Mengenal Gelung Nusantara, Merawat Identitas Budaya Perempuan Indonesia


Jakarta - KABARPROGRESIF.COM Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, gelung atau sanggul memiliki beragam bentuk, pakem, dan filosofi yang berbeda di setiap daerah. 

Meski dikenal memiliki aturan tertentu, gelung sejatinya bukanlah praktik yang rumit. 

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan program Ruang Kreatif bertajuk Mengenal Gelung Nusantara, sebuah workshop yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat makna.

“Melalui Ruang Kreatif Mengenal Gelung Nusantara, kami ingin menghadirkan sebuah ruang belajar yang tidak hanya memperkenalkan ragam bentuk dan filosofi gelung dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa warisan budaya ini dapat terus relevan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bertepatan dengan semangat Hari Kartini, program ini juga menjadi bentuk upaya kami dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus mengeksplorasi potensi diri, sekaligus bangga terhadap identitas budayanya. Melalui berbagai program yang kami hadirkan secara konsisten, kami berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya talenta-talenta baru serta memperkuat apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Kegiatan workshop gelung ini terbagi menjadi dua kategori kelas, yaitu Kelas Profesional dan Kelas Umum. 

Kelas Profesional ditujukan bagi para penata rias atau penata rambut profesional yang ingin memperdalam kembali pakem gelung dari berbagai daerah di Indonesia. 

Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada ragam gelung Nusantara dari Sabang hingga Merauke, mencakup berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Bali, Jawa Tengah, khususnya Solo sebagai salah satu akar perkembangan gelung, Kalimantan yang masih jarang diperkenalkan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Sementara itu, Kelas Umum terbuka bagi masyarakat luas yang ingin mempelajari teknik dasar bergelung untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara spesial. 

Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang ragam gelung Nusantara yang jarang dibahas, tetapi juga keterampilan praktis dalam menata rambut, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Workshop yang berlangsung pada 20 - 23 April 2026 ini dipandu oleh Mas Yudin, seorang penata rias senior yang telah berkecimpung di industri kecantikan Indonesia selama puluhan tahun. 

Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, termasuk perjalanannya bersama Martha Tilaar Group di bagian artistik, Mas Yudin dikenal luas atas kontribusinya dalam dunia tata rias, baik untuk kebutuhan fashion, pertunjukan, maupun tatanan tradisional Nusantara, khususnya dalam momen penting seperti pernikahan.

“Selama lebih dari 40 tahun saya berkecimpung di dunia tata rias, saya melihat bagaimana gelung Nusantara terus berkembang, namun tetap memiliki akar tradisi yang kuat. Yang membuat saya senang, minat terhadap gelung ini tidak hilang, bahkan terus tumbuh di berbagai generasi. Di workshop ini, kita bisa melihat peserta dari usia muda hingga yang sudah berpengalaman, semua punya semangat yang sama untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa gelung tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan yang panjang, selama terus ada regenerasi dan ruang untuk belajar seperti yang dihadirkan melalui program ini. Saya berharap agar setiap perempuan yang menggunakan wastra Nusantara dapat semakin diperkaya dan dipercantik dengan penggunaan gelung sebagai bagian dari identitas budaya kita,” ujar Mas Yudin.

Selain aktif berkarya, Mas Yudin juga kerap menjadi pelatih dan pembicara dalam berbagai seminar dan lokakarya berskala nasional hingga internasional. 

Karya terbarunya, Gelung Elok Nusantara, menjadi salah satu bentuk dedikasinya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni gelung Indonesia.

Sebagai ruang publik berbasis budaya, Galeri Indonesia Kaya secara konsisten menghadirkan berbagai program edukatif dan inspiratif yang terbuka untuk masyarakat. 

Selain workshop Mengenal Gelung Nusantara, sebelumnya Galeri Indonesia Kaya juga telah menyelenggarakan Ruang Kreatif bertema Seni Jahit Patchwork bersama Eka Yunita pada Maret lalu, serta beragam kegiatan lainnya yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Melalui workshop ini, Galeri Indonesia Kaya berharap dapat mendorong generasi masa kini untuk lebih mengenal, mengapresiasi, serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia, sejalan dengan semangat Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan dan budaya bangsa.

Sekilas Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik berbasis digital yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia sebagai wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Ruang publik yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013 yang lalu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 1.000.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 2.500 pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian. 

Selama itu pula, lebih dari 800 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, kunjungan budaya, dan sebagainya.

Tempat seluas 635 m² ini juga memiliki auditorium berkapasitas 150 penonton yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya.

Selain menampilkan ragam budaya nusantara di panggung budaya auditorium, konsep desain Galeri Indonesia Kaya tetap mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam interior sentuhan rotan kekinian dengan motif pucuk rebung dan kembang tanjung, motif parang (pada ceiling). 

Berbagai aplikasi terbaru dihadirkan dalam bentuk projection mapping dengan teknologi sensor yang interaktif dan menyenangkan. 

Secara keseluruhan, terdapat 7 aplikasi yang terinspirasi dari ragam kekayaan Indonesia, antara lain: Bersatu Padu, Selaras Seirama, Sajian Rasa, Arundaya, Cerita Kita, Arungi, dan Pesona Alam.

Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengadilan Bebaskan Promotor EO Konser Artis DJ Dimitri Vegas dan Like Mike Dari Tudingan Penipuan

Sahroni Minta Polri Ungkap Upaya Serangan Balik terhadap Kejagung

Begini Respon Dewan Pers Terkait Penetapan Tersangka Direktur Pemberitaan Jak TV