Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Cara Risma Me-manage Pajak

Baru kalau ekonomi naik, saya naikkan. Jadi tidak setiap tahun naik, bergantung kondisi ekonominya. Tapi kenapa bisa tercapai dan relatif bsia membiayai program yang kami buat di Surabaya? Itu bagaimana intensifikasi serta bagaimana me-manage uang sehingga uang itu bisa maksimal penggunaannya

Penahanan Dahlan Iskan Ditangguhkan

Penyidik Pidsus Kejati Jawa Timur menangguhkan penahanam terhadap Dahlan Iskan, karena kesehatannya mendadak buruk seusai diperiksa di Kejati Jatim.

Djarot Kampanye di Pasar Burung Pramuka

Cawagub DKI Jakarta No Urut 2 Djarot berkampanye di Pasar Burung Pramuka, Djarot mengupayakan relokasi pasar burung dibatalkan dan hanya direnovasi total.

e-Government Surabaya Diadopsi Daerah Lain

KPK mendorong agar lebih banyak pemerintah daerah yang menerapkan sistem tata kelola berbasis elektronik seperti yang telah diterapkan Pemkot Surabaya.

Dahlan Iskan Akhirnya Dimedaengkan

Dengan suara lantang, Dahlan mengungkapkan tidak kaget dengan penetapan sebagai tersangka kemudian ditahan. Menurutnya, dia diincar terus oleh yang lagi berkuasa.

Wisnu Wardhana Resmi Di Penjara

Ketua DPC Partai Hanura Surabaya ditahan setelah ditetapkan tersangka karena diduga berperan atas penjualan aset PT PWU Pemprop Jatim.

Golkar Optimis Menangkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto menargetkan bakal memenangkan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) RI tahun 2019 mendatang

Audisi D’Academy 4 Ajang Pedangdut Berbakat

Setelah sukses melahirkan Bintang- bintang Dangdut muda berbakat, Indosiar menggelar Audisi D' Academy Indonesia 4 di di BK3S Convention Center Surabaya

Komisi A Sidak Jalan Perumahan Villa Bukit Mas

"Amar Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 684 PK/Pdt/2012 lalu, Linda Handayani Nyoto dinyatakan menang gugatan atas lahan tersebut. Pemkot dan PT Inti Insan Lestari mempunyai kewajiban membayar ganti rugi sebesar Rp. 3.835.065.000

Jaksa Berharap Anak BF Sutadi Tidak Divonis Rehab

Dasar kami adalah tes urinenya yang negatif. Sehingga kami menyimpulkan ada pemufakatan jahat untuk menguasai sabu yang dipesan dari terdakqa Rully Setiawan

Januari 2017, Risma Gelar Mutasi

Ya kalau mau sekarang mutasi ya aku siap aja, ayo tak mutasi. Tapi apa yang lain siap semuanya. Sebab ada SKPD yang baru, juga ada yang nomenklaturnya dirubah. Saya kira yang pas itu awal tahun depan

Eksepsi Ditolak, Korupsi Husnul Ke Pembuktian

Keberatan terdakwa Husnul Khuluq terkait kewenangan Pengadilan Tipikor dalam mengadili perkaranya tidak berdasar. Selain itu, jaksa juga mengklaim telah menyusun surat dakwaannya sesuai dengan prosedur dengan terpenuhinya syarat-syarat formil dan materiil

Yontaifib Marinir: Pasukan Elit Marinir TNI AL

Berkaca dari mahalnya operasi amfibi di luar negeri (dari sisi jumlah korban pasukan pendarat) dan pengalaman dalam Operasi Indra — operasi amfibi pertama KKO AL di pantai Indramayu kala menumpas DI/TII pada Maret 1953— maka kebutuhan akan adanya satuan Amphibious Recon ini memang terbilang mendesak

Dahlan Iskan Didakwa Pasal Berlapis

Dahlan Iskan didakwa dengan pasal berlapis. Dalam dakwaan primer, Dahlan Iskan dijerat melanggar pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU. No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Sedangkan dalam dakwaan subsider, Dahlan dijerat melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Mantan Ketua KPK Muncul Disidang Dahlan

Kedatangan mereka hanya untuk memberikan support ke Dahlan Iskan. Usai bertemu dilobby Pengadilan Tipikor, ketiga tokoh itu langsung masuk ke ruang saksi prima sambil menunggu sidang pembacaan eksepsi Dahlan Iskan dibacakan tim penaeehat hukumnya yang diketuai Yusril Ihza Mahendra

Pemkot Surabaya Terima Hibah Peralatan IKM

Beberapa peralatan yang dihibahkan ke Pemkot Surabaya untuk pemberdayaan pelaku IKM tersebut diantaranya mesin obras sebanyak tiga unit, mesin neci tiga unit, mesin jahit 22 unit, mesin pengering sepatu, shoelast sepatu pria dan beberapa mesin

Minggu, 28 Mei 2017

Antisipasi Curat-Curas, Amankan 27 Motor Bodong

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Petugas gabungan terdiri dari Polisi, Satpol PP, TNI terus berupaya melakukan pengamanan selama bulan Ramadan. Memasuki hari kedua pelaksaan puasa, satgas gabungan menggelar operasi ‘Surabaya Tertib Ramadan 2017’ di depan ITC Mega Grosir, Minggu (28/5) dini hari.

Hasilnya, petugas mendapatkan 40 pelanggaran dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, sebanyak 27 pengendara tanpa dilengkapi surat ijin mengedarai (SIM) dan 13 kendaraan roda dua  tanpa dilengkapi surat tanda nomor kendaraan (STNK) turut diamankan.

“Saat itu juga, kami berikan tilang kepada para pelanggar pengendara roda 2 dan roda 4 yang telah melanggar ketentuan,” ujar AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya yang ikut memimpin langsung jalannya operasi cipta kondisi tersebut.

Lanjut Shinto, dalam kegiatan itu difokuskan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas meliputi 3C (curat, curas dan curanmor,red). Namun, selama kegiatan hampir dua jam tersebut, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda tersebut.


“Pada puasa hari kedua ini kita tingkatkan kegiatan patroli skala besar untuk mengantisipasi 3C. Apalagi kejahatan-kejahatan jalanan, trennya meningkat saat menghadapi lebaran. Kegiatan semacam ini akan kita tingkatkan lagi, seperti razia pekat di jalanan. Misal pesta miras, petasan, peledak, senpi, sajam, narkoba,” sambung lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1999 ini.

Kendati belum menemukan hasil signifikan, namun operasi semacam ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadan. Hal tersebut dilakukan guna memberikan kenyamanan bagi warga Surabaya yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan ini terus akan kita lakukan sehubungan dengan operasi Surabaya Tertib Ramadan yang hanya berlangsung di Surabaya sampai dengan tanggal 18 Juni 2017,” pungkasnya. (arf)

Beraksi di 10 TKP, Duo Jambret ABG Nyungsep

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dua jambret ABG (anak baru gede), dibekuk anggota Reskrim Polsek Tandes di Bundaran Jalan Karangpoh, tepatnya di belakang pos pantau polsek, Minggu (28/5). Saat diamankan warga dan petugas, dari mulut kedua pelaku menebar aroma alkohol. Kedua pelaku itu adalah GPH (16) warga Jalan Dupak Baru, Bubutan dan DG (16) warga Dupak Bangunsari I, Krembangan.

“Kedua pelaku jambret yang masih belia ini sudah kita amankan, dan masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Oloan Manullang, Kanit Reskrim Polsek Tandes, Minggu (28/5) siang.

Lanjut Oloan, sebelum tertangkap kedua pelaku saat itu sedang beraksi di Jalan Raya Bibis. Dengan mengendarai motor Honda Beat warna L 4215 WD, keduanya mengikuti korban Doni (25) yang sedang membonceng Luthfiyatul (24). Keduanya asal Menganti Gresik.

Tepat di depan Kantor Pos Kelurahan Manukan Wetan, Tandes Surabaya, pelaku memepet korban dan merampas tas yang saat itu dibawa Luthfiyah. Spontan, tarikan tas itu membuat Luthfiyah kaget dan spontan berteriak. Sayang teriakan Luthfiyah tak membuahkan hasil karena saat itu jalanan sepi. Rupanya, kedua pelaku ini benar-benar sial. Langkahnya terhenti lantaran ada kereta api melintas di rel Margomulyo, hingga membuat motor yang ditumpangi jatuh.

"Teriakan korban itu yang membuat pelaku takut, lalu meninggalkan motor. Anggota yang kebetulan berada di kring serse mengejar kedua pelaku,” sambung Oloan.

Pengejaran yang dilakukan AKP Oloan beserta anggotanya dibantu warga tidak sia sia. Kedua pelaku berhasil diringkus. GPH diringkus tidak jauh dari tempat motornya terjatuh.

Sedangkan DG, justru nyungsep disebuah got tepat dibelakang Pos Pantau Polsek Tandes di Bundaran Karangpoh. DG yang sebelumnya lari cepat menghindari kejaran polisi, akhirnya menyerah.

Dari hasil interogasi, kedua pelaku ini sudah beraksi di 10 TKP di wilayah hukum Polsek Tandes, Sawahan dan Bubutan. Antara lain di Jalan Margomulyo sebanyak 3 kali ; di Manukan sekali ; di Jalan Arjuno dua kali ; di Tugu Pahlawan dua kali dan di Jalan Pasar Kembang beraksi sekali.

"Tas korban berisi dua HP dan uang 79 ribu serta motor milik pelaku kami amankan sebagai barang bukti," terang AKP Oloan.

Setiap beraksi, lanjut Oloan, kedua pelaku sering melukai korbannya. Sebab, target terpenting keduanya adalah merampas harta benda para korban, meskipun harus menjatuhkan korbannya diatas aspal.

"Korban terakhir (Luthfiyatul, red) juga sempat terjatuh dan menderita sejumlah luka," tandas AKP Oloan. (arf)

Dankormar Pimpin Sertijab Komandan Denjaka Yang Baru

 
KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta Selatan) Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Detasemen Jalamangkara (Dandenjaka) di Kesatrian Marinir Arthur Solang, Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin (Sabtu, 27/5). 

Dalam Sertijab tersebut mantan Asintel Danpasmar-2 Kolonel Marinir Bambang Wahyuono, dilantik sebagai dandenjaka menggantikan Kolonel Marinir Supriyono yang selanjutnya mengikuti Dikreg Sesko TNI.

Dankormar dalam sambutannya menyampaikan bahwa serah terima jabatan dandenjaka ini memiliki makna yang sangat penting dan straregis, karena sangat berkaitan erat dengan dinamika proses kesinambungan pembinaan personel dan organisasi.

Lebih lanjut orang nomor satu di Korps Baret Ungu ini juga mengatakan, Denjaka sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir yang berkedudukan langsung di bawah Komandan Korps Marinir, mempunyai tugas untuk membina kekuatan dan kemampuan kesatuan guna melaksanakan operasi anti terror, anti sabotase dan operasi klandestin yang beraspek laut maupun operasi-operasi khusus lainnya sesuai kebijakan Panglima TNI.

"Dengan tugas yang demikian, maka Detasemen Jalamangkara dituntut untuk selalu siap dan antisipatif terhadap perkembangan situasi yang multidimensi serta memiliki responsif secara cepat dan tepat,” pungkas Dankormar.

Pada kesempatan tersebut, sebelum prosesi upacara Sertijab, Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono menerima brevet Anti Terror Aspek Laut dan brevet Intai Amfibi Marinir yang disematkan langsung oleh Dandenjaka Kolonel Marinir Supriyono dan Danyon Taifib-2 Marinir Letnan Kolonel Marinir Rino Rianto.

Hadir dalam acara tersebut para mantan Dankormar di antaranya Letjen TNI (Mar) R M Trusono (Dansesko TNI), Letjen TNI (Purn) Mar Nono Sampono (Waket DPD Nasdem Wil. Timur), Mayjen TNI (Purn) Mar Gafur Khalik, Mayjen TNI (Mar) Joko Pramono, Mayjen TNI (Purn) Mar Yusuf Solihin, Brigjen TNI (Purn) Mar Frans Kansil, Kas Kormar Brigjen TNI Mar Hasanudin, Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, para pejabat utama Kormar dan Pasmar-2, Ketua Gabungan Jalasenastri Kormar Ny. Bambang Suswantono beserta pengurus dan Ketua Korcab Jalasenastri Pasmar-2 Ny. Nur Alamsyah beserta pengurus, dan undangan lainnya. (arf)

Antisipasi Masuknya Isis, Kapal Selam TNI AL Sandar di Bitung

 
KABARPROGRESIF.COM: (Manado) Serangan ISIS di Marawi, Mindanao selatan, Filipina, menjadi ancaman untuk Sulut. Dikuatirkan, kelompok ISIS akan menyeberang ke pulau-pulau terdekat Sulut, seperti Miangas untuk lari ketika terdesak. Karena diketahui, Presiden Filipina Rodrigo Duterte terus melakukan tekanan kepada kelompok Maute, yang berafiliasi dengan ISIS.

Jaksa Agung Jose Calida di Davao mengatakan, yang terjadi di Mindanao bukan lagi pemberontakan warga Filipina tapi sudah menjadi invasi orang asing. 

“Terdapat warga Malaysia, Indonesia, dan Singapura serta orang asing lainnya yang bergabung dengan kelompok Maute yang menyerang kota Marawi,” katanya.

Calida mengatakan, orang-orang asing itu mendapat panggilan dari ISIS untuk berangkat ke Mindanao. ISIS meminta mereka mendirikan sebuah wilayah atau provinsi ISIS jika mereka tak bisa berperang di Irak atau Suriah.

Brigadir Jenderal Rastituto Padilla, juru bicara militer Filipina mengatakan, enam anggota kelompok militan tewas dalam pertempuran di Marawi, kemarin. Di antara anggota militan yang tewas terdapat warga Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Lanjutnya, sejauh ini 11 tentara, dua polisi, dan 31 anggota kelompok militan tewas dalam pertempuran di Marawi yang sudah memasuki hari keempat.

Di Sulut sendiri, pengaman TNI-Polri terus ditingkatkan. Di antaranya dengan mengerahkan kapal selam KRI Cakra-401 milik TNI AL. Kapal selam ini sudah sandar di dermaga Samla, Bitung, kemarin (26/5).

Danlantamal VIII/Manado Laksma TNI Suselo tidak membantah itu. Tapi menurutnya, KRI KRI Cakra-401 bukan semata-mata untuk mencegah masuknya kelompok ISIS dari Filipina lewat jalur perairan. 

“Itu memang dalam rangka operasi,” tandasnya.

Lanjutnya, Lantamal VIII/Manado juga terus menyiagakan prajurit dan kapal perangnya di Pos TNI AL di Nusa Utara. Karena pulau-pulau di Nusa Utara yang berdekatan dengan Filipina. 

“Setiap ada kapal diperiksa kelengkapan serta dipastikan keperluannya. Jika dimungkinkan kita izinkan,” kata Suselo.

Menurutnya, ada empat Lanal yang ditempatkan di wilayah hukumnya. 

“Marore, Gorontalo, Palu, Balikpapan. Semua untuk menangkal adanya ancaman,” terang Laksma Suselo.

Terpisah, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito mengungkap, pihaknya sudah menyebar intelijen ke pelosok hingga perbatasan. Ini untuk mencegah masuknya kelompok teroris ke Sulut. 

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Tetap beraktivitas seperti biasanya. Polisi dan TNI terus meningkatkan patroli dan razia,” ungkap jenderal bintang dua.

Meski belum ada ancaman nyata, menurutnya Polda tetap bersinergi dengan jajaran TNI di Sulut. 

“Mengingat Sulut berbatasan langsung dengan Filipina. Kami terus mengawasi perkembangan kelompok radikal ini. Masyarakat, kami harap ikut melakukan antisipasi dengan melapor jika ada yang mencurigakan,” tandas Kapolda.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Ganip Warsito menegaskan, TNI AD di Sulut juga siaga menangkal masuknya teroris. 

“Kita deteksi dulu. Intelijen juga sudah disebar hingga ke perbatasan. Hingga kini wilayah kita masih aman-aman. Masyarakat tidak perlu takut,” yakinnya.

Bagaimana untuk pengamanan udara? Danlanudsri Kolonel Pnb Arifaini Dwiyanto menegaskan, pesawat tempur dari skadron yang membawahi wilayah pengamanan hingga ke Sulut, sering melakukan patroli pengamanan. 

“Ini juga untuk mengantisipasi ancaman-ancaman yang sama-sama tidak kita inginkan,” singkatnya.

Di tempat lain, Komandan Kodim (Dandim) 1301 Satal Letkol Inf Saiful Parenrengi mengatakan, sebagai Satuan Tugas (Satgas) pulau terluar terutama Miangas, Marore dan Marampit, yang dekat dengan Filipina sudah melaksanakan koordinasi. Koordinasi ini secara instens dilakukan dengan Pos Angkatan Laut dan Polsek. 

“Termasuk juga melibatkan Beacukai dan Imigrasi yang nantinya akan melaksanakan patroli gabungan di sekitar pantai atau di wilayah laut. Terutama mengamati dan menangkap langsung serta menanyai orang asing yang masuk ke wilayah tersebut,” katanya.

Lanjutnya, karena diketahui, wilayah laut di Satal sering dijadikan tempat perlintasan orang Filipina yang masuk ke wilayah Sulut. 

“Termasuk orang dari Filipina yang mencari hasil laut kita akan selidiki. Karena bisa saja tujuannya bukan mencari ikan tetapi membawa senjata ataupun bahan-bahan peledak yang dapat membahayakan keutuhan negara kita," tegas Parenrengi

Dia juga menambahkan, nantinya ada patroli laut yang berlaku untuk setiap pelanggar batas wilayah yang saat ini sudah dilaksanakan secara intens. 

“Apabila nanti sifatnya sangat menonjol dan bisa membahayakan negara, mungkin kita akan fokuskan kekuatan merambat ke Miangas, Marore dan Marampit. Namun sampai sejauh ini berdasarkan laporan satgas yang ada di pulau-pulau tersebut belum ditemukan hal-hal yang menonjol. Namun tugas dan tanggung jawab kita tetap mengamankan perbatasan terutama wilayah laut. Apabila ada penonjolan kegiatan kami akan melaporkan ke komando atas Korem dan Kodam," pungkasnya.

Terpisah Kapolres Sangihe AKBP I Dewa Made Adyana SIK mengungkapkan, untuk mengantisipasi jaringan ISIS ke Sangihe, Polres akan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan tamu wajib lapor 1x24 jam.

 "Kami akan sampaikan ke pemda agar meneruskan ke pemerintah kampung atau kelurahan untuk mengaktifkan tamu wajib lapor bagi pendatang baru yang hendak menginap. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi orang-orang baru," ungkap Kapolres.

Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana menuturkan akan segera mengaktifkan tamu wajib lapor 1x24 jam. 

"Kita memang harus berjaga-jaga jadi nantinya tamu wajib lapor 1x24 jam akan diaktifkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tandas Gaghana.

Sementara itu, pakar hukum di Sulut ikut memberi solusi bagi aparat untuk mencegah masuknya ISIS dari Filipina. Wempi Kumendong SH MH mengatakan, saat ini ISIS rawan masuk ke Sulut karena mereka sudah berada dekat perbatasan Indonesia (Sulut). 

“Jadi Polda dan TNI harus melakukan penjagaan ketat,” tegasnya.

Lanjut Kumendong, masyarakat harus membantu aparat untuk menjaga keamanan. 

“Misalkan jika melihat oknum-oknum mencurigakan segera melapor ke pihak berwajib,” ujarnya. 

Untuk daerah perbatasan harus diperketat pengawasannya. 

“Misalkan di bandara, pelabuhan, atau terminal, itu mesti ekstra ketat lagi (pengamanan). Kalau perlu dilakukan sweeping dengan menanyakan KTP dan tanya asal mana,” tutup dosen Unsrat ini.

Pengamat hukum Toar Palilingan SH MH juga senada. Menurutnya, Polda dan TNI di Sulut harus memberikan keamanan yang lebih ketat di semua potensi pintu masuk. 

“Terlebih khusus di kepulauan. Kan, kalau di Sulut pasti penjagaannya sudah dipersiapkan. Tapi kalau orang yang tinggal di pinggiran pantai, akses terbuka lebar,” kata Palilingan.

Lanjutnya, saat ini di Sulut sudah ada Kodam XIII/Merdeka. Otomatis sudah bertambah personil untuk keamanan. 

“Pastinya ada gerakan bawah tanah juga. Itu merupakan salah satu gerakan secara diam-diam yang harus dilakukan aparat keamanan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menyebutkan, jika ada tamu yang datang, kemudian sudah sehari, itu wajib melapor ke pemerintah setempat. 

“Karena mungkin kita tidak tahu kalau ISIS sudah berada di antara kita. Mungkin karena kita yang super cuek,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat harus lebih waspada. Paling penting membantu pemerintah dalam menjaga daerah. 

“Saya berharap Polda dan TNI bergerak cepat melakukan penjagaan berbagai titik. Karena ISIS rawan masuk ke Sulut memang,” katanya. (arf)

Priyo Aljabar Tutup Usia


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pembawa acara sekaligus anggota kelompok komedian Galajapo asal kota Surabaya, Priyo Aljabar (52) meninggal dunia, di RSUD Sidoarjo, Sabtu(27/5/2017) malam, sekitar pukul 21.21 Wib.

Sejak setahun ini, Priyo harus menjalani perawatan medis, karena menderita tumor di bagian perut. Jenazah di makamkan di TPU Pucang kelurahan Margersari, Surabaya, Jawa Timur.

“Cak Priyo meninggal, mohon dimaafkan kesalahan almarhum selama hidupnya,” ungkap Suko Widodo, dosen Universitas Airlangga, yang dulu pernah lama menjadi partner-nya di sebuah acara televise “Cangkrukan”, Sabtu (27/5/2017).

Banyak kenangan yang melekat dari Almarhum, bagi Suko Widodo, khususnya saat dirinya masih aktif siaran. Sikap kritis dan egaliter yang dimiliki almarhum, menurut dia, sangat membekas. Bahkan ‘guyonannya’ selalu sopan meski di sisipi dengan kritikan tajam.

“Selain piawai melawak, almarhum juga sangat menguasai isu terkini yang lagi tren di masyarakat. Almarhum santun berkomunikasi dan guyonannya intelek,” pungkasnya. (arf)

Satgas Yonif Mekanis 512/Quratara Yudha Gelar Pengobatan Massal


KABARPROGRESIF.COM : (Papua Barat) Bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Pos Komando Taktis Satgas Yonif Mekanis 512/QY dalam rangka memperingati HUT ke-69 Yonif Mekanis 512/QY menggelar kegiatan pengobatan massal di kampung Warlef Distrik Senggi Kabupaten Kerom Propinsi Papua. Sabtu (27/5/2017)pagi.
  
Tim Kesehatan Pos Komando Taktis Satgas Yonif Mekanis 512/QY yang dipimpin oleh Letda Ckm dr.M.Efendy Nugraha Hasibuan melaksanakan pengobatan massal di kampung Warlef distrik Senggi Kabupaten Kerom, Provinsi Papua Barat.


Warga Kampung Warlef Distrik Senggi berbondong-bondong datang di balai kampung Warlef untuk mendaftarkan diri demi mendapatkan pelayanan kesehatan massal/gratis  dari tim kesehatan Satgas Yonif Mekanis 512/QY dalamrangka memperingati HUT ke-63  Yonif Mekanis 512/QY.
  
Dalam pelaksanaan kegiatan pengobatan massal di kampung Warlef Distrik Senggi kabupaten Kerom tersebut di hadiri oleh Kapten Chk Bahrudin, S.H, mewakili Komandan Bataliyon Mekanis 512/QY, Letda Ckm dr.M.Efendy Nugraha Hasibuan sebagai ketua tim kesehatan  Satgas Yonif Mekanis 512/QY, bapak Petrus Sowe wakil dari pemerintahan kampung dan bapak Yance Wam Beliaw Ondoafi kampung Warlef, kegiatan pengobatan massal di mulai dari pukul 08.00 wit sampai dengan pukul 12.00 wit sudah terdaftar sekiat 25 0rang pasien yang berobat diantaranya 10 orang laki-laki, 10 orang wanita, 5 0rang anak-anak dengan Diagnosa: Ispa, Gastritis, Myalgia, Cephalgia, LBP, GE(Gas troen Teritis) dan Influenenza.

Dalam sambutannya, Komandan Satgas Yonif Mekanis 512/QY yang di bacakan oleh Kapten Chk Bahrudin, SH, mengatakan kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian Satgas Yonif Mekanis 512/QY terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui program pengobatan massal dengan gratis dan momen ini seyogyanya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh komponen masyarakat terutama golongan masyarakat kurang mampu, semoga pelayanan yang telah di berikan oleh tim kesehatan Satgas Yonif Mekanis 512/QY dapat menunjang kesehatan masyarakat yang kurang mampu.

“TNI lahir dari Rakyat dan akan kembali kepada Rakyat” merupaakan prinsip yang melekat dalam diri setiap prajurit termasuk prajurit MARABUNTA Satgas Yonif Mekanis 512/QY. (arf)

SP3 Kasus Fitnah Dirut PT Sucofindo Dinilai Janggal

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dwi Wahyudi, Karyawan PT Sucofindo sekaligus pelapor kasus pencemaran nama baik dan fitnah yang diduga dilakukan Dirut PT Sucofindo, Bachder Djohan Budin, menilai janggal atas Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan Polrestabes Surabaya, pada 4 November 2016 lalu.

Menurut Dwi, SP3 Bernomor SPPP/2014/XI/2016/Satreskrim telah mencederai rasa keadilan atas sikap semena-mena Dirut PT Sucofindo yang telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dengan tudingan menerima suap dari sejumlah eksportir.

Tudingan menerima suap itu pun termentahkan saat Dwi Wahyudi membawa kasus PHK Sepihaknya ke Disnaker Kota Surabaya, pada 18 Februari 2016 lalu.

"Atas dasar bukti-bukti dari putusan Disnaker itulah saya melaporkan adanya perbuatan pencemaran nama baik dan fitnah ke Polda Jatim,"kata Dwi, Minggu (28/5/2017).

Namun, penanganan kasus yang dilaporkan ke Polda Jatim dengan Nomor LP/373/III/2016/UM/SPKT Polda Jatim tersebut dilimpahkan Ke Polrestabes Surabaya. Dan ironisnya, bukti-bukti yang diajukan Dwi Wahyudi tidak digubris dan berujung SP3.

"Bukti-bukti yang saya ajukan diabaikan penyidik dan malah laporan saya di SP3, ada apa?,"kata Dwi.

Hal senada juga diungkapkan, Muhammad Nasiq, SH selaku kuasa hukum Dwi Wahyudi. Dia menduga penerbitan SP3 tersebut syarat kepentingan.

"Padahal tudingan menerima suap dari eksportir sudah tidak terbukti dan ada juga surat pernyataan dari eksportir yang menyatakan tidak pernah memberikan suap pada saudara Dwi Wahyudi, lalu atas dasar apa PHK itu dan unsur fitnah dan pencemaran nama baik menurut saya sudah ada, tapi malah dinyatakan tidak cukup bukti dan di SP3,"kata Nasiq saat dikonfirmasi.

Dijelaskan Nasiq, Sebelum melakukan PHK dengan sanksi berat yang mengarah ke perbuatan pidana, semestinya harus dibuktikan dulu, sebagaimana sesuai dengan SK Menteri Tenaga Kerja dan Putusan Mahkamah Konstitusi.

"Sehingga ada dugaan ada ketidaknetralan dalam penanganan perkara aquo ini,"sambung Nasiq.

Selain itu, masih kata Nasiq, ada perlakuan aneh yang ditunjukan penyidik Polrestabes Surabaya dalam penanganan laporan pidana terhadap Dirut PT Sucofindo. Diawal proses penyelidikan, penyidik mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke Dwi Wahyudi selaku pelapor dan menerangkan ada unsur pidana yang dilakukan Dirut PT Sucofindo, sehingga laporan Dwi Wahyudi ditingkatkan ke tingkat penyidikan.

Saat proses penyidikan, penyidik mengirimkan SP2HP sebanyak dua kali dan menerangkan tidak ada hambatan dalam proses penyidikan. Namun, di SP2HP yang ketiga barulah penyidik berubah sikap, dan menyatakan laporan Dwi Wahyudi tidak cukup bukti dan proses penyidikannya dihentikan.

"Tapi setelah saya tanya, Penyidik sendiri tidak bisa menjelaskan apa alasan kasus ini sampai di SP3,"terang Nasiq.

Untuk melawan SP3 itu, Dwi Wahyudi melalui Muhammad Nasiq mengaku akan terus mencari keadilan untuk mendapatkan kepastian hukum atas tindakan semena-mena Dirut PT Sucofindo, Bachder Djohan Budin yang telah mengeluarkan surat PHK Sepihak dengan dasar fitnah.

"Dalam waktu dekat, kami akan menempuh praperadilan atas SP3 itu,"ujar Nasiq. (Komang)

Sabtu, 27 Mei 2017

Terjerat Kasus Penipuan dan Penggelapan, Henry J Gunawan Bos PT Gala Bumi Perkasa Ditetapkan Sebagai Tersangka

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Henry J Gunawan, Pemilik PT Gala Bumi Perkasa, sekaligus investor Pasar Turi Baru ditetapkan tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh Penyidik Polrestabes Surabaya.

Kini, kasus tersebut telah bergulir ke Kejari Surabaya, setelah penyidik mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi telah menunjuk dua orang jaksa yang menangani perkara Henry J Gunawan ini. Dua jaksa itu adalah, Damang Anubowo dan Ali Prakoso.

"Kami tinggal menunggu pelimpahan berkas perkara saja. Jika berkas perkara sudah dilimpahkan, selanjutnya akan diteliti oleh jaksa peneliti (jaksa Damang dan Ali),” terang jaksa asal.Bojonegoro saat dikonfirmasi, Jum'at (26/5/2017).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Henry J Gunawan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan berdasarkan laporan seorang notaris asal Surabaya. Selama proses penyidikan di Polrestabes Surabaya, dua kali sudah Henry memutuskan mangkir dari pemanggilan pemeriksaan. Meskipun begitu, sampai saat ini belum ada upaya tegas dari penyidik untuk menjemput paksa Henry J Gunawan ini. (Komang)

Keterangan Dosen UKPB Mentahkan Dakwaan Jaksa

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Persidangan kasus penyekapan yang menjerat kakak beradik, Widia Selamet dan Hartono Selamet sebagai terdakwa memasuki babak baru.

Diakhir pembuktian perkara ini, tim kuasa hukum ke dua terdakwa yang terdiri dari Ucok Rolando Parulian Tamba bersama Musa Darwin Pane, Marco Van Basten Malau dan Dahman Sinaga menghadirkan C Djisman Samosir, SH, MH, Ahli Hukum Pidana Universitas Katolik Parahyangan Bandung (UKPB).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Sigit Sutriono, Djisman menyebut, jika tidak ada perbuatan pidana yang dilakukan kedua terdakwa.

Keterangan itu dinyatakan Djisman saat menjawab pertanyaan tim penasehat hukum kedua terdakwa melalui gambaran cerita perkara atau ilustrasi terkait pasal 333 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 KUHP sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

"Apabila dalam surat dakwaan terdapat salah penerapan pasal, maka konsekuensinya adalah dakwaan tersebut batal demi hukum.", terang Djisman pada persidangan.

Selain itu, Dosen hukum pidana ini juga menjelaskan apabila dalam Pasal 333 ayat (1) KUHP salah satu unsur saja tidak terpenuhi, maka harus bebas.

"Satu saja unsur pasalnya tidak terpenuhi, maka terdakwa harus dibebaskan dari tuntutan hukum,"sambung Djisman.


Setelah menjelaskan unsur-unsur pasal yang didakwakan jaksa, tim penasehat hukum menanyakan terkait keterangan saksi dalam persidangan. Pada fakta yang terungkap, dari 13 orang saksi, hanya 1 saksi yang memberikan keterangan telah melihat terdakwa penggembokan dengan rantai dan pagar.

Menurut Djisman, Dalam Hukum Pidana dikenal asas satu saksi bukanlah saksi, dalam bahasa Belanda unus testis, nullus testis.

"Satu saksi bukan saksi karena pada prinsipnya saksi bisa direkayasa. Saksi harus melihat, mendengar dan mengalami sendiri sebagaimana yang terdapat dalam KUHAP. Apabila selama itu tidak ada, maka merupakan saksi palsu dan nilai pembuktiannya adalah nol.", terang Djisman.

Perlu diketahui, tuduhan penyekapan ini dialami Widia dan Hartono berawal ketika terjadi upaya pengosongan lahan milik orang tuanya di Jl Nginden Semolo, Surabaya yang dilakukan oleh Advokat dari Pasopati & Associates pada Agustus 2014.

Saat itu, advokat menutup gembok pagar depan dan tengah untuk menjaga lahan agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun tiba-tiba pada 12 Agustus 2014, Adjie Chendra melaporkan Hartono dan Widia ke Polrestabes Surabaya atas tuduhan penyekapan. (Komang)

Jumat, 26 Mei 2017

Kos Mesum Ravella Kedungdoro Digerebek

Ditemukan Pasangan Sesama Jenis dan Trafficking




KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Ditutupnya lokalisasi prostitusi di Surabaya, dimanfaatkan pemilik kos untuk memberikan tempat bagi para lelaki hidung belang untuk melampiaskan nafsu syahwatnya. Sebuah kos harian, Ravella Kost, di Jalan Kedungdoro 94, Jumat (26/5), dirazia polisi dan Satpol PP Surabaya. Saat digerebek, petugas mendapati pasangan mesum, pasangan sesama jenis, dan praktik prostitusi bermodus trafficking.

Dalam razia itu, petugas mengamankan delapan orang. Di antaranya tersangka trafficking Devi Wulandari (24), warga Jalan Tangkisturi Blok D;, Simo Mulyo, REZ (24), korban trafficking asal Jalan Banyu Urip Lor;, Mujiani (33) dan Edi Setiono (35) pasangan mesum asal Jalan Putat Gede;, pasangan gay Rudi Arsono (45) warga Jalan Simo Tambaan II dan Ahmad Efendi (33) asal Jalan Dino Keputran dan pengurus Ravella Kost, Suprianto (36) asal Jalan Kupang Krajan I dan Eky Rambu Cahyono (30), tukang bersih-bersih Ravella.

Ravella Kost ini, bukan seperti tempat kos pada umumnya. Sebab, tempat kos dua lantai ini menjadi jujugan pasangan mesum untuk memadu cinta terlarang. Karena pasangan ini menggunakan kos ini tidak dalam waktu seharian, namun hanya sesaat (short time). Hal itu bias dibuktikan dengan banyaknya pasangan yang masuk melalui buku tamu.

"Dari buku tamu, bisa dilihat jumlah tamu yang dating ada 26 orang pada hari kemarin. Mereka ini hanya short time saja,” ujar AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (26/5).


Lanjut Shinto, tempat kos ini diduga tidak hanya sebagai lokasi mesum saja, tetapi  kos yang memiliki 26 kamar ini juga diduga digunakan sebagai tempat prostitusi. Para pelaku prostitusi menjadikan tempat ini untuk melakukan aksinya lantaran beberapa lokalisasi sudah ditutup oleh Pemkot Surabaya.

“Kami juga menemukan satu praktik trafficking yang kami temukan di sini," kata Shinto.

Saat dirazia, pasangan mesum ditemukan petugas berada di kamar nomor 7 di lantai satu. Pasangan sesama jenis berada di kamar nomor 15, dan praktik prostitusi trafficking berada di kamar 17. Keduanya berada di lantai dua.

"Kasus trafficking kami tangani. Tapi untuk pasangan sejenis dan pasangan mesum ditangani rekan Satpol PP. Kita melakukan operasi penyakit masyarakat ini sejak 23 Mei lalu," tandas Shinto.

Kasi Operasional Satpol PP Surabaya Djoko Wiyono mengatakan bahwa Ravella Kost memang tidak seperti kos pada umumnya. Dan berdasarkan pemeriksaan, kos harian ini tidak memiliki izin yang dikeluarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya.

"Pegawainya hanya bisa menunjukkan IMB-nya saja. Izin dari Disbudpar tidak ada," kata Djoko.


Untuk langkah selanjutnya, kata Djoko, pihaknya akan menghentikan operasional kos ini. Pihaknya akan menutup kos tersebut.

"Kos ini akan kami tutup. Sebelumnya kos ini juga pernah kami razia tahun lalu. Saat itu bahkan ada banyak pasangan mesum yang kami jaring. Kira-kira ada 11 pasangan bukan suami istri yang kami amankan,” sahut Djoko.

Khusus untuk kasus trafficking, tersangka Devi Wulandari menawarkan korban kepada tamunya melalui telepon dengan tariff kencan Rp 500 ribu selama 1 jam dengan  menggunakan nomor telepon 083854309xxx bagi pelanggan yang hendak boking.

Setelah ada kesepakatan, tersangka mengantar korban ke tempat yang sudah disetujui, yakni di Ravella Kost. Atas jasanya itu, tersangka mendapatkan keuntungan dari tamu sebesar Rp 350 ribu.

“Ketika dilakukan penangkapan di kamar nomor 13, korban sedang melakukan hubungan badan dengan tamu yang di tawarkan tersangka." jelasnya.

Untuk Ravella kos mendapat keuntungan dari pelacuran para tamu perkamar masing-masing sebesar Rp 140 ribu,” pungkas Shinto. (arf)

Komplotan Perampok Nasabah Bank Ditembak

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Tiga pelaku perampokan nasabah bank yang meresahkan warga Surabaya, ditangkap polisi. Mereka adalah Achmad Yunus (36), warga Bulak Banteng; Mukhlis Slamet (38), warga Desa Prajan, Camplong, Sampang, Madura; dan Slamet (29), warga Desa Kebalen Timur, Socah, Bangkalan, Madura. Selain di Surabaya, ketiganya juga beroperasi di Jakarta. Setiap kali beraksi, komplotan pelaku ini melukai korbannya jika melawan.

"Yunus dan Mukhlis ini adalah residivis. Yunus merupakan residivis setelah tertangkap saat melakukan perampokan di Mojokerto senilai Rp 140 juta. Sebelumnya, Yunus telah berulang kali melakukan aksinya di Surabaya pada 2010 dan 2011,” ujar AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (26/5).

Lanjut Shinto, sekitar tahun 2010 itu, Yunus melakukan aksinya di Jalan Patua, Bubutan dengan hasil Rp 50 juta. Itu dilakukan pada bulan Juli. Sementara aksi Yunus pada tahun 2011 antara lain pada Maret di Jalan Kertajaya dengan hasil Rp 43 juta. Pada Juni di Jalan Kayun, Genteng dengan hasil Rp 99 juta, dan pada bulan Oktober di Jalan Raya Darmo Permai dengan hasil RP 97 juta.


Untuk kasus tersebut, Polrestabes Surabaya menangkap dua tersangka yakni Abdul Nasir dan Agus Sairi. Mereka ditangkap pada Desember 2011. Namun tidak dengan Yunus. Dia berhasil kabur dan tidak tertangkap.

Yunus pada akhirnya tertangkap oleh Polres Mojokerto dan dijatuhi hukuman 7 tahun 7 bulan penjara. Yunus hanya menjalani hukuman selama empat tahun. Yunus keluar pada Maret 2017 kemarin.

"Keluar dari penjara itulah, Yunus pergi ke Jakarta ,” sambung Shinto.

Di Jakarta, Yunus melakukan aksi bersama Mukhlis dan Slamet. Di Jakarta, komplotan ini melakukan dua aksi di Jakarta timur. Mereka melakukan aksi keduanya hanya berselang tiga hari dari aksi pertama.

Aksi pertama mereka lakukan pada 25 April 2017 di Ujung Menteng, Cakung, Jaktim. Mereka merampok seorang nasabah bank dengan hasil Rp 200 juta. Tiga hari berselang atau 28 April 2017, mereka melakukannya lagi.

 Kali ini mereka beraksi di Jalan Pulo Lentut, Rawaterate, Cakung, Jaktim. Hasil pada aksi kedua ini adalah Rp 108 juta. Ketiga tersangka ini tertangkap di Surabaya. Untuk Yunus, penanganan akan dilakukan Polrestabes Surabaya. Namun untuk Mukhlis dan Slamet, penanganan akan diserahkan kepada Polres Jakarta Timur.

"Untuk  tersangka Mukhlis dan Slamet, kita serahkan ke Jakarta karena tak ada TKP-nya di sini," pungkas Shinto. (arf)

Perdana Dibuka, Warga Dukuh Menanggal Geruduk Bazar Ramadhan

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Warga Surabaya beramai-ramai mendatangani kantor kelurahan Dukuh Menanggal XII/6, kecamatan Gayungsari Surabaya. Mereka membanjiri halaman kantor tersebut untuk membeli kebutuhan bahan pokok selama bulan puasa.

Bazar ramadhan adalah kegiatan tahunan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menekan atau menstabilkan harga kebutuhan pokok jelang bulan puasa. Kegiatan ini juga melibatkan 43 pelaku UKM binaan dan produsen lain dengan masyarakat. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka datang sejak pukul 16.00 WIB.

“Bazar ramadhan merupakan kegiatan menarik bagi warga surabaya, sebab harga bahan pokok yang dijual disana sangat murah, menyesusaikan kantong warga. Kegiatan ini bermanfaat bagi kami selaku masyarakat,” kata Nurlatifah salah satu warga, Jum’at (26/5/2017).


Nurlatifah juga mengatakan bahwa dirinya telah mengetahui kegiatan bazar ramadhan bakal digelar di kecamatan Gayungan. Dirinya bersama istri telah membuat list kebutuhan bahan pokok yang akan dibeli selama bulan puasa.

“Istri saya berbelanja kebutuhan dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan beras 10 kg,” ungkap Nurlatifah

Mengingat harga kebutuhan bahan pokok acapkali terkerek naik menjelang bulan ramadhan dan mendekati hari raya idul fitri dan itu seolah menjadi siklus tahunan. Ifah sapaan akrabnya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh warga surabaya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Arini Pakistianingsih mengatakan, selama bazar ramadhan kali ini, stok bahan pokok yang disediakan dua kali lipat dengan rincian, beras 15 ton, gula 5 ton, minyak goreng 500 kardus, bawang putih 1 ton, bawang merah 1,5 ton dan cabai 3 kwintal.

“Untuk beras disesuaikan kebutuhan. Bila kurang akan ditambah. Untuk rate harga komoditinya diantaranya beras 5 kg seharga Rp 45 ribu, gula 1 kg seharga Rp 12 ribu dan minyak goreng 1 liter seharga Rp 11 ribu,” terang Arini di sela-sela acara.

Adapun tujuan lain dari kegiatan ini agar Pemkot dapat mengintervensi harga bahan pokok guna  menanggulangi kenaikan harga bahan pokok dan memberi kesempatan bagi pelaku UKM agar dapat meningkatkan perekonomiannya.


Nantinya, Disperdagin bersama PD Pasar dan PD RPH juga akan menggelar bazar Ramadhan selama satu bulan penuh bergantian di 10 kecamatan. Ke-10 lokasi bazar tersebut yakni Kecamatan Gayungan (26-28 Mei), Wiyung (29-31 Mei), Terminal Keputih Kecamatan Sukolilo (31 Mei-2 Juni), Sukomanunggal (2-4 Juni), Bulak (5-7 Juni), Benowo (7-9 Juni), Semampir (9-11 Juni), Pakal (12-14 Juni), Tenggilis Mejoyo (15-17 Juni) dan Tandes (17-19 Juni).

“Kami sudah sosialisasi agar masyarakat bisa memanfaatkan agenda ini untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi, tidak hanya bahan pokok, tapi juga ada dari produsen dan pelaku UMKM,” imbuhnya. (arf)


Dandim 0508/Depok Ikut Memusnahkan Barang Bukti Miras

 
KABARPROGRESIF.COM : (Depok) Di Balai Kota Depok sebanyak 340 botol Barang Bukti minuman beralkohol berbagai merek dimusnahkan, Jumat (26/5/17). Minuman-minuman beralkohol atau miras tersebut merupakan hasil razia yang telah dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Depok dan Polres Depok beberapa waktu lalu.

Dandim 0508/Depok Letkol Inf Slamet Supriyanto, S.I.P. turut serta dalam kegiatan pemusnahan kali ini. Pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Depok KH. Idris Abdul Shomad.

Dikatakan oleh Dandim 0508/Depok disela-sela kegiatan, pemusnahan tersebut sebagai upaya memberantas peredaran minuman keras atau beralkohol di Kota Depok,

“Pemusnahan adalah upaya pemberantasan peredaran miras di Kota Depok, sehingga menekan tindakan kriminalitas yang diakibatkan karena mengkonsusmsi miras” ucapnya.

Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol dengan kadar alkohol lebih dari 0,5 persen.

Dilibatkannya Dandim 0508/Depok dalam kegiatan kali ini adalah untuk membuktikan dukungannya kepada Pemkot Depok dan Polresta Depok dalam memberantas peredaran minuman keras di Kota Depok.

Selain Walikota Depok dan Dandim 0508/Depok turut serta Wakapolresta Depok ikut memusnahkan barang bukti miras tersebut. Hadir pula dalam pemusnahan hari ini Kasat Pol PP Kota Depok, Kepala BNN Kota Depok, Pejabat Subgar Depok, Danramil 01/Pancoran Mas, Dansub Pom Kota Depok, dan perwakilan ormas FPI Depok. (arf)

Dandim 0501/Jakarta Pusat BS Turut Musnahkan Ribuan Botol Miras

 
KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta Pusat) Dandim 0501/Jakarta Pusat BS Kolonel Inf Moch. Zamroni mendampingi Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto melaksanakan pemusnahan minuman keras (Miras) sebanyak 10.100 botol di Halaman Mapolres Metro Jakarta Pusat Jalan Kramat Raya No 61, Kel. Kramat, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Jumat (26/05/17). . Kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi munculnya kriminalitas di Bulan Suci Ramadhan.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa botol-botol Miras yang kita musnahkan ini, merupakan barang bukti yang berhasil disita oleh Polres Metro Jakarta Pusat beserta jajaran dari hasil operasi cipta kondisi yang dilakukan selama 1 bulan.

"Minuman keras dalam peredarannya sungguh sangat meresahkan dan merupakan salah satu bagian penyakit masyarakat yang harus diberantas, "tegasnya.

Dandim 0501/Jakarta Pusat BS Kolonel Inf Moch. Zamroni sangat mengapresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat dalam upaya memerangi penyakit masyarakat, sehingga diharapkan muncul situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

" Kami juga meminta agar menjelang dan selama bulan Ramadhan, masyarakat maupun ormas tidak melakukan sweeping, karena dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif, percayakan kepada penegak hukum yang ada dalam hal ini Polres Metro Jakarta Pusat," imbuh Dandim.

Dandim melanjutkan, muspiko Jakarta Pusat, akan senantiasa untuk siap selalu mendukung segala kebijakan yang dapat menciptakan suasana yang kondusif dan rasa aman bagi warga dalam melaksanakan ibadah di Bulan Suci Ramadhan,

" Hal ini tentunya juga perlu peran serta seluruh elemen masyarakat," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Dandim 0501/Jakarta Pusat BS Kolonel Inf Moch. Zamroni, Wakil Walikota Jakarta Pusat Bpk. Bayu Megantara, Wakil Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Bpk. Erwin, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (arf)

Tim Personil Kodim 0506/Tgr Gelar Operasi Penertiban Bangli

 
KABARPROGRESIF.COM : (Tangerang) Tim personil Kodim 0506/Tgr Korem 052/Wkr menggelar operasi penertiban gabungan bersama Satpol PP Kota Tangerang dan Kepolisian.

Operasi gabungan ini untuk menertibkan Bangunan Liar (Bangli) di bantaran kali prancis Kelurahan Benda Kecamatan Benda Kota Tangerang, Jumat (26/5).

Danramil 02/Batuceper Mayor Inf Imam Purwanto mengatakan, bangunan liar yang di bongkar sepanjang kali Prancis sebanyak 17 bangunan.

“Penertiban Bangli di pimpin langsung oleh Kasat Pol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana dan Tedy Rustandi Camat Kecamatan Benda,” ujarnya.

Untuk Jumlah kekuatan personil gabungan kata Danramil, sebanyak 452 orang yang terdiri dari Kodim 0506/Tgr sebanyak 56 personil yang di Pimpin Danramil /02/Batuceper, 134 personil Polres Kota Tangerang dan Polsek Benda Pimp Kompol Amar SH, 120 orang Satpol PP Kota Tagerang, 11 orang Dishub Pimpinan Haryana, 30 orang Dinas PU Pimpinan H. Agus , 11 orang Dinsos Kota Tangerang Pimpinan Endang Maturidi dan 10 org PLN Kota Tgr.

" Untuk personil gabungan dibagi menjadi 13 tim yang meliputi, tim pendahulu tim intel (TNI/POLRI, Satpol PP dan Kesbangpol, Tim negoisator (Gabungan), Tim penyekat (Batas perbatasan kabupaten kota), Tim pendobrak (2 unit kendaraan berat/beko), Tim pengaman barang yang telah di dobrak, Tim pengangkut barang yang telah di dobrak, Tim pengaman kendaraan (Fokus terhadap kendaraan), Tim Tindak/pengangkut massa, Tim Listrik (Gabungan), Tim Kesehatan (Gabungan), tim Pengatur lalin (Gabungan), Tim penunggu barang yang telah di over dari lokasi/akhir (Gabungan), Tim Posko. " urainya. (arf)

Jelang Ramdhan, Muspika Serang Baru Obrak Tempat Maksiat

 
KABARPROGRESIF.COM : (Bekasi) Jelang bulang suci ramadhan jajaran Muspika serang menggelar razia di tempat hiburan malam.

Sebelum kegiatan itu dilaksanakan, Muspika menggelar apel gabungan. Apel yang langsung di pimpin Danramil 12/ Serang Baru, Kodim 0509/Kab.Bekasi, Kapten Inf Sarwono. (25/05/17)

Dalam kegiatan itu, sedikitnya 100 orang hadir. Tak terkecuali Camat Serang Baru, Dodo R  Rosita,SIP.MM, Kapolsek Serba, AKP Bowo Lesmono, Kades Sirnajaya, Agam Sugana, Kades Jaya Sampurna, Madih, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Satpol PP Kec. Serba, Kamtip Kec. Serba

Camat Serba, Dodo R Rosita SiP MM) Menngatakan usai kegiatan apel gabungan dan pengecekan akan dilanjutkan dengan razia di tempat tempat hiburan wilayah kec. Serang baru.

" Agar dalam pelaksanaanya bulan puasa nanti warga dan masyarakat kec serang baru dapat melaksanakan dengan hikmat dan tidak teresahkan dengan kegiatan kegiatan tempat tempat hiburan yang berada di desa desa pinggir wilayah kec. Serang baru."jelasnya.

Dodo melanjutkan, penutupan tempat hiburan ini adalah sebagai apresiasi pemerintahan Kecamatan Serangbaru terhadap Perda No 3 Tahun 2016 Tentang Pariwisata.

Ini hasil dari laporan warga yang merasa resah dengan kegiatan warung remang remang yang kerap di jadikan tempat untuk kegiatan maksiat." paparnya.

Uasai melaksanakan penertiban, rumah hiburan bahkan warung remang-remang di desa cilangkara. Sukaragam dan Sirnajaya, petugas juga menempelkan stiker peringatan kepada pemilik warung dan penghuni tempat hiburan.

Penempelan stiker tersebut adalah untuk memberi peringatan kepada pemilik warung dan pekerja tempat hiburan tersebut. Apabila Bulan depan sehabis Perayaan Idul fitri tempat tersebut masih di gunakan dan aktif kembali maka pihak Kecamatan dan aparat Serang baru akan menggusur tempat tempat tersebut dengan membangkar bangunan permanen maupun semi permanen. (arf)

Lurah Tanah Kali Kedinding Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli Prona

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Mudjianto, Lurah Tanah Kali Kedinding menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Juanda Sidoarjo, Jum'at (26/5/2017).

Mudjianto didudukan sebagai pesakitan lantaran melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat program prona tahun 2014.

Selain itu, Ketua Badan Kesejahteraan Masyarakat (BKM) Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Soewandono juga didudukkan sebagai pesakitan bersama Lurah Mudjianto.

Sidang perdana ini mengagendakan pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ginanjar dari Kejari Tanjung Perak.

Dijelaskan dalam dakwaan, Peristiwa pungli itu terjadi tahun 2014. Saat itu terdakwa Soewandono mengajukan permohonan ke BPN Surabaya untuk mengurus sertifikat prona terhadap 150 warga di Kelurahan Tanah Kali Kedinding.

Pengajuan prona tersebut menggunakan nama Koprasi Serba Usaha (KSU) Citra Jatim dibawah naungan BKM Kelurahan Tanah Kali Kedinding.

Para pemohon dipungut biaya secara bervariatif, mulai dari Rp. 3 juta hingga Rp. 7 juta. Padahal sesuai pasal 7 Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Keputusan Kepala BPN Nomor 4 Tahun 2015 tentang prona telah jelas menyebut, jika pembuatan sertifikat melalui prona itu didanai dari APBN dan pembiayaan dibebankan dari masing-masing Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) sesuai wilayah kerja masing-masing Kantor BPN.

"Perbuatan terdakwa bertentangan dengan pasal 12 huruf e UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1),"terang Jaksa Ginanjar saat membacakan surat dakwaannya.

Atas dakwaan tersebut, Lurah Mujiyanto mengaku keberatan dan akan mengajukan eksepsi, yang akan dibacakan pada persidangan berikutnya.

Sementara, terdakwa Soewandono tidak mengajukan keberatan, Sehingga majelis hakim yang diketuai M Tahsin meminta agar pada jaksa menghadirkan para saksi, pada persidangan satu pekan mendatang.

Disisi lain, terdakwa Soewandono terlihat mengajukan permohonan penangguhan penahanan pada majelis hakim, Sedangkan Lurah Mujianto tidak mengajukan penangguhan penahanan.

Untuk diketahui, aksi pungli ini diungkap oleh Satuan Pidana Korupsi Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Keduanya resmi dijadikan tersangka lantaran telah memungut biaya secara bervariatif kepada 150 pemohon pengurusan sertifikat program prona tahun 2014.

Kasus ini semakin memanas, ketika Kejari Tanjung Perak melakukan penahanan kepada kedua terdakwa, 5 Mei 2017 lalu. Mereka ditahan usia menjalani pelimpahan tahap II dari penyidik Sat Pidkor Polres Pelabuhan.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini pun sempat melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan Lurah Mudjiyanto dengan alasan tenaganya sebagai PNS masih dibutuhkan masyarakat. Kendati demikian, permohonan Risma tak dikabulkan, Lurah Mudjiyanto tetap ditahan oleh Kejari Tanjung Perak. (Komang)

Sinergi Tiga Pilar, Launching Program Suramadu

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Demi menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan TNI, meluncurkan program “Suramadu”, Jumat (26/5/2017) di Taman Suroboyo, Kecamatan Bulak. Suramadu merupakan kependekan dari program “Sumbang Saran Menyelesaikan Masalah dan dan Pengaduan”.

Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ronny Suseno, pejabat dari Polda Jatim, Korem 084 Bhaskara Jaya, Dandim 0830 Surabaya Utara, Dandim 0831 Surabaya Timur, Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksana Negeri Tanjung Perak, jajaran Forum Pimpinan Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, para camat dan lurah.

Wali kota Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan, program Suramadu yang melibatkan tiga pilar (TNI, Polri dan pemerintah daerah) ini harus diapresiasi dan didukung oleh semua stake holder di Kota Surabaya. Mulai dari lurah, camat, Babinsa, Babinkamtibmas, TNI dan Polri. Terlebih, kawasan yang berada di bawah Polres Pelabuhan Tanjung Perak, merupakan wilayah yang memang perlu untuk mendapatkan perhatian lebih.

“Saya sangat dengan program ini. Ini langkah yang bagus di mana tiga pilar bisa menjadi satu untuk menyerap masalah di masyarakat kemudian menyelesaikan masalah itu. Terus terang, saya banyak PR (pekerjaan rumah) di kawasan ini. Seperti masalah kemiskinan, pendidikan dan kriminalitas,” jelas wali kota.


Ada enam kecamatan di Surabaya yang masuk dalam kawasan Polres Pelabuhan Tanjung perak ini. Yakni Kecamatan Asemrowo, Krembangan, Semampir, Pabean Cantikan, Bulak dan Kenjeran. Dengan adanya program Suramadu ini, wali kota berharap masalah bisa diantisipasi sejak dini sehingga tidak sampai muncul korban. Karena memang, tim Suramadu ini akan bergerak menyerap permasalahan di masyarakat. “Kami menjaga agar Surabaya tidak menjadi sentuhan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Lurah dan camat tidak usah ragu karena di-back up TNI dan Polri” sambung wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menyampaikan bahwa selama ini, Pemkot Surabaya sudah memiliki ruang posko siaga Command Center. Posko siaga Command Center merupakan upaya Pemkot Surabaya untuk merespons cepat aduan darurat dari masyarakat Surabaya semisal kebakaran, pohon tumbang, Penerangan Jalan Umum (PJU) rusak, hingga anak hilang. Warga hanya perlu menelepon ke nomor 112 dan aduannya akan segera direspons. Nomor tersebut bisa diakses 24 jam dan bebas pulsa.   

Sementara Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ronny Suseno menyampaikan, tim Suramadu ini akan proaktif bergerak door to door ke masyarakat setiap hari untuk mengurai permasalahan yang terjadi di masyarakat di lingkungannya. Tim Suramadu juga akan mengidentifikasi letupan masalah untuk tidak berkembang menjadi besar.

 
“Selama ini masyarakat bila ada masalah, bingung mau menyampaikan ke mana. Kini bisa disampaikan. Kami selalu terbuka terhadap masalah di masyarakat dan akan kami jembatani. Semisal urusan kecil bila ada masalah air, nanti bisa kami sambungkan ke PDAM,” jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

AKBP Ronny Suseno menegaskan, adanya tim Suramadu ini juga penting untuk mengantisipasi agar tidak sampai muncul teror bom seperti yang terjadi di Kampung Melayu Jakarta.

“Ya, karena dari masyarakat kita bisa mendapatkan banyak informasi terkait perkembangan di lingkungannya. Selama ini, dari kelurahan, Polres, Danramil dan Kodim punya tim khusus. Kini jalan bersama dijadikan satu,” sambung Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.(arf)

Putra Terbaik Kota Surabaya Jabat Kasdam V/Brawijaya

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan di lingkungan TNI pada umumnya, merupakan suatu hal yang biasa terjadi. Bahkan, dalam proses alih tugas dan jabatan tersebut, ditempuh guna mewujudkan efektifitas dan efisiensi serta optimalisasi organisasi dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi TNI Angkatan Darat.

Setelah sebelumnya diduduki oleh Brigjen TNI Agus Suhardi, kini, kursi jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya telah beralih. Saat ini, Brigen TNI Widodo Iryansyah, S. Sos, M. M yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawai, dinyatakan resmi menjabat sebagai Kasdam V/Brawijaya.

Hal itu, dikatakan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M. D. A melalui amanatnya yang dibacakan di ruang hening, Makodam V/Brawijaya. Jumat, 26 Mei 2017 pagi.


Menurutnya, jabatan Kasdam memiliki nilai dan peran yang sangat strategis terhadap kebijakan-kebijakan dari Komando Atas. “Tanggung jawab yang harus diemban Kasdam tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas diri dan meraih jenjang karier yang lebih tinggi, tetapi juga harus fokus baik tenaga dan pikiran dalam menjalankan roda organisasi ditengah-tengah perkembangan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Pangdam.

Selain itu, kata Pangdam, selain bertujuan untuk mewujudkan efektifitas dan efisiensi Satuan, hal itu juga dilakukan dengan tujuan mengembangkan kualitas kepempimpinan dan profesionalisme keprajuritan di jajaran Kodam V/Brawijaya. “Perlu diketahui, saat ini Jawa Timur menduduki tingkat kondisi yang aman dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan,” kata Mayjen Kustanto.

Dirinya berharap, dengan dijabatnya kursi Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S. Sos, M. M dapat menyumbangkan karya terbaiknya untuk kepentingan Satuan, Bangsa dan Negara.

“Kita semua tentu berharap agar pejabat yang melaksanakan serah terima tugas dan tanggungjawab jabatan ini, dapat terus menyumbangkan karya terbaiknya untuk kepentingan Satuan, Bangsa dan Negara seraya berupaya meraih prestasi tugas yang setinggi-tingginya,” pintanya.

Untuk diketahui, Brigen TNI Widodo Iryansyah, S. Sos, M. M merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987. Sebelum menjabat sebagai Kasdam V/Brawijaya, pria kelahiran Kota Surabaya tahun 1962 itu juga pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawai pada tahun 2015 dan Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya tahun 2013 lalu. (arf)

Wadan Lantamal V Hadiri Pisah Sambut Kasdam V/Brawijaya


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Wadan Lantamal V) Kolonel Marinir Nana Rukmana, S.E., didampingi Wakil Ketua Koordinator Cabang V (Korcab V) Daerah Jalasenastri Armada Timur  Ny. Nana Rukmana mewakili Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, S. E., M. M., menghadiri Pisah Sambut Kasdam V/Brawijaya di gedung Bapra komplek Kodam V/ Brawijaya, Surabaya, Jum’at (25/5).

Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos resmi menggantikan Brigjen TNI Agus Suhardi menduduki jabatan orang no dua dijajaran Kodam V/ Brawijaya ini, setelah melaksanakan serahterima jabatan dihadapan Pangdam V / Brawijaya Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko di ruang kerjanya.

Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos merupakan perwira kelahiran Surabaya tahun 1962, Jabatan sebelumnya jenderal bintang satu ini adalah Danrem 121/Alambhana Wanawai Kodam XII/  Tanjung Pura, sedangkan Brigjen TNI Agus Suhardi selanjutnya akan menjabat sebagai Pangdiv II Kostrad, Malang.


Pangdam V / Brawijaya  dalam sambutannya di acara pisah sambut menegaskan bahwa serahterima jabatan merupakan momentum yang harus disikapi untuk mendinamisasi roda organisasi. Jabatan menurutnya adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan baik dan merupakan bentuk pembekalan diri dalam melaksanakan tugas-tugas yang penuh tantangan di masa depan.

"Keberhasilan dalam mengemban tugas jabatan ada pada diri kita masing-masing, oleh karena itu di dalam menerima tugas kita harus mampu menyesuaikan diri dan melakukan pembekalan", ungkap Pangdam V / Brawijaya.

Pangdam menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas Brigjen TNI Agus Suhardi yang telah mendampingi tugas sebagai Kasdam V/ Brawijaya.

Tampak hadir dalam acara pisah sambut tersebut,  Wakil Gubernur Jawa Timur Drs Syaifullah Yusuf, Kasarmatim, Kasgartap III/Sby,  serta tamu undangan lainnya. (arf)

Asops Danlantamal V Hadiri Seminar Nasional Penerbangan TNI AL

 
KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Asisten Operasi Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Asops Danlantamal V) Kolonel Laut (P) Aris Harijadi W, S. H. mewakili Danlantamal V menghadiri Seminar Nasional Penerbangan dalam rangka memperingati HUT Pusat Penerbangan TNI AL tahun 2017 yang dilaksanakan di Wisma Perwira Lanudal Juanda, Jum’at (25/5).

Seminar Nasional  Penerbangan yang mengusung  tema "Peran Penerbangan TNI Angkatan Laut Sebagai Ujung Tombak Dalam Melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP)" ini, dibuka Asisten Operasi Kasal Laksamana Muda TNI INGN Ary Atmaja, S.E., mewakili Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E.,M. M.

Tujuan dilaksanakannya seminar ini untuk memberikan rekomendasi kepada Pimpinan TNI AL  sebagai wujud pembinaan penerbangan TNI AL yang terintegrasi guna menghasilkan Penerbangan TNI AL besar kuat dan handal.

Tampil sebagai nara sumber yaitu Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Msc, Ph. D, Deputy bidang potensi SAR Nasional  Marsda TNI Dody Tri Sunu dan DR.Ir. Djoko Sardjadi Dosen ITB. Seminar yang dihadiri sedikitnya 200 undangan dari kalangan militer dan Polri, para akademisi,  mahasiswa serta pencinta alam ini ditujukan pula untuk memberikan gambaran tentang pola gelar dan interoperability system dan teknologi informasi terpadu dalam rangka mendukung strategi pertahanan di laut.


Keynote speech Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P yang dibacakan oleh Asops Kasal menyatakan bahwa Forum ini merupakan sebuah momentum bagi pusat penerbangan TNI Angkatan Laut selama 61 tahun masa pengabdiannya untuk merefleksi dan mengevaluasi pencapaian pelaksanaan tugas-tugas serta peningkatan kualitas sumber daya manusia penerbangan TNI Angkatan Laut yang profesional, handal dan disegani.

Kasal mengajak  semua kalangan untuk memahami bahwa kondisi konstelasi geografis Republik Indonesia yang sangat rawan akan bencana alam. Tingginya angka bencana alam di seluruh wilayah indonesia sepanjang tahun tidak dapat dipisahkan dari letak geografi Indonesia yang berada pada posisi ring of fire dan pertemuan dua lempeng benua yaitu indo-australia dan eurasia.

Posisi Indonesia tersebut lanjut Kasal, rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi tektonik, gempa bumi vulkanik, tsunami, tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, dan kekeringan. TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan matra laut bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa, melaksanakan operasi militer selain perang dan ikut serta secara aktif dalam pemeliharaan perdamaian di tingkat regional maupun internasional.

Dalam upaya menyelenggarakan pertahanan negara di laut, TNI AL melaksanakan tugas yang dijabarkan dalam tiga peran yang bersifat universal yaitu militer, polisionil, dan diplomasi.
Hadirnya kekuatan penerbangan sebagai sistem senjata armada terpadu (SSAT) merupakan jawaban rasional untuk menjawab perkembangan strategi dan taktik operasi laut seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi militer. Penggunaan pesawat udara sebagai senjata tidak dapat dihindari lagi karena memiliki keunggulan pada aspek kecepatan, manuver yang tinggi,  daya pendadakan tinggi dan daya gempur yang handal untuk menghancurkan objek musuh di laut.

Dari berbagai keunggulan tersebut, penerbangan angkatan laut mampu diproyeksikan untuk mengemban berbagai operasi laut dalam mendukung peranannya yang bersifat universal yang meliputi pengintaian udara taktis, anti kapal selam, anti kapal permukaan atas air, pengamatan laut (surveillance), dukungan logistik cepat, serta menyelenggarakan fungsi dukungan pesawat udara, pembinaan material dan profesi personel penerbangan TNI Angkatan Laut.

Pada konteks tersebut, pembangunan kekuatan dan kemampuan pesawat udara tidak hanya handal dalam melaksanakan tugas operasi militer perang namun juga dapat berkontribusi dalam melaksanakan operasi militer selain perang baik di dalam maupun di luar negeri dan tugas khusus.
Tugas khusus yang diemban diantaranya melaksanakan tugas tertentu dalam rangka mendukung terselenggaranya tugas pemerintahan yang meliputi bakti sosial, pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) dan bantuan kemanusiaan dalam penanggulangan bencana alam (Humanitarian Assistance Disaster Relief/HADR).

Dalam hal kontribusinya terhadap operasi selain perang, manajemen kedaruratan menjadi dasar pembuatan kebijakan atau untuk menyusun strategi dalam penanganan bencana alam. manajemen ini menerapkan fungsi command, control dan coordination (3 C) mengingat karakteristik pada masa bencana yang bersifat meluas, suasana yang kacau, terputusnya informasi dan komunikasi, kebutuhan besar dengan bantuan yang tidak mencukupi, birokrasi serta masalah keamanan dan jaminan perlindungan. Fungsi ini merupakan kolaborasi antara penggunaan fungsi militer serta penggunaan kerjasama yang baik dengan institusi sipil.

"Sebelum mengakhiri keynote ini dan membuka secara resmi seminar ini, saya mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama berpartisipasi aktif dalam forum akademis ini dengan menyumbangkan segala bentuk ide dan pemikiran yang konstruktif. dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman para peserta seminar, berbagai ide dan  pendapat yang muncul dapat dipadukan dan diformulasikan menjadi langkah-langkah konkrit. saya optimis bahwa seminar nasional penerbangan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dalam mewujudkan standarisasi kekuatan dan kemampuan penerbangan TNI AL yang handal sesuai fungsi asasi dan tugas khusus dalam merespon penanggulangan bencana alam," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Pangarmatim Laksda TNI Darwanto S.H, M.A.P, Dan Kodiklatal Laksda TNI I.G.Putu Wijamahadi, S.H., Gubernur AAL Laksda TNI Wuspo Lukito S.E, M.M., Ka LP3M (Lembaga Pengembangan Pendidikan & Penjaminan Mutu) Kemhan Laksda TNI Dr Ir Supartono M.M., Dan Guspurlatim, Dan STTAL, Dan Puspenerbal, Kadispsial, Dan Pasmar-1,  Dirjianbang Kodiklatal, Wadan Puspenerbal, Para Dir Puspenerbal, Para Dan Wingud Puspenerbal, Para Dan Lanudal Puspenerbal, Manager Avsec AP-1, para undangan pejabat militer di lingkungan TNI dan Kemenhan, Pejabat Polri dan para akademisi lainnya. (arf)