Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Sabtu, 10 Juni 2017

Awey Tak Ingin Miliki Nasib Serupa Seperti Mobdin PN Surabaya


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Tragedi penarikan tiga unit mobil dinas (Mobdin) Kepala Pengadilan Negeri (KaPN) Surabaya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beberapa waktu lalu ternyata menjadi suatu pelajaran yang berharga bagi Vincensius Awey.

AnggotaKomisi C DPRD Surabaya ini menganggap hal tersebut seolah menjadi mimpi buruknya.
Tragedi itulah yang saat ini menjadi kekhawatirannya bila  hal tersebut menimpa dirinya.

Untuk itu, politisi asal partai Nasdem ini bersikukuh tak  akan memanfaatkan fasilitas negara yang nota bene hasil dari uang rakyat padahal pihaknya juga mampu membelinya sendiri. Selain itu  bagi Awey ada hal penting yang harus dicermati untuk menjalankan amanah sebagai kontrol  kebijakan dari Pemkot Surabaya.

" Nanti pas kejadian seperti di PN Surabaya, ketika berbeda pandangan dengan Pemkot Mobil dinasnya ditarik lagi, itu yang saya hindari," canda Awey lantas tertawa lebar.

Awey juga mengatakan, dengan makin banyaknya fasilitas yang diberikan Pemkot dikhawatirkan juga mempengaruhi indepensi Dewan dalam melakukan kontrol pengawasan.

" Semakin banyaknya fasilitas yang diberikan Pemkot nantinya dapat dikhawatirkan menurunnya kontrol Dewan sebagai pengawasan," kata Awey.



Seperti diberitakan,  kalangan DPRD Surabaya bakal mendapatkan mobil dinas baru. Mobil Merek All New Innova berwarna hitam yang berjumlah 50 unit dan saat ini berada di halaman Kantor pemerintah Kota, terdiri dari 46 unit untuk anggota DPRD, dan 4 unit lainnya untuk kegiatan operasional pemkot Surabaya. 

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (8/7) mengaku, bahwa sejumlah mobil tersebut sampai saat ini belum ada plat nomornya.
 
Risma mengatakan, sebelum diberikan ke kalangan dewan, pihaknya akan menarik seluruh mobil dinas yang selama ini mereka gunakan.Pembelian mobil dinas baru untuk kalangan dewan merupakan bagian dari peremajaan kendaraan. 

Pemkot Surabaya menilai mobil lama merk Kijang yang digunakan kalangan dewan sudah waktunya diganti karena sudah berumur 5 tahun. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar