Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Pilkada Surabaya 2024 Tanpa Bakal Calon Perseorangan

KPU Kota Surabaya menyatakan pemilihan kepala daerah tahun 2024 tanpa diikuti pasangan bakal calon kepala daerah perseorangan karena faktor kurangnya syarat dukungan yang harus dipenuhi oleh para bakal calon tersebut.

Wali Kota Eri Cek Penggunaan Dana Kelurahan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi blusukan ke perkampungan untuk mengecek penggunaan Dana Kelurahan (Dakel) yang digunakan untuk membangun saluran.

Bapaslon Independen Pilkada Kecewa Sikap KPU Surabaya

Bapaslon independen Pilkada Surabaya, Pandu Budi Raharjono-Kusrini Purwijanti menyasalkan sikap komisioner KPU Surabaya yang tak mau menerima copy data pendukung meskipun hanya terlambat cuma dua menit.

Sambut HJKS ke-731, Pegawai Pemkot Surabaya Cat Ulang Curbing Median Jalan

Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-731, seluruh pegawai di lingkup Pemkot Surabaya melakukan kerja bakti dengan mengecat ulang curbing median jalan atau pembatas jalan yang meliputi 51 ruas jalan di Kota Surabaya.

Pemkot Surabaya Bangun 8 Wisata Rakyat

Upaya Pemkot Surabaya memanfaatkan aset agar memberikan kontribusi sekaligus menciptakan lapangan kerja antara lain dilakukan dengan membangun Wisata Rakyat di 8 lokasi, khususnya di wilayah Surabaya Barat.

Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2018

Dukung Pemberantasan Narkoba, Pegawai Kejari Tanjung Perak Jalani Tes Urine


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Diam-diam Kejaksaan Negeri  (Kejari) Tanjung Perak melakukan tes pemeriksaan urine terhadap seluruh pegawainya secara mendadak, Kamis (27/9/2018).

Alhasil dalam pemeriksaan tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya di aula Kejari Tanjung Perak, tidak ditemukan adanya pegawai Kejari Tanjung Perak yang menggunakan Narkotika.

" Tidak ada yang menggunakan (Narkoba-red), dari 46 Pegawai (Jaksa dan TU-red) dan 21 orang honorer. Hanya 3 orang ijin tidak masuk kantor." Kata Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH. MH melalui Kasi Intel, Lingga Nuarie, SH.MH.


Meski dalam tes urine kali ini tidak ditemukan adanya pegawai Kejari Tanjung Perak yang terbukti menggunakan bahan terlarang tersebut, lanjut Lingga, pihaknya tak akan berhenti untuk melakukan tes urine dadakan di lain waktu.

" Tetap akan kita lakukan lagi, ini menunjukkan bila Kejari Tanjung Perak berkomitmen bahkan mendukung pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba." Tegas Lingga Nuarie, SH.MH. (arf)

Rabu, 26 September 2018

200 Anggota Korem 083/Baladhika Jaya, Terima Penyuluhan P4GN


KABARPROGRESIF.COM : (Malang) Sebanyak 200 anggota Korem 083/Baladhika Jaya, menerima penyuluhan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang diberikan langsung oleh pihak BNNK Malang.

Badriyah, Kasi B2M BNNK Malang menilai,  Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai daerah terbesar kedua pengguna narkotika sesudah Provinsi DKI Jakarta.

“Narkoba, menyasar semua golongan. Tanpa pandang usia, dan jenis profesinya,” jelas Badriyah melalui sosialisasi P4GN yang berlangsung di aula Makorem 083/Baladhika Jaya.

Narkotika, kata Badriyah, merupakan salah satu jenis obat yang berasal dari salah satu tanaman, yang dinilai memiliki dampak penurunan, maupun perubahan kesadaran seseorang. “Tanaman itu, nantinya diolah dengan salah satu zat adiktif berbahaya. Efeknya, bisa menimbulkan ketergantungan psikis,” bebernya.

Sementara itu, Mayor Arm Muslich menilai, narkotika merupakan musuh negara. Bagaimana tidak, menurutnya, bahaya peredaran gelap narkotika di Indonesia, dinilai mampu mengancam stabilitas negara.

“Hal inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua,” tegas Kasi Intel Korem 083/Baladhika Jaya ini.

Dengan predikat darurat negara yang saat ini di sandang oleh Indonesia, menurut Mayor Muslich, merupakan tantangan bagi semua pihak.

“Mulai dari pemberantasan, hingga pengungkapan segala jenis penyelundupan obat-obatan terlarang,” ujarnya.

Tak hanya dijadikan musuh satu pihak saja. Menurutnya, bahaya peredaran barang berbahaya tersebut, juga menjadi musuh semua pihak, tanpa terkecuali aparatur TNI.

“Status darurat yang diterapkan oleh Pemerintah, merupakan sinyal jika narkotika merupakan musuh semua pihak (negara),” tegas Kasi Intel Korem 083/Baladhika Jaya ini.

Selain diikuti oleh anggota Korem saja, sosialisasi P4GN tersebut, juga diikuti oleh para Persit Korem. Tak berhenti sampai disitu saja, usai melakukan sosialisasi tersebut, BNNK Malang yang dibantu oleh Korem 083/Baladhika Jaya, juga melakukan pengecekan urine yang dilakukan secara acak dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.(andre)

Rabu, 29 Agustus 2018

Wujudkan Pemerintahan Bersih Narkoba, Pegawai Pemkot Surabaya Jalani Tes Urine


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan tes urin terhadap puluhan pegawai di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya. Kali ini, kedua OPD yang dilakukan tes urine yakni Bagian Umum dan Protokol, serta Bagian Hubungan Masyarakat (Humas). Tes urin ini dilaksanakan untuk mewujudkan pemerintahan yang sehat dan bersih dari adanya tindakan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Shanti Dewi mengatakan kegiatan ini rutin tiap tahun dilakukan, sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika (narkoba) yang kerap kali menyasar kepada semua orang. Selain itu, kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu langkah menyukseskan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Ini rutin kita lakukan. Jadi kita (BKD) mandiri keliling cek ke masing-masing OPD bersama pihak Rumah Sakit Soewandi,” kata Mia, sapaan akrabnya, Rabu, (29/08/18).

Menurut Mia, sejauh ini pihaknya belum menemukan pegawai yang terindikasi menggunakan atau menyalahgunakan narkoba. Kalau memang pegawai menggunakan narkoba, lanjut dia, pastinya akan berdampak pada hasil kinerja, dan ini sebagai bahan evaluasi. Ia pun menegaskan akan menindak tegas bagi setiap pegawai yang terbukti menyalahi aturan kepegawaian.

“Alhamdulillah untuk selama ini belum ada pegawai yang terindikasi ke narkoba. Kalau ada, langsung kita komunikasikan ke BNN," ujarnya.

Mia mengaku pihaknya akan rutin melakukan tes urin kepada seluruh anggota kepegawaian di lingkungan Pemkot Surabaya. Nantinya, tes urin akan terus berlanjut ke masing-masing OPD. Terlebih, untuk mengevaluasi perilaku pegawai. Hal ini untuk mencegah bahaya timbulnya penyalahgunaan obat terlarang. Mengingat dampak terhadap penggunaan obat terlarang seperti narkoba dan zat adiktif lainnya dapat merusak kehidupan.

“Harapannya kita ingin menghasilkan pemerintahan yang sehat dan bersih dari adanya tindakan penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.

Sementara itu, Suyadi salah seorang pegawai Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) yang ikut menjalani tes mengaku baru pertama kali menjalani tes. Menurutnya, kegiatan ini perlu rutin dilakukan sebagai upaya mewujudkan lingkungan pemerintah yang bersih dari narkoba.

"Saya sangat mendukung langkah ini. Untuk menciptakan pemerintahan yang bebas dari Narkoba. Serta untuk mendukung program dari BNN dalam memerangi peredaran narkoba," tutupnya. (arf)

Selasa, 28 Agustus 2018

Perangi Narkoba, Personel Lantamal IX Terima Sosialisasi P4GN


KABARPROGRESIF.COM : (Ambon) Personel militer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lantamal IX serta Korcab IX Daerah Jalasenastri Armada III menerima sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dari Dinas Hukum TNI Angkatan Laut (Diskumal) Jakarta bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku di Gedung Dr. J. Leimena Lantamal IX. Selasa (28/08/2018).

Pada acara pembukaan sosialisasi P4GN, Komandan Lantamal IX Laksamana Pertama TNI Antongan Simatupang dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Komandan Lantamal IX Kolonel Marinir Supriyono mengatakan bahwa acara sosialisasi bahaya Narkoba ini bertujuan agar seluruh anggota Lantamal IX paham akan bahaya Narkoba dan dapat mengetahui apa saja kerugian yang kita dapatkan.

“Bahaya penyalahgunaan Narkoba harus terus kita tekankan karena selain sudah merupakan perintah dari komando atas, juga karena Narkoba dapat merusak hidup kita”, ujar Danlantamal IX dalam sambutannya.

Kejahatan Narkoba sudah digolongkan dalam kejahatan luar biasa dan serius yang dapat merusak sedni sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, sambungnya, terlebih lagi kejahatan Narkoba tersebut sudah bersifat lintas Negara dan sangat terorganisir, sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius.

Di akhir sambutannya, Danlantamal IX menyampaikan terimakasih kepada Tim dari Diskumal dan BNNP Maluku yang berkenan menyampaikan sosialisasi bahaya Narkoba kepada personel Lantamal IX.

Selain itu disampaikan, kepada segenap prajurit dan keluarga besar Lantamal IX, apabila ada hal – hal yang kurang jelas atau kurang dimengerti dapat sitanyakan pada sesi Tanya jawab nanti.

Sementara itu dalam sambutan Kepala Diskumal Laksamana Pertama TNI Kresno Buntoro yang dibacakan oleh Kasubdis Dargakum Diskumal Kolonel Laut (KH) Deni Bayu Nugraha mengatakan kegiatan sosialisasi P4GN sangat diperlukan sebagai upaya preventif dan antisipatif untuk melindungi prajurit dan PNS di lingkungan TNI AL dari kegiatan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Selain itu dikatakan, sosialisasi ini juga sebagai upaya cegah tangkal terhadap berbagai cara yang dilakikan oleh para Bandar Narkoba yang berusaha memanfaatkan anggota TNI maupun keluarganya dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap Narkoba, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kemudian acara diteruskan dengan sosialisasi oleh Kasubdis Dargakum Diskumal yang menyampaikan tentang hukum penyalahgunaan Narkoba bagi prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut dan dilanjutkan dengan sosialisasi tentang bahaya Narkoba oleh Kabid P2M BNNP Maluku Beni Timisela serta diakhiri dengan sesi Tanya jawab. (arf)

Selasa, 07 Agustus 2018

Tiga Jaringan Pengedar Ganja, Dituntut Jaksa 17 Tahun Penjara


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Tiga terdakwa yakni Ayuk Shelsy Handayani (23), Moch. Aminulloh (38), dan Moch.Wahyudi (36) yang merupakan jaringan pengedar narkotika jenis ganja yang kedapatan memiliki 12 kilogram ganja siap edar itu akhirnya mendapat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati dari Kejati Jatim selama 17 tahun penjara.

Dalam agenda sidang pembacaan tuntutan yang di gelar diruang sidang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, selasa (7/8/2018), JPU mengatakan ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran hukum dengan memiliki menyimpan menjual atau menjadi kurir narkotika jenis ganja tanpa memiliki izin dari pihak yang berwenang.

" Kami memohon agar kiranya Majelis Hakim yang terhormat menghukum ketiga terdakwa selama 17 (tujuh belas tahun) penjara, denda sebesar Rp 1 miliar, serta Subsidaer (3) tiga bulan kurungan. Adapun tuntutan tersebut dilandasi dengan perbuatan terdakwa serta barang bukti yang dimiliki terdakwa berupa ganja sebanyak 12 kg." bunyi tuntutan JPU Ni Putu Parwati.

Adapun dasar dari JPU menjerat ketiga terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara, Fariji.SH selaku kuasa hukum ketiga terdakwa merasa keberatan atas tuntutan JPU. Ia berniat untuk memperjuangkan hak hak para kliennya. Fariji juga berencana akan melakukan upaya pembelaan secara tertulis (Pledoi) yang akan dibacakan pada persidangan mendatang.

" Saya sangat prihatin atas tuntutan Jaksa yang menjatuhkan tuntutan sama terhadap ketiga terdakwa, karena yang perempuan itu hanya membantu suaminya. Dia tidak tau jika barang yang di dalam kardus itu adalah ganja. Saya akan berupaya melakukan pembelaan pekan depan, “ tegas Fariji.


Perkara tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait adanya penyalagunaan narkoba yang dilakukan oleh terdakwa. Tepatnya pada Sabtu 03 Maret 2018 sekira pukul 16,30 WIB.

Petugas dari BNNP Jawa timur melakukan penangkapan terhadap terdakwa M. Aminulloh sesaat setelah menerima paketan berupa (2) dua kardus berisi narkoba jenis ganja.

Didalam kardus pertama, berisi 10 (sepuluh) bungkus kopi bubuk, yang setiap bungkus kopi tersebut berisi ganja, begitu pula kardus yang kedua berisi 14 (empat belas) bungkus kopi berisi ganja.

Jumlah keseluruhan ada 24 (dua puluh empat) bungkus ganja dengan berat total 12,240 gram.

Saat di interogasi, terdakwa mengaku jika barang tersebut adalah milik terdakwa Shelsy istri terdakwa M.Wahyudi (berkas terpisah) yang sedang menunggu di warkop di Ds.Kalang Anyar Sedati Sidoarjo, hingga akhirnya atas kesigapan tim BNNP Jatim dapat menangkap terdakwa Shelsy dan M.Wahyudi setelah di beri informasi oleh M. Aminulloh. (jak/arf)

Selasa, 31 Juli 2018

BNN Ungkap Sindikat Narkoba dan Pencucian Uang di Surabaya


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Badan Narkotika Nasional ( BNN) melaporkan telah melakukan penindakan terhadap sindikat narkoba di Surabaya.

Selain itu, pada kasus yang sama juga dilakukan penyidikan terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Lima tersangka ditahan, AW (pengusaha), AR (narapidana), AAS (narapidana), TSB (wanita, pengusaha), LB (exchange)," kata Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (31/7/2018).

Arman menjelaskan, modus operandi para tersangka adalah mentransfer uang hasil penjualan narkoba.

Kemudian, uang tersebut disimpan di dalam rekening, sebagian dikirim ke luar negeri.

Adapun sebagian lainnya ditukar dengan valas. Uang itu dibelikan pula rumah, mobil, serta tanah atau bangunan di Jakarta, Surabaya, Cilacap, Tangerang, Taiwan, dan sebagainya, serta perhiasan.

BNN menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang dan aset sejumlah sekira Rp 25 miliar. Pada hari ini, imbuh Arman, Kepala BNN Heru Winarko akan melakukan konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut. "Menurut rencana, hari ini jam 12.00 akan diadakan press conference oleh Kepala BNN di Jalan Mulyosari Utara Nomor 45, Sukolilo, Surabaya," sebut Arman. (rio)

Minggu, 29 Juli 2018

Bawa Sabu, Oknum Polisi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ditangkap Polsek Tambaksari


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Seorang oknum polisi anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diciduk lantaran kedapatan membawa sabu.

Oknum polisi Bripka WHP (41) ditangkap Unit Reskrim Polsek Tambaksari Surabaya.

Bripka WHP terciduk polisi usai membeli sabu, 27 Juli 2018 pukul 22.00 WIB.

Dia ditangkap setelah membeli sabu di Jl Kunti Surabaya bersama dua temannya naik motor.

"Pelaku (WHP) kami amankan saat melintas naik motor di Jl Kalilom (Surabaya). Dia baru beli sabu di jalan Kunti," sebut Kapolsek Tambaksari Surabaya, Kompol Prayitno, Minggu (29/7/2018).

Prayitno menjelaskan, setelah membeli sabu di Jl Kunti, WHP naik motor bertiga. WHP mengendari motor bersama DI dan ZA.

Polisi yang sudah membuntuti akhirnya menghentikan di Jl Kalilom.

Saat dilakukan pemeriksaan dan dilanjutkan penggeledahan, anggota Reskrim Polsek Tambaksari menemukan satu poket sabu seberat 0,28 gram.

"Sabu disembunyikan di saku pelaku. Pelaku ini merupakan anggota Polri," tutur Prayitno.

Selanjutnya, WHP dibawa ke Polsek Tambaksari guna dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan yang surah dilakukan, pelaku bersama temannya membeli sabu di Jl Kunti seharga Rp 150.000 per poket.

"Kami masih melakukan pengembangan kasus ini," ucap Prayitno.

Dari ulah yang dilakukan WHP, dia diancam dikenai Pasal114 dan 112 UU No 35/2009 tentang Narkotika. (*/rud)

Kamis, 26 Juli 2018

Gandeng Tiga Pilar, BNK Jakarta Utara Sosialisasikan Bahaya Narkoba


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Untuk mengantisipasi peredaran narkotika dan konsumsi obat-obatan terlarang lainnya di wilayah Jakarta Utara, Badan Narkotika Kotamadya Jakarta Utara menggandeng Tiga Pilar Kec.Tanjung Priok melaksanakan sosialisasi bahaya Narkoba sekaligus mendirikan posko P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yang dipimpin langsung oleh Kasi Rehabilitasi DR. Novi di Posko P4GN Jl. Samudera Raya RT 01/014, Tg. Priok Jakarta Utara, Selasa (24/07/2018).

Kegiatan sosialisasi dalam program P4GN ini adalah merupakan kegiatan rutinitas yang dilaksanakan BNK Jakarta Utara dalam mencegah dan mengantisipasi peredaran dan bahaya Narkoba di satuan setingkat Koramil, Polsek dan pegawai Kelurahan Tg. Priok Jakarta Utara. Kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan instruksi dari Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto melalui Badan Narkoba Nasional (BNN) beberapa waktu yang lalu.

Babinsa Koramil 03/Tg. Priok Serda Slamet menyampaikan bahwa Tiga Pilar sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program yang digagas dan diselenggarakan oleh BNK Jakarta Utara dalam memberikan penyuluhan bahaya Narkoba ini. “Upaya penanganan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara masif dan bersatu padu dalam suatu gerakan bersama instansi terkait baik pemerintah, TNI/Polri, swasta dan seluruh komponen masyarakat lainnya. Kami sangat mengapresiasi pendirian posko P4GN yang bertujuan untuk membentengi para pemuda dan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba,” ungkap Serda Slamet.

Dalam pemberian penyuluhan dan sosialisasi tentang narkoba yang disampaikan oleh Kasi Rehabilitasi DR. Novi disampaikan tentang obat-obatan terlarang yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. DR Novi juga menyampaikan bahwa kegiatan dan pendirian Posko P4GN ini dilaksanakan berangkat dari kekhawatiran terhadap maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dewasa ini yang sasaran targetnya adalah semua kalangan baik dilingkungan aparat, pegawai maupun masyarakat umum terutama Pemuda dan pelajar

“Dengan rasa kepedulian kami berharap agar semua masyarakat dapat mengerti akan bahaya narkoba. Dengan adanya posko P4GN dapat membantu warga terutama bagi generasi muda untuk mencegah, meminimalisir dan mengurangi peredaran narkoba. Masyarakatdan aparat harus paham akan jenis-jenis narkoba, bahaya dan efek penyalahgunaannya serta hukuman bagi pengedar dan pengguna narkoba sehingga tidak jatuh korban yang disebabkan karena penyalahgunaan Narkoba,” jelas Dr Novi.

Sebelum dibuka sesi tanya jawab dalam penyuluhan tersebut Dr. Novi berpesan agar peserta penyuluhan tidak  mencoba-coba narkoba atau tergiur dengan ajakan orang lain yang akhirnya akan menjerumuskannya dan berakhir dengan kematian.

“Apabila masyarakat atau aparat masih belum jelas bahaya penyalahgunaan Narkoba, datanglah ke posko P4GN untuk mendapatkan penerangan dan pencerahan lebih lengkap. Kami siap membantu anda,” pesan Dr. Novi mengakhiri penyuluhannya. (arf)

Senin, 16 Juli 2018

Bersama BNN, Satgas TMMD Tangkal Peredaran Narkotika di Balongpanggang


KABARPROGRESIF.COM : (Gresik) Setelah disibukkan dengan berbagai pembangunan di lokasi TMMD di wilayah Gresik, satgas TMMD ke-102 di Kecamatan Balongpanggang, kini gencar mensosialiasikan bahaya peredaran gelap narkoba dan narkotika ke seluruh warga.

Tak hanya sendirian, sosialisasi itupun juga melibatkan pihak Badan Narkoba dan Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik, serta pihak Kecamatan setempat.

Zamil Fanani, salah satu staf BNNK Gresik menilai, selama ini, dinamika pergaulan generasi muda di Indonesia, sedang mengalami degradasi moral.

Itu dibuktikan, ketika banyaknya remaja-remaja yang saat ini menjadi korban dari kekejaman zat berbahaya tersebut. “Narkoba dan narkotika, tidak memandang usia. Sekarang saja, anak-anak bisa jadi korban,” ungkap Zamil melalui penyuluhan peredaran gelap narkoba dan narkotika di Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Senin, 16 Juli 2018.

Bahkan, kata Zamil, akibat banyaknya korban yang menjadi peredaran tersebut, Pemerintah menyatakan jika saat ini, Indonesia sedang memasuki garis darurat narkoba.

“Puluhan, bahkan ratusan nyawa melayang setiap harinya akibat keganasan barang itu (narkotika),” tuturnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kapten Inf Karmu menambahkan, terdapat berbagai cara dalam menangkal maraknya peredaran tersebut. Selain pendekatan secara persuasif, kata Danramil Balongpanggang ini, peredaran itu juga bisa ditangkal dengan cara mengawasi setiap pergaulan-pergaulan yang dinilai sangat mencurgikan, hingga meresahkan masyarakat.

“Jadi, kalau anda melihat hal-hal yang mencurigakan, jangan takut untuk segera melaporkan ke aparat keamanan setempat, tidak usah takut-takut. Dan sekali lagi, jangan pernah mencoba, apalagi penasaran dengan barang itu (narkoba),” pinta Karmu. (andre)

Senin, 12 Maret 2018

Rangkul Pelajar, Tolak Peredaran Narkotika


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Tak hanya kalangan dewasa saja. Namun, peredaran narkotika di Indonesia, juga menyasar anak-anak, terlebih para pelajar. Bahkan, akibat peredaran narkotika di Indonesia saat ini, menjadi pantauan tersendiri bagi Pemerintah.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNN Kota Surabaya, Badi Soepratikno menuturkan, dirinya meyakini jika pelaksanaan kegiatan yang bertajuk Ikrar Anti Narkoba saat ini, mampu menimbulkan suatu efek positif bagi kalangan remaja, khususnya para pelajar yang saat ini ikut hadir dalam acara tersebut.

“Generasi muda kita saat ini, sedang di serang dengan zat-zat kimia yang dapat merusak kepribadian bangsa. Melalui ikrar ini, saya percaya segenap generasi muda, sepakat untuk menolak narkoba,” kata Badi di depan para pelajar yang hadir di aula Makorem 084/Bhaskara Jaya, Senin, 12 Maret 2018 pagi.

Selain itu, kata Badi, dirinya juga menghimbau seluruh pelajar untuk tidak takut menolak kehadiran narkotika di suatu lingkungan pergaulan.

“Kita bersama-sama, ada TNI, Polri dan BNN yang siap sedia bersama adik-adik,” imbuhnya.

Tak hanya Badi, himbauan yang sama juga ditegaskan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Kav M. Zulkifli. Orang nomor satu di tubuh Makorem 084/Bhaskara Jaya itu mengungkapkan, pelajar merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki oleh bangsa dan negara.

“Adik-adik (pelajar) itu, merupakan generasi penerus bangsa. Sangat disayangkan kalau sampai terjerat di lingkaran peredaran dan bahaya narkotika,” ucap Kolonel Zulkifli.

“Jadi, kita harus bergerak secara bersama-sama untuk saling mencegah, dan mengawasi setiap pergerakan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Tak hanya dihadiri oleh pihak BNN Kota Surabaya, Polri dan Korem 084/Bhaskara Jaya saja. Namun, berlangsungnya kegiatan tersebut, juga dihadiri oleh para Persit Chandra Kirana, Bhayangkari, Jalasenastri, serta Pia Ardhya Garini.

Selasa, 06 Maret 2018

Tim Intel Lantamal V dan BNN Jatim, Ungkap dan Tangkap Jaringan Narkotika Wilayah Surabaya


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Tim Intelijen Pangkalan Utama TNI AL (Tim Intel Lantamal) V Surabaya bersama BNN Prov Jatim berhasil mengungkap dan menangkap jaringan Narkotika wilayah Surabaya yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (6/3) dini hari tadi.

Penangkapan ini telah dibenarkan oleh Komandan Tim Intelijen Lantamal V Lantamal V Letkol Laut (S) Widi Hartono, A.Md dan telah melaporkannya kepada Asintel Danlantamal V Kolonel Laut (T) Herlius Bachtiar dan Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, S.E., M.M., di Markas Komando Lantamal V Surabaya jalan Laksda M. Nasir no 56 Tanjung Perak, Surabaya.

Menutut Widi -sapaan akrab Dantim Intel Lantamal V- kronologis penangkapan tersangka  ND pada selasa dini hari tadi di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini berawal dari pengamatan dan koordinasi dengan pihak BNN Jatim dalam hal ini AKBP Wisnu Chandra  selaku Kabid Brantas BNN Provinsi Jawa Timur yang kebetulan sedang memberikan pembekalan materi tentang Narkoba dan jenis-jenisnya kepada peserta latihan Latkamla 2018 di Puslatkaprang Koarmatim.

Saat itu, Ia menyampaikan bahwa akan ada pengiriman Narkotika jenis Sabu dari Pelabuhan Kijang Tanjung Pinang ke Surabaya melalui KM. Doro Londa.

KM. Doro Londa tolak dari pelabuhan Kijang Tanjung Pinang Sabtu, 3 Maret 2018 pukul 12.00 WIB dan diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya hari Selasa, 06 Maret 2018 pukul 03.00 WIB.

Memperoleh info tersebut, Komandan Tim Intel segera berkoordinasi dengan jajaran untuk menindak lanjuti informasi tersebut. Dengan bergerak cepat serta bersama-sama BNN Privinsi Jatim dengan melakukan pengintaian di Pelabuhan Tanjung Perak pada selasa dini hari 6 Maret 2018 mulai pukul 00.00 s/d 03.30 Wib, namun tidak membuahkan hasil.

Kemudian Tim gabungan ini atas bantuan tim BNN Provinsi Jawa Timur melakukan tracking Handphone tersangka  ND di dapatkan data bahwa yang bersangkutan bergerak menuju Suramadu. Pada pukul 04.10 Wib Tim gabungan mendapatkan posisi tracking tersangka ND berada di dalam  mobil Suzuki Carry L 1750 QA.

Selanjutnya tim melaksanakan penggeledahan terhadap tersangka ND dan berhasil mendapatkan 1 buah tas berisi 5 paket sabu-sabu (diperkirakan 1 paket dengan berat 1 Kg). Tersangka memberikan perlawanan dan berusaha kabur, sehingga dilumpuhkan oleh petugas BNN dengan timah panas.

“Tersangka ND ini memberikan perlawanan kepada petugas dan berusaha kabur. Guna menghindari kejadian diluar perkiraan maka petugas BNN Provinsi Jawa Timur melumpuhkan tersangka ND dengan timah panas”, ujar Widi sapaan akrab Komandan Tm Intel Lantamal V.

Selanjutnya tersangka oleh petugas BNN dibawa ke RS. Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Tersangka ND lanjut Widi,  adalah orang suruhan, awalnya ia bekerja sebagai tukang ojek di Tanjung Pinang. Ia dijanjikan akan diberi uang 30 juta apabila berhasil mengantar barang titipan tersebut oleh seseorang inisial AM. Petugas masih terus mengembangkan kasus ini.

“Oleh katena itu,  jangan mudah percaya dengan iming-iming sejumlah uang yang dijanjikan seseorang apabila berhasil mengirimkan barang, lebih baik bekerja sendiri dengan hasil yang sudah pasti daripada diiming-imingi dengan sejumlah uang tapi akhirnya masuk sel,” pungkasnya. (arf)

Kamis, 25 Januari 2018

Kodim 0503/JB Bantu Polres Jakbar Berantas Narkoba


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Untuk menindak lanjuti perintah satuan Komando atas, tentang pemberantasan Narkoba pada satuan jajaran, dan masyarakat di wilayah Jakarta Barat, Kodim 0503/Jakarta Barat, siap siaga membantu Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat,

Saya mendukung penuh pemberantasan narkoba di wilayah Jakarta Barat, dengan tujuan menghapus stigma Jakarta Barat sebagai sarang narkoba, ujar Komandan Distrik Militer (Dandim) 0503/JB, Letkol Inf. Andre Henry Masengi, Kamis (25/1/2018).

Hal itu diungkapkan paska penggerebekan Kampung Ambon Jalan Akik Permata Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (24/1) kemarin. Kehadiran dirinya di sana saat itu untuk membackup polisi yang menggerebek supaya menindak anggota TNI yang backingi bandar.

Kodim 0503/JB sudah berkomitmen dengan Polres Jakbar, dan telah mendapat petunjuk dari Komando atas, bahwa narkoba harus betul betul diperangi, baik itu diinternal maupun di masyakat,” ujar Andre Kamis (25/1).

Untuk Itu, Andre mengimbau kepada seluruh prajurit dan ASN untuk tidak menggunakan narkoba, apalagi membackingi bandar narkoba, dan jika ada yang bersentuhan dengan Narkoba, dirinya tak segan-segan melakukan pemecatan dan memprosesnya secara hukum. tegasnya

Prajurit Kodim 0503/JB, harus bebas dan bersih dari peredaran, penggunaan narkoba serta melindungi bandar narkoba.

“Kami terus bekerjasama dan alhamdulillah, kami bersyukur sampai hari ini kerjasama yang baik antara TNI-Polri di Jakarta Barat akan terus terjalin. Kami terus membackup kepolisian sehingga khususnya di Jakarta Barat betul-betul aman dari peredaran narkoba,” tutupnya. (rio)

Kamis, 11 Januari 2018

BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 7.300 Gram di Pelabuhan Tanjung Perak


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Upaya masuknya peredaran narkoba di Indonesia, kembali dilakukan oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur. Terbaru, penyelundupan Psikotropika jenis Methamphetamine (sabu-sabu) rencananya akan dikirimkan melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil digagalkan oleh BNNP Jatim yang berkerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Dari hasil tangkapan petugas mendapatkan narkoba jenis sabu-sabu seberat 7.300 gram berasal dari luar daerah Pabean Malaysia, yang dibawa oleh Anak Buah Kapal (ABK) melalui jalur laut menggunakan kapal Ferry yang transit di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), selanjutnya menuju Terminal Pelabuhan Penumpang Tanjung Perak Surabaya.

Selain itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso atau Buwas, menjelaskan pihaknya juga akan mengembangkan kasus tersebut dengan menelusuri Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) melalui PPATK.

“Ini merupakan aksi nyata BNNP Jatim dan DJBC dalam upaya memberantas peredaran narkotika, guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan secara ilegal dan kami masih menelusuri TPPU-nya oleh PPATK,” kata Buwas di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Perak, Kamis (11/1/2018).

Buwas mengatakan, barang haram tersebut dibawa oleh salah seorang ABK MV “Selasih” berinisial ARW. Namun, Buwas juga mengaku bahwa pihaknya belum menyentuh bandar besar yang selama ini selalu mensuplai narkotika ke Indonesia.

“Diketahui juga bahwa Kapal MV Selasih pada saat itu sedang dalam perjalanan dari Port Klang, Malaysia menuju pelabuhan Banjarmasin dengan estimasi waktu kedatangan tanggal 03 Januari 2018,” terang Buwas.

Sampai di Pelabuhan Banjarmasin, selanjutnya dilakukan pemeriksaan sarana pengangkut laut (boatzoeking) oleh tim gabungan, setelah dilakukan koordinasi dengan BNNP Jawa Tmur sebagai pemberi informasi awal.

“Dalam rangka pengembangan dan pengungkapan jaringan narkotika tersebut, diputuskan untuk tidak melakukan penindakan di Banjarmasin untuk selanjutnya akan dilakukan satelah barang haram tersebut sampai di Surabaya,” jelas kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso.

Tim gabungan BNNP dan DJBC telah bersiaga di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan pemantauan penumpang yang turun dari sarana pengangkut guna menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.

“Terduga kurir diperkirakan menumpang kapal Ferry penyeberangan ‘NIKI SEJAHTERA’ dari Banjarmasin tujuan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa psikotropika ilegal yang sebelumnya diselundupkan melalui jalur Iaut dari negara Malaysia,” ungkapnya.

Pada Jumat 5 Januari 2018 sekira pukul 20.15 WIB, Kapal ferry ‘NlKl SEJAHTERA’ tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kemudian dari hasil pengamatan dilapangan ditemukan 2 (dua) orang penumpang berinisial ZN dan RHM yang diduga sebagai kurir turun dari sarana pengangkut dan sedang bergerak menuju pintu keluar Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak.

“Sesaat setelah keluar dari terminal penumpang, 2 (dua) orang terduga kurir dijemput oleh seseorang berinisial HSN dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat mark Toyota Avanza berwarna putih dengan nomor polisi M 1386 AC,” lanjut Bahaduri Wijayanta.

Pada waktu dan lokasi yang sama, pengendali operasi dengan inisial HMO dan IB sedang menunggu dan mengawasi proses penjemputan tersebut didalam kendaraan bermotor roda empat merek Honda CR-V berwarna hitam dengan nomor polisi M 806 HA.

“Pada saat akan dilakukan upaya penindakan terhadap para pelaku yang dicurigai sebagai kurir dan pengendali, sekitar pukui 20.30 WIB, para pelaku berupaya melarikan diri dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat tersebut dengan membawa satu tas berwarna hitam yang berisikan 7 (rujuh) bungkus plastik kemasan susu masing-masing berisi serbuk berwarna putih dan diduga kuat adalah psikotropika jenis methamphetamine (sabu-sabu) seberat total 7.300 (tujuh ribu tiga ratus) gram yang dibawa pelaku ke dalam mobil berwarna putih,” papar Brigjen Pol Bambang Budi Santoso.

Setelah aksi kejar-kejaran sekitar pukul 20.35 WIB, para pelaku yang menumpangi mobil Toyota Avanza berwarna putih M 1386 AC dapat dilumpuhkan di Jalan Kalimas Surabaya.

Sedangkan pada waktu yang bersamaan, tim dari BNNP Jawa Timur melakukan upaya pengejaran terhadap pengendali jaringan yang menumpang mobil Honda CR-V berwarna hitam Nopol M 806 HA yang berupaya kabur sampai ke Jalan Pacar Kembang V Surabaya.

“Setelah terdesak dan akan dilakukan upaya penangkapan, para pelaku dengan inisial HMD dan IB tersebut berupaya melakukan parlawanan dengan cara menabrakkan mobilnya ke arah petugas, yang memaksa petugas BNNP Jawa Timur melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga menyebabkan kedua palaku meninggal dunia

“Dan petugas BNNP Jawa Tmur yang tertabrak mobil pelaku menjaIani perawatan di rumah sakit,” imbuh Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso. (arf)

Sabtu, 30 Desember 2017

Murid SD yang Direhabilitasi BNN Provinsi Lampung di Tahun 2017 Meningkat


KABARPROGRESIF.COM: (Bandar Lampung) Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung menggelar press release akhir tahun 2017 di kantor baru Jalan Ikan Bawal, Telukbetung Selatan (TbS), Bandar Lampung, Rabu, (27/12/2017).

Pada kesempatan ini, Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga mengatakan pelaksanaan rehabilitasi terhadap narkoba selama tahun 2017 ini belum optimal.

Meski demikan, Tagam mengaku anggaran yang diterima dari pemerintah pusat mengalami penurunan.

Yakni pada tahun 2016 anggaran 10 miliar lebih sedangkan tahun 2017 Rp 8 miliar.

“Jadi dengan anggarannya terbatas, dengan data pegawai jumlahnya 166 pegawai meliputi Lampung Selatan, Tanggamus, Metro dan Lampung Timur," katanya.

Walaupun anggaran terbatas, Tagam mengaku akan menambah pegawai BNNP Lampung untuk meluaskan jaringan di Way Kanan.

"Tahun 2018 kita akan meluaskan wilayah kita di Way Kanan, nanti kita akan menempati dan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Polda Lampung untuk menempatkan pegawai disana," ujarnya.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga juga merasa miris dengan fenomena pengguna narkotika di tingkat SD yang makin meningkat dibanding tahun lalu.

Dari data kunjungan klien di klinik pratama BNNP Lampung mencatat 59 pengunjung ditahun 2017 dibandingkan tahun 2016 yang hanya 13.

Memang untuk pendidikan SD sendiri lebih banyak menggunakan lem, tapi pengguna lem sendiri sekarang bisa direhabilitasi,” lanjutnya.

“Memang jika paling tinggi itu adalah pendidikan SMA dengan tingkat pengunjung 608, jika SMP 132 dan PT 79,” katanya saat press release akhir tahun 2017 di kantor baru BNPP di Jalan Ikan Bawal, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Rabu, 27 Desember 2017.

Tagam mengakui regenerasi tingkat SD makin meningkat tajam namun penanganan pemberatasan melebihi anggaran yang diberikan oleh negara.

Meski demkian, pihaknya terus berupaya agar penggunaan lem pada anak SD bisa diatasi. Pihaknya pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Kami menjumlahkan penjualan lem dan diawasi jika seorang anak sering membeli lem itu untuk apa, sebenarnya lem itu legal, hanya saja yang salah penggunanya,” tutupnya. (rio)

Jumat, 22 Desember 2017

91 Orang Positif Narkoba Dalam Razia


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Satuan Pomdam Jaya/Jayakarta melaksanakan razia gabungan dengan BNNP DKI dipimpin AKBP Maria Sorlury Wibowo Kabid Pembrantasan BNNP DKI dengan jumlah kekuatan 56 personel terdiri dari Satuan POMAL, POMAU,POMAD,BRIMOB dan personel dari BNNP DKI. Sabtu 16 Desember 2017.

Sasaran tempat Club dan Karoke di Wilayah Jakarta yang bersinyalir terdapat Narkoba, sebelum melaksanakan razia dilaksanakan brefing oleh kabid Pembrantasan BNNP DKI untuk dijelaskan pembagian tugas kepada para petugas, razia bergerak pukul 23.45 Wib dengan awal patroli keliling wilayah Jakarta kemudian dilanjutkan ke wilayah Teluk Gong Jakarta barat.

Dalam razia pertama didapatkan 5 Orang sipil positif narkoba setelah dilaksanakan tes urine, razia dilanjutkan ke wilayah Tubagus Angke, para petugas langsung melaksanakan tes urine kepada para pengunjung dan didapatkan 91 Orang positif salah satunya anggota Polri.

