Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Sabtu, 13 Mei 2017

Demokrat Surabaya Berhasil Pecahkan Rekor Muri Dukungan Kebebasan Pers Tanpa Hoax


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Banyaknya berita yang tak bertanggung jawab atau hoax, akhirnya menyentuh Partai Demokrat untuk mendeklarasikan memerangi berita bohong itu.

Untuk itu, Partai Demokrat mengajak masyarakat Mataram memberikan dukungannya dengan membubuhkan tanda tangannya, alhasil Partai pimpinan Bambang Susilo Yudhoyono ini berhasil memecahkan rekor MURI untuk kategori peserta terbanyak dalam penandatangan anti-hoax di Kota Mataram, NTB, pada banner bertuliskan

"Stop Hoax dan Fitnah Mari Kita Dukung Pers Yang Merdeka, Adil, dan Bertanggung Jawab", Ahad (7/5) lalu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Surabaya, Ratih Retnowati, sangat mendukung kebebasan pers tanpa hoax. Karena menurutnya, pers merupakan pilar demokrasi yang telah memberikan kontribusi dalam proses demokrasi dan pembangunan sebuah negara.

“Terus terang, kami sangat mendukung kebebasan pers tanpa hoax. Karena berita-berita hoax ini sangat mengusik dan cukup mengganggu,” ujar Ratih yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Kamis (11/5).

Dijelaskan Ratih, puluhan ribuan warga NTB, terutama yang berada di Kota Mataram di arena Car Free Day di sepanjang Jalan Udayana untuk mengikuti jalan sehat yang digelar sebagai salah satu rangkaian acara rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Demokrat.

Dari kader Partai Demokrat  se-Indonesia, Ratih adalah salah satu yang mendukung kegiatan tersebut. Kehadiran Ratih dalam kegiatan itu sebagai bentuk komitmen agar maraknya berita hoax atau palsu dapat segera diminimalisir keberadaannya.

“Adanya gerakan seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya juga resah akan berita-berita hoax. Sebagai salah satu isu global, saya berharap media sebagai arus  utama dapat menyaring berita-berita  dengan melakukan verifikasi  dan klarifikasi terlebih dahulu. Tujuannya agar masyarakat tidak langsung menelan mentah-mentah sebelum diketahui kebenaran sumbernya,” pungkas wakil rakyat yang sudah dua periode duduk di DPRD Surabaya ini. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar