Radial Road Lontar Ditarget Tuntas Maret 2026, Wali Kota Eri: April Sudah Bisa Dilewati


Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pastikan progres pengerjaan Radial Road Lontar akan tuntas pada Maret 2026

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan pengaspalan di dua sisi jalan Radial Road Lontar. 

Wali Kota Eri mengatakan, selain pengaspalan di dua sisi jalan, Pemkot Surabaya juga baru saja menyelesaikan pembebasan lahan pada bagian tengah Radial Road Lontar. 

Pembebasan lahan tersebut baru saja tuntas pada Desember 2025 lalu. 

“Nah, ketika bertemu di tengah, itu ada tanah milik Kementerian Agama (Kemenag). Jadi ada pengusaha yang membebaskan tanah yang ada di belakangnya, disampaikan kepada Kemenag dan sudah selesai. Kalau jalan sudah selesai, nah ini tinggal di tengahnya saja itu,” kata Wali Kota Eri, jum'at 30 Januari 2026.

Setelah pembebasan lahan tersebut, Wali Kota Eri menjelaskan, selanjutnya pemkot akan melakukan pembangunan jembatan

“Nanti akan dibangun jembatan, karena kan ada bozem gede di tengahnya. Jadi tetap (berupa) jalan, tapi di atasnya bozem. Karena bozem ini mencegah banjir di daerah lontar,” jelasnya. 

Wali Kota Eri menyebutkan, setelah semuanya sudah klir, selanjutnya pemkot melakukan pembangunan di sekitar bozem dan jembatan Radial Road Lontar. 

“Jadi target kami di bulan maret. Insya allah april sudah bisa dilewati,” sebutnya.

Ia menambahkan, harusnya pengerjaan Radial Road Lontar tuntas pada akhir tahun 2025

Namun, karena terkendala pembebasan lahan milik Kemenag, akhirnya pengerjaan akses jalan di Surabaya barat itu tertunda hingga tahun ini. 

“Karena sebenarnya akhir tahun sudah selesai, cuma karena Kemenag tukar gulingnya nggak bisa selesai dan baru desember kemarin. Tahun ini (pengerjaannya) insya allah selesai,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahroni Minta Polri Ungkap Upaya Serangan Balik terhadap Kejagung

Begini Respon Dewan Pers Terkait Penetapan Tersangka Direktur Pemberitaan Jak TV

Peran Direktur TV di Kasus Perintangan Penyidikan Impor Gula dan Timah