar 18 ribu warga yang mengungsi. Jarak antara desa dengan kawah Gunung Kelud yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, itu antara 5-10 kilometer.

Sejumlah 5.500 personel TNI diterjunkan untuk membersihkan abu vulkanik yang menutup infrstruktur dan fasilitas umum. Fokus utama pembersihan jalan dilakukan di Kediri, Blitar, dan Kabupaten Malang, karena akses jalan sangat penting sebelum merekonstruksi pemukiman warga yang rusak. TNI AD akan membantu merehabilitasi rumah warga yang rusak hingga selesai ujar Kasad Jenderal Budiman kepada wartawan Minggu (16/2). Selain itu TNI AD juga membantu mempercepat distribusi logistik hingga ke posko pengungsian.

Adapun personil TNI AD khususnya dari Kodam V/Brawijaya sudah di terjunkan sejak tanggal 13 Pebruari 2014 sejumlah kurang lebih 2.000 prajurit dan bertambah menjadi 3500 prajurit sejak tanggal 16 Pebruari 2014.

Sedangkan Kementrian Pekerjaan Umum mengerahkan 28 hydrant umum, 45 MCK dan 8 unit mobil tanki air. Selain itu PU juga mengerahkan beberapa kendaraan besar seperti 3 unit loader, 6 unit grader, 10 unit dump truck, 1 unit water tank dan 1 unit eskavator. Sejak pagi hari Jalan Jalan di wilayah Kabupaten Kediri dibersihkan dari pasir material vulkanik Gunung Kelud dengan menggunakan water canon milik kepolisian. Murid Murid SD berjajar di pinggir jalan menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan





2





Pengungsi mengharapkan bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah rumah mereka yang rusak parah. Pemerintah melalui Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri telah menjanjikan memberi ganti rugi kepada korban Letusan gunung Kelud. Mensos kepada wartawan mengatakan telah menyalurkan total 6 milyar untuk Kabupaten Kediri, kabupaten Blitar dan Malang. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan bangunan guna memperbaiki rumah warga yang rusak.

Presiden dijadwalkan mengunjungi 3 Posko Pengungsi lagi yaitu Posko badan SAR Nasional Wates Kabupaten Kediri, Posko Gereja di Balai Pramitan, Segaran, Wates Kabupaten Kediri, dan Posko Pengungsi di Gedung serbaguna Kecamatan Nglegok Blitar Jawa Timur. Setelah itu Presiden dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Malang untuk mengunjungi Posko pengungsian korban letusan Gunung Kelud disana.

Di Malang Presiden akan berkantor di Wisma Gajah Mada, pangkalan TNI AL, Kota Malang. Esoknya bila kondisi Bandara telah memungkinkan Presiden beserta rombongan akan bertolak menuju Jakarta melalui Bandara Abdurrachman Saleh Malang. Dalam kunjungan kerja kali ini, SBY didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri-Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Kasad Jenderal TNI Budiman dan Kepala BNPB Syamsul Maarif.(*/arf)

Pengacara Tabrak Mobil Jaksa Perak



KABARPROGRESIF,COM : Selasa, (18/2/2014) Jam 15.30 Wib merupakan hari dan jam sial bagi Rotua Pudji Astuti, Jaksa yang bertugas di Kejari Tanjung Perak.

Usai melakukan aktifitasnya di PN Surabaya , mobil Toyota Innova warna hitam  No Pol L 1460 ZI yang dikemudikannya itu di tabrak  oleh mobil Suzuki Sidekick  warna hijau muda No Pol  B 1345 UP dikemudikan Baroeno  yang diketahui berprofesi sebagai pengacara.

Namun, peristiwa Kecelakaan itu tidak sampai  ke jalur hukum. Pasalnya, pengacara yang tinggal di jalan Hayam Wuruk Surabaya itu mengakui Kesalahannya dan mau bertanggung jawab atas kerugian materiil atas rusaknya mobil Jaksa Rotua yang mengalami rusak parah di bagian bamper depan dan lampu sebelah kanan.

Menurut Aziz, saksi mata Satpam PN Surabaya, Baroeno melaju dari arah Argopuro menuju arah jalan Arjuna. Bahkan Aziz sering menjumpai kalau Pengacara itu sering melajukan mobilnya dengan kencang."Ini sekarang apesnya, dia kalau nyetir memang selalu ngebut," ucap Aziz saat di konfirmasi.

Selain itu, ketika kejadian kecelakaan ini di picu lantaran saat mengemudikan mobilnya,
Pengacara berusia lanjut ini sedang asyik memainkan Ponselnya."Saya lihat, Pak Pengacara ini sedang memakai HP saat mengemudi," terang tenaga security PN Surabaya.

Sementara Jaksa Rotua mengaku terkejut dan terlihat shock  dengan kejadian ini, Ia tak menyangka bakal mengalami musibah kecelakaan ."Kejadiannya begitu cepat, begitu mobil saya keluar pintu PN Surabaya, langsung di tabrak,"kata Rotua usai kejadian Kecelakaan.

Sementara, Baroeno hanya terdiam, Ia juga terlihat tegang. Saat melihat fisik rusaknya mobil milik Jaksa Rotua, bahkan Ia  beberapa kali  melontarkan kalimat maaf ke Jaksa Rotua.

Sebagai jaminan kepercayaan terhadap Jaksa Rotua, pengacara Baroeno meninggalkan jaminan KTP dan STNK mobilnya. Sesaat melakukan negosiasi perdamian, Ia pun meninggalkan TKP, sebaliknya mobil Jaksa Rotua di tinggalkan di Area Parkir PN Surabaya.

Untuk diketahui,  akibat kecelakaan ini, Jaksa Rotua mengalami kerugian yang ditafsirkan mencapai Rp 10 juta atas rusaknya Bamper depan dan pecahnya lampu di bagian kanan mobilnya. (Komang)

Selasa, 18 Februari 2014

KSAD : “Strategi Transformasi dalam Rangka Membangun TNI AD Berkelas Dunia”


KABARPROGRESIF.COM : Upacara bendera memiliki arti demikian penting, terutama untuk memantapkan kebersamaan dan soliditas satuan, serta meningkatkan tekad pengabdian dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD di masa depan yang tidak semakin ringan. Volume dan frekuensi tugas TNI AD akan semakin padat dan besar, seiring dengan perkembangan situasi dan dinamika perubahan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Arti penting upacara bendera sangat dirasakan oleh Kodam V/Brawijaya yang pada hari Senin (17/2) melaksanakan upacara bendera 17-an di Lap. Makodam V/Brawijaya dengan Inspektur Upacara Irdam V/Brawijaya Kolonel Inf Binarko Sugihantyo.

Dalam amanat KSAD Jenderal TNI Budiman yang dibacakan Irdam mengatakan bahwa pedoman dalam bekerja yang merupakan petunjuk presiden dan arahan Panglima TNI telah diuraikan dengan jelas menjadi arah kebijakan TNI AD pada TA. 2014 untuk dijadikan pijakan utama dalam pelaksanaan program kerja dan anggaran TA. 2014 di satuan jajaran TNI AD dalam mendukung keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Darat. Adapaun lima hal tersebut yaitu tren pertumbuhan ekonomi tahun 2014 dan implikasinya, pengamanan Pemilu tahun 2014, sinergitas kinerja TNI dan Polri, netralitas TNI AD, dan melanjutkan pembangunan TNI AD sesuai dengan MEF (Minimum Essential Force).

Selain itu, dalam rangka menjawab tantangan dan tuntutan perkembangan jaman, TNI AD sedang merumuskan Strategi Transformasi yang meliputi bidang OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang) serta dukungan. Ada 5 pilar dalam strategi transformasi yaitu pemutakhiran doktrin dan organisasi, modernisasi Alutsista, peningkatan kualitas SDM, peningkatan kerjasama militer dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Strategi transformasi sangat penting artinya dalam rangka membangun TNI AD berkelas dunia yang profesional, modern, efektif dan efisien, militan serta mencintai dan dicintai rakyat.

Secara khusus, kepada seluruh prajurit TNI AD di manapaun berada dan bertugas, Jenderal TNI Budiman mengingatkan agar tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi bencana alam di berbagai daerah sebagai komoditas politik, terutama menjelang pelaksanaan Pemilu 2014 yang semakin dekat. (*/arf)

Presiden Gelar Rapat Kerja di Pos Badan SAR Nasional


KABARPROGRESIF.COM : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Rombongan melakukan rapat khusus membahas penanganan korban bencana letusan Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur, Senin 17/2 siang sekitar pukul 15.00 WIB. Rapat diadakah di posko pengungsi Badan SAR Nasional, Wates, kabupaten Kediri. Rapat ini segera dilakukan seusai Pemaparan aktivitas vulkanologi Gunung kelud disampaikan oleh Surono, Kepala Geologi ESDM.

Surono dalam pemaparannya menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama terjadi dalam seratus tahun adanya pembentukan kubah lava yang segera dapat kembali tertutup. Menurutnya aktivitas vulkanologi Gunung Kelud cenderung bersifat eksponensial.

Presiden dalam rapat tersebut juga meminta laporan mengenai jumlah bantuan pangan dan logistik untuk para pengungsi, yang telah dialokasikan dalam masa tanggap darurat penanganan bencana di Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang Jawa Timur. Selain itu Presiden juga meminta laporan mengenai kinerja pihak pihak terkait yang menjadi pelaksana langsung di lapangan dalam menangani para pengungsi korban erupsi Gunung Kelud.

Dalam kesempatan ini, Mendiknas Muhammad Nuh menyampaikan program beasiswa yang disiapkan departemennya bagi korban letusan Gunung Kelud. Beasiswa ini akan diperuntukkan bagi pengungsi usia Sekolah dasar hingga Sekolah menengah Atas.

Dalam kesempatan ini, Mendiknas Muhammad Nuh menyampaikan program beasiswa yang disiapkan departemennya bagi korban letusan Gunung Kelud. Beasiswa ini akan diperuntukkan bagi pengungsi usia Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam kesempatan yang sama menyampaikan upaya bantuan bagi pengungsi yang dikelola Kementrian Pekerjaan Umum mencakup bantuan pupuk bagi petani terdampak erupsi Gunung Kelud, penyediaan Air bersih bagi fasilitas MCK dan air minum para pengungsi. Untuk wilayah Kediri Kementrian Pekerjaan Umum mengerahkan 28 hydrant umum, 45 MCK dan 8 unit mobil tanki air. Selain itu PU juga mengerahkan beberapa kendaraan besar seperti 3 unit loader, 6 unit grader, 10 unit dump truck, 1 unit water tank dan 1 unit eskavator. Sedangkan untuk wilayah Malang telah disedikan 15 unit MCK di pos penampungan Pujon, 10 unit MCK dan 1 mobil tanki di wilayah Kasembon serta 25 MCK di kota Batu. Sejauh ini fasilitas yang disediakan PU mampu mencukupi kebutuhan para pengungsi.

Seusai rapat tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beranjak menghampiri tenda tenda pengungsi untuk secara langsung menyapa para pengungsi. Ibu negara Ani Yudhoyono ramah menyapa anak anak kecil di kerumunan Pengungsi di pos Basarnas ini. “Assalamualaikum, Bapak dan ibu yang sabar ya, semoga semua bisa kembali baik, semua berkumpul lagi di tempatnya masing masing” Ucap Presiden menyapa Para pengungsi yang berdesak desakan ingin berada di dekat Presiden. Kepada pengungsi yang sakit Presiden menyampaikan keprihatinannya seraya mendoakan agar lekas sembuh.

Kunjungan di pos pengungsi Badan SAR Nasional ini ditutup dengan ajakan Presiden untuk berdoa bersama, Presiden memimpin pembacaan surat Al-fathihah bagi seluruh warga yang beragama Islam. “Semoga Allah memberikan kesehatan, kesejahteraan, dan kebaikan bagi semua, dan Gunung Kelud segera selesai letusannya, agar semua bisa bekerja seperti sediakala, Bismillah Al-fathihah “ Ucap Presiden memimpin doa penutup kunjungannya siang ini. (*/arf)

Sabtu, 15 Februari 2014

MARINIR TNI AL KIRIM PRAJURITNYA KE DAERAH BENCANA GUNUNG KELUD


KABARPROGRESIF.COM : Panglima Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Agung Pramono didampingi Komandan Lantamal V Surabaya Laksma TNI Sumadi dan Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso memberangkatkan prajurit Korps Marinir TNI AL ke daerah bencana gunung Kelud di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jumat (14/02/2014).

Prajurit Korps Marinir TNI AL yang berangkat ke daerah bencana sebanyak 268 prajurit dibawah pimpinan Letkol Marinir Irpan Nasution, dan akan menempati pos di lapangan desa Wates Kecamatan Wates Kediri.

Dalam amanatnya, Pangarmatim mengatakan bahwa keberangkatan prajurit TNI AL tersebut dalam rangka melaksanakan tugas mulia membantu masyarakat yang tertimpa musibah letusan gunung Kelud.

“Kecepatan dan kesigapan kita membuktikan bahwa prajurit TNI AL yang berada diwilayah Surabaya siap dan sigap untuk melaksanakan tugas yang datangnya mendadak,” tegasnya.

Kesiapan prajurit TNI AL tersebut juga telah dilaporkan kepada Kasal, oleh karenanya kepergian prajurit TNI AL ke daerah bencana dalam rangka untuk mendukung penanggulangan bencana.

Dikatakan lebih lanjut, prajurit TNI AL yang berangkat dengan menggunakan kendaraan yang berisi prajurit, peralatan kesehatan lapangan dan dapur lapangan serta lima kendaraan yang berisi logistik personel dan yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangarmatim memberikan beberapa penekanan yaitu tugas yang akan dilaksanakan merupakan tugas-tugas TNI sehingga Komandan yang tertua melaporkan kepada Komandan Teritorial yang disana untuk menerima tugas yag harus dikerjakan dan penempatannya, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan bekerja sama dengan aparat teritorial, Pemda dan masyarakat setempat, selain itu  tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak citra TNI AL, dan yang tidak kalah pentingnya selalu berdoa agar dalam melaksanakan tugas tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga selesainya penugasan.(*/arf)

Songsong AFTA 2015, Pengusaha Surabaya Diminta Tak Boleh Kalah


KABARPROGRESIF.COM : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berharap dunia usaha yang selama ini sudah tumbuh dan berkembang di Kota Surabaya, akan tetap aman ketika era Asean Economic Community (AEC) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA) diberlakukan pada tahun 2015 mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ketika bertemu dengan pengusaha-pengusaha di kediaman walikota, Jumat (14/2) sore. Diantaranya Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Alim Markus.

Disampaikan Walikota Risma, tantangan pada 2015 nanti tidak akan mudah bagi pelaku usaha di Kota Pahlawan mengingat investor dari negara-negara ASEAN akan leluasa masuk ke Surabaya.
"Saya tidak ingin panjenengan semua kalah. Saya ingin memastikan bahwa usaha bapak dan ibu sekalian dalam kondisi aman pada 2015 mendatang," tegas walikota.

Dikatakan walikota, selama ini, Pemkot Surabaya sudah membangun sarana dan prasarana sebagai penunjang menghadapi tantangan AEC dan AFTA 2015. Salah satu infrastruktur yang paling intens dibangun adalah pembangunan jalan-jalan baru. Diantaranya Middle East Ring Road (MERR) atau jalan lingkar luar Timur juga jalan lingkar Barat. Termasuk juga proyek angkutan massal cepat (AMC). Termasuk juga membuat Rumah Bahasa di Balai Budaya di mana warga Surabaya bisa belajar banyak hal mulai komunikasi, pemasaran produk via online hingga bagaimana berinvestasi ke luar negeri. "Jadi rugi kalau panjenengan kalah karena Pemkot sudah buat jalan-jalan baru. Tujuannya agar transportasi lancar sehingga dunia usaha lancar. Kalau jalan-jalan macet, dunia usaha juga seret. Kami juga bantu melalui Rumah Bahasa," jelas walikota.

Walikota juga mengimbau agar para pelaku usaha memastikan hak paten dan merk produk. Walikota Risma mengatakan penting memastikan hal tersebut. Kalaupun belum ada, pelaku usaha diminta untuk bisa memperoleh hak paten pada tahun ini."Saya akan bantu urus administrasi nya. Sekali lagi tolong dicek merk-merk nya. Kalau belum ada saya harap bisa disegerakan. Karena kalau belum ada hak paten nanti bisa diambil orang. Saya ingatkan karena itu bahaya," ujar walikota.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Risma juga menegaskan perihal sistem perijinan di Surabaya yang sudah dibuat secara online. Bahkan, untuk Surat ijin Usaha Perdagangan (SIUP) sudah gratis. Warga yang ingin mengurus perijinan, bisa masuk ke website www.ssw.Surabaya.go.I'd.

Warga yang mengajukan perijinan cukup melihat peta rujukan. Dari situ bisa langsung ketahuan sebuah kawasan boleh atau tidak dipakai usaha. Jika boleh, pengurus ijin bisa langsung mengirim persyaratan.
"Ndak perlu kirim hard copy, cukup soft copy dan ndak perlu ketemu. Kalau belum yakin, datang ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Pemohon juga bisa memantau prosesnya sudah sampai mana. Jadi tidak perlu ragu kalau mengurus perijinan di Surabaya," jelas walikota.

Pemkot, sambung walikota, juga berusaha meringankan proses perijinan yang berkaitan dengan
UKL, UPL, HO, dan Amdal. Pemkot sudah mengirim proses tersebut ke Kementrian Lingkungan Hidup pada tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada jawaban.

Selain pengusaha, jajaran pimpinan SKPD Pemkot Surabaya juga ikut hadir dalam acara tersebut. Diantaranya Asisten I Sekkota Surabaya, Yayuk Eko Agustin, Asisten II M.Taswin, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Widodo Suryantoro, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Hadi Mulyono, serta Kabag Kerja Sama, Ifron Hadi Susanto juga Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser.(*/arf)

Walikota Bagikan Ribuan Masker ke Pengguna Jalan

*Kirim bantuan empat truk ke Kediri dan Blitar





KABARPROGRESIF.COM : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ikut berempati terhadap warga di Kediri dan Blitar yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud yang meletus pada Kamis (13/2) malam. Pemkot Surabaya mengirimkan bantuan berupa pakaian dan obat-obatan kepada warga di Kediri.

Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT langsung memerintahkan kepada Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana Kota Surabaya untuk segera melakukan tindakan cepat dengan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak erupsi Kelud. Walikota juga menginstruksikan agar seluruh petugas Puskemas di Kota Surabaya stand by dan siap memberikan bantuan bila ada warga yang mengeluhkan pernafasan.

Bahkan, Walikota Risma turun langsung ke beberapa lokasi untuk melakukan pembagian masker kepada warga yang melintas di beberapa ruas jalan di Surabaya. Ini karena Kota Surabaya ikut terkena guyuran hujan debu akibat erupsi Gunung Kelud. Hampir semua ruas jalanan di Surabaya tertutup oleh debu. Jarak pandang juga tidak sejauh biasanya karena debu yang masih bertebaran. Kondisi tersebut jelas tidak bagus bagi keselamatan dan kesehatan para pengguna jalan.

 “Ayo dipakai maskernya, hati-hati berkendara di jalan,” ujar Walikota Risma ketika membagikan masker kepada pengendara sepeda motor.

Walikota Risma bersama SKPD terkait dan Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser serta petugas Puskemas, melakukan pembagian masker di beberapa titik. Diantaranya di depan Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, Jalan Diponegoro, Jalan Pemuda, Jalan Prof Moestopo dan juga di Jalan Kertajaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser yang ikut mendampingi walikota dalam kegiatan sosial tersebut mengatakan, ada sekitar 10 ribu dos di mana satu dos berisi 50 masker yang dibagikan kepada warga. Bahkan, walikota kemudian menambah lagi sekitar 50 dos karena saking tingginya respon masyarakat.

“Respon warga luar biasa dan langsung memakai maskernya. Mereka senang karena Pemkot Surabaya mengambil langkah efektif dengan turun langsung. Masker ini juga sangat membantu warga. Apalagi di apotek habis dan ibi dibagikan gratis oleh ibu wali,” jelas Muhamad Fikser. 

Walikota juga mengimbau kepada para pengguna jalan dan juga warga Surabaya agar tidak terlalu memforsir beraktivitas di luar rumah karena udara di luar yang tidak bagus untuk kesehatan, utamanya pernafasan. Walikota juga memerintahkan SKPD untuk membersihkan jalan. Beberapa mobil pemadam kebakaran terlihat melakukan penyemprotan debu dan menyiram tanaman di ruas Jalan A Yani dan Jalan Pahlawan dan Taman Surya penyemprot debu. “Ibu wali juga mengimbau Puskemas di Kota Surabaya untuk siap melayani keluhan warga yang terkait dengan pernafasan,” sambung Fikser.

Pemerintah Kota Surabaya juga langsung memberikan bantuan kemanusiaan ke Blitar dan Kediri, Jumat (14/2). Rombongan penyalur bantuan berangkat ke Blitar dan Kediri sekitar pukul 10.00 wib.

Kepala Bakesbangpollinmas Kota Surabaya, Soemarno mengatakan bantuan yang dikirimkan tersebut berasal dari seluruh warga Kota Surabaya yang terkumpul melalui Posko Satlak Penanggulangan Bencana. Bantuan yang dikirimkan ke Blitar dan Kediri sebanyak empat truk, masing-masing daerah dua truk. Bantuan yang dikirimkan berupa bahan makanan, pakaian, obat-obatan, dan keperluan bayi. Diantaranya, mie instan, kecap, air mineral, sarden, susu bayi, susu saset, minyak goreng, selimut, pakaian anak, pakaian dewasa, tikar, kebutuhan mandi, shampo, sabun, sikat gigi, pampers, pembalut wanita,

“Bantuan yang terkumpul di Posko kita telah mengirimkan beberapa waktu lalu ke korban bencana gunung sinabung, banjir bandang menado dan pekalongan. Posko ini telah dibuka selama sebulan saya sangat berterima kasih kepada warga Surabaya yang sangat peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Soemarno.

Soemarno menambahkan posko bencana yang didirikan Pemkot Surabaya akan terus dibuka. Bagi warga Surabaya yang akan memberikan sumbangan bantuan, bisa langsung mengirimkannya ke posko yang berada di halaman balai kota.(*/arf)

Jumat, 14 Februari 2014

HADAPI BENCANA ALAM, GARTAP III/SBY GELAR APEL GABUNGAN TNI-POLRI


KABARPROGRESIF.COM : Apel Gabungan TNI-Polri dalam rangka kesiapsiagaan penang-gulangan bencana alam digelar Gartap III/Surabaya. Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.I.P. selaku Dangartap bertindak sebagai penerima apel yang dilaksanakan pada hari Kamis (13/2) di Lapangan Makodam V/Brawijaya.

Pasukan apel berasal dari TNI, Polri dan non militer yang berjumlah sekitar 3.270 orang ini berada dibawah komando Letkol Mar Irfan Surya Ali. Dalam kegiatan apel ini juga disertakan material yang terdiri dari Motor Patwal, Truck, Perahu Karet/LCR, Ambulance, Dump Truck, Mobil Durlap, Mobil SAR (Polri), Mobil Basarnas, Mobil toilet, Mobil PMK dan Exavator. Adapun tema dalam apel gabungan ini adalah ”TNI-POLRI siap membantu rakyat dalam menghadapi dan mengatasi bencana”.

Pada saat ini negara kita dalam status waspada bencana, karena hampir seluruh wilayah negara kita mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Tak terkecuali wilayah Jawa Timur juga mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Jombang, Madura, Pasuruan, Probolinggo dan Situbondo. Bencana Banjir ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat, karena banyak sarana jalan yang terputus dan rusak sehingga menghambat pengiriman bantuan kekorban bencana. Gunung Kelud di Kediri akhir-akhir ini juga menunjukkan aktifitasnya sehingga dinaikkan statusnya menjadi waspada karena mengalami erupsi dan mulai  mengeluarkan lahar dingin.

Dalam amanatnya, Dangartap III/SBY menyampaikan kepada para Komandan Satuan TNI-POLRI untuk senantiasa siap dan bertekad membantu menanggulangi bencana alam untuk dapat meringankan penderitaan rakyat. Laksanakan koordinasi dengan semua instansi terkait dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) tingkat Provinsi maupun Kabupaten,  jalankan tugas  kemanusiaan ini dengan tulus dan ikhlas karena rakyat sangat mengharapkan bantuan dan perlindungan dari saudara-saudara.

Disamping itu, Jenderal Bintang dua penerima Adi Makayasa ini memberikan beberapa pesan antara lain : Pertama, Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan  Yang  Maha  Esa agar kita selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya dalam melaksanakan tugas yang akan datang. Kedua, Tingkatkan kemampuan penguasaan wilayah dan selalu mengupdate perkembangan situasi tentang bencana yang terjadi di wilayah kalian. Ketiga, Tingkatkan kewaspadaan dan ketanggapsegeraan dalam melaksanakan bantuan pertolongan terhadap korban bencana alam dan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dari kita. Keempat, Adakan kegiatan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan tugas membantu korban bencana alam, cari solusinya  sehingga dapat memperbaiki pelaksanaan tugas yang akan datang.

Hadir dalam apel gabungan ini antara lain Pangkotama TNI Wilayah Surabaya, Pejabat Polda Jatim, Kasgartap III/Surabaya, Kasdam V/Brawijaya dan  Para Komandan Satuan. (*/arf)

Sambut AFTA 2015, Pemkot Resmikan Lima BLC Baru



KABARPROGRESIF.COM : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus bergerak cepat untuk mempercepat peningkatan kecerdasan dan kemampuan warga Kota Surabaya dalam menggunakan teknologi informasi (TI). Upaya menjadikan warga Kota Pahlawan agar melek teknologi dengan cara ekspress tersebut digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya melalui program Broadband Learning Center (BLC).

Sejak digagas tahun lalu, BLC yang merupakan hasil kerja sama Pemkot Surabaya dengan PT Telkom Indonesia, sekarang sudah berdiri anggun di banyak kawasan di Surabaya. Kehadiran BLC mampu menarik minat masyarakat mulai dari ibu-ibu rumah tangga, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pengurus RT/RW hingga pelajar untuk belajar teknologi informasi (TI). Nah, pada Februari 2014 ini, jumlah BLC di Surabaya kembali bertambah.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini didampingi Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana, bersama Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, serta Eksekutif General Manager Telkom Divisi Timur, Iskriyono meresmikan lima BLC baru yang dipusatkan di Rumah Susun (Rusun) Grudo. Lima BLC baru tersebut lokasinya ada di Kecamatan Wiyung, Wonorejo, Gunung Anyar, Rusun Grudo dan Rusun Tanah Merah II. Kehadiran lima BLC baru ini berarti menambah enam BLC yang sebelumnya ada.

“Terima kasih kepada PT Telkom. Mudah-mudahan bantuannya tidak berhenti di sini,” ujar Walikota Risma seusai peresmian BLC di lima (5) lokasi dan penandatangani naskah perjanjian hibah daerah oleh PT Telkom di halaman Rusun Grudo, Kamis (13/2).

Ditegaskan Walikota Risma, tantangan warga Surabaya ke depan tidak akan mudah seiring akan diberlakukannya era ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015 mendatang. Karena itu, Walikota Risma meminta agar warga Surabaya tidak gagap teknologi (gaptek). Karena itu, Walikota Risma berharap akan ada lebih banyak lagi BLC di Kota Pahlawan.

“Kita butuh BLC lebih banyak lagi agar warga Surabaya siap berkompetisi dengan negara-negara ASEAN. Pokoknya jangan sampai tertinggal,” sambung walikota.

Walikota Risma menegaskan, BLC di Rusun Grudo tersebut selain diperuntukkan bagi warga yang tinggal di Rusun Grudo, juga bisa dimaksimalkan oleh warga di sekitarnya. Menurut walikota, BLC punya banyak fungsi. Selain kuntuk belajar, BLC juga bisa difungsikan untuk kepentingan yang lain seperti memasarkan produk. Para orang tua bisa mendaftarkan sekolah anaknya melalui pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online. “Para orang tua tidak perlu khawatir karena tidak ada situs yang aneh-aneh. Itu sudah diblokir. Jadi anak-anak aman kalau belajar di BLC,” jelas walikota.

Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, BLC di Rusun Grudo dan juga BLC di lokasi lainnya, memiliki fasilitas 10 komputer dan jaringan beserta sarana dan prasarana. Untuk BLC di lima lokasi, Antiek menyebut PT Telkom mengalokasikan dana sebesar Rp 325 juta. “Sekarang kami mencari lokasi lainnya. Jadi kalau PT Telkom mau memberi hibah lagi, kami sudah siap,” ujar Antiek.

Dijelaskan Antiek Sugiharti, pembangunan BLC atau yang juga dikenal sebagai “belajar langsung cerdas”, dilatar belakangi sebagai upaya untuk mewujudkan Kota Surabaya sebagai kota multimedia (Surabaya Multi Media City).  Menurutnya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan di BLC. Diantaranya pembelajaran teknologi informasi (TI) gratis bagi anak putus sekolah khususnya dari keluarga miskin dan anak cacat, pelahar SD/SMP, SMA ataupun mahasiswa, guru/fasilitator dan tenaga pengajar, keluarga, kelompok perempuan/pemuda dan juga masyarakat umum baik perseorangan ataupun dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun Organisasi Masyarakat (Ormas). Termasuk juga kegiatan pembelajaran bisnis online bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

“BLC juga bisa menjadi sarana untuk sosialisasi program Pemkot terkait teknologi informasi karena perijinan dan juga administrasi kita kan mulai merambah ke sana. Sehingga masyarakat bisa memahami itu dengan  cara yang benar,” jelas Antiek.

Sementara Eksekutif General Manager Telkom Divisi Timur, Iskriyono menegaskan, PT Telkom ikut berbangga dengan diresmikannya lima BLC baru di Surabaya. Menurutnya, PT Telkom concern memikirkan bagaimana ikut berkontribusi memperkuat pengetahuan dan kemampuan wargaSurabaya menghadapi Asean Economic Community 2015.

“Kita ikut bangga. Apalagi, Surabaya dapat penghargaan Future Gov kategari data inklusi sebagai pemanfaatn teknologi informasi. Intinya, melalui program ini, kita ingin mengedukasi masyarakat,” jelas Iskriyono. 

Seusai peresmian BLC, Walikota Risma bersama Wawali dan Kadis Kominfo, melakukan teleconference dengan beberapa BLC di lokasi lainnya. Seperti dengan warga di BLC Wiyung, BLC Gunung Anyar,BLC Wonorejo. Walikota juga berbincang dengan beberapa warga di BLC Rusun Grudon yang tengah asyik mempromosikan produk UKM mereka melalui pemasaran via online. Seperti Sutjiati, warga Pandegiling yang memasarkan tas dan kerajinan dari monte.

“Keberadaan BLC ini sangat membantu kami. Kita bisa tahu bahwa komputer juga bisa dipakai untuk jualan. Dan ternyata cara masuknya gampang, tidak susah. Apalagi ada pengajarnya,” ujar Sutjiati.

Masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan di BLC, bisa datang  setiap hari dari Senin hingga Jumat yang terbagi dalam tiga sesi selama dua jam. Untuk sesi pertama dimulai jam 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sesi II dimulai dari jam 11.00 WIB hingga jam 13.00 WIB. Serta sesi III dimulai dari jam 14.00 WIB hingga jam 16.00 WIB. (*/arf)

Rabu, 12 Februari 2014

2013, KLAIM SANTUNAN JASA RAHARJA TURUN 5 PERSEN


KABARPROGRESIF.COM : PT Jasa Raharja (Pesero) Cabang Jawa Timur mencatat klaim pembayaran santunan kecelakaan sebanyak Rp 251 miliar selama 2013. Jumlah tersebut menurun sektiar 5% dibandingkan jumlah pembayaran santunan pada 2012 yang tercatat sebanyak Rp 263,3 miliar.
 
Kepala Humas Jasa Raharja Jatim, Totok Ery Sukamto di Surabaya, mengatakan, menurunnya jumlah pembayaran santunan kecelakaan di Jatim tahun 2013 lalu didorong oleh makin tingginya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. “Kami terus melakukan upaya-upaya preventif untuk mengurangi jumlah kecelakaan di jalan raya. Termasuk diantaranya bekerjasama dengan kepolisian dalam melakukan sosialisasi dan menambah sarana-prasarana penunjang keselamatan di jalan raya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jumlah santunan kecelakaan yang dibayarkan Jasa Raharja Jatim selama 2013 diberikan untuk korban meninggal sebanyak Rp 145,75 miliar, untuk korban kecelakaan dalam perwatan sebanyak Rp 102,3 miliar, untuk korban kecelakaan cacat tetap sebanyak Rp 2,62 miliar, dan biaya penguburan sebanyak Rp 297 juta.

Totok menambahkan, pihaknya saat ini terus berusaha memberikan kemudahan untuk pembayaran santunan kepada korban maupun ahli waris korban kecelakaan. Salah satunya dilakukan dengna mengoptimalkan pelayanan melalui Mobil Unit Pelayanan Jasa Raharja. “Jadi mobil ini tugasnya mendatangi korban kecelakaan atau ahli warisnya untuk emmbantu menyelesaikan masalah administrasi yang mungkin timbul sehingga pembayaran santunan bisa dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Saat ini, Totok menuturkan, rata-rata pembayaran santunan kepada korban kecelakaan dan ahli warisnya dilakukan dalam 4 hari, lebih cepat dari ketentuan pemerintah, selama 6 hari kerja. Sedangkan nilai santunan yang diberikan kepada korban dan ahli waris saat ini belum berubah yakni untuk korban meninggal dunia sebanyak Rp 25 juta, untuk korban luka diberikan biaya perawatan sebesar maksimal Rp 10 juta, untuk korban cacat tetap maksimal Rp 25 juta dan santunan biaya penguburan sebesar Rp 2 juta. “Nilai tersebut untuk kecelakaan di darat dan laut, sedangkan untuk kecelakaan pesawat udara, nilai santunannya 2 kali lipat,” pungkasnya (*/arf)

Selasa, 11 Februari 2014

KODAM V/BRW BERI BANTUAN KE KORBAN BANJIR DI SITUBONDO


KABARPROGRESIF.COM : Bencana banjir yang menimpa Situbondo, mendapat perhatian serius dari TNI khususnya Kodam V/Brawijaya untuk ikut meringankan beban penderitaan masyarakat yang terkena musibah bencana. Dalam hal ini Kodam V/Brawijaya bersama Bapak Bambang dari  PT. Semen Indonesia, ikut membantu korban bencana dengan memberikan bantuan sembako. Bantuan sembako yang di serahkan kepada para korban pasca bencana banjir kali ini sebanyak 2000 paket. Bantuan sembako diserahkan oleh Pangdam V/Brawijaya pada hari Minggu (9/2).

Bencana banjir beberapa waktu di Situbondo telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Bukan saja harta benda, tetapi juga telah menghancurkan berbagai sarana prasarana yang sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh sebab itu Kodam V/Brawijaya selalu siap untuk memberikan dukungan dan bekerjasama dengan unsur-unsur terkait dalam menfasilitasi  penyaluranan bantuan dengan niat baik tanpa ada unsur politik.

Selanjutnya kita semua patut bersyukur bahwa sesuai dengan perjalanan waktu, saat ini banjir mulai berkurang, walaupun potensi ancaman masih tetap ada. Oleh karena itu, untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Saya memerintahkan Dandim  Situbondo beserta satuan jajarannya, untuk selalu siaga dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan  lembaga-lembaga terkait lainnya. Hal itu kita lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman bahaya susulan yang mungkin terjadi.

Pada kesempatan itu, Pangdam juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bambang sebagai wakil dari PT. Semen Indonesia yang telah bersama-sama dengan Kodam V/Brawijaya membantu korban bencana banjir. Saya berharap kerjasama tersebut, dapat terus dilanjutkan di masa yang akan datang.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2565 yang diselenggarakan masyarakat Tionghoa di Jawa Timur terlihat berbeda karena diperingati dengan menyelenggarakan seminar bertajuk “Pemantapan Wawasan Kebangsaan Jilid II”. Seminar dilangsungkan di Gedung Srijaya Jl Mayjen Sungkono Surabaya pada hari Minggu (2/2/14).

Dalam seminar ini menghadirkan pembicara antara lain Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP, Pakar dan akademisi hukum Prof. Dr. Marwan Efendi, S.H., Prof. Dr. Tjipta Lesmana, MA dan Surya Dharma Paloh. Peserta yang berjumlah kurang lebih 600 orang ini terdiri dari Asosiasi Advokat Indonesia, Para pengusaha Jatim, Akademisi/Dosen, Forpimda Jatim, Instansi pemerintah/swasta Jatim yang terkait. Selain itu, juga mengundang beberapa tokoh-tokoh nasional seperti mantan Kasad Jendral TNI AD (purn) R Hartono dan mantan Kejati Jatim Marwan Efendi.

Mayjen TNI Ediwan Prabowo juga menyampaikan beberapa penekanan antara lain: Pertama, TNI akan mengawal Pancasila sampai titik darah penghabisan. Kedua, dengan semangat persatuan dan kesatuan, Bangsa Indonesia mampu menghadapi tantangan yang sudah ada di depan mata antara lain terorris, separatisme, korupsi, kolusi dan nepotisme. Ketiga, perlu kedewasaan dalam berpolitik, berbangsa dan bernegara. Keempat, sistim pertahanan yang kuat dicerminkan oleh kecintaan warga negara terhadap negaranya.

Bangsa kita merupakan bangsa yang sangat besar dengan mengedepankan perjuangan dan nilai-nilai luhur yang sangat tinggi. Pangdam berharap generasi muda lebih mencintai negeri sendiri daripada bangsa lain. “Bila pemuda kita menanamkan jiwa patriotisme, maka pertahanan bangsa ini akan lebih kuat. Generasi muda merupakan pilar bangsa, generasi penerus yang mempunyai tantangan ke depan, serta harus lebih banyak menghargai nilai perjuangan pahlawan yang memberi kemerdekaan,” tambah Jenderal bintang dua ini.

Disamping itu, Pangdam juga mengapresiasi prajurit TNI bersama tim tanggap bencana (Tagana) yang berhasil mengevakuasi 14 korban longsor di Jombang dengan waktu yang cukup singkat. Tak lupa Pangdam juga melakukan tali asih dengan memberi penghargaan dan bantuan kepada veteran perang. (*/arf)

SEJUMLAH NEGARA TAWARKAN BANTUAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEBUN BINATANG SURABAYA


KABARPROGRESIF.COM : Pemerintah Amerika Serikat menawarkan bantuan asistensi pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS.) Mereka akan membantu KBS dengan menghubungkan ke kebun binatang di Washington, San Diego dan beberapa kebun binatang lainnya untuk membantu pendampingan dalam pengelolaan KBS dalam waktu sesegera mungkin.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake Jr. menyampaikan hal tersebut dalam kunjungannya ke Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Senin 10 Pebruari 2014. Didampingi Konsul Jendral AS di Surabaya, Joaqiun F. Monserrate, Duta besar yang baru menjabat akhir 2013 yang lalu ini berjanji akan segera menindaklanjuti bantuan asistensi untuk KBS dengan mencarikan mitra KBS di Amerika Serikat.

Sebelumnya di sela kunjungan kepada Walikota Surabaya, 6 Februari lalu, Duta Besar Inggris Mark Canning, selain membahas tentang investasi dan proyek Angkutan Massal Cepat kota Surabaya juga menyampaikan tawarannya untuk membantu mendampingi Pemerintah Kota Surabaya  dalam mengelola KBS.

Mitra sister city kota Surabaya seperti Pemerintah Kota Xiamen juga menyampaikan perhatiannya untuk KBS. “Pihak Pemerintah Kota Xiamen menyampaikan melalui suratnya bahwa mereka mendapat informasi dari Konsulat Jenderal Cina di Surabaya Mr. Wang Huagen bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah mendapat kewenangan untuk mengelola KBS. Untuk itu Mr. Wang berharap Pemerintah Kota Xiamen dapat membantu KBS sebagai mitra sister city kota Surabaya.” kata Ifron Hady Susanto, Kepala Bagian Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya. Pemerintah Kota Xiamen akan meminta Xiamen Haicang Safari Park yang merupakan kebun binatang paling terkenal di Xiamen untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Surabaya dalam mengelola KBS.

Tri Rismaharini menyambut baik semua tawaran ini. Setelah penyerahan hak pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia ke Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya memang terus berupaya untuk meningkatkan penengelolaan Kebun Binatang Surabaya. Upaya ini terus dilaksanakan apalagi setelah beberapa kejadian kematian beberapa koleksi satwa yang beruntun di KBS. (*/arf)

Dubes AS Kunjungi Balai Kota


KABARPROGRESIF.COM : Duta Besar (dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake, mengunjungi balai kota Surabaya, Senin (10/2). Robert yang hadir didampingi Konsul Jenderal AS di Surabaya, Joaquin Monserrate diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Sekretaris Daerah Hendro Gunawan plus sejumlah kepala SKPD.

Dalam pertemuan yang lebih kurang berlangsung satu jam itu, dubes dan walikota membicarakan banyak hal. Di antaranya, iklim kerjasama sektor bisnis, upaya penanggulangan korupsi, hingga permasalahan kebun binatang Surabaya (KBS).

Robert menilai, Surabaya adalah kota yang dinamis dan tertata dengan baik. Kondisi tersebut, menurut dia, sangat berpotensi menarik minat investor dari luar negeri. “Reputasi dan prestasi Surabaya di bawah pimpinan Walikota Tri Rismaharini sudah terdengar sampai AS. Dan sekarang ketika pertama kali berkunjung ke Surabaya, saya melihat banyak terobosan dan tata kelola pemerintahannya juga baik sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakatnya,” papar Robert yang dilantik menggantikan dubes sebelumnya, Scot Marciel ini.

Robert mengatakan, Indonesia merupakan mitra strategis AS, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Berdasar data yang dihimpun dari kamar dagang AS, sedikitnya 65 miliar dolar AS diinvestasikan di Indonesia tiap tahunnya. Untuk itu, pada kunjungan berikutnya nanti, dia berjanji akan membawa serta para pengusaha Negeri Paman Sam dengan tujuan lebih memahami iklim investasi.

Sementara Walikota Tri Rismaharini optimistis kerjasama di bidang investasi akan lebih bergairah. Pasalnya, dalam waktu dekat Surabaya akan memiliki pelabuhan baru, yakni Teluk Lamong. Pelabuhan tersebut diprediksi memegang peranan penting karena menjadi penghubung kawasan Indonesia bagian timur. Daya tampung Teluk Lamong, dikatakan walikota, tiga kali lipat lebih besar dari pelabuhan lama. “Saat ini kami sedang siapkan infrastruktur pendukungnya,” ungkap walikota yang akrab disapa Risma.

Sehubungan dengan predikat Surabaya sebagai kota jasa dan perdagangan, Risma berharap alur investasi nantinya juga lebih banyak diarahkan pada sektor tersebut. Menurut dia, Kota Pahlawan kini mulai menjadi jujugan wisatawan domestik maupun mancanegara. Angka kunjungan selalu meningkat dua kali lipat per tahun sejak 2010. Nah, berkaca dari situ, walikota berharap ada Universal Studio yang dibangun di Surabaya sebagai pusat rekreasi.

“Akan sangat bagus seandainya di sini dibangun Universal Studio. Respon masyarakat pasti sangat positif,” ujarnya. Hal tersebut mendapat tanggapan positif oleh Robert yang lantas menambahkan poin itu pada catatannya.

Ke depan, Robert mengisyaratkan kerjasama tidak hanya berkutat antar pemerintah saja. Memang, saat ini Surabaya sudah menjalin hubungan sister city dengan Seattle, AS. Bahkan, kerjasama tersebut sudah berjalan sejak 1992. Namun demikian, pihaknya mendorong kerjasama bisa diperluas mencakup sektor-sektor lainnya, hingga pada skala people to people (pribadi antar pribadi).

Dubes lulusan Harvard College tahun 1980 dan John Hopkins School of Advanced International Studies (SAIS) tahun 1984 tersebut menyatakan, tidak menutup kemungkinan kerjasama antar kebun binatang akan terjalin. Apalagi, dia menyadari sekarang ini KBS tengah didera berbagai permasalahan pelik. “Kami paham KBS tengah menjadi isu sentral belakangan ini. Dan kami sudah memahami upaya-upaya yang dilakukan pemkot yang mana itu sangat bagus,” tuturnya.

Sebagai gambaran, San Diego, Washington D.C, dan New York mempunyai kebun binatang yang sukses menjadi pusat rekreasi bagi masyarakat di sana. Robert menyatakan siap memfasilitasi koneksi kerjasama antar kebun binatang maupun menghubungkan dengan LSM pecinta satwa di AS. Dengan harapan, pengelolaan dan manajemen di KBS akan lebih baik.

Risma menyambut baik inisiatif tersebut. Dia bahkan sudah tidak sabar menjalin koneksi dengan LSM pecinta satwa AS. Menurutnya, hal itu memang berguna bagi peningkatan kualitas pengelolaan KBS. Namun, sebelum itu dia berharap izin konservasi dari kemenhut segera turun agar kerjasama apa pun tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. “Ini makanya saya berencana menemui kembali Presiden terkait hal itu,” tukas walikota yang mendapat gelar Mayor of the Month edisi Februari 2014 dari Citymayor.com. (*/arf)

Seminar Low Carbon Bahas Berbagai Kebijakan



KABARPROGRESIF.COM : Dampak perubahan iklim kini menjadi isu sentral di berbagai belahan dunia. Setiap kota dan negara berlomba-lomba mewujudkan tata pengelolaan yang rendah karbon. Hal itulah yang dibahas dalam Seminar of Low Carbon City Planning in Surabaya yang bertempat di Hotel Novotel, Senin (10/2).

Seminar tersebut mempertemukan para pakar dari Jepang dengan stakeholder dalam negeri maupun pemerintah. Masing-masing pembicara menyampaikan presentasinya tentang pengelolaan energi, manajemen transportasi, pengelolaan sampah padat dan pengelolaan air limbah. Di samping itu juga dilaksanakan diskusi panel dengan perusahaan terkemuka asal Jepang yang fokus di bidang pengelolaan lingkungan. Sedangkan pembicara dari Indonesia yang turut berpartisipasi Rizal Edwin Manangsang dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Dicky Edwin Hindarto dari Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI).

Adapun seminar ini merupakan implementasi dari kerjasama dengan Pemerintah Kota Kitakyushu yang bertujuan untuk berbagi temuan yang dihasilkan dari studi kelayakan mengenai tata kota rendah karbon di Surabaya. Nah, dari seminar ini diharapkan dapat dilakukan diskusi terkait pengambilan kebijakan, peraturan, program-program yang relevan, kelayakan, strategi implementasi termasuk berbagai hambatan yang dialami.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengakui, banyak hal positif yang bisa dipetik dari kerjasama dengan Pemerintah Kota Kitakyushu. Utamanya, soal pengelolaan lingkungan. Kerjasama green sister city yang lebih komprehensif diawali dengan penandatanganan MoU pada November 2012. Beberapa sektor yang mendapat perhatian serius dari MoU tersebut antara lain, energi, limbah padat, transportasi, dan sumber daya air. Beberapa diantaranya sudah membuahkan hasil dan dapat dirasakan masyarakat.

Risma -sapaan Tri Rismaharini- menyebut jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) selalu menurun meski jumlah penduduk meningkat. Hal itu membuktikan metode pengelolaan sampah di Surabaya sangat efektif. “Dengan demikian, dampak perubahan iklim bisa diredam,” ujarnya saat membuka acara.

Menurut walikota, perubahan iklim kini harus diantisipasi sedini mungkin. Jika tidak, bencana demi bencana akan terjadi. “Bahkan bukan tidak mungkin bencana yang terus menerus terjadi dapat mengancam ketahanan pangan dunia. Untuk itu, kita perlu membahas segera dan mencari solusinya,” terang mantan Kepala Bappeko Surabaya ini. (*/arf)

Minggu, 09 Februari 2014

PENANDATANGANAN MOU RENOVASI RUMAH DINAS TIDAK LAYAK HUNI KODAM V/BRAWIJAYA


KABARPROGRESIF.COM : Hari ini merupakan saat yang membahagiakan bagi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP karena beberapa pihak swasta memberikan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Kodam V/Brawijaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan perbaikan Rumah Dinas Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kodam V/Brawijaya. Acara penandatanganan perjanjian dan berita acara serah terima bantuan dana RTLH CSR dilaksanakan di Aula Makodam V/Brawijaya pada hari Sabtu (8/2).

Kegiatan Renovasi ini, merupakan bentuk kepedulian dan tanggung   jawab   moral pihak swasta dalam pembangunan serta dalam mendorong pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraannya. Semua itu tidak terlepas dari orientasi pengabdian kita sesama komponen bangsa. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturrahim dan atas dasar niat untuk berbuat nyata guna mendukung kinerja prajurit Kodam V/Brawijaya.

Kegiatan Renovasi Rumah Dinas Tidak Layak Huni ini terselenggara atas kerjasama dari PT. Djarum dan Indofood yang telah memberikan bantuan dana CSR di wilayah kodam V/Brawijaya sebesar Rp.1.500.000.000. Kegiatan CSR ini merupakan prestasi yang luar biasa guna meningkatkan kesejahteraan Prajurit dan tentunya sangat bermanfaat bagi Satuan.

Peran PT.Djarum dan Indofood sangat besar dalam membantu perbaikan Rumah Dinas Prajurit yang Tidak Layak Huni sebanyak 30 rumah tersebar di 6 satuan . Satuan yang telah menerima bantuan tersebut adalah Zidam V/Brawijaya, Yonif 516/CY, Rindam V/Brawijaya, Yonif 527/BY, Yonif 521/DY serta Kodim 0810.

Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya mengharapkan agar semua komponen bangsa lainnya dapat turut berpartisipasi memberikan kontribusi positifnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan ini. Artinya, kegiatan seperti ini akan lebih berarti apabila disemangati oleh rasa kebersamaan dan kekeluargaan serta rasa tanggung jawab bersama terhadap berbagai permasalahan dalam masyarakat.

Kegiatan penandatanganan perjanjian dan berita acara serah terima bantuan ini dilanjutkan peninjauan ke lokasi salah satu rumah dinas yang akan direnovasi yaitu rumah dinas di Yonif 516/CY, Yonif 500/R. Kemudian dilanjutkan menembak pistol di Lapangan Tembak Perbakin Kodam V/Brawijaya.

“Selaku Pangdam V/Brawijaya serta atas nama satuan serta Prajurit yang rumah dinasnya telah direnovasi, saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini”, pungkasnya. (*/arf)

Kamis, 06 Februari 2014

PRAJURIT PASMAR-1 PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1435H



KABARPROGRESIF.COM : Prajurit Pasmar-1 memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H di Masjid Al-Bahar Mako Pasmar-1, Jl. A. Yani No.1A Gedangan Sidoarjo, Kamis (06/02/2014).

Dalam peringatan tersebut mengangkat tema "Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Kebersamaan Prajurit TNI dengan Rakyat dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Sebelum acara dimulai, Marawis Banjari Al Bahar yang beranggotakan dari prajurit Denmako Pasmar-1 mempersembahlkan lagu-lagu islami, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Quran Surat Al-Qaf ayat 31-40 oleh qoriah Pratu Mar Zainul anggota Yonif-1 Mar.

Dalam sambutannya yang dibacakan Aslog Pasmar-1 Kolonel Marinir Aris Mudian, Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Ustadz Yunan Daris Satriawan, M.Pdi, atas kehadirannya ditengah-tengah prajurit Pasmar-1, semoga ceramahnya bisa diambil hikmahnya guna memelihara serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan setiap tahun tersebut, lanjutnya, dengan maksud untuk merenungkan kembali nilai-nilai keutamaan yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW, teladan sebagai sumber inspirasi dalam membangun tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilandasi oleh moral dan etika yang luhur serta mulia.

"Peringatan maulid Nabi muhammad SAW merupakan momentum bagi umat Islam untuk meneladani dan mencontoh perilaku nabi Muhammad SAW sebagai nabi besar dan pemimpin yang agung”, ujarnya

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir Bambang Suryo Aji, Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir M. Nadir, Para Asisten Pasmar-1, Dansatlak dijajaran Pasmar-1 serta para pejabat teras dijajaran Pasmar-1. (*/arf)

Surabaya Siap Hadapi ASEAN Economic Community 2015


KABARPROGRESIF.COM : ASEAN Economic Community (AEC) atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan tahun depan. Itu artinya, kesempatan berbenah semakin mepet lantaran sudah tidak banyak waktu yang dimiliki. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya melakukan beberapa inisiatif, salah satunya dengan menggelar diseminasi Surabaya Menghadapi AEC 2015 di Ruang Pola Bappeko, Kamis (6/2).

Acara tersebut menghadirkan enam pembicara, antara lain Senior Officer Finance Integration Division pada Sekretariat ASEAN Bambang Irawan, Kasubdit Perindustrian dan Perdagangan Kemenlu Lingga Setiawan, Kabid ASEAN Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Dalyono, Direktur Kerjasama ASEAN pada Kemendag Djatmiko Wijtaksono, Dirjen PAUDNI Kemendikbud Lydia Freyani Hawadi, serta Kasubdit Kerjasama Regional ASEAN Dirjen Kerjasama Regional pada Badan Koordinasi Penanaman Modal Amri Zuhdi.

Bambang Irawan menjelaskan tentang latar belakang serta pemahaman tentang AEC 2015. Secara umum, AEC adalah kelanjutan dari integrasi ekonomi mengubah ASEAN  menjadi pasar tunggal dan sumber produksi mulai 2015. Kesepakatan antar negara-negara di Asia Tenggara tersebut dilandasi empat pilar utama, yakni produksi berbasis pasar tunggal, ekonomi regional yang kompetitif, pengembangan perekonomian yang merata, dan integrasi dengan perekonomian global.

Tujuan utama dari AEC yaitu membuka kran interaksi barang, jasa, produksi, investasi dan modal. Serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar sesama negara ASEAN. Arus transaksi nantinya akan difokuskan pada 12 sektor prioritas yang terbagi dalam 7 sektor barang dan 5 sektor jasa. Sektor barang meliputi produk pertanian, otomotif, elektronik, perikanan, produk berbasis karet, tekstil, dan produk olahan kayu. Sedangkan sektor jasa terdiri atas jasa penerbangan, e-ASEAN, kesehatan, pariwisata, dan penyediaan logistik.

Kedua belas sektor prioritas tersebut mau tidak mau menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, ada 18 sektor pergerakan SDM yang patut mendapat perhatian. Beberapa di antaranya meliputi akuntan, tenaga bidang maritim, telekomunikasi, komputer, dan arsitek.

Asisten III Sekkota (bidang administrasi umum) Hadisiswanto Anwar yang hadir mewakili walikota menyatakan, Surabaya siap menghadapi AEC. Hal itu cukup realistis mengingat tren pertumbuhan ekonomi di Kota Pahlawan sangat menjanjikan. Pada 2010, pertumbuhan ekonomi tercatat pada angka 5,11 persen. Tahun berikutnya, capaian tersebut meningkat cukup signifikan menjadi 7,35 persen. “Sedangkan pada 2012, Surabaya berhasil mencapai pertumbuhan sebesar 7,64 persen,” ungkap Hadi.

Demi mempersiapkan diri menghadapi AEC 2015, kata Hadi, Pemkot Surabaya sudah melaksanakan sejumlah agenda. Di antaranya, pendirian rumah bahasa. Di sana masyarakat dapat belajar berbahasa asing secara gratis. Rumah bahasa yang berlokasi di gedung balai budaya (kompleks balai pemuda) juga terintegrasi dengan klinik jasa dan perdagangan, koperasi dan UMKM, ketenagakerjaan, dan investasi. Diharapkan, melalui klinik-klinik tersebut masyarakat mendapat akses seluas-luasnya seputar dunia usaha.

“Kita harus siap menghadapi tantangan ini tidak peduli kalau harus bersaing dengan orang-orang dari luar negeri. Oleh karenanya, warga Surabaya tidak boleh kalah. Harus bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji menerangkan, diseminasi Surabaya Menghadapi AEC 2015 ini merupakan salah satu langkah awal. Tujuannya, untuk menyamakan pikiran dan pandangan tentang bagaimana mengadapi era perdagangan bebas tahun depan. Menurut Agus, agar mampu bersaing dalam AEC dibutuhkan strategi-strategi khusus. “Nah, itulah yang perlu dirumuskan bersama. Makanya, dalam diseminasi ini kami fokuskan pada internal pemkot dulu supaya solid dan mantap,” tutur mantan Kabag Bina Program ini sembari mengisyaratkan dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengundang seluruh stakeholder terkait persiapan AEC 2015.

Diakui Agus, SDM dan infrastruktur merupakan sektor yang paling mendesak untuk dibenahi saat ini. Meski, dia juga menyebut bahwa semua bidang perlu mendapat pembenahan. Keseriusan pemkot menggarap SDM sudah dibuktikan dengan diresmikannya rumah bahasa pada 4 Februari lalu. Di samping program-program pelatihan keterampilan kerja yang rutin diselenggarakan di masing-masing SKPD.

Di sisi lain, lembaga yang dipimpin Tri Rismaharini itu berupaya menyelenggarakan pembangunan infrastruktur yang handal. Hal ini dapat dilihat dari alokasi APBD Kota Surabaya yang tahun ini memang lebih banyak difokuskan untuk pembangunan infrastruktur kota. Menjaga kualitas jalan dan rencana membangun megaproyek mass rapid transit (MRT) atau angkutan massal cepat menjadi senjata utama Kota Surabaya di bidang transportasi.

Ke depan, Agus optimistis Surabaya mampu bersaing dalam era AEC. Pasalnya, menurut dia Surabaya punya tiga keunggulan. Yakni, masyarakatnya terbuka serta mau menerima masukan, mudah bekerja sama, dan memiliki sifat bonek (bondo nekat). Bonek yang dimaksud Agus tentu dalam konteks positif. Artinya, keberanian dan kenekatan memang dibutuhkan saat menghadapi persaingan bebas. “Nah, karakter seperti ini lah yang nanti bisa jadi kunci keberhasilan. Dengan modal karakter ini, apa pun situasinya saya rasa kita mampu lah untuk bertahan, dan bahkan bersaing,” pungkas pria yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini.(*/arf)