Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Sabtu, 28 November 2015

Satu Bulan Kodim Kediri Karya Bhakti Sungai Batan Cegah Berulangnya Banjir

KABARPROGRESIF.COM : (Kediri) Mendung sudah mulai bergelantungan dan hujan sudah mulai turun ke seluruh kawasan Kota dan Kabupaten Kediri, tanpa terkecuali. Kodim 0809/Kediri sudah melakukan upaya strategis guna membantu masyarakat dari ancaman musibah banjir, dengan Karya Bhakti selama 1 bulan di Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

“Kita sudah berupaya keras memaksimalkan seluruh anggota Koramil Purwoasri dan Kodim Kediri secara terus menerus selama 1 bulan. Sungai batan yang melintasi 4 desa sudah tertutup rapat dengan sekat-sekat yang sudah dibuat bersama masyarakat” ujar Danramil Purwoasri Kapten Inf M.Yunus, saat mendampingi Kasdim Kediri Mayor Arh Trijaka Ruhiyatna, mengawasi anggotanya bersama masyarakat, Jumat 27 Nopember 2015.

Selama 1 bulan secara bergantian Kodim Kediri mengerahkan seluruh personilnya setiap hari Sabtu dan Minggu, sedangkan 5 Koramil yang ada disekitar Koramil Purwoasri, membantu setiap hari Jumat,  Sabtu dan Minggu, dan Koramil Purwoasri setiap hari (kecuali hari Senin) turun ke sungai Batan bersama masyarakat sekitar.

4 titik rawan, yang kemungkinan besar berdampak pada pemukiman penduduk dan areal pertanian disekitarnya, Sungai Batan sendiri merupakan penyokong pasokan air ke areal pertanian yang ada di 4 desa, hanya saja kondisi infrastruktur badan sungai yang ada di Desa Jantok cukup memprihatinkan.      “4 titik rawan tersebut harus menjadi prioritas kami (Kodim Kediri), khusus untuk titik rawan yang berdampak ke pemukiman warga harus segera diselesaikan hari ini juga” kata Mayor Arh Trijaka Ruhiyatna, disela-sela mengawasi anggotanya yang mengangkat karung yang berisi pasir dan mencor di sektor sisi kiri dekat jembatan.

Karya Bakti TNI di Desa Jantok Kecamatan Purwoasri dilaksanakan oleh Kodim Kediri, sebagai antisipasi kejadian yang pernah terjadi di tahun 2014 lalu, dimana air sungai berhasil menerobos masuk ke pemukiman warga hingga ketinggian sekitar 30-40 cm dan menggenangi areal pertanian warga hampir 80 hektar.
“Saya optimis tidak akan ada lagi musibah banjir yang menerjang rumah warga seperti tahun 2014 lalu, apalagi di sektor sisi kiri dekat jembatan, sudah kami cor dengan semen dan bebatuan, supaya tidak lagi menerobos masuk ke pemukiman penduduk” kata Mayor Arh Trijaka Rhiyatna. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar