Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Ayo Kita Guncang Dunia dengan Prestasi Arek-arek Suroboyo

Wali Kota Surabaya Rismaharini saat melaunching Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) mengajak semua pihak untuk mendukung arek-arek Suroboyo agar mampu berprestasi.

Eri Cahyadi Genggam Erat Pusara Bung Karno

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya berharap Eri Cahyadi dapat menyerap spirit Bung Karno, sehingga saat menjadi wali kota Surabaya mempraktikkan semangat kerakyatan membela wong cilik.

Relawan Ingin Eri-Armudji Menang Secara Elegan

Relawan Gus Eri Cahyadi berusaha memenangkan Eri Cahyadi sebagai wali kota Surabaya sangat rapi. Dalam artian tidak asal menang, tapi menang dengan akhlak yang baik dan cara yang santun.

BPJS Warga Bergaji di Bawah Rp 10 Juta, Akan Ditanggung Pemkot

Solusi Eri Cahyadi terhadap gaji pas-pasan untuk bayar BPJS, maka semua warga yang bergaji di bawah Rp 10 juta otomatis BPJS-nya akan dibayarkan Pemkot Surabaya.

Lagi, JPN Kejari Surabaya Selamatkan Aset Pemkot Rp 121 Miliar

Menurut walikota Surabaya, Risma, Kejaksaan sudah membantu banyak sekali. Jika dihitung selama masa jabatannya, aset yang berhasil diselamatkan bahkan mencapai triliunan rupiah.

Senin, 26 Oktober 2020

Warga Bantaran Rel Ngagel Satukan Tekad Menangkan Eri-Armuji di Pilkada Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Perwakilan ratusan warga sekitar Jalan Ngagel Baru, Jalan Lumumba dan sekitarnya, sepakat menyatakan diri untuk mendukung dan memenangkan pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi dan Armuji.

Dukungan itu disampaikan oleh warga RW II di Ngagel Baru, Minggu (25/10/2020) malam di Jalan Ngagel Baru I, Surabaya.

“Sudah seharusnya kami mendukung Pak Eri dan Pak Armuji untuk melanjutkan kepemimpinan Bu Risma. Sejak menjadi wakil rakyat, Pak Armuji tak henti-hentinya memperjuangkan kami,” tegas Purwanto, Ketua RW II, Kelurahan Ngagel.

 Dijelaskan Purwanto, sosok Armuji dikenal orang yang selalu memperjuangkan wong cilik. 

Ia lantas menceritakan ancaman penggusuran rumah sekitar rel beberapa tahun lalu yang diklaim aset PT KAI.

“Sementara kami ini adalah sebagian besar warga yang menempati lahan surat hijau. Berkat perjuangan Pak Armuji dan Fraksi PDIP, penggusuran itu bisa ditunda,” katanya.

Untuk itu, ia dan warga yang hadir dalam deklarasi semalam berharap jika Armuji dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Surabaya, akan terus memperjuangan penderitaan orang kecil.

“Saya yakin Pak Armuji yang selalu membela kepentingan rakyat, akan mendepat dukungan penuh. Kehadiaran Pak Armuji di kampung kami semalam, membuktikan jika beliau selalu hadir disaat warga membutuhkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua DPRD Kota Surabaya yang dua kali menjabat posisi strategis itu berjanji akan memperjuangkan hak-hak warga yang terdzalimi.

“Insya Allah, selama itu menjadi hak warga, saya bersama Pak Eri Cahyadi, akan terus memperjuangkan,” pungkas Armuji. (Ar)

Kasatkes Kodiklatal Buka Latihan Fungsi Kesehatan



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kepala Satuan Kesehatan (Kasatkes) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) Letkol Laut (K) dr. Iwan Sutanto membuka Latihan Fungsi Kesehatan (Latfungkes) Satkes Kodiklatal Tahun 2020  yang dilaksanakan di Aula Rumkital dr. Sasongko Kesatrian Bumimoro Kodiklatal Surabaya, Senin ( 26/10).

Latfungkes tersebut diikuti sedikitnya 60 Prajurit yang terdiri personil Satkes Kodiklatal dan Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier yang sedang menempuh pendidikan di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Kodikdukum Kodiklatal.

Dalam sambutnya Kasatkes Kodiklatal Letkol Laut (K) dr. Iwan Sutanto menyampikan bahwa Latfungkes Ta 2020 yang dilaksanakan ini bertujuan untuk merefresh kembali pengetahuan personel Satkes Kodiklatal.

Selain itu juga untuk melatih ketrampilan para personel Satkes Kodiklatal dalam melaksanakan tugas sehari-hari, terutama saat melaksanakan dukungan kesehatan (dukes) di lapangan.

Sedangkan bagi siswa Dikmata Pusdikkes Latihan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai kegawat daruratan sekaligus mengaplikasikan teori yang didapat dikelas.

Adapun materi yang dilatihkan dalam Latfungkes tersebut antara lain penanganan kegawatdaruratan jantung, Bantuan Hidup dasar (Basic Life Suport) dan pelatihan pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG).

Lebih lanjut Kasatkes menyampaikan bahwa tujuan penanganan kegawatdaruratan jantung adalah untuk mencegah kematian dan cacat pada pasien gawat darurat hingga dapat hidup dan berfunfsi kembali dalam masfyarakat, selain itu merujuk pasiean gawat darurat melalui sistim rujukan untuk memperoleh penaganann yang lebih memadai.

Sedangkan  Bantuan Hidup dasar (Basic Life Suport) bertujuan untuk mencegah berhentinya sirkulasi pernafasan selain itu memberikan bantuan eksternal dan ventilisasi pada pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi jantung paru.

Pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG) adalah tindakan untuk merekamn aktivitas listrik jantung dari Nodus Sinoatrial yang dikonduiksi dalam jantung yang mengakibatkan jantung berkontraksi sehingga direkam melalui elektrida yang diletakkan di kulit. (Pen Kodiklatal/Ar)

Dihadapan BKN, Eri Cahyadi Komitmen Bangun Surabaya jadi Kota Berkarakter



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) PDI Perjuangan Surabaya mengenalkan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) yang merupakan  organisasi sayap dari PDI Perjuangan. 

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, menjelasakan bahwa BKN nantinya, selain bertugas membangun dukungan dari masyarakat dari untuk Eri-Armuji, juga memperkuat kota Surabaya sebagai kota berkarakter dari jalur kebudayaan dan kesenian.

"BKN bersama Mas Eri dan Cak Armuji, akan membantu mengenalkan kembali wajah Kota Surabaya, termasuk mengenalkan BKN melalui jalur  kebudayaan dan kesenian," kata Adi, di kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, yang dikemas dalam dialog bertema 'jancuk' Jaringan Arek Nom Cerdas Unik Kreatif, (26/10/2020).

"Kami berharap agar BKN nantinya ikut memperkuat dukungan dari  masyakat, melalui komunitas komunitas, serta  dari rumah ke rumah, karyanya harus diperlihatkan pada masyarakat, agar masyakat semakin mengenal bahwa BKN adalah organisasi sayap dari PDI Perjuangan," lanjut Adi.

Di BKN, lanjut Adi,  ada misi yang cukup panjang. Yakni, memperkuat spirit kebhinekaan, spirit kebangsaan dan kebudayaan, spirit Pancasila yang menjadi akar politik Indonesia, yang diajarkan oleh para leluhur dan menjadi pegangan PDI Perjuangan.

Sementara ketua BKN yang akrab dipanggil Cak Ghoni, mengapresiasi PDI Perjuangan yang turut mengangkat keseneian dan kebudayaan.

"Kita apresiasi PDIP yang telah memperjuangkan kesenian dan kebudayaan. Kenapa? Ada beberapa kebudayaan yang diklaim asing. Makanya harus dijaga hasil warisan nenek moyang," kata Goni.

Di momentum pilkada ini, kata Goni, adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan kesenian dan kebudayaan. Salah satunya, berkampanye melalui budaya.

"Bukan hanya pilkada saja, sebentar lagi Surabaya ada piala dunia. Waktu  pembukaan nanti, apa yang bisa ditampilkan dari ciri ias Surabaya. Itu tugas kita bersama untuk memikirkan," singkat Goni.

Di tempat yang sama, Eri Cahyadi begitu anstusias dengan hadirnya BKN untuk mempertahankan budaya Surabaya.

Bagi Eri, kota yang hebat adalah kota yang bisa menjalankan seni dan budaya. 

Karena, jika dua hal itu bisa berjalan selaras, maka akan  terwujud kota yang punya masyarakat bertoleransi.

"Jaman dahulu sunan Kalijaga waktu menyebarkan agama Islam, itu menyebarkan lewat kebudayaan. Makanya, saya berharap BKN tidak sekdar nama. Kalau seandainya saya jadi walikota, BKN harus berkibar," tegas Eri.

Jika terpilih menjadi Walikota Surabaya, Eri berjanji akan membuat panggung panggung terbuka di seluruh wilayah di Surabaya, termasuk membangun gedung Kesenian di THR. 

Harapannya, agar pelaku seni dan budaya bisa tampil mengekspresikan talentanya. 

"Bagaiman nanti anak anak yang punya talenta kesenian, kita kasih ruang di panggung panggung terbuka atau gedung kesnian, agar tidak kehilangan talenta kesenian," ujarnya.

Eri menambahkan, modernisasi boleh tumbuh di kota, tetapi jangan  sampai kehilangan kesenian. 

Oleh sebab itu, hadirnya BKN diharapkan bisa memunculkan seni, tetapi juga dikemas modern, agar bisa menarik keinginan masyakat unttuk menonton.

"Kita hidupkan lagi kesenian di Surabaya. BKN sebagai pelaku kesenian dan kebudayaan, pemerintah sebagai fasilitator. Agar semua mengenal sejarah dan budaya," pungkas Eri. (Ar)

Rohaniawan Pdt Philip Mantofa: Eri Cahyadi Komitmen Rawat Keberagaman



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sosok Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi, dinilai sosok yang memiliki kekuatan untuk membuat Kota Pahlawan menjadi lebih aman dan nyaman untuk semua orang. 

Sebab mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mempunyai komitmen untuk menjaga hak semua orang.

“Kalau saya ditanya kekuatan yang ada pada Pak Eri itu apa?. Maka saya akan menjabawab, Pak Eri mempuyai gairah untuk menjaga hak-hak semua orang, menghilangkan kata mayoritas dan minoritas. Sehingga setiap warga negara itu merasa diayomi dan bisa merasa aman untuk beribadah,” ujar rohaniawan Pendeta Philip Mantofa.

Selain itu, lanjut Philip, mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya ini juga ada keinginan untuk mengembangkan dan membangun jembatan persatuan antar umat beragama, kerukunan diantara berbagai lapisan masyarakat. 

“Saya rasa hal itu yang paling dibutuhkan sekarang,” ungkapnya.

Saat dirinya bertemu Eri, kata Philip, kesan yang dia rasakan adalah sosok Eri merupakan orang yang sangat baik, rendah hati dan sangat merakyat. 

Selain itu, Eri termasuk juga orang yang mudah akrab dengan semua orang.

“Sebagai rohaniawan, saya selalu menjaga kenetralan, karena selalu akan ada di dalam jemaat yang memilih masing-masing kandidat. Tapi yang pasti umat Kristiani, umat Kristen tidak boleh golput. Kita harus menggunakan hak suara kita, dan betul-betul dengan jeli memilih,” ujarnya.

Menurut Philip, setiap orang pasti memiliki kekuatan dan kelemahan. Tidak ada yang mempunyai kesempurnaan. 

“Yang pasti, siapapun pemerintah yang Tuhan pasang di atas kita, kita harus mendukung dan mendoakan agar program-program yang sudah dijabarkan dalam visi dan misi yang sudah disosialisasikan, benar-benar dijalankan. Tuhan memberkati Surabaya,” pungkasnya. (Ar)

PDIP Surabaya: Ada yang Tidak Bisa Tidur Lihat Hasil Survei, Kini Halalkan Segala Cara



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji telah dinyatakan unggul dengan selisih 6 persen dibanding kompetitornya, Machfud Arifin dan Mujiaman, dalam Pilkada Surabaya yang bakal digelar 9 Desember mendatang. 

Hasil survei internal yang telah diumumkan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di sela-sela rapat konsolidasi Jumat lalu (23/10/2020) itu dinilai membuat sejumlah pihak gusar.

”Saya dapat info valid, rupanya ada yang tidak bisa tidur, ada yang sangat galau membaca hasil survei. Baik hasil survei kami maupun pihak lain, intinya sama, yaitu InsyaAllah Mas Eri dan Cak Armudji unggul,” ujar Juru Bicara Eri-Armudji, Anas Karno, kepada media, Senin (25/10/2020).

Anas bersyukur atas capaian yang menyebutkan Eri dan Armudji unggul. 

Hal itu menunjukkan bahwa kesolidan seluruh elemen pendukung Eri-Armudji terbukti dengan baik di lapangan. 

Semua partai dengan tokoh-tokohnya bergerak masif di lapangan. Seluruh relawan bekerja tulus dalam pemenangan.

”Tentu kami bersyukur. Meski tidak mengandalkan politik uang transaksional serta menebar mimpi ke warga, tidak mengandalkan jejeran mobil super mewah untuk kampanye, rupayanya rekam jejak kerja dan ketulusan Mas Eri-Cak Armudji disambut antusias warga,” ujarnya. 

Anas menambahkan, saat ini pihaknya terus mendapat serangan masif di lapangan. Alat peraga kampanye (APK) Eri-Armudji banyak dirusak. 

Bahkan, ada foto Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang disobek dan dicoret.

”Banyak laporan APK kita disobek, dirobohkan. Ada yang mulai menghalalkan segala cara. Saya sudah laporkan ke Mas Eri dan Cak Armudji, tapi beliau berdua dengan tegas meminta seluruh kader partai dan relawan untuk stay cool, santun, jangan membalas. APK boleh dirusak, tapi ternyata cinta warga ke Bu Risma, ke Mas Eri, ke Cak Armudji tidak akan pernah bisa dirusak,” ujarnya.

”Cinta dari hati karena sudah terbukti bekerja itulah yang InsyaAllah akan terwujud menjadi kemenangan di bilik suara 9 Desember mendatang,” imbuh anggota DPRD Kota Surabaya tersebut.

Anas juga menyebut, ada pihak mulai sering marah-marah begitu membaca hasil survei. 

”Bahkan, Bu Risma diserang, dituduh salahi aturan kampanye, padahal ada bukti surat Bu Risma sudah meminta izin ke Ibu Gubernur Jatim, dan sudah diizinkan pula oleh Bu Gubernur,” ujarnya.

Dalam waktu sekitar 40 hari tersisa, sambung Anas, pihaknya akan memperkuat konsolidasi seluruh elemen pendukung. 

”Di kampung-kampung, marak sekali konsolidasi. Dalam kesederhanaan. Tidak ada mobil mewah, tidak ada perayaan glamor, karena semua berbasis gotong royong, rakyat tak ingin ada pihak yang ingin merusak Kota Surabaya dan menghentikan program-program baik Bu Risma,” pungkasnya. (Ar)

Sertijab Komandan KAL Rajegwesi II-5-40 dan Pengukuhan Danunit Intel Lanal Banyuwagi



KABARPROGRESIF.COM: (Banyuwangi) Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada II, Letkol Laut (P) Joko Setiyono pimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan KAL Rajegwesi II-5-40 dan Kukuhkan Komandan Unit Intel, Minggu (25/10).

Berdasarkan surat perintah Danlanal Banyuwangi Nomor Sprin/361/X/2020 tanggal 25 Oktober 2020, Komandan KAL Rajegwesi II-5-40 diserahterimakan dari pejabat lama Kapten Laut (P) Febri Wibisono kepada pejabat baru Kapten Laut (P) Kuntri Prehanto, sedangkan Lettu Laut (P) Eko Meiyanto dikukuhkan sebagai pejabat baru Komandan Unit Intel Lanal Banyuwangi berdasarkan surat perintah Danlanal Banyuwangi Nomor Sprin/347/X/2020 tertanggal 17 Oktober 2020.

"Serah terima jabatan dalam suatu organisasi adalah hal yang lazim dilakukan tidak terkecuali di TNI AL, hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan kedepan yang semakin komplek dan dinamis serta peningkatan karir bagi personil". terang Danlanal Banyuwangi.

lebih lanjut Danlanal mengatakan, "Kepada pejabat baru, Saya ucapkan selamat bertugas semoga Tuhan YME/Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dalam mengabdikan diri kepada TNI AL, dan kepada pejabat lama, Saya ucapkan selamat menempati tugas yang baru". ucapnya.

Sertijab dan pengukuhan pejabat baru dilingkungan TNI AL selaras dengan sembilan program Prioritas KASAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M dalam hal pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi. (Dispen Lantamal V/Ar)

Exit Briefing Danlanal Yogyakarta Jelang Serah Terima Jabatan



KABARPROGRESIF.COM: (Yogyakarta) Jelang upacara serah terima jabatan, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta Lantamal V Koarmada II Kolonel Laut (P) Aminuddin Albek beserta Ketua Jalasenastri Cabang 8 Korcab V DJA II Ny. Irma Aminuddin Albek laksanakan Exit Briefing dengan seluruh Prajurit, PNS dan Jalasenastri Lanal Yogyakarta bertempat di Ballroom Rich Hotel Jl. Magelang Km. 6 Mlati Sleman Yogyakarta pada Sabtu siang (24/10).

Dalam kesempatan exit briefing, Danlanal didampingi Ketua Cabang 8 menyampaikan beberapa hal antara lain ucapan terimakasih kepada seluruh prajurit, PNS dan Jalasenastri atas kerjasama dalam mendukung tugas-tugas selama menjabat Danlanal Yogyakarta serta tak lupa kepada pengurus dan anggota keluarga besar Jalasenastri Cabang 8 Lanal Yogyakarta yang telah mendukung program kerja Ketua Cabang 8 sehingga terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan.

Lebih lanjut Danlanal menyampaikan bahwa menjadi tantangan sejak pertama kali menjabat Danlanal Yogyakarta dengan masa jabatan relatif singkat, namun pada ahkirnya merasa bangga dan bersyukur bahwa seluruh program kerja dapat terlaksana sesuai harapan dinas dan komando atas, semoga menjadikan Lanal Yogyakarta lebih baik. 

Hal ini selaras dengan perintah harian Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono yakni berani berubah menjadi lebih baik dengan meningalkan budaya rutinitas yang tidak produktif.

Danlanal menyampaikan pesan, kedepannya agar melaksanakan tugas dan memberikan dukungan terbaik kepada komandan selanjutnya, jaga dan tingkatkan terus kekompakan, tali silaturahmi dan soliditas seluruh prajurit dan keluarga besar Lanal Yogyakarta agar hubungan itu tetap terjaga baik sampai kapanpun serta tetap dekatkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Esa terutama dimasa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, semoga segenap keluarga besar Lanal Yogyakarta terhindar dari Covid-19, sebagai ahkir sambutan Danlanal.

Rangkaian acara exit briefing antara lain penayangan video kilas balik Danlanal Yogyakarta, merupakan rangkuman kegiatan pelaksanan program kerja dan anggaran serta hal menonjol dalam masa kurun jabatan Danlanal Yogyakarta dan Ketua Jalasenastri Cabang 8 Korcab V DJA II sebagai bekal masukan kepada Danlanal Yogyakarta dan Ketua Jalasenastri Cabang 8 selanjutnya, dilanjutkan penyerahan cinderamata berupa lukisan karikatur Danlanal beserta Ketua Cabang 8 berbusana adat Yogyakarta dengan latar belakang Kraton dan Tugu Golong Gilig Yogyakarta yang diserahkan oleh Palaksa Lanal Yogyakarta Mayor Laut (P) Wahyu Hidayanto dilanjutkan foto bersama seluruh prajurit, PNS dan Jalasenastri dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni dengan pembatasan dan bergantian.

Adapun dalam rangkaian jelang serah terima jabatan, pada Sabtu pagi (24/10) bertempat di ruang rapat Mako Sementara Lanal Yogyakarta Jl. Wiyoro 21 Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta, telah dilaksanakan memorandum jabatan Danlanal Yogyakarta dari Kolonel Laut (P) Aminuddin Albek kepada Kolonel Marinir Harry Indarto dihadiri segenap perwira staf dan saat bersamaan bertempat di aula Mako telah dilaksanakan memorandum Ketua Cabang 8 Korcab V DJA II dari Ny. Irma Aminuddin Albek kepada Ny. Neneng Harry Indarto dihadiri Pabinhar dan segenap pengurus Jalasenastri Cabang 8. (Dispen Lantamal V/Ar)

Minggu, 25 Oktober 2020

Eri Cahyadi Akan Bentuk Generasi Toleran sejak Dini di Sekolah



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Calon Wali Kota Surabaya, nomor urut satu, Eri Cahyadi bakal memantapkan program kerukunan antar umat beragama dan menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh agama kepada anak-anak sejak dini di sekolah-sekolah.

Pernyataan tersebut sampaikan Eri Cahyadi usai mendengarkan keluh kesah salah satu peserta atau anggota Indonesia Link (Indolink) yang monyoroti perkembangan anak di tengah toleransi antar umat beragama.

"Saya pernah melakukan program belajar dan bermain, anak-anak Tionghoa main ke sekolah anak Jawa. Disana terjadi interaksi mengenal keberagaman antar umat beragama. Dan terlihat asik dan senang melihat mereka bisa bermain bersama," ucap Sally Azaria, anggota Indolink.

Selanjutnya, Eri langsung mengaku sepakat dengan program seperti itu. Karena dia pikir bahwa sekolah saat ini sudah jarang ada siswa dari Jawa, Arab dan China yang berada di dalam satu kelas.

"Saya setuju dengan yang sudah disampaikan. Saya ingat zaman dulu waktu sekolah di dalam satu kelas masih ada campuran murid dari Jawa, Arab dan China. Dan kenapa saat ini tidak ada yang seperti itu, maka Insya Allah kalau saya terpilih akan memunculkan kembali sekolah seperi itu," tutur Eri dalam acara silahturahmi dengan Indolink di Surabaya, Minggu (25/10/2020).

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ongko Digdojo, Totok Lusida, Hermawan Santoso, Ferry Sangeroki, Kusno Sugeng, Herman Kwan, Reno Halsamer, Pdt. Simon Filantropi, Gatot Santoso, Irwan Pontoh, Henky Kurniadi, Budi Santoso.

Eri juga menjamin bahwa Kota Surabaya ke depan tidak boleh ada istilah minoritas dan mayoritas agama dalam menjalankan ibadah. 

Semua masyarakat Surabaya harus mendapatkan hak yang sama dalam melaksanakan ibadah.

"Saya juga tidak ingin di Kota Surabaya masih ada paham radikalisme yang merusak tatanan kehidupan masyarakat di Surabaya. Dan mulai dulu hingga nanti kalau Insya Allah, saya jadi wali kota maka saya akan tetap memerangi paham dan kelompok radikal di Surabaya," pungkasnya. (Ar)

GAS Satu Bulatkan Tekad Dukung Penerus Kebaikan Bu Risma, Eri Cahyadi dan Armuji



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Gerakan Alumni Surabaya (GAS) Satu (GAS1) menggelar acara webinar “Ngobrol Bareng dengan Bu Risma“ dengan tema “Keberhasilan Surabaya Menangani Pandemi COVID-19”. 

GAS1 juga mendeklarasikan diri mendukung calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya nomor urut satu, Eri Cahyadi dan Armuji.

"Deklarasi ini merupakan suatu gerakan alumni Surabaya satu yang terdiri dari berbagai macam Perguruan Tinggi. Kemudian alumni SLTA, SMK maupun  dari kawan-kawan Pondok Pesantren," tutur Inisiator Deklarasi GAS Satu, Teguh Priandoko di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Minggu (25/10/2020). 

GAS1 adalah alumni PTN-PTS yang waktu Pilpres 2019 menjadi relawan Jokowi. 

Kini, di Pilkada Surabaya, mereka memberikan suara untuk Eri-Cahyadi.

Teguh mengatakan, semuanya yang bergabung di GAS1 adalah dalam rangka untuk mendukung kebaikan Tri Rismaharini (Risma) atas kemajuan Surabaya yang menjadi jauh lebih baik. 

"Sekarang Surabaya sudah keren dan harus menjadi lebih keren lagi," katanya. 

Teguh mengungkap bahwa pihaknya bukan hanya semata-mata mendukung calon penerus kebaikan Risma melainkan juga tetap konsisten menjaga Pilkada di tengah pandemi dengan selalu mensosialisasikan protokol kesehatan dan edukasi kepada masyarakat Surabaya. 

"Makanya di mana-mana selalu kita sampaikan 3M. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun. Kita akan dukung Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji dengan mengedepankan program-program mengatasi pandemi COVID-19," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Bapillu PDI Perjuangan Kota Surabaya, Anas Karno yang turut hadir dalam acara deklarasi tersebut berterima kasih kepada GAS1.

"Semoga kawan-kawan GAS1 lebih bersemangat pada 9 Desember karena itu merupakan target kita untuk memenangkan Pak Eri dan Pak Armuji. Dan semoga kita tetap menjalankannya dengan semangat," pungkasnya. (Ar)

Gelar Reses, Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Diberondong Keluhan Warga



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati S.Sos.,M.PSDM dibuat kaget saat menggelar reses di tiga Kecamatan meliputi Gubeng, Tegalsari dan Simokerto.

Pasalnya setiap menggelar pertemuan dengan warga di tiga Kecamatan tersebut mulai tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020 tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan yang ketat itu, Ajeng selalu menerima berbagai keluhan, baik dari 50 warga yang hadir maupun menggunakan aplikasi Zoom. 

"Warga selalu mempertanyakan bantuan dalam kondisi pandemi ini masih salah sasaran," kata Ajeng Wira Wati S.Sos.,M.PSDM yang juga bendahara Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Minggu (25/10).

Ajeng menambahkan tak hanya soal bantuan yang digelontorkan Pemkot Surabaya carut marut, namun masalah pelayanan dinilai masih kurang optimal.

"Pelayanan e-KTP 5 tahun tidak kunjung selesai, alasannya dikarenakan blanko habis," paparnya.

Parahnya lagi, lanjut Ajeng, pembangunan yang digembar-gemborkan oleh Pemkot Surabaya selama ini telah merata.

Tapi nyatanya masih ditemukan belum tersentuh hingga tahunan. Padahal warga sudah berulang kali mengajukannya.

"Gorong-gorong terbengkalai hingga 10 tahun, permintaan warga ke pemerintah kota untuk pelebaran gorong-gorong di gang hingga kini belum terlaksana," ungkap Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPC Partai Gerindra Surabaya.

Dari catatan itu, menurut Ajeng masih banyak lagi keluhan warga yang diterimanya, terutama soal pendaftaran masyarakat berpengalaman rendah (MBR), rusaknya fasilitas umum hingga yang membahayakan penggunanya.

"Pendaftaran MBR yang susah, pasar yang meluber ke jalan, sehingga mengganggu jalan umum,  jalan banyak berlubang membahayakan warga dan alur kerja dana hibah. Pokoknya ppembangunan yang dirasakan warga belum sampai ke fasilitas sosial warga di perkampungan dan gang-gang," katanya.

Bahkan yang cukup menjengkelkan menurut Ajeng yakni soal dana hibah. Pemkot seolah-olah mempermainkan warga. 

Awalnya dana hibah tidak dapat digulirkan dengan berbagai alasan sehingga dana yang semestinya dapat membangun kota seperti usulan warga terpaksa harus dikembalikan ke negara lantaran tak terserap.

Tapi saat ini mengalami perubahan. dana hibah kembali dibuka, sayangnya Pemkot Surabaya tanpa menjelaskan mekanisme pengajuannya.

"Silpa yang besar karena pokir dan hibah yang sempat di stop, lalu dibuka tapi belum ada prosedur yang di rekom bagaimana, yang tidak di rekom bagaimana, warga menjadi kecewa ke Pemkot dan apatis. begitu juga MBR, sudah saya jelaskan bahwa ada 2 data DTKS dan MBR kemudian SK 3 menteri, menyebutkan pemda wajib mengupdate data Kemiskinan jika tidak maka ada sanksi," jelasnya dengan nada heran.

Maka dari itu, legislator Partai Gerindra ini akan membawa temuan maupun keluhan masyarakat untuk dijadikan bahan dalam rapat bersama dengan Pemkot Surabaya.

"Semua aspirasi akan menjadi bahan laporan di DPRD dan pemerintah kota, saya akan tetap mendorong dan memperjuangkan agar tranparansi, profesional dan akutanble pemerintah kota Surabaya, di kota lain saja sudah ada e-Pokir, seharusnya kota besar Surabaya juga sudah ada, karena semua aspirasi masyarakat yang didapatkan baik dari reses oleh anggota dewan dan sudah disetujui dapat dengan mudah di akses masyarakat," pungkasnya. (Ar)

Survei PusdeHAM, Eri-Armudji Ungguli Machfud-Mujiaman 6,5 Persen



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PusdeHAM) mengeluarkan hasil surveinya di Pilkada Surabaya 2020. 

Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armudji unggul 6,5 persen dibanding lawannya, Machfud Arifin dan Mujiaman. 

Rinciannya, Eri meraup 48,6 persen, sedangkan Machfud 42,1 persen. Adapun yang belum menentukan 9,3 persen.

Peneliti PusdeHAM, Andik menjelaskan, survei PusdeHAM ini dilakukan pada awal Oktober 2020 dengan jumlah responden 1.000 orang dan margin of error plus-minus 3 persen. 

Responden diambil di seluruh kecamatan di Kota Surabaya dengan metode sampling acak bertingkat.

“Sebenarnya Eri-Armudji ini kan bisa dibilang relatif baru, kalah start-lah dibanding Pak Machfud yang sudah gebyar sejak awal tahun. Tapi dari hasil survei terlihat, kesolidan dan beberapa faktor lain tampak menonjol sehingga Eri-Armudji bergerak menyalip Pak Machfud setelah diumumkan,” ujar Andik kepada media, Minggu (25/10/2020).

Andik mengatakan, ada beberapa faktor utama kenapa paslon Eri-Armudji unggul 6 persen dibanding lawannya Machfud Arifin-Mujiaman. 

“Ada tiga faktor utama yang mendulang keunggulan paslon Eri-Armudji. Yakni karena faktor Bu Risma, lalu sosok Eri Cahyadi dan Armudji sendiri, dan mesin PDI Perjuangan yang sangat solid,” ujar Andik.

Menurut dia, Risma effect yang kini masih menjabat wali kota Surabaya berhasil memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk memilih Eri-Armudji. 

Berbagai keberhasilan yang telah ditorehkan Risma selama menjabat wali kota hampir 10 tahun ini adalah garansinya.

“Selama ini banyak gagasan yang berhasil dikeluarkan Bu Risma dan berhasil memimpin Surabaya dengan baik. Gagasan-gagasan itu ke depan harus bisa diteruskan. Nah, orang yang dianggap paling bisa meneruskan gagasan itu adalah Eri Cahyadi, yang cukup lama menjabat kepala bappeko (badan perencanaan dan pembangunan kota). Eri dianggap orang yang tahu persis gagasan Bu Risma tersebut,” ungkapnya.

Tagline ‘Meneruskan Kebaikan’ yang dipasang di baliho, lanjut Andik, sangat tepat dan memberikan pengaruh besar terhadap pemilih yang akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Eri-Armudji. 

“Bu Risma salah satu faktor penting yang berkontribusi memberikan suara untuk Eri-Armudji,” katanya.

Faktor lainnya adalah sosok Eri Cahyadi dan Armudji. Kedua orang ini dianggap sangat berpengalaman dibidangnya masing-masing. 

Eri merupakan ASN Pemkot Surabaya yang tentunya sangat paham birokrasi di Surabaya. 

Dia yang paham betul bagaimana ide-ide pembangunan di Kota Pahlawan, karena jabatan terakhirnya adalah kepala bappeko.

Selain itu juga pernah menjabat di beberapa jabatan strategis lainnya.

Sedangkan sosok Armudji, merupakan politisi senior PDI Perjuangan yang telah lama duduk di kursi DPRD. 

“Tentunya Pak Armudji memiliki basis dukungan yang kuat di akar rumput. Orang sudah banyak mengetahui sepak terjang Pak Armudji sebagai wakil rakyat,” jelasnya.

Sementara faktor mesin partai PDI Perjuangan, kata Andi, sudah tidak perlu diragukan lagi, Mereka sudah pasti akan bekerja keras dan kompak untuk memenangkan Pilkada Surabaya. 

Hal itu sudah terbukti pada pilkada-pilkada sebelumnya. 

“Mesin PDI Perjuangan Surabaya sangat solid. Mereka bekerja keras bersama,” tegasnya.

Hasil survei Pusdeham ini selaras dengan survei internal PDIP yang diumumkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Jumat lalu (23/10/2020). 

Hasto menyebut survei internal tim PDIP Surabaya juga menghasilkan temuan keunggulan Eri sebesar sekitar 6 persen dibanding Machfud. (Ar)

Malam Mingguan Bareng, TMP Ajak Armuji Diskusi Bareng Anak-Anak Muda



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya mengadakan diskusi malam mingguan bersama dengan menghadirkan pembicara para tokoh millenial, antara lain Akademisi Universitas Ciputra Surabaya Aria Ganna, Musisi Videmarsha Anasuciara, Pengusaha Muda Faisal Rachman, dan Pengusaha Kuliner Sereza Buana. Bertempat di Ewoel Cafe, diskusi berlangsung dengan gayeng selama lebih dari tiga jam.

Diskusi berjudul "Bisnis Anak Muda di Surabaya, Bisa?" ini juga menghadirkan Armuji, Calon Wakil Walikota Surabaya.

Meskipun judul acara tersebut berfokus kepada geliat wirausaha, namun diskusi secara umum menyentuh persoalan-persoalan lain yang berkaitan dengan anak-anak muda, antara lain di bidang pendidikan, olahraga, dan kesenian. Namun semua pertanyaan dan gagasan yang diajukan dapat dijawab dan didiskusikan secara lancar oleh Armuji.

"Anak-anak muda ini tidak perlu diberi arahan. Sekarang jamannya anak-anak muda diberi keleluasaan untuk mengerjakan ide dan pemikirannya. Cukup diberi ruang dan fasilitas untuk berkembang, mereka pasti bisa. Di situ nanti kita membantu." kata Armuji, Sabtu (24/10/2020), 

Armuji juga mengapresiasi anak-anak muda mau untuk ikut serta memikirkan Kota Surabaya ke depan.

"Mengingat pesan Bung Karno, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Begitu pula Surabaya bisa makin keren kalau anak-anak mudanya ikut terlibat bersama-sama dengan pemerintahannya." ujarnya.

Sementara itu Ketua TMP Surabaya Aryo Seno Bagaskoro menyampaikan bahwa pihaknya mencatat dan mengumpulkan aspirasi anak-anak muda Kota Surabaya untuk kemudian didiskusikan secara bersama-sama.

"Malam mingguan adalah momen yang spesial untuk anak-anak muda. Tapi malam mingguan kali ini khusus kami ajak kawan-kawan untuk bisa ngobrol dan tukar pikiran langsung dengan Pak Armuji. Harapannya, Pak Armuji sebagai Calon Wakil Walikota Surabaya dapat mendengar secara langsung mimpi dan harapan anak-anak muda untuk nantinya dapat menjadi bekal memimpin Kota Surabaya ke depan," ujar Seno.

Seno menambahkan bahwa pihaknya ingin membangun gotong royong berkelanjutan dengan seluruh lapisan anak muda untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Kota Surabaya.

"Kolaborasi dan gotong royong harus terus jadi way of life anak-anak muda Kota Surabaya. Lintas segmen, lintas latar belakang, lintas gagasan, saling bersinergi untuk meneruskan kebaikan bersama-sama. Surabaya harus makin keren," pungkasnya. (Ar)

Jelang Akhir Masa Jabatan, Bu Risma Beberkan Suka Duka jadi Wali Kota



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sebagian besar warga Kota Pahlawan ingin mengetahui berbagai pengalaman serta suka dukanya dan cerita menarik dalam membangun kota kurang lebih hampir 10 tahun.

Berbagai pertanyaan tersebut, disampaikan saat wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya bincang-bincang santai dengan paguyuban warga perumahan yang terletak di Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Sabtu (24/10/2020).

Pertemuan melalui virtual dari Rumah Dinasnya, di Jalan Sedap Malam itu, mulanya Wali Kota Risma menceritakan berbagai masalah yang dihadapi saat awal menjabat.

Mulai dari persoalan banjir, hingga masalah sosial yang terjadi pada waktu itu.

Dengan antusias, wali kota perempuan pertama di kota Surabaya ini mengingat-ingat kembali segala momen yang pernah dilalui bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menyelesaikan persoalan.

Selain itu, dia ingat betul di tahun pertama memimpin, Wali Kota Risma berjanji akan membuat Surabaya dikenal di dunia melalui rentetan perubahan kemajuan.

“Saya harus bisa membawa kota ini ada di peta dunia. Artinya warga dunia bisa mengerti dan tahu bahwa ada kota yang namanya Surabaya. Alhamdhulillah terwujud,” kata Wali Kota Risma.

Ia menjelaskan, duka dan berbagai kesulitan yang dihadapi selama 10 tahun itu dinilainya sangat beraneka ragam. 

Salah satu yang paling memberikan kesan yakni upaya Wali Kota Risma dalam menutup lokalisasi Dolly.

Bagi dia, penutupan lokalisasi itu merupakan langkah yang berat dan beresiko.

Namun begitu, seiring dengan keberanian dan dukungan dari berbagai pihak, ia berhasil melewati prahara tersebut.

“Berikutnya, saat peristiwa bom dua tahun lalu. Itu adalah hal yang sangat menyedihkan dan berat untuk kami. Saya bersyukur bisa melewati semua itu,” lanjut dia.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Risma juga menceritakan sepenggal kisah yang membahagiakan selama bertugas.

Ia menyebut, jika melihat data menunjukkan angka kemiskinan yang turun secara signifikan.

Kemudian banyaknya apresiasi dan penghargaan yang tidak hanya diterima dalam negeri, tetapi bahkan dari luar negeri juga dapat melihat kemajuan kota.

“Lalu suhu udara turun, warga lebih ramah. Itu yang membuat orang asing atau wisatawan berkunjung ke kota ini. Dan masih banyak lagi tentunya. Kami sangat bersyukur Surabaya sudah semakin baik dari hari ke hari,” urainya.

Setelah mendengar itu, seluruh warga yang tergabung melalui virtual kagum dan menuai banyak tanggapan dari warga atas keberhasilan Wali Kota Risma berserta jajaran dalam membangun Kota Pahlawan.

Salah satunya yakni, Mariani warga asal RT 04 RW 06 Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakar Santri.

Ia sangat bersyukur selama ini dipimpin oleh sosok pemimpin yang adil dan bijaksana.

Bahkan, ia berkali-kali mendoakan agar Wali Kota Risma sehat dan berbahagia.

"Saya pernah bertemu dengan ibu di Pasar Keputran. Saya senang karena sebagai warga Surabaya diperhatikan oleh ibu. Sehat terus bu. Doa kami menyertai,” pungkasnya (Ar)

Sabtu, 24 Oktober 2020

Eri-Armuji Akan Ciptakan Program Baru, Pantau Kesejahteraan Warga Dengan Big Data



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Meneruskan kebaikan merupakan jargon Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Bersama Armudji.

Dia bertekad melanjutkan program Pemkot Surabaya saat ini. Namun, tak sekedar mengekor pendahulunya yaitu Tri Rismaharini. Kandidat yang diusung PDIP itu juga merancang sejumlah inovasi.

Terobosan baru itu disampaikan Eri di depan alumni ITS Manyar kemarin (24/10). Dia menjelaskan, filosofi meneruskan kebaikan. Yaitu melanjutkan program kerja yang sudah berjalan optimal. Serta menciptakan program kerja baru.

Ada tujuh program yang sudah dirancang. Tiga diantaranya menarik perhatian. Pertama yaitu membuat sentralisasi data.

"Saya akan membuat big data," ucapnya.

Big data itu berisi beraneka ragam data. Mulai data tingkat pendidikan, kesehatan, hingga kemiskinan.

Nantinya, dengan data tersebut menjadi rujukan ketika mengambil kebijakan.

Dia mencontohkan data kemiskinan. Dengan big data, pemkot akan mengetahui pergerakan angka masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Sehingga yang belum bekerja langsung bisa ditangani," terangnya.

Pertumbuhan ekonomi juga terpantau. Pemkot akan mengatahui berapa PAD yang dihasilkan.

"Sehingga bisa menjadi rujukan pembangunan tahun depan," ucap Alumnus ITS itu.

Kedua yakni pengembangan potensi kota. Menurut Eri, Surabaya memiliki daya yang bisa diunggulkan. Salah satunya wisata.

Dia mencontohkan Sentra Ikan Bulak (SIB). Tempat itu bisa menjadi pusat perdagangan ikan segar.

Kawasan religius Ampel juga bisa dimaksimalkan. Untuk pengembangan wisata berbasis agama.

Bukti itu terlihat ketika Pemkot Surabaya menata kawasan Dolly. Bekas lokalisasi itu kini berubah. Menjadi salah satu sentra ekonomi.

Dengan adanya UMKM pembuatan sepatu dan sandal. Eri mengatakan, dalam pembangunan pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi.

"Sekaligus sebagai sarana kerja praktik mahasiswa," ucap pria 43 tahun itu.

Di bidang pendidikan, Eri bakal memberikan bimbingan les gratis pada siswa. Kegiatan itu digelar di Balai RW. Sehingga, anak-anak yang berasal dari warga yang ekonominya lemah mampu mendapatkan tambahan pembelajaran.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) ITS Manyar, Riva Siregar mengapresiasi program kerja yang digagas Eri. Menurut dia, terobosan baru itu sangat dibutuhkan.

Dia mencontohkan rencana Eri memberikan tambahan les untuk seluruh siswa.

Menurut Riva, program itu sejalan dengan kegiatan yang dilakukan ITS Manyar. Yaitu urban development. 

"Bentuk kepedulian membangun warga Kota," pungkasnya. (Ar)

Tampil di Pementasan Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih "Gayatri Rajapatni”, Wali Kota Risma Bacakan Puisi Berjudul Sang Kala



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ide serta komitmen Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam membangkitkan semangat para pekerja seni untuk tetap tampil dalam setiap pekannya, tampak semakin menarik.

Buktinya, setelah tampil sebanyak dua kali, kini Wali Kota Risma kembali pentas untuk merebut perhatian masyarakat agar terus menyaksikan pertunjukkan tersebut secara virtual.

Pada pementasan malam ini, Sabtu (24/10/2020) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mempersembahkan pertunjukkan bertajuk Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih "Gayatri Rajapatni”.

Tema yang diusung dalam Parade Seni dan Budaya 2020 episode kali ini sebagai bentuk memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2020 mendatang.

Dengan busana kebaya berwarna merah dan putih, Wali Kota Risma tampil membacakan puisi dengan suara lantang dan penuh juang.

Sontak barisan penonton begitu tegang, saat dirinya, memasuki singgasana panggung pertunjukkan. Pelan tapi pasti, ia berjalan bersama pendamping para penari.

“Dua beda satu semesta. Ada siang ada malam, ada ibu ada bapak. Ibu merah bapak putih bersatu mencipta kita,” begitu ucap Wali Kota Risma mengawali pembacaan puisi berjudul Sang Kala.

Tak terasa bait demi bait telah tuntas dibaca oleh wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu. Kemudian disusul adegan saat Ken Arok bertemu dengan Ken Dedes.

Berikutnya, Raja Kertanegara berniat untuk menyatukan Nusantara, hingga berlanjut pada pembacaan Sumpah Palapa, Sumpah Pemuda, dan kemudian Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Hampir satu jam berlalu, tak diduga Wali Kota Risma kembali memasuki singgasana panggung. pada detik-detik terakhir usai, penonton disuguhi oleh pemandangan Presiden UCLG ASPAC membacakan puisi kedua kalinya.

Lebih menggetarkan, ia kembali membacakan Sumpah Merah Putih dan ditutup dengan lagu Merah Putih.

Seusai pentas, Wali Kota Risma mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pekerja seni yang telah tergabung. 

Diantaranya Komunitas Jati Swara Indonesia, Sanggar Tari Gong Prada, Sanggar Tari Kembang Mojo, Penari Bendera dan Sanggar Baladewa. 

“Kelak yang dimulai hari ini akan pasti lebih dari ini. Sekali lagi terima kasih. Kalian luar biasa,” pungkasnya. (Ar)

Eri-Armudji Unggul di Survei, Pengamat: Mesin PDIP dan Risma Efektif



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto baru saja merilis, jika pasangan calon (paslon) Eri Cahyadi-Armudji unggul 6 persen dari pesaingnya di Pilkada Surabaya 2020 berdasarkan survei internal partai. 

Cawali-Cawawali yang diusung PDI Perjuangan ini unggul karena memiliki tim solid, termasuk mempunyai tokoh berpengaruh seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta mesin PDI Perjuangan yang bekerja efektif.

Menurut pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, paslon Eri-Armudji hanya diusung PDI Perjuangan dan didukung PSI dan partai-partai nonparlemen. 

Jumlah partai yang tidak sebanyak kompetitornya, Machfud Arifin dan Mujiaman, ini membuat tim sangat solid dan kerja keras untuk memenangkan paslon yang diusungnya. 

Adapun sosok Risma, meski kader PDIP, memiliki ceruk loyalis tersendiri di masyarakat.

“Karena tidak banyaknya partai ini, membuat tim mereka sangat serius. Tidak hanya mesin partai, ada juga tokoh-tokoh semacam Bu Risma dan relawan yang ikut bekerja keras. Apalagi sosok Bu Risma sebelum pandemi pernah ada survei, siapaun orangnya jika didukung Bu Risma akan mendapat dukungan yang tinggi,” ujar Surokim, saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2020).

Meski mesin partai dan tokoh dominan, lanjut Surokim, yang paling utama adalah pada paslonnya yakni Eri-Armudji. Semakin banyak nilai plus yang melekat pada diri paslon, akan semakin mudah menaikkan elektabilitasnya.

“Sekarang tugasnya tim paslon. Siapa yang bisa mengeksplorasi nilai plus-plus paslon ke publik, akan mudah menggaet pemilih. Sebab pemilih perkotaan tidak hanya menimbang soal sosiologis dan psikologis, tapi juga rasional. Dan mesin PDI Perjuangan bekerja keras untuk itu,” katanya.

Terkait survei internal PDI Perjuangan, Surokim menyebut, saat inilah waktunya lembaga survei untuk mengekspose hasil surveinya. 

Sebab setelah ada pengumuman paslon Pilkada Surabaya, belum ada lembaga survei yang mengumumkan hasil surveinya. 

“Hasil survei internal PDI Perjuangan yang disampaikan Pak Hasto itu sebagai pemantik lembaga survei lainnya untuk mengumumkan hasil lembaga surveinya. Sebab Pak Hasto hanya menyebut angka 6 persen. Tidak menyebut metode dan jumlah respondennya berapa. Padahal itu sangat penting. Makanya sekarang waktunya lembaga survei mengimbanginya dengan metode survei yang jelas,” ungkapnya.

Angka 6 persen tersebut, menurut Surokim masih sangat sangat kompetitif sebab hanya dua paslon atau head to head.

“Unggulnya paslon itu dipengaruhi banyak faktor. Bisa dari mesin partai yang jalan, banyak tokoh yang mempunyai pengaruh ikut mendukung dan adanya plus-plus pada diri paslon. Di pilkada Surabaya ini, untuk paslon Eri-Armudji memiliki tim bagus dan bekerja keras semua,” pungkasnya. (Ar)

Informasi Petugas Dispendukcapil Salah, Pemkot Surabaya Minta Maaf ke Bu Yaidah



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalaui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya akhirnya mengakui telah berbuat kesalahan kepada Yaidah, warga Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri Surabaya. Bahkan juga menyampaikan permohonan maaf.

Hal itu dilakukan Dispendukcapil Kota Surabaya lantaran salah memberikan informasi kepada Yaidah.

Sebab dari informasi pelayanan yang salah itu, membuat Yaidah harus berangkat ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta untuk menyelesaikan akta kematian anaknya. 

Padahal, melalui kantor kelurahan setempat, surat menyurat Yaidah dapat diselesaikan.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji pun menceritakan awal kronologi permasalahan itu. 

Sekitar bulan Agustus 2020 lalu, Yaidah mengurus akta kematian anaknya di kantor kelurahan untuk tujuan klaim asuransi. 

Namun, karena dia merasa proses di kelurahan itu lama, akhirnya Yaidah mencari kepastian informasi ke Mal Pelayanan Publik Siola.

“Memang saat itu Mal Pelayanan Publik sedang menerapkan Lockdown, sehingga petugas kita juga terbatas. Karena kebanyakan mereka bekerja dari rumah,” kata Agus Imam, Sabtu (24/10).

Namun, di Mal Pelayanan Publik Siola, Yaidah mendapat informasi dari petugas yang kurang tepat. 

Sebab, petugas itu tidak memiliki kapabilitas dalam menyelesaikan permasalahan Adminduk (Administrasi Kependudukan). 

Alhasil, Yaidah salah menangkap pemahaman dan mengharuskan ke Kemendagri untuk menyelesaikan akta kematian anaknya itu.

“Sebenarnya proses input nama yang bertanda petik ke SIAK dapat diselesaikan oleh Dispendukcapil. Progres itu juga dapat di-tracking melalui pengaduan beberapa kanal resmi Dispendukcapil,” ungkap Agus.

Di samping itu, kata Agus, surat permohonan Yaidah sebenarnya saat itu sudah diproses registrasi di kelurahan dan berlangsung sukses. Permohonan itu telah masuk ke dalam sistem klampid di Dispendukcapil. 

“Sehingga Bu Yaidah atau pemohon mendapatkan e-Kitir atau tanda terima yang dilengkapi barcode," kata Agus.

Nah, karena ketidaktahuan dan miskomunikasi, membuat Yaidah memutuskan untuk mengurus akta kematian anaknya ke Kantor Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Jakarta pada 23 September lalu. 

Dan sebenarnya, saat berita permasalahan Yaidah muncul pada tanggal 22 Oktober 2020, akta kematian tersebut sudah selesai 1 bulan sebelumnya.

“Meski begitu kita tetap menyampaikan permohonan maaf kepada Bu Yaidah atas miskomunikasi ini, kami minta maaf. Ini juga sebagai evaluasi catatan bagi kami agar ke depan lebih maksimal dalam melayani,” tutur Agus.

Karena itu, pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya ini memastikan akan mengintensifkan layanan informasi call center Dispendukcapil. 

Harapannya jika ada warga yang masih bingung, dapat memperoleh solusi yang tepat untuk permasalahannya itu.

“Kami sudah menyempurnakan mekanisme keluhan dan proses pengaduan pada layanan pengaduan resmi yang ada. Agar, respon penanganannya bisa semakin cepat dan tepat serta dapat di-tracking progresnya,” jelas dia.

Di samping itu pula, informasi tentang channel pengaduan layanan resmi Dispendukcapil akan semakin intens disampaikan kepada masyarakat. 

Dengan harapan, warga tahu kemana harus melangkah jika mengalami permasalahan dalam layanan Adminduk di Surabaya.

“Nanti misal ada keluhan atau laporan warga itu bisa di-tracking, sampai mana laporannya. Sampai mana tindaklanjut keluhannya itu. Baik itu masalah di kelurahan maupun kecamatan terkait Adminduk,” terang dia.

Berkaca dari pengalaman itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat apabila mengalami kendala atau permasalahan terkait pengurusan Adminduk supaya melaporkan informasi itu ke channel pengaduan resmi Dispendukcapil Surabaya. 

Pengaduan itu juga dapat ditelusuri prosesnya, baik melalui telepon call center Dispendukcapil di nomor 031-99254200 atau menuliskan pengaduan di laman http://dukcapilsapawarga.disdukcapilsurabaya.id. (Ar)

Jelang Peringatan Hari Guru, Dispendik Surabaya Wadahi Potensi Guru dengan Lomba



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Peringatan Hari Guru tahun 2020 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kota Surabaya akan diisi banyak kegiatan.

Selain penerbitan 1.000 buku karya guru, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menyiapkan berbagai lomba mulai dari lomba karya tulis ilmiah atau populer, lomba seni, serta lomba olahraga serta seminar. 

Yang menarik, seluruh pesertanya adalah guru, mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP baik negeri dan swasta.

Namun karena kegiatan tersebut digelar dalam suasana pandemi Covid-19, maka jumlah peserta dibatasi tiap bidang lomba.

“Kami ingin memberikan ruang bagi guru untuk terus berinovasi dan mengeluarkan potensi serta ide kreatif. Dengan begitu, para guru ini dapat terus mengembangkan diri yang kelak bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, sekolah, maupun untuk siswanya,” kata Kepala Dispendik Kota Surabaya, Supomo, Jum’at (23/10).

Untuk lomba ilmiah, selain penerbitan 1.000 buku, ada lomba karya tulis berupa esai yang bersifat individu. 

Temanya terkait manajemen berbasis sekolah dan pendidikan karakter pelajar. 

Kemudian akan diadakan seminar/Forum Ilmiah Guru dan Tenaga Kependidikan (FIGTK) dengan keynote speaker Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara daring.

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini mengatakan, untuk bidang olahraga, akan diselenggarakan lomba cipta senam kreasi. 

Lomba ini bagi guru TK, SD, dan SMP di Kota Surabaya. Berikutnya adalah lomba bulu tangkis, bola voli, dan lomba tenis meja. Ketiga lomba ini untuk guru SD dan SMP.

Kemudian adalah lomba seni, di mana para guru jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Surabaya dapat mengikuti lomba melukis, lomba membatik, hingga lomba menyanyi. 

“Untuk lomba menyanyi ini, para peserta akan diiringi secara langsung oleh grup band yang semua personelnya berprofesi sebagai guru di Kota Surabaya,” paparnya.

Supomo mengungkapkan, para guru yang berprestasi dalam bidang-bidang lomba itu akan menerima penghargaan langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Penganugerahan dilakukan saat puncak acara yang rencananya digelar pada 25 November mendatang di Balai Kota Surabaya. 

“Yang berprestasi akan diberi apresiasi langsung oleh Ibu Wali Kota,” pungkasnya. (Ar)

Dijapri Soal Risma Seksi-Seksi di Pilkada Surabaya, Ini Kata Prof. Muhammad



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tengah menyoroti penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya.

Dari laporan lembaga pengawas independen, tentang adanya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang memberikan dukungan secara terang-terangan kepada salah satu Pasangan Calon (Paslon) nomer urut 1, Eri Cahyadi-Armuji.

Menanggapi hal itu, Ketua DKPP, Prof. Muhammad mengaku sudah mendengar adanya laporan tersebut.

Namun saat ini pihaknya belum berani mengambil kesimpulam.

Pasalnya laporan keterlibatan Tri Rismaharini secara langsung belum masuk ke mejanya.

Prof. muhammad cuma menyarankan jika Kota Surabaya menjadi barometer Jawa Timur, begitu juga Jawa Timur adalah barometer Indonesia. Jika Surabaya kondusif, maka Jatim ikut kondusif, dan Indonesia juga kondusif.

“Kalau ditanya soal ini saya belum mendalami laporannya. Ada japrian dari teman di Jakarta menyebutkan Wali kota sudah mulai seksi-seksi dan mulai mengisi panggung dalam rangka pergantian beliau sebagai Wali Kota,” kata Prof. Muhammad usai acara Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media) di Surabaya, Kamis (22/10).

Namun dirinya berharap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, bisa memberikan teladan sebagai pejabat negara.

Nah, sebagai seorang politisi senior, Risma dinilai sukses menjadi seorang Wali Kota Surabaya.

“Kita berharap beliau memberi suri tauladan yang baik. Kalau sebagai Wali Kota tegak lurus. Tak ke kanan dan ke kiri, sebagai wali kota dan juga kader partai harusnya ada batasannya, saya berkeyakinan Bu Risma paham akan hal tersebut,” pungkasnya. (Ar)

Danlantamal IX Pimpin Sidang Pantukhirda Caba dan Cata PK TNI Al Gelombang II



KABARPROGRESIF.COM: (Ambon) Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IX Ambon Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono S.E., M.Si. pimpin sidang Panitia Penentuan Akhir Daerah (Pantukhirda) 23 Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) Pria/Wanita dan 13 Calon Tamtama (Cata) PK TNI AL gelombang II tahun 2020 daerah Ambon di Gedung J. Leimena Lantamal IX Kec. Baguala Kota Ambon Maluku pada Jumat, (23/10 2020).

Danlantamal IX sampaikan " Sidang Pantukhir ini dilaksanakan secara ketat, cermat dan teliti guna mendapatkan calon Prajurit TNI terbaik untuk dapat mengisi struktur Organisasi, sehingga TNI AL kedepannya akan semakin Profesional, Tangguh dan Berkualitas.

Seluruh calon mempunyai peluang yang sama dan hanya mereka yang tebaik serta memiliki nilai sesuai kriterialah yang akan diterima. 

Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab TNI AL kepada masyarakat, Bangsa dan Negara. Sehingga semua calon mempunyai kesempatan yang sama tanpa melihat latar belakang status sosial.

Sebelum mengikuti sidang Pantukhirda para Calon Siswa ini telah melewati rangkaian tes yang diselenggarakan Panda Ambon. 

Antara lain pemeriksaan Administrasi, Tes Kesehatan,  Psikologi, Kesehatan kedua, Kesamaptaan Jasmani, Mental Ideologi.

Kemudian para Calon siswa yang lulus Pantukhir Daerah akan mengikuti seleksi di Tingkat Pusat dan menjalani Tempaan "Kawah Candradimuka" Pusat Pendidikan Dasar Militer di Juanda - Surabaya.

Turut hadir dalam sidang Pantukhir Wadan Lantamal IX, Aspers Danlantamal IX, Asintel Danlantamal IX, Asop Danlantamal IX, Dansatrol Lantamal IX, Kadiskes Lantamal IX, Kadisminpers Lantamal IX dan Tim Werving Lantamal IX Ambon. (Dispen Lantamal IX/Ar)

Bantuan Kuota Internet Bagi Guru dan Siswa di Surabaya Sudah Tersalurkan 85 Persen



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bulan Oktober 2020 sudah tersalurkan sekitar 85 persen kepada pelajar atau wali murid dan guru jenjang SMP di Surabaya. 

Bagi pelajar yang belum menerima tak perlu khawatir. Sebab, bantuan ini rencananya kembali disalurkan di tahap berikutnya pada tanggal 28 - 30 Oktober 2020.

"Bantuan kuota internet ini untuk mendukung pembelajaran daring bagi para guru dan pelajar. Saat ini sudah tersalurkan sekitar 85 persen," kata Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Sudarminto, Jum'at (23/10).

Meski begitu, dia menyebut, masih ada tenaga pendidik maupun siswa yang belum menerima bantuan kuota internet itu. 

Menurutnya, bagi yang belum menerima bantuan itu dimungkinkan mereka ikut di penyaluran tahap II tanggal 28 - 30 Oktober 2020. 

"Karena bantuan ini dari pusat, jadi kuota internet itu langsung masuk ke masing-masing nomor HP siswa atau guru,” terangnya.

Sudarminto menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan kuota internet itu dimulai sejak bulan September lalu. 

Operator di masing-masing sekolah sebelumnya telah mendaftarkan nomor HP yang diajukan ke dalam aplikasi data pokok pendidikan (dapodik). 

Kemudian, Dispendik melakukan verifikasi data tersebut.

"Pendataannya bulan September kemarin. Kemudian, kita verifikasi untuk memastikan guru atau siswa itu sekolah di sana," paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada para pelajar yang belum menerima bantuan kuota internet itu agar menanyakan ke pihak sekolah masing-masing. 

Jika temannya di sekolah itu sudah menerima namun ia belum, dimungkinkan nomor HP yang diinputkan dulu salah atau pelajar itu ganti nomor HP.

"Bisa saja bantuan kuota itu belum masuk karena sekarang pelajar itu ganti nomor HP, atau mungkin waktu input nomor HP nya dulu salah. Atau dia nanti ikut di penyaluran di tahap II. Silahkan ditanyakan ke pihak sekolah, jika memang belum menerima," katanya.

Pihaknya berharap, bantuan kuota internet itu dapat mendukung kelancaran proses belajar-mengajar untuk pendidikan jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid-19. 

"Kami berharap bantuan itu dapat mendukung atau meringankan beban guru maupun siswa saat mengikuti pembelajaran daring," pungkasnya. (Ar)

Jelang Libur Panjang Akhir, Palaksa Lanal Yogyakarta Bersama Forkompimda DIY Rakor Virtual Bersama Kementerian Dan Lembaga Negara RI



KABARPROGRESIF.COM: (Yogyakarta) Dalam upaya mewaspadai penyebaran Covid-19 yang masih terjadi sampai saat ini, khususnya jelang pelaksanaan libur panjang ahkir bulan Oktober 2020, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta Lantamal V Koarmada II bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) virtual bersama sejumlah kementerian dan lembanga negara RI, bertempat di Ndalem Agung, Komplek Kepatihan Gubernur, Kamis (22/10).

Komandan Lanal (Danlanal) Yogyakarta Kolonel Laut (P) Aminuddin Albek, S.E., D.S.D.S., M.A.S.S. yang diwakili Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Yogyakarta Mayor Laut (P) Wahyu Hidayanto turut hadir pada Rakor virtual, jajaran Forkopimda DIY turut hadir antara lain Wakil Gubernur DIY, Wakil DPRD DIY, pejabat perwakilan Korem 072/PMK, Lanud Adisutjipto, Polda DIY, Binda DIY, BPBD DIY serta unsur SKPD Pemprov DIY terkait.

Rakor virtual melalui Video Conference (Vicon) bersama Menkopolhukam, Menko PMK, Mendagri, Menag, Manaker, Menpan RB, Menpan Ekraf, Panglima TNI, Kapolri, Kabin dan Kepala BNPB RI.

Selain itu juga diikuti Forkompimda baik Gubernur, Bupati dan Walikota beserta jajaran se-Indonesia dengan susunan acara diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, pengantar sekaligus pembukaan oleh Mendagri disampaikan beberapa hal antara lain adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai libur bersama pada tanggal 29 Oktober 2020 dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga perlu diwaspadai mengenai dampak penyebaran Covid-19 sehingga sangat diperlukan upaya dan koordinasi pengamanan khususnya arus manusia.

Menjadi sorotan dan atensi pada Rakor ini terutama mengenai pariwisata, analisis intelijen, acara keagamaan, antisipasi dampak bencana gelombang besar El Nina dan ketenagakerjaan karena libur panjang. 

Acara dilanjutkan penyampaian materi rapat sesuai bidang masing-masing dari para pejabat kementerian dan lembaga negara serta perwakilan jajaran Forkopimda secara bergantian dengan resume hasil Rakor disampaikan Menkopolhukam dan Mendagri antara lain upaya pencegahan Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan selama pelaksanaan libur panjang, mesin Forkopimda saat ini telah berjalan dengan baik dan terus ditingkatkan untuk membantu menyelesaikan setiap permasalahan.

Upaya Lanal Yogyakarta bersama jajaran Forkopimda DIY dalam mengikuti Rakor penanganan Covid-19 jelang libur panjang, sejalan dengan perintah harian Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. yakni jadilah contoh dan teladan dalam mendukung upaya percepatan penanganan wabah Covid-19 serta cepat beradaptasi diri terhadap tatanan kehidupan normal baru atau "New Normal". (Dispen Lantamal V/Ar)

Jumat, 23 Oktober 2020

Survey Eri-Armuji Unggul 6 Persen Dari Machfud Arifin-Mujiaman, PDIP Gelar Rapat Internal



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pasangan calon (Paslon) Eri Cahyadi dan Armudji (Erji) berada di atas angin. 

Dari hasil survei internal, kandidat nomor urut 1 itu unggul dibandingkan pesaingnya. 

Maka dari itu PDIP optimistis Surabaya kembali merah. 

Hasil perhitungan itu disampaikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto usai menggelar rapat koordinasi Internal kemarin (23/10). 

Dia menuturkan, paslon Erji mampu berada di atas penantangnya. Yaitu pasangan Machfud Arifin-Mujiaman. 

"Dari hasil survei, kami unggul 6 Persen," ucapnya.

Selisih keunggulan itu bakal semakin lebar. Jika, PDIP menambahkan jumlah warga yang belum disurvei. Yaitu dari kalangan pemilih pemula. 

"Undecided voters belum kami hitung," paparnya.

Hasto memaparkan faktor pemicu keunggulan paslon Erji. Pertama, Erji merupakan kandidat yang penerus Tri Rismaharini. 

Sehingga, warga Kota pahlawan tak ragu mendukung keduanya.

Kedua, warga pun optimistis. Paslon Erji, mampu melanjutkan program-program yang sudah dirancang Risma. Yakni berpihak pada wong cilik. Serta mensejahterakan warga.

Sedangkan yang ketiga yaitu warga melihat sosok Eri dan Armudji. Kemampuan Eri tidak perlu diragukan. 

Dia berasal dari birokrat. Memiliki bekal kemampuan membangun Kota.

Armudji tak kalah berpengalaman. Dia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya. 

Sebelum maju sebagai kandidat calon wakil walikota, dia duduk sebagai anggota DPRD Jatim. Ilmu pemerintahan sudah khatam.

Hasto optimistis, dukungan bagi dua kandidat itu semakin bertambah. Keyakinan itu didukung mesin partai yang solid. Seluruh kader turun. Menggalang dukungan. Memenangkan Erji. 

Menurut Hasto, PDIP mengerahkan kader-kader terbaik. Bahkan yang duduk di senayan. 

Diantaranya Puti Guntur Soekarno Putri, Indah Kurnia, serta Bambang DH.

Tokoh PDIP Surabaya juga diajak. Yakni Whisnu Sakti Buana (WS). Pria yang kini duduk sebagai wakil walikota Surabaya itu mendapatkan tugas khusus. Menggalang dukungan. 

Strategi lain juga dirancang. PDIP berupaya menggaet dukungan pemuda. Hal itu berkaca dari jumlah pemilih di kota pahlawan. 

Menurut Hasto, jumlah pemilih muda di Surabaya mencapai 76 persen. 

Ketua Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPC PDIP Anas Karno mengatakan, pihaknya membentuk juru kampanye (jurkam). Corong partai itu berada di setiap Kelurahan. 

"Kami siap memenangkan pilwali," jelasnya.

Anas mengatakan, Surabaya identik dengan PDIP.  Kader banteng sudah membuktikan. Mampu membangun Kota. (Ar)

Prof. Muhammad Harap Media Tebarkan Efek Jera Dari Pelanggaran Kode Etik



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof. Muhammad berharap agar insan pers tidak hanya memberitakan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dari permukaan saja.

"Kalau cuma mengutip jadwal sidang, jadwal putusan, itu bisa dilihat di website DKPP," katanya kepada awak media dalam kegiatan Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media) di Kota Surabaya, Kamis (22/10/2020).

Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh puluhan insan pers yang ada di Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad mengajak media massa untuk turut mengedukasi masyarakat tentang kode etik penyelenggara pemilu. 

Menurutnya, hal ini sangat penting bagi perkembangan demokrasi Indonesia.

"Kita berharap akan berimbas pada penyelenggara pemilu, KPU Bawaslu selalu diingatkan dari berita teman-teman, bahwa ada sahabat anda yang diberikan sanksi x karena melakukan x," jelasnya.

Pria kelahiran Makassar ini menambahkan, selama ini media massa memang sudah banyak memberitakan tentang amar-amar putusan yang dibacakan DKPP.

Namun katanya, hal yang sangat edukatif justru berada pada latar belakang dari amar putusan DKPP.

"Why? Kenapa dia bisa dipecat? Amar itu hanyalah gongnya," ujar Muhammad.

Ia pun berharap agar awak media di Surabaya mampu mengupas tentang pertimbangan putusan yang merupakan latar belakang dari amar putusan DKPP.

Dengan demikian, masyarakat dan khususnya penyelenggara pemilu di Surabaya dapat mengetahui putusan DKPP secara mendalam. 

Sehingga, pelanggaran-pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara pemilu pun dapat tereduksi.

"Surabaya adalah barometer Jawa Timur, sedangkan Jawa Timur adalah barometer bagi Indonesia. Jadi saya harap Surabaya dapat menjadi contoh bagi daerah lain," pungkasnya. (Ar)

Hijaunya Surabaya Di Tangan Risma, Hasto: Akan Dilanjut dan Dikembangkan Eri-Armuji



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sekitar 50 hari lebih sebelum pelaksanaan pencoblosan Pilkada Serentak 2020, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memimpin rapat koordinasi internal partainya untuk wilayah Surabaya dan Pacitan.

Rapat koordinasi itu rencananya dilaksanakan di Hotel Utami, Kota Surabaya, Jumat (23/10/2020). 

Namun, sebelum memimpin rapat itu, Hasto justru meminta terlebih dahulu berkeliling Kota Surabaya. 

Ditemani oleh Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri.

Lebih dari 1,5 jam, perjalanan keliling Kota Surabaya itu dilakukan oleh Hasto. 

Mereka sempat mampir di Kawasan Industri Waru yang berada di wilayah selatan Surabaya. 

Di sana, Hasto langsung menghubungi manajemen pengelola kawasan itu dengan sebuah saran. 

Yakni agar manajemen menyatukan pengelolaan kawasan dengan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya.

"Agar kawasan industri itu menjadi hijau. Sehingga pedestrian dibangun lebih hijau dengan taman-taman yang hijau. Lalu dibangun perpustakaan yang bisa mengambarkan aspek industri. Jadi isinya buku dan soal proses produksi industri pengolahan yang bisa dinikmati oleh kalangan umum," urai Hasto.

Dari pemantauan dan kunjungan langsung ke lapangan, Hasto mengatakan bahwa hijaunya Surabaya semakin menunjukkan kualitas kepemimpinan kader partainya, Walikota Tri Rismaharini.

Bagi PDIP, Walikota Risma berhasil melaksanakan instruksi partai untuk gerakan menanam kembali. 

Hal ini yang nantinya akan dilanjutkan dan terus dikembangkan oleh pasangan calon yang diusung partai berlambang banteng itu di Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji.

"Instruksi penghijauan dan Gerakan Menanam Kembali benar-benar dilaksanakan di bawah kepemimpinan Ibu Risma yang nantinya akan dilanjutkan oleh Ery-Armuji," kata Hasto.

Gerakan ini memiliki makna mendalam daripada sekedar kegiatan fisik semata. Karena di dalamnya, kata Hasto, terkandung spirit untuk menanam budi pekerti, menanam kebaikan, dan patriotisme.

"Semuanya itu tampak lewat hijaunya Surabaya," tegas Hasto.

Hasto juga mengatakan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri selalu mengingatkan bahwa seluruh anggota dan kader Partai tidak boleh terlena akibat kemenangan pemilu dua kali-berturut-turut. Survei memang menunjukkan betapa positifnya dukungan rakyat ke partai. 

Namun, itu hanyalah alar ukur dan penentu kemenangan.

"Penentu kemenangan adalah kerja di tengah rakyat. Maka kader partai terus hadir, turun ke bawah. Lakukan hal yang kongkrit untuk rakyat. Gotong royong untuk rakyat terus kita lakukan: dapur umum; jamu sehat; alat pelindung diri seperti masker; disinfektan; sosialisasi pencegahan covid dan lain-lain," beber Hasto.

"Gerakan menanam terus dilakukan. Partai ikut memastikan melalui Tiga Pilar Partai agar makanan pokok aman bagi rakyat. Gerakan menanam bersifat wajib," pungkas Hasto.

Secara khusus, Hasto menjadikan momentum keliling Surabaya untuk mengingatkan semua kader partai untuk melaksanakan instruksi Megawati Soekarnoputri. 

Bahwa Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) disiapkan di wilayah masing-masing. Khususnya bersiap menghadapi banjir, tanah longsor, dan lain-lain.

"Mitigasi Bencana Basah disiapkan. Siapkan mekanisme pertolongan untuk Ibu dan anak-anak. Seluruh Tiga Pilar Partai wajib memelajari dampak La Nina. Ini penting," kata Hasto. (Ar)

Forkopimda Tampil dalam Drama Resolusi Jihad, Risma Beri Nasehat Para Pejuang untuk Tegakkan Semangat



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Suara merdu lagu berjudul Indonesia Pusaka yang diiringi tari-tarian menjadi tanda dibukanya pertunjukkan Drama Resolusi Jihad. 

Disusul adegan pertama dengan latar Tarian Suhada menggempurkan suasana Halaman Tugu Pahlawan, Kamis (22/10/2020) malam.

Teriakan lantang dialog “Merdeka, merdeka” semakin membakar semangat para pemain bahkan penonton pun turut merasakannya.

Suasana mulai menegang, ketika sosok Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Eddison berperan sebagai M Yasin dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, Pimpinan Laskar Putri memasuki area panggung secara tiba-tiba.  

Dalam adegannya, M Yasin, bersama ajudannya menurunkan bendera Jepang dan mengganti dengan bendera Sang Merah Putih pertama kalinya di Surabaya.

Semakin seru dan haru, ketika memasuki adegan keempat. Saat itu dari bangku penonton, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berperan sebagai Mbok Dar datang dengan latar Dapur Umum. Di sana Wali Kota Risma terlihat begitu mendalami peran dan menguasai isi panggung.

Sesekali ia mengeluarkan candaan tawanya berbahasa jawa, tapi tak jarang pula memberikan nasehat kepada para pejuang untuk untuk tetap penuh semangat menjaga dan menegakkan kemerdekaan.

“Awakmu kabeh, nek kalah jihad tak tembak lho, ayo kudu menang gak oleh mundur (Kalian semua, kalau kalian kalah jihad saya tembak lho. Ayo harus menang tidak boleh mundur),” ungkap Risma memberikan semangat.

Di sela-sela pertunjukkan, Risma juga memimpin pembacaan doa sebelum pasukan berangkat berjihad. 

Ia pun juga mengobarkan semangat yang membara untuk pantang mundur. 

“Ayo dungo sing akeh sakdurunge budal jihad (Mari berdoa yang banyak sebelum berangkat jihad,” teriaknya.

Setelah Mbok Dar pamit dan meninggalkan panggung, Komandan Korem 084 yang berperan sebagai Bung Tomo bersama para pejuang lainnya memasuki panggung dan dilanjut adegan berikutnya.

Di kesempatan yang sama, Presiden UCLG ASPAC ini menambahkan, tujuan dari serangkaian Parade Seni dan Budaya Surabaya merupakan salah satu alternatif yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kepada para pekerja seni lantaran terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19. 

Hal itu tercetus oleh Risma saat dirinya memikirkan dari mana penghasilan dan bagaimana mereka agar tetap produktif.

“Itu salah stau alasannya. Lalu di sini, kami Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tampil secara khusus untuk menghibur warga Surabaya,” kata Risma.

Menurutnya, saat pandemi melanda di seluruh dunia termasuk Surabaya, saat itu pula banyak sekali permasalahan bukan hanya menyelesaikan penyakit. 

Tapi dampak lainnya adalah semakin memburuk kondisi perekonomian. Oleh sebab itu, Wali Kota Risma mengeluarkan berbagai inovasi dan ide agar para seniman tetap dapat berkarya.

“Meskipun saat ini sudah jauh lebih baik, tetapi para seniman belum. Sehingga itu salah satu alasannya menggelar pertunjukkan virtual ini. Akhirnya terkemaslah menjadi sebuah pertunjukkan yang kami gelar sampai dengan Desember mendatang,” pungkasnya. (Ar)

Begini Alasan Risma Menggalakkan Kembali Transportasi Umum di Surabaya



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku jumlah bantuan sebanyak 150 unit bus dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) untuk angkutan perkotaan di Kota Surabaya sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya.

Pasalnya dari jumlah sebanyak 150 unit bus itu maka membutuhkan 8-9 koridor yang dapat mengakses seluruh Kota Surabaya.

“Nanti juga bisa terkoneksi dengan kota-kota penyangga,” kata Risma usai penandatangani MoU dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia tentang perencanaan, pembangunan dan pengoperasian angkutan perkotaan di Kota Surabaya, Kamis (22/10).

Namun sayangnya rencana besar untuk memanfaatkan kembali transportasi umum terutama bus di Kota Surabaya kandas. Ini lantaran adanya pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, saya menyampaikan terimakasih banyak karena kami diberi kesempatan untuk menangani transportasi ini dengan bantuan dari Kemenhub,” imbuhnya.

Kendati demikian, kata Risma pandemi Covid-19 bukan suatu alasan membubarkan rencana besarnya.

Ia mengaku malah analisanya selama pandemi Covid-19 ada keterkaitan erat dengan rencananya itu.

Sebab angka kematian di Kota Surabaya tinggi karena memang banyak pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta. 

Nah, penyakit penyerta itu disebabkan karena kurang gerak, terbukti ketika bekerja mulai dari rumah hingga kantor menggunakan motor atau kendaraan pribadi. Bahkan, kalau hari libur sering traveling.

“Makanya saya sampaikan kepada teman-teman Dinas Perhubungan, kita harus berani mengambil lajur untuk angkutan umum dan sepeda, karena kalau naik angkutan umum dia masih bisa berjalan, minimal berjalan meskipun hanya 100 meter, tapi dia sudah ada gerak, berbeda kalau naik kendaraan pribadi,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Dishub untuk terus menggalakkan sosialisasi pentingnya naik angkutan umum. 

Bahkan, ia juga meminta Dishub untuk menyiapkan parkir-parkir sepeda supaya warga Surabaya bisa tertarik untuk menggunakannya. 

“Ini semua penting untuk merubah perilaku itu, sehingga komorbidnya juga bisa berkurang,” pungkasnya. (Ar)

MoU Dengan Kemenhub, Surabaya Bakal Dibantu Bus Operasional 150 Unit Angkutan Perkotaan



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia tentang perencanaan, pembangunan dan pengoperasian angkutan perkotaan di Kota Surabaya.

Penandatanganan itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Budi Setiyadi, di lobby lantai 2 gedung Balai Kota Surabaya.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, maka secara resmi Kemenhub akan memberikan bantuan  bus operasional sekitar 150 unit untuk angkutan perkotaan di Kota Surabaya. 

Program yang disebut Buy The Service (BTS) itu sebelumnya sudah dilakukan di beberapa kota di Indonesia, kemudian pada tahun 2021, akan dilaksanakan di Kota Surabaya.

“Jadi, kami punya program itu dan anggarannya, sehingga nanti habis ini kita akan lelangkan kepada operator swasta untuk menjalankan bus angkutan perkotaan itu,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Budi Setiyadi seusai acara MoU, Kamis (22/10).

Menurutnya, dari perkiraan dan hasil survei yang dilakukan, di Kota Surabaya ini akan mendapatkan anggaran yang paling banyak, karena membutuhkan 8-9 koridor. Artinya, membutuhkan sekitar 150 unit bus. 

“Bahkan, nanti yang di Surabaya ini juga untuk mendukung Piala Dunia U-20, sehingga anggarannya cukup banyak,” katanya.

Budi juga menjelaskan bahwa konsep bus itu nantinya akan disesuaikan dengan keinginan masyarakat Surabaya, yaitu murah, cepat, nyaman, dingin dan mudah diakses oleh masyarakat. 

“Jadi, konsepnya nanti modern, sesuai dengan keinginan anak-anak milenial,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa program BTS ini filosofinya untuk memindahkan kebiasaan, kebudayaan dan mindset masyarakat yang ketergantungan dengan kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. 

Bahkan, untuk menarik minat masyarakat supaya beralih ke kendaraan umum itu nantinya bisa digratiskan dulu, supaya terbentuk terlebih dahulu perilaku atau kebiasaannya menggunakan angkutan umum. 

“Baru setelah itu nanti mungkin akan berbayar. Bahkan, nanti kemampuan untuk membayar itu kita akan survie kemampuannya dan pasti akan ada subsidinya,” ujarnya.

Sedangkan untuk lelangnya, ia memastikan akan melalui e-katalog sekitar Bulan November-Desember. 

Oleh karena itu, ia berharap sekitar Bulan Maret sudah bisa dimulai di beberapa koridor. 

“Sementara untuk jam operasionalnya, belum kita tentukan, mungkin sampai jam 10 malam tergantung koridornya,” pungkasnya. (Ar)

Covid-19 di Kota Surabaya Terus Melandai, Sebanyak 63 Kelurahan Sudah Nol Kasus



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19 di Kota Pahlawan.

Alhasil kasus Covid-19 di Surabaya terus melandai, bahkan per tanggal 21 Oktober 2020, ada sebanyak 63 Kelurahan yang sudah nol kasus.

Salah satunya dengan melakukan penguatan upaya promotif dan preventif melalui sosialisasi protokol kesehatan, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan RT/RW, Kelurahan, Kecamatan dengan melibatkan lintas sektoral secara intensif dan berkelanjutan.

"Kami juga terus menjamin masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan tetap patuh malaksanakan 3C (menghindari close room, close distancing, crowded) dengan mengikutsertakan peran serta lintas sektor diantaranya yakni Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Kamis (22/10).

Ia menjelaskan, selain itu upaya meningkatkan pemeriksaan tes swab juga semakin masif dilakukan. 

Terutama bagi masyarakat yang memiliki angka resiko terkonfirmasi lebih tinggi. 

Ia juga menegaskan dalam pelaksanaan tes swab itu dipastikan telah berkoordinasi dengan puskesmas masing-masing wilayah untuk pemantauan lebih lanjut.

“Kemudian, mensyaratkan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif bagi pelaku perjalanan. Terutama bagi warga yang baru pulang dari berpergian. Atau warga luar kota yang menginap di Surabaya," jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk memaksimalkan upaya-upaya preventif itu, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan peran dan fungsi dari Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. 

Menurutnya, ini menjadi penting dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan penularan Covid-19 di masyarakat. 

“Tentu dengan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap warga yang dikarantina atau isolasi mandiri,” urainya.

Bahkan, tidak berhenti sampai di situ, Pemkot Surabaya juga memberikan fasilitas penyediaan sarana isolasi berupa Hotel Asrama Haji (HAH) bagi pasien yang terkonfirmasi. Orang Tanpa Gejala (OTG) . 

“Sehingga dapat menurunkan risiko penularan di masyarakat,”paparnya.

Langkah berikutnya, monitoring harian juga rutin terus dilakukan khususnya bagi pergeseran status pelaku perjalanan, kontak erat maupun suspek atau probable di masing-masing kelurahan untuk terus mendeteksi dini (early warning sistem) berbasis wilayah di bawah koordinasi Wani Jogo Suroboyo dan puskesmas. 

“Terakhir, melibatkan peran aktif Karang Taruna, PKK, Remas dan organisasi kemasyarakatan untuk menerapkan Program Sehat Mandiri, Bebas dari Covid-19 berbasis keluarga,” pungkasnya. (Ar)