Koordinasi dengan Kemenag, BOPDA Diprioritaskan ke Ponpes di Wilayah Surabaya.
Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menegaskan akan memperluas jangkauan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) hingga menyasar para santri di pondok pesantren serta siswa di sekolah kerohanian non-formal/keagamaan lainnya.
Pasalnya setelah dilakukan penyepadanan dan evaluasi data, sebagian besar anak-anak asal Kota Surabaya yang tidak terdeteksi di sekolah formal ternyata mengenyam pendidikan di pondok-pondok pesantren.
"Pak Wali Kota ingin memastikan bahwa seluruh anak Kota Surabaya mengenyam pendidikan sesuai standar. Kalau di luar (sekolah formal) ada BOS dan BOPDA, maka anak-anak kita yang ada di pondok pesantren pun harus mendapatkan fasilitas yang sama. Selama ini mungkin belum secara menyeluruh terfasilitasi oleh Pemkot, sehingga kami ditugaskan untuk melakukan mapping menyeluruh," kata Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, Kamis 1 Oktober 2026.
Terkait skema BOPDA yang akan dijalankan di Pondok Pesantren, Febri menegaskan bahwa pada dasarnya bantuan ini, ditujukan untuk seluruh santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Mekanismenya sama seperti sekolah swasta formal, di mana sekolah/lembaga yang sudah sangat mampu secara finansial biasanya secara sukarela tidak mengambil alokasi tersebut. Namun, bagi pondok-pondok pesantren umum yang membutuhkan, fasilitas ini akan disalurkan,” terangnya.
Meski demikian, jangkauan bantuan ini diprioritaskan bagi pondok pesantren yang berada di wilayah Kota Surabaya.
Pemkot Surabaya berkoordinasi langsung dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk pendataan pesantren lokal.
"Kalau pondoknya di luar Surabaya, tentu jangkauannya beda dan orang tua biasanya sudah memiliki pertimbangan tersendiri. Yang kita utamakan adalah pondok-pondok di Surabaya yang kasat mata dan memang harus kita bantu," jelasnya.
Mengenai waktu pelaksanaan dan besaran alokasi dana, Febri menggungkapkan, saat ini pihaknya sedang menghitung estimasi kebutuhan anggaran berdasarkan jumlah santri hasil pemadanan data penduduk.
Hasil perhitungan tersebut nantinya diajukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dibahas bersama.
Ia menambahkan, Pemkot Surabaya merencanakan skema bantuan perluasan BOPDA ke pesantren ini dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.
"Kami sedang merencanakan dan menggodok hal tersebut secara matang. Harapannya, setelah proses perhitungan dan pembahasan anggaran selesai, program ini bisa segera direalisasikan untuk memfasilitasi anak-anak kita yang ada di pondok pesantren," pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar