Kemenhut dan Barantin Perkuat Pengawasan Spesies Invasif
Jakarta - KABARPROGRESIF.COM Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati dan pengawasan organisme pengganggu.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meruntuhkan ego sektoral antarlembaga demi mengamankan kekayaan negara.
“Insya Allah dengan pertemuan ini, tembok-tembok ego sektoral yang selama ini berdiri kukuh di antara kementerian dan lembaga, sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto, harus dirubuhkan. Karena satu kementerian dengan yang lain itu saling tersambung, kalau ada yang mampet di satu sektor, banyak sektor lain yang tidak bisa bergerak,” ujar Raja Juli di Kantor Kemenhut, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Raja Juli juga menyoroti ancaman nyata dari spesies invasif yang dapat merusak ekosistem asli Indonesia.
Ia mencontohkan tanaman invasif asal luar negeri yang masuk ke habitat satwa liar dan merusak ketersediaan pakan alami, sehingga pengawasan ketat di pintu masuk karantina menjadi sangat krusial.
“Kami punya kepentingan agar tidak ada organisme pengganggu tumbuhan yang tidak terscreening dengan baik. Seperti misal ada Sengganan di Way Kambas kabarnya itu asli dari Australia itu, ntah bagaimana masuk akhirnya daerah-ardaerah yang mestinya menjadi tempat pakan gajah, habitat gajah yang baik kalah oleh tanaman-tanaman invasif ini,” jelasnya.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menyebut kerja sama ini akan memperjelas fungsi penegakan hukum dan pertukaran data informasi antara kedua lembaga.
Kemenhut dinilai sebagai mitra strategis Barantin dalam menjaga lalu lintas media pembawa tumbuhan dan satwa liar agar tetap aman dan terkendali.
“Kehutanan ini adalah mitra strategis dan penting bagi karantina. Kami bersyukur hari ini bisa diterima dengan hangat, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk membangun kerja sama yang lebih intens dalam menjaga tumbuhan dan satwa liar serta keanekaragaman hayati kita,” ujar Karding.

Komentar
Posting Komentar