Selanjutnya dilaksanakan intrograsi kepada para karyawan untuk dilaksanakan pengembangan, dan didapatkan sebuah gudang dibelakang diskotik untuk pembuatan Narkoba jenis Sabu cair  razia berjalan tertib dan lancar. (rio)

Senin, 20 November 2017

100 Anggota Korem Bhaskara Jaya Jalani Tes Urine


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Sebanyak 100 anggota Korem 084/Bhaskara Jaya yang terdiri dari PNS dan prajurit TNI di satuan tersebut, saat ini sedang menjalani tes urine yang berlangsung di aula Makorem. Senin, (20/11/2017).

Tak hanya itu, berlangsungnya tes urine yang dilakukan oleh pihak BNN Kabupaten Sidoarjo itu, juga disaksikan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Kav M. Zulkifli.

Menurut Danrem, dirinya tak ingin kecolongan terhadap keberadaan peredaran gelap narkoba dan narkotika yang saat ini dinilai menjadi momok masyarakat.

“Narkotika merupakan ancaman bagi masa depan bangsa dan negara,” tegas Kolonel Zulkifli.

Tak hanya itu, jelas Danrem, keberadaan peredaran gelap narkotika di wilayah tugasnya, seakan menjadi pantauan tersendiri bagi dirinya dan seluruh personel di wilayah tugasnya.

“Semua personel kita tegaskan untuk ikut serta mengawasi keberadaan peredaran barang haram itu (narkotika, red),” tegasnya.

Sementara itu, Ditambahkan Edi, pengecekan yang dilakukannya bersama beberapa anggota BNN Sidoarjo saat ini, tak hanya dilakukan di institusi militer saja. Menurutnya, semua kalangan juga mendapat pengawasan yang sama.

“Sebelumnya, terima kasih banyak kepada bapak Danrem atas partisipasinya. Kita dari pihak BNN, tidak segan-segan untuk terus bersinergi dengan TNI dalam rangka melakukan pemberantasan bahaya narkotika,” jelas Ketua pelaksana dari pihak BNN Kabupaten Sidoarjo ini.

Selama pengecekan berlangsung, pihak BNN tidak menemukan satupun PNS maupun prajurit TNI yang terindikasi obat-obatan terlarang (narkotika).

“Semuanya steril dari narkoba,” singkat Edi. (arf)

Selasa, 14 November 2017

Persempit Gerak Peredaran, Prajurit Lanal Denpasar Terima Sosialisasi Bahaya Narkoba dari BNNP Bali


KABARPROGRESIF.COM : (Denpasar) Seluruh Perwira Staf dan prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar Lantamal V menerima sosialisasi tentang bahaya Narkoba dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Selasa (14/11).

Sosialisasi yang digelar di gedung Seba Guna IGP. Dwinda Mako Pangkalan TNI AL Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali itu disampaikan Kepala BNPP Bali Brigjen Pol. Drs I Gusti Putu Gede Suastawa, S.H.

Menurutnya Kepala BNNP Bali,  modus penyeludupan lewat jalur laut marak digunakan para bandar narkoba saat memasok barang terlarang tersebut ke Indonesia. Beberapa kasus yang ditangani BNN dan jajaran, barang bukti ditemukan terkemas dalam kontainer kapal, ruangan tertentu serta Anak Buah Kapal (ABK) baik pelaku lokal maupun Warga negara asing.

Dalam mengatasi masalah ini, TNI AL memiliki kemampuan dan kewenangan secara yuridis di laut Indonesia. Terutama untuk mencegah masuknya kapal-kapal asing yang disinyalir digunakan sebagai sarana penyeludupan narkoba.

Menurutnya,  Narkoba adalah salah satu bentuk ancaman serius yang harus diantisipasi. Sindikat ini memanfaatkan jalur laut untuk masuk ke Indonesia. Pengawasan TNI AL sebagai salah satu ujung tombak pengamanan laut haruslah ditingkatkan,” ungkap Brigjen Suastawa.

Menurut Suastawa, peran serta instansi pemerintah dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yaitu dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009 Pasal 104,106,108 dan 109, Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2013, Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21 Tahun 2013, Perda Provinsi Bali No.7 Tahun 2017 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkoba tanggal 28 Agustus 2017, Surat Edaran Kemenpan RB No. 50 Tahun 2017. Peraturan tersebut mengatur diantaranya pembentukan relawan, tes urine seluruh ASN dan CPNS serta Sosialisasi bahaya narkoba di masing-masing instansi.

“Prajurit TNI Angkatan Laut diharapkan selalu melakukan konsolidasi dan berkontribusi dalam mendukung program pemerintah, tes urine secara berkala dan mandiri. Menyusun regulasi yang sejalan, membentuk satgas atau relawan antinarkoba, sosialisasi bahaya narkoba serta adanya sanksi yang tegas bagi pegawai yang terlibat narkoba,” ungkap Brigjen Suastawa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pasops Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Agung Hari Wibowo mewakili Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka,  Pasintel, Dandenpomal serta seluruh Perwira Staf serta seluruh prajurit dan ASN Mako Lanal Denpasar. (arf)

Selasa, 17 Oktober 2017

Bea dan Cukai Juanda Kembali Amankan Sabu 745 Gr


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda ( KPPBC TMP ) kembali menggagalkan Narkotika jenis Sabu ( Methamphetamine ) seberat 745 gr.barang haram tersebut dibawa oleh tersangka berjenis kelamin Laki - laki yang berinisial A.S . Penangkapan tersangka berawal ketika akan turun dari terminal 2 kedatangan Internasional Bandara Juanda.

Dengan menaiki Pesawat Air Asia ( XT 327 ) rute Kuala Lumpur - Surabaya tersangka mendarat di Bandara Juanda, Namun ketika barang yang dibawahnya turun dari pesawat dan petugas mendeteksi dengan mesin X - Ray, alhasil petugas mencurigai sebuah benda dalam kardus Air Pot (water heater) sehingga petugas menandai benda tersebut.

" Setelah dilakukan pengambilan bagasi dan diketahui barang tersebut milik penumpang berinisial AS, pada saat tersangka memasukan barang ke mesin X Ray sebagai pemeriksaan kedua petugas melihat ketidakwajaran pada image  X Ray dan tersangka AS serta BB diamankan oleh petugas." kata Kepala KPPBC tipe madya pabean juanda Mochamad Mulyono saat gelar konferensi pers dengan awak media pada senin ( 16/10/2017 ) di kantor.

Mulyono menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang haram ini ,petugas menemukan 4 bungkus yang berisi bubuk kristal putih dengan berat 745 gr.ironisnya barang tersebut disembunyikan di dalam water heater.setelah dilakukan uji narcotest teenyata kristal putih ini adalah positif Sabu.

" Untuk memastikan jenis barang ini, petugas melakukan uji laboratorium pada BPIB tipe B surabaya dan kedapatan bahwa kristal putih positif Sabu atau methamphetamine dan saat ini tersangka sudah diamankan di direktorat reserse polda jatim untuk proses dan pengembangan." terangnya.

Mulyono menambahkan,tersangka AS telah melanggar UU no 35 tahun 2000 tentang Narkotika golongan I, penyelundupan narkotika golongan I adalah pelanggaran pidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

" Ancaman pidananya penjara selama 15 tahun atau pidana denda sekitar 10 milyar, namun bilamana narkotika yang dibawa melebihi 5 gram pelaku dipidana mati atau pidana seumur hidup." pungkasnya. (Dji)

Rabu, 27 September 2017

Yoyok, Bos Sabu LP Nusa Kambangan Divonis Mati


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Hadi Sunarto alias Yoyok, terdakwa kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 50 kg divonis mati oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pria yang disapa bos di kalangan dunia narkoba ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat dalam peredaran narkotika. Terpidana 20 tahun penjara dalam kasus yang sama ini dianggap melanggar pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Hariyanto ini menyebut, jika tidak ada alasan pemaaf atau pembenar yang dapat membebaskan dan menghapus pidana terdakwa Yoyok.

Terlebih, terdakwa adalah seorang residivis yang sudah dihukum 20 tahun penjara oleh Hakim PN Surabaya dan sedang menjalankan hukumannya di Lapas Pasir Putih, Nusa Kambangan.

"Mengadili, menghukum terdakwa Hadi Sunarto alias Yoyok alias Bos dengan pidana mati,"ucap Hakim Hariyanto saat membacakan amar putusannya, Rabu (27/9/2017).

Vonis hakim ini sepakat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Putu Karmawan dari Kejari Surabaya, yang sebelumnya juga menuntut hukuman mati.

Atas putusan tersebut, terdakwa Yoyok langsung menyatakan perlawanan.

"Saya banding pak hakim,"ujar Yoyok yang langsung disambut ketukan Palu Hakim sebagai tanda berahkirnya persidangan.

Sementara, JPU Gusti Putu Karmawan saat dikonfirmasi mengaku belum bisa bersikap atas vonis hakim.

"Saya laporkan ke pimpinan," kata jaksa kelahiran Bali ini.


Usai persidangan, Didik Sungkono selaku penasehat hukum terdakwa Yoyok mengatakan, upaya banding yang dilakukan kliennya adalah sebagai bentuk untuk mencari keadilan.

"Wajar kalau langsung bandin, karena klien merasa putusannya kurang adil,"kata Didik Sungkono.

Seperti diketahui, Yoyok adalah narapidana kasus narkotika yang menghuni LP Nusa Kambangan. Yoyok kembali tersangkut kasus serupa setelah Reskoba Polrestabes Surabaya berhasil mengagalkan peredaran narkotika dari tangan Aiptu Abdul Latip dan Indri Rahmawati serta Tri Torriasih alias Susi.

Dari 50 Kg sabu yang disuplay dari Yoyok, Polisi hanya berhasil menyita 13 kg sabu saja. Pasalnya yang 37 Kg  sabu tersebut sudah terjual melalui tangan Abdul Latip dan Indri Rahmawati.

Proses hukum Yoyok terkesan lambat dari ketiga jaringannya. Yoyok baru didudukkan sebagai pesakitan saat ketiga jaringannya sudah di hukum oleh Hakim PN Surabaya.

Oleh Hakim PN Surabaya, Aiptu Abdul Latief telah divonis mati dan Vonis tersebut diperkuat Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya setelah dia mengajukan upaya hukum. Kini kasusnya masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung (MA)

Sementara, Indri Rahmawati divonis seumur hidup oleh PN Surabaya, tapi oleh PT Surabaya diperberat menjadi hukuman mati. Tak terima atas vonia mati tersebut, Indri akhirnya mengajukan kasasi ke MA.

Sedangkan vonis Tri Diah Torriasih alias Susi malah berbalik, oleh PT Surabaya, Vonis Susi diturunkan dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup. Turunnya vonis tersebut langsung di kasasi oleh Kejari Surabaya. (Komang)

Selasa, 26 September 2017

45 Hakim PN Surabaya Jalani Tes Narkoba


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Seluruh hakim dan pegawai dilingkungan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya diambil urinenya oleh BNNP Jatim.  Pengambilan tes urine itu untuk memastikan bahwa jajaran PN Surabaya bebas dan bersih dari Narkoba.

Dari pantauan dilantai 6 Gedung PN Surabaya, Setidaknya ada 172 orang yang mengikuti kegiatan tes urine ini. Mereka meliputi dari Hakim Peradilan Umum, Hakim Tipikor, Hakim PHI, Hakim Niaga dan sejumlah Hakim Hoc serta Panitera Pengganti (PP) dan Karyawan dan Karyawati PN Surabaya

"Ada sekitar 172 orang yang mengikuti tes urine ini. Diantaranya Hakim Karier sebanyak 31, Hakim Ad Hoc ada 14 orang, sementara PP ada 60 dan sisanya karyawan dan karyawati,"terang Wakil Ketua PN Surabaya, Sumino, SH,MH, Selasa (26/9/2017).

Tes urine ini, lanjut Sumino merupakan perentah dari Direktur Jendral Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (Dirjen Badilum MA).

"Tujuannya untuk memastikan warga Pengadilan khususnya peradilan umum tidak ada yg terkena narkoba,"sambung Sumino.

Sementara, dr Poerwanto selaku kordinator dari BNNP Jatim menjelaskan, jika pengambilan tes urine hakim dan jajarannya bukan merupakan gawenya melainkan gawe PN Surabaya.

"Kami hanya melaksanakan saja, yang punya gawe dari Pengadilan,"kata dr Poerwanto saat dikonfirmasi disela-sela pelaksanaan pengambilan tes urine.

Dijelaskan dr Poerwanto, hasil pengambilan tes urine ini akan dibawa ke BNNP Jatim dan hasilnya akan segera dilaporkan ke pimpinan PN Surabaya.

"Siang ini hasilnya sudah bisa diketahui,"sambung dr Poerwanto.

Terpisah, Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono berharap agar seluruh jajaran penegak hukum di PN Surabaya bebas dari narkoba.

"Saya berharap PN Surabaya bebas dari narkoba,  karena tiap hari kita mengadili narkoba, jangan sampai kita ada yang terlibat  dalam penyalahgunaan narkotika, baik sebagai pengguna maupun pengedar,"ujar Sigit Sutrino.

Dari pantauan diruang tes urine, para penegak hukum ini sangat antusias mengikuti tes narkoba ini. Mereka pun rela antre satu persatu untuk melakukan tes urine.

Wakil PN Surabaya, Sumino, SH,MH terlebih dahulu melakukan tes urine lalu dilanjutkan para hakim dan jajaran Panitera Pengganti serta Karyawan dan Karyawati PN Surabaya. (Komang)