UPN Veteran Jatim Gelar KKN Internasional, Dampingi Anak Autistik di Brunei Darussalam
Surabaya - KABARPROGRESIF.COM Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Brunei Darussalam.
Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah terlibat dalam pendampingan anak-anak autistik di SMARTER E.D.G.E Brunei Darussalam.
Program KKN Internasional tersebut berlangsung pada 7 - 20 September 2026 dan diikuti tiga mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, yakni Tsaabitah Az Zahra Bahalwan, Suci Nur Chairina, dan Wiwin Khumayroh.
Seluruh rangkaian kegiatan itu berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Zainal Abidin Achmad.
Keterlibatan mahasiswa di SMARTER E.D.G.E merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman pengabdian masyarakat dalam lingkungan internasional, sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada praktik pendidikan dan pelayanan sosial yang inklusif.
“Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai budaya dan lingkungan masyarakat Brunei Darussalam, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial. Salah satunya mendampingi anak-anak autistik dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan pengembangan diri,” kata Zainal, Sabtu 19 September 2026.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi penting karena mahasiswa berhadapan langsung dengan keberagaman karakter dan kebutuhan setiap anak.
Selama berada di SMARTER E.D.G.E, mahasiswa mengikuti sejumlah kegiatan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.
Aktivitas dimulai dengan kegiatan sensory sebagai bagian dari persiapan anak sebelum mengikuti pembelajaran.
Setelah itu, mahasiswa mendampingi kegiatan belajar matematika, bahasa, serta seni atau arts.
Mahasiswa juga terlibat dalam snack time sebagai waktu istirahat anak sebelum mengikuti sesi berikutnya, termasuk aktivitas aerobik.
“Dalam setiap kegiatan, mahasiswa mendampingi anak-anak bersama guru dan pendamping yang ada di SMARTER. Mereka belajar bagaimana membangun interaksi yang nyaman sekaligus menyesuaikan pola komunikasi dengan karakter masing-masing anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan terhadap anak autistik membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya.
Setiap individu, kata dia, memiliki cara berkomunikasi, kebutuhan, kemampuan, serta respons yang berbeda terhadap lingkungan.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut aktif membantu kegiatan, tetapi juga belajar memahami respons anak sebelum menentukan cara berinteraksi.
“Di sini mahasiswa memperoleh pembelajaran bahwa komunikasi tidak selalu bisa dilakukan dengan satu pendekatan yang sama. Mereka harus memahami karakter individu, membaca respons, kemudian menyesuaikan cara berkomunikasi,” jelasnya.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa di SMARTER E.D.G.E juga membuka kesempatan untuk melihat secara langsung praktik pendidikan inklusif bagi individu dalam spektrum autisme.
SMARTER merupakan organisasi yang bergerak dalam pendidikan, pelatihan, pengembangan, dan pendampingan individu autistik di Brunei Darussalam.
SMARTER menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak-anak memperoleh pendidikan dan pendampingan berdasarkan kebutuhan serta kemampuan masing-masing.
“Mahasiswa dapat melihat secara langsung bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar konsep akademik. Praktiknya membutuhkan lingkungan yang aman, pendamping yang memahami kebutuhan anak, serta metode pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan masing-masing individu,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, KKN Internasional UPN Veteran Jawa Timur di Brunei Darussalam juga berkolaborasi dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA).
Kampus ini turut membantu koordinasi berbagai kegiatan selama mahasiswa menjalankan program pengabdian di Brunei Darussalam.
Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan mahasiswa hingga membantu membangun komunikasi dengan institusi yang menjadi lokasi kegiatan KKN Internasional.
Kolaborasi dengan UNISSA memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik dan pengabdian dalam konteks internasional.
“Mahasiswa belajar beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja bersama masyarakat maupun institusi yang memiliki latar belakang berbeda,” ujarnya.
Menurut Zainal, KKN Internasional tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kesempatan mahasiswa menjalankan kegiatan di luar negeri.
Lebih dari itu, program tersebut harus memberikan pengalaman substantif melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam kehidupan masyarakat.
“KKN Internasional bukan sekadar mobilitas mahasiswa dari Indonesia ke luar negeri. Yang lebih penting adalah apa yang dipelajari mahasiswa, bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat, serta kontribusi apa yang dapat diberikan selama berada di lokasi pengabdian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zainal mengatakan penyelenggaraan KKN Internasional merupakan salah satu bentuk komitmen UPN Veteran Jawa Timur dalam memperluas pengalaman internasional mahasiswa.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pengalaman lintas negara, tetapi juga memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan global.
“Kami berharap pengalaman selama di Brunei Darussalam tidak berhenti setelah program KKN selesai. Mahasiswa dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai yang mereka peroleh untuk diterapkan dalam kehidupan akademik maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar