Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 09 Oktober 2017

Mako Lanal Denpasar Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi


KABARPROGRESIF.COM : (Denpasar) Pasca ditetapkannya status Gunung Agung meningkat menjadi awas ribuan warga Karangasem Bali mengungsi di berbagai titik. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Lantamal V Kolonel Laut (P) GB. Oka memerintahkan kepada seluruh personel baik militer dan ASN (Aparatur Sipil Negara) Lanal Denpasar untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaanya guna mengantisipasi sewaktu – waktu Gunung Agung meletus.

Dengan dasar tersebut Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar  menggelar simulasi penanggulangan bencana gempa bumi di Mako Lanal Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu pagi (10/10) tersebut diikuti oleh sebagian besar warga yang menghuni Perumahan Dinas TNI AL R. Widianto Mako Lanal Denpasar.

Oka sapaan akrab Danlanal Denpasar mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Selain itu melalui kegiatan simulasi ini diharapkan mampu memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman warga setempat terkait cara evakuasi diri ketika terjadi bencana gempa.

Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya adalah daerah rawan gempa bumi dan dikarenakan status Gunung Agung Bali berstatus awas hal ini sering sekali berdampak dengan timbulnya gempa setiap saat.

Oleh karena itu, penyelenggaraan simulasi ini diharapkan dapat lebih menyiapkan warga apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. Dengan begitu bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa saat bencana datang. “Warga cukup antusias mengikuti kegiatan simulasi ini,”ungkapnya.

Hal tersebut diatas disimulasikan terjadi gempa 6,1 SR akibat erupsi Gunung Agung, seluruh warga berhamburan keluar rumah, berteriak histeris berusaha menyelamatkan diri dan berlari ke titik aman kumpul di Lapangan Mako Lanal Denpasar. Kendati begitu, dalam persitiwa itu terdapat belasan korban luka-luka akibat terimpa reruntuhan bangunan. Sementara tiga diantaranya mengalami cedera serius seperti patah tulang dan perdarahan kepala hingga tidak sadarkan diri.

Selanjutnya tim tanggap bencana yang terdiri dari Perwira Jaga dan anggota divisi Jaga Mako Lanal Denpasar serta anggota kesehatan langsung bergerak cepat menangani situasi yang tidak terkendali tersebut. Kepala tim dalam hal ini Perwira Jaga menenangkan warga dan berkoordinasi dengan Kepala BPBD Bali untuk memantau situasi terbaru. Sedangkan tim evakuasi langsung menyisir rumah-rumah warga untuk mencari dan menyelamatkan korban.

Tak lama berselang, ambulan datang mengevakuasi korban yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. “Bencana merupakan hal yang datang secara tidak terduga karenanya penting menyiapkan masyarakat agar selalu waspada dan tanggap terhadap bencana,”pungkasnya. (arf)

0 komentar:

Posting Komentar