Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Soft Launching Kota Lama, Gelar Sejumlah Paket Wisata

Sejumlah paket wisata digelar Pemkot Surabaya usai soft launching Kota Lama zona Eropa yang berada di kawasan Jalan Rajawali, Krembangan, Surabaya.

Cegah Narkoba di Kalangan ASN dan Pelajar, Pemkot Surabaya Gandeng BNN dan Polisi

Upaya Pemkot Surabaya memberantas Narkoba tak hanya di kalangan pelajar dan masyarakat, tetapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemkot.

Peluang Investasi untuk Pengembangan Eks THR-TRS

Pemkot Surabaya menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mempromosikan proyek peluang investasi di Kota Pahlawan. Diantaranya di kompleks eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Rutin Gelar Pangan Murah

Untuk menekan laju inflasi agar masyarakat bisa mendapatkan komoditas bahan pangan dengan lebih murah, Pemkot Surabaya rutin menggulirkan program Gerakan Pangan Murah setiap bulan.

Pemkot Surabaya Komitmen Amankan Aset yang Dikuasai Pihak Ketiga

Berbagai upaya strategis terus dilakukan Pemkot Surabaya untuk memastikan aset daerah dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan warga dan pemerintah.

Senin, 30 November 2020

Di Momen Peringatan Hari Guru Nasional 2020, Wali Kota Risma Beri Penghargaan



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menghadiri Peringatan Hari Guru Nasional 2020 yang berlangsung di kompleks Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/11/2020). 

Pelaksanaan Hari Guru tahun ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga hanya dihadiri oleh perwakilan guru dan siswa serta diikuti tenaga pendidik dan sekolah melalui virtual.

Sebelum menyampaikan sambutan, Wali Kota Risma memberikan penghargaan kepada 37 perusahaan/lembaga yang telah memberikan beasiswa pendidikan. 

Selain itu, di momen ini juga dilakukan pemberian bantuan sepeda kepada 20 siswa tidak mampu dan yatim agar bisa mereka gunakan untuk sekolah.

Wali Kota Risma mengucapkan banyak terima kasih kepada para guru yang telah berjasa dan sabar membimbing anak-anak agar mereka bisa berprestasi. 

Bagi dia, mengajar anak-anak bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. 

Ke depan, Ia berharap para guru tetap menanamkan nilai kedisiplinan dan kerja keras agar anak Surabaya dapat bersaing dengan dunia luar.

“Saya tahu tidak mudah mengajar anak-ana hingga berprestasi. Namun dengan ketelatenan para guru yang tidak lelah membimbing mereka sehingga mereka dapat sukses,” kata dia mengawali sambutannya.

Ia menjelaskan, bahwa para guru memiliki peranan penting dalam menyiapkan anak-anak agar bisa meraih kesuksesan. Menurut dia, kesuksesan tidak hanya dinilai dari intelektual saja, namun juga bagaimana anak-anak ini bisa berkomunikasi dengan baik. 

Untuk itu, kepada para guru, Wali Kota Risma berharap, ke depan anak-anak tidak hanya berbekal pendidikan namun juga kemampuan berkomunikasi yang baik. 

"Ini adalah faktor pendorong yang sangat penting untuk kemajuan negara kita," katanya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini meyakini, bahwa setiap anak itu diberikan kelebihan dan kecerdasan yang berbeda-beda oleh Tuhan. 

Ada yang pintar olahraga, musik, menulis dan sebagainya. Karenannya, para guru harus dapat membimbing mereka sehingga kemampuan akademik dan non akademik saling mendukung. 

"Kita harus mengerti anak-anak kita kemana arahnya dan kita bimbing mereka. Saya berharap para guru bisa membuktikan," pesan dia.

Menariknya, dalam momen ini para pelajar Surabaya juga mempersembahkan lagu yang berjudul "We Love You Bu Risma" yang diselingi dengan pembacaan puisi. Persembahan ini membuat Wali Kota Risma tak mampu lagi membendung air mata haru. 

Bahkan, ia terlihat beberapa kali menyeka air matanya menggunakan tissue. (Ar)

Viral Video ”Hancurkan Risma Sekarang Juga”, Amelia Bagi-Bagi Bunga Mawar



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Viralnya video nyanyian ”Hancurkan Risma Sekarang Juga” yang dilakukan kubu pendukung Calon Wali Kota Machfud Arifin terus mendapat reaksi dari masyarakat. 

Sekelompok milenial dengan nama ”Anak Muda Milenial Surabaya” atau disingkat Amelia menggelar aksi berbagi bunga mawar kepada pengendara motor, Senin (30/11/2020).

Puluhan gadis milenial membagi setangkai mawar bertuliskan ”'Bela Bu Risma, Selamatkan Surabaya” kepada pengendara di tiga titik traffict light (TL), yakni kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Darmo, dan Jalan Kertajaya.

"Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk empati kepada Bu Risma yang telah bekerja maksimal membangun Surabaya namun masih dihujat oleh sekelompok orang demi kepentingan politik," ujar Sarah, salah seorang anggota Amelia.

Sarah menambahkan, komunitasnya tergerak karena juga merasa bahwa Risma sebagai perempuan harus dibela. 

”Sebagai sesama perempuan, terus terang saya marah, terlebih ini kepada Wali Kota Surabaya yang sudah terbukti telah bekerja mensejahterakan warganya," imbuh Sarah.

Perhatian pengendara sempat teralihkan dengan hadirnya puluhan gadis cantik yang membagi-bagikan bunga. 

Mereka mengaku kaget sekaligus senang dengan aksi yang digelar para gadis cantik ini.

"Awalnya kaget, tapi langsung senang ketika ada yang bagi-bagi bunga. Surabaya biar adem, damai dan aman tidak seperti kemarin hujat-hujatan. Saya juga tidak setuju kalau Bu Risma, pemimpin kita, dihujat seperti itu," ujar Kurnia, pengendara yang melintas di Mayjen Sungkono.

Senada dengan Sarah, Zubait salah satu peserta aksi, mengaku tergerak mengikuti aksi ini lantaran kecewa dengan hujatan kepada Risma dengan alasan politik.

"Tidak hanya kecewa, saya sebagai perempuan marah dengan hujatan itu. Kita tahu Bu Risma ini sudah baik, sangat baik menurut saya untuk kota Surabaya, kenapa mereka tega seperti itu," heran Zubait.

Seperti marak diberitakan, viral video berisi nyanyian plesetan refrain lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Refrain tersebut diubah dengan lirik nada provokatif.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak pendukung Machfud Arifin-Mujiaman, sembari mengacungkan dua jari ke atas. Mereka juga memakai kaus warna-warni khas Machfud-Mujiaman. Di belakang mereka, tampak spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” dengan foto Machfud dan Mujiaman. (Ar)

Prajurit Puslatmar Kodiklatal Latihan Patroli Daerah Muara, Rawa, Sungai dan Pesisir



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Prajurit Pusat Latihan Marinir (Puslatmar) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) menggelar Latihan Operasi Matra Laut Tahun Anggaran 2020. Latihan tersebut berupa Latihan Patroli Daerah Muara, Rawa, Sungai dan Pesisir (Mupe) yang dibuka langsung Komandan Satuan Latihan Bersama Marinir (Dansatlamamar) Puslatmar Kodiklatal Letkol Marinir Heru Gunawan di Lapangan Apel Puslatmar Kodiklatal Bumimoro Surabaya, Senin, (30/11/2020).

Program latihan organik Kodiklatal yang akan dilaksanakan selama 10 hari ini diikuti 87 prajurit yang berasal dari satuan kerja di jajaran Kodiklatal. Para prajurit Kodiklatal ini akan dibekali materi patroli di daerah muara, rawa, sungai dan pesisir (Mupe). Hadir dalam pembukaan tersebut para Komandan Satuan Latihan (Dansatlat) Puslatmar Kodiklatal dan para Perwira staf Puslatmar Kodiklatal.

Dansatlamamar Letkol Marinir Heru Gunawan, M. Tr. (Hanla) dalam amanatnya menyampaikan bahwa infiltrasi merupakan salah satu upaya penyusupan dari lawan atau musuh untuk melaksanakan operasi secara rahasia guna memperoleh data maupun informasi atau melumpuhkan suatu obyek yang dimiliki oleh Pemerintah dimana obyek tersebut memiliki peranan sangat penting dalam pemerintahan kita.

Guna mencegah adanya kegiatan infiltrasi dari lawan maka diperlukan kegiatan patroli secara terus menerus. Patroli di daerah muara, rawa, sungai dan pesisir diperlukan sebagai upaya mengamankan daerah sendiri dari kegiatan infiltrasi lawan yang berasal dari sektor perairan baik dari Muara, Rawa, Sungai dan Pesisir.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kodiklatal merupakan Kotama pembinaan dalam hal doktrin, pendidikan dan latihan TNI Angkatan Laut yang mempersiapkan prajurit matra laut sebagai pengawak organisasi TNI AL.

“Dalam membentuk prajurit matra laut yang handal dan profesional, diperlukan seorang sosok pelatih, pembimbing dan instruktur yang mumpuni dari segi akademik, fisik dan mental, sehingga dapat memberikan suri tauladan kepada prajurit yang di didik”, tegas Dansatlamamar.

Menurutnya profesionalisme seorang Prajurit tentunya tidak akan pernah tercapai dan di latih tanpa adanya latihan secara terus menerus dan berkesinambungan. 

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan antap kodiklatal dalam pelaksanaan patroli di daerah muara, rawa, sungai dan pesisir perlu dilaksanakan dengan harapan  mendapat hasil yang optimal guna mendukung tugas TNI AL. (Pen Kodiklatal/Ar)

Sigap, TNI-Polri Evakuasi Mobil tertimpa Pohon Tumbang di Lamongan



KABARPROGRESIF.COM: (Lamongan) Curah hujan yang mulai terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi suatu pantauan tersendiri bagi seluruh pihak.

Hujan deras disertai angin yang terjadi di depan Mall Pelayanan Publik Lamongan, Minggu (29/11) malam, mengakibatkan beberapa pohon tumbang. 

Bahkan, pohon itu menimpa salah satu mobil yang parkir di area tersebut.

Ikhwan (26), salah satu warga di lokasi sekitar mengungkapkan hujan deras disertai angin itu terjadi kurang lebih hampir satu jam. 

“Kena terjangan angin. Pohonnya langsung menimpa mobil disitu,” ujarnya.

Mendengar kabar adanya kejadian itu, anggota Koramil bersama Polsek setempat pun langsung menuju ke lokasi kejadian.

Dengan dibantu oleh warga, mobil tersebut pun akhirnya berhasil diselamatkan dan tak ditemukan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Pendam V/Brw/Ar)

Kini Machfud Arifin Puji Risma, Tim Eri-Cahyadi: Terima Kasih, Mari Pilih Erji



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Tim Pemenangan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji angkat bicara tentang gaya berkampanye Calon Wali Kota Machfud Arifin yang kini memuji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setinggi langit.

”Dulu menyerang Bu Risma habis-habisan. Mulai mempertanyakan apakah wisata di Surabaya ini hanya panti pijat dan karaoke, lalu menyerang apakah Surabaya ini kota metropolitan, menghantam Bu Risma yang beliau nilai hanya mengurusi pohon ketimbang orang, dan sebagainya. Alhamdulillah, sekarang memuji Bu Risma,” ujar Juru Bicara Tim Pemenangan Eri-Armudji, Aprizaldi, Senin (30/11/2020).

Bahkan, lanjut Aprizaldi, pada 27 November lalu beredar berita pernyataan Machfud yang bangga jika nanti terpilih di Surabaya bisa meneruskan program pembangunan yang telah dicanangkan Risma. 

Saat ini juga beredar video dan baliho bertuliskan ”Bela Risma, Menangkan MA”. MA adalah singkatan dari Machfud Arifin.

"Publik bisa menilai, ini kok gaya kampanye Pak Machfud berubah-ubah ya, menyerang Bu Risma di berbagai kesempatan, eh sekarang tiba-tiba memuji Bu Risma setinggi langit. Terima kasih, loh,” ujarnya.

Aprizaldi kembali mengucapkan terima kasih kepada Machfud Arifin dan tim yang telah memuji Risma. 

Hal itu semakin menegaskan keberhasilan Risma dalam membangun Kota Surabaya. 

Publik pun, kata dia, akan semakin melihat bahwa Eri-Armudji yang bisa meneruskan berbagai program baik di Kota Pahlawan, karena hanya Eri-Armudji yang dipercaya Risma.

"Sekali lagi, terima kasih sekarang Pak Machfud dan tim ikut bela Bu Risma, terima kasih. Cuma mau ngasih tahu saja kalau pilihan Bu Risma di Pilkada ini ya Eri-Armudji. Jadi kalau Pak Machfud dan tim memuji serta membela Bu Risma, mari pilih Eri-Armudji,” tutur Aprizaldi. (Ar)

Origami Ditengah Libur Sekolah



KABARPROGRESIF.COM: (Boven Digoel, Papua) Pelajar di perbatasan Indonesia-Papua Nugini seakan terhibur dengan adanya permainan Origami yang disuguhkan oleh Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516/CY.

Bukan hanya permainan biasa, Dansatgas Pamtas, Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin menjelaskan jika permainan itu, juga diwarnai dengan adanya beberapa materi belajar.

“Permainannya melatih kesabaran dan mental. Sebenarnya itu hanya permainan biasa, tapi kita selingi adanya beberapa materi belajar mengajar,” ujarnya, Minggu (29/11).

Serda Eguh Pambudi, salah satu anggota Satgas mengatakan jika permainan itu, disambut antusias oleh para pelajar di Kampung Prabu, Distrik Jair.

“Jadi, anak-anak ini bisa merasakan asyiknya bermain sambil belajar,” kata dia. (Pendam V/Brw/Ar)

Dankodiklatal Terima Kunjungan Kehormatan Irum Itjenal



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) Laksda TNI Nurhidayat menerima kunjungan kehormatan Inspetur Umum (Irum) Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Laut (Itjenal) Laksma TNI Toto Dwijaya Saputra di Ruang Loby Mako Gedung Kihadjar Dewantara Kesatrian Bumimoro Kodiklatal Surabaya, Senin, (30/11/2020).

Dalam menerima kunjungan tersebut Komandan Kodiklatal didampingi oleh Wadan Kodiklatal, Dirum Kodiklatal Dirdiklat Kodiklatal dan Ir Kodiklatal. 

Sementara dari Itjenal selain Irum Kodiklatal hadir Irut Log Itjenal Kolonel Laut (T) Supriatno dan Irut Prosa Itjenal Kolonel Laut (S) Suprihandono.

Dalam kesempatan tersebut Irum Itjenal Laksma TNI Toto Dwijaya Saputra menyampaikan bahwa maksud kedatangan ke lembaga Pendidikan Kodiklatal ini selain silaturohmi dirinya juga menyampaikan pentingnya kerjasama antara Kodiklatal dengan Itjenal guna terciptanya tata laksana pemerintahan yang baik (good governance) sesuai program yang dicanangkan pemerintah.

Irum Itjenal juga menyampaikan bahwa dirinya dan tim Itjenal akan melaksanakan Wasrik di Kodiklatal sebagaimana yang di jadwalkan dari Itjenal yaitu Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) pada Pengadaan Sarana dan Prasarana TA 2019 dan TA 2020 yang akan dilaksanakan dari tanggal 30 November 2020 sampai dengan tanggal 4 Desember 2020.

Sementara itu Komandan Kodiklatal dalam sambutanya menyampaikan ucapan selamat datang di Kodiklatal, dirinya berharap dengan kunjungan tersebut selain silaturohmi juga sebagai wahana komunikasi timbal balik yang dapat memberikan masukan yang berharga dan mampu mengidentifikasi secara jelas hal-hal yang dapat menjadi hambatan maupun menjadi pendorong dalam memacu pelaksanaan seluruh kegiatan yang dilaksanakan Kodiklatal.

Lebih lanjut disampaikan bahwa institusi Kodiklatal dalam melaksanakan tugas pokoknya, terus berkomitmen menerapkan sistem manajemen modern yang baik, termasuk fungsi pengawasan oleh Inspektorat Kodiklatal sebagai fungsi kontrol, pengawasan dan pemeriksaan yang didukung oleh piranti lunak yang memadai dan pelaksana yang profesional, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kualitas kinerja organisasi, dalam rangka mewujudkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kerja.

Menurutnya hal tersebut menjadi penting maknanya mengingat hasil dari pengawasan dan pemeriksaan yang tepat, akan mendorong terwujudnya iklim organisasi yang sehat, mekanisme kerja yang lancar dan terhindar dari kemungkinan penyimpangan dan kekeliruan, sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian tugas pokok Kodiklatal. (PenKodiklatal/Ar)

Prajurit Lantamal IX Terima Sosialisasi Produk dan Kesadaran Hukum



KABARPROGRESIF.COM: (Ambon) Prajurit Pangakalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon menerima sosisalisasi produk hukum dan peningkatan kesadaran hukum bertempat di Gedung Manggalaloka Lantamal IX Ambon dari Tim Dinas Hukum TNI AL (Diskumal). 

Adapun tim Diskumal yakni Kasubdis Kumdang Diskumal, Kolonel Laut (KH) Estu Raharjo dan Kasi Jianbangkum Subdis Kumdang Diskumal Letkol Laut (KH) Harjanto, Senin (30/11/2020).

Dalam sambutan Komandan Lantamal IX Laksmana Pertama TNI Eko Jokowiyono yang dibacakan Asisten Intelijen Danlantamal IX Kolonel Laut (KH) Fahyuddin mengucapkan terima kasih atas kunjungan di Lantamal IX Ambon, dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, gambaran, serta wawasan, sehingga diharapkan dapat meminimalisir pelanggaran dan menumbuhkan kesadaran hukum bagi seluruh anggota Lantamal IX serta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan agar peserta sosialisasi benar-benar memanfaatkan kegiatan ini dengan menyimak apa yang akan disampaikan sehingga menambah wawasan dan mampu mengaplikasikan sebagai bekal dikedinasan.  

"Selama pelaksanaan sosialisasi ini untuk selalu tetap menjaga kesehatan serta patuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 dan selalu ikuti anjuran pemerintah dengan melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan)," ujar Danlantamal IX.

Sementara itu sambutan Kadiskumal yang dibacakan oleh Kasubdis Kumdang Diskumal, Kolonel Laut (KH) Estu Raharjo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danlantamal IX dan jajarannya yang telah bersedia menerima Tim Sosialisasi dari Diskumal. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meminimalisir terjadinya pelanggaran disiplin maupun pidana dengan upaya preventif yang terencana, terpadu dan berkelanjutan, dengan harapan menekan pelanggaran-pelaggaran agar tidak terjadi dikemudian hari oleh prajurit TNI AL beserta keluarganya.

Hadir dalam kegiatan sosisalisasi Para Asisten Danlantamal IX, Kasatker, Perwira, Bintara, Tamtama Pegawai Negeri Sipil di jajaran Lantamal IX Ambon, Wakil Ketua Korcab IX DJA III serta ibu-ibu Pengurus Jalaenastri Korcab IX DJA III. (Dispen Lantamal IX/Ar).

Buka Pameran dan Bazar Merpati Hias dan Endemik, Wali Kota Risma Langsung Borong untuk Dirawat di Balai Kota



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka Pameran dan Bazar Merpati Hias dan Endemik yang digelar di BG Junction, Surabaya, Minggu (29/11). 

Acara yang digelar oleh Indonesian Fancy Pigeon Community (iFPC) Surabaya Raya itu memajang berbagai jenis burung merpati yang unik-unik dari berbagai negara.

Saat tiba di acara tersebut, Risma langsung melihat satu persatu jenis burung merpati itu, ia pun terheran-heran karena merpati yang dipajang di bazaar itu unik-unik dan lucu-lucu, tidak seperti burung merpati biasanya. 

“Ini lucu sekali yaa. Pasti bagus banget kalau ini ada di balai kota,” katanya sambil memegang burung merpati jenis American Fantail.

Ia semakin terkejut ketika melihat burung merpati jenis Bhokara, karena kaki dan kepala burung itu bentuknya unik. 

Akhirnya, dia pun langsung memerintahkan jajarannya untuk membeli beberapa jenis burung itu untuk dipelihara dan diletakkan di Balai Kota Surabaya. 

“Subhanallah, luar biasa ya Tuhan menciptakan burung-burung ini dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda,” ujarnya.

Pada kesempatan  itu, ia juga mengucapkan terimakasih dan selamat kepada para peserta dan penggemar burung merpati atas terselenggaranya acara tersebut. 

Ia mengaku, sebelum datang ke acara itu sudah membayangkan bahwa merpati yang akan dipajang di bazar tersebut seperti merpati-merpati biasanya yang sudah banyak di Balai Kota Surabaya. 

“Tapi ternyata tidak, ternyata merpatinya aneh-aneh. Saya sampek heran kok ada merpati yang seperti itu,” kata dia.

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa selama ini sudah keliling ke hampir seluruh belahan dunia, tapi belum pernah melihat merpati yang aneh-aneh semacam itu. 

Oleh karena itu, ia yakin bahwa pada suatu saat nanti, komunitas itu akan terus berkembang dan akan menjadi komoditi hingga bisa menjadi lading bisnis. 

“Mungkin komunitas ini masih sedikit, tapi ini ramah untuk anak-anak muda, sehingga pasti nanti anak-anak banyak yang tertarik. Jadi, ini harus terus dikembangkan. Bahkan kalau bisa, ini harus terus diadakan setiap tahun supaya lebih bagus,” katanya.

Risma juga menegaskan bahwa tidak ada salahnya para pecinta dan penggemar burung merpati itu merawat flora dan fauna di muka bumi ini. 

Semakin berwarna dan semakin banyak jenis flora dan fauna di Indonesia, terutama di Surabaya, maka akan semakin menarik untuk dikungjungi wisatawan. 

“Apalagi, kalau kita menyayangi binatang dan tanaman, maka hati kita pasti akan lembut, pasti tidak berani kasar kepada siapapun, karena kalau tidak seperti itu, sudah pasti kita tidak akan bisa merawatnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa di Balai Kota Surabaya itu sudah ada tupai dan merpat serta beberapa jenis burung lainnya. 

Bahkan, ia memastikan bahwa merpati yang dipelihara di Balai Kota Surabaya awalnya hanya 200-an, tapi kini sudah ribuan. 

“Terus di rumah dinas saya itu, kalau musim tertentu, ada banyak burung yang bermacam-macam berdatangan, karena di rumah dinas itu ada salah satu tanaman yang bisa dimakan oleh mereka. Kemudian di musim yang lain burung-burung itu pergi,” ujarnya.

Karenanya, ia memborong semua jenis burung merpati yang ada di bazar itu untuk dipelihara oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya. 

Tentu, jika sudah memungkinkan, nantinya akan dilepas dan dipelihara di Balai Kota Surabaya seperti burung merpati lainnya. 

“Nanti DKPP tak belikan sepasang-sepasang, tolong dirawat ya Pak Herlambang (Kepala DKPP Surabaya),” katanya kepada Herlambang yang saat itu turut hadir di acara tersebut. Herlambang pun menyanggupi perintah Wali Kota Risma.

Sementara itu, Ketua iFPC Surabaya Raya, Muhafi, mengatakan Pameran dan Bazar Merpati Hias dan Endemik ini merupakan acara perdana dari iFPC, karena organisasi merpati hias Surabaya ini baru berdiri pada tanggal 10 November 2020 lalu. 

Ia menjelaskan bahwa tujuan acara ini untuk memperkenalkan merpati kepada masyarakat Surabaya bahwa sebenarnya merpati itu sangat banyak jenisnya. 

“Dan ternyata hobi yang baru ini juga diperhatikan oleh pemerintah, sampek Bu Risma hadir sendiri membuka acara ini. Jadi, kami sampaikan terimakasih banyak kepada Bu Risma yang telah menyempatkan waktu hadir ke sini,” kata Muhafi.

Ia juga menjelaskan bahwa peserta yang hadir dalam bazar tersebut berasal dari tujuh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bahkan, para pesertanya sekitar 50-an dengan membawa sekitar 200 merpati. 

“Kalau jenisnya sekitar ada 30 jenis yang kami pajang di bazar ini,” ujarnya.

Muhafi juga memastikan bahwa Wali Kota Risma itu tidak hanya hadir dan membuka acara tersebut, tapi juga memborong sekitar tujuh pasang jenis merpati yang ada di bazar tersebut, sehingga dia mengaku sangat senang atas perhatian Wali Kota Risma itu. 

Makanya, dia memastikan akan terus mengembangkan komunitasnya itu ke depannya sesuai permintaan Wali Kota Risma. 

“Beliau langsung memborong tujuh pasang dari berbagai jenis. Tentu ini perhatian yang sangat luar biasa dari Bu Risma. Terimakasih Bu Risma dan jajarannya,” pungkasnya. (Ar)

HUT Korpri di Lingkungan Kodam Brawijaya Jadi Motivasi Peningkatan Layanan Publik



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Meski digelar secara virtual, peringatan HUT Korpi ke-49 di lingkungan DPK Sub Unit Kodam V/Brawijaya, ternyata memberikan kesan tersendiri.

Pada tema Korpri Berkontribusi Melayani dan Mempersatukan Bangsa dalam upacara virtual yang digelar di Aula Makodam V/Brawijaya, Minggu (29/11).

Kepala Staf Kodam, Brigjen TNI Agus Setiawan mengimbau para Korpri agar bisa meningkatkan kinerja, terutama di bidang pelayanan publik sekaligus mendukung program Pemerintah melalui taat protokol kesehatan.

Beberapa penekanan lainnya pun, dijelaskan oleh Kasdam yang hadir mewakili Pangdam, Mayjen TNI Suharyanto dalam upacara virtual tersebut, salah satunya menjaga netralitas dalam Pilkada serentak mendatang.

“ASN harus netral, serta memantapkan fungsi organisasi Korpri sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” katanya.

Terpisah, Ketua Korpri DPK Sub Unit Kodam V/Brawijaya, Artik menilai jika penekanan yang dijelaskan oleh Kasdam itu, seakan menjadi motivasi bagi seluruh anggota Korpri lainnya, terlebih memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan prima itu bisa dilakukan secara transparan dan akuntabel. 

“Itu masuk pada pelayanan eksternal. Sedangkan pelayanan prima internal yaitu, pelayanan yang mudah dan cepat,” jelasnya. (Pendam V/Brw/Ar).

Minggu, 29 November 2020

Pendukung Machfud Arifin -Mujiaman Serukan “Hancurkan Risma Sekarang Juga”, Kantor Risma Malah Banjir Bunga Tanda Dukungan Warga



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Video viral berisi nyanyian “Hancurkan Risma Sekarang Juga” yang dinyanyikan para pendukung Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman ternyata membuat masyarakat kota Surabaya semakin geram.

Masyarakat kota pahlawan ini mulai bahu-membahu memberikan dukungan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Kantor Wali Kota perempuan pertama di Kota pahlawan ini dibanjiri rangkaian bungan tanda dukungannya.

“Ibu-Ibu Pemantau Jentik Rungkut siap mengawal dan mendukung Bu Risma,” bunyi salah satu karangan bunga.

Karangan bunga dengan tulisan sama juga dikirim oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama Bunda PAUD dan Relawan Rungkut. Begitu juga dari Relawan Kedung Baruk.

Selain itu, ada juga karangan bunga bertuliskan “Dulu musuh kita penjajahan, sekarang mafia wani geradak Bu Risma” yang berasal dari Laskar 10 November 1945.

Tulisan lainnya: “Jaga Bu Risma Jaga Surabaya”. “Berani menghina Bu Risma, lembut di dunia maya”, “Bu Risma Wani Lawan Mafia”, dan lainnya.

Mayoritas di karangan bunga juga bertuliskan tagar #SaveBuRisma serta #SaveEriCahyadidanArmudji.

Ibu-ibu dari wilayah Simokerto dan Wiyung juga mengirimkan karangan bunga, bertuliskan "Militan Emak-Emak Wiyung Bersama Bu Risma Wani Lawan Premanisme dan Mafia"

"Kami siap berdiri menandingi dan melawan mereka yang tidak peduli dengan kemajuan Surabaya, kami akan melawan para pendukung calon wali kota tertentu yang ingin menghancurkan Bu Risma dan Surabaya," kata Lena Rini Melati selaku perwakilan Emak-emak. Minggu (29/11/2020).

"Sebagai Ibu kenapa mesti dihancurkan? Tetapi kita tidak melawan dengan sama-sama kekerasan. Ini adalah salah satu bentuk kecintaan kita kepada Ibu Risma," lanjut Lena.

Seperti yang diketahui, sebelumnya viral video berisi nyanyian plesetan refrain lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Refrain tersebut diubah dengan lirik nada provokatif.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak pendukung Machfud Arifin-Mujiaman, sembari mengacungkan dua jari ke atas. Mereka juga memakai kaus warna-warni khas Machfud-Mujiaman. Di belakang mereka, tampak spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” dengan foto Machfud dan Mujiaman. (Ar)

Bentuk Komunitas Pasti Siji, Alumni ITS Surabaya Deklarasi Dukung Er-Ji



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Mendekati hari pencoblosan Pilkada Surabaya, Rabu 9 Desember, dukungan ke pasangan calon (Paslon) Wali Kota - Wakil Wali Kota nomer urut 1, Eri Cahyadi - Armuji terus mengalir.

Kali ini dari alumni muda Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang mendeklarasikan dukungannya untuk Paslon nomer 1 di Historisma Cafe, Sabtu(28/11/2020) malam.

Selain deklarasi, para alumni ITS ini juga membentuk Komunitas Pasti Siji Surabaya. Mereka yakin Paslon nomer urut 1 yang bisa meneruskan program-program Wali Kota Tri Rismaharini.

"Banyak prestasi yang ditorehkan oleh Eri Cahyadi saat menjabat sebagai Kepala Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota) Surabaya," ungkap Brian Vernando, Koordinator Alumni ITS Pasti Siji.

Paslon Eri Cahyadi - Armuji(Er-Ji) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan juga diyakini mampu memimpin dan mengelola kota Surabaya sesuai track yang telah di gagas oleh Wali Kota Risma.

"Cuma Er-Ji yang bisa melanjutkan program bu Risma untuk membangun Surabaya," tandasnya.

Deklarasi tersebut, juga dihadiri oleh Fuad Benardi putra sulung Wali Kota Risma sebagai ketua Gerakan Arek Suroboyo(GAS).(Ar)

Aksi Warga Bela Risma Terus Bergulir: Hancurkan Risma Berarti Hancurkan Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Dukungan terus mengalir kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pasca viralnya video “Hancurkan Risma Sekarang Juga” yang dinyanyikan pendukung Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota (Cawali-Cawawali) Surabaya nomor 2, Machfud Arifin-Mujiaman.

Kali ini datang dari puluhan warga yang menggelar aksi dukungan di depan Balai Kota Surabaya, Sabtu (28/11/2020). 


Aksi ini dilakukan karena merasa tak rela jika “emaknya” akan dihancurkan.

“Kami tergerak untuk ikut mendukung Bu Risma secara moral. Kami tak ingin Bu Risma dihancurkan. Kata hancurkan yang disampaikan dalam yel-yel itu memiliki banyak makna dan persepsi. Dihancurkan karirnya, dihancurkan hidupnya, atau dihancurkan prestasinya. Makanya kami tegas menyuarakan ‘Save Bu Risma, Save Surabaya,” kata koordinator aksi, Albert Kurniawan.

“Menghancurkan Bu Risma yang saat ini masih menjabat sebagai wali kota, berarti ingin menghancurkan Kota Surabaya,” tegasnya.


Menurut dia, nyanyian yel-yel “Hancurkan Risma” dari pendukung Machfud Arifin sangat tidak manusiawi. 

Sebagai pendukung, seharusnya memiliki rasa santun, harus memfilter kata-kata yang kasar yang tidak bermoral tersebut.

“Kita ingin pesta demokrasi di Surabaya ini berjalan damai, aman, tenteram dan menyenangkan. Seharusnya tidak menggunakan kata-kata yang provokatif seperti “Hancurkan Risma”. Jelas cara ini tidak santun. Apalagi dalam nyanyian yel-yel tersebut juga diikuti politisi senior. Seharusnya mereka bisa memberikan contoh kampanye yang elegan, santun dan menyejukkan kepada generasi milenial,” sesalnya.

Dalam aksinya itu, warga membawa sejumlah poster dengan berbagai ragam tulisan. Seperti “Bu Risma Ibumu... Bu Risma Ibuku.... Ibu Kita Semua!!! Ibuke Arek-arek Suroboyo. Terus Arep Koen Ancurn ??? Mikiro!!!!”

Selain itu, juga ada “Menghancurkan Bu Risma Berarti Menghancurkan Surabaya. Anake Bu Risma Siap Melawan”. 

Juga ada “Hanya Orang-orang Tolol yang Mau Menghancurkan Wanita Utama Surabaya!!! Bu Risma di Hati Arek Suroboyo”.

Kemudian ada juga yang menulis poster “Arek-arek Suroboyo, Anak-anake Bu Risma, Bela Bu Risma, Selamatkan Surabaya”. 

Tak hanya itu, para remaja ini juga ada yang memuji Bu Risma karena telah membangun jiwanya. “Wanita Tangguh Itu Membangun Surabaya Tidak Hanya Sekadar Badannya. Tapi Jiwa Surabaya Dibangun  dengan Jiwa dam Hatinya. Bu Risma Ibuku!!!”. (Ar)

Sabtu, 28 November 2020

Temukan Potensi Masyarakat, Pemkot Surabaya Ciptakan Perpustakaan Herbal



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Demi memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya menghadirkan inovasi dengan menciptakan perpustakaan yang diberi nama Perpustakaan Herbal. 

Perpustakaan yang terletak di Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo itu, sudah berdiri sejak tahun  2016 silam.

Awalnya perpustakaan tersebut dibuat lantaran warga setempat menginginkan adanya tempat baca di sekitar wilayah itu. Namun ternyata, setelah ditelusuri di lokasi tersebut, ditemukan potensi masyarakat yang dapat dikembangkan yakni pengelolaan tumbuh-tumbuhan herbal. 

Dari situlah maka perpustakaan ini diberi nama Perpustakaan Herbal.

“Kebetulan di lingkungan perpustakaan itu ada tumbuh-tumbuhan herbal yang dikelola oleh masyarakat setempat. Nah tanah yang ditanami itu milik fasilitas umum (fasum) pemkot,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, Sabtu (28/11).

Ia menjelaskan, melihat potensi itu akhirnya koleksi buku yang terdapat dalam perpustakaan didominasi oleh buku-buku herbal. Bahkan Musdiq merinci dari total koleksi 1.119 judul buku yang tersusun rapi dalam rak, 500 buku diantaranya membahas seputar tentang dunia perherbalan. 

“Jadi itu kenapa koleksinya lebih spesifik tentang pengolahan tanaman herbal,” urainya.

Sementara itu, Kepala Seksi Informasi dan Layanan Perpustakaan Dispusip Kota Surabaya, Imam Budi Prihanto menambahkan, saat sebelum pandemi Covid-19, dalam sehari pengunjung perpustakaan silih berganti. 

Ia menyebut jika di pagi hari sebagian besar pengunjung dipenuhi dari kalangan ibu-ibu yang hendak membaca literasi herbal. 

Sedangkan, di siang hingga sore hari perpustakaan tersebut dipadati oleh anak-anak sekolah.

“Alhamdulillah antusias masyarakat setempat cukup banyak untuk datang ke perpustakaan kami. Biasanya anak-anak itu ada proses bimbingan belajar (bimbel), membaca serta mengerjakan tugas sekolahnya,” urainya.

Tidak hanya itu, setelah mendapatkan literasi yang ada di dalam perpustakaan, masyarakat langsung mengimplementasikan ilmunya di lahan milik pemkot itu. 

Sebagian besar dari mereka disibukkan dengan pengolahan herbal minuman seperti misalnya pengolahan jare merah. 

Namun tak jarang pula dari mereka yang juga tertarik mengolah herbal menjadi makanan.

“Jadi ada hasil yang dapat diterpakan warga setelah membaca koleksi herbal dari kami. Kalau selama ini yang sering itu minuman herbalnya.” ungkapnya.

Untuk koleksi buku herbal yang paling sering dibaca, Imam menyebut salah satunya adalah buku berjudul Asyiknya Menjadi Herbalis Cilik. 

Menurutnya, buku itu berisi tentang cara menanam herbal dan cara pembuatan minuman herbal yang dikemas secara bagus dan ramah untuk anak-anak. 

"Oleh sebab itu, hampir sebagian besar pemula herbalis membaca buku ini,” ungkapnya.

Bahkan, salah seorang Petugas Teknis Perpustakaan Herbal, Nginden Jangkungan bernama Restya Andaru Winandita, menceritakan pernah seorang warga datang membawa produk herbal buatan sendiri yaitu jamu-jamuan di bawa ke perpustakaan. 

“Ibu itu membawakan kami jamu sinom. Dan produk itu juga dijual ke rumah-rumah,” pungkasnya. (Ar)


Babinsa Nyamplungan Beraksi Putus Pandemi Covid-19



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Seakan tak patah semangat, Babinsa di wilayah kodim 0830/Surabaya Utara terus mengambil sikap tegas memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah teritorialnya.

Kali ini, upaya itu digencarkan oleh Babinsa Nyamplungan bersama instansi terkait lainnya, Sabtu, (28/11).

Kolonel Inf Sriyono menjelaskan, upaya itu merupakan tindak lanjut adanya instruksi Presiden, sekaligus Peraturan Daerah (Perda) nomor 02 tahun 2020, sekaligus Peraturan Gubernur (Pergub) Trantibum Jatim nomor 53 tahun 2020 terkait adanya sanksi bagi warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan.

“Pengendara juga kita razia. Ada sanksi berupa teguran atau sosial, dan juga kita lakukan swab test,” ujarnya.

Dari hasil yustisi tersebut, setidaknya terdapat 5 warga yang kedapatan tak patuh protokol kesehatan. 

Kelimanya, diberikan sanksi beragam, termasuk salah satunya mengucapkan isi Pancasila. 

“Supaya kesadarannya meningkat. Memang sengaja kita berlakukan sanksi sosial serupa,” bebernya. (Pendam V/Brw/Ar)

Viral di Medsos, Kini Video “Hancurkan Risma Sekarang Juga” Dilaporkan ke Bawaslu



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sekitar dua puluh ibu-ibu alias emak-emak melaporkan video nyanyian "Hancurkan Risma Sekarang Juga" yang diduga melanggar kampanye pilkada ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, Jalan Tenggilis Mejoyo. Sabtu (28/11/2020).

Puluhan emak-emak ini datang sambil membawa bukti dugaan pelanggaran kampanye yang berisi ujaran kebencian di video "Hancurkan Risma" dan ditemui Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Muhammad Agil Akbar.

"Kami baru saja menerima kehadiran masyarakat yang melaporkan beberapa kegiatan yang menurut mereka melakukan suatu pelanggaran Pemilukada," kata Agil. 

Bawaslu Kota Surabaya menerima bukti pelanggaran kampanye tersebut untuk dipelajari, dan akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.

"Secara umum kita terima lebih dulu berkas-berkas yang disampaikan, tadi ada foto, ada CD yang isinya video," tambah Agil.

Ketua koordinator emak-emak, Renny Arijani, mengatakan, pelaporan ini adalah tindak lanjut dari demonstrasi membela Risma pada Jumat lalu. (27/11/2020). 

Karena video nyanyian "Hancurkan Risma" yang dilakukan kubu Cawali nomor urut 2 tersebut harus ditindak secara hukum.

"Ini bukan sekadar teriakan kita tidak bisa menerima, tapi ini harus ditindak secara hukum, karena ada dasar hukumnya, ada pasal-pasalnya," ucap Renny.

Seperti yang diketahui, sebelumnya viral video berisi nyanyian plesetan refrain lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Refrain tersebut diubah dengan lirik nada provokatif.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak pendukung Machfud Arifin-Mujiaman, sembari mengacungkan dua jari ke atas. 

Mereka juga memakai kaus warna-warni khas Machfud-Mujiaman. Di belakang mereka, tampak spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” dengan foto Machfud dan Mujiaman.

Renny mengatakan, ada potensi pelanggaran pidana dan administrasi kampanye dalam video “Hancurkan Risma” tersebut. 

Di antaranya adalah UU 6 Tahun 2020, yang di dalamnya mengatur larangan kampanye menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan kekerasan kepada perseorangan, kelompok masyarakat dan/atau partai politik.

Ada pula larangan kampanye menghina seseorang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3 bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 600 ribu atau paling banyak Rp 6 juta.

“Di Peraturan KPU juga diatur bahwa materi kampanye harus sopan, edukatif, beradab, dan tidak bersifat provokatif. Semestinya kita berkampanye adu program, bukan teriak-teriak ingin menghancurkan seorang perempuan yang telah bekerja untuk Surabaya seperti Bu Risma,” pungkasnya. (Ar)

Viral! Ketua Demokrat Bagikan Bantuan BNPB untuk Kampanye Machfud Arifin di Pilkada Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Viralnya foto-foto paket bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diduga digunakan untuk kampanye Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifn dan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman mulai menemukan jawaban.

Kini, di berbagai kanal media sosial dan grup WhatsApp beredar foto Plt Ketua Partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari, sedang membagikan paket bantuan itu dalam sebuah acara kampanye untuk pemenangan Machfud-Mujiaman.

Lucy tampak memakai busana hijau lengan panjang bermotif kuning. Acara dihadiri warga yang sebagian memakai kaus warna-warni khas Machfud-Mujiaman. Ada tenda yang dipasang untuk peneduh dari cuaca panas.

Dalam foto, Lucy juga berada di tempat untuk para pembicara. Di sampingnya ada seorang pria mengenakan kaus bertuliskan ”Wis Pasti Machfud Arifin-Mujiaman”.

Di belakang para pembicara ada spanduk jumbo bergambar Machfud-Mujiaman dengan tulisan besar ”Maju Kotane, Makmur Wargane”.

Kemudian, ada penyerahan paket bantuan tersebut. Lucy dan warga menunjukkan paket bantuan BNPB tersebut.

Tak lupa, ada salam dua jari, merujuk pada nomor urut 2 milik duet Machfud-Mujiaman di Pilkada Surabaya.

Di paket bantuan itu ada tulisan “Bantuan Dana Siap Pakai BNPB”. Di BNPB memang ada alokasi anggaran “Dana Siap Pakai” yang digunakan pada saat tanggap darurat bencana.

Saat ini sendiri pemerintah telah menyatakan ada bencana pandemi Covid-19.

Sebelumnya, salah seorang warga Surabaya bernama Albert Kurniawan juga telah melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Kamis (19/11/20), atas viralnya foto-foto paket bantuan BNPB untuk kampanye Machfud-Mujiaman.

Hanya saja, ketika itu, tak ada foto dalam sebuah acara. Hanya ada foto yang menunjukkan satu truk besar memuat paket bantuan BNPB dan sejumlah orang memakai kaus warna-warni khas Machfud Arifin.

Dihubungi media, Albert mengatakan, beredarnya foto-foto kegiatan kampanye Machfud yang digerakkan Lucy telah menguatkan dugaannya.

”Sekarang sudah ada foto-foto baru. Ini bukti dugaan penyelewenangan bantuan BNPB untuk kepentingan politik semakin kuat. Silakan aparat yang berwenang memprosesnya agar tidak mencederai keluhuran demokrasi kita,” kata Albert, Sabtu (28/11/2020). (Ar)

Kepala Bakesbangpol Instruksikan Pasang Baliho "Bela Bu Risma, Malah Dimarahi Oleh Risma



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Usai emak-emak melakukan unjuk rasa mengutuk para penghujat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Kini jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga tak tinggal diam atas ulah dari oknum pendukung pasangan calon (paslon) nomer urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman.

Pemkot Surabaya melalui Kepala Bakesbangpol Surabaya, Irvan Widyanto mengimbau melalui pesan di WhatsApp yang bertuliskan, camat dan lurah agar memasang baliho di wilayahnya masing-masing. 

Pemasangan baliho ini dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Ini adalah murni saya pribadi. Dan secara kedinasan, saya adalah anak buah Ibu Wali Kota. Jadi saya juga menangkap keresahan teman-teman semua yang artinya sama perasaannya," kata Irvan, Sabtu (28/11).

Menurut dia, pihaknya bersama rekan-rekan di lingkungan Pemkot Surabaya merasa sakit hati dan resah ketika Wali Kota Risma akan dihancurkan.

"Karena bagaimanpun juga kami ini dibangun sebagai tim oleh Ibu Wali Kota, kami dibangun tim yang dinahkodai Ibu Wali Kota. Ketika Ibu Wali Kota kita kemudian dikata-katain hancur, itu sama saja dengan menghancurkan kami semua," terangnya.

Bagi Irvan, secara pribadi Wali Kota Risma bukan hanya sekadar pemimpin Surabaya atau atasannya.

Namun, dirinya sudah menganggap Tri Rismaharini sebagai ibu kandungnya sendiri.

"Apalagi saya sudah kehilangan ibu saya. Saya sendiri melihat ibu wali kota itu sama seperti ibu kandung saya. Bu Risma semata-mata bukan hanya memberikan tugas kedinasan tapi apa-apa yang disampaikan itu seperti petuah atau pitutur bagi kami," ungkap dia.

Untuk itu ketika Wali Kota Risma dihujat,  Irvan merasa tidak terima dan ingin membela wali kota.

Dirinya merasa tidak bisa berdiam diri ketika melihat ibunya dihujat.

"Itu yang membuat kami merasa resah ketika ibu seolah-olah mau dihancurkan seperti itu. Dan jujur saya tidak bisa berdiam diri," tegas dia.

Namun, kata Irvan, ketika Wali Kota Risma mendengar kabar ini, spontan langsung menelepon dan melarangnya.

Bahkan, dia mengaku, Wali Kota Risma juga memarahinya.

"Ketika ibu mendengarkan kabar ini, Jum'at (27/11) sore, beliau (Bu Risma) spontan langsung menelepon saya dan memarahi saya. Jadi saya dimarahi agar supaya tidak meneruskan apa yang saya lakukan. Saya disuruh hentikan," tambahnya.

Menurut Irvan, ketika Wali Kota Risma yang melarang, itu sama dengan perintah yang diberikan ibu kandungnya.

Sehingga dia merasa wajib untuk mentaati perintah itu.

"Bagi saya itu bentuk rasa sayang beliau (Bu Risma) kepada kami semua. Apa yang saya lakukan itu adalah bentuk kecintaan kepada sosok ibu. Kalau ada yang pasang, itu adalah inisiatif warga, karena ibu wali kota juga ibunya warga Kota Surabaya," jelas dia.

Irvan kembali menegaskan telah melarang memasang baliho "Bela Bu Risma".

Apabila masih saja ada yang pasang baliho, maka itu merupakan inisiatif warga.

"Kalau ada warga spontan sudah memasang (Baliho Bela Bu Risma) itu adalah hak mereka. Mungkin warga itu memiliki rasa yang sama kecintaannya kepada ibu wali kota," pungkasnya. (Ar)

Antisipasi banjir di Lamongan dengan Karya Bakti



KABARPROGRESIF.COM: (Lamongan) Berbagai langkah antisipasi terjadinya banjir, mulai dilakukan oleh pihak Kodim 0812/Lamongan.

Setelah sebelumnya simulasi penanggulangan banjir, kali ini pihak Kodim mengajak masyarakat untuk mengikuti adanya karya bakti yang menyusur beberapa titik saluran air yang berada di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (28/11).

Dihubungi melalui via seluler miliknya, Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono menjelaskan jika bersih-bersih itu, sengaja ia instruksikan guna mencegah terjadinya bencana banjir.

“Apalagi sekarang potensi hujan mulai meninggi di Lamongan,” jelasnya.

Ternyata, inovasi yang digagas oleh pihak Kodim itu mendapat apresiasi dari warga sekitar. Lukman (31) mengaku jika adanya karya bakti itu, dinilai sangat penting untuk digelar di Desanya.

Pasalnya, selain mengantisipasi terjadinya banjir, sebelumnya, tumpukan-tumpukan sampah yang berada di area tersebut, dinilai sangat mengganggu.

“Alhamdulillah, semua warga mendukung adanya kegiatan yang dilakukan oleh Kodim Lamongan,” pungkasnya. (Pendam V/Brw/Ar)

Warga Laporkan Dugaan Penyelewengan Bantuan BNPB ke Polrestabes Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Munculnya pemberitaan terkait dugaan penyelewengan paket bantuan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memantik reaksi masyarakat. 

Mereka khawatir dugaan itu benar adanya, sehingga sangat menyakiti hati masyarakat.

Dua warga Kota Surabaya, Hari Listyo Santoso dan Renny Arijani, pun melaporkan dugaan penyelewenangan tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Menurut Hari, laporan itu harus dilakukan karena sangat merugikan warga. 

Selain itu, dugaan penyalahgunaan tersebut juga masuk dalam tindak pidana yang memiliki ancaman hukuman cukup berat.

"Pekan lalu saya membaca berita dari sejumlah media mainstream terkait dugaan penyalahgunaan bantuan kemanusiaan dari BNPB. Dalam peberitaan itu disebutkan adanya pernyataan seorang anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Demokrat, Lucy Kurniasari yang mengakui bahwa dirinya menerima 10 ribu paket bantuan dari BNPB dan 20 ribu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," ujar Hari, Sabtu (28/11/2020).

Dalam pemberitaan tersebut, lanjut Hari, Lucy juga mengaku bantuan tersebut disalurkan kepada warga Surabaya terdampak Covid-19 melalui relawan dan kader partai yang tersebar di 31 kecamatan yang ada di Surabaya.

"Lucy hanyalah anggota DPR yang tidak memiliki kapasitas dan sumber daya memadai untuk menyalurkan puluhan ribu paket bantuan. Akhirnya Lucy menggunakan relawan dan kader partai untuk menyalurkan bantuan tersebut. Tentunya kondisi ini sangat sulit untuk dikontrol dan dimonitor," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Hari, patut diduga telah ada penyalahgunaan terhadap bantuan penyaluran bantuan sembako dari BNPB, yang dapat mengakibatkan kerugian negara. 

Terlebih kerugian bagi masyarakat yang seharusnya menerima bantuan ini, tetapi tidak kebagian bantuan.

"Bisa terbangun persepsi bahwa bantuan ini bukan dari pemerintah, tapi bantuan dari kader partai dan relawan kelompok tertentu. Apalagi sekarang ini sedang musim Pilkada. Penyalahgunaan bantuan ini merupakan tindak pidana," tegasnya.

Sebelumnya, memang viral foto-foto paket bantuan BNPB diduga digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Terdapat dua foto yang viral. 

Foto pertama bergambar satu truk besar yang mengangkut paket bantuan BNPB. 

Sedangkan foto kedua, terdapat tiga orang memakai kaus kampanye bergambar pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya, Machfud Arifin dan Mujiaman, tengah membawa paket bantuan tersebut sembari mengacungkan salam dua jari. Dua adalah nomor urut Machfud di Pilkada Surabaya.

Salah seorang warga Surabaya bernama Albert Kurniawan juga telah melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Kamis (19/11/20), atas viralnya foto-foto tersebut.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bagi yang menyalahgunakan bantuan ini bisa dihukum pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat empat tahun, dan denda paling sedikit Rp6 miliar dan paling banyak Rp12 miliar. Saya berharap pihak kepolisian melakukan penyelidikan atas dugaan ini. Karena sangat melukai hati rakyat," pungkas Hari. (Ar)

Jumat, 27 November 2020

Emak-emak di Surabaya Bersatu, Tuntut Penghujat Risma Sadar dan Segera Minta Maaf



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Tak hanya mengajak para penghujat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menjadi manusia yang bermartabat.

Kendati merasa sakit hati dan marah atas beredarnya video berdurasi 19 detik yang menampilkan sejumlah orang pendukung pasangan calon (paslon) nomer urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman dalam Pilkada Surabaya 2020 menyanyikan lagu “Hancurkan Risma”.

Namun puluhan emak-emak di Surabaya yang menggelar aksi “Bela Bu Risma” dan Lawan Premanisme” di depan Balai Kota Surabaya itu juga mengajak para penghujat itu berkaca diri.

“Saya sebagai warga Surabaya dan sebagai seorang ibu sangat sakit hati, sangat terpukul karena kata-kata yang dihujat kepada ibu wali kota. Ibu-ibu yang ada di sini semua adalah warga Surabaya,” kata salah satu Koordinator Aksi ‘Bela Bu Risma’, Mercy Dwirahmanti di sela kegiatan aksi di Balai Kota Surabaya, Jum'at (27/11).

Menurut dia, selama ini Wali Kota Risma sudah berjuang dengan sepenuh hati, bahkan rela mengorbankan nyawanya untuk membangun Kota Surabaya. 

Namun, masih saja ada kelompok orang yang merasa iri hati dan dengki kepada Risma.

“Dia (Wali Kota Risma) rela mengorbankan nyawanya hanya untuk Surabaya, tapi kenapa ada kata-kata narasi seperti itu. Saya harap mereka-mereka itu khilaf. Karena Bu Risma sudah begitu berjuang untuk Kota Surabaya,” tegas Mercy.

Ia mengaku, aksi di Balai Kota Surabaya ini dilakukannya untuk membela Wali Kota Risma karena Mency juga sebagai seorang ibu. 

Mency juga memastikan bahwa aksi ini dilakukan bersama warga Surabaya lain tidak untuk membela pihak atau kelompok manapun.

“Kami tidak membela siapapun, pihak manapun, kami hanya membela ibu kita (Wali Kota Risma, red) dan siapapun yang menjadi pemimpin di Surabaya,” terangnya.

Karena itu, melalui aksi ini, pihaknya berharap kepada kelompok penghujat Wali Kota Risma agar sadar, meminta maaf, serta menyesali perbuatan mereka. 

Apalagi, selama ini Surabaya dikenal sebagai kota yang mencintai kedamaian.

“Semoga mereka sadar bahwa apa yang mereka orasi-kan, apa yang mereka katakan dan viral itu segera mereka hapus, atau mereka meminta maaf, atau mereka membuat yang lebih sopan dan santun,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta aksi lain, Endang dengan lantang berteriak marah karena wali kotanya sudah dihujat. 

Bagi Endang, Wali Kota Risma sudah berjuang dengan susah payah untuk membangun Kota Surabaya hingga saat ini dikenal di seluruh dunia.

“Dia (Wali Kota Risma) sudah memperjuangkan Surabaya. Surabaya bukan kota metropolitan lagi, Surabaya sudah menjadi go internasional,” tegas Endang dalam orasinya.

Sebagai seorang perempuan, Endang juga merasa sakit hati dan marah mendengar hujatan yang ditujukan kepada Risma. 

“Aku gak terimo nek Bu Risma diilokno koyok ngunu. (Saya tidak terima kalau Bu Risma dihujat seperti itu),” pungkas Endang. (Ar)

Bangun Green Belt, Wali Kota Risma Terus Tanam Pohon di Sekitar TPA Benowo



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya) membangun green belt atau zona hijau di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Green belt itu merupakan wujud buffer zone (zona penyangga) yang dibangun di TPA Benowo.

Pembangunan green belt ini sudah dimulai dengan penanaman pohon sejak beberapa bulan lalu.

Kini, Wali Kota Risma bersama jajarannya terus melanjutkan penanaman pohon itu di sisi timur TPA Benowo, tepatnya di pinggir jalan yang baru dibangun oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya.

Di pinggir-pinggir jalan yang sudah selesai itu, Wali Kota Risma memimpin penanaman Pohon Ketapang Kencana.

Dengan menggunakan masker dan sarung tangan, ia terlihat semangat melakukan penanaman. 

Bahkan, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya, juga sangat antusias menanam pohon di pinggir jalan yang baru dibangun itu.

Setelah melakukan penanaman pohon di pinggir jalan, lalu Wali Kota Risma bersama jajarannya bergeser ke sisi timur TPA Benowo.

Di tempat itu, ia memimpin penanaman Pohon Palem dan beberapa pohon pelindung lainnya.

“Pohon palemnya diletakkan disitu aja, diselang-seling,” kata Wali Kota Risma kepada jajaran Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), Jumat (27/11/2020).

Presiden UCLG ASPAC ini juga meminta jajaran DKRTH itu untuk menanam tanaman pelindung seperti Pohon Trembesi, Flamboyan, Palem Jepang, Palem Perak yang rata-rata memiliki tinggi 2,5 meter.

Tujuannya untuk menutupi pemandangan tumpukan sampah di TPA Benowo itu.

“Nanti tumpukan sampah itu ditutupi membran hitam, sehingga tidak terlihat sampahnya. Kemudian pohon-pohon pelindungnya ditanam di pinggirnya, sehingga sampahnya benar-benar tidak kelihatan,” kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKRTH Surabaya Anna Fajriatin mengatakan sepanjang jalan yang baru dibangun oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan itu akan ditanami Pohon Ketapang Kencana dan beberapa pohon lainnya. 

Penanaman pohon itu sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. 

“Totalnya sampai saat ini sudah sekitar 300 pohon. Penanaman ini akan terus kami lanjutkan hingga tuntas,” tegas Anna di sela-sela penanaman pohon.

Sedangkan yang di sekitar TPA, ia memastikan bahwa pihaknya akan menanam pohon-pohon pelindung yang tingginya rata-rata 2,5 meter.

Tujuannya memang untuk menutupi tumpukan sampah di TPA Benowo.

“Jadi, nanti pada saat acara Piala Dunia U-20, tumpukan sampah itu sudah tertutup oleh pohon-pohon ini, dan di sekitar TPA Benowo ini berubah menjadi taman yang ada bunganya warna-warni. Bahkan, nanti di sekitar TPA Benowo ini akan dibangun jogging track, sehingga warga juga bisa sepedaan di sini,” kata Anna.

Oleh karena itu, untuk merampungkan penanaman di tempat tersebut, ia memastikan setiap harinya ada tim khusus yang melakukan penanaman sekaligus merawat pohon-pohon dan tanaman yang sudah ditanam itu. 

“Karena ini areanya sangat luas dan penanamannya terus berlanjut, kami tugaskan tim khusus di sini,” pungkasnya. (Ar)

Dirdok Kodiklatal Pimpin Rapat Uji Naskah Tiga Petunjuk Teknis Lattek Siswa



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Direktur Doktrin Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI  Angkatan laut (Dirdok Kodiklatal) Laksma TNI Antongan Simatupang memimpin uji naskah tiga Petunjuk teknis terkait Lattek Siswa Kodiklatal.

Adapun uji naskah tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Direktorat Doktrin (Ditdok) kesatrian Bumimoro Kodiklatal Surabaya, Jumat, (27/11/2020).

Ketiga petunjuk teknis tersebut adalah Juknis Freeclimbing, Juknis Mendayung dan Exercise Perahu Karet.

Selain Dirdok Kodiklatal hadir dalam uji naskah tersebut Komandan Kodik Opsla, Wadan Kodikdukum, Paban III Sismet Ditdok Kodiklatlal dan perwakilan perwira dari Inspektorat, Dirdiklat, Dirjianbang, Dirum, Kodikmar, Puslatlekdalsen dan Puslatdiksarmil Kodiklatal.

Acara diawali dengan pembukaan dilanjutkan penyampaian uji naskah Juknis Freeclimbing, Juknis Mendayung dan Exercise Perahu Karet dan diakhiri diskusi tanya jawab sebagai masukan dalam penyempurnaan Juknis tersebut.

Dalam sambutan Uji Naskah, Dirdok Kodiklatal Laksma TNI Antongan Simatupang menyampaikan bahwa perkembangan lingkungan secara dinamis dan berkembang menuntut metode latihan praktek dan metode pelatihan lainya juga mengalami perkembangan.

Dirdok Kodiklatal menyampaikan dari uji naskah yang dilanjutkan diskusi ini diharapkan Kodiklatal dalam mencetak prajurit TNI Angkatan Laut bisa lebih maju dan profesioanal sehingga kualitas output yang dihasilkan sesuai harapan pengguna. (Pen Kodiklatal/Ar)

Dankodiklatal Gelar Eksebisi Pertandingan Bulu Tangkis Farewell Sertijab KS Koarmada II



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) Laksda TNI Nurhidayat Laksanakan Olahraga bersama sekaligus melaksanakan eksebisi pertandingan bulu tangkis Ferewell dalam rangka Serah terima Jabatan Kepala Staf (KS) Koarmada II yang dilaksanakan di gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Koarmada II Ujung Surabaya, Jumat, (27/11).

Hadir dalam acara tersebut Pankoarmada II, Wadan Kodiklatal, KS Koarmada II, Danpasmar II, Dankodikopsla, Danguspurla, Wagub AAL, Komandan Lantamal V Surabaya, Seklem AAL, Dirdok Kodiklatal, Dirjianbang Kodiklatal, Dirdiklat Kodiklatal. dan Seluruh Pejabat Koarmada II.

Adapun jabatan KS Koarmada II diserahterimakan dari Laksma TNI Teguh Isgunanto kepada Laksma TNI Dafit Santoso.

Selain eksebisi pertandingan bulu tangkis dalam acara olahraga bersama tersebut juga dilaksanakan pertandingan tenis meja yang juga dilaksanakan di gedung PTA Koarmada II.

Dalam pertandingan eksebisi bulu tangkis tersebut Dankodiklatal yang berpasangan dengan Kadismatbek Koarmada II Kolonel Laut (T) Hamsjah Bastiar melawan Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI Mar Endi Supardi yang berpasangan dengan Askomlek Koarmada II Kolonel Laut (P) Eko Wahyono. (Pen Kodiklatal/Ar)

Letkol Marinir Rino Rianto Jabat Danpusdikif Kodikmar Kodiklatal



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Letkol Marinir Rino Rianto resmi menjabat Komandan Pusat Pendidikan Infanteri (Danpusdikif) Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kodiklatal menggantikan Kolonel Marinir Yudi Asmar.

Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung Komandan Kodikmar Kolonel Marinir Sarjito tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Prajurit (Bapra) Kodikmar Gunungsari Surabaya, (27/11).

Hadir dalam acara sertijab tersebut Kadeppers Kodikmar Letkol Mar Hermawan , para Komandan Pusdik,  para Komandan Sekolah Kodikmar, Dansatdemlat Kodikmar, Komandan puslat pasrat, Kepala Rumkital Gunungsari, para Kadep Kodikmar dan para Kabag Kodikmar. 

Kolonel Marinir Yudi Asmar selanjutnya menempati jabatan Asops Kogartab III Surabaya sedangkan Letkol Mar  Rino Rianto sebelum menempati jabatan Danpusdikif berdinas di Pasmar 2 Surabaya.

Sertijab yang dilangsungkan secara sederhana ini diawali dengan laporan perwira upacara kepada inspektur upacara, penghormatan kepada Dankodikmar, pengambilan sumpah, pembacaan Skep, pengambilan sumpah jabatan, penanggalan dan penyematan tanda pangkat, tanda jabatan dan tongkat komando, Penandatanganan Pakta Integritas dan Naskah Sertijab dan diakhiri Laporan Resmi.

Komandan Kodikmar  Kolonel Marinir Sarjito dalam amanatnya mengatakan bahwa jabatan yang diemban seorang prajurit merupakan amanah yang ada batas waktunya, karena memang esensi hakiki dari proses serah terima jabatan adalah upaya organisasi dalam meregenerasi personelnya untuk menjadikan organisasi lebih berkembang untuk memenuhi tuntutan tugas.

Dengan adanya pergantian pejabat, lanjutnya, diharapkan akan membawa suasana dan semangat baru sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi yang semakin kompleks serta akan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja organisasi.

Disampaikan pula bahwa Komandan Pusat Pendidikan Infanteri berkedudukan langsung di bawah Komandan Kodikmar, bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan lanjutan Perwira kecabangan komando tempur, pendidikan dasar kecabangan Perwira kejuruan infanteri, pendidikan pembentukan Perwira Reguler, pendidikan pembentukan Bintara, pendidikan pertama Bintara, pendidikan pertama Tamtama dan pendidikan pasukan khusus Marinir, serta melaksanakan pengkajian taktik dasar-dasar pertempuran kesenjataan infanteri, kejuruan non infanteri dan intai amfibi yang diisyaratkan pada strata pendidikan yang bersangkutan. Selain itu juga melaksanakan pembinaan terhadap seluruh kekuatan Pusdikif Kodikmar termasuk sarana dan prasarana pendukungnya.

“Semua itu diperlukan sebagai upaya Kodikmar mewujudkan tekadnya agar setiap lulusan hasil didik mampu menampilkan sosok prajurit Marinir yang senantiasa memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan profesionalisme dan kejuangan prajurit Marinir,” katanya. (Pen Kodiklatal/Ar)

Viral Video “Hancurkan Risma”, Peneliti Pusham Ubaya: Itu Ujaran Kebencian



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sebuah video berdurasi 19 detik yang menampilkan sejumlah pendukung Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menyanyikan yel-yel "Hancurkan Risma" viral di media sosial. Risma yang dimaksud adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Peneliti HAM yang juga bekerja di Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya (Pusham Ubaya) Dian Noeswantari mengatakan, video itu menunjukkan telah terjadi ujaran kebencian yang dilakukan pendukung Machfud Arifin terhadap Risma.

Menurut dia, ihwal ujaran kebencian ini telah dimuat dalam pasal 19 Konvensi Hak-hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi menjadi Undang Undang Nomor 12 Tahun 2015.

"Ujaran kebencian atau hatred ini jika dibiarkan terjadi terus-menerus, akan bertumbuh menjadi hate crime atau kejahatan yang tergolong dalam tindak pidana kebencian, yang masih belum ada kodifikasinya dalam sistem hukum di Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan, dalam pasal 19 Konvensi Hak-hak Sipil dan Politik diatur sejumlah hal. Pertama, setiap orang berhak untuk berpendapat tanpa campur tangan.

Kedua, setiap orang berhak atas kebebasan berekspresi dan hak ini termasuk kebebasan untuk mencari, menerima dan menyebarkan informasi dan gagasan dalam bentuk apapun, tanpa memandang batas negara, baik secara lisan, tertulis atau cetak, dalam bentuk seni, atau melalui media lain yang dipilihnya.

Ketiga, pelaksanaan hak yang diatur dalam ayat 2 pasal ini disertai dengan tugas dan tanggung jawab khusus.

“Oleh karena itu, pelaksanaan hak ini tunduk pada batasan tertentu, sebagaimana ditentukan oleh hukum dan harus menghormati hak atau reputasi orang lain, melindungi keamanan nasional atau ketertiban umum (ordre public), atau kesehatan atau moral masyarakat,” jelas Dian.

Merefleksi pada kejadian apartheid di Afrika Selatan, dan tindak pidana genosida Rwanda, kata dia, maka tindak kejahatan demikian diawali dengan berbagai peristiwa yang mengarah pada hatred, yang bereskalasi menjadi hate crimes.

"Dan memuncak pada terjadi tindak pidana rasial atau apartheid di Afrika Selatan dan tindak pidana kejahatan atas kemanusian, genosida di Rwanda," tutur anggota SEPAHAM Indonesia (Serikat Pengajar/Peneliti HAM) tersebut.

Oleh karena itu, lanjut dia, aparat kepolisian perlu bertindak cepat, agar tidak terjadi kejadian serupa di Afrika Selatan atau Rwanda. 

Menurut dia, meskipun kebebasan berekspresi dan berpendapat dijamin oleh Negara, namun pelaksanaannya tetap harus menghormati hak atau reputasi orang lain, serta melindungi keamanan nasional atau ketertiban umum, atau kesehatan, atau moral masyarakat.

"Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia yang multikultur, maka pemerintah dan aparat kepolisian perlu bertindak cepat dan tegas untuk menangani ujaran demikian, agar tidak meluas dan menjadi tindak pidana kejahatan ujaran kebencian," katanya.

Sebelumnya, sejumlah orang dalam video viral yang menampilkan sejumlah orang menyanyikan yel-yel "Hancurkan Risma" nampak mengenakan atribut kaos warna-warni bergambar calon wali kota dan wali wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, termasuk juga mengacungkan dua.

"Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga," teriak mereka. (Ar)

Emak-Emak Minta Penghujat Risma Jadi Manusia Bermartabat



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Puluhan emak-emak Surabaya yang menggelar aksi ‘Bela Bu Risma’ di depan Balai Kota Surabaya sangat mengecam para penghujat Wali Kota Surabaya, Tri Rismharini.

Mereka menganggap para pendukung pasangan calon (Paslon) nomer urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman hanya orang-orang yang tak beretika yang mau menghancurkan wanita. 

Pasalnya para penghujat iti tak pernah melihat hasil buah karya wali kota perempuan pertama di Surabaya itu yang telah membangun Kota Pahlawan dengan hati dan segenap jiwa raganya.

“Kita masyarakat Surabaya dengan ketulusan hati menikmati buah karya pembangunannya. Ya Bu Risma! Wanita tangguh itu membangun Surabaya tidak hanya sekadar badannya. Tetapi Jiwa Surabaya di bangun dengan hatinya pula,” kata Kordinator Aksi, Renny Anjani dalam orasinya, Jum'at (27/11).

Anjani pun mempertanyakan apakah pantas orang-orang yang katanya beradab dan berjiwa satria menghujat seorang wanita yang sudah membangun Surabaya dengan kata-kata tak beretika. 

Bagi Anjani, mereka tidaklah sadar bahwa yang dihujat itu adalah seorang ibu yang memimpin Surabaya dengan bijaksana.

“Lisanmu menunjukkan ke tidak pantasanmu sebagai warga kota yang bermartabat! Bu Risma itu ibumu, juga ibuku, ibu kita semua warga Surabaya yang hendak kalian hancurkan,” tandasnya.

Menurut Anjani, saat ini sudah tidak zamannya lagi premanisme. Maka dari itu, ia berharap agar para oknum itu berhenti menghujat dan menghina Wali Kota Risma. Karena, bagi dia, hal itu sama saja dengan menghujat Ibu mereka sendiri.

“Kita emak-emak Suroboyo memaafkanmu. Sebab kita yakin kalian lahir dari seorang ibu. Jadilah manusia yang bermartabat,” pungkasnya.

Seperti diketahui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dihujat oleh oknum kelompok massa pendukung pasangan calon (paslon) nomer urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman dalam Pilkada Surabaya.

Dari video yang beredar di media sosial, tampak puluhan orang dengan mengangkat dua jari sambil meneriakan yel-yel yang bernada hujatan kepada Risma.

“Hancur-hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur-hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak puluhan orang dalam video yang beredar di media sosial tersebut.

Atas dasar itulah yang membuat emak-emak di Surabaya merasa sakit hati dan geram. Mereka pun lantas menggelar aksi dukungan ‘Bela Bu Risma’ dan ‘Lawan Premanisme’.

Dari pantauan di lokasi, massa yang berjumlah sekitar 50 emak-emak tersebut, juga membawa beberapa poster yang berisi dukungan kepada Risma bahkan menantang para penghujat itu.

“Bu Risma simbol keberhasilan Suroboyo”.

“Dasar preman prematur. Sopo sing arep koen ancurno??? (siapa yang akan anda hancurkan). Emak-emak Suroboyo??? Ikiloh musuhmu!!! (Ibu-ibu Surabaya??? Iniloh musuhmu) Emak-emak Suroboyo,” begitu isi salah satu tulisan dalam poster yang dibentangkan massa. (Ar)

P4GN di Korem 082/CPYJ, Libatkan Aparat Kepolisian



KABARPROGRESIF.COM: (Mojokerto) Ada yang berbeda pada Penyuluhan, pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau P4GN yang digelar oleh pihak Korem 082/CPYJ di Pendopo Griya Paramitra Cikaran, Kota Mojokerto, Jumat (27/11).

Bagaimana tidak, dalam kegiatan tersebut pihak Korem sengaja merangkul aparat Kepolisian dari Polresta setempat.

Kegiatan yang diwarnai dengan adanya pengecekan urine tersebut, merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak TNI-AD, khususnya Korem dalam mencegah adanya peredaran gelap maupun prajurit yang terbukti menggunakan narkotika.

“Sosialiasinya dilakukan langsung oleh pihak Polres. Supaya, anggota dan PNS Korem, paham betul bahaya menggunakan obat-obatan terlarang itu,” ujar Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf M. Dariyanto.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto mengungkapkan jika terdapat beberapa jenis narkotika yang saat ini mulai beredar di masyarakat. Bahkan, narkoba itupun sudah mulai merambah berbagai kalangan, maupun usia.

“Kita ketahui semua. Narkotika ini tidak memandang status apalagi usia,” bebernya. (Pendam V/Brw/Ar)

Ratusan Warga Sememi Satukan Tekat Menangan Eri - Armuji



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ratusan warga RW 03 Kelurahan Sememi, Benowo menyatukan tekat untuk memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Surabaya No. Urut 1 Eri- Armuji dalam Pilkada yang akan dihelat 9 Desember 2020 mendatang.

Deklarasi Dukungan di depan Lapangan Kendung Kelurahan Sememi  Kec. Benowo, Rabu (24/11) itu tak hanya dilakukan warga saja namun juga bersama Aliansi Kebangsaan Surabaya.

"Acara ini merupakan cita-cita bersama dan didukung semua lapisan masyarakat, semua berharap besar agar Paslon No. 01 Eri - Armuji dapat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Periode 2020 - 2024," kata Wakil Warga RW 3 Kelurahan Sememi, Benowo, Abdi Edison, Jum'at (27/11).


Hal yang sama juga dikatakan Wakil Pengurus Ranting PDIP Kelurahan Sememi, Suhadi.

Menurutnya warga Surabaya terutama warga RW 03 Kelurahan Sememi, Benowo ini memiliki satu tekad untuk memenangkan Eri-Armuji yang memiliki visi dan misi yang sama seperti Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Kami bertekad untuk memenangkan Paslon No. 1 Eri - Armuji dengan segenap hati jiwa dan raga bersatu untuk Nomer 1 Eri - Armuji, terima kasih semua atas dukungannya kepada Aliansi Kebangsaan Surabaya yang telah mensuport agar Bapak Eri dan Bapak Armuji dapat memenangkan dan dapat menjadi Walikota dan Wakil Walikota," pungkasnya. (Ar)

Risma Dihujat Pendukung Paslon nomer 2, Emak- Emak Balik Menantang



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Puluhan orang yang mengatasnamakan emak-emak Surabaya menggelar aksi ‘Bela Bu Risma’ di depan Balai Kota Surabaya, Jum’at (27/11) pagi.

Ini dilakukan mereka untuk memberikan dukungan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini karena telah dihujat oleh oknum kelompok massa pendukung salah satu pasangan calon (paslon) nomer urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman dalam Pilkada Surabaya.

Dari video yang beredar di media sosial, tampak puluhan orang dengan mengangkat dua jari sambil meneriakan yel-yel yang bernada hujatan kepada Risma.

“Hancur-hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur-hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak puluhan orang dalam video yang beredar di media sosial tersebut.

Atas dasar itulah yang membuat emak-emak di Surabaya merasa sakit hati dan geram. Mereka pun lantas menggelar aksi dukungan ‘Bela Bu Risma’ dan ‘Lawan Premanisme’.

Dari pantauan di lokasi, massa yang berjumlah sekitar 50 emak-emak tersebut, juga membawa beberapa poster yang berisi dukungan kepada Risma bahkan menantang para penghujat itu.

“Bu Risma simbol keberhasilan Suroboyo”.

“Dasar preman prematur. Sopo sing arep koen ancurno??? (siapa yang akan anda hancurkan). Emak-emak Suroboyo??? Ikiloh musuhmu!!! (Ibu-ibu Surabaya??? Iniloh musuhmu) Emak-emak Suroboyo,” begitu isi salah satu tulisan dalam poster yang dibentangkan massa. (Ar)

Viral Video “Hancurkan Risma”, Tagar #BelaBuRisma Trending di Medsos



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Video viral nyanyian “Hancurkan Risma Sekarang Juga” yang dinyanyikan para pendukung Calon Wali Kota Machfud Arifin mendapat respons dari netizen alias warganet. 

Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang lekat disapa Bu Risma pun kembali menggema di dunia maya. 

Warganet berbondong-bondong memberikan dukungan kepada wali kota perempuan pertama Kota Surabaya tersebut.

Bahkan tanda pagar #BelaBuRisma sempat menjadi trending topic Twitter di Indonesia pada Kamis malam (26/11/2020), sebagai respons atas aksi pendukung Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota (Cawali-Cawawali) Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman, yang menyanyikan yel-yel “Hancurkan Risma”. 

Tercatat hampir 4.000 cuitan membela Risma menggema di Twitter.

Warganet gerah lantaran selama ini menilai Risma telah berhasil memajukan Kota Pahlawan. Mereka mencurahkan dukungannya di linimasa Twitter hingga akhirnya bisa menjadi trending topic.

“Bu Risma orang baik yang sudah bekerja keras dan membawa Surabaya sebagai kota terbaik di dunia. Bu Risma juga peduli terhadap lansia, anak yatim, membawa Surabaya ke peradaban baru. Surabaya Aman, Surabaya Go Green, Surabaya Smart City,” ujar salah satu cuitan dari @jumianto_RK.

Dukungan juga datang dari @Achmad_Bagus_Z. Dia menyebut, 7 tahun tinggal di Surabaya perkembangan Kota Surabaya sangatlah terasa berkat kinerja Risma dan masyarakat Surabaya. Sekarang Surabaya menjadi kota yang bersih dan modern. “Sam karep omonganmu opo (terserah kalian omong apa), aku tetap #BelaBuRisma,” cuitnya.

Begitu pula yang disampaikan @AletaEga. Dia mengatakan sekaranglah waktunya membela Bu Risma. “Sekian tahun Bu Risma mbelani Kota Surabaya... Saiki wayahe kita sing mbelani Bu Risma. #BelaBuRisma,” tuitnya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya viral video berdurasi 19 detik yang isinya nyanyian plesetan reff lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Reff tersebut diubah dengan lirik nada provokatif.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak pendukung Machfud Arifin-Mujiaman, sembari mengacungkan dua jari ke atas dan sebagian memakai kaus warna-warni khas Machfud-Mujiaman. 

Di belakang mereka, tampak spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” dengan foto Machfud dan Mujiaman.

Selain di medsos, di berbagai grup WhatsApp di Surbaaya juga ramai dengan poster bertuliskan “Bela Bu Risma, Selamatkan Surabaya”. 

Warga ramai-ramai memasang poster tersebut di foto profil WhatsApp. (Ar)