Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Selasa, 12 Februari 2019

Merasa Tertipu, 800 User Apartemen Madisson Avanue Wadul Ketua DPRD Surabaya


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Sekitar 25 perwakilan pembeli Apartemen Madisson Avanue wadul ke Ketua DPRD Surabaya, Armuji. Mereka yang tergabung dalam Customer Madisson Avanue (CMA) merasa tertipu oleh managemen Apartemen yang beralamat di Jalan Jemursari tersebut.

" Mangemen Apartemen ingkar janji. Hak kami agar unit room yang dijanjikan agar segera diberikan, karena kewajiban kami membayar juga sudah lunas." ujar Ketua CMA, Lantip Mutholli usai bertemu dengan Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji, Selasa (12/2).

Lantip menjelaskan, pada saat pembelian unit room Apartemen Madisson Avanue tahun 2016, dalam kontrak dijanjikan pada tanggal 9 Februari 2019 lalu konsumen sudah serah terima unit room, namun sudah lewat tiga hari ini belum ada kepastian dari pihak pengembang.

Padahal, waktu proyek dimulai Januari 2016 sampai saat ini baru terbangun tujuh lantai, sementara unit room kami sendiri berada di lantai tujuh ke atas. Itu artinya, serah terima yang dijanjikan tanggal 09 Februari 2019 kemarin tidak dipenuhi oleh pengembang.

"Ini namanya wanprestasi dari pengembang Madisson Avanue." tegasnya.

Ia juga menjelaskan, rata-rata user sudah membayar Rp. 300 jutaan per unit apartemen dimana janji serah terima di bulan Februari 2019 ini, sementara ada 800 user, jika dikalikan nilainya bisa mencapai Rp160 milyar lebih.

" Ini sudah bisa bangun sampai 25 lantai, tapi mengapa baru 7 lantai yang dibangun. Artinya pembangunan Apartemen Medisson Avanue mandeg, sementara duit user tidak bisa kembali." kata Lantip.

User lainnya, Sujiono sudah membayar Rp. 202 juta pada tahun 2015 ke managemen Apartemen Madisson Avanue, namun seperti user lainnya serah terima kunci belum juga terealisasi.

Tan Frans, juga salah satu user menambahkan, dirinya bahkan membeli tiga unit room dengan harga Rp. 670 juta, namun sama sekali belum diserah terima kan seperti yang dijanjikan pengembang Madisson Avanue.

" Ini penipuan namanya mas." pungkasnya dengan nada jengkel. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar