Selasa, 09 Oktober 2018


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Meski sudah terjadi kesepakatan antara Bayu Taufan (51) dengan mini market Alfa Midi di jalan Gresikan Surabaya.

Namun Pengadilan Negeri (PN) Surabaya masih menjatuhkan hukuman 3 bulan penjara pada Bayu Taufan (51), karena terbukti melakukan pencurian 3 botol shampo.

Majelis hakim tetap bersikukuh menyatakan bila perbuatan terdakwa telah terbukti meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian sesuai pasal 362 KUHP.

" Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan pencurian, menjatuhkan pidana pada terdakwa dengan hukuman selama 3 bulan Penjara" ucap Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman, membacakan amar putusannya di pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (9/10).

Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan JPU Deddy Arisandi, yang sebelumnya juga menuntut terdakwa dengan tuntutan selama 3 bulan penjara.

Hal-hal yang meringankan menurut majelis hakim, terdakwa mengaku dan berterus terang tentang perbuatan pidana yang dilakukan, terdakwa juga telah melakukan kesepakatan perdamaian dengan pihak manajemen Alfa Midi.

Sedangkan hal-hal yang memberatkan menurut Majelis hakim, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dan mengakibatkan kerugian pada orang lain.

Terdakwa Bayu Taufan, dilaporkan oleh pihak menejemen Alfa Midi ke Polisi karena kedapatan mencuri 3 botol Shampo merk Pantene ukuran 340 ml.

Kejadian itu berawal pada 25 Juli 2018, saat itu terdakwa  berpura-pura berbelanja, kemudian mengambil barang dirak dan memasukkan kedalam celana yang ia pakai tanpa membayar terlebih dahulu dikasir.

Aksi terdakwa melakukan pencurian itu ternyata diketahui oleh karyawan dari Alfa Midi, dan melaporkannya pada kepolisian.

Akibat perbuatan terdakwa, pihak Alfa Midi mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp. 150 ribu rupiah. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Makassar) KRI Ahmad Yani-351 membawa bantuan bagi para korban bencana alam gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) hari ini, Selasa (09/10/2018).

Kali ini, KRI Ahmad Yani-351 berlayar membawa bantuan dan relawan menuju salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Donggala-Sulteng yaitu desa Pomolulu kecamatan Balaesang yang juga terkena imbas dari bencana Gempa dan Tsunami ini.

Komandan KRI Ahmad Yani Kolonel Laut (P) Alfred D. Matthews menyampaikan pihaknya akan melaksanakan pelayaran membawa barang bantuan serta relawan dari Makassar langsung menuju teluk Pomolulu, Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala-Sulteng.

“Diharapkan dengan mengarahkan bantuan langsung ke wilayah terpencil dan masih banyaknya desa yang terisolir di sana akan membantu dengan cepat pemenuhan kebutuhan makanan, minuman, bahan pokok lainnya termasuk obat-obatan kepada warga di daerah terisolasi yang juga menjadi korban bencana alam gempa dan tsunami yaitu Pomolulu dan desa di sekitarnya yang termasuk dalam kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala”, ujar Komandan KRI Ahmad Yani ini. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mensertifikatkan semua asetnya ternyata tidak berjalan mulus.

Buktinya sejumlah warga yang mangatasnamakan sebagai tokoh masyarakat (tomas) di Kelurahan kandangan kecamatan benowo surabaya menolaknya.

Ini dapat dilihat dari bentangan spanduk di jalan raya kandangan surabaya yang bertuliskan 'warga beserta tomas, komunitas, kartar, PKK, RT, RW menolak sertifikasi tanah aset'

" Saya kurang paham mas, tapi katanya warga sekitar menolaknya." kata pria separoh baya yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara Camat Benowo, muslich Hariadi mengaku belum mengetahui alasan penolakan warga kelurahan kandangan kecamatan Benowo terhadap rencana sertifikasi aset oleh Pemkot Surabaya.

" Blom tau aku, maunya apa warga itu." Kata Muslich Hariadi, selasa (9/10).

Dijelaskan Muslich, sertifikasi tersebut tujuannya hanya mengamankan aset agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

" Sebenarnya warga belum menyadari sepenuhnya kegunaan sertifikasi aset ini. Secepatnya saya temui siapa yang pasang spanduk itu." Tegasnya.

Ditambahkan Muslich dengan disertifikatkan maka aset yang ada di wilayah kandangan dapat dipergunakan untuk kepentingan bersama. Artinya tanah yang diklaim warga sebagai bekas tanah kas desa (BTKD) tersebut dapat dimanfaatkan untuk fasilitas umum (fasum).

" Tetap nanti kembali ke warga juga, untuk bangun sekolah, taman bermain dan lain-lain." Jelasnya. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Palu) Percepat pemenuhan kebutuhan terhadap 8 desa yang disinyalir masih terisolir, TNI AL menggunakan  Kapal Perang untuk dijadikan sebagai gudang transit  penyaluran bantuan  korban bencana alam gempa dan tsunami  di provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

8 desa yang masih terisolir di Kabupaten Donggala dan Sigi yaitu di kecamatan Balaesang Tanjung terdapat 3 desa, kecamatan Sirenja terdapat 2 desa dan Balaesang terdapat 3 desa. Untuk pendistribusian logistik Pengungsi di wilayah tersebut, TNI AL akan menggunakan kapal sebagai gudang transit di laut dan di pelabuhan terdekat.

TNI AL juga akan menempatkan sejumlah personel Marinir dari Pasmar 2 untuk menempati wilayah sektor Pantoloan sampai dengan kecamatan Balaesang Tanjung untuk membantu penyakuran bantuan serta mengamankan pendistribusian barang bantuan.

“Usaha seperti ini akan dilakukan untuk mengefektifkan pengangkutan bantuan oleh  TNI AL agar semua daerah yang terisolir bisa mendapatkan barang bantuan dengan cepat sehingga pendistribusian barang bantuan bisa maksimal dan merata serta tepat sasaran kepada yang membutuhkannya”, Ujar Danlantamal VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M.Tr (Han) yang sekaligus sebagai Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla). (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memerintahkan Kepala Bagian (Kabag) Humas Penkot Surabaya, M. Fikser agar melarang wartawan JTV, Dewi untuk meliput kedatangan tim kirab nusantara GP Ansor Jawa Timur di rumah dinas Walikota, Senin kemarin (09/10/2018).

" Mulai hari ini Mbak Dewi gak usah datang kalo ada acaranya ibu (Tri Rismaharini).. Ibu tidak berjenan kalau ada sampean." kata Dewi menirukan ucapan M. Fikser saat itu, selasa (9/10).

Mendapat teguran seperti itu, lanjut Dewi, pihaknya lantas balik bertanya bahwa keinginan Risma bisa disampaikan saja ke kantor redaksi JTV,

" Tapi langsung dijawab sama Fikser, ya nanti kita kirim surat ke kantor sampean." Jelas Dewi.

Atas kejadian tersebut, wartawan JTV merasa dihinakan secara profesi.

"Tak sepantasnya seorang kepala daerah sekelas Risma anti wartawan. Mengapa harus menyuruh anak buahnya menjegal wartawan." Tegas Dewi.

Salah satu wartawan media online, Trishna juga menilai, kejadian yang menimpa wartawan JTV jelas melecehkan profesi jurnalis yang nyata-nyata dilindungi oleh UU Pokok Pers.

"Buat apa jutaan penghargaan yang dilekatkan ditubuh Risma, kalau masih punya mental alergi sama wartawan. Apa kata dunia?" ungkapnya. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Siraman air bunga tujuh rupa dari Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H., mewarnai upacara laporan kenaikan 170 prajurit dan PNS Lantamal V yang digelar di Lapangan Yos Sudarso,  Mako Lantamal V, Selasa (9/10).

Surono yang mendapat kenaikan pangkat dari Kelasi Kepala (KLK) menjadi Kopral Dua (Kopda) menjadi perwakilan dalam penyiraman air bunga oleh Danlantamal V, kemudian personel lainnya yang naik pangkat juga mendapat giliran siraman air bunga dari Kepala Satuan atau Kepala Bagiannya masing-masing.

Hadir dalam acara kenaikan pangkat kala waktu 01 Oktober  2018 ini antara lain Wadan Lantamal V Kolonel Marinri CTO Sinaga, para Asisten Danlantamal V, para Kasatker dan Kadis Lantamal V, Ketua Korcab V DJA II Ny. Wenny Edwin, para Pengurus Korcab V DJA II beserta pengurus Korcab V DJA Il,  Perwakilan Perwira, Bintara, Tamtama, PNS Mako Lantamal V lainnya.

Menurut Danlantamal V,  acara kenaikan pangkat ini memiliki  makna yang penting, tidak saja bagi personel yang naik pangkat, akan tetapi juga bagi organisasi TNI AL secara keseluruhan, termasuk kebanggaan bagi personel itu sendiri.

Kenaikan pangkat lanjutnya,  pada hakikatnya merupakan wujud pengakuan, kepercayaan dan penghargaan dari pimpinan TNI AL atas dedikasi, loyalitas dan prestasi yang telah diberikan selama melaksanakan kedinasan di TNI AL, sehingga patut mendapat penghargaan kenaikan pangkat satu tinggkat lebih tiinggi.

"Kenaikan pangkat ini sudah sepatutnya disyukuri dan  perlu disadari pula  bahwa seiring dengan kenaikan pangkat yang saudara sandang sekarang, maka tugas dan tanggung jawab akan semakin besar," terangnya.

Kepada personel  yang naik pangkat, Edwin -sapaan akrab Danlantamal V ini -mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi ini,  tetap semangat dan tunjukan yang terbaik bagi orgnaisasi TNI/TNI AL,  Bangsa dan negara.

Pada periode ini, sebanyak 170 personel bintara,  tamtama dan PNS Lanamal yang dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi. Ke-170 orang tersebut 118 orang diantaranya strata bintara dan tamtama dan 52 orang PNS golongan III, II dan I.(arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Djanuardi alias Janu alias Cak Gondrong (41), warga Jalan Pulosari III J25 Surabaya oleh Jaksa pebuntut umum (JPU) Duta Melia dari kejari tanjung perak dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api (senpi).

Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya beragendakan keterangan saksi penangkap digelar di ruang Kartika, Selasa (9/10).

Dua anggota Polisi dari Polsek Mulyorejo yang dihadirkan Jaksa diminta untuk menceritakan awal saat penangkapan terdakwa.

Sedangkan Majelis Hakim diketuai Pesta Ph Sitorus, SH., M.Hum. Dalam persidangan, terdakwa terlihat didampingi kuasa hukumnya, yakni Franky, SH.

Pada Jum’at, 4 Mei 2018 terdakwa Djanuaradi ditangkap anggota Polsek Mulyorejo di Jalan Menur (depan Sekolah Ipiems) saat itu tiga Polsek sedang melakukan Operasi Cipta Kondisi gabungan.

Terdakwa Djanuardi yang sedang mengendarai Sepeda Motor merk Honda Supra X warna hitam, nopol L-6023-VW diberhentikan petugas. Ia disuruh turun dan dimintai untuk menunjukkan kartu identitas.

Selanjutnya petugas menggeledah dan petugas menemukan senjata api jenis Airsoft gun dengan No.14Q45855 merk Dan Wesson made in Taiwan yang diselipkan dalam pakaian perut depan. Senjata api tersebut berisikan 6 (enam) butir peluru.

Saat diperiksa, terdakwa Djanuardi sempat tidak mengaku ia mendapatkan senpi dari siapa dan tidak bisa menunjukkan surat ijin kepemilikan senpi.

Akhirnya terdakwa pun mengakui jika senpi tersebut ia dapatkan dari Irfan, dalam pengejaran petugas Kepolisian (DPO) di Terminal Purabaya atau Bungurasih.

Terdakwa membeli Senpi tersebut seharga Rp. 1.800.000,- (satu juta delapan ratus rupiah).  (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Bantuan di Posko Lantamal V untuk bencana Sulawesi Tengah (Palu,  Sigi,  Donggala dan Parigi Moutong)  terus mengalir dari berbagai pihak,  salah satunya dari Perhimpunan Saudara Rantau Sumatera (PSRS) Jatim yang diterima langsung Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V) Laksma TNI Edwin,  S. H,  Selasa (9/10).

Sekjen PSRS Jawa Timur, Gunamin menyampaikan bahwa yang diserahkan ini merupakan bantuan untuk saudara-saudara sebangsa yang terkena musibah gempa dan tsunami di Pula, Sigi, Doggala dan sekitarnya.

“Kali ini kami, PSRS Jawa Timur menyerahkan bantuan kepada Posko peduli bencana di Mako Lantamal V untuk saudara-saudara kami yang terkena musibah gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya, semoga bisa membantu meringankan beban," ujarnya.

Senjen PSRS berharap apa yang berikannya  berupa bahan makanan, air mineral dan selimut dapat bermanfaat.

Sementara itu Komandan Lantamal V yang didampingi Wadan Lantamal V Kolonel Mairinir CTO Sinaga menyampaikan ucapan terima kasih kepada  Sekjen PSRS Jawa Timur yang telah ikut peduli kepada korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala dengan menyerahkan bantuan melalui posko yang ada di Mako Lantamal V ini.

Menurutnya, Posko Lantamal V yang telah dibuka mulai 1 Oktober lalu,  telah menerima berbagai bahan bantuan untuk masyarakat Sulteng yang terdampak gempa dan taunami.

Hingga saat ini,  bantuan berupa beras,  air mineral, makanan bayi,  makanan ringan,  mie instan,  gula,  garam,  selimut,  tenda, terval,  pakaian,  perlengkapan mandi,  perlengkapan sholat,  perlengkapan wanita dan bahan kontak lainnya masih tersimpan di Gedung Serbaguna Mako Lantamal V yang digunakan sebagai Posko.

"Untuk keberangkatan bahan bantuan tahap ll ke lokasi bencana, mudah mudahan bisa diangkut kapal perang dalam waktu dekat ini, sambil menunggu terkumpulnya bantuan logistik untuk korban dan jadwal KRI dari Koarmada ll," terangnya.

Sementara itu untuk Posko Lantamal V sendiri terangnya, masih terus dibuka hingga tanggal 14 Oktober 2018 mendatang.

"Untuk masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang ingin menitipkan bantuannya untuk korban bencana di Sulteng,  silahkan bisa menyerahkan langsung ke Posko Lantamal V di Jl.  Laksda M. Nazir No. 56 Tanjung Perak, Surabaya," pungkasnya. (arf)



KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai teknologi inovasi untuk menunjang sistem keamanan dan kenyamanan kota. Terbaru, Pemkot Surabaya bakal menerapkan face recognation system atau alat pendeteksi wajah. Nantinya, teknologi tersebut bakal diterapkan pada kamera pengawas CCTV yang tersebar di Kota Surabaya.


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, teknologi tersebut selain berfungsi sebagai pantauan arus lalu lintas lapangan, juga mempunyai kemampuan untuk melacak wajah seseorang dalam segala hal. Mulai dari menangkap pelaku tabrak lari, pendeteksi orang hilang, hingga pelaku teroris. 

"Sejak pertengahan bulan lalu CCTV di Surabaya sudah dilengkapi software face recognation system atau alat pelacak wajah," kata Wali Kota Risma di ruang kerjanya, Selasa, (09/10/2018).

Wali Kota Risma mengungkapkan, ide ini muncul usai ia menjadi pembicara dalam sebuah forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk topik terorisme beberapa waktu lalu. Kemudian, ia mengajak ahli IT Pemkot Surabaya untuk membuat sendiri. Sehingga nantinya, teknologi face recognation system tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keamanan kota.

"Saya lihat ada teknologi yang bisa mengikuti wajah seseorang, kemudian saya mencoba mengajak ahli IT di Pemkot untuk membuat sendiri,” ujar Wali Kota Risma.

Bahkan wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menuturkan, sebelumnya Pemkot Surabaya secara bertahap telah melakukan peremajaan pada 1.200 unit CCTV yang tersebar di Kota Surabaya. Peremajaan tersebut, terutama dilakukan terhadap kamera CCTV yang sudah berkurang fungsinya dan buram. 

"Sehingga diharapkan dengan peremajaan tersebut, dapat menguntungkan dan mendukung program software face recognation," imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajat menyampaikan teknologi face recognation system tersebut, telah diterapkan setahun yang lalu pada kamera CCTV di Terminal Purabaya. Ada titik 16 kamera yang terpasang teknologi pendeteksi wajah tersebut. 

“Tujuannya pertama, untuk mendeteksi adanya calo di terminal. Selain itu, juga berfungsi untuk mendeteksi para pendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan ada dua teknologi baru yang diterapkan pada kamera CCTV di Surabaya. Pertama, yakni teknologi face recognation system atau alat pendeteksi wajah dan kedua teknologi pendeteksi ciri-ciri tertentu. 

“Jadi ada dua fasilitas (sistem) yang kita kembangkan sekarang. Ini sudah jadi sekitar 90 persen. Namun masih uji coba di beberapa titik,” kata Agus.

Nantinya, dua teknologi tersebut akan diterapkan pada 600 titik CCTV pada server jaringan Diskominfo. Namun, pihaknya mengaku masih terus melakukan uji coba dan mengembangkan dua teknologi tersebut. 

“Nanti ini akan diterapkan yang jaringannya Diskominfo, yang jaraknya tidak jauh dari servernya. Nanti kemudian akan bertahap penambahan titiknya,” ujarnya.

Ditanya bagaimana cara kerja teknologi sistem tersebut, Agus menuturkan, pada sistem yang pertama cara kerjanya akan mentraining atau mengumpulkan data orang sebanyak mungkin berdasarkan wajah. Kemudian data orang tersebut akan tersimpan dalam database Diskominfo. 

“Sementara sistem kedua, sifatnya pemantauan profil, ini untuk kamera yang ndak bisa jarak dekat. Misalnya mendeteksi orang pakai baju ini. Kalau ada model orang yang kayak itu, nanti yang akan dipertajam,” tuturnya.

Agus mengaku, teknologi tersebut cara kerjanya hampir sama dengan sistem CCTV yang diterapkan di Terminal Purabaya. Namun bedanya, kali ini sistem itu dibuat sendiri oleh pihak Diskominfo. 

“Kalau ini memang ibu (Wali Kota Risma) yang nyuruh minta untuk bikin sendiri, terus dikembangkan, kan bisa belajar terus. Biar tidak mengandalkan dari produk pihak luar,” ungkapnya.

Bahkan ke depannya, kata dia, jika pengerjaan dua teknologi itu sudah mencapai tahap 100 persen, nantinya Pemkot Surabaya akan mematenkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dua inovasi terbaru itu. 

“Kalau sudah jadi, mesti ibu (Wali Kota Risma) akan mengajukan HKI nya,” tutupnya. (arf)



KABARPROGRESIF.COM : (Banyuwangi) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi-Lantamal V bersama instansi terkait melaksanakan  pengamanan wilayah kegiatan IMF-WB 2018 yang rencananya akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 14 Oktober 2018 mendatang.

"Walaupun IMF - WB Annual Meeting  2018 dilaksanakan di pulau Dewata Bali, namun salah satu akses menuju ke Bali melalui pelabuhan ketapang Banyuwangi, sehingga Lanal Banyuwangi secara kewilayahan terlibat dalam pengamanan, " terang Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya M.Tr.Hanla disela sela kegiatan penyambutan KRI Badik 623 dan KRI Terapang 648 di Pelabuhan Banyuwangi,  Selasa (9/10).

Kegiatan pengamanan pelabuhan dan sekitarnya diawali dengan Apel gelar pasukan yang diikuti seluruh jajaran TNI-Polri dan instansi terkait di Dermaga ASDP Ketapang Banyuwangi.

Komandan Lanal Banyuwangi juga menyatakan kesiapannya dalam mendukung unsur-unsur laut  yang terlibat dalam pengamanan wilayah dalam Kegiatan IMF-WB Annual Meeting 2018 yang diselenggarakan di Bali itu.

“Kami (Lanal Banyuwangi, red) siap untuk mendukung pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting 2018 yang diselenggarakan di Bali, baik personel maupun materiil,” ujarnya.

Selanjutnya, orang nomor satu di jajaran Lanal Banyuwangi ini memberikan penekanan kepada seluruh anggota yang terlibat dalam kegiatan tersebut agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan pegang amanah sehingga akan mencegah kerugian serta kegiatan IMF WB Annual Meeting 2018 yang diselenggarakan di Bali bisa berjalan lancar. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya kembali melakukan verifikasi data penduduk penghuni Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengembalian penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ke tempat asal.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo menyampaikan, verifikasi data penduduk PMKS Liponsos sudah dilakukan sejak awal tahun 2018. Dalam sehari, lanjutnya, ada sekitar 20 orang yang melakukan verifikasi data penduduk.

“Verifikasi data penduduk PMKS dibagi dua shift siang dan sore. Masing-masing 10 orang,” ujar Suharto Wardoyo saat ditemui di Kantor Dispendukcapil pada, Selasa (9/10/2018).

Anang – sapaan akrabnya menuturkan, prosedur verifikasi data penduduk bagi penghuni Liponsos dilakukan seperti pada umumnya. Setiap orang melakukan sidik jari, iris mata, menyampaikan nama, tempat dan tanggal lahir serta alamat.

“Kalau yang bersangkutan mengalami buta dan tuli atau ling-lung, cukup dilakukan iris mata dan sidik jari saja,” paparnya.

Usai melakukan pendataan, kata Anang, Dispendukcapil akan mencocokkan kebenaran data yang disampaikan penghuni Liponsos melalui bagian Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK). Setelah selesai, data akan dikembalikan ke Liponsos untuk ditindaklanjuti.

“Kalau tidak ditemukan melalui sidik jari atau iris mata bisa dilihat melalui nama orang tua, saudara istri, tempat tinggal dan nama lahir,” tambah Anang.

Dari hasil pendataan siang ini, tercatat hanya satu warga yang bertempat tinggal di Surabaya. Sisanya bertempat tinggal di luar kota dan identitasnya ada yang diketahui dan belum diketahui.

Menurut Anang, total PMKS yang sudah melakukan verifikasi data penduduk mencapai 344 orang. Terhitung sejak bulan Maret hingga September 2018. Namun, kata Dia, dari data yang dihimpun Dispendukcapil, sebagian besar berasal dari luar kota. 

“Saya kurang tahu persisnya berapa, tapi yang jelas lebih banyak dihuni oleh orang-orang yang berasal dari luar Surabaya dan luar pulau, ketimbang Surabaya,” tutur alumni Fakultas Hukum Unair tersebut.

Adapun verifikasi data penduduk penghuni liponsos yang baru dilakukan tahun 2018 ini atas dasar perintah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tentang penanganan PMKS. Misalnya, gelandangan, pengemis dan pemulung yang terjadi di Surabaya. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Semarang) Dalam rangkaian HUT TNI ke-73 di Kota Semarang, telah di gelar pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI, yang di gelar di gedung  Eks Bandara lama Ahmad Yani Semarang.  Kegiatan Pameran tersebut dibuka untuk masyarakat umum dalam rangka Pengenalan Alutsista kepada Masyarakat dan Generasi Muda  serta lebih mendekatkan hubungan antara Masyarakat dengan Prajurit TNI.

Kegiatan yang di buka oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV  Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S. Sos., M. Si. usai memimpin upacara HUT TNI di Pangkalan Udara TNI AD (Lanumad)  A. Yani Semarang tersebut mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya.

Terbukti sejak di buka pada tanggal 5 Oktober 2018 yang lalu terus dibanjiri pengunjung. Bahkan memasuki hari terakhir pelaksanaan pameran yang bertepatan pada hari Minggu, puluhan ribu pengunjung berbondong-bondong ingin melihat dari dekat Alutsista yang dimiliki oleh TNI. Terlihat mulai dari balita hingga Lansia dari berbagai kota di Jawa Tengah rela mengantri untuk bisa sampai arena pameran.

Tak kalah serunya Stand dari Pangkalan TNI AL (Lanal)  Semarang juga tak luput dari sasaran pengunjung guna melihat dari jarak dekat peralatan yang dimiliki oleh TNI AL. Beberapa peralatan yang digelar di stand Lanal antara lain beberapa baju seragam khusus yang dimiliki TNI AL, baju pemadaman kebakaran, perlengkapan alat selam. Juga ditampilkan beberapa miniatur KRI dari berbagai jenis, perlengkapan peta, teropong, serta buku-buku publikasi/referensi  tentang  angkatan laut.

Dalam pameran alutsista kali ini Kormar turut berpartisipasi dengan mendatangkan material tempur dari Pasmar 2 Surabaya, yang menghadirkan untuk memajang material tempur seperti  tank BTR,  LVT-7, Roket miltilaras, truk dapur lapangan, sea rider dan juga persenjataan organik yang dimiliki Marinir.

Di sisi lain Komandan Lanal (Danlanal)  Semarang Kolonel Laut (P)  Heri Triwibowo,S.E. yang selalu turut memantau keberadaan di Stand Pameran Lanal Semarang, di sela sela peninjauannya Danlanal Semarang menyampaikan kepada Prajurit Lanal Semarang yang bertugas jaga stand untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan sabar untuk melayani setiap pertanyaan dari pengunjung,  mengingat pengunjung banyak didominasi oleh Pelajar Sekolah Dasar dan anak anak TK beserta orang tuanya, serta menyerahkan jawaban yang tepat agar jawaban tersebut menjadi Referensi bagi Anak anak Pelajar guna menunjang penambahan Ilmu pengetahuan non Formal. (arf)

Narkoba

Koperasi & UMKM

Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Translate

Hukum

Metropolis

Nasional

Pidato Bung Tomo


Hankam

Popular Posts

Blog Archive