Dinamika Keluarga Kaluna Hadir dalam 18 Lagu di Album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording


Jakarta - KABARPROGRESIF.COM Home Sweet Loan The Musical persembahan Indonesia Kaya dan Visinema berkolaborasi dengan Jakarta Art House akan segera dipentaskan pada 30 September - 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. 

Menjelang pementasannya, karya ini memperkenalkan lebih dekat perjalanan Kaluna melalui cuplikan adegan Act 1 yang menampilkan dinamika keluarganya, sekaligus memperkenalkan 18 lagu yang akan dirilis dalam album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording pada 17 September 2026.

Pada kesempatan ini, Home Sweet Loan The Musical menampilkan cuplikan adegan yang memperkenalkan Kaluna beserta keluarganya. 

Di dalam ruang keluarga, berbagai karakter dengan kepentingan, tuntutan, dan cara mencintai yang berbeda saling berhadapan. 

Dinamika tersebut menjadi salah satu ruang penting bagi Home Sweet Loan The Musical untuk memperlihatkan bagaimana Kaluna berhadapan dengan tanggung jawab keluarga, sekaligus pergulatannya dalam menentukan batas bagi dirinya sendiri.

Dalam adegan tersebut, penonton diajak masuk ke ruang keluarga Kaluna, melihat bagaimana keluarga menjadi bagian penting dalam kehidupan Kaluna yang diperankan oleh Kalya Islamadina dan Chintana Jo, sekaligus memahami hubungan antar karakter yang membentuk perjalanan Kaluna di sepanjang pertunjukan.

“Home Sweet Loan The Musical berangkat dari cerita yang sangat dekat dengan realitas masyarakat hari ini. Persoalan tentang keluarga, tanggung jawab, tekanan hidup di tengah kota, hingga impian untuk memiliki sebuah rumah merupakan keresahan yang dirasakan oleh banyak orang, terutama oleh generasi muda. Bagi kami, seni pertunjukan memiliki kekuatan untuk merefleksikan realitas tersebut sekaligus menghadirkannya sebagai pengalaman yang dapat dirasakan bersama. Melalui Home Sweet Loan The Musical, kami ingin menghadirkan cerita yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk melihat kembali perjalanan hidupnya tentang impian, pilihan, perjuangan, dan arti rumah bagi setiap orang. Harapannya, setiap penonton dapat merasa dilihat, didengar, dan menemukan bagian dari dirinya sendiri dalam musikal ini,” ujar Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya.

Salah satu karakter yang hadir adalah Kanendra, yang diperankan oleh Simhala Avadana. 

Tuntutan untuk selalu terlihat sukses di depan keluarga membuat Kanendra berhadapan dengan gengsi dan ekspektasi yang ia bangun sendiri. 

Melalui karakter ini, Home Sweet Loan The Musical mengajak penonton melihat bagaimana keinginan untuk memenuhi harapan keluarga terkadang justru dapat menjadi beban bagi diri sendiri.

Sementara itu, Kamala, yang diperankan oleh Andrea Miranda, memperlihatkan sisi lain dari dinamika keluarga. 

Memiliki keluarga sendiri tidak selalu berarti kehidupan berjalan tanpa persoalan. Perbedaan pendapat, persoalan keuangan, hingga konflik sehari-hari menjadi bagian dari kehidupan yang harus dihadapi bersama. 

Namun, dari proses yang tidak selalu mudah tersebut, seseorang dapat belajar menjadi lebih dewasa dan memahami satu sama lain.

“Menurut saya Kamala adalah karakter yang cukup dekat dengan realitas banyak orang. Dia sudah berkeluarga dan punya persoalannya sendiri, tapi di sisi lain kehadirannya dan keluarganya juga ikut menambah beban Kaluna, baik secara finansial, maupun dalam keseharian di rumah. Buat saya, di situlah konflik Kamala menjadi menarik, di mana sebetulnya tidak ada niat untuk menyakiti atau membebani satu sama lain, tetapi keadaan membuat mereka saling berhadapan. Saya rasa banyak orang bisa menemukan dirinya dalam situasi seperti itu, ketika kita sedang berusaha bertahan dengan masalah kita sendiri, tetapi tanpa sadar keputusan atau keadaan kita juga berdampak pada orang lain,” ujar Andrea Miranda, Pemeran Kamala di Home Sweet Loan The Musical.

Dinamika tersebut juga membawa penonton lebih dekat kepada orang-orang yang mengisi kehidupan Kaluna. 

Di dalam keluarganya, Kaluna berhadapan dengan Bapak dan Ibu yang diperankan oleh Ery Christian Kumendong dan Nita Lesmana, serta saudara-saudaranya, Kanendra (Simhala Avadana) bersama istri (Lydia Napitupulu) dan anaknya (Dazelin Rey), Kuncoro (Eriko Yunus), dan Kamala (Andrea Miranda). 

Namun, bersama dengan itu Kaluna dikelilingi oleh rekan kerja yang mendukung mimpinya, ada Danan (Gerry Gerardo), Tanish (Alya Zafira), dan Miya (Kathy Permata). 

Kehadiran mereka memperlihatkan berbagai hubungan yang membentuk keseharian Kaluna, sekaligus memengaruhi cara ia memandang keluarga, kehidupan, dan pilihan-pilihan yang harus diambilnya.

Eksplorasi keluarga Kaluna tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara Home Sweet Loan The Musical memperluas cerita yang sebelumnya dikenal melalui novel dan film. 

Jika keluarga menjadi salah satu sumber tekanan sekaligus alasan Kaluna terus bertahan, musik menjadi ruang lain bagi perasaan yang tidak selalu dapat disampaikan melalui dialog.

Lisa Reideka, Sutradara Home Sweet Loan The Musical, mengatakan, “Keluarga adalah salah satu bagian paling dekat dengan kehidupan Kaluna, di sisi lain jadi ruang di mana banyak konflik yang ia simpan muncul ke permukaan. Tantangannya adalah bagaimana membuat dinamika emosi ini terasa dekat dan nyata tanpa harus membesarkan konflik secara berlebihan. Kami ingin penonton bisa melihat bahwa dalam satu ruang keluarga, orang-orang bisa saling menyayangi, tetapi pada saat yang sama juga bisa saling melukai tanpa menyadarinya. Dari situ, kami mencoba membangun setiap karakter di keluarga ini agar penonton bisa ikut merasakan emosi Kaluna, termasuk rasa kesal dan frustrasinya, sekaligus memahami alasan dan latar belakang di balik setiap tindakan yang diambil.”

Di sisi lain, penerjemahan beban dan dinamika kehidupan para karakter juga hadir melalui gerak tubuh. Koreografi yang digarap oleh El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati menjadi bagian dari bahasa pertunjukan untuk merepresentasikan ritme kehidupan Jakarta dan tekanan yang dihadapi para tokoh. 

Gerakan seperti Tepuk Waras serta visualisasi pergerakan dalam Riuh Jakarta membawa beban mental dan riuh kehidupan urban ke dalam bentuk yang dapat dirasakan secara langsung oleh penonton.

Merangkai Perjalanan Kaluna dalam Satu Kesatuan Musikal

Pergulatan Kaluna ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa musik yang dekat dengan keseharian generasi muda yang hidup dan bekerja di tengah kerasnya kehidupan kota.

Sebanyak 18 lagu akan hadir dalam album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording, yang terdiri dari 14 lagu orisinal dan empat lagu yang telah dirilis sebelumnya, termasuk lima lagu baru yang diciptakan Idgitaf serta tiga lagu karya Idgitaf yang telah hadir sebelumnya. Lagu-lagu lainnya ditulis oleh Ivan Tangkulung yang juga berperan sebagai penulis lagu dan pengarah musik. 

Keseluruhan lagu tersebut dirangkai untuk mengikuti perjalanan cerita dan emosi Kaluna di sepanjang pertunjukan.

Lagu-lagu seperti Salam Satu Aspal, Satu Nafas Lagi, dan Riuh Jakarta diperkenalkan untuk membawa berbagai lapisan perjalanan Kaluna, sementara Cukup Nggak Cukup dan Biar Waras menangkap keresahan yang lebih luas, mulai dari tekanan untuk terus mencukupi kebutuhan hingga kebutuhan untuk tetap menjaga kewarasan di tengah tuntutan hidup. 

Lebih dari sekadar lagu pengiring adegan, kedua lagu tersebut juga hadir sebagai semacam “surat protes” sekaligus suara hati pekerja ibu kota dan sandwich generation.

Ivan Tangkulung, Songwriter & Music Director Home Sweet Loan The Musical, mengatakan, “Sejak awal, kami menyusun musiknya sebagai satu perjalanan, bukan sebagai kumpulan lagu yang berdiri sendiri. 

Setiap lagu punya fungsi untuk membawa cerita dan emosi Kaluna ke tahap berikutnya. 

Karena itu, ketika sampai di lagu penutup, kami ingin ada rasa seperti mengingat kembali semua yang sudah dilalui Kaluna, mulai dari perasaan-perasaan seperti tekanan, amarah, lelah, harapan, sampai keberanian untuk memilih dirinya sendiri. 

Tantangannya adalah bagaimana semua fase itu bisa terasa menyatu secara musikal, sehingga ketika lagu tersebut selesai, penonton merasa perjalanan Kaluna juga ikut sampai pada satu titik.”

Album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording akan dirilis pada 17 September 2026, dua minggu sebelum pementasan dimulai. 

Album ini akan tersedia di Apple Music, YouTube Music, Spotify, dan TikTok, memberi kesempatan bagi publik untuk mengenal suara dan emosi Home Sweet Loan The Musical terlebih dahulu, sebelum menyaksikan kisah Kaluna secara utuh di atas panggung pada 30 September-18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Home Sweet Loan The Musical di Taman Ismail Marzuki didukung oleh Bank Syariah Indonesia sebagai langkah emas untuk mewujudkan mimpi sandwich generation memiliki rumah impian melalui BSI Griya. Taman Ismail Marzuki, yang dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Perseroda), turut hadir sebagai Official Venue Partner dalam penyelenggaraan Home Sweet Loan The Musical.

Untuk menyaksikan pertunjukan ini, tiket Home Sweet Loan The Musical telah tersedia di loket.com/homesweetloanthemusical. Informasi terbaru mengenai pertunjukan ini dapat diikuti melalui media sosial resmi @homesweetloanthemusical.

Tentang Indonesia Kaya

Indonesia Kaya adalah sebuah inisiatif budaya dari Bakti Budaya Djarum Foundation, yang mengemban peran untuk memperkenalkan, melestarikan, dan menghidupkan kembali kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan yang modern dan interaktif.

Sejak awal berdirinya, Indonesia Kaya telah menjadi ruang yang mempertemukan seni, tradisi, dan masyarakat dalam satu wadah yang inklusif dan inspiratif. 

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia Kaya menghadirkan empat entitas utama yang menjadi pilar dalam melestarikan dan merayakan budaya bangsa yang dapat diakses dan digunakan secara gratis oleh masyarakat Indonesia, antara lain:

1.⁠ ⁠Indonesiakaya.com, portal digital yang menyajikan lebih dari 2.000 informasi budaya yang terbagi menjadi empat elemen, yaitu pariwisata, kesenian, tradisi dan kuliner Indonesia,

2.⁠ ⁠Galeri Indonesia Kaya di West Mall Grand Indonesia It 8, Jakarta yang diresmikan pada 10 Oktober 2013,

3.⁠ ⁠Taman Indonesia Kaya di Semarang, ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan yang diresmikan pada 10 Oktober 2018 yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, dan

4.⁠ ⁠Rumah Budaya Indonesia Kaya yang masih dalam proses pembangunan.

IndonesiaKaya.com juga merupakan rumah digital bagi program-program lainnya, seperti Ruang Kreatif, Indonesia Menari dan juga senantiasa menghadirkan berbagai kegiatan menarik bagi para penikmat seni yang sedang di rumah. 

Salah satunya #MusikalDiRumahAja yang mengangkat cerita rakyat Indonesia dengan adaptasi dari segi cerita dan penggunaan teknologi yang dimulai sejak tahun 2020 lalu dan sampai saat ini menyajikan pilihan cerita lainnya yang dapat disaksikan di akun YouTube IndonesiaKaya.

Tentang Visinema Group

Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema Group (Visinema) memiliki visi untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem storytelling yang komprehensif. 

Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan dan melahirkan konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati oleh para pecinta film dan publik di berbagai saluran dan platform. 

Visinema memiliki Visinema Pictures yang menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan impactful serta memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; Visinema Studios yang fokus menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga, serta animasi dan puppet show.

Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio IP (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik, diantaranya adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden Saleh, 13 Bom di Jakarta, Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di layar bioskop, Nussa Official Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga Cemara yang telah mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya dalam industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk karya yang dihasilkan.

Tentang Jakarta Art House

Jakarta Art House adalah rumah bagi para pelaku dan pencinta seni pertunjukan yang menghadirkan produksi teater, program pendidikan, serta pengembangan talenta dalam satu ekosistem kreatif. 

Dengan fokus pada penciptaan karya yang relevan dan bermakna, Jakarta Art House mengembangkan pertunjukan orisinal, adaptasi musikal, workshop, hingga kolaborasi lintas industri untuk memperluas jangkauan seni pertunjukan di Indonesia.

Melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, Jakarta Art House terus menciptakan ruang bagi individu untuk belajar, bereksplorasi, dan berkarya, sekaligus memperluas apresiasi terhadap seni pertunjukan di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengadilan Bebaskan Promotor EO Konser Artis DJ Dimitri Vegas dan Like Mike Dari Tudingan Penipuan

Bareskrim Ajukan Red Notice Pak Cik, Pemasok Sabu Jaringan The Doctor

Lewat Aplikasi SIGNAL, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah