23 Tahun Baba Rafi: Dari Gerobak Menuju Global Brand, Emil Dardak dan Bu Rudy Beri Apresiasi


Sidoarjo - KABARPROGRESIF.COM Kebab Turki Baba Rafi menandai perjalanan 23 tahun dengan menggelar perayaan ulang tahun Baba Rafi Enterprise pada Jumat, 11 September 2026, di Gedung Baba Rafi Plaza, Sidoarjo.

Momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang Baba Rafi dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperbarui komitmen untuk terus bertumbuh, meningkatkan kualitas, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Memulai perjalanan dari sebuah gerobak sederhana di Surabaya, Baba Rafi tidak selalu berada dalam fase pertumbuhan. 

Dalam perjalanannya, perusahaan pernah melakukan ekspansi dan membuka outlet dalam jumlah besar, menghadapi berbagai keputusan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan, hingga melewati masa ketika mempertahankan keberlangsungan usaha menjadi sebuah perjuangan.

Namun, rangkaian tantangan tersebut justru menjadi bagian penting yang membentuk Baba Rafi hingga mencapai usia 23 tahun.

“Dua puluh tiga tahun tentu bukan perjalanan yang singkat. Banyak hal telah kami lalui: keberhasilan, tantangan, perubahan, pembelajaran, bahkan masa-masa sulit yang ikut membentuk Baba Rafi hingga berada di titik ini,” ujar Hendy Setiono, Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise, Selasa 15 September 2026.

Menurut Hendy, perjalanan panjang Baba Rafi tidak dapat dilepaskan dari keberanian untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan evaluasi. 

Bagi Baba Rafi, membangun usaha bukan semata-mata tentang menjadi yang paling cepat besar, tetapi juga tentang kemampuan untuk bertahan, memperbaiki diri, dan terus menyesuaikan strategi dengan perubahan zaman.

Semangat tersebut juga tercermin dalam transformasi model bisnis Baba Rafi. 

Setelah bertumbuh melalui pengembangan jaringan waralaba, Baba Rafi kini memperkuat strategi pengembangan outlet yang dikelola secara mandiri. 

Dari sekitar 1.000 outlet yang beroperasi, sekitar 650 outlet saat ini telah dikelola secara mandiri.

Di tengah proses transformasi tersebut, Baba Rafi mencatat pertumbuhan sekitar 55 persen secara year-on-year. 

Menurut Hendy, pertumbuhan itu bukan alasan untuk berhenti berbenah, melainkan tanggung jawab yang semakin besar untuk meningkatkan kualitas produk, pelayanan, operasional, integritas, dan tata kelola perusahaan.

“Pertumbuhan membawa amanah dan tanggung jawab yang semakin besar. Kami tidak ingin hanya menjadi semakin besar. Kami ingin menjadi semakin baik, sehat, kuat, produktif, dan berkualitas,” tutur Hendy.

Mendapat Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Kuliner

Perayaan 23 tahun Baba Rafi turut dihadiri sejumlah tokoh dan mitra dari berbagai sektor, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.; Brigjen TNI Dr. Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., M.Han.; serta tokoh kuliner Jawa Timur sekaligus pemilik Sambal dan Oleh-Oleh Bu Rudy, Ibu Lanny Siswandi.

Dalam sambutannya, Emil Dardak menyampaikan apresiasi atas perjalanan Baba Rafi yang mampu bertahan dan berkembang selama lebih dari dua dekade. 

Ia menekankan bahwa dunia usaha dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Menurut Emil, ketika sektor usaha dan UMKM berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku bisnis, tetapi juga oleh masyarakat melalui terciptanya kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Pemerintah, lanjutnya, perlu memberikan ruang dan membangun ekosistem yang memungkinkan dunia usaha berkembang. 

Apabila belum dapat membantu pelaku usaha, setidaknya regulasi dan kebijakan jangan sampai menghambat mereka untuk bertumbuh.

Sementara itu, Ibu Lanny Siswandi atau Bu Rudy turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi Baba Rafi dalam mempertahankan bisnis hingga usia 23 tahun. 

Menurutnya, perjalanan selama lebih dari dua dekade bukanlah waktu yang singkat bagi seorang pengusaha untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis.

Dengan nada hangat, Bu Rudy juga menyampaikan harapan agar Hendy Setiono, yang masih berusia relatif muda, dapat terus membawa Baba Rafi berekspansi dan mengembangkan jaringan bisnisnya. 

Ia berharap Baba Rafi dapat terus melangkah lebih jauh serta membawa nama Jawa Timur dan Indonesia.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap perjalanan Baba Rafi sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

Menyerap 1.348 Tenaga Kerja dan Terus Membuka Lapangan Pekerjaan

Selama 23 tahun perjalanan, Baba Rafi terus berupaya memberikan dampak melalui penciptaan lapangan pekerjaan. 

Saat ini, Baba Rafi Enterprise telah menyerap sekitar 1.348 tenaga kerja.

Mereka menempati berbagai posisi di outlet, depo, produksi, dan manajemen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Bagi perusahaan, pertumbuhan bukan hanya berarti bertambahnya skala bisnis, tetapi juga terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, belajar, berkembang, dan menempati posisi strategis.

Baba Rafi menilai jumlah tersebut masih dapat terus bertambah seiring dengan pengembangan usaha ke depan. 

Karena itu, ekspansi tetap menjadi salah satu agenda penting perusahaan, bukan semata-mata untuk memperbesar jaringan, tetapi juga untuk menghadirkan lebih banyak kesempatan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Jumlah ini masih belum besar dibandingkan kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada. Karena itu, kami berharap dapat terus bertumbuh secara sehat agar semakin banyak kesempatan dan manfaat yang dapat kami hadirkan,” kata Hendy.

Memasuki Babak Baru: From Growth to Greatness

Memasuki usia ke-23, Baba Rafi mengusung tema “From Growth to Greatness Quality, Service, and Store Performance.” 

Tema tersebut menandai perubahan fokus perusahaan. 

Setelah melalui fase pertumbuhan dan perluasan jaringan, Baba Rafi kini ingin memastikan bahwa pertumbuhan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas yang nyata.

Perusahaan menargetkan peningkatan konsistensi produk, pelayanan pelanggan, kekuatan operasional, integritas, serta kualitas pengalaman di setiap outlet. 

Setiap outlet tidak hanya diharapkan mampu beroperasi, tetapi juga sehat, produktif, terawat, dan menjadi tempat kerja yang membanggakan bagi tim di dalamnya.

Hendy menegaskan bahwa Baba Rafi menyadari perjalanan ke depan tidak akan selalu mudah. 

Karena itu, perusahaan membuka diri terhadap kritik, saran, arahan, dan kolaborasi untuk terus memperbaiki kekurangan.

“Perusahaan yang besar bukanlah perusahaan yang merasa paling hebat, melainkan perusahaan yang tidak pernah berhenti berbenah,” ujar Hendy.

Apresiasi bagi Mereka yang Menjadi Bagian dari Perjalanan

Di balik perjalanan selama 23 tahun, Baba Rafi menyadari bahwa keberhasilan perusahaan tidak dibangun seorang diri. 

Banyak pihak telah menjadi bagian dari proses tersebut, mulai dari pelanggan, karyawan, mitra waralaba, mitra bisnis, pemasok bahan baku, perbankan, komunitas, media, hingga berbagai pihak yang terus memberikan dukungan dan kolaborasi.

Secara khusus, Baba Rafi menyampaikan apresiasi kepada para franchisee dan mitra yang sejak awal memberikan kepercayaan, para pemasok dan vendor yang menjaga keberlangsungan rantai pasok, serta para pelanggan yang terus membeli produk sekaligus memberikan masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi perusahaan.

Bagi Baba Rafi, setiap transaksi, masukan, bahkan kritik dari pelanggan merupakan bagian dari perjalanan yang membantu perusahaan bertahan hingga hari ini. 

Apresiasi yang sama diberikan kepada seluruh karyawan, operator outlet, tim depo, tim produksi, tim manajemen, dan keluarga besar Baba Rafi Enterprise di berbagai wilayah Indonesia yang menjadi penggerak utama operasional perusahaan setiap hari.

“Ulang tahun ke-23 ini bukan hanya milik saya atau manajemen. Perjalanan ini adalah milik seluruh orang yang pernah bekerja, berjuang, menjadi mitra, membeli produk, memberikan kritik, dan mendoakan Baba Rafi,” ungkap Hendy.

Dari Gerobak Menjadi Global Brand

Dua puluh tiga tahun perjalanan menjadi pijakan untuk memasuki fase berikutnya. 

Baba Rafi ingin tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan memberikan manfaat yang lebih luas, sembari tetap membawa semangat yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan: “Dari Gerobak Menjadi Global Brand.”

Cita-cita tersebut bukan dianggap sebagai tanda bahwa Baba Rafi telah sampai di titik akhir, melainkan sebagai pekerjaan panjang yang masih harus terus diperjuangkan.

Dengan memperkuat kualitas, pelayanan, kinerja outlet, ekspansi bisnis, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Baba Rafi berharap dapat terus bertumbuh dari Sidoarjo dan Jawa Timur, membawa nama Indonesia melangkah lebih jauh, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat.

“Perjalanan ke depan mungkin tidak selalu mudah. Namun, kami ingin menjaga satu komitmen: terus belajar, bekerja, memperbaiki diri, dan berusaha memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengadilan Bebaskan Promotor EO Konser Artis DJ Dimitri Vegas dan Like Mike Dari Tudingan Penipuan

Bareskrim Ajukan Red Notice Pak Cik, Pemasok Sabu Jaringan The Doctor

Lewat Aplikasi SIGNAL, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah