Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Selasa, 18 November 2014

Gara-gara Harga BBM naik, Malam Ini, Pakde Karwo bahas besaran UMK 2015


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Gubernur Jawa Timur Soekarwo akan mengumpulkan serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Gedung Negara Grahadi Surabaya untuk memutuskan besaran kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2015, Selasa (18/11/2014) malam ini.

Soekarwo menjelaskan, dalam pertemuan nanti juga akan dibahas soal dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Kenaikan BBM pasti berdampak, makanya itu akan saya bahas nanti malam dengan SP (serikat pekerja),” katanya di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (18/11/2014).

Dalam pembahasan nanti, lanjut Soekarwo perlu rumus penghitungan kenaikan UMK yang lama bisa dikaitkan dengan kenaikan BBM. Dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim sebelumnya telah ditetapkan penghitungan UMK, yakni UMK lama ditambah dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Tidak bisa dengan kenaikan BBM terus nambah 30 persen. Rumus ekonominya ga begitu. Dengan kenaikan bensin yang segitu maka bukan berarti semua kebutuhan naik 30 persen,” cetusnya.

Selain itu, dampak kenaikan BBM juga akan berimbas pada kenaikan inflasi. Padahal, salah satu patokan UMK adalah inflasi. Ia mengaku mendengar kenaikan inflasi yang disampaikan BPS dari 4,4 persen menjadi 7,39 persen.

“Itu yang nasional. Kalau saya prediksi di Jawa Timur sekitar 7,5 persen itu nanti yang kita tawarkan kepada mereka,” ujarnya.

Prinsipnya, Pemprov Jatim akan mempercepat proses penetapan UMK tahun 2015. Pasalnya, keputusan besaran UMK akan menjadi salah satu pertimbangan bagi masuknya investasi di Jawa Timur. “Kalau nanti malam matang, besok akan saya tandatangani,” tukas Soekarwo (*/arf)

0 komentar:

Posting Komentar