Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Gempa Tuban, Robohkan Lima Bangunan di Surabaya

Lima bangunan roboh di Surabaya terdampak gempa yang berpusat di Timur Laut Tuban, salah satunya bangunan di RSUD Soewandhie.Tetapi sejauh ini tak ditemukan korban jiwa.

Dibuka 25 Maret, Ayo Daftar - Dishub Jatim Sediakan Mudik Gratis dengan Kapal Laut

Pendaftaran Mudik Gratis Melalui Jalur laut dibuka secara online tanggal 25 Maret 2024. Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan itu bisa diikuti dengan syarat menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga.

Bantuan Korbrimob Polri untuk Korban Bencana Jateng

Sebanyak 5.000 paket sembako dikirim langsung dari Mako Brimob Kelapadua, Cimanggis, Kota Depok untuk korban bencana banjir di beberapa Kabupaten Jateng akibat hujan deras dengan intensitas tinggi.

HUT ke-105 Damkar dan Penyelamatan Nasional 2024 Akan Digelar di Surabaya

HUT ke-105 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional tahun 2024 akan berlangsung di Kota Surabaya, dimulai pada 27 Februari 2024 hingga puncak peringatan 1 Maret

Pasca Gempa Tuban, Pasien RS Unair Dirawat di Tenda Darurat

Pendaftaran Mudik Gratis Melalui Jalur laut dibuka secara online tanggal 25 Maret 2024. Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan itu bisa diikuti dengan syarat menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga.

Tampilkan postingan dengan label Metropolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metropolis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Maret 2023

Penumpang Wira Wiri Suroboyo Tembus 2.500 Sehari, Wali Kota Eri terus Tambah Armada dan Rutenya!


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Animo masyarakat cukup tinggi untuk menaiki angkutan feeder atau angkutan pengumpan Wira Wiri Suroboyo. 

Bahkan, dalam sehari penumpang transportasi umum yang baru diresmikan itu sudah tembus 2.500 penumpang, sehingga armada dan rute angkutan feeder itu akan terus ditambah ke depannya. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan animo masyarakat sangat luar biasa dalam memanfaat angkutan feeder ini, terutama rute dari arah Pakal ke Tunjungan. 

Sebab, banyak penumpang yang menyampaikan bahwa baru kali ini ada transportasi umum yang langsung dari Pakal ke arah Tunjungan. 

“Jadi, Wira Wiri Suroboyo ini selalu penuh, animo masyarakat luar biasa,” kata Wali Kota Eri, Jumat (10/3).

Oleh karena itu, ke depan ia mengaku akan terus menambah armada beserta rute angkutan feeder itu. 

Saat ini, sudah ada sebanyak 52 armada yang sudah beroperasi. 

Tahun depan, armadanya itu akan ditambah lagi karena Wali Kota Eri berkomitmen semua kawasan di Surabaya harus bisa dijangkau oleh angkutan feeder ini. 

“Tentu penambahannya secara bertahap ya, dan total sampai 2028 kita membutuhkan feeder sekitar 240 unit. Itu jumlah ideal untuk menjangkau semua kawasan di Kota Surabaya. Kita akan penuhi semuanya sampai dengan tahun 2028," ujarnya. 

Menurut Wali Kota Eri, dengan terus menambah armada, tentu rutenya juga akan ditambah. 

Saat ini dengan 52 armada, sudah bisa melayani lima rute, sehingga ke depan akan terus diperluas. 

Bahkan, pekan depan akan ada rute dari Lakarsantri, sehingga masyarakat Gresik yang hendak ke Surabaya bisa ikut merasakan feeder baru itu. 

"Minggu depan untuk Lakarsantri. Sidoarjo masih koordinasi. Kalau Lakarsantri (perbatasan) Gresik sudah sepakat dan Insyaallah minggu depan atau paling lama 2 minggu lagi. Karena juga perlu menyiapkan yang di Gresik," kata dia.

Wali Kota Eri berkomitmen rute Wira Wiri Suroboyo itu akan bisa melayani daerah Surabaya, yaitu Gresik dan Sidoarjo. Makanya, setelah ada rute Gresik-Surabaya melalui Lakarsantri, maka selanjutnya akan diintegrasikan dengan Sidoarjo-Surabaya. 

“Kalau sudah berbicara angkutan lintas daerah, maka harus ngobrol dengan Kepala Dishub daerah tersebut, insyaallah dalam waktu dekat akan kita realisasikan,” tegasnya. 

Saat itu, Wali Kota Eri juga mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk memanfaatkan feeder ini, demi menjaga lingkungan dan untuk mengurangi kemacetan di Kota Pahlawan. 

“Angkutan ini aman dan nyaman karena juga dilengkapi AC dan juga murah,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru menyebut animo pengguna Wira Wiri Suroboyo memang sangat tinggi. Bahkan, per hari mencapai ribuan penumpang. 

"Alhamdulillah cukup bagus, tapi saya belum tahu apakah itu penumpang asli (memang membutuhkan angkutan) atau penumpang yang coba-coba saja. Tapi total penumpangnya sekitar 2.500 per hari," kata Tundjung.

Ia juga mengajak seluruh warga Kota Surabaya untuk memanfaatkan angkutan baru ini. Sebab, hal itu sangat berpengaruh pada lingkungan Surabaya dan kemacetan di Kota Surabaya. 

“Jadi, ayo ramai-ramai beralih ke angkutan umum demi kota kita tercinta Surabaya,” pungkasnya.

Pemkot Buka Kembali Wisata Air Mancur Menari di Jembatan Suroboyo


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera membuka kembali Jembatan Suroboyo, sebagai opsi tempat untuk wisata di akhir pekan. 

Rencananya, Jembatan Suroboyo dibuka kembali setelah lebaran Idul Fitri tahun 2023 mendatang. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, saat ini pemkot masih melakukan penataan, sekaligus perbaikan minor di tempat wisata tersebut. 

“Jadi masih ditata, seperti membenarkan lampu-lampu, kemarin saya melihat tanamannya itu belum rapet, yang di sisinya Jembatan Suroboyo,” kata Wali Kota Eri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/3).

Wali Kota Eri menyebutkan, air mancur menari yang berada di sisi selatan Jembatan Suroboyo juga akan dinyalakan lagi. 

Selain air mancur menari, pemkot juga menata sisi kiri Jembatan Suroboyo untuk lapak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan berbagai jajanan kuliner kenamaan. 

“Yang ada lahan parkirnya itu, nah itu kan ada lahan parkir dan sebelahnya itu akan ditata untuk UMKM. Tidak hanya UMKM, tapi juga ada kulineran yang sudah ada brandingnya. Maksimal setelah lebaran sudah buka semuanya,” ujarnya.

Wali Kota Eri tak ingin, Jembatan Suroboyo dibuka secara setengah-setengah.

Menurutnya sebagai salah satu tempat destinasi wisata, Jembatan Suroboyo harus tampak indah dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Pahlawan. 

“Nanti jam bukanya jumat malam dan sabtu malam minggu. Kalau tempat makannya yo bendino (ya setiap hari), ibarat kalau di Jakarta itu ada Pantai Indah Kapuk, lek nang Suroboyo iki (kalau di Surabaya ini) Pantai Indah Kenjeran,” sebutnya.

Air mancur menari di Jembatan Suroboyo itu, dapat dinikmati oleh wisatawan mulai pukul 18.30-20.30 WIB. 

Sedangkan untuk car free day (CFD), bakal dibuka mulai pukul 06.00-10.00 WIB, di setiap hari minggu. 

"Jadi saya ingin, Jembatan Suroboyo ini ketika dibuka gebyarnya berbeda dari sebelum-sebelumnya. Sehingga, ketika diresmikan itu benar-benar terlihat indah," pungkasnya.

Kamis, 09 Maret 2023

Lagi, 34 KK Warga Kampung 1001 Malam Kembali Direlokasi Pemkot Surabaya ke Rusunawa Benowo Pakal dan Pesapen


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan relokasi atau pemindahan terhadap warga Kampung 1001 Malam, ke hunian yang lebih layak. 

Relokasi tahap ketiga kali ini, memboyong sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) untuk ditempatkan di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Benowo Pakal dan 2 KK lainnya di Rusunawa Pesapen, Kota Surabaya, Kamis (9/3).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi Rusunawa Benowo Pakal dan menyerahkan kunci unit hunian kepada warga eks Kampung 1001 Malam. 

Disana, ia juga memastikan kelayakan unit hunian hingga fasilitas yang tersedia di Rusunawa Benowo Pakal. 

Bahkan, warga eks Kampung 1001 Malam menyambut bahagia kedatangan Wali Kota Eri saat memberikan kunci unit hunian.

“Kemarin dari Kampung 1001 Malam ada yang dibawahnya jembatan, hari ini (relokasi) ada di sisi yang berbeda yang agak kedalam. Saya matur nuwun (terima kasih) dengan warga karena ini harus menjadi lebih baik, maka tetap ada pembinaan yang dari warga, tidak tergantung dari pemerintah,” kata Wali Kota Eri.

Karenanya, Wali Kota Eri berharap, ketika warga eks Kampung 1001 Malam telah mendapat hunian yang lebih layak, maka bisa memantik warga lainnya untuk meningkatkan taraf hidup. 

Salah satunya adalah dengan membentuk kelompok Padat Karya bagi warga yang tinggal di Rusunawa Benowo Pakal.

“Saya berharap warga bisa semakin berkembang, setelah ini ayo kita bekerja untuk menaikkan taraf hidup untuk keluarganya. Jadi yang membimbing adalah warga sendiri dan kita koordinasi terus. Kita akan gerakkan mereka bagaimana pekerjaannya, bagaimana pendapatannya setelah dilatih dan tetap didampingi,” ujarnya.

Sebab, menurutnya, kehidupan warga eks Kampung 1001 Malam harus berubah lebih layak daripada sebelumnya. 

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri meminta warga Kampung 1001 Malam untuk semakin guyub rukun dan bergotong royong.

“Mereka hidupnya harus layak dan berubah, karena kehadiran masyarakat dan pemerintah menjadi satu, bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih layak untuk anak cucu kita. Ini yang ingin saya bentuk di Surabaya, guyub rukun dan gotong-royong,” ungkapnya.

Wali Kota Eri menjelaskan, bahwa relokasi tersebut akan terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya. 

Apalagi, Pemkot Surabaya telah menyisir setiap sisi di Kampung 1001 Malam. 

Sebab, ia berkomitmen bahwa Pemkot Surabaya bisa memberikan kehidupan yang layak bagi warga eks Kampung 1001 Malam.

“Ayo kita buat Padat Karya bersama, jadi warga Surabaya bisa memiliki pendapat besar dan pendapatan untuk keluarganya, sehingga dia nanti (mulai) bisa kontrak atau kos sendiri, ujarnya.

Tak hanya itu saja, Pemkot Surabaya juga tengah membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami). 

Hal ini dilakukan untuk memberikan tempat atau unit hunian bagi warga yang berhasil menaikan taraf hidup.

“Karena kita juga membangun rumah pra rusunami, jadi setelah dari rusunawa ini, jika sudah ada penghasilan lebih, kita masukan ke dalam pra rusunami. Ini sudah mulai bangun dengan YKP, nanti meningkatkan taraf hidup secara perlahan dan pendapatannya kita pantau,” jelasnya.

Sementara itu, Sigit Santoso salah satu warga eks Kampung 1001 Malam yang direlokasi di Rusunawa Pakal mengatakan bahwa sebelumnya ia bersama warga yang lainnya hampir menolak rencana relokasi Pemkot Surabaya. 

Sebab, ia telah tinggal di Kampung 1001 Malam selama hampir 25 tahun lebih.

“Tapi Alhamdulilah Walikota (Eri Cahyadi) mau memberikan yang terbaik. Saya minta warga yang sudah pindah di rusunawa bisa dibina agar tidak seperti sebelumnya, agar pendapatannya lebih baik. Apalagi saat ini mendapatkan fasilitas pengratisan sewa, listrik, dan air selama tiga bulan. Serta mendapat permakanan selama satu bulan, tiga kali sehari,” kata Sigit Santoso yang juga Ketua Pengurus Kampung 1001 Malam ini.

Sigit mengaku, saat Pemkot Surabaya menggaungkan program Padat Karya, ia bersama warga Kampung 1001 Malam lainnya ingin bergabung dalam program tersebut. 

Hanya saja, mereka terkendala oleh beberapa hal. Karenanya, ia akan kembali mengajak warga yang masih ada di Kampung 1001 Malam untuk mencari kehidupan yang lebih layak. 

“Supaya para ibu-ibu (istri) bisa menambah nilai ekonomi pada keluarganya, sisanya akan saya ajak kesini karena kita sudah kenal, apalagi diberikan hunian yang layak. Ini bisa menjadi percontohan, bahwa warga yang sudah direlokasi Pemkot Surabaya bisa berhasil. Hunian ini layak dan lebih baik dari sebelumnya, kami senang dan ini yang terbaik untuk warga, meskipun kami harus menyesuaikan terlebih dahulu di rusunawa ini,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Pemkot Surabaya yang terus membantu melakukan pemindahan barang-barang dari Kampung 1001 Malam ke Rusunawa Sumur Welut, Pakal, maupun Pesapen.

“Terima kasih untuk Pemkot Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota Eri Cahyadi yang sudah mau membantu dan memperjuangan warga Kampung 1001 Malam agar kehidupannya lebih layak. Terima kasih juga kepada aparat yang sudah membantu mengangkut barang-barang kami,” pungkasnya.

World Vision International Dukung Surabaya Menuju Kota Ramah Anak Dunia


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Langkah Kota Surabaya untuk menuju Kota Ramah Anak tingkat dunia atau jaringan global Child Friendly Cities Initiatives (CFCI) mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. 

Kali ini, dukungan itu datang dari World Vision International (WVI) US dan World Vision International Regional Office Asia Pasifik serta Wahana Visi Indonesia (WVI) Surabaya. 

Mereka menyampaikan dukungan itu langsung kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Kamis (9/3).

Hadir dalam pertemuan itu Senior Manager WVI - USA Michelle Ricks, Regional Design Monitoring & Evaluation Advisor World Vision Asia Pasific - Sri Lanka Jeyaseely, Regional Sponsorship Advisor World Vision Asia Pasifi - Sri Lanka Ranjika, dan Area Program Manager Wahana Visi Indonesia Surabaya Charles Frans, beserta jajarannya.

World Vision International (WVI) adalah suatu organisasi Kristen yang bergerak di bidang kemanusiaan dengan fokus pelayanan kepada anak. 

Salah satu organisasi yang didukung WVI US adalah Wahana Visi Indonesia Surabaya yang selama ini sudah membantu dan berkolaborasi dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Pada kesempatan itu, Area Program Manager Wahana Visi Indonesia Surabaya Charles Frans menjelaskan kunjungan dari WVI itu untuk menyampaikan dukungan secara langsung kepada Kota Surabaya yang saat ini tengah berjuang meraih Kota Layak Anak Dunia. 

Selama ini, WVI inilah yang selalu berkomitmen memberikan bantuan kepada Wahana Visi Indonesia dalam mendukung berbagai program anak di Kota Surabaya.

“Jadi, mereka ini datang ke Surabaya untuk memastikan bantuan yang diberikan selama ini sudah tepat dan memang berdaya guna, memang benar-benar dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak Surabaya,” kata Charles.

Menurutnya, selama ini organisasi ini sudah berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya melalui Wahana Visi Indonesia Surabaya. Berbagai program mulai dari perlindungan anak dan program kesehatan anak sudah dilakukannya selama ini bersama jajaran Pemkot Surabaya. 

Bahkan, saat ini Wahana Visi Indonesia tengah fokus menuntaskan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di lima kelurahan di Kota Surabaya.

Adapun lima kelurahan ini adalah Kelurahan Bulak Banteng, Tanah Kali Kedinding, Simolawang, Tambakrejo dan Sidodadi. 

Di lima kelurahan ini, Wahana Visi Indonesia Surabaya dengan bantuan dari WVI sudah membangun sekitar 500 septic tank, dan jumlah ini akan terus bertambah ke depannya.

“Hal ini sejalan dengan program Pemkot Surabaya yang menargetkan tahun 2023 ini semua kelurahan di Surabaya 100 persen bebas ODF. Jadi, semua program kami memang sejalan dengan program pemkot, makanya kami siap mendukung Surabaya untuk menuju kota layak anak dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terimakasih banyak kepada perwakilan WVI dan Wahana Visi Indonesia Surabaya yang telah membantu pemkot selama ini. 

Bagi dia, Surabaya tidak hanya mengejar sebuah gelar kota layak anak tingkat dunia, tapi lebih dari itu dia mengaku ingin meninggalkan kota ini menjadi kota yang aman dan nyaman bagi anak-anak Surabaya. 

“Makanya kita libatkan anak Surabaya ini untuk ikut serta membangun Surabaya,” katanya.

Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa dalam mencapai kota layak anak dunia dan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak, Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan semua pihak dan semua stakeholder. 

Bahkan, semua dinas di lingkungan Pemkot Surabaya juga dilibatkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak.

“Melalui berbagai kolaborasi dan sinergi ini, diharapkan dengan sadar anak-anak mengaku nyaman dan aman berada di kampungnya, berada di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Wali Kota Eri Pimpin Peringatan Hari Musik Nasional di Makam WR Soepratman


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin acara peringatan Hari Musik Nasional tahun 2023 di makam tokoh Pahlawan Nasional Wage Rudolf (WR) Soepratman, di Jalan Kenjeran Rangkah Surabaya, Kamis (9/3). 

Acara ini juga diikuti langsung jajaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI melalui daring.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, dirangkai dalam sejumlah penampilan seni dan pertunjukan musik. 

Kemudian, acara diisi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta dengan iringan lagu dari paduan suara pelajar Surabaya. 

Uniknya, Wali Kota Eri yang bertindak langsung sebagai dirigen paduan suara tersebut.

Wali Kota Eri Cahyadi mengajak seluruh masyarakat khususnya para pelajar Surabaya untuk menanamkan rasa gotong-royong dan nilai-nilai kebangsaan. Salah satunya dengan cara meneladani nilai-nilai kebangsaan dari para Pahlawan.

"Kita tidak bisa hidup di dunia ini, di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa ada rasa gotong-royong. Nilai-nilai kebangsaan harus kita tanamkan dalam diri kita," kata Wali Kota Eri.

Oleh sebabnya, peringatan Hari Musik Nasional ini dipusatkan di makam tokoh Pahlawan Nasional WR Soepratman. 

Melalui momen ini, Wali Kota Eri berharap, sosok pencipta lagu Indonesia Raya tersebut dapat menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.

"Di Hari Musik Nasional ini kita menyanyikan lagu Indonesia Raya di makam WR Soepratman. Kita mengenang, bahwa bagaimana lagu Indonesia Raya, musik ini bisa memberikan perubahan dan warna dalam sebuah kehidupan," ujarnya.

Wali Kota Eri menerangkan bahwa sebenarnya musik dapat menjadi media untuk menanamkan rasa cinta kebangsaan. 

Seperti misalnya melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinilainya bisa menjadi wadah untuk membangun karakter anak-anak Surabaya.

"Saya ingin menyampaikan bahwa dengan musik itu bisa dimasukkan rasa kebangsaan. Bangunlah karakter-karakter anak-anak kita, karena sejatinya saya Wali Kota Surabaya dan jajaran Forkopimda hanya menjaga kota ini yang kelak akan ditempati anak cucu kita," pesannya.

Dengan meneladani sikap dari para Pahlawan, Ia ingin anak-anak Surabaya memiliki karakter kebangsaan yang kuat. 

Baginya, ketika anak-anak memiliki karakter kebangsaan yang kuat, maka mereka tidak akan melupakan gotong-royong dan ideologi Pancasila. 

"Karena Pancasila sejatinya adalah kebersamaan dan gotong royong. Insyaallah dengan gotong-royong kita bisa merdeka dari kemiskinan, merdeka dari pengangguran dan merdeka dari stunting di Kota Surabaya," jelasnya.

Pada momen itu, Wali Kota Eri juga mengingatkan kepada para guru bahwa sekolah bukan hanya menjadi tempat untuk belajar dan mengajar pendidikan formal. 

Namun ia menginginkan agar sekolah juga menjadi tempat untuk membentuk dan membangun karakter kebangsaan anak-anak Surabaya.

"Saya nyuwun tulung (minta tolong) kepada para bapak ibu guru, sekolah bukan hanya pendidikan formalitas, pendidikan yang hanya mengajarkan ilmu-ilmu pendidikan (formal), tapi ilmu karakter harus kita bentuk. Karakter kebangsaan harus kita wujudkan dalam diri anak-anak kita," tuturnya.

Di sisi lain, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menuturkan, bahwa musik sangat berpengaruh dalam sebuah kehidupan. 

Baginya, kehidupan tidak akan menjadi indah tanpa adanya sebuah seni.

"Seni itu sebuah keindahan, salah satu keindahan seni itu ketika mendengarkan musik. Oleh karena itu, karakter-karakter anak bisa dibentuk melalui musik. Apakah musik yang sifatnya kebangsaan, kewarganegaraan, seperti Indonesia Raya," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh menambahkan, peringatan Hari Musik Nasional digelar di makam Pahlawan WR Soepratman diharapkan dapat menanamkan jiwa nasionalis kepada para pelajar Surabaya.

"Ini kan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan nasionalis anak-anak melalui tempat-tempat bersejarah. Biar anak-anak tahu penciptanya Indonesia Raya, memang harus kita bangun mulai dini," kata Yusuf Masruh usai acara.

Setidaknya ada sebanyak 400 siswa SD-SMP di Surabaya yang turut serta menyemarakkan peringatan Hari Musik Nasional 2023 di Makam WR Soepratman. Sedangkan bagi para siswa yang lain, Yusuf menyebut, mereka mengikutinya melalui daring di sekolah masing-masing. 

"Jadi serentak seluruh sekolah. Jadi pelaksanaan dilakukan melalui daring maupun luring," pungkasnya.

Pemkot Surabaya Buka Rekrutmen Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka rekrutmen anggota direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya. 

Rekrutmen terbuka ini untuk mengisi posisi Direktur Pembinaan Pedagang (DPP). Pendaftaran calon peserta sudah dibuka sejak 22 Februari 2023 lalu.

“Kami mengundang kalangan profesional yang berkompeten untuk menempati posisi Direktur Pembinaan Pedagang. Pendaftaran akan ditutup 15 Maret 2023 mendatang pukul 16.00 WIB,” kata Ketua Panitia Seleksi Anggota Direksi PD Pasar Surya, Novy Ispinari, Kamis (9/3).

Ia menjelaskan, seleksi anggota direksi akan melewati tiga tahapan. Yakni seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, serta wawancara akhir. 

Menurut Novy, dalam setiap tahapan tersebut, diberlakukan sistem gugur. Artinya, peserta yang dinyatakan tidak lolos dari satu tahapan, tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Contoh, peserta dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi, maka tidak bisa lanjut ke uji kelayakan dan kepatutan. Atau peserta yang tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan tidak bisa bisa ke tahap wawancara akhir,” terangnya.

Novy menjelaskan bahwa ada sejumlah persyaratan dan kualifikasi bagi calon anggota direksi yang mengajukan surat lamaran. 

Yakni Warga Negara Indonesia (WNI), sehat jasmani dan rohani, dan berpendidikan sekurang-kurangnya Sarjana Strata-1 (S1), atau yang setara.

Selain itu, pelamar berusia paling sedikit 35 tahun dan paling tinggi 55 tahun pada saat mendaftar. 

Kemudian, pelamar memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun di bidang manajerial perusahaan berbadan hukum dan pernah memimpin tim yang dibuktikan dengan surat keterangan pengalaman kerja (referensi) dari perusahaan.

“Pelamar juga membuat dan menyajikan proposal mengenai visi dan misi PD Pasar Surya,” ungkap perempuan juga Ketua Badan Pengawas (Bawas) PD Pasar Surya ini.

Syarat lainnya adalah pelamar tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau keuangan daerah, tidak sedang menjalani sanksi pidana, dan tidak terikat hubungan keluarga sampai derajat ketiga baik menurut garis lurus maupun ke samping termasuk menantu dan ipar dengan kepala daerah, anggota direksi atau anggota bawas.

“Juga tidak sedang menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik, calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah, dan/atau calon anggota legislatif,” imbuhnya.

Selain memenuhi persyaratan dan kualifikasi tersebut, Novy menerangkan bahwa pelamar juga diwajibkan memenuhi persyaratan lain. 

Yakni, pelamar wajib mencantumkan daftar riwayat hidup yang dilengkapi dengan surat keterangan (referensi) dari perusahaan sebelumnya (jika ada), fotokopi ijazah dan transkrip yang dilegalisir dan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Kemudian, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli yang masih berlaku, pas foto terbaru berwarna ukuran 4x6 cm dua lembar, serta surat keterangan sehat dari dokter (asli) dan surat keterangan asli bebas narkoba dari instansi/laboratorium medis/ rumah sakit yang berwenang. 

“Untuk SKCK, surat keterangan sehat dari dokter dan surat keterangan bebas narkoba yang dilampirkan harus aslinya, bukan fotokopi,” tegas dia.

Di samping itu, pelamar juga diwajibkan melampirkan surat pernyataan di atas materai 10 ribu. Surat pernyataan itu berisikan tiga hal. 

Yakni, menyatakan tidak terikat hubungan keluarga sampai derajat ketiga baik menurut garis lurus maupun ke samping, termasuk menantu dan ipar dengan kepala daerah, anggota direksi atau anggota Bawas.

Selanjutnya, menyatakan tidak pernah menjadi anggota direksi, anggota Badan/Dewan Pengawas, atau anggota komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan badan usaha yang dipimpin dinyatakan pailit pada lima tahun terakhir.

“Kemudian surat pernyataan tidak sedang menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik, anggota legislatif, calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah, dan/atau calon anggota legislatif,” jabarnya.


Novy menambahkan surat lamaran dikirimkan ke kantor Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkot Surabaya, Jalan Jimerto 25-27, lantai 3, Surabaya.

Wali Kota Eri Minta Peserta Kejuaraan Futsal antar SMP/MTS se-Surabaya Raya Hindari Perselisihan dan Jaga Sportivitas!


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Setelah sukses menggelar Kejuaraan Bola Basket antar SMA/SMK/MA se-Surabaya Raya.

Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Kejuaraan Futsal antar SMP/MTS se-Surabaya Raya tahun 2023, di Stadion Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya, Kamis (9/3).

Pada ajang olahraga futsal ini, ratusan pelajar yang terdiri dari 48 tim SMP/MTS se-Surabaya Raya itu, berlaga untuk memperebutkan Piala Walikota. 

Mereka merupakan pelajar yang berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun membuka Kejuaraan Futsal antar SMP/MTS tersebut. 

Sebelum memulai pertandingan, Wali Kota Eri memberikan semangat para peserta dan para suporter. 

Ia juga meminta para peserta menjunjung sikap sportivitas, untuk menghindari perselisihan saat berlaga. 

“Semua ini untuk mempererat persaudaran satu dengan yang lainnya. Nanti kalau main bola tidak ada yang tawuran, kalau olahragawan itu permainannya adalah sportivitas, kalah menang itu biasa tapi tunjukan dengan permainan yang bagus,” kata Wali Kota Eri dalam keterangan resmi yang diterima Kantor Berita RMOLJatim.

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri menegaskan agar para peserta menjaga sportivitas di sepanjang pertandingan. 

Saat berada di dalam lapangan, para peserta harus bersaing secara adil, namun di luar lapangan para peserta adalah keluarga besar warga Surabaya Raya. 

“Saya tidak ingin turnamen ini dicoreng dengan insiden-insiden yang tidak sportif. Siapapun yang menyebabkan perselisihan dan kerusuhan, akan diinvestigasi, bahkan yang terberat akan didiskualifikasi. Jadi, ayo membangun kompetisi yang sehat, untuk kemajuan cabang olahraga futsal di Surabaya Raya,” tegasnya.

Sebab, menurutnya, turnamen ini dapat menjadi bukti kesamaan visi dan misi dari ketiga daerah di Surabaya Raya, dalam membangun ekosistem olahraga yang kompetitif, khususnya pada cabang olahraga futsal. 

“Coba lihat Wali Kota Surabaya, Bupati Gresik, dan Bupati Sidoarjo kalau kemana-kemana selalu gandeng (bersama), masak anak-anaknya berantem? Berarti, nanti jiwa sportifitas anak-anak harus ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ajang ini menjadi salah satu sarana pembinaan atlet-atlet futsal junior, sekaligus sebagai upaya regenerasi atlet-atlet futsal di Surabaya Raya. 

Pada akhirnya, upaya-upaya ini diharapkan dapat mempertahankan prestasi-prestasi yang telah diraih.

“Setelah ini tidak ada lagi kegiatan yang tidak positif untuk anak-anak ku yang tingkat SMP. Semoga dengan Kejuaran Futsal Piala Walikota semakin mendekatkan dan menyatukan Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Karena anak-anak inilah yang akan meneruskan kota ini, sekarang dimulai dengan pertandingan futsal, jadi bersalaman dan jangan ada jagoan-jagoan,” tegasnya.

Karenanya, ia berharap melalui Kejuaraan Futsal antar SMP/MTS tahun 2023 dapat mencetak bibit-bibit unggul atlet futsal yang kelak dapat mengharumkan nama kotanya masing-masing, bahkan membawa nama Jawa Timur dan Indonesia di kancah internasional.

“Sebab saya ingin menciptakan atlet terbaik dan menciptakan rasa persaudaraan yang baik. Semoga muncul atlet yang luar biasa dari Kejuaraan Piala Walikota ini, karena saya yakin anak-anak punya talenta dan kemampuan yang luar biasa untuk mewakili Surabaya, bahkan Jawa Timur, hingga tingkat internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan Kejuaraan Futsal antar SMP/MTS se-Surabaya Raya tahun 2023 dilaksanakan mulai tanggal 9-18 Maret 2023, di Stadion Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya.

“Kejuaraan ini dilaksanakan sejak pukul 08.00-17.00 WIB. Serta kegiatan ini diikuti oleh 48 tim dari SMP/MTS baik swasta dan negeri. Terdiri 10 tim dari Kabupaten Sidoarjo, 4 tim dari Kabupaten Gresik, dan 34 tim dari Kota Surabaya. Harapannya upaya pembinaan atlet futsal sejak dini dapat dilakukan secara optimal,” pungkasnya.

Kejari Surabaya Segera Periksa ASN Pelaku Pungli Penerimaan Tenaga Kontrak


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terus mengusut kasus pungutan liar (Pungli) penerimaan tenaga kontrak di Pemkot setempat.

Bahkan untuk menuntaskan kasus tersebut Korps Adhyaksa yang berkantor di jalan Sukomanunggal ini berjanji akan segera memanggil pelaku pungli tenaga kontrak tersebut.

"Nanti kita infokan, minggu depan saya kabari," kata Kasi Intel Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, Kamis (9/3).

Saat ini, menurut Putu, pemeriksaan masih dilakukan terhadap 3 orang yang diduga mengetahui kasus pungli yang dilakukan ASN Pemkot Surabaya.

Hal ini dilakukan untuk melengkapi beberapa keterangan dari pemeriksaan sebelumnya.

Ketiga orang tersebut merupakan korban pungli.

"Tentunya ada yang ditambahkan untuk beberapa keterangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Intel Kejari Surabaya masih di baqah kendali Khristiya Lutfiasandhi mulai memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui kasus pungli yang dilakukan ASN Pemkot Surabaya.

"Untuk totalnya, sementara masih 3 orang yang kita mintai keterangan," jelas Kasi Intel Kejari Surabaya,  Khristiya Lutfiasandhi yang saat ini dipromosikan menjabat Koordinator di Kejati Jatim, Jumat (3/2).

Hasilnya dalam pemeriksaan 3 saksi tersebut, kata Khristiya, pihaknya sudah mendapatkan bukti transfer pengiriman uang ke oknum ASN yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

"Ada bukti yang kita amankan sebesar Rp39 juta," ujar Khristiya.

Khristiya menambahkan pengusutan kasus pungli penerimaan tenaga kontrak Pemkot Surabaya masih terus didalami. 

Tak hanya 3 saksi yang sudah menjalani pemeriksaan namun masih ada sejumlah pihak yang masih dijadwalkan untuk dimintai keterangannya.

"Kita akan terus kembangkan, kemungkinan bisa bertambah," pungkasnya.

Kasus ini mencuat ketika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serius membongkar kasus pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum ASN kepada lima orang dan tiga diantaranya sudah transfer masing-masing Rp15 juta untuk menjadi outsourcing Pemkot Surabaya.

Tak hanya Inspektorat Surabaya yang sudah diterjunkan untuk memeriksa sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

Kali ini mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga melibatkan Korps Adhyaksa di jalan Sukomanunggal untuk turut mengusutnya.

"Ada pungli terkait (ASN menjanjikan) tenaga kontrak, Insyaallah sudah kita masukkan di Kejaksaan Negeri Surabaya, karena masuk wilayahnya," kata Wali Kota Eri, Rabu (1/2).

Ia menambahkan, dilibatkannya Kejari Surabaya untuk memgusut kasus tersebut supaya tidak terjadi lagi kasus serupa.

Makanya ia berharap Kejari Surabaya secepatnya mengungkap kasus tersebut.

"Semoga nanti berprosesnya bisa cepat, sehingga nanti bisa menjadi wawasan orang pemkot supaya tidak lagi pungli," harapnya.

Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, laporan ke Kejari Surabaya tersebut sudah dilakukan korban pungli dengan didampingi penasehat hukumnya.

Bahkan Wali Kota Eri mengaku sudah berkoordinasi dengan orang nomor satu di Kejari Surabaya.

"Jadi pengacaranya sudah melapor. Kan sudah menghadap saya waktu itu, akhirnya beliau (korban) yang lapor bersama dengan pengacaranya. Tapi saya juga sudah kontak Pak Kajari terkait laporan itu," pungkasnya. 

Ajak Kolaborasi SMP Khadijah Kembangkan Kreativitas Pelajar, Wali Kota Eri: Ayo Bersama Membangun Perubahan


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghadiri pembukaan pameran karya siswa SMP Khadijah, Kamis (9/3).

Pameran karya DJ's Fair 2023 bertema "Productivity and Creativity for a Better Future" itu dibuka secara langsung oleh Wali Kota Eri di Auditorium SMA Khadijah.

Wali Kota Eri Cahyadi dalam sambutannya mengapresiasi SMP Khadijah telah memberikan wadah bagi siswanya untuk mengambangkan kreativitasnya. 

"Saya bangga betul sekolah Khadijah telah memberikan contoh, telah mengajarkan kemampuan dan kepandaian," kata Wali Kota Eri.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri ingin, SMP Khadijah menjadi sekolah percontohan dalam mengambangkan kreativitas anak-anak pelajar Surabaya. 

Hanya mengembangkan kreativitas, akan tetapi, ia juga ingin SMP Khadijah bisa menjadi contoh sekolah yang mengedepankan akhlakul karimah.

"Saya berharap kepada para guru, dan kepala sekolah untuk menciptakan anak-anak yang kelak menjadi pemimpin memiliki akhlakul karimah," ujarnya.

Wali Kota Eri tidak ingin, anak-anak di Surabaya menjadi seorang yang memiliki sifat saling menjatuhkan satu sama lain. 

Oleh karena itu, ia ingin para guru dan kepala sekolah memberikan bimbingan berlandaskan agama yang kuat. 

"Saya titip betul, saya tidak ingin umat muslim hancur, hanya karena berbeda pandangan. Ayo dibangun bersama dan jangan saling menjatuhkan, saya yakin Khadijah dapat membawa perubahan peradaban di masa mendatang," harapnya.

Ia menyampaikan kepada Ketua I Yayasan Khadijah Kota Surabaya, Abdullah Sani untuk tidak sungkan berkolaborasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya ketika akan menggelar kegiatan. 

“Ayo kita bersama-sama kita melakukan perubahan di Kota Surabaya," sampainya. 

Sementara itu, Ketua I Yayasan Khadijah Kota Surabaya, Abdullah Sani, kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter anak dan menanamkan kode etik. Senada dengan Wali Kota Eri,  Abdullah kegiatan ini bisa memberikan dampak baik ke depannya untuk siswa-siswi SMP Khadijah. 

"Khadijah adalah tempatnya orang-orang hebat, sudah kita berikan gambaran, lulusan SMP-SMA Khadijah akan menjadi pemimpin yang hebat," kata Abdullah. 

Di samping itu, Kepala Sekolah SMP Khadijah Umi Muntafiah menambahkan, kegiatan ini untuk mengapresiasi potensi siswa dan siswi sekaligus sebagai penunjang prestasi pembelajaran. 

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar SMP Khadijah, yang memamerkan sejumlah karya robotic seperti robot pengantar makanan hingga robot pengurai kotoran hewan melalui program 4c’s on the Stage.

“Dalam 4c’s on the Stage ini, anak didik kami juga telah berhasil menghasilkan berbagai macam produk yang berbasis IT, seperti robot pengantar makanan, dispenser touchless hingga pengurai kotoran kucing, dan sebagainya," pungkas Umi.

Pemkot Surabaya Kerjasama dengan Perusahaan Dubai, Siap Olah Limbah Lemak Minyak Jadi Bahan Bakar Alternatif


KABARPROGRESIF COM: (Surabaya) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya bekerjasama dengan salah satu perusahaan di Dubai, Al Serkar Envirol, untuk mengolah limbah lemak minyak atau fat oil and grease di Kota Pahlawan. 

Perusahaan ini memang terkenal dengan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan fat oil and grease.

Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Arief Wisnu Cahyono menjelaskan tahap awal yang dilakukan Surabaya dengan Al Serkar Envirol adalah penandatanganan nota kesepahaman yang menjadi pintu masuk untuk melakukan studi kelayakan. 

Dalam studi kelayakan ini akan dikaji juga skala ekonominya seperti apa, sehingga nanti kalau sudah dianggap layak akan diteruskan menjadi perjanjian kerjasama yang lebih dalam bagi masing-masing pihak. 

“Studi kelayakan ini mungkin sekitar 6 bulanan, kemudian untuk realisasi sampai pada kerjasamanya tentu akan dikaji lebih mendalam lagi,” kata Arief seusai bertemu dengan Wali Kota Surabaya Eri di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Rabu (8/3).

Ia juga memastikan bahwa kerjasama ini bisa terjadi karena pihak Al Serkar Envirol yang berminat untuk berinvestasi di Kota Surabaya, sehingga dia memastikan bahwa bukan Surabaya yang mencari-cari. 

Nah, minat atau keinginan dari perusahaan itu direspon baik oleh Wali Kota Eri, sehingga mereka berminat untuk bekerjasama dengan Surabaya. 

“Tentu ini juga komitmen Pak Wali Kota untuk menjadikan kota ini menjadi kota yang ramah lingkungan dan kota yang smart city, karena salah satu ciri smart city adalah peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Menurutnya, di negara-negara yang maju, pengolahan limbah industri ini sudah dilakukan secara modern, artinya rumah makan perhotelan kemudian mall dan sebagainya, tidak bisa sembarangan membuang limbah ini ke badan sungai, karena tentunya akan menyebabkan pencemaran lingkungan, kemudian juga meningkatkan pembusukan di saluran-saluran drainasenya.

“Nah, teknologi ini nanti akan diperkenalkan di Kota Surabaya. Tentu mitra dari PDAM Surya Sembada ini akan membuat teknologi kemudian juga melakukan kerjasama, sehingga akan menjadi salah satu sumber diversifikasi usaha yang baru bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya,” katanya.

Selain itu, manfaat yang lebih luas tentu akan diperoleh Surabaya ketika menggunakan teknologi ini. 

Salah satunya Surabaya akan menjadi kota yang lebih bersih, yang lebih ramah terhadap lingkungan, kemudian juga tidak ada lagi limbah fat oil and grease yang mencemari lingkungan, karena limbah rumah makan, restoran dan sebagainya itu ujungnya akan bermuara ke Sungai Kalimas yang merupakan air baku PDAM Surya Sembada Surabaya. 

“Tentunya kita berharap dengan adanya kepedulian ini, dengan adanya teknologi ini, pencemaran air baku kita juga semakin berkurang, dan itu akan bermanfaat bagi warga Kota Surabaya,” tegasnya. 

Yang paling penting lagi, lanjut Arief, kerjasama ini diharapkan ada transfer teknologi yang akan menjadi salah satu bidang usaha baru bagi PDAM Surya Sembada Surabaya. 

Sebab, selama ini PDAM Surya Sembada hanya bergerak dalam pengolahan air bersih, tentu ke depan akan dikembangkan ke salah satu bidang usaha baru. 

“Jadi, untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, tentu kami harus melakukan diversifikasi usaha. Nah, salah satunya ke depan akan melakukan pengolahan limbah lemak minyak ini,” kata dia. 

Arief juga menambahkan, selama ini beberapa restoran dan hotel sudah bisa menangkap limbah lemak minyaknya, namun limbah itu dibuang ke TPA sama seperti sampah-sampah lainnya. 

Padahal, sebenarnya itu tidak boleh karena itu masuk dalam treatment yang harus dikelola secara khusus. 

Nantinya, dengan adanya kerjasama dengan perusahaan Dubai ini, mereka inilah yang akan mengambil limbah lemak minyak itu dan akan diolah menjadi minyak dan itu bisa dipakai untuk bahan bakar alternatif. 

“Di Indonesia, pengolahan semacam ini belum ada. Jadi, mudah-mudahan ini menjadi yang pertama dan bisa menjadi percontohan dan bisa juga diterapkan di kota-kota lainnya di Indonesia ini,” pungkasnya.

Pemkot Surabaya Jalin KAD Tekan Harga Bahan Pokok


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjalin Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan sejumlah produsen di Jawa Timur untuk menekan harga Bahan Pokok (Bapok). 

Kerjasama dilakukan melalui skema Bisnis to Bisnis (B2B) dengan cara mempertemukan langsung produsen dan pedagang.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Dewi Wahyu Wardani menyebutkan, bahwa KAD dengan skema B2B bersama sejumlah produsen di daerah telah dilakukan. 

Kerjasama dilakukan di antaranya dengan Nganjuk, Mojokerto dan Blitar.

"Kita sudah melakukan KAD dengan Nganjuk, Mojokerto, Blitar. Produk komoditinya ada yang bawang merah, cabai dan beras," kata Dewi Wahyu Wardani di kantor eks Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis (9/3).

Dewi menjelaskan, bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mempertemukan antara pedagang Surabaya dengan produsen di daerah. 

Sedangkan untuk mekanisme kerja sama saat ini merujuk B2B atau pemkot mempertemukan langsung pedagang dengan produsen. 

"Legalnya masih dibahas di Bagian Hukum, kalau B2B nya sudah. Karena langsung bisnis to bisnis antara pedagang dengan yang di sana (produsen)," jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa menjelang Ramadan sejumlah komoditas Bapok rentan mengalami kenaikan harga. 

Sejumlah bahan pokok yang rentan mengalami kenaikan itu di antaranya adalah bawang merah, cabai, tepung dan telur. 

"Itu ya (rentan mengalami kenaikan harga). Soalnya kan orang biasanya kalau mau lebaran buat kue dan rendang," sebutnya.

Meski demikian, Dewi memastikan jika Pemkot Surabaya terus berupaya menekan harga bahan pokok dan menangani inflasi. 

Salah satu upaya itu dilakukan melalui operasi pasar yang dilaksanakan Dinas Koperasi Usaha Kecil, dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag). 

"Penanganan inflasi itu yang sering kita lakukan dengan Dinkopdag melalui operasi pasar," jelas Dewi.

Bahkan untuk memangkas biaya transportasi, Dewi menyebut jika Pemkot Surabaya juga memfasilitasi para pedagang. 

Dimana pemkot menyediakan kendaraan untuk mendistribusikan beras dari gudang Bulog ke pedagang di pasar-pasar tradisional.

"Jadi transport dari pemkot ambil ke Bulog, sehingga pedagang tidak terbebani oleh biaya transport. Sehingga dia (pedagang) tetap jual ke masyarakat itu harga kalau bisa di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi)," ungkapnya.

Selain beras, Dewi menyatakan, sebelumnya Pemkot Surabaya juga memfasilitasi pedagang terkait dengan komoditas minyak goreng. 

Dimana pemkot membantu suplai kebutuhan Minyakita kepada pedagang di pasar-pasar tradisional. 

"Jadi kemarin kita sudah bantu juga untuk pedagang di pasar-pasar untuk Minyakita" pungkasnya.

Rabu, 08 Maret 2023

Jelang Peringatan Nyepi, Ogoh-Ogoh dan Dekorasi Pura Ada di Balai Kota dan Balai Pemuda Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memasang dekorasi perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945, di halaman Balai Kota dan Balai Pemuda. 

Pemasangan dekorasi berupa Pura dan Ogoh-ogoh tersebut, bukan sekadar untuk merayakan Hari Raya Nyepi, akan tetapi juga sebagai wujud dari Surabaya kota toleransi antar umat beragama. 

Hiasan pura yang dipajang di depan Balai Kota itu, lengkap beserta pernak-perniknya, mulai dari janur, motif kain poleng, dan tedung atau pajeng (payung). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi kali ini, pemkot memasang hiasan di dua tempat ikonik. Yakni di Balai Kota dan Balai Pemuda. 

Hebi menerangkan, hiasan yang dipajang di Balai Kota dan Balai Pemuda bentuknya berbeda. 

"Kalau di Balai Kota, itu bentuk hiasannya pura dan ada gapuranya, serta ogoh-ogoh yang dikelilingi ikan Sura dan Buaya. Sedangkan yang ada di Balai Pemuda, itu hanya ada gapura dan ogoh-ogoh," kata Hebi, Rabu (8/3).

Hebi menjelaskan, dekorasi kota bernuansa keagamaan umat Hindu pada perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini, tidak hanya ada di Balai Kota dan Balai Pemuda saja. Akan tetapi, di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di Monumen Bambu Runcing juga akan dihiasi ornamen serupa. 

Dekorasi bernuansa Hindu yang akan dipasang di Monumen Bambu Runcing, saat ini masih dikoordinasikan lebih lanjut bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya, sebelum  dekorasi itu dipasang. 

"Tidak asal pasang ini, kita juga harus mendapat persetujuan ketika memasang dekorasi ini. Oleh karena itu, kami konsultasikan terlebih dahulu bentuk dan tempatnya di mana saja yang sesuai," terang Hebi. 

Perayaan Hari Raya Nyepi pada tahun ini, mengusung tema "Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia". 

"Tema ini juga ditentukan oleh PHDI Kota Surabaya, karena berbeda setiap tahunnya," jelasnya. 

Rencananya, ogoh-ogoh yang ada di depan Balai Kota dan Balai Pemuda itu, akan diarak ke Pura Segara, Kenjeran, sebelum perayaan Hari Raya Nyepi pada 22 Maret 2023 mendatang. 

Masyarakat yang melintas di depan Balai Kota atau Balai Pemuda, juga bisa berfoto dengan latar belakang ornamen tersebut.

"Pada 20 Maret 2023 malam, akan diambil oleh PHDI untuk diarak, kemudian 21 Maret 2023 malamnya dikembalikan lagi ke Balai Kota dan Balai Pemuda, jadi tidak dibakar," pungkasnya. 

Cegah Aksi Balap Liar, Satpol PP Surabaya Pantau Sejumlah Lokasi


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Satpol PP Kota Surabaya tak akan berhenti melakukan pengamanan Kota Pahlawan saat malam hari. 

Meski sebelumnya, tiga orang petugas Satpol PP ditabrak pemotor mabuk saat melakukan pengamanan di Jalan Diponegoro.

"Untuk pengamanan khususnya Jumat malam dan Sabtu malam terus kita lakukan di kota ini dengan seluruh camat dan tiga pilar. Kita tidak boleh terlalu trauma atau down terkait dengan permasalahan ini. Kita harus tetap mengamankan kota ini," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Rabu (8/3).

Eddy juga menyebutkan bahwa salah satu hal yang menjadi atensi penguatan Pemkot Surabaya adalah mengenai pencegahan aksi balap liar. 

Pihaknya mengaku telah memetakan titik-titik lokasi yang biasa digunakan untuk aksi balap liar.

"Memang mereka itu tidak ngumpul di suatu tempat. Jadi ada di beberapa titik-titik, lalu melalui media komunikasi medsos (media sosial), mereka ngumpul di suatu titik," ungkap dia.

Menurutnya, lokasi yang digunakan untuk balap liar biasanya memiliki track panjang dengan kondisi aspal halus. 

Selain itu, lokasi yang dipilih biasanya juga terdapat lampu traffic light (TL) untuk titik start dan finish.

"Untuk balap liar biasanya (jalan) lurus, terus aspalnya halus, ada lampu TL-nya. Karena start nunggu TL hijau. Ada di MERR, Ahmad Yani, Margomulyo, terus di tengah kota juga ada di Margorejo. Itu juga kita jaga dan antisipasi bersama teman-teman camat," pungkasnya.

PD RPH Pasang Papan Mitra kepada Pedagang Pasar untuk Jamin Kualitas dan Harga Daging di Kota Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan  (RPH) Kota Surabaya berkomitmen menjaga kualitas daging sapi untuk masyarakat. 

Komitmen itu, diwujudkan dalam bentuk papan tulisan, pada setiap pedagang daging sapi di pasar.

Direktur Utama (Dirut) PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya, Fajar A. Isnugroho mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui PD RPH berkomitmen menjaga kualitas daging sapi segar, terutama pada saat menjelang ramadan di akhir bulan Maret 2023 mendatang. 

“Papan tulisan itu sebagai tanda mitra antara PD RPH dengan pedagang pasar. Tujuannya, agar warga Surabaya tidak terjebak ketika membeli daging sapi, ternyata daging yang dibeli tidak berkualitas,” kata Fajar saat konferensi pers di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Selasa (7/3).

Fajar menjelaskan, papan itu bertuliskan “Mitra RPH Surabaya. Terjamin aman, sehat, utuh, dan halal”. Dengan adanya papan tersebut, tentunya kualitas daging sapi yang diambil dari RPH berkualitas baik, dan terjamin halal. 

Fajar memastikan, pedagang pasar yang sudah mendapatkan papan tersebut, daging yang dijual telah tersertifikasi halal, dan terpenuhi syarat kesehatan dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma). 

“Jadi semua pedagang daging sapi yang ada di kawasan Pegirian dan beberapa pasar di Surabaya sudah kami berikan papan tersebut. Kami terus tambahkan itu (papan tulisan) kepada mitra RPH,” ujar Fajar. 

Alasan memasang papan tulisan itu, karena ia tidak ingin warga salah memilih ketika akan membeli daging sapi. 

Menurutnya, masih ada beberapa pedagang daging di pasar yang disuplai dari luar RPH Kota Surabaya. 

“Maka dari itu, kami bergerak cepat memberikan papan itu untuk menjamin kualitas daging sapi di Surabaya. Kita berikan papan itu gratis, sehingga masyarakat tahu, pedagang mana saja yang mengambil daging sapi dari RPH, mana yang bukan,” jelas Fajar. 

Fajar memastikan, pedagang yang mengambil dari RPH Kota Surabaya tidak bercampur dengan daging sapi dari luar. 

Sehingga, ketika masyarakat membeli daging sapi di pasar dipastikan tidak keliru memilih, karena dibedakan.  

“Kami sudah mendata sejak Desember 2022 lalu, sekaligus memberikan papan tersebut. Untuk memastikan daging sapi yang dijual itu berasal dari RPH, sejauh ini sudah ada 50 pedagang yang sudah terpampang berpapan dari RPH, dan akan terus bertambah,” Fajar memastikan. 

Fajar menjamin, daging sapi yang diambil dari RPH Kota Surabaya harganya stabil. Untuk ketersedian stok daging sapi, RPH Kota Surabaya menyediakan daging segar dingin sebanyak 8-10 ton. 

Ketersediaan stok itu, juga untuk mengantisipasi kenaikan harga daging sapi menjelang ramadan. 

“Biasanya, 10 hari menjelang lebaran itu akan ada permintaan daging yang tinggi. Maka dari itu, tugas RPH memastikan stok hewannya cukup, sehingga daging yang beredar di masyarakat tidak sampai kurang, karena itu yang membuat harganya stabil,” paparnya 

Fajar menambahkan, PD RPH Kota Surabaya juga membentuk tim monitoring yang melakukan pemantauan peredaran dan harga daging di pasar. 

Bukan hanya monitoring, PD RPH juga berkolaborasi bersama Pemkot Surabaya dengan menggelar operasi pasar ke masyarakat.  

“Mudah-mudahan, pada saat menjelang bulan ramadan dan lebaran mendatang, harga daging bisa stabil seperti tahun lalu,” pungkasnya. 

Pemkot Surabaya Pastikan Stok Pangan dan Harga Kebutuhan Pokok Aman Selama Bulan Ramadhan


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surabaya, yang terdiri dari sejumlah Perangkat Daerah (PD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Surabaya hingga stakeholder, berkomitmen penuh dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan stok pangan jelang bulan Ramadhan. 


Perwakilan TPID Surabaya yang terdiri dari sejumlah PD bersama BUMD di Surabaya menyampaikan langkah-langkah dan upaya pengendalian harga kebutuhan pokok dan stok pangan menjelang bulan Ramadhan 2023, di Ruang Konferensi Pers (Gedung Ex Humas), Selasa (7/5). 

Diantaranya, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Dinas Koperasi Usaha Kecil, dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), PD Pasar Surya (PDPS), dan Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Kabag Perekonomian dan SDA) Kota Surabaya, Dewi Wahyu Wardani mengatakan bahwa bersama TPID Kota Surabaya, setiap harinya pihaknya melakukan pemantauan terhadap harga komoditas yang ada pasar. Yakni, memantau kenaikan harga, seperti harga bawang dan cabai.

“Kami berkoordinasi dengan Pak Agus (Dirut Utama PD Pasar Surya), ini menyikapi untuk Ramadhan, kita melihat stok di pasar masih cukup, masih terpenuhi dan tidak kekurangan. Maka, dalam satu bulan kedepan kami menghimbau warga Kota Surabaya tidak panic buying,” kata Dewi.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto menyampaikan bahwa upaya menekan dampak inflasi dan pengendalian harga, salah satunya adalah melalui kegiatan operasi pasar. 

Seperti pada periode awal Februari - awal Maret 2023 sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), pada komoditi beras telah didistribusikan sebanyak 616 ton.

“Untuk mengendalikan inflasinya, menjaga stabilisasi harga kita lakukan di pasar tradisional dan untuk menekan dampak inflasinya, kita lakukan (operasi pasar) di kecamatan. Jadi sebenarnya kalau dikatakan kenapa harus ke pasar? karena kita punya keinginan untuk bisa menjaga stabilitas harga. Sebetulnya,  operasi pasar tidak untuk masyarakat, tapi untuk pedagang pasarnya, harapannya saat mereka mendapatkan harga kulak yang bagus, harga jualnya juga wajar,” kata Devie.

Sedangkan untuk pendistribusian minyak goreng pada periode awal Februari - awal Maret 2023 melalui operasi pasar, sebanyak 133 ton minyak goreng kemasan telah didistribusikan oleh Dinkopdag. 

Memasuki bulan Maret 2023, pihaknya akan fokus pada operasi pasar pada komoditi minyak goreng, dengan mengalokasikan 133 ton minyak goreng yang siap didistribusikan.

“Sedangkan untuk produk hortikultura memang ada sedikit fluktuasi harga terutama disebabkan karena tingginya kebutuhan dan pola panen yang terganggu karena cuaca. Untuk komoditas hortikultura, kita mulai kerja sama dengan pasar induk Surabaya karena mereka punya akses langsung ke petani. Jadi mereka punya stok yang bisa digerakkan, kemudian harga relatif lebih bagus karena ambil langsung,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya berusaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Surabaya selama bulan Ramadhan 2023. 

Sebab, pihaknya telah melakukan beberapa skema, seperti melakukan subsidi pada ongkos transportasi, hingga berkoordinasi dengan beberapa produsen minyak goreng.

“Kita coba lakukan kerja sama dengan beberapa daerah penghasil (peternakan), yang jelas beberapa skema udah kita siapkan termasuk melakukan subsidi angkot. Jadi kita pernah melakukan kasus seperti ini pada saat ada fluktuasi harga telur. Kita fasilitasi untuk mengambil, jadi ongkos transport bisa kita pangkas dan itu cukup signifikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Lilis Pristiwati menyampaikan, DKPP telah menggerakkan pemanfaatan lahan pekarangan milik warga dengan memberikan bantuan bibit. Selain itu, melakukan penanaman di Taman Hutan Raya (Tahura). 

“Kami telah melakukan antisipasi terkait distribusi tanaman tersebut dan menanami Tahura untuk komoditi tersebut. Serta memberikan peningkatan kapasitas pada masyarakat. Pelatihan untuk tidak harus memanfaatkan lombok dalam bentuk segar, bahwa bisa menjadi olahan cabai kering,” ujar Lilik.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya, Agus Priyo mengaku bahwa pihaknya mendukung langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam mengendalikan inflasi daerah. 

Karenanya, pihaknya telah mendata kebutuhan setiap pedagang yang dinaungi oleh PD Pasar Surya untuk disampaikan kepada TPID Surabaya.

Sebab, menurutnya, kenaikan harga biasanya diikuti oleh over demand (banyak permintaan). 

Melalui monitoring yang dilakukan TPID Surabaya, PD Pasar Surya berupaya melakukan oversupply (melebihi pasokan) harga kebutuhan pokok teta terjangkau. 

“Alhamdulilah, Kabag Perekonomian, Dinkopdag, dan DKPP bersinergi dengan baik, sehingga pedagang kami mengalami keuntungan tersebut. Artinya, barang yang ada di bawah PD Pasar Surya masih tergolong aman dan Insya Allah sampai menghadapi bulan Ramadhan bisa dibilang aman,” ungkapnya.

Ditemui dilokasi yang sama, Direktur PD RPH Kota Surabaya Fajar A. Isnugroho mengaku, menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, pihaknya menyiapkan tim monitoring peredaran daging RPH. 

Mereka bergerak di tujuh pasar untuk memantau harga daging di Surabaya. Tujuh pasar tersebut diantaranya, pasar Wonokromo, Pabean, Tambak Rejo, Genteng, Pucang, Kembang, dan Balongsari.

“Dari tujuh pasar itu ditambah dengan beberapa pedagang di depan Arimbi (pasar daging) dan Pegirian, harga daging saat ini masih stabil Rp 1120.000 per kg. Kemudian, Rumah Daging RPH menjelang Ramadhan dan Idul Fitri menyiapkan 8-10 ton stok daging untuk masyarakat Surabaya. Perincinanya 3 ton disiapkan untuk bulan Maret 2023 dan sisanya di bulan April 2023,” pungkasnya.

Wali Kota Eri Dukung Polisi Tindak Tegas Pelanggar Lalin, Balap Liar Jadi Atensi


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama kepolisian dan TNI memastikan akan terus memberikan kenyamanan dan keamanan warga Kota Pahlawan, khususnya saat malam hari. 

Meski sebelumnya, tiga orang petugas Satpol PP Surabaya saat menjalankan tugas ditabrak pemotor mabuk di Jalan Diponegoro pada Sabtu dini hari (4/3).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pelanggaran lalu lintas (Lalin) harus menjadi atensi betul Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan kepolisian. 

Jangan sampai kejadian pemotor mabuk menabrak kembali terulang sehingga menimbulkan korban jiwa.

"Kejadian-kejadian ini kan harus menjadi atensi betul. Menjadi atensi saya, pastinya wali kota dan Pak Kapolrestabes. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Wali Kota Eri, Selasa (7/3).

Wali Kota Eri mengakui, banyak insiden kecelakaan yang disebabkan pengendara tidak tertib berlalu lintas seperti dalam keadaan mabuk. 

Oleh sebabnya, pihaknya siap mendukung kepolisian untuk mencegah kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Masih banyak yang melanggar aturan. Banyak sepeda motor tidak pakai helm, melawan arus. Kejadian ini yang sering menyebabkan kecelakaan," ujarnya.

Maka dari itu, Wali Kota Eri menyatakan akan berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya untuk menekan kasus pelanggaran lalu lintas. 

Terlebih lagi, ia menyebut, sekarang ini tilang manual bagi pelanggar lalu lintas sudah bisa kembali diterapkan.

"Ini (pelanggaran lalin) menjadi pembelajaran betul buat warga Surabaya, karena kalau begini terus kota ini menjadi tidak nyaman. Sehingga kita akan kuatkan lagi koordinasinya dengan Polrestabes untuk menjaga keamanan lalu lintas di Kota Surabaya," pungkasnya.

Senin, 06 Maret 2023

Wali Kota Eri Serahkan 11 Mobil Operasional Pinjam Pakai ke Polrestabes Surabaya


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja yang telah dilakukan oleh jajaran Polrestabes Surabaya. 

Karenanya, Pemkot Surabaya memberikan bantuan 11 mobil operasional pinjam pakai kepada Polrestabes Surabaya. 

Prosesi penyerahan 11 mobil operasional pinjam pakai itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan diterima langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (6/3).

Wali Kota Eri memastikan bahwa penyerahan pinjam pakai mobil operasional ini tidak dilakukan serta-merta oleh Pemkot Surabaya. 

Namun, pinjam pakai mobil operasional ini diberikan kepada jajaran Polrestabes Surabaya karena support dan prestasi yang luar biasa untuk Kota Surabaya. 

“Jadi, ini bentuk apresiasi pemkot kepada Polrestabes Surabaya,” tegas Wali Kota Eri.

Ia kemudian merinci jasa jajaran Polrestabes Surabaya di bawah pimpinan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan. 

Awalnya, Wali Kota Eri mengingat dahsyatnya hantaman Covid-19 di Kota Surabaya dan saat itu harus terus mensosialisasikan pemakaian masker dan terus mempercepat vaksinasi.

“Saat itu kita tahu seluruh jajaran TNI-Polri, khususnya Kapolrestabes Surabaya bersama jajarannya tidak pernah berhenti mulai dari tingkat RW sampai tingkat kelurahan dan kecamatan. Di sana, selalu ada jajaran Polrestabes Surabaya yang selalu memberikan sosialisasi tanpa kenal lelah, tanpa kenal henti bahkan sempat berbenturan juga dengan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, ketika pemkot melakukan percepatan vaksinasi yang tentunya dibutuhkan inovasi dan solusi solutif untuk mempercepat vaksinasi itu, ternyata Kapolrestabes Surabaya memiliki ide yang luar biasa. 

“Ketika kita diskusi dan saya tanyakan bagaimana mempercepat vaksinasi, tanpa dipikir dan detik itu juga beliau langsung menyampaikan berikan kami mobil untuk dijadikan mobil vaksin keliling, dan mobil itulah yang turun sampai ke tingkat RT-RW, sehingga warga yang sepuh dan berada di perkampungan bisa divaksin, dan Surabaya tertinggi vaksinnya se Jawa Timur hingga saat ini,” katanya.

Sedangkan dalam menjaga keamanan dan kondusifitas Kota Surabaya, Wali Kota Eri mengaku sejak dipimpin oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, sontak Surabaya ini menjadi kota yang penuh dengan kedamaian karena semua penyelesaian tidak dilakukan dengan kekerasan, tapi penyelesaiannya itu dengan dirangkul, semuanya diberikan pengertian dan didiskusikan.

“Ini langkah yang sangat luar biasa. Ketika itu dilakukan, maka secara otomatis masyarakat yang berpikiran belum pas, akhirnya bisa memahami dan bisa mengerti, itulah langkah-langkah yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Bahkan, ketika ada tawuran antara pihak satu dengan pihak yang lainnya, mereka dipanggil satu persatu, dan diberi pemahaman bagaimana menenangkan Kota Surabaya, bagaimana menjaga Kota Surabaya. Akhirnya, saat itu dibentuklah tokoh Jogo Surabaya. 

“Mereka dikumpulkan dan akhirnya ada rasa saling menghormati, rasa saling memahami hingga satu dengan yang lainnya itu bisa saling menjaga,” imbuhnya.

Selain itu, ketika Persebaya dengan Arema suasananya memanas, Kapolrestabes Surabaya ini bisa menenangkan Bonek dan memberikan pemahaman bahwa antara semuanya adalah saudara. 

Bahkan, ketika ada yang sudah meninggal, tidak boleh lagi mencaci maki dan tidak boleh mengolok-olok, dan begitu patuhnya Bonek dan seluruh warga Kota Surabaya. 

“Sampai akhirnya dilakukan sidang juga di Surabaya, dan alhamdulillah juga sangat tenang. Ini kalau tidak ada Kapolrestabes Surabaya beserta jajarannya, tidak mungkin bisa dilakukan seperti ini di Surabaya,” kata Wali Kota Eri.

Di samping itu, ketika ada kejadian gerombolan pemuda bermotor (geng motor) yang membuat resah warga Surabaya, TNI-Polri tidak bergerak sendirian karena saat itu yang turun juga anak-anak di bawah umur, sehingga saat itu seluruh warga Surabaya bangkit untuk mendukung TNI-Polri dalam menjaga keamanan Kota Surabaya.

“Saat itu pendapatnya macam-macam, tapi ketika semua elemen di Surabaya ini bangkit untuk memberikan support penuh dan bersama-sama, alhamdulillah langsung bisa menurunkan itu, ini menunjukkan kebersamaan kita di Kota Surabaya,” tegasnya.

Menurut Wali Kota Eri, karena begitu kuatnya Polrestabes Surabaya dalam menjaga Kota Surabaya, maka Pemkot Surabaya memberikan apresiasi dengan menyerahkan 11 mobil operasional pinjam pakai supaya Surabaya semakin aman dan kondusif. 

Tentunya, ini nanti tidak hanya untuk Polrestabes Surabaya, tapi juga untuk Forkopimda yang lainnya juga karena antara Pemkot Surabaya bersama jajaran Forkopimda sejatinya adalah keluarga yang tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya.

“Kita merasakan betul kekeluargaan yang sangat luar biasa di Kota Surabaya ini. Kita tidak ajarkan dan tidak diberikan contoh untuk saling memukul, tapi kita diberikan contoh untuk saling merangkul, sehinggalah Surabaya bisa menjadi sangat luar biasa karena sinergitas dan kolaborasi dari semua Forkopimda Kota Surabaya,” katanya.

Saat itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan terima kasih banyak kepada Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan yang sebentar lagi akan berpindah tugas menjadi Wakapolda Jatim. 

“Doa dari saya pribadi dan doa dari warga Surabaya selalu mengiri Pak Yosep. Semoga diberikan kelancaran dan semoga dikabulkan semua hajatnya dan selamat bertugas di tempat yang baru. Doa kami selalu menyertai panjenengan (Anda),” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyampaikan terimakasih banyak kepada Wali Kota Eri beserta jajarannya yang telah menyerahkan 11 mobil operasional pinjam pakai itu. 

Ia memastikan akan selalu merawat dan memanfaatkan mobil itu dengan sebaik-baiknya untuk menjaga keamanan dan kondusifitas Kota Surabaya.

“Ini akan semakin memompa semangat jajaran untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Kota Surabaya,” pungkasnya